Monitorday.com – Setiap manusia lahir dalam keadaan suci, memiliki naluri untuk mengenali kebenaran, berbuat baik, dan mencari kebahagiaan. Islam menyebut kondisi ini sebagai fitrah, yakni sifat alami manusia yang cenderung kepada tauhid dan kebaikan. Namun, dalam perjalanan hidup, fitrah ini bisa tertutup oleh berbagai pengaruh seperti lingkungan, hawa nafsu, serta godaan duniawi. Oleh karena itu, menjaga fitrah adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Fitrah: Sifat Alami Manusia yang Cenderung pada Kebaikan
Dalam Islam, fitrah adalah anugerah Allah yang membuat manusia memiliki kecenderungan alami untuk mengenal-Nya dan menjalani kehidupan dengan nilai-nilai kebaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa setiap manusia lahir dengan kecenderungan kepada tauhid dan kebajikan, tetapi faktor eksternal seperti keluarga, lingkungan, dan pendidikan dapat mengubah arah hidup seseorang.
Allah juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum: 30)
Ayat ini menegaskan bahwa fitrah manusia selaras dengan Islam. Namun, seiring waktu, banyak orang melupakan fitrahnya karena tergoda oleh hawa nafsu dan kesenangan duniawi.
Mengapa Fitrah Harus Dijaga?
Fitrah yang terjaga akan membawa manusia kepada ketenangan dan kebahagiaan sejati. Sebaliknya, jika fitrah terabaikan, manusia akan merasa gelisah, jauh dari makna hidup, dan sulit menemukan kebahagiaan hakiki. Ada beberapa alasan mengapa menjaga fitrah itu penting:
- Mendekatkan Diri kepada Allah
Fitrah manusia adalah bertauhid, mengenal dan menyembah Allah. Jika fitrah ini dijaga, seseorang akan merasa lebih dekat kepada Allah dan mendapatkan ketenangan dalam hidup.
- Membangun Akhlak yang Mulia
Fitrah mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan. Dengan menjaga fitrah, seseorang akan lebih mudah menerapkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional
Seseorang yang jauh dari fitrahnya cenderung merasa gelisah, stres, dan kehilangan arah. Sebaliknya, mereka yang hidup sesuai fitrah akan lebih damai, bahagia, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Menjaga Hubungan Sosial yang Baik
Fitrah manusia adalah hidup dalam kebersamaan dan menjalin hubungan baik dengan sesama. Orang yang menjaga fitrahnya akan lebih mudah berempati, bekerja sama, dan membangun keharmonisan dalam lingkungan sosialnya.
Cara Menjaga Fitrah agar Tetap Bersih
Agar tetap berada di jalan kebaikan, manusia perlu menjaga fitrahnya dengan melakukan beberapa hal berikut:
1. Memperkuat Hubungan dengan Allah
Shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan merenungi ciptaan Allah adalah cara terbaik untuk menjaga fitrah tetap bersih. Semakin dekat seseorang dengan Allah, semakin kuat pula fitrahnya.
2. Menjaga Akhlak dan Perilaku
Berbuat baik kepada sesama, bersikap jujur, menepati janji, dan menjauhi perbuatan maksiat akan membantu seseorang tetap berada dalam fitrah yang suci.
3. Menuntut Ilmu dan Mencari Kebenaran
Fitrah manusia adalah ingin tahu dan mencari ilmu. Oleh karena itu, belajar tentang agama, moral, dan ilmu pengetahuan akan membantu seseorang memahami hakikat hidup dan tetap berada di jalan yang benar.
4. Menjaga Hati dari Penyakit Spiritual
Hati adalah tempat fitrah berada. Jika hati kotor oleh iri, dengki, sombong, atau cinta dunia yang berlebihan, maka fitrah akan tertutupi. Oleh karena itu, menjaga hati tetap bersih dengan ikhlas, tawakal, dan bersyukur sangatlah penting.
5. Memilih Lingkungan yang Baik
Lingkungan memiliki pengaruh besar dalam menjaga atau merusak fitrah. Berteman dengan orang-orang shalih, berada dalam komunitas yang baik, serta menghindari lingkungan yang penuh maksiat akan membantu seseorang mempertahankan fitrahnya.
6. Menjauhi Godaan Hawa Nafsu
Nafsu sering kali menggoda manusia untuk menyimpang dari fitrahnya. Oleh karena itu, Islam mengajarkan konsep jihad melawan hawa nafsu agar manusia tetap berada di jalan yang benar.
Tantangan dalam Menjaga Fitrah
Di zaman modern, menjaga fitrah bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa tantangan yang bisa menutupi atau merusak fitrah manusia, antara lain:
- Materialisme dan Hedonisme
Banyak orang terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan mencari kesenangan duniawi secara berlebihan, sehingga melupakan nilai-nilai spiritual dan moral.
- Pengaruh Media dan Teknologi
Media sosial, hiburan, dan berita yang tidak terkontrol bisa membentuk pola pikir yang menyimpang dari fitrah manusia. Oleh karena itu, penting untuk menyaring informasi yang diterima.
- Lingkungan yang Tidak Mendukung
Jika seseorang berada dalam lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan dan jauh dari nilai-nilai agama, maka fitrahnya akan semakin tertutupi.
- Godaan Setan
Setan selalu berusaha menyesatkan manusia agar menjauh dari fitrah. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan usaha untuk selalu berada di jalan yang benar.
Kesimpulan
Fitrah manusia adalah kecenderungan alami kepada tauhid dan kebaikan. Namun, dalam perjalanan hidup, fitrah ini bisa tertutupi oleh berbagai pengaruh eksternal. Oleh karena itu, menjaga fitrah menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai kebahagiaan sejati.
Cara terbaik untuk menjaga fitrah adalah dengan memperkuat hubungan dengan Allah, menjaga akhlak, menuntut ilmu, memilih lingkungan yang baik, serta menjauhi godaan hawa nafsu. Meskipun ada banyak tantangan dalam menjaga fitrah, dengan niat yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, manusia bisa kembali kepada fitrah dan meraih ketenangan dalam hidup.
Kebahagiaan sejati tidak datang dari harta, jabatan, atau kesenangan duniawi semata, tetapi dari hati yang bersih, akhlak yang baik, dan hubungan yang kuat dengan Allah. Dengan menjaga fitrah, manusia akan menemukan makna hidup yang sebenarnya dan meraih kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat.