Monitorday.com – Mobilitas masyarakat di kawasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus bergerak cepat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Di tengah ritme perjalanan yang kian dinamis itu, kereta api tampil sebagai moda transportasi andalan yang menghubungkan kota-kota aglomerasi secara efektif dan terjangkau.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkuat perannya dalam menopang pergerakan masyarakat melalui pengembangan layanan kereta api antarkota, komuter, hingga kereta bandara. Upaya ini tidak hanya menjawab kebutuhan perjalanan jarak menengah dan pendek, tetapi juga mendorong konektivitas antarwilayah yang lebih terintegrasi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa tren penggunaan kereta api di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Menurutnya, masyarakat kini semakin menjadikan kereta api sebagai pilihan utama, baik untuk mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, maupun aktivitas wisata. Kenyamanan, ketepatan waktu, dan kemudahan akses menjadi faktor utama yang mendorong perubahan pola perjalanan tersebut.
Salah satu layanan yang mencatat pertumbuhan positif adalah KA Joglosemarkerto. Kereta dengan rute melingkar yang menghubungkan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Purwokerto ini menjadi favorit masyarakat untuk perjalanan antarkota dalam kawasan aglomerasi. Karakteristik rute yang fleksibel menjadikan layanan ini diminati pelajar, pekerja, hingga wisatawan.
Penguatan konektivitas juga terlihat pada layanan kereta bandara. KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) di Solo Raya berperan penting menghubungkan pusat kota dengan bandara, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas penumpang pesawat. Di sisi lain, layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), baik reguler maupun Xpress, terus mencatat peningkatan jumlah pengguna, seiring bertumbuhnya arus wisata dan perjalanan bisnis ke Yogyakarta dan sekitarnya.
Untuk mobilitas perkotaan dan komuter, KRL Commuter Line Yogyakarta–Palur tetap menjadi tulang punggung pergerakan harian masyarakat. Dengan frekuensi perjalanan yang padat, layanan ini menghubungkan Yogyakarta, Klaten, hingga wilayah Solo Raya, memudahkan pekerja dan pelajar menjalani aktivitas rutin tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Layanan kereta lokal seperti KA Prameks dan KA Batara Kresna juga menunjukkan peran strategis dalam melayani rute-rute pendek dengan tarif terjangkau. Kehadiran kereta lokal ini membuka akses transportasi yang inklusif, khususnya bagi masyarakat di wilayah pinggiran.
Anne menegaskan bahwa peningkatan layanan kereta api bukan semata soal angka penumpang. Lebih dari itu, kereta api telah menjadi bagian dari gaya hidup mobilitas masyarakat Jawa Tengah. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi agar kereta api benar-benar menjadi solusi transportasi massal yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan penguatan layanan yang terus dilakukan, kereta api diharapkan mampu menjaga denyut mobilitas kawasan aglomerasi Jawa Tengah tetap bergerak, seiring tumbuhnya kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.