News
Gibran Jawab Polemik Ijazah Usai Putusan MK
Monitorday.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyinggung bukti ijazah atau dokumen penyetaraan pendidikan sebagai dasar pemenuhan syarat pendidikannya.
Gibran menegaskan dirinya tidak mungkin menempuh pendidikan hingga jenjang Strata 1 (S1) di Singapura jika belum menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.
“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya enggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” kata Gibran kepada wartawan seusai membuka pameran INACRAFT di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada Selasa (6/10/2026).
Dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah tamat SMA atau sederajat.
Meski demikian, MK tidak mendiskualifikasi Gibran dari jabatan Wakil Presiden. Mahkamah menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima karena mereka tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara tersebut.
MK juga menegaskan persoalan keabsahan dan pemenuhan syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden merupakan kewenangan lembaga yang memiliki mandat untuk menilainya.
Gibran menyatakan menghormati seluruh proses dan keputusan MK. Ia tidak ingin memperpanjang polemik mengenai persoalan tersebut dan memilih kembali fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden.
“Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan menyukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,” ujar Gibran.
Terkait dokumen pendidikan dari luar negeri yang menjadi sorotan dalam putusan MK, Gibran mengatakan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Itu nanti segera kami follow up,” katanya.
Dalam putusan yang dibacakan di Gedung MK, Mahkamah menyebut tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan SMA atau sederajat.
MK juga menyatakan sejumlah dokumen akademik yang muncul dalam persidangan, termasuk certificate of attendance, tidak dinilai sebagai bukti kelulusan atau tamat pendidikan.
Namun, temuan tersebut tidak berujung pada pembatalan atau pendiskualifikasian Gibran sebagai Wakil Presiden. Amar putusan menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.
Gibran kini menyatakan akan melanjutkan tugasnya sebagai Wakil Presiden dan fokus mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
News
Lima Pelajar Indonesia Bersinar di IOAA 2026
Monitorday.com – Lima pelajar Indonesia menorehkan prestasi di panggung internasional. Delegasi Indonesia pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 berhasil membawa pulang tiga medali perunggu, satu Honorable Mention, dan gelar Winner of the Poster Competition.
Prestasi tersebut diraih melalui proses pembinaan berjenjang yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Tiga medali perunggu masing-masing diraih Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan; Khalil Azyumardi Abnel dari MAN 1 Pekanbaru; dan Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Banyumas.
Sementara itu, Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta meraih Honorable Mention.
Prestasi lainnya datang dari Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi. Bersama tim, Faiz berhasil memenangkan Poster Competition lewat karya berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengapresiasi perjuangan seluruh delegasi Indonesia. Menurutnya, prestasi internasional merupakan hasil dari proses panjang dalam mengasah potensi dan talenta pelajar.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” ujar Maria, Senin (5/10/2026).
Perjalanan para pelajar menuju IOAA 2026 tidak berlangsung singkat. Mereka terlebih dahulu mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi sebelum menjalani pembinaan dan seleksi lanjutan.
Dari rangkaian proses tersebut, lima pelajar terbaik akhirnya terpilih untuk membawa nama Indonesia ke ajang internasional.
Muhammad Zhafif menjadi salah satu peserta yang merasakan langsung proses panjang tersebut. Baginya, IOAA bukan sekadar arena menguji kemampuan akademik, tetapi juga kesempatan membangun jejaring dengan pelajar dari berbagai negara.
“Ajang tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain berkompetisi, kami membangun jejaring dengan murid dari seluruh dunia,” kata Zhafif.
Ia menilai perjalanan dari OSN hingga kompetisi internasional turut membentuk kemampuan sekaligus karakternya.
“Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya,” ujarnya.
Kebanggaan juga dirasakan keluarga Zhafif. Sang ayah, Muhammad Joni, mengapresiasi pencapaian putranya sekaligus pembinaan yang diberikan Kemendikdasmen dan Puspresnas.
“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Zhafif di ajang IOAA. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada Zhafif hingga dapat meraih prestasi di tingkat internasional,” ucapnya.
Yugo Deandra Wirayudha juga menyebut IOAA 2026 sebagai pengalaman yang tidak terlupakan. Ia menilai pembinaan Puspresnas membantu para peserta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat dunia.
“IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan bagi saya. Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional,” kata Yugo.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen membangun ekosistem Manajemen Talenta Murid secara berkelanjutan.
Pemerintah menempatkan kompetisi internasional bukan semata sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembentukan kompetensi, karakter, pengalaman, serta kemampuan pelajar untuk memberi kontribusi bagi masyarakat.
IOAA 2026 digelar di Hanoi, Vietnam, dengan pusat kegiatan akademik di Phenikaa University. Kompetisi bidang astronomi dan astrofisika untuk pelajar pendidikan menengah itu diikuti 320 peserta dari 66 negara.
Di tengah persaingan tersebut, lima pelajar Indonesia berhasil membawa pulang prestasi sekaligus menegaskan potensi talenta muda Indonesia di level dunia.
News
Prabowo Sampaikan Taklimat ke 800 Perwira Tinggi TNI-Polri
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat kepada 800 perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (07/10/2026).
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan laporan kegiatan.
Dalam laporannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk menyamakan visi, serta memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Arahan Presiden, menurutnya, akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan ke depan.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” ucap Panglima TNI.
Senada, Kapolri turut menyampaikan bahwa kegiatan ini turut menjadi momentum untuk menerima arahan, kebijakan, dan penekanan Presiden. Taklimat Presiden hari ini, kata Kapolri, dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas dan kepemimpinan di satuan masing-masing.
“Polri siap terus mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintah sesuai tugas fungsi dan kewenangan Polri dari atas sampai bawah dimanapun berada. Khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan pada masyarakat,” kata Kapolri.
Sementara itu, dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pada pertemuan ini Kepala Negara ingin memberi gambaran tentang keadaan yang dihadapi sebagai bangsa dan negara. Termasuk juga dengan memberikan gambaran terkait perkembangan negara dan bangsa Indonesia.
“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang pemeritahan yang saya pimpin dua tahun. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” ucap Presiden.
Taklimat tersebut menjadi ruang bagi jajaran pimpinan TNI-Polri untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tantangan bangsa dan menjadikan arahan Presiden Prabowo sebagai pedoman pelaksanaan tugas di seluruh Indonesia.
News
Prabowo Kumpulkan 800 Pejabat TNI-Polri, Ada Apa?
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 pejabat tinggi TNI dan Polri di Lapangan Tengah, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu pagi.
Sejumlah pejabat telah tiba di Istana, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Suharyanto mengatakan para pejabat dipanggil untuk menerima langsung arahan dari Presiden Prabowo.
“Nanti kita dengar ya, arahan Bapak Presiden,” kata Suharyanto.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pertemuan tersebut diagendakan untuk taklimat atau pengarahan Presiden kepada jajaran TNI dan Polri.
Pemanggilan ratusan pejabat tinggi TNI-Polri ini berlangsung hanya dua hari setelah Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Dalam pidatonya saat itu, Prabowo menekankan agar TNI tetap menjadi tentara rakyat. Ia juga meminta TNI mampu menghadapi berbagai ancaman di tengah situasi dunia yang dinilainya semakin penuh gejolak dan ketidakpastian.
Sebelumnya, Prabowo juga melakukan perubahan penting di pucuk pimpinan Polri. Pada 1 Oktober 2026, ia melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara.
Pemanggilan pejabat TNI dan Polri ke Istana bukan kali pertama dilakukan Prabowo. Pada awal Februari 2026, Presiden juga mengumpulkan jajaran pejabat kedua institusi tersebut untuk menerima pengarahan di Jakarta.
News
DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, Baca 8 Poin Pentingnya
Monitorday.com – DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia (SDI) menjadi undang-undang. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani. Sebelum pengesahan, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Sturman Panjaitan menyampaikan laporan hasil pembahasan RUU SDI.
Setelah laporan disampaikan, Puan meminta persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir.
“Kini tiba saatnya kami akan menanyakan kembali kepada seluruh peserta sidang, apakah RUU tentang Satu Data Indonesia dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” kata Puan.
Seluruh fraksi dan anggota DPR yang hadir menyatakan setuju. RUU SDI pun resmi menjadi undang-undang.
UU SDI mengatur Data Dasar Nasional (DDN) yang dikuasai negara. Data tersebut nantinya menjadi rujukan utama untuk perencanaan pembangunan, kebijakan fiskal dan penganggaran, penyaluran bantuan sosial, hingga kebutuhan strategis nasional.
Undang-undang ini terdiri dari 20 bab dan 141 pasal. Pengaturannya mencakup tata kelola SDI melalui rencana induk, arsitektur, manajemen, serta siklus pengelolaan data.
UU SDI juga menjadi payung hukum pembentukan lembaga penyelenggara Satu Data Indonesia yang bertanggung jawab kepada Presiden. Kewenangan pengelolaan data diatur berjenjang, mulai dari pemerintah pusat hingga desa dan kelurahan.
Tak hanya itu, regulasi tersebut mengatur standar data, metadata, kode referensi dan/atau data induk, katalog data nasional, interoperabilitas, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Teknologi seperti blockchain dan kecerdasan artifisial (AI) juga masuk dalam kerangka pengaturan SDI.
Sturman mengatakan penerapan SDI diharapkan dapat mengakhiri persoalan perbedaan data antar-kementerian dan lembaga. Satu rujukan nasional dinilai penting agar pemerintah memiliki dasar data yang sama ketika mengambil kebijakan.
“Kalau Satu Data Indonesia sudah kita lakukan, artinya tidak ada lagi data yang simpang siur. Tidak ada lagi data yang masing-masing kementerian berbeda-beda terhadap satu masalah,” ujar Sturman, dikutip dari situs DPR RI.
Data yang telah terintegrasi, lanjut dia, harus mudah digunakan sesuai aturan akses, tertata, tersimpan dengan aman, serta dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Namun, integrasi data tidak berarti seluruh informasi dapat dibuka tanpa batas. Sturman menekankan pentingnya pelindungan data pribadi untuk mencegah penyalahgunaan.
“Pelindungan data pribadi juga harus menjadi keyakinan kita,” katanya.
UU SDI juga mengatur penggunaan dan pengendalian akses data, standar keamanan, audit keamanan, serta audit kedaulatan data. Pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan data dapat dikenai sanksi administratif hingga pidana.
Delapan poin utama yang diatur dalam UU SDI meliputi:
- Data Dasar Nasional (DDN) menjadi rujukan utama untuk pembangunan, kebijakan keuangan negara dan penganggaran, bantuan sosial, serta kebutuhan nasional lainnya.
- Penyelenggara SDI dibentuk sebagai lembaga yang bertanggung jawab kepada Presiden dan menggantikan konsep Badan Satu Data Indonesia.
- Standar data yang seragam diwajibkan bagi seluruh instansi yang menghasilkan dan mengelola data.
- Pengelolaan data digital harus memperhatikan keamanan serta kedaulatan data nasional.
- Interoperabilitas data didorong agar data antarinstansi dapat saling terhubung dan digunakan bersama sesuai kebutuhan.
- Standar keamanan data ditetapkan oleh lembaga yang membidangi keamanan siber dan persandian.
- Partisipasi masyarakat dibuka melalui pemberian masukan, pelaporan dugaan penyalahgunaan, pengawasan, serta pemberian data secara sukarela.
- Penyelesaian sengketa data diutamakan melalui mekanisme di luar pengadilan, termasuk mediasi.
Dengan disahkannya UU SDI, pemerintah kini memiliki payung hukum baru untuk membangun tata kelola data nasional yang lebih terintegrasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan aturan tersebut benar-benar berjalan tanpa mengorbankan keamanan, kedaulatan, dan pelindungan data pribadi.
News
Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Lindungi Kekayaan Negara untuk Rakyat
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melawan korupsi, kecurangan, serta praktik-praktik yang merugikan kekayaan negara. Untuk itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang terus bekerja dalam penyelamatan kekayaan negara.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan ini. Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi tidak ringan,” ucap Presiden dalam sambutannya di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Selasa (06/10/2026).
Menurut Presiden, upaya pemerintah untuk menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara akan selalu menghadapi perlawanan dari sejumlah pihak yang menikmati kecurangan tersebut. Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak menyerah dalam membela kebenaran, keadilan, dan kepentingan rakyat.
“Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran? Atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah? Kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini? Kekuatan yang menghina rakyat? Kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin? Padahal kita negara yang sangat kaya,” katanya.
Presiden turut mengetahui adanya ancaman dan intimidasi yang dihadapi sejumlah anggota, termasuk terhadap keluarga satgas. Oleh karena itu, Kepala Negara pun menyampaikan penghargaan kepada jajaran yang tetap teguh menjalankan tugas meski menghadapi berbagai tekanan.
“Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya. Berjuang untuk rakyat kita. Berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara. Mereka yang tidak punya apa-apa,” ujar Presiden.
“Percayalah, kebenaran akan menang. Percayalah, kita di atas jalan yang benar. Kita tidak ragu-ragu,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti upaya-upaya penyuapan terhadap pejabat negara yang masih menjadi tantangan dalam pembenahan institusi. Kepala Negara menegaskan bahwa upaya perbaikan akan terus dilakukan melalui pendekatan persuasif.
“Kita berusaha memperbaiki dengan persuasif, dengan dakwah, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan, di mana-mana saya diundang pasti saudara tahu apa pesan saya. Menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu sikap saya, tekad saya, kehendak saya,” tandasnya.
News
MK Tolak Permohonan Gugatan Ijazah Gibran
Monitorday.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak dapat menerima permohonan yang mempersoalkan keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka saat mengikuti Pilpres 2024.
Perkara tersebut tercatat dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 dengan nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Putusan dibacakan dalam sidang di Gedung MK, Selasa (6/10/2026), yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo.
Dalam amar putusannya, MK menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.
“Dalam Pokok Permohonan, menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima,” ujar Suhartoyo saat membacakan putusan.
Dengan putusan tersebut, permohonan yang menggugat keabsahan ijazah Gibran dalam konteks keikutsertaannya pada Pilpres 2024 tidak diterima oleh MK. Perkara ini menjadi bagian dari rangkaian sengketa hasil Pilpres 2024 yang kembali diperiksa Mahkamah.
News
Mendikdasmen: Guru Harus Jadi Teladan, Bangun Sekolah yang Aman dan Nyaman
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, keteladanan guru menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh murid.
Menurut Abdul Mu’ti, sekolah bukan sekadar tempat menimba pengetahuan. Sekolah juga menjadi ruang bagi murid untuk belajar menghargai perbedaan, membangun relasi sosial, sekaligus membentuk karakter.
“Substansi pendidikan itu membangun peradaban, membangun karakter,” ujar Abdul Mu’ti dalam webinar internasional bertajuk Pendidikan Bermutu untuk Semua: Peran Guru dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen bersama Institut Leimena di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Abdul Mu’ti menyebut guru memiliki peran ganda sebagai Agent of Learning as well as Agent of Civilization, yakni agen pembelajaran sekaligus agen pembangunan peradaban.
Ia menilai keberagaman latar belakang murid harus dipandang sebagai modal untuk membangun sikap saling menghormati. Sekolah, kata dia, perlu membuka ruang perjumpaan agar murid terbiasa mengenal, menerima, dan bekerja sama dengan orang yang berbeda keyakinan maupun latar belakang.
“Perbedaan itu tidak boleh menjadi pemisah, tapi menjadi kekayaan untuk kita bekerja sama satu sama lain,” katanya.
Ia menambahkan, konsep sekolah aman dan nyaman tidak berhenti pada keamanan fisik. Rasa aman juga harus hadir dalam kehidupan sosial, spiritual, hingga ruang digital yang diakses murid.
Penguatan budaya tersebut sejalan dengan kebijakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Implementasinya membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan media, mengingat pembentukan karakter anak berlangsung tidak hanya di lingkungan sekolah.
Kepala Puspeka Rusprita Putri Utami mengatakan murid juga harus dilibatkan sebagai aktor dalam membangun budaya sekolah yang aman. Melalui Gerakan Rukun Sama Teman, murid didorong menjadi “Sahabat Hebat” dengan prinsip Look, Listen, dan Link.
“Budaya sekolah aman dan nyaman tidak lahir hanya dari regulasi. Budaya itu hidup dari relasi dan tindakan kita setiap hari. Dengarkan murid, cegah risiko sedini mungkin, dan respons dengan tepat,” ujar Rusprita.
Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho menambahkan, pendidikan harus tetap menempatkan hubungan antarmanusia sebagai bagian penting di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
“Kita bukan mendidik robot, tapi manusia,” ujarnya.
Matius menyebut program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang dijalankan Institut Leimena bersama puluhan mitra telah menjangkau lebih dari 12.000 guru dan pendidik dari 38 provinsi selama lima tahun terakhir.
Sementara itu, Chief of Education UNESCO Jakarta Santosh Khatri menekankan pentingnya lingkungan profesional yang mendukung guru. Menurutnya, interaksi lintas agama dan budaya dapat membantu murid mengembangkan empati sekaligus kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.
Pengalaman tersebut turut dibagikan Yonathan Djalimun, alumni LKLB sekaligus Wakil Direktur Sekolah Kristen Tritunggal. Ia mencontohkan kegiatan kunjungan lintas agama yang mempertemukan murid SMA Tritunggal Semarang dengan MA Al Manar Tengaran dan Pondok Pesantren Amal Sholeh.
“Praktik lebih membekas ketimbang sekadar teori di kelas,” tulis Yonathan dalam paparannya.
News
IHSG Menguat Tajam Jelang Penutupan Pasar
Penguatan bursa saham domestik tercermin dari mayoritas pergerakan emiten, di mana sebanyak 522 saham menguat, 194 saham terkoreksi, dan 242 saham bergerak stagnan
Monitorday.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,1 persen ke level 6.105,59 menjelang penutupan perdagangan pada Senin (5/10/2026). Lonjakan signifikan ini terjadi setelah indeks bergerak cenderung datar dengan kenaikan hanya 0,03 persen pada penutupan sesi pertama.
Penguatan bursa saham domestik tercermin dari mayoritas pergerakan emiten, di mana sebanyak 522 saham menguat, 194 saham terkoreksi, dan 242 saham bergerak stagnan. Total volume perdagangan tercatat mencapai 33,70 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi 1,48 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp8,13 triliun.
Kendati indeks melonjak tinggi, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp205 miliar di pasar saham Indonesia. Data perdagangan mencatat nilai beli asing di seluruh pasar mencapai Rp1,41 triliun, sementara nilai jual asing berada di angka Rp1,61 triliun.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memimpin akumulasi beli bersih asing dengan nilai Rp27,90 miliar, disusul oleh saham GOTO, BUVA, ULTJ, dan BBNI. Sebaliknya, tekanan jual asing terbesar dialami saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan net sell Rp74,18 miliar, diikuti saham BUMI, AMMN, TINS, dan TLKM.
Kebangkitan IHSG dan nilai tukar rupiah ini diharapkan membawa stabilitas bagi pasar keuangan domestik setelah mengalami tekanan pada pekan sebelumnya. Kendati demikian, ketahanan pasar keuangan nasional masih akan terus diuji di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi.
Sejumlah sentimen global yang tetap membayangi pergerakan pasar mencakup dinamika ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, situasi di Selat Hormuz, serta pergerakan harga minyak mentah. Selain itu, para pelaku pasar terus mencermati imbal hasil obligasi global, rilis notulen FOMC, dan data sektor jasa AS untuk memperkirakan prospek suku bunga acuan ke depan.
News
Menempa Karakter Besi Emil Audero Mulyadi: Kisah Bocah Lombok yang Menghapus Dahaga 35 Tahun Ibu Pertiwi
CERITA KECIL Emil Audero Mulyadi bukanlah selembar kanvas sutra yang halus, namun sebongkah batu karang yang terus dihantam ombak. Sebuah riwayat tentang otot yang ditempa, peluh yang mengkristal, dan keteguhan batin yang menolak tunduk pada keadaan.
Sebelum lampu-lampu stadion megah Eropa menyorot siluet tubuhnya yang kokoh di bawah misatar gawang, takdir menguji bocah berdarah campuran Indonesia – Italia ini dalam sebuah awal yang sunyi. Di bawah langitPraya, Lombok Tengah, jejak-jejak pertamanya tidak diukir di atas rumput sintetis empuk, tapi di atas tanah kering berdebu.
Emil terlahir dari rahim perpaduan budaya, ayahnya asli Lombok [Edy Mulyadi]. Sementara sang ibu [Antonella Audero] adalah seorang warga Italia. Sembilan bulan pertama hidupnya ia habiskan di Pulau Lombok, sebelum Antonella membawanya bermigrasi ke Cumiana, kota kecil di Piedmont, Italia [1998].
Namun, Lomboj tidak pernah bernar-benar lepas dari nadinya. Setiap kali liburan tiba, ia kembali ke tanah kelahirannya. Di sanalah, sebuah laboratorium mental yang mentah mulai terbentuk.
Saat anak-anak sebayanya di Eropa menikmati fasilitas akdemi yang mapan, Emil kecil berlari mengejar bola plastik di lapangan nan gersang. Tiang gawangnya hanyalah dua batang bambu yang ditancapkan seadanya ke dalam tanah.
Di bawah bimbingan Syukur, seorang mantan kiper lokal legendaris NTB yang melatihnya dengan disiplin spartan, mentalitas anti-rapuh Emil mulai ditempa.
Migrasi permanennya ke Italia mengubah ruang bermain masa kecil menjadi medan pertempuran harga diri yang sesungguhnya.
Ketika ia memutuskan untuk menekuni sepak bola secara profesional dan masuk ke akademi muda Juventus pada usia sebelas tahun, dunia tidak langsung ramah kepadanya. Di dalam ruang ganti yang dipenuhi talenta-talenta lokal Eropa, ia adalah anomali—seorang anak imigran dengan nama belakang yang asing di telinga mereka.
Kesepian menjadi teman setianya dalam perjalanan kereta malam yang panjang menuju tempat latihan. Fisik dan mentalnya diperas hingga batas nadir. Hujan salju yang membekukan Cumiana, benturan-benturan keras di atas lapangan yang mengeraskan ototnya, hingga cemoohan halus yang meragukan kemampuannya sempat menjadi badai yang bergemuruh di kepala.
Ada malam-malam panjang di mana ia mempertanyakan pilihannya, menatap langit-langit kamar dengan kecemasan yang mengeklicik tentang masa depan yang serba tidak pasti. Namun, anak Lombok ini menolak untuk hancur. Ia memilih membangun kulit tebal terhadap segala keraguan.
Titik balik dalam hidupnya hadir ketika bakat mentahnya bertransformasi menjadi karakter besi yang diakui oleh para pemandu bakat kelas dunia. Penjaga gawang legendaris seperti Gianluigi Buffon melihat sesuatu yang berbeda dalam sorot mata Emil—sebuah ketenangan yang menakutkan bagi seorang penyerang lawan. Kehadiran keluarga, terutama sang ayah yang menjadi jangkar emosional, terus mengingatkannya pada tanah kering di Praya. Kekuatan memori masa kecil itulah yang membuatnya tetap membumi saat ia berhasil menembus skuad utama Juventus, lalu berkelana membela Sampdoria, Inter Milan, hingga kini mengawal kesucian gawang Rayo Vallecano.
Berdiri tegak di bawah mistar gawang kompetisi elite Eropa, ia bukan lagi bocah yang mengejar bola plastik, melainkan seorang predator ruang udara kotak penalti yang ditakuti. Kini, di puncak kariernya sebagai penjaga gawang papan atas yang juga menjadi pilar krusial di level internasional, Emil tidak pernah melupakan akar yang menumbuhkannya.
Ketangguhannya teruji dalam laga final Asean Cup 2026 melawan Thailand di bawah gemuruh atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dalam partai final bertensi tinggi tersebut, Emil dan para punggawa Timnas dipaksa bermain 2-2 hingga babak perpanjangan waktu usai.
Saat laga harus ditentukan lewat drama adu penalti yang kejam, tekanan puluhan ribu pasang mata runtuh di pundaknya. Namun, emosi masa kecil di Praya dan ketenangan kompetisi Eropa menyatu dalam dirinya. Dengan refleks sedingin es, Emil sukses menepis tendangan penentu dari Nattapong Sayriya, mengunci kemenangan adu penalti 4-2, dan mengantarkan Indonesia merengkuh trofi juara untuk pertama kalinya sekaligus menghapus dahaga gelar senior selama 35 tahun. Malam itu, ia bukan hanya mengamankan gawang, melainkan menobatkan diri sebagai pahlawan bersejarah yang abadi bagi ibu pertiwi.
News
Nobel 2026: Ketika Cahaya Membuka Rahasia Otak
Optogenetika mengubah cahaya menjadi alat untuk membaca dan mengendalikan aktivitas sel saraf dengan presisi yang sebelumnya sulit dibayangkan.
Monitorday.com– Nobel Prize in Physiology or Medicine 2026 diberikan kepada Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel atas penemuan terkait kanal ion yang dikendalikan cahaya dan pengembangan optogenetika. Penghargaan tersebut diumumkan pada 5 Oktober 2026 oleh Nobel Assembly di Karolinska Institutet.
Yang membuat penemuan ini menarik bukan sekadar keberhasilan menemukan sebuah protein, tetapi perubahan besar dalam cara manusia mempelajari otak. Hegemann dan Nagel menemukan protein peka cahaya bernama channelrhodopsin pada alga bersel satu. Protein tersebut memungkinkan alga merespons cahaya melalui perubahan aliran ion di dalam sel.
Penemuan itu kemudian mendapatkan dimensi baru melalui penelitian Deisseroth. Ia memasukkan gen yang menghasilkan channelrhodopsin ke dalam sel saraf. Dengan penyinaran cahaya biru, aktivitas neuron dapat dipicu secara terkendali. Pada 2005, pendekatan tersebut berhasil ditunjukkan pada sel saraf, kemudian dikembangkan hingga dapat digunakan pada otak tikus hidup.
Di sinilah optogenetika menjadi sebuah revolusi ilmiah. Sebelumnya, ilmuwan dapat mengamati hubungan antara bagian tertentu dari otak dengan perilaku, tetapi sulit memastikan hubungan sebab-akibatnya. Optogenetika memberikan kemampuan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan kelompok neuron tertentu menggunakan cahaya sehingga peneliti dapat menguji secara lebih langsung bagaimana sirkuit saraf menghasilkan ingatan, perasaan, dan perilaku.
Menurut Nobel Committee, teknologi ini telah memberikan cara baru untuk memetakan sirkuit otak yang berkaitan dengan berbagai kondisi neurologis dan psikiatris. Penelitian tersebut juga membuka kemungkinan terapi baru, termasuk upaya mengembalikan penglihatan pada sebagian pasien dengan gangguan penglihatan tertentu.
Yang lebih penting, Nobel ini memperlihatkan bagaimana sebuah penelitian dasar yang pada awalnya tampak jauh dari aplikasi medis dapat berubah menjadi teknologi transformatif. Pertanyaan Hegemann tentang bagaimana organisme bersel satu merespons cahaya akhirnya bertemu dengan rekayasa genetika dan ilmu saraf Deisseroth. Dari sana lahir sebuah metode yang kini digunakan secara luas dalam penelitian otak.
Ada pelajaran penting bagi dunia pendidikan dan riset Indonesia. Sains fundamental sering kali tidak langsung menghasilkan produk atau keuntungan ekonomi. Namun, justru dari rasa ingin tahu terhadap persoalan paling dasar dapat lahir teknologi yang mengubah sebuah disiplin ilmu. Nobel ini menunjukkan bahwa investasi pada biologi, fisika, genetika, teknologi, dan ilmu komputasi tidak seharusnya dipisahkan secara kaku.
Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, penemuan optogenetika juga memiliki makna yang lebih luas. AI dapat membantu membaca dan menganalisis data otak dalam skala yang semakin besar, sementara optogenetika memberikan cara eksperimental untuk memahami hubungan antara aktivitas neuron dan perilaku. Pertemuan keduanya berpotensi mempercepat neurosains, tetapi sekaligus menuntut perhatian serius terhadap etika, privasi pikiran, dan batas intervensi terhadap otak manusia.
Nobel 2026 karena itu bukan hanya penghargaan terhadap tiga ilmuwan. Ia merupakan pengingat bahwa salah satu frontier terbesar ilmu pengetahuan masih berada di dalam diri manusia sendiri. Otak tetap menjadi salah satu misteri terbesar, dan kali ini manusia mendapatkan cara baru untuk menyalakan, mematikan, sekaligus memetakan percakapan listrik di dalamnya.
