Connect with us

News

Hakim MK Prihatin dengan Penegakkan Hukum di Indonesia

Diana Sari N

Published

on

Monitorday.com – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengatakan permasalahan penegakan hukum di Indonesia tak pernah usai, salah satunya terkait tindak pidana korupsi.

Dia menilai hukum di Indonesia saat ini sudah seperti barang dagangan alias komoditas.

Hal itu disampaikan Arief di acara Badan Pembina Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jakarta, Rabu, (25/10/2023).

Inti dari negara hukum, kata Arief, adalah pembuatan aturan dan implementasinya. Dengan mengacu pada ideologi Pancasila. Keduanya, tak bisa dipisahkan dari sila ketuhanan.

“Dua-duanya disinari oleh sinar ketuhanan. Membuat hukum selalu ada irah-irahnya, mulai dari undang-undang sampai ke tingkat ke bawah,” ujarnya.

Arief berujar negara hukum berdasarkan ideologi Pancasila adalah cita-cita para pendiri bangsa atau founding fathers. Dia mengatakan semua pembuatan dan implementasi hukum di Indonesia harus ada irahnya atau rumusan tetap berdasarkan keputusan pengadilan.

“Menegakkan hukum mengimplementasikan hukum, badan peradilan di Indonesia ada irah-irah, keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucap dia.

“Sungguh luhur cita-cita the founding fathers memberikan warisan kepada kita, negara hukum yang luar biasa,” imbuhnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Imbas Pajak Mencekik, Warga Ramai-ramai Pilih Murtad

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Membayar pajak sejatinya merupakan tanggung jawab setiap warga negara yang telah memperoleh penghasilan. Dana yang terkumpul pun kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai layanan publik. Namun demikian, tidak semua wajib pajak menjalankan kewajiban ini dengan penuh kesadaran.

Beragam cara kerap ditempuh untuk menghindari beban pajak. Salah satu contoh menarik terjadi di Swiss, yang dikenal sebagai negara dengan tingkat pajak relatif tinggi. Di sana, terdapat jenis pungutan khusus yang disebut pajak gereja, yang dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota komunitas keagamaan tertentu.

Fenomena unik pun muncul. Sebagian warga memilih untuk secara administratif keluar dari keanggotaan agama, bahkan mendeklarasikan diri sebagai ateis, demi terbebas dari kewajiban membayar pajak tersebut. 

Eeksodus iman tengah terjadi di Swiss, dan angkanya melonjak tajam. Di baliknya, ada satu faktor yang tak bisa diabaikan: pajak gereja.

Di negara ini, menjadi anggota gereja bukan sekadar urusan spiritual, tapi juga finansial. Setiap individu yang terdaftar dalam gereja resmi negara wajib membayar pajak sekitar 1–3 persen dari penghasilan. Tidak ada celah: satu-satunya cara untuk berhenti membayar adalah dengan keluar dari keanggotaan gereja itu sendiri.

Dan pada 2023, pilihan itu diambil secara massal.

Menurut laporan media lokal, sebanyak 67.497 orang resmi meninggalkan Gereja Katolik. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya—sebuah lonjakan yang mencolok dan sulit diabaikan. Di sisi lain, gereja Protestan juga mengalami gelombang serupa, dengan 39.517 orang mengundurkan diri. Jika digabungkan, hampir 100.000 orang Swiss memutuskan hubungan formal dengan gereja hanya dalam satu tahun.

Di wilayah Basel-Stadt, fenomena ini bahkan lebih terasa. Provinsi di Swiss utara itu mencatat tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5 persen. Sistem administrasi yang mempermudah proses keluar dari keanggotaan gereja disebut-sebut menjadi salah satu pemicu tingginya angka tersebut.

Namun, persoalannya tidak sesederhana soal uang.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa di wilayah dengan pajak gereja, tingkat keluar dari agama cenderung lebih tinggi. Ini memunculkan pertanyaan besar: apakah kewajiban finansial justru mempercepat jarak antara masyarakat dan institusi keagamaan?

Di sisi lain, faktor lain juga ikut bermain. Gelombang sekularisme yang semakin kuat, ditambah berbagai skandal di lingkungan rumah ibadah, ikut menggerus kepercayaan publik. Bagi sebagian orang, keputusan keluar bukan sekadar menghindari pajak, melainkan refleksi dari perubahan keyakinan yang lebih dalam.

Yang paling mencolok, tren ini berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah warga Swiss yang mengidentifikasi diri sebagai ateis sekitar 34 persen populasi pada 2022. Ini bukan lagi sekadar fenomena administratif, melainkan pergeseran sosial yang signifikan.

Swiss hari ini tidak hanya menghadapi penurunan jumlah jemaat, tetapi juga redefinisi hubungan antara agama, negara, dan individu. Pajak gereja mungkin menjadi pemicu, tetapi gelombang yang terjadi jauh lebih besar: sebuah transformasi cara masyarakat memaknai iman di era modern.

Continue Reading

News

Ledakan di Markas PBB Lebanon Lukai Tiga Prajurit TNI, Dua Kondisi Serius

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon Selatan, pada Jumat (3/4) sore waktu setempat.

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa dua dari tiga korban mengalami luka serius. “Sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya dalam keterangan resmi melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).

Ketiga prajurit asal Indonesia tersebut segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, pihak UNIFIL masih menyelidiki sumber dan penyebab ledakan. “Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” kata Ardiel.

Insiden ini menambah daftar kabar duka bagi kontingen Indonesia di Lebanon. Dalam beberapa hari terakhir, tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam insiden terpisah di wilayah operasi yang sama.

Prajurit Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Sehari kemudian, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

PBB memastikan investigasi tengah berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut, dengan hasil penyelidikan dijanjikan akan diumumkan dalam waktu dekat.

UNIFIL juga mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas militer di sekitar area operasi. Misi UNIFIL sendiri dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1978 dan diperkuat setelah konflik tahun 2006, dengan mandat menjaga stabilitas di Lebanon Selatan.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Peristiwa terbaru ini kembali menyita perhatian publik Tanah Air terhadap keselamatan prajurit yang bertugas di luar negeri dalam misi kemanusiaan global.

Continue Reading

News

Iran Abaikan Usulan Gencatan Senjata AS, Timur Tengah Kian Membara

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Iran dilaporkan mengabaikan usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Jumat (4/4), Washington telah mengajukan proposal tersebut sejak 2 April melalui salah satu negara sahabat. Sumber yang mengetahui perkembangan situasi menyebutkan bahwa langkah itu diambil seiring meningkatnya ketegangan serta tantangan yang dihadapi pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

“Amerika Serikat pada 2 April mengusulkan gencatan senjata 48 jam melalui salah satu negara sahabat,” ujar sumber tersebut.

Namun demikian, Iran tidak memberikan tanggapan resmi secara tertulis atas usulan tersebut. Teheran justru disebut merespons dengan tindakan di lapangan, yakni melanjutkan serangan dengan intensitas tinggi.

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa upaya diplomatik Amerika Serikat untuk meredakan konflik terus ditingkatkan, terutama setelah adanya laporan serangan terhadap depot militer AS di Pulau Bubiyan, Kuwait.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara ke Iran. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah wilayah di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Rangkaian serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta mengganggu sektor penerbangan internasional.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Dorong Efisiensi Energi dan Transformasi Budaya Kerja

Kebijakan ini menekankan efisiensi dan adaptivitas birokrasi tanpa mengurangi kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mendukung penuh inisiatif Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi. Langkah strategis ini diimplementasikan untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan ini menekankan efisiensi dan adaptivitas birokrasi tanpa mengurangi kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan.

Transformasi ini bertumpu pada tiga pilar utama: pemerataan akses dan keadilan layanan, relevansi dan kesiapan masa depan melalui digitalisasi, serta partisipasi semesta dari ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat. Implementasi kebijakan meliputi penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) satu hari kerja setiap minggu (Jumat), efisiensi penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, optimalisasi transportasi publik, dan perluasan Car Free Day (CFD). Kebijakan WFH mulai berlaku pada 1 April 2026 dan akan dievaluasi komprehensif setelah dua bulan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menjelaskan bahwa transformasi ini hadir sebagai upaya kolektif untuk bekerja lebih cerdas dan efisien. “Work From Home bukan berarti libur—ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” tuturnya beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mendikdasmen juga menegaskan komitmen terhadap layanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Abdul Mu`ti menyatakan, “Layanan publik seperti Unit Layanan Terpadu (ULT) akan tetap dibuka dan diselenggarakan. Selain itu, guru tetap harus masuk jika muridnya masuk ke sekolah. Ada pengecualian pada beberapa konteks, seperti yang tercantum dalam aturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.”

Dalam konteks gerakan hemat energi, Menteri Mu’ti menekankan bahwa perubahan ini dirancang untuk memperkuat kualitas layanan. Ia mengatakan, “Kami ingin memastikan bahwa perubahan ini justru memperkuat kualitas layanan pendidikan, bukan menguranginya. Di saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mulai dari hal-hal sederhana—menghemat energi, menggunakan transportasi publik, dan membangun kebiasaan baru yang lebih baik.”

Inisiatif ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang mendorong kebiasaan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui semangat gotong royong, Kemendikdasmen berharap ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat dapat bergerak bersama menuju masa depan yang lebih adaptif. “Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan—di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Proyek KF-21 Berlanjut, Indonesia Kirim Tim ke Korsel

Proyek ini sempat tertunda akibat penundaan pembayaran dari Indonesia, hingga Korea Selatan akhirnya sepakat memangkas kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar KRW.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen melanjutkan proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae bersama Korea Selatan. Sebuah tim akan segera dikirim ke Korea Selatan untuk menindaklanjuti kerja sama strategis ini.

Proyek ambisius yang telah bergulir sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sempat diwarnai isu tunggakan pembayaran dari pihak Indonesia serta dugaan pencurian teknologi, namun kedua negara sepakat melanjutkan kemitraan pertahanan ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan arahan Presiden Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

“Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik itu yang sifatnya technical maupun engineering,” kata Airlangga di Seoul, Korea Selatan, pada Rabu, 1 April 2026.

Proyek KF-21/KFX/IFX, yang diluncurkan pada tahun 2015 dengan total investasi 8,1 triliun KRW (sekitar Rp 95,32 triliun), mulanya menargetkan kontribusi Indonesia sebesar 20 persen. Namun, proyek ini sempat tertunda akibat penundaan pembayaran dari Indonesia, hingga Korea Selatan akhirnya sepakat memangkas kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar KRW.

Selain masalah tunggakan, proyek ini juga menghadapi skandal dugaan upaya pencurian teknologi pada Januari 2024 yang melibatkan insinyur Indonesia. Meskipun penyelidikan sempat dilakukan oleh kepolisian Korea Selatan atas permintaan Badan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) pada Kamis, 22 Februari 2024, Kejaksaan Korea Selatan pada Mei 2025 memutuskan untuk menggugurkan tuntutan terhadap lima teknisi PT Dirgantara Indonesia yang dituduh terlibat. Laporan pada 19 Maret 2026 juga menyebut rencana ekspor 16 unit jet tempur KF-21 ke Indonesia, lebih sedikit dari rencana awal 48 unit.

Airlangga Hartarto menambahkan bahwa masih ada sejumlah isu teknis, termasuk ihwal spesifikasi pesawat dan skema pembayaran baru yang perlu dibahas.

“Tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana,” ujarnya.

Continue Reading

News

Macron Dorong Misi Damai Internasional untuk Buka Selat Hormuz

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan rencana kerja sama dengan sejumlah negara untuk menjalankan operasi damai guna membuka kembali akses di Selat Hormuz yang terdampak konflik kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Macron saat berbicara di Universitas Yonsei dalam kunjungannya ke Korea Selatan, Jumat (3/4). Ia menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional tetap aman dan terbuka.

“Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Macron di hadapan mahasiswa.

Menurutnya, Prancis tengah berkoordinasi dengan berbagai negara untuk merancang misi damai yang bertujuan mengawal kapal tanker dan kapal kargo yang melintasi jalur tersebut. Operasi ini dirancang untuk memastikan keamanan pelayaran di salah satu rute energi paling vital di dunia.

Macron menambahkan, pelaksanaan operasi akan sangat bergantung pada mekanisme dekonfliksi dengan Iran, terutama setelah tercapainya gencatan senjata atau ketika situasi kawasan mulai stabil.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama internasional tersebut bertujuan mendorong gencatan senjata serta membuka ruang negosiasi yang komprehensif. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu memastikan pengawasan yang memadai terhadap aktivitas nuklir, balistik, serta jaringan proksi Iran di kawasan.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Situasi ini berdampak signifikan terhadap distribusi energi global, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang beragam terkait langkah Washington dalam merespons situasi di kawasan itu. Meski demikian, Trump turut menyerukan keterlibatan negara-negara lain, termasuk Prancis, untuk menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Upaya membuka kembali Selat Hormuz dinilai krusial bagi stabilitas ekonomi global, khususnya dalam menjaga pasokan energi dan meredam lonjakan harga minyak dunia.

Continue Reading

News

Momen Hangat Silaturahmi Lebaran Seskab Teddy ke Wapres Gibran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (2/4) malam.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana Lebaran tersebut tidak hanya menjadi ajang saling bermaafan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai perkembangan terkini di Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Sekretariat Kabinet, disebutkan bahwa pertemuan berlangsung hangat selama kurang lebih 1,5 jam di tengah nuansa bulan Syawal, yang identik dengan tradisi mempererat hubungan melalui silaturahmi.

Selain bertukar kabar, kedua pejabat negara itu turut mendiskusikan sejumlah isu strategis dan dinamika terbaru yang tengah berkembang di Tanah Air.

Sebelumnya, Teddy diketahui mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian kegiatan Lebaran, termasuk kunjungan ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, serta perjalanan kerja ke Jepang dan Korea Selatan.

Sementara itu, Wapres Gibran mengisi momen Idul Fitri dengan bersilaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah, serta menghadiri berbagai agenda resmi di Istana Wakil Presiden.

Pertemuan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan koordinasi antarpejabat negara dalam menjaga stabilitas serta merespons berbagai isu nasional, khususnya di momen Lebaran.

Continue Reading

News

Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, Dinilai Mampu Antisipasi Krisis Energi

Pentingnya komitmen kebijakan yang kuat dan konsisten agar implementasinya berjalan optimal

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh, mencakup sepeda motor hingga truk, sebagai strategi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi berbasis minyak.

Kebijakan ini dinilai oleh Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, sebagai langkah strategis yang tepat untuk mengantisipasi potensi krisis minyak dan gas (migas) global, meskipun ia menekankan pentingnya komitmen kebijakan yang kuat dan konsisten agar implementasinya berjalan optimal.

Adhiguna menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia yang dapat melampaui 100 dolar AS per barel berpotensi memberikan tekanan besar terhadap anggaran negara, bahkan menambah beban fiskal dalam jumlah signifikan setiap harinya jika tidak ada langkah antisipasi.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar adopsi kendaraan listrik dapat berjalan optimal. Selain itu, pengembangan industri kendaraan listrik juga perlu diawasi agar tidak bergantung pada impor, serta mampu memberikan nilai tambah bagi industri domestik.

Di sisi lain, akademisi menilai bahwa elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis dalam transisi energi dan dekarbonisasi. Namun, transisi ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, kesiapan sistem kelistrikan, serta daya beli masyarakat yang harus diperhatikan.

Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya terkait potensi besar dari kebijakan ini. “Presiden Prabowo menyatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik dapat menekan biaya energi masyarakat secara signifikan dan menjadi “game changer” dalam sistem energi nasional.”

Continue Reading

News

Momen Unik Prabowo dan Presiden Korsel

Pendekatan diplomatik yang ditunjukkan Prabowo dinilai melampaui batas formalitas hubungan antarnegara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden terpilih Prabowo Subianto melakukan kunjungan diplomatik ke Korea Selatan, ditandai dengan perpaduan pembahasan serius dan momen hangat yang mencuri perhatian publik. Pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tidak hanya membahas isu kenegaraan, tetapi juga diwarnai gestur persahabatan seperti simbol jari hati dan interaksi santai yang disebut sebagai diplomasi ‘anabul’.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu, 1 Maret 2026, di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae. Agenda resmi dimulai dengan upacara kenegaraan menyambut Prabowo, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antar kedua pemimpin serta jamuan makan siang yang menjadi panggung bagi interaksi personal tersebut.

Salah satu momen ikonik terjadi saat jamuan makan siang, di mana hadir Carmen, anggota grup K-pop Hearts2Hearts asal Indonesia. Kehadiran Carmen menarik perhatian kedua presiden. Mereka bertiga lantas mengabadikan foto bersama dengan kompak melakukan simbol jari hati (finger heart), pose yang digunakan para idola K-pop bagi para penggemarnya.

Dalam kesempatan lain, Presiden Prabowo juga memberikan hadiah berupa kerajinan unggulan UMKM Indonesia kepada Presiden Lee Jae Myung. Hadiah tersebut mencakup keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur. Pemberian ini merefleksikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjadi wujud diplomasi ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk lokal ke kancah internasional.

Tidak hanya untuk pemimpin negara, Prabowo turut memberikan hadiah untuk anjing peliharaan Presiden Lee. Ia menghadiahi syal dan kalung kepada anjing bernama Bobby, yang memiliki kesamaan nama dengan kucing peliharaan Prabowo sendiri. Momen ini terjadi saat keduanya berbincang santai dalam Friendship Event di Garden of Sangchungjae.

Pendekatan diplomatik yang ditunjukkan Prabowo dinilai melampaui batas formalitas hubungan antarnegara. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, “pendekatan diplomasi yang dilakukan Prabowo tidak semata untuk hubungan kedua negara, tapi juga menyentuh kedekatan personal.”

Continue Reading

News

Tren Mobil Listrik Pemula Perlu Panduan

Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, sehingga penyesuaian dengan kebutuhan berkendara sangat dianjurkan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Popularitas kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat signifikan seiring berbagai insentif pemerintah dan kekhawatiran akan fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) konvensional. Fenomena ini mendorong banyak masyarakat untuk mempertimbangkan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Peningkatan minat ini tercermin dalam data resmi Gaikindo yang mencatat penjualan mobil listrik pada tahun 2025 mencapai 103.931 unit, melonjak drastis sekitar 10 kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang hanya sebesar 10.327 unit. Angka ini mengindikasikan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik di Indonesia.

Meskipun demikian, bagi pengemudi pemula atau mereka yang baru berniat beralih, terdapat beberapa aspek penting yang kerap menjadi kesulitan untuk dipahami. Hal-hal tersebut mencakup cara kerja dasar mobil listrik, prosedur pengisian daya, serta estimasi biaya perawatan yang diperlukan.

Mobil listrik beroperasi menggunakan motor listrik sebagai tenaga penggerak utama yang disuplai oleh energi dari baterai. Sistem ini tidak membutuhkan bahan bakar minyak untuk berfungsi, melainkan memanfaatkan daya listrik yang diisi ulang melalui mekanisme pengecasan khusus.

Penting untuk diketahui bahwa kendaraan elektrifikasi memiliki beragam jenis, di antaranya Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Fuel Cell Hybrid Electric Vehicle (FCHEV). Setiap jenis memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri, sehingga penyesuaian dengan kebutuhan berkendara sangat dianjurkan.

Proses pengisian daya mobil listrik umumnya relatif mudah dan menawarkan dua opsi utama bagi pengguna. Pilihan pertama adalah pengecasan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, sementara opsi kedua memanfaatkan fasilitas stasiun pengisian umum seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget2 hours ago

Tandang ke Markas Semen Padang, Beckham dan Adam Alis Kompak Optimis Bawa Pulang 3 Poin

News2 hours ago

Imbas Pajak Mencekik, Warga Ramai-ramai Pilih Murtad

News3 hours ago

Ledakan di Markas PBB Lebanon Lukai Tiga Prajurit TNI, Dua Kondisi Serius

News4 hours ago

Iran Abaikan Usulan Gencatan Senjata AS, Timur Tengah Kian Membara

Review12 hours ago

WFH ASN dan Hemat Energi: Ujian Nyata Transformasi Pendidikan Nasional

News12 hours ago

Kemendikdasmen Dorong Efisiensi Energi dan Transformasi Budaya Kerja

News13 hours ago

Proyek KF-21 Berlanjut, Indonesia Kirim Tim ke Korsel

LakeyBanget15 hours ago

3 Nama Kandidat Pelatih Baru Timnas Italia Pengganti Gattuso, Siapa Saja?

LakeyBanget15 hours ago

Panduan Lengkap Sebelum Beralih ke Mobil Listrik, Pemula Wajib Tahu!

News24 hours ago

Macron Dorong Misi Damai Internasional untuk Buka Selat Hormuz

News1 day ago

Momen Hangat Silaturahmi Lebaran Seskab Teddy ke Wapres Gibran

LakeyBanget1 day ago

Cabut Larangan TikTok, Wali Kota New York Zohran Mamdani Terapkan Aturan Baru

Review1 day ago

Dilema EV vs Mobil Bensin Antara Hemat Harian atau Bebas Jarak

News1 day ago

Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, Dinilai Mampu Antisipasi Krisis Energi

News1 day ago

Momen Unik Prabowo dan Presiden Korsel

News1 day ago

Tren Mobil Listrik Pemula Perlu Panduan

Ruang Sujud1 day ago

Nikmat Mana, Kebaikan atau Kemaksiatan?

News1 day ago

Ambisi Besar Prabowo Elektrifikasi Semua Kendaraan: Solusi Krisis Energi atau Tantangan Baru?

News1 day ago

Ekonom Senior INDEF Nilai Kenaikan Harga Minyak Berpotensi Picu Inflasi dan Gejolak Sosial

News2 days ago

Krisis Energi Global Picu Kebijakan WFH di Sejumlah Negara, Ini Daftarnya

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.