News
Kontra Barcelona, Inter Milan Siap Ulangi Sejarah di Giuseppe Meazza
Monitorday.com – Inter Milan akan menjalani laga hidup-mati saat menjamu Barcelona dalam leg kedua semifinal Liga Champions Eropa 2024/2025 di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (6/5) malam waktu setempat atau Rabu (7/5) dini hari WIB.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung panas, menyusul hasil imbang 3-3 di leg pertama yang penuh drama.
Inter hanya menguasai 28,5 persen penguasaan bola di Camp Nou pekan lalu, namun tampil sangat efektif lewat serangan balik dan bola mati. Dua gol Denzel Dumfries, bek kanan yang namanya terinspirasi aktor Hollywood Denzel Washington, jadi kejutan terbesar pada laga itu.
Menurut Opta, Dumfries tampil luar biasa dengan memenangi 9 dari 12 duel yang ia jalani. Sebanyak 66,7 persen serangan efektif Inter pun lahir dari sisi kanan yang dikawalnya.
Hasil imbang di markas Barcelona menjadi suntikan moral besar bagi skuad asuhan Simone Inzaghi. Bermodal rekor kandang yang cukup tangguh, Inter berambisi menambah daftar korban di Giuseppe Meazza, setelah AC Milan dan AS Roma menjadi dua tim yang mampu mengalahkan mereka di kandang musim ini.
Secara historis, Inter hanya sekali kalah dari Barcelona di kandang. Dari 13 pertemuan, enam di antaranya digelar di Milan dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang bagi Nerazzurri.
Meski begitu, bermain pasif bukanlah pilihan ideal. Barcelona dikenal tajam dalam mengeksploitasi pertahanan lawan yang kurang disiplin. Duet sayap Raphinha dan Lamine Yamal siap menghukum jika Inter lengah.
Inzaghi kemungkinan akan kembali menggunakan formasi lima bek seperti di leg pertama, namun kali ini lebih agresif di depan pendukung sendiri. Statistik menunjukkan Inter selalu menguasai bola lebih dari 40 persen saat bermain di kandang musim ini.
Barcelona sedikit lebih diunggulkan dalam prediksi superkomputer Opta, dengan peluang lolos ke final sebesar 42,7 persen dibandingkan Inter yang hanya 33 persen. Hal ini tak lepas dari kabar pulihnya Robert Lewandowski dari cedera. Meski belum pasti menjadi starter, kehadiran sang mesin gol memberi suntikan psikologis bagi skuad Hansi Flick.
Sebaliknya, Inter harus kehilangan kapten dan penyerang andalannya, Lautaro Martinez, yang dipastikan absen karena cedera yang dideritanya di leg pertama. Ini menjadi kerugian besar di tengah kebutuhan Inter untuk tampil menekan.
Barcelona juga punya Ferran Torres yang tengah tajam. Meski lebih sering tampil dari bangku cadangan, Torres telah mencetak 19 gol musim ini. Ia menjadi aktor utama di leg pertama, mencetak gol penting yang memperdaya pertahanan Inter yang terlalu fokus ke Yamal dan Raphinha.
Baik Inter maupun Barcelona sama-sama mengistirahatkan pemain kunci mereka di liga domestik akhir pekan lalu, sebagai bentuk persiapan maksimal untuk laga ini. Kedua tim tampaknya siap bertarung habis-habisan, dalam atmosfer yang disebut seperti “pertarungan gladiator di Colosseum.”
Barcelona memang unggul di atas kertas, tetapi sejarah tak selalu berpihak. Dari 24 laga tandang melawan tim Italia di Liga Champions, Blaugrana hanya menang lima kali—persentase kemenangan yang hanya 21 persen.
Dengan segala dinamika ini, laga Inter vs Barcelona dipastikan menjadi duel yang bukan hanya soal skor, tetapi soal nyali, sejarah, dan harga diri di panggung Eropa.
News
189 Orang Dipantau, Rusia Selidiki Dugaan Wabah Pes
Monitorday.com – Sebanyak 189 orang di wilayah Irkutsk, Siberia Timur, Rusia, menjalani pemantauan medis setelah seorang peneliti di lembaga penelitian anti-wabah meninggal dunia usai jatuh sakit.
Otoritas Rusia tengah menyelidiki kemungkinan paparan wabah pes, tetapi hingga kini belum memastikan bahwa penyakit tersebut menjadi penyebab kematian peneliti tersebut.
Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, mengatakan seorang pegawai perempuan di lembaga penelitian anti-wabah di Irkutsk meninggal setelah mengalami sakit.
Badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, menyebut pegawai tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui.
Meski kasus tersebut memicu kekhawatiran, Rospotrebnadzor menyatakan kondisi sanitasi dan epidemiologi di wilayah Irkutsk, termasuk Kota Irkutsk dan Shelekhov, masih stabil.
Pemeriksaan awal juga belum menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan korban.
Kasus ini pertama kali mencuat di media lokal pada Jumat (2/10). Pegawai lembaga anti-wabah berusia 27 tahun itu dilaporkan jatuh sakit setelah pulang dari perjalanan dinas ke Buryatia.
Media Rusia, Mash, melaporkan korban diduga mengalami pneumonia yang berkaitan dengan wabah pes. Kekhawatiran meningkat karena Buryatia sebelumnya melaporkan wabah di kawasan dekat perbatasan Rusia dengan Mongolia.
Perkembangan kasus tersebut juga menarik perhatian Amerika Serikat. Gedung Putih disebut memantau situasi serta langkah karantina yang diterapkan Rusia.
Seorang pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa pemerintah AS telah mengetahui perkembangan kasus tersebut dan sedang mengevaluasi sejumlah opsi.
Hingga laporan ini disusun, Kementerian Kesehatan Rusia, pemerintah Moskow, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNBC.
Untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi bahwa wabah pes menjadi penyebab kematian peneliti maupun bahwa terjadi wabah pes di Irkutsk. Otoritas Rusia masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
News
Bakteri Mematikan Bocor dari Laboratorium Rusia, 1 Peneliti Meninggal dan Ratusan Orang Siaga 1
MONITORDAY – Seorang peneliti biologi berusia 28 tahun, Daria Shipilova, meninggal dunia akibat pneumonia akut dengan etiologi yang belum diketahui di sebuah rumah sakit di Siberia. Kematian tragis ini memicu kepanikan massal setelah terungkap bahwa korban sempat terpapar kecelakaan kerja yang melibatkan pecahnya tabung reaksi berisi patogen hidup Yersinia pestis—bakteri mematikan penyebab penyakit pes.
Pihak berwenang Rusia bergerak dengan mengarantina hampir 200 orang guna mencegah potensi penyebaran wabah. Berdasarkan laporan resmi badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, insiden bermula pada 25 September 2026 di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, sebuah fasilitas riset penyakit menular di Shelekhov, Siberia. Saat melakukan pengujian, tabung reaksi yang dipegang Shipilova pecah.
Empat hari pasca-kejadian, ia dilarikan ke rumah sakit dengan gejala sesak napas berat dan dinyatakan meninggal dunia pada 2 Oktober 2026 akibat kegagalan fungsi paru.
Meski kronologi kasus mengarah kuat pada pneumonic plague (pes paru) yang memiliki tingkat mortalitas sangat tinggi, otoritas Moskow bersikap sangat hati-hati. Kremlin menolak melabeli insiden ini sebagai wabah pes dan secara resmi mengategorikannya sebagai “pneumonia dari etiologi yang tidak teridentifikasi.”
Hasil uji laboratorium lanjutan masih terus dianalisis untuk memastikan apakah ada mutasi patogen atau kontaminasi lain.
Langkah mitigasi ketat juga langsung diberlakukan. Rumah sakit tempat korban dirawat kini ditutup total dari akses publik. Hingga hari ini, tercatat 189 orang yang terdiri dari tim medis, staf laboratorium, serta pasien rawat inap yang sempat berinteraksi dengan korban telah ditempatkan dalam fasilitas isolasi khusus.
Rospotrebnadzor menegaskan bahwa situasi epidemiologi di wilayah Irkutsk masih “sepenuhnya terkendali” dan belum ada laporan mengenai penularan sekunder di luar lingkungan fasilitas medis.
Kasus ini kembali memicu sorotan internasional terkait standar keselamatan (biosafety) pada laboratorium penelitian patogen berbahaya di Rusia, mengingat fasilitas di Irkutsk tersebut merupakan salah satu pusat studi penyakit tropis dan pes utama di wilayah Eurasia.
News
Pemerintah Gulirkan Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026
Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 hingga 2027 dengan alokasi sementara sekitar Rp31 triliun. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli, memperluas kesempatan kerja, dan menopang keberlanjutan dunia usaha.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah ingin memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif, terutama dengan memperkuat perlindungan sosial dan produktivitas sektor riil.
“Pemerintah berkomitmen memastikan pemulihan ekonomi berjalan inklusif dengan memperkuat proteksi sosial sekaligus mendorong produktivitas sektor riil,” kata Haryo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Salah satu program yang disiapkan adalah pembukaan rekening bank bagi seluruh warga negara berusia di atas 17 tahun, dengan fokus awal pada kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4. Pemerintah masih melakukan pencocokan data antar-kementerian dan lembaga untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran.
Untuk menjaga ketahanan pangan, pemerintah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram per bulan selama Oktober-Desember 2026. Program senilai Rp17,5 triliun itu menyasar 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1-4.
Pemerintah juga memperkuat perlindungan pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) selama tiga bulan. Sebanyak 13,3 juta pekerja akan menerima Rp300 ribu per bulan dengan total anggaran hampir Rp12 triliun.
Memasuki 2027, program magang akan dilanjutkan untuk 150 ribu peserta, sementara pelatihan vokasi ditargetkan menjangkau 300 ribu orang.
Keringanan PPh Pasal 21 bagi pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan juga diperluas ke seluruh sektor. Kebijakan tersebut ditargetkan mencakup sekitar 7,5 juta pekerja. Pemerintah juga membahas penyesuaian penghasilan tidak kena pajak (PTKP) bersama Kementerian Keuangan.
Stimulus turut diarahkan ke sektor perumahan. Pemerintah menyiapkan perpanjangan fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 untuk pembelian rumah dengan harga maksimal Rp2 miliar.
Untuk rumah dengan harga hingga Rp5 miliar, pemerintah juga menyiapkan PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar.
Selain itu, disiapkan KPR bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta per bulan untuk pembelian rumah hingga Rp500 juta.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah akan melanjutkan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja bukan penerima upah pada 2027. Pemanfaatan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama enam bulan juga akan disesuaikan dengan tingkat penghasilan pekerja.
Pemerintah turut menyiapkan kebijakan fiskal untuk industri perhiasan dengan menyusun standar PPN baru bagi logam mulia berkadar 99,9 persen. Langkah ini ditujukan untuk mempermudah pelaku industri memanfaatkan fasilitas fiskal.
Haryo mengatakan rangkaian kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah melindungi masyarakat rentan sekaligus menggerakkan sektor-sektor utama perekonomian.
“Penyiapan alokasi anggaran sementara sekitar Rp31 triliun yang tengah disisir Kementerian Keuangan difokuskan agar seluruh program tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya dan menjadi fondasi kokoh menuju pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2027,” ujarnya.
Paket stimulus tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta pimpinan kementerian dan lembaga teknis terkait di Istana Negara.
Pemerintah kini mengarahkan stimulus bukan hanya untuk menahan tekanan terhadap daya beli, tetapi juga menjaga mesin pertumbuhan tetap bergerak hingga memasuki 2027.
News
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru di HUT TNI, Berikut Daftarnya
Monitorday.com – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI yang mencakup Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Peresmian dilakukan dalam upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026).
“Dengan mengucap Bismillah pada pagi ini, Senin 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” kata Prabowo.
Dari total tersebut, sebagian besar merupakan satuan baru TNI AD, disusul TNI AU dan TNI AL.
TNI AD mendapat tambahan satuan dalam jumlah terbesar, yakni:
- 6 Komando Daerah Militer (Kodam): Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah, Kodam XXVI/Mataram, Kodam XXVIII/Molku Kie Raha, Kodam XXIX/Mambruk, Kodam Sobe Sonbai, dan Kodam XXX/Rinambora.
- 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP).
- 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
- 3 Batalyon Bantuan Tempur, terdiri atas satuan Kavaleri, Artileri Medan (Armed), dan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).
TNI AL
Di jajaran TNI AL, satuan baru yang diresmikan meliputi:
- 1 Brigade Infanteri Marinir.
- 4 Batalyon Marinir.
TNI AU
Sementara itu, TNI AU mendapat tambahan sejumlah satuan Korpasgat dan unsur pendukung, yakni:
- 1 Divisi II Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
- 1 Brigade Korpasgat.
- 3 Batalyon Korpasgat.
- 1 Skadron Pendidikan.
- 2 Skadron Udara.
- 2 Satuan Radar.
Peresmian 204 satuan baru tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi dan kemampuan operasional TNI di tengah agenda modernisasi pertahanan nasional.
News
Prestasi WorldSkills, Cermin Kemajuan Pendidikan Vokasi Indonesia
Kontingen Indonesia membawa pulang satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medallion for Excellence dari WorldSkills Competition Shanghai 2026.
Monitorday.com– Prestasi kontingen Indonesia dalam WorldSkills Competition Shanghai 2026 layak dilihat sebagai kabar positif bagi perjalanan pendidikan Indonesia. Satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medallion for Excellence bukan sekadar deretan penghargaan, tetapi juga menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam kompetisi keterampilan tingkat dunia.
Yang menarik, prestasi tersebut lahir dari berbagai bidang keahlian yang sangat relevan dengan kebutuhan ekonomi dan industri masa kini. Software Applications Development, IT Network Systems Administration, Web Technologies, Industrial Control, Electronics, Mechatronics, hingga Automobile Technology memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi Indonesia mulai semakin dekat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Indonesia mengirimkan 20 kompetitor dalam 17 bidang keahlian, didampingi 17 ekspert dan technical delegate. Jumlah tersebut disebut sebagai delegasi terbesar Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan dalam WorldSkills. Lebih penting lagi, jumlah bidang yang memperoleh prestasi internasional meningkat dari empat menjadi sembilan bidang. Angka ini memberikan sinyal positif bahwa pembinaan talenta vokasi mulai menghasilkan capaian yang semakin luas.
Prestasi Edsel Parama Mustapa yang meraih medali perak pada Software Applications Development menjadi contoh menarik. Selama enam bulan ia menjalani latihan intensif dengan mengerjakan soal-soal baru setiap hari. Pengalamannya menunjukkan bahwa prestasi teknologi tidak lahir secara instan. Ada proses latihan, ketekunan, pemecahan masalah, dan keberanian menghadapi tantangan yang harus dibangun secara konsisten.
Demikian pula dengan Fatima Rani Al Husna Prameswara yang meraih medali perunggu pada Restaurant Service. Ia menempuh perjalanan panjang selama sekitar dua setengah tahun, mulai dari Lomba Kompetensi Siswa, kompetisi tingkat ASEAN, seleksi daerah, seleksi nasional, hingga training center WorldSkills. Pengalaman berlatih langsung di industri juga memperlihatkan betapa pentingnya hubungan antara sekolah vokasi dan dunia kerja.
Kisah Rash Asyari Amyris Thalib yang meraih medali perunggu pada IT Network Systems Administration memberikan pelajaran lain. Ia sempat merasa peluang mendapatkan medali telah tertutup setelah menghadapi beberapa bagian kompetisi yang tidak berjalan sesuai harapan. Namun, hasil akhir justru menempatkannya dalam tiga besar. Ini menunjukkan bahwa kompetisi pendidikan tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga ketahanan mental, kepercayaan diri, dan kemampuan bangkit dari tekanan.
Dari perspektif pendidikan nasional, keberhasilan WorldSkills seharusnya tidak berhenti pada seremoni penyambutan atau perolehan medali. Nilai terbesar justru terletak pada bagaimana pengalaman tersebut ditularkan kepada peserta didik lain. Rencana Kemendikdasmen untuk mendiseminasikan pengalaman WorldSkills melalui penyelarasan Lomba Kompetensi Siswa, penguatan pusat pelatihan mitra, dan penyusunan buku pengalaman Indonesia merupakan langkah yang positif.
Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan Indonesia memiliki banyak talenta yang tidak selalu terlihat dalam ukuran akademik konvensional. Keterampilan membuat aplikasi, mengelola jaringan, merancang sistem elektronik, memperbaiki kendaraan, mengoperasikan teknologi industri, hingga memberikan pelayanan profesional merupakan kompetensi nyata yang semakin penting dalam perekonomian modern.
Karena itu, WorldSkills Shanghai 2026 dapat dibaca sebagai salah satu potret optimistis pendidikan Indonesia. Tantangan ke depan bukan sekadar meningkatkan jumlah medali, tetapi memperluas ekosistem pembinaan agar pengalaman para juara dapat menjangkau lebih banyak SMK dan satuan pendidikan vokasi. Jika kompetensi, teknologi, industri, dan karakter dapat terus dipadukan, prestasi beberapa puluh anak muda di panggung dunia dapat berkembang menjadi inspirasi bagi jutaan peserta didik di seluruh Indonesia.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya ketika Merah Putih berkibar di podium. Keberhasilan yang lebih besar terjadi ketika pengalaman para juara mampu mengubah budaya belajar, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat hubungan sekolah dengan industri, dan membuat semakin banyak anak Indonesia percaya bahwa mereka juga mampu bersaing di dunia.
News
Prabowo Tekankan Komunikasi Pemerintah yang Sederhana dan Dialogis
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya, pada Minggu (04/10/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Bakom dalam membangun komunikasi pemerintah yang semakin dekat dengan masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap bagaimana program dan kebijakan pemerintah dikomunikasikan kepada publik. Komunikasi tersebut diharapkan tidak hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Seskab, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana agar komunikasi pemerintah dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat. Informasi yang disampaikan juga tidak cukup hanya menjelaskan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi perlu memberikan pemahaman mengenai arah dari setiap kebijakan.
Selain menyampaikan informasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Seskab menyebut bahwa Bakom diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pemerintah untuk mendengar berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun pola komunikasi pemerintah yang terbuka dan dialogis. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang mendengar dan merespons suara masyarakat.
“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah,” tutur Seskab.
News
Indonesia Tuan Rumah IMSO-23, Diikuti 404 Murid dari 23 Negara
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar, berkolaborasi dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyelenggarakan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23. IMSO-23 secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/10).
Sebanyak 404 murid dari 23 negara mengikuti IMSO-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026. Penyelenggaraan ajang ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan talenta matematika dan sains sejak jenjang sekolah dasar sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi di tingkat internasional.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan ajang IMSO-23 digelar untuk mengasah kemampuan generasi muda di bidang matematika dan sains. Lebih dari sekadar kompetisi, IMSO menjadi wadah berkumpulnya murid-murid terbaik dari 23 negara.
“Selaras dengan tema “Where Young Minds Meet, Discover, Compete, and Inspire!”, kami berharap IMSO tidak hanya menjadi arena bertanding, tetapi juga sarana membangun rasa kebersamaan, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan antar-generasi muda berprestasi dari berbagai belahan dunia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa penyelenggaraan IMSO-23 yang konsisten selama bertahun-tahun dengan partisipasi yang terus meningkat membuktikan bahwa ajang ini kian populer dan menginspirasi. “Pertemuan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk saling mengenal dan menimba inspirasi. Saya berharap program ini terus berlanjut di berbagai negara serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya di bidang matematika dan sains,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IMSO, Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan penyelenggaraan IMSO-23 di Indonesia memiliki makna historis. Indonesia merupakan negara tempat IMSO pertama kali digagas dan diselenggarakan pada 2004.
“Kompetisi tahun ini memiliki makna historis dan emosional yang mendalam seiring dengan kembalinya IMSO pulang ke rumah yaitu Indonesia, negara tempat olimpiade internasional ini pertama kali dicetuskan dan dilahirkan,” ujar Ridwan.
Sejak pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 2004, Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah IMSO, antara lain di Mataram, Yogyakarta, Denpasar, dan Tangerang. Indonesia juga menjadi tuan rumah IMSO secara daring pada 2020–2023. Setelah IMSO-22 diselenggarakan di Kedah, Malaysia, pada 2025, IMSO kembali hadir di Indonesia melalui IMSO-23 pada 2026.
Kembalinya IMSO ke Indonesia menjadi momentum untuk melanjutkan semangat awal ajang ini sebagai ruang bagi murid sekolah dasar untuk mengembangkan talenta, kemampuan berpikir, serta minat dan kecintaan terhadap matematika dan sains.
Pada tahun ini, Indonesia menurunkan 63 peserta pada IMSO-23, terdiri atas 32 peserta bidang Matematika dan 31 peserta bidang Sains. Mereka disaring melalui dua jalur utama, yakni peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta seleksi mandiri yang dilaksanakan KPM dalam tiga tahap.
Proses pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan logika dan pemecahan masalah di bidang matematika dan sains, tetapi juga memperhatikan aspek karakter dan budi pekerti peserta. Sebagai bagian dari persiapan, peserta Indonesia mengikuti pembekalan dan karantina yang dilaksanakan KPM pada 25–30 September 2026 di PPSDM Kemendikdasmen.
Upacara pembukaan IMSO-23 dihadiri para delegasi, country coordinator, team leader, tutor, observer, accompanying person, Executive Board IMSO, serta panitia penyelenggara. Acara diawali dengan Parade of Nations yang menampilkan perwakilan dari 23 negara peserta, kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian IMSO-23.
Kompetisi utama IMSO-23 berlangsung pada 4–5 Oktober 2026 dalam tiga kategori, yaitu Teori I, Teori II, serta Eksplorasi dan Eksperimen. Selain kompetisi akademik, peserta akan mengikuti STEM Presentation dan berbagai kegiatan budaya, seperti permainan tradisional Indonesia, Cultural Night, serta city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Rangkaian IMSO-23 akan ditutup melalui upacara penutupan pada 6 Oktober 2026. Kembalinya IMSO ke Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan ajang yang pertama kali lahir di Indonesia sekaligus momentum untuk memperkuat pengembangan talenta matematika dan sains serta membangun jejaring pendidikan internasional.
News
Dari AI ke Super Intelligence, Ketika Teknologi Menjadi Bahasa Kekuasaan
Trump mengganti istilah AI menjadi Super Intelligence (SI) dalam pemerintahan AS, sebuah langkah yang lebih menyerupai perubahan nomenklatur politik daripada perubahan teknologi.
Monitorday.com– Presiden Donald Trump pada 29 September 2026 menandatangani Executive Order 14434 yang menginstruksikan lembaga eksekutif Amerika Serikat menggunakan istilah “Super Intelligence” atau SI menggantikan “Artificial Intelligence” atau AI dalam korespondensi, situs web, laporan, dokumen kebijakan, dan komunikasi resmi. Perubahan tersebut tidak otomatis mengubah regulasi, kontrak, atau dokumen lama.
Secara administratif, langkah tersebut memang nyata. Bahkan pemerintah AS memberikan waktu 60 hari kepada Assistant to the President for Science and Technology untuk mengusulkan definisi federal mengenai “Super Intelligence”. Menariknya, untuk sementara perintah tersebut masih mendefinisikan SI dengan merujuk pada cakupan teknologi yang sebelumnya disebut artificial intelligence dalam hukum federal.
Di sinilah persoalan istilah menjadi menarik. Dalam perkembangan ilmu AI, “superintelligence” telah lama digunakan untuk menggambarkan kecerdasan mesin yang melampaui manusia secara luas, bukan sekadar nama baru untuk teknologi AI yang sudah tersedia. Axios mencatat adanya perbedaan antara penggunaan istilah tersebut dalam literatur teknologi dan penggunaan yang sekarang didorong pemerintahan Trump.
Trump sendiri memberikan alasan yang sangat komunikatif. Menurut pernyataannya, kata “artificial” membuat teknologi tersebut terdengar seperti sesuatu yang palsu, sedangkan “super” dianggap lebih menggambarkan kekuatan dan potensinya. Dalam pidatonya, ia juga menggambarkan SI sebagai teknologi yang dapat memiliki dampak lebih besar daripada revolusi industri dan internet.
Dari perspektif komunikasi politik, perubahan bahasa seperti ini tidak dapat dipisahkan dari upaya membangun persepsi. Istilah AI selama beberapa tahun terakhir membawa dua wajah sekaligus: peluang ekonomi yang sangat besar dan kekhawatiran mengenai pekerjaan, keamanan, disinformasi, serta keselamatan manusia. Dengan mengganti istilah menjadi SI, pemerintah AS menggeser titik tekan komunikasi dari sesuatu yang “buatan” menuju sesuatu yang “super” dan progresif.
Dimensi geopolitiknya juga kuat. Pemerintahan Trump secara terbuka menempatkan kepemimpinan Amerika dalam teknologi ini sebagai bagian dari persaingan strategis dengan China. Pembentukan Super Intelligence Force yang dipimpin Direktur National Intelligence Jay Clayton menunjukkan bahwa istilah tersebut tidak berhenti sebagai slogan komunikasi, tetapi mulai digunakan untuk membangun struktur kebijakan baru di pemerintahan.
Namun, perubahan nomenklatur tidak membuat kemampuan teknologi berubah secara otomatis. Model bahasa besar, sistem generatif, dan agen AI tetap memiliki keterbatasan, termasuk kesalahan informasi, persoalan keamanan, bias, dan ketergantungan pada data serta infrastruktur komputasi. Nama baru tidak dengan sendirinya menghasilkan lompatan kemampuan baru.
Justru karena itu, perubahan istilah ini menarik untuk dibaca sebagai fenomena hubungan antara teknologi dan kekuasaan. Ketika sebuah negara besar memberikan nama resmi baru terhadap teknologi strategis, bahasa bukan lagi sekadar alat untuk menjelaskan realitas. Bahasa ikut membentuk cara masyarakat, industri, birokrasi, dan negara lain memahami realitas tersebut.
Ada pula persoalan akademis yang tidak sederhana. “Superintelligence” dalam diskursus AI memiliki makna yang jauh lebih spesifik daripada sekadar teknologi AI generasi terbaru. Literatur tentang superintelligence umumnya mengarah pada sistem yang kemampuan intelektualnya melampaui manusia secara sangat luas. Karena itu, penggunaan istilah SI untuk seluruh spektrum AI berpotensi membuat batas antara teknologi yang sudah tersedia, teknologi frontier, AGI, dan superintelligence menjadi semakin kabur.
Pada akhirnya, keputusan Trump lebih tepat dipahami sebagai perubahan bahasa kebijakan dan komunikasi pemerintah daripada deklarasi bahwa mesin telah mencapai kecerdasan super. Bahkan executive order itu sendiri menunjukkan bahwa pemerintah masih perlu menyusun definisi federal baru. Dengan demikian, pertanyaan pentingnya bukan apakah AI benar-benar sudah menjadi SI, melainkan siapa yang memiliki kewenangan untuk mendefinisikan teknologi tersebut dan bagaimana definisi itu akan memengaruhi kebijakan publik.
Perubahan dari AI menjadi SI memperlihatkan satu hal penting: dalam era teknologi strategis, pertarungan tidak hanya berlangsung pada chip, pusat data, model, energi, dan talenta. Pertarungan juga berlangsung pada kata-kata. Dan ketika sebuah istilah datang dari Gedung Putih, ia dapat berubah dari sekadar nomenklatur menjadi bagian dari strategi teknologi, ekonomi, dan geopolitik Amerika.
News
Pusat Data AI Jatiluhur Dihentikan, Investasi dan Kepentingan Air Harus Seimbang
Penghentian sementara proyek pusat data AI Jatiluhur menegaskan pentingnya memastikan perizinan, lingkungan, dan kebutuhan air masyarakat berjalan beriringan dengan investasi teknologi.
Monitorday.com– Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Langkah tersebut, menurut Dedi, dilakukan karena sejumlah persyaratan perizinan belum lengkap sekaligus untuk memastikan kepentingan masyarakat, khususnya akses terhadap air, tetap terlindungi.
Menurut Dedi, ketika melakukan pengecekan ke lokasi, dokumen terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin bangunan belum selesai. Karena itu, ia meminta pembangunan tidak dilanjutkan sebelum seluruh persyaratan dipenuhi. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan setiap investasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Persoalan air menjadi perhatian penting karena pusat data AI membutuhkan air dalam jumlah besar untuk sistem pendinginan. Proyek yang memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun tersebut dirancang dengan kapasitas awal 120 megawatt dan dapat dikembangkan hingga 640 megawatt. Kebutuhan air pada kapasitas pengembangan disebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau sekitar 33 juta liter per hari.
Dedi menjelaskan, pasokan air untuk pusat data tersebut direncanakan melalui PDAM Kabupaten Purwakarta yang memperoleh alokasi air dari sistem Jatiluhur. Ia menyebut PDAM memiliki alokasi 3.000 liter per detik, sementara pemanfaatannya selama ini sekitar 380 liter per detik. Berdasarkan penjelasan tersebut, Dedi menilai masih terdapat ruang pemanfaatan, tetapi penggunaannya tetap harus memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, penghentian sementara proyek ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital berskala besar tidak hanya menyangkut investasi, listrik, lahan, dan teknologi. Data center AI memiliki karakteristik khusus karena membutuhkan infrastruktur komputasi dengan konsumsi energi dan sistem pendinginan yang signifikan. Karena itu, aspek lingkungan dan ketersediaan sumber daya menjadi bagian penting dalam perencanaan.
Dedi juga menegaskan bahwa dirinya tidak menutup peluang pembangunan pusat data tersebut. Ia menyatakan, apabila AMDAL menunjukkan proyek dapat berjalan sesuai ketentuan, tidak ada persoalan untuk melanjutkannya. Sebaliknya, jika kajian lingkungan menyatakan terdapat risiko yang tidak dapat diterima, pemerintah juga memiliki dasar untuk menghentikannya.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa investasi teknologi dan perlindungan sumber daya publik sebenarnya tidak harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berlawanan. Justru, proyek data center dapat menjadi investasi strategis apabila sejak awal dirancang dengan tata kelola air, energi, lingkungan, dan perizinan yang transparan.
Kasus Jatiluhur juga relevan bagi perkembangan ekosistem AI Indonesia. Ketika kebutuhan komputasi AI terus meningkat, Indonesia membutuhkan lebih banyak infrastruktur pusat data untuk mendukung transformasi digital. Namun, pertumbuhan tersebut perlu disertai standar pembangunan yang memastikan investasi tidak mengurangi akses masyarakat terhadap sumber daya vital.
Pemprov Jawa Barat sebelumnya juga menyatakan akan memperhatikan pusat data lain yang telah beroperasi di Karawang dan Bekasi. Supervisi diarahkan untuk memastikan keberadaan data center tidak mengganggu pelayanan publik, terutama pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Karena itu, penghentian sementara pusat data AI Jatiluhur dapat menjadi momentum untuk membangun standar baru bagi investasi digital di Indonesia. Teknologi AI memang membutuhkan infrastruktur besar, tetapi pembangunan infrastruktur tersebut akan lebih berkelanjutan jika sejak awal memperhitungkan daya dukung lingkungan, kebutuhan masyarakat, kepastian perizinan, serta manfaat ekonomi bagi daerah.
Pada akhirnya, tantangan Indonesia bukan memilih antara AI atau lingkungan, melainkan menemukan model pembangunan yang memungkinkan keduanya tumbuh bersama. Pusat data yang dibangun dengan perencanaan air dan energi yang matang, kajian lingkungan yang transparan, serta kepastian hukum justru dapat menjadi fondasi penting bagi ekonomi digital Indonesia di masa depan.
News
Brian Yuliarto: Kuasai Sains Fundamental agar Tak Jadi “Budak” Superintelligence
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat penguasaan sains fundamental agar talenta Indonesia mampu menghadapi perkembangan agentic AI, superintelligence, dan komputasi kuantum.
Monitorday.com– Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi memperkuat penguasaan sains fundamental sebagai fondasi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang bergerak menuju era superintelligence.
Hal itu disampaikan Brian saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII Tahun 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat. Menurut dia, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, mulai dari agentic AI hingga komputasi kuantum, sehingga Indonesia membutuhkan talenta dengan pemahaman kuat terhadap ilmu pengetahuan dasar.
“Kecuali satu, kita menguasai hard science. Kita menguasai fundamental science. Kalau tidak, kita akan menjadi budak-budak superintelligence baru,” kata Brian.
Menurut Brian, kemampuan menggunakan berbagai produk berbasis AI saja tidak cukup. Talenta Indonesia perlu memahami prinsip dasar sains dan teknologi agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan, mengevaluasi, dan mengendalikan teknologi yang semakin kompleks.
Ia menilai perkembangan AI kini bergerak menuju agentic AI, yaitu sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan rangkaian tugas secara lebih mandiri. Perkembangan tersebut, menurut dia, akan semakin signifikan ketika AI bertemu dengan superintelligence dan teknologi komputasi kuantum.
“Agentic AI bertemu dengan super AI (Superintelligence), bertemu dengan quantum computation, ini kita akan semakin keteteran,” ujarnya.
Brian menjelaskan komputasi kuantum memiliki prinsip yang berbeda dengan komputer konvensional yang selama ini menggunakan sistem biner. Karena itu, perubahan teknologi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami aplikasi teknologi, tetapi juga menguasai matematika, fisika, ilmu komputer, dan disiplin sains fundamental lainnya.
Penguatan hard science, kata Brian, menjadi bagian penting dari strategi pendidikan tinggi untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi. Ia mengingatkan bahwa kecanggihan perangkat AI tidak boleh membuat kemampuan berpikir dan pemahaman ilmiah manusia justru melemah.
“Pasukan kita, talenta kita, anak-anak muda kita sepintas pintar, sepintas dia pintar, tetapi sebenarnya hanya artificial. Jadi, artificial intelligence ini betul-betul artificial untuk anak-anak muda kita kalau tidak menguasai hard science, kalau tidak menguasai fundamental science,” katanya.
Karena itu, perguruan tinggi dan para pendidik memiliki peran strategis dalam membangun keseimbangan antara penguasaan teknologi dan pemahaman ilmu pengetahuan. Tantangannya bukan sekadar membuat mahasiswa mampu menggunakan AI, tetapi memastikan mereka memiliki fondasi keilmuan yang cukup untuk menjadi pencipta dan pengendali teknologi masa depan.
