Connect with us

News

Iran Buru Kepala Nyetanyahu dan Trump, Publik Sangat Merindukan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan komitmen mereka untuk terus memburu gembong Zionis Benjamin Netanyahu di tengah rumor bahwa Perdana Menteri Israel itu tewas dalam serangan rudal Iran.

Selain itu, kepala Donald Trump menjadi incaran pasukan IRGC. Sontak masyarakat dunia sangat menantikan rudal iran menghancurkan ke dua Setan yakni Trump dan Nyetanyahu.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Ahad (15/03/2026), IRGC mengatakan bahwa ketidakpastian nasib Benjamin Netanyahu serta kemungkinan bahwa dia dan keluarganya tewas atau melarikan diri dari wilayah pendudukan adalah “tanda-tanda krisis dan ketidakstabilan Zionis.”

IRGC menekankan bahwa jika “pembunuh anak” itu masih hidup, mereka akan dengan gigih melanjutkan pengejaran dan eliminasi Netanyahu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa, untuk membalas darah para pekerja Iran yang gugur di kompleks industri di seluruh negeri akibat serangan AS dan Israel, IRGC melakukan operasi gabungan terhadap para penjahat teroris Amerika-Zionis di posisi-posisi di wilayah pendudukan dan tiga pangkalan Amerika di wilayah tersebut selama gelombang ke-52 Operasi Janji Sejati 4, menghancurkan target mereka dengan kekuatan dan intensitas.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kemendiktisaintek: Kompetensi Pendidik Jadi Kunci Utama Pemanfaatan AI di Kampus

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di perguruan tinggi dinilai tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran yang relevan dan adaptif. Oleh karena itu, kapasitas dosen dalam mendesain proses belajar menjadi faktor utama dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Badri Munir Sukoco, menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat pendukung dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, bukan sebagai pengganti peran dosen.

Menurutnya, teknologi canggih seperti AI hanya akan efektif apabila didukung oleh kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

“AI kita tempatkan sebagai tools. Peran utama tetap pada pendidik, khususnya dalam mendesain pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa,” ujar Badri dalam dialog bersama media bertajuk “Ngopi Bareng Media dan Iftar” di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut sejalan dengan implementasi kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri yang mengatur pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Kebijakan ini menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran, riset, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Badri menilai kehadiran AI justru membuka peluang inovasi dalam metode pengajaran di kampus. Dosen dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk memperkaya materi ajar, menganalisis kebutuhan belajar mahasiswa, hingga mempercepat proses penelitian akademik.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan tinggi tetap bergantung pada kemampuan pendidik dalam menyusun strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi kualitas pendidikan tetap ditentukan oleh bagaimana pendidik merancang proses belajar yang bermakna bagi mahasiswa,” katanya.

Continue Reading

News

Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Lebanon, Dinilai Langgar Hukum Internasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia mengecam keras peningkatan serangan yang dilakukan Israel terhadap Lebanon yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur sipil. Jakarta menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam pernyataan tertulis pada Sabtu (14/3/2026). Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon dan menghentikan serangan yang membahayakan warga serta infrastruktur sipil,” demikian bunyi pernyataan resmi Kemlu RI.

Dalam pernyataannya, Kemlu RI menilai eskalasi serangan Israel ke Lebanon melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta bertentangan dengan hukum humaniter internasional.

Pemerintah Indonesia juga menyoroti meningkatnya ketegangan yang tidak hanya terjadi di sepanjang garis demarkasi Blue Line di wilayah selatan Lebanon, tetapi juga telah menjangkau ibu kota Lebanon, Beirut.

Indonesia pun mendorong semua pihak yang terlibat konflik untuk mengedepankan dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut serta membuka jalan menuju perdamaian.

Selain itu, Kemlu RI menyampaikan keprihatinan atas serangan yang menyasar pos pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang menyebabkan sejumlah personel mengalami cedera.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk menjamin keselamatan personel dan properti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, semua pihak bertanggung jawab menjamin keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB di manapun berada, khususnya di Lebanon,” tulis Kemlu RI.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada personel Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi UNIFIL dan tetap menjalankan mandat perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan. Kemlu RI memastikan keselamatan personel Indonesia menjadi prioritas utama.

Ketegangan terbaru di kawasan bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menyusul serangan tersebut, kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, melancarkan serangan ke sejumlah titik militer Israel pada Senin (2/3/2026). Serangan itu terjadi meskipun gencatan senjata antara kedua pihak yang berlaku sejak November 2024 masih berjalan.

Israel kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Lebanon, termasuk kawasan Beirut Selatan serta daerah selatan dan timur negara tersebut. Militer Israel juga dilaporkan menerobos perbatasan Lebanon pada hari berikutnya.

Rangkaian serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 400 orang dan memaksa ribuan warga Lebanon meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

Continue Reading

News

Hari Ke-16 Iran, AS, dan Israel Saling Serang

Kejadian ini memicu respons balasan dari Tehran, yang melancarkan rentetan serangan rudal ke Israel dan sejumlah negara Teluk.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di kota Isfahan, Iran, pada Minggu dini hari menewaskan sedikitnya 15 orang, menandai eskalasi konflik yang kini memasuki hari ke-16. Kejadian ini memicu respons balasan dari Tehran, yang melancarkan rentetan serangan rudal ke Israel dan sejumlah negara Teluk.

Sirene peringatan berbunyi di wilayah Israel tengah sebagai dampak dari serangan rudal balasan Iran. Sementara itu, Tehran juga melanjutkan serangannya di negara-negara Teluk, memperpanjang ketegangan regional yang telah berlangsung.

Serangan terhadap Isfahan oleh Amerika Serikat dan Israel terjadi pada dini hari Minggu. Insiden ini menyebabkan korban jiwa sebanyak 15 orang, menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.

Sebagai respons, Iran segera meluncurkan beberapa rentetan rudal sebagai serangan balasan terhadap Israel. Laporan juga menyebutkan bahwa Tehran meneruskan serangan-serangan di sejumlah negara Teluk, menunjukkan jangkauan luas dari aksi pembalasan tersebut.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim, “Tehran ingin membuat kesepakatan,” seraya menyerukan koalisi angkatan laut untuk membantu menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.

Pernyataan Trump menyoroti pentingnya jalur pelayaran strategis tersebut di tengah gejolak regional. Konflik ini telah berlangsung selama lebih dari dua minggu, dengan serangkaian serangan dan balasan yang mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Continue Reading

News

Amalan Sunnah Nabi Muhammad dalam Merayakan Idulfitri

Salah satu ciri khas datangnya Hari Raya Idulfitri adalah gema takbir.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Perayaan Idulfitri tidak hanya identik dengan tradisi seperti mengenakan pakaian baru atau hidangan khas, melainkan juga sarat akan amalan ibadah dan nilai-nilai syukur. Dalam ajaran Islam, hari raya ini memiliki sejumlah praktik sunah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, memberikan teladan kepedulian sosial dan rasa syukur yang dapat diikuti umat Muslim.

Cara Rasulullah SAW menyambut dan merayakan 1 Syawal penuh dengan makna mendalam. Sunah-sunah ini mencerminkan penghormatan terhadap hari yang suci dan menjadi puncak ibadah setelah menunaikan puasa Ramadan sebulan penuh. Umat Muslim dianjurkan untuk meneladani amalan-amalan tersebut sebagai bentuk penghayatan Idulfitri.

Salah satu ciri khas datangnya Hari Raya Idulfitri adalah gema takbir. Rasulullah SAW menghidupkan malam Idulfitri dengan memperbanyak takbir hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id. Amalan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah umat Muslim menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga sangat memperhatikan penampilan saat Hari Raya Idulfitri. Beliau diketahui memiliki pakaian khusus yang dikenakan pada hari raya dan juga pada hari Jumat, menunjukkan pentingnya berpenampilan terbaik di hari-hari istimewa tersebut.

Sebelum berangkat menuju tempat salat Id, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mandi terlebih dahulu dan memakai wewangian. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang suci dan penuh kebahagiaan, serta untuk menciptakan suasana yang bersih dan harum.

Sunah lain yang sering dilakukan Rasulullah SAW sebelum menunaikan salat Id adalah mengonsumsi kurma dengan jumlah ganjil. Beliau biasa makan satu, tiga, atau lima butir kurma, sebuah praktik yang juga dianjurkan untuk diikuti oleh umat Muslim hingga saat ini.

Continue Reading

News

Prabowo Dorong Penghematan BBM di Tengah Gejolak Global

perlunya penghematan bahan bakar minyak (BBM), yang disebutnya akan menjadi dampak langsung dari eskalasi konflik di Timur Tengah

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Presiden Prabowo Subianto menyerukan langkah-langkah penghematan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi geopolitik dunia yang memanas dinilai dapat berdampak signifikan pada perekonomian nasional, sehingga seluruh pihak diimbau untuk mengelola pengeluaran secara lebih bijak sebagai antisipasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia secara khusus menekankan perlunya penghematan bahan bakar minyak (BBM), yang disebutnya akan menjadi dampak langsung dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah dan ini tentunya memberikan dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” kata Prabowo.

Meskipun pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam menghadapi efek konflik tersebut, Prabowo kembali meminta adanya penghematan BBM. “Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan, yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi. Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memastikan situasi aman tanpa melakukan upaya-upaya proaktif. “Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah,” kata dia.

Prabowo menambahkan bahwa beberapa negara telah melakukan langkah adaptif untuk menghadapi situasi konflik di Asia Barat. Ia mencontohkan Pakistan yang mengambil kebijakan memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen sebagai salah satu upaya penghematan.

Continue Reading

News

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara aktivitas pemanfaatan ruang laut seluas 30,17 hektare di wilayah Gresik, Jawa Timur.

Langkah strategis ini dilakukan oleh Pengawas Kelautan Pangkalan PSDKP Benoa pada Kamis (12/03/26) terhadap kegiatan milik PT. PIM. Penghentian dilakukan lantaran perusahaan tersebut beroperasi tanpa dilengkapi dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) , Pung Nugroho Saksono (Ipunk), yang terjun langsung memimpin penyegelan di lokasi, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar demi masa depan sumber daya kelautan.

“Upaya ini merupakan bentuk KKP yang hadir untuk menjaga sumber daya laut dan pesisir Indonesia. Kami harus menghentikan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan ini sejak dini, karena aktivitas pemanfaatan ruang laut tanpa PKKPRL sangat berpotensi memicu kerusakan ekosistem yang masif dan merugikan,” tegas Ipunk di lokasi penyegelan.

Berdasarkan hasil pengawasan Pengawas Kelautan di lapangan, aktivitas PT. PIM diduga kuat melanggar regulasi pemanfaatan ruang laut yang dapat mengancam keseimbangan pesisir Gresik. Ipunk menjelaskan bahwa tindakan penghentian sementara yang dilakukan oleh Polsus PWP3K ini merupakan wewenang sah yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2021, sebagai upaya mitigasi agar dampak pelanggaran tidak semakin meluas.

Lebih lanjut, Ipunk menegaskan bahwa aturan ini berlaku tanpa pandang bulu bagi seluruh pelaku usaha. Setiap entitas yang ingin memanfaatkan ruang laut diwajibkan memiliki PKKPRL. Khusus untuk aktivitas reklamasi, pelaku usaha juga mutlak harus mengantongi izin reklamasi sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2021 dan dipertegas melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Selain diwajibkan memiliki izin, setiap pelaku usaha juga terikat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu ekologis yang tertera di dalam perizinan tersebut, termasuk tidak melebihi kesesuaian luasan area usaha yang diizinkan.

“Terhadap pelanggaran di Gresik ini, setelah proses penghentian operasional, Ditjen PSDKP akan langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam. Apabila ditemukan indikasi, kami akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera,” pungkas Ipunk.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa ekologi adalah panglima dalam tata kelola laut Indonesia. KKP tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk aktivitas pemanfaatan ruang laut yang merusak daya dukung lingkungan pesisir.

Continue Reading

News

Hadapi Tantangan Industri Asuransi di 2026, Apa Langkah IFG?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi bisnis di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan industri asuransi dan penjaminan pada tahun ini. Tantangan tersebut dipicu oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika perubahan regulasi yang memengaruhi sektor keuangan.

Sekretaris Perusahaan Indonesia Financial Group (IFG), Denny S Adji, mengatakan tekanan nilai tukar yang memicu volatilitas pasar keuangan serta perlambatan daya beli masyarakat dan aktivitas UMKM menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri, termasuk sektor asuransi dan penjaminan.

“Untuk merespons berbagai dinamika tersebut, IFG pada 2026 akan berfokus pada penguatan daya saing dan penguatan eksekusi bisnis melalui agenda transformasi grup,” ujar Denny dalam acara buka puasa bersama media di Senayan, Jumat (13/3).

Selain tekanan makroekonomi, industri juga menghadapi tantangan dari sisi meningkatnya rasio klaim, khususnya pada lini asuransi kesehatan. Berdasarkan data industri, pertumbuhan klaim asuransi kesehatan mencapai sekitar 22 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi yang hanya sekitar 3 persen. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap tingkat profitabilitas perusahaan asuransi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IFG mengusung tema transformasi “Solidify Group Transformation” dengan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah penguatan organisasi melalui transformasi sumber daya manusia serta pembentukan budaya perusahaan yang lebih berorientasi pada pelanggan, sejalan dengan semangat pelayanan dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Selain itu, IFG juga berkomitmen mengoptimalkan kinerja program penugasan pemerintah sekaligus memperkuat sinergi bisnis di dalam grup. Langkah tersebut akan dilakukan melalui pengembangan berbagai kanal distribusi, mulai dari kanal langsung (direct channel), korporasi, agen, hingga kanal digital.

“Melalui langkah-langkah tersebut, IFG berharap dapat terus memperkuat peran industri asuransi dan penjaminan sebagai instrumen penting dalam mendukung stabilitas ekonomi serta pertumbuhan sektor riil di Indonesia,” kata Denny.

Sepanjang 2025, IFG mencatatkan kinerja yang tetap positif. Secara konsolidasi, pendapatan perusahaan terealisasi sekitar Rp11,47 triliun dari target Rp11,21 triliun atau setara dengan 102 persen dari target yang telah ditetapkan.

Continue Reading

News

Prof Rokhmin Dahuri: Tanpa Itqan, Profesionalisme Hanya Slogan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Di tengah dunia modern yang bergerak cepat dan kompetitif, kualitas kerja tidak lagi cukup diukur dari seberapa cepat suatu pekerjaan diselesaikan, tetapi dari seberapa baik pekerjaan itu dilakukan. Dalam perspektif Islam, prinsip tersebut dikenal dengan konsep itqan, yaitu sikap bersungguh-sungguh, teliti, dan menghasilkan karya dengan kualitas terbaik.

Demikian disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Prof Rokhmin Dahuri pada kegiatan “Pengajian, Pembinaan, dan I’tikaf Ramadhan 1447 H” yang digelar di Masjid Raya Universitas Muhammadiyah Cirebon, Sabtu (14/3).

Dalam ceramahnya, Guru Besar IPB University itu menekankan bahwa nilai itqan menjadi landasan penting untuk membangun etos kerja profesional di tengah tantangan kehidupan modern.

Di hadapan civitas akademika dan jamaah yang hadir, Prof Rokhmin menjelaskan bahwa itqan merupakan konsep Islam yang menekankan kesungguhan, ketelitian, dan kualitas dalam setiap pekerjaan. Menurut Prof Rokhmin, prinsip tersebut mengajarkan bahwa setiap aktivitas manusia tidak cukup hanya diselesaikan, tetapi harus dilakukan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.

“Dalam Islam, itqan berarti menyempurnakan pekerjaan dengan kualitas terbaik. Ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga keseriusan dalam prosesnya,” ujar Prof Rokhmin.

Tokoh Nelayan Nasional itu pun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi yang menyebutkan bahwa Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia melakukannya secara profesional. 

Nilai tersebut, kata Rektor UUMI Bogor, sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah An-Naml ayat 88 yang menggambarkan bagaimana Allah menciptakan segala sesuatu dengan kesempurnaan. 

Dalam konteks kehidupan modern, Prof Rokhmin menilai konsep itqan sangat relevan untuk membangun budaya kerja yang akuntabel dan berkualitas. Prof Rokhmin menyebut bahwa prinsip ini dapat menjadi fondasi etika profesional dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga pengelolaan negara.

Menurut Prof Rokhmin, penerapan itqan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membiasakan fokus pada proses kerja, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta melakukan evaluasi diri secara rutin. Prof Rokhmin juga menekankan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah sehingga setiap aktivitas memiliki nilai spiritual sekaligus sosial.

“Jika itqan benar-benar diterapkan, maka akan lahir budaya kerja yang tidak sekadar mengejar target, tetapi juga menghasilkan kualitas terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Prof Rokhmin.

Prof Rokhmin juga menyoroti pentingnya konsep tersebut dalam tata kelola pemerintahan. Prof Rokhmin menyebut bahwa prinsip itqan menuntut penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan kapasitas, sehingga jabatan publik diisi oleh individu yang memiliki keahlian dan integritas.

Selain itu, Prof Rokhmin menilai itqan juga mendorong perumusan kebijakan berbasis data dan analisis yang matang, bukan sekadar keputusan reaktif. Dengan demikian, setiap program pembangunan dapat dijalankan secara terencana, disiplin, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.

Kegiatan pengajian Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Cirebon tersebut menjadi ruang refleksi bagi civitas akademika untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman tentang itqan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi.

“Prinsip itqan harus menjadi karakter umat. Jika setiap orang bekerja dengan kualitas terbaik, maka masyarakat dan bangsa ini akan maju dengan fondasi moral yang kuat,” tutup Prof Rokhmin.

Continue Reading

News

Rapor Pendidikan 2025 Resmi Diperbarui, Tambah Tiga Indikator Baru untuk Perkuat Mutu Sekolah

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi memperbarui Rapor Pendidikan dengan memuat Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025. Pembaruan ini diharapkan memperkuat peran Rapor Pendidikan sebagai instrumen utama dalam perencanaan pendidikan berbasis bukti, baik di tingkat satuan pendidikan maupun pemerintah daerah.

Rapor Pendidikan memberikan gambaran menyeluruh mengenai mutu layanan pendidikan. Data yang disajikan mencakup capaian hasil belajar siswa, kualitas proses serta lingkungan pembelajaran, hingga berbagai indikator pendukung yang memengaruhi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyatakan bahwa pembaruan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya refleksi dan pengambilan keputusan berbasis data di lingkungan pendidikan.

“Rapor Pendidikan yang telah diperbarui dengan Data Capaian Mutu Layanan Pendidikan Tahun 2025 memberikan gambaran lebih presisi mengenai posisi capaian setiap satuan pendidikan dan daerah. Data ini perlu dimanfaatkan sebagai fondasi dalam menyusun perencanaan dan prioritas intervensi yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Toni.

Ia menegaskan bahwa Rapor Pendidikan bukanlah alat untuk membandingkan kinerja antar sekolah. Sebaliknya, instrumen ini dirancang sebagai sarana refleksi internal agar sekolah dapat mengenali kekuatan sekaligus area yang masih perlu diperbaiki.

Menurut Toni, pemanfaatan data secara konsisten dalam setiap siklus perencanaan akan mempercepat transformasi pembelajaran sekaligus meningkatkan akuntabilitas kebijakan pendidikan di tingkat daerah.

Dalam pembaruan tahun ini, Kemendikdasmen juga menambahkan tiga indikator baru dalam Rapor Pendidikan. Ketiga indikator tersebut meliputi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari penguatan karakter siswa, indikator Ketersediaan Buku Pendidikan untuk memastikan kecukupan sumber belajar di sekolah, serta indikator Kesiapsiagaan Bencana dan Perubahan Iklim yang menilai kesiapan satuan pendidikan menghadapi berbagai risiko bencana.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa penambahan indikator tersebut mencerminkan upaya memperluas makna mutu pendidikan secara lebih komprehensif.

“Pendidikan bermutu tidak hanya terkait capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta kesiapan anak menghadapi masa depan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mampu menumbuhkan kebiasaan positif,” kata Suharti.

Di tingkat sekolah, pemanfaatan Rapor Pendidikan mulai dirasakan sebagai sarana refleksi untuk memahami kondisi pendidikan secara lebih menyeluruh. Kepala SDN 17 Sungai Raya, Kalimantan Barat, Sarwani, mengatakan bahwa keberadaan Rapor Pendidikan mendorong sekolah untuk memanfaatkan data sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran.

Menurutnya, meskipun masih membutuhkan waktu untuk memahami seluruh indikator yang tersedia, Rapor Pendidikan merupakan inovasi penting yang membantu sekolah melihat perkembangan mutu pembelajaran secara lebih sistematis.

Sementara itu, pemerintah daerah juga memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai salah satu acuan dalam mengevaluasi kinerja pembangunan pendidikan. Perwakilan Bidang Sekolah Dasar dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa hasil Rapor Pendidikan menjadi bagian penting dalam pemantauan dan evaluasi kinerja pendidikan daerah.

Kemendikdasmen pun terus mendorong pemerintah daerah serta satuan pendidikan agar memanfaatkan Rapor Pendidikan secara aktif dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program perbaikan, hingga penganggaran pendidikan.

Melalui pembaruan ini, Kemendikdasmen berharap Rapor Pendidikan dapat menjadi alat navigasi transformasi pendidikan yang mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan dasar dan menengah secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Continue Reading

News

Generative AI Tak Bisa Dihindari, Akademisi Dorong Kampus Atur Penggunaan Demi Jaga Integritas Ilmiah

Faisal Maarif

Published

on

Monitorday.com – Pemanfaatan teknologi Generative Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi terus menjadi perbincangan publik. Dalam webinar publik bertajuk “Generative AI & Masa Depan Kejujuran Ilmiah” yang diselenggarakan Kopi Pahit, para akademisi sepakat bahwa AI tidak bisa lagi dihindari, namun harus diatur secara etis dan strategis agar tidak merusak integritas akademik.

Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Muhammad Muchlas Rowi, menegaskan bahwa penggunaan AI di perguruan tinggi kini telah menjadi fenomena global. Ia menyoroti meningkatnya adopsi AI oleh mahasiswa dalam penyelesaian tugas akademik, termasuk penulisan karya ilmiah.

“Sejak peluncuran teknologi generatif seperti ChatGPT, adopsi AI di kampus meningkat sangat cepat dan tidak terbendung. Pertanyaannya sekarang, jika AI dapat menyelesaikan tugas dengan nilai sempurna, apakah tugas tersebut masih relevan untuk mengukur kompetensi mahasiswa,” ujar Muchlas.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar boleh atau tidaknya AI digunakan, melainkan bagaimana kampus merumuskan kebijakan yang tepat agar mahasiswa tidak kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ia mengingatkan bahwa AI seharusnya berperan sebagai co-pilot yang membantu proses belajar, bukan autopilot yang membuat mahasiswa menyerahkan seluruh proses intelektual kepada mesin.

“Jika mahasiswa menerima hasil AI tanpa proses refleksi dan intervensi manusia, maka akan muncul fenomena cognitive offloading, yaitu beban berpikir yang sepenuhnya dialihkan kepada teknologi,” jelasnya.

Muchlas juga menekankan bahwa pendidikan tinggi harus kembali memikirkan fungsi utamanya di era AI. Menurutnya, ketika AI mampu merangkum buku, menjelaskan konsep, hingga membantu menulis karya ilmiah, maka kampus harus memperkuat perannya dalam membentuk karakter, etika, dan kemampuan berpikir manusia. Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini mendorong dua pendekatan strategis dalam transformasi pendidikan, yakni learning AI dan AI for learning.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Wisnu Jatmiko, menyoroti pentingnya kerangka etik dalam pemanfaatan AI. Ia mengungkapkan bahwa Universitas Indonesia telah memilih pendekatan pengaturan sejak awal kemunculan teknologi generatif.

“AI pada dasarnya berorientasi pada output, sedangkan pendidikan berorientasi pada proses dan kompetensi. Tantangan kita adalah bagaimana menyeimbangkan keduanya,” kata Wisnu.

Ia menjelaskan bahwa UI sejak awal telah memutuskan untuk tidak melarang penggunaan AI, tetapi menyusun regulasi yang menekankan transparansi, tanggung jawab, serta verifikasi hasil. Menurutnya, penggunaan AI tanpa deklarasi yang jelas dapat menimbulkan persoalan etik serius.

“Jika seseorang menggunakan AI lalu mengklaim hasilnya sebagai karya pribadi tanpa menyebutkan bantuan teknologi, maka itu menyangkut integritas akademik. Karena itu, transparansi adalah prinsip utama,” tegasnya.

Wisnu juga mengingatkan tentang sisi gelap AI, seperti potensi bias data, halusinasi informasi, hingga manipulasi visual dan sosial. Ia menilai teknologi ini memiliki dampak yang sangat besar, baik positif maupun negatif, sehingga regulasi harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital di kalangan dosen dan mahasiswa.

“AI tidak bisa kita hindari, tetapi juga tidak boleh kita percayai sepenuhnya. Jika terlalu antipati, kita akan tertinggal. Jika terlalu bergantung, kita akan kehilangan kemampuan berpikir,” ujar dia.

Sementara itu, Intan Nurma Yulita, Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa kampusnya mengambil sikap serupa, yakni mengatur penggunaan AI dalam koridor etika dan capaian pembelajaran.

“AI adalah alat bantu untuk meningkatkan produktivitas riset, bukan pengganti manusia. Karena itu mahasiswa wajib mendeklarasikan penggunaan AI dalam karya akademiknya,” ungkap Intan.

Ia menjelaskan bahwa Unpad menerapkan pendekatan Outcome Based Education, di mana dosen memiliki kewenangan menentukan kapan AI boleh digunakan dan kapan harus dibatasi. Penilaian tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi pada proses berpikir mahasiswa.

“Kita tidak bisa hanya menilai dari pilihan ganda atau output akhir. Yang paling penting adalah bagaimana mahasiswa membangun logika, argumentasi, dan proses berpikirnya,” katanya.

Intan juga menyoroti pentingnya verifikasi manusia terhadap hasil AI untuk mencegah halusinasi informasi. Selain itu, ia menegaskan bahwa kampus harus menjaga keamanan data dengan tidak sembarangan mengunggah data mentah ke platform AI publik.

“AI memang membuat kita berlari lebih cepat, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti berpikir. Prinsipnya tetap sama, bahwa AI sebagai co-pilot, bukan autopilot,” tandasnya.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News55 seconds ago

Iran Buru Kepala Nyetanyahu dan Trump, Publik Sangat Merindukan

News4 hours ago

Kemendiktisaintek: Kompetensi Pendidik Jadi Kunci Utama Pemanfaatan AI di Kampus

News5 hours ago

Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Lebanon, Dinilai Langgar Hukum Internasional

News6 hours ago

Hari Ke-16 Iran, AS, dan Israel Saling Serang

News6 hours ago

Amalan Sunnah Nabi Muhammad dalam Merayakan Idulfitri

News6 hours ago

Prabowo Dorong Penghematan BBM di Tengah Gejolak Global

LakeyBanget8 hours ago

Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Intip Rekam Jejak Simon Grayson

News9 hours ago

KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin Seluas 30 Ha di Gresik

LakeyBanget10 hours ago

Putri KW dan Alwi Farhan Bidik Gelar Juara di Final Swiss Open 2026, Ini Jadwalnya

News10 hours ago

Hadapi Tantangan Industri Asuransi di 2026, Apa Langkah IFG?

LakeyBanget11 hours ago

Wow! TikTok di AS Diakuisisi, Trump Raup Untung Besar hingga Triliunan

News17 hours ago

Prof Rokhmin Dahuri: Tanpa Itqan, Profesionalisme Hanya Slogan

LakeyBanget1 day ago

Wejangan Umuh Jelang Laga Krusial Persib Bandung Kontra Borneo FC

LakeyBanget1 day ago

The Pussycat Dolls Reuni Lewat Single Baru “Club Song”

LakeyBanget1 day ago

Mendikdasmen-Menpora Jalin Nota Kesepahaman Bangun Talenta Muda dan Olahraga Indonesia

News2 days ago

Rapor Pendidikan 2025 Resmi Diperbarui, Tambah Tiga Indikator Baru untuk Perkuat Mutu Sekolah

News2 days ago

Generative AI Tak Bisa Dihindari, Akademisi Dorong Kampus Atur Penggunaan Demi Jaga Integritas Ilmiah

News3 days ago

Bahlil Ungkap Pembahasan dengan Prabowo Soal Transisi Energi

News3 days ago

Prabowo Perintahkan Percepatan Transisi Energi di Tengah Ancaman Krisis Minyak

LakeyBanget3 days ago

Kate Winslet Bakal Jadi Pemeran Utama Film Baru The Lord of the Rings

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.