Connect with us

News

Muhammadiyah Gali Potensi Dakwah Komunitas di Pulau Dewata

N Ayu Ashari

Published

on

Monitorday.com – Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP)Muhammadiyah Muchamad Arifin mengajak para dai Muhammadiyah di Bali agar aktif melakukan dakwah komunitas.

Hal ini disampaikannya pada kegiatan kajian subuh di masjid KH. Ahmad Dahlan yang berada di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Denpasar Bali, Sabtu (27/04).

Di hadapan ratusan jamaah, Arifin menjelaskan sejarah dibentuknya LDK Muhammadiyah pada muktamar 48 di Surakarta.

“LDK bukan hanya hadir di komunitas-komunitas seperti: anjal, anak punk, pemulung, mualaf dan  komunitas marginal tetapi juga hadir di daerah-daerah 3T (Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar),” terangnya.

Arifin mendorong agar  LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali aktif dalam memberikan dakwah komunitas yang ada di Bali. Khususnya menambah fasilitas ibadah yaitu musala di lokasi-lokasi wisata.

“Bali memiliki banyak komunitas yang membutuhkan sentuhan dakwah oleh dai-dai komunitas. Salah satu yang dititipkan kepada LDK Muhammadiyah Bali adalah berdirinya mushala-mushala di tempat wisata,” tuturnya.

Pada Ahad 28 April 2024, Arifin lanjut memberikan kajian ba’da Shubuh di masjid Baitul Makmur Denpasar Bali. Ia mengajak jamaah untuk selalu mewaspadai terhadap lawan yang tidak kelihatan.

“Dalam dunia modern sekarang ini untuk menghancurkan sebuah generasi bangsa atau negara tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional sebagaimana perang pada dunia pertama atau kedua , dimana lawan dan senjata yang digunakan bisa dilihat,” jelasnya.

Menurutnya, Amunisi yang digunakan dalam istilah proxy war ini ada dua, yaitu isu yang digulirkan melalui  dunia virtual dengan memanfaatkan teknologi Informasi yang serba digital, serta yang kedua menggunakan narkoba.

Peraih penghargaan fasilitator pencegahan narkoba tingkat nasional oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini lantas menjelaskan bahaya penyalahgunaan, peredaran dan modus operandi dari narkoba.

“Peredaran narkoba pada akhir-akhir ini yang modusnya melalui rokok elektrik harus menjadi perhatian kita semua,” ucapnya.

Usai memberikan ceramah, Arifin berkesempatan untuk berdialog dengan komunitas mualaf yang ada di Bali. Salah satu mualaf bernama I Nyoman Ernawati menceritakan kisahnya memeluk agama Islam yakni dari hasil renungan panjang.

Berawal dari merasa aneh dengan tata cara ibadahnya sebelum masuk Islam, ia pun  akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam setelah banyak membaca buku-buku agama Islam yang dia dapat dari saudaranya.

Arifin mengapresiasi keteguhan dan keistiqomahan para muallaf dalam mempelajari dan memegang teguh agama Islam. Ia lantas berpesan agar para mualaf menjaga keistiqomahan dalam mengikuti kajian agar bisa menjadi muslim yang kaffah (sempurna).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Menteri Ara Bicara Soal Rumah Subsidi untuk Wartawan, Janji Bangun Seribu Unit

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan pembangunan rumah subsidi untuk sektor tertentu.

Salah satunya adalah rumah subsidi untuk wartawan, yang dijanjikan sebanyak seribu unit, meskipun belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.

Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa proses pembangunan rumah subsidi ini memerlukan diskusi lebih lanjut dengan wartawan untuk memetakan kebutuhan serta memastikan bahwa program ini tepat sasaran.

“Nanti kami ajak omong dulu dong wartawannya. Dulu kan bidang saya ajak ngomong, perawatnya diajak ngomong. Dipetakan dulu, kan ada syaratnya,” ujar Ara dalam wawancaranya usai silaturahmi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta Selatan.

Ara menekankan bahwa penerima manfaat rumah subsidi harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya adalah rumah tersebut harus menjadi rumah pertama dan calon penerima harus termasuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang datanya diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini bertujuan agar bantuan rumah subsidi tepat sasaran.

Program 3 Juta Rumah sudah dimulai pekan lalu, dengan fokus pada pembangunan 20 ribu unit rumah untuk guru di kawasan Bogor, Jawa Barat. Setelah Lebaran, pemerintah akan melanjutkan pembangunan rumah subsidi untuk tenaga medis, termasuk perawat, dengan total 30 ribu unit, serta rumah untuk nelayan, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

“Di samping itu, kami juga mendapat dukungan dari Pak Prabowo, Pak Dasco, dan Gubernur BI untuk mendukung pembiayaan program ini, dengan harapan dapat mempercepat realisasi pembangunan perumahan bagi masyarakat,” ujar Ara.

Dengan adanya berbagai upaya dukungan dan koordinasi, pemerintah berharap dapat mencapai target pembangunan rumah subsidi ini secara bertahap, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Continue Reading

News

Dukung Arus Balik Lebaran, Yusuf Hamka Bakal Gratiskan Tol Cisumdawu

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) berencana untuk menggratiskan tarif Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) pada arus balik Lebaran 2025.

Rencana ini bertujuan untuk memperlancar perjalanan para pemudik yang kembali ke daerah asal pasca-libur Lebaran. Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan dari pemerintah.

Direktur Utama PT CKJT, Jusuf Hamka, mengungkapkan bahwa dia telah mendapat permintaan dari pihak pemerintah terkait diskon tarif tol sebesar 30 persen. Namun, menurutnya, memberikan tarif gratis jauh lebih efektif untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

“Jangankan diskon, saya siap jika harus memberikan tol ini secara gratis,” kata Jusuf dalam wawancaranya ke awak media.

Tol Cisumdawu, yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Tol ini diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bandung ke Kertajati yang sebelumnya memakan waktu hingga tiga jam, menjadi sekitar satu jam saja.

Panjang Tol Cisumdawu mencapai 61,75 kilometer dan terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Total biaya konstruksi untuk proyek ini mencapai Rp5,5 triliun. Jalan tol ini juga akan menjadi jalur utama menuju Bandara Kertajati, yang juga merupakan bagian dari PSN.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, sebelumnya menyatakan bahwa arus balik Lebaran 2025 diperkirakan akan mulai meningkat pada H+3 Lebaran, dengan puncaknya pada H+5, atau Minggu, 6 April 2025. Berdasarkan survei, diperkirakan sekitar 31,4 juta orang akan melakukan perjalanan kembali ke daerah asalnya.

Untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan saat arus balik, Kementerian Perhubungan bersama kementerian dan lembaga lainnya, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Usaha Jalan Tol, tengah merencanakan pemberian diskon tarif tol untuk memperlancar distribusi arus mudik dan balik pemudik.

Dengan adanya rencana penggratisan Tol Cisumdawu ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar perjalanan para pemudik yang menuju ke Jawa Barat, terutama untuk mereka yang melintas menuju Bandara Kertajati.

Continue Reading

News

Mudik Lebaran: Tradisi Tahunan yang Sarat Makna

Ahmad Munawir

Published

on

Monitorday.com – Mudik Lebaran adalah tradisi yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Momen ini menjadi ajang berkumpul dengan keluarga di kampung halaman setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun merantau. Tidak hanya sekadar perjalanan pulang, mudik memiliki makna yang lebih dalam, mencerminkan nilai kebersamaan, silaturahmi, serta bentuk penghormatan terhadap orang tua dan leluhur.

Namun, di balik kehangatan mudik, ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kemacetan, biaya perjalanan yang tinggi, hingga persiapan mental dan fisik yang matang. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah mudik, filosofi di baliknya, serta tantangan dan tips untuk menjalani mudik dengan nyaman dan aman.

1. Sejarah dan Asal Usul Tradisi Mudik

Mudik bukanlah tradisi yang baru muncul, tetapi telah ada sejak zaman kerajaan Nusantara. Kata mudik sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu mulih dilik, yang berarti “pulang sebentar”. Pada zaman dahulu, masyarakat pedesaan yang merantau ke kota akan pulang ke desa saat panen raya atau saat ada perayaan besar seperti Lebaran.

Seiring waktu, mudik menjadi bagian dari budaya nasional yang identik dengan Idul Fitri. Hal ini berkaitan erat dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya silaturahmi dan menghormati orang tua. Idul Fitri menjadi momen bagi perantau untuk kembali ke kampung halaman, meminta maaf kepada keluarga, serta merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Selain itu, perkembangan ekonomi dan urbanisasi di Indonesia juga turut memperkuat tradisi mudik. Banyak masyarakat yang merantau ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung untuk mencari pekerjaan, sehingga ketika Idul Fitri tiba, mereka kembali ke desa untuk berkumpul dengan keluarga.

2. Filosofi di Balik Mudik Lebaran

Mudik bukan hanya perjalanan pulang, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam, terutama dalam konteks kehidupan sosial dan spiritual.

  • Silaturahmi dan Penghormatan terhadap Orang Tua
    Islam mengajarkan pentingnya menjalin silaturahmi dan berbakti kepada orang tua. Mudik menjadi bentuk nyata dari ajaran ini, di mana para perantau kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar.
  • Refleksi Diri dan Kembali ke Akar
    Mudik juga melambangkan perjalanan kembali ke akar. Setelah lama hidup di kota dengan hiruk-pikuknya, momen mudik menjadi kesempatan untuk merenung, mengingat asal-usul, dan menghargai nilai-nilai yang telah diajarkan sejak kecil.
  • Kebersamaan dan Gotong Royong
    Selama perjalanan mudik, kita sering melihat budaya gotong royong yang masih kuat, seperti saling membantu sesama pemudik, berbagi makanan di perjalanan, hingga komunitas yang menyediakan posko mudik gratis. Ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Indonesia.

3. Tantangan dalam Mudik Lebaran

Meskipun penuh makna, mudik juga memiliki berbagai tantangan, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan jauh.

  • Kemacetan Parah
    Salah satu tantangan terbesar dalam mudik adalah kemacetan, terutama di jalur-jalur utama seperti Tol Trans-Jawa dan Jalur Pantura. Waktu tempuh yang biasanya hanya beberapa jam bisa bertambah hingga berhari-hari saat arus mudik mencapai puncaknya.
  • Biaya Perjalanan yang Tinggi
    Harga tiket transportasi umum seperti pesawat, kereta, dan bus biasanya melonjak tajam menjelang Lebaran. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, biaya bahan bakar dan tol juga bisa menjadi beban tambahan.
  • Kelelahan dan Risiko Kesehatan
    Perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang padat bisa menyebabkan kelelahan, yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan di jalan. Kurangnya istirahat bisa berujung pada kecelakaan lalu lintas yang meningkat saat musim mudik.

4. Tips Agar Mudik Nyaman dan Aman

Agar mudik tetap nyaman dan lancar, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Persiapkan Tiket atau Kendaraan Lebih Awal
    Jika menggunakan transportasi umum, sebaiknya beli tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima dengan melakukan servis sebelum berangkat.
  • Pilih Waktu Perjalanan yang Tepat
    Hindari puncak arus mudik yang biasanya terjadi 2-3 hari sebelum Lebaran. Jika memungkinkan, berangkat lebih awal atau setelah arus utama mudik mereda.
  • Siapkan Bekal dan Kebutuhan di Perjalanan
    Bawa makanan ringan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan darurat seperti power bank dan charger untuk menghindari kesulitan di perjalanan.
  • Istirahat Secukupnya
    Jika mengendarai kendaraan sendiri, pastikan untuk beristirahat setiap beberapa jam agar tetap fokus dan tidak mudah lelah. Gunakan rest area atau posko mudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
  • Gunakan Teknologi untuk Memantau Jalur Mudik
    Manfaatkan aplikasi peta digital seperti Google Maps atau Waze untuk melihat kondisi lalu lintas secara real-time dan mencari jalur alternatif jika terjadi kemacetan parah.

5. Masa Depan Mudik: Inovasi dan Teknologi

Di masa depan, mudik akan semakin terbantu dengan kemajuan teknologi dan infrastruktur. Beberapa inovasi yang sudah mulai diterapkan antara lain:

  • Tol Trans-Jawa dan Jalan Tol Baru
    Pemerintah terus membangun jaringan jalan tol untuk memperlancar arus mudik, seperti Tol Trans-Sumatera dan tol penghubung di Jawa.
  • Mudik Virtual
    Bagi mereka yang tidak bisa pulang, teknologi seperti video call semakin banyak digunakan untuk tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga meskipun dari kejauhan.
  • Transportasi Berbasis Teknologi
    Aplikasi ride-hailing dan sistem tiket online semakin mempermudah pemudik dalam mencari transportasi yang lebih efisien dan nyaman.

Kesimpulan

Mudik Lebaran adalah tradisi yang bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional dan spiritual. Dalam momen ini, kita tidak hanya kembali ke kampung halaman, tetapi juga kembali ke akar, keluarga, dan nilai-nilai kehidupan yang kita pegang.

Meskipun penuh tantangan, mudik tetap menjadi momen yang dinanti setiap tahunnya. Dengan persiapan yang matang, teknologi yang semakin canggih, serta semangat kebersamaan yang tetap terjaga, mudik akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Continue Reading

News

Pulangkan 29 WNI, Polri Berantas Online Scam

Polri memulangkan 29 WNI yang terlibat judi online dan penipuan daring di Filipina. Langkah ini merupakan bagian dari upaya melawan kejahatan siber yang semakin marak.

Published

on

Monitorday.com – Panggung kejahatan dunia maya kembali menampilkan babak baru. Kali ini, Polri menunjukkan aksinya dalam memberantas kejahatan lintas negara dengan memulangkan 29 warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam judi online dan penipuan daring (online scam) di Filipina. Langkah ini bukan hanya sekadar pemulangan, tetapi bagian dari strategi lebih besar dalam melawan kejahatan siber yang kian marak.

Tengah malam di Sabtu (29/3), pesawat yang membawa ke-29 WNI tersebut mendarat di tanah air. Mereka sebelumnya ditangkap oleh otoritas keamanan Filipina karena melakukan aktivitas ilegal di Kanlaon Tower, Pasay City, Metro Manila. Dari jumlah tersebut, 21 orang merupakan laki-laki dan 8 lainnya adalah perempuan. Setibanya di Indonesia, mereka langsung menjalani pemeriksaan administratif oleh Bagjatranin Set NCB Interpol Indonesia dan diwawancarai oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri.

Mengapa pemulangan ini penting? Kejahatan siber, khususnya online scam dan judi daring, telah menjadi ancaman global yang menjaring korban tanpa mengenal batas negara. Tidak sedikit WNI yang tergiur iming-iming pekerjaan di luar negeri, hanya untuk berakhir di pusaran kejahatan digital. Polri, dalam hal ini Divhubinter, bertindak cepat untuk memastikan siapa saja yang benar-benar pelaku dan siapa yang menjadi korban eksploitasi.

Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi di Myanmar, di mana 569 pekerja migran Indonesia (PMI) berhasil dipulangkan setelah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Modusnya pun serupa: menjebak para pekerja untuk melakukan aksi penipuan dalam berbagai bentuk, dari investasi palsu hingga love scam.

Gelombang kejahatan siber ini tidak bisa dianggap remeh. Dengan perkembangan teknologi, skema penipuan semakin canggih dan sulit dilacak. Namun, aksi cepat Polri menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warganya. Tidak hanya itu, langkah ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Kasus ini belum berakhir. Analisis lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya terhadap 29 WNI yang dipulangkan. Apakah mereka hanya korban atau justru bagian dari sindikat? Hasil penyelidikan ini akan menjadi penentu dalam langkah hukum selanjutnya.

Keberhasilan pemulangan ini juga menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam memerangi kejahatan siber. Dengan kolaborasi antara Interpol dan kepolisian berbagai negara, aksi kriminal lintas batas bisa ditekan. Namun, masyarakat juga harus berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian terhadap jebakan digital yang semakin canggih.

Dalam era digital ini, tidak ada tempat yang benar-benar aman dari kejahatan siber. Oleh karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi senjata utama dalam melindungi diri. Jika ada tawaran pekerjaan yang mencurigakan atau terdengar terlalu menggiurkan, verifikasi dan teliti lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai menjadi bagian dari statistik korban berikutnya.

Continue Reading

News

Hercules ke Myanmar! Buka Cabang GRIB?

Kabar mengejutkan saat Hercules ke Myanmar. Desas desus pun berseliweran, jangan-jangan ada pendirian GRIB di Negara yang tegah terkena musibah usai melakukan genosida terhadap warga Rohingnya. Ternyata, TNI mengirim pesawat hercules untuk membantu korban bencana.

Published

on

Monitorday.com – Kabar mengejutkan publik jika hercules ke myanmar? kok bisa hercules bisa kesana sendiri. Itu kan pesawat, harus ada pilotnya baru bisa terbang.

Tampaknya, TNI lah yang mengirim pesawat hercules untuk membantu Myanmar yang dilanda gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo. Ribuan nyawa terancam, puing-puing berserakan, dan masyarakat terpukul oleh bencana yang tak terduga.

Meskipun bencana ini juga menjadi pengingat bahwa beberapa tahun terkahir, pejabat hingga aparat di negeri ini gencar melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Muslim Rohingnya. Catat baik-baik.

Namun TNI, prajurit kebanggan Indonesia jauh melihat kedepan, meneropong kemanusiaan melampaui semua dinamika yang terjadi. Sejatinya, para pejabat penjahat kemanusiaan mesti sadar, sebrengsek-brengsek tindakan barbar mereka, Indonesia yang yang mayoritas Muslim tetap membantu melalui TNI.

Panglima TNI bergabung dalam rapat Zoom yang dipimpin oleh Menko PMK untuk merancang strategi penyelamatan. Keputusan telah diambil: tim SAR, tim medis, dan tim Zeni akan diterjunkan langsung ke Myanmar untuk membantu evakuasi korban gempa. Bukan hanya pasukan, tetapi juga armada pendukung seperti pesawat, helikopter, dan kapal rumah sakit akan dikerahkan. Misi ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan kemanusiaan yang harus dijawab dengan cepat dan tepat.

Ketika bencana terjadi, kecepatan dan koordinasi adalah kunci utama. Tim SAR akan berupaya menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan, berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa. Tim medis akan bekerja tanpa henti, memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang terluka dan memastikan perawatan terbaik bagi para penyintas. Sementara itu, tim Zeni akan mengerahkan alat berat untuk membersihkan puing-puing dan membuka akses yang tertutup. Setiap detik begitu berharga, dan TNI memahami betul tanggung jawab besar yang mereka emban.

KRI Rajiman, kapal rumah sakit andalan, siap berlayar membawa harapan bagi para korban. Di udara, tiga pesawat C-130 Hercules serta empat helikopter—Super Puma dan Caracal—akan mendukung operasi evakuasi dan distribusi logistik. Ini bukan kali pertama TNI menjalankan misi kemanusiaan lintas negara. Reputasi mereka dalam membantu korban bencana di berbagai belahan dunia sudah teruji. Kali ini, Myanmar menjadi tujuan, dan dunia akan kembali menyaksikan aksi heroik dari pasukan Indonesia.

Bencana ini tidak hanya dirasakan oleh Myanmar. Gelombang getarannya juga menyentuh India, Thailand, Bangladesh, Laos, dan China. Di Thailand, korban jiwa bertambah, dan puluhan orang masih hilang. Dampak yang meluas ini menunjukkan betapa dahsyatnya gempa yang terjadi. Oleh karena itu, respons cepat dari berbagai negara sangat dibutuhkan. Indonesia mengambil langkah sigap untuk menunjukkan solidaritasnya.

Senin mendatang, tim bantuan akan bertolak dari Indonesia menuju Myanmar. Misi ini bukan sekadar tugas militer biasa, tetapi lebih dari itu, ini adalah panggilan kemanusiaan yang mengedepankan solidaritas antarbangsa. TNI tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa harapan bagi mereka yang terkena musibah. Dunia akan melihat, Indonesia selalu hadir untuk membantu.

Continue Reading

News

Warga Palestina Tak Gentar, Salat Idulfitri Tetap Digelar

Warga Palestina tetap melaksanakan Salat Idulfitri meski di tengah serangan Israel. Tradisi ini menjadi simbol perlawanan dan harapan, meskipun mereka menghadapi kehilangan, kemiskinan, dan ancaman perang yang terus berlangsung.

Published

on

Monitorday.com – Di tengah kepulan asap dan dentuman bom yang mengguncang langit Gaza, ribuan warga Palestina tetap melangkahkan kaki mereka menuju masjid-masjid yang masih berdiri. Tak peduli ancaman serangan udara yang masih mengintai, semangat merayakan Idulfitri tak goyah. Ini bukan hanya perayaan, ini adalah bentuk perlawanan terhadap upaya untuk melenyapkan kebahagiaan mereka.

Dari anak-anak hingga lansia, semua hadir dengan pakaian terbaik yang mereka miliki, menyisakan senyum di tengah kehancuran. Di antara reruntuhan, mereka tetap menggelar tikar, menundukkan kepala dalam sujud, dan menggemakan takbir kemenangan. Ini bukan tentang kemewahan, tapi tentang mempertahankan identitas dan kebersamaan yang terus mereka jaga meski dunia terasa kian menyempit.

Mansour Shouman, seorang jurnalis Palestina, menuturkan bagaimana warga tetap berusaha menjalankan tradisi meski dalam keterbatasan. “Sejak pagi, setiap orang mencari tempat yang aman untuk beribadah. Mereka ingin memastikan bahwa meskipun Gaza dihancurkan, struktur sosial dan kekeluargaan tetap utuh,” ujarnya. Di Gaza, salat Idulfitri bukan hanya ibadah, tetapi juga pernyataan bahwa mereka masih ada, masih berjuang, dan masih bertahan.

Namun, kenyataan pahit tak bisa dihindari. Krisis ekonomi yang melumpuhkan akibat blokade berkepanjangan membuat banyak keluarga tak mampu merayakan Idulfitri seperti sebelumnya. Jika di tahun-tahun sebelumnya anak-anak mendapatkan pakaian baru dan manisan khas Idulfitri, kini mereka hanya bisa berharap ada makanan yang cukup di meja. Generasi yang tumbuh di bawah bayang-bayang peperangan ini mungkin tak tahu rasanya perayaan yang damai.

Pada hari yang seharusnya penuh sukacita, kesedihan justru menyelimuti Gaza. Serangan udara Israel pada Minggu dini hari menghantam sebuah rumah dan tenda pengungsi di Khan Yunis. Delapan nyawa melayang, termasuk lima anak-anak yang seharusnya bisa merasakan kebahagiaan Idulfitri. Dentuman bom menggantikan suara tawa, dan air mata menggantikan pelukan hangat keluarga.

Meskipun demikian, ada secercah harapan di tengah kelamnya konflik ini. Hamas dan Israel telah menerima usulan gencatan senjata dari mediator. Jika disepakati, mungkin ini akan menjadi jeda yang memberi kesempatan bagi warga Palestina untuk sedikit bernapas, untuk menyembuhkan luka, dan untuk kembali membangun dari puing-puing yang tersisa. Namun, gencatan senjata hanyalah permulaan. Perdamaian yang sesungguhnya masih jauh dari jangkauan, dan rakyat Palestina masih harus terus berjuang untuk hak mereka.

Hari ini, di tanah yang terus diguncang ketidakpastian, warga Palestina tetap merayakan Idulfitri dengan kepala tegak. Mereka tak gentar, tak menyerah, dan terus berdoa agar suatu hari nanti, mereka bisa merayakan hari kemenangan ini tanpa harus takut akan bom yang jatuh dari langit.

Continue Reading

News

Terlambat Lapor SPT Imbas Libur Lebaran, Pemerintah Hapus Sanksi Administratif

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerbitkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen Pajak) Nomor 79/PJ/2025 yang memberikan kelonggaran bagi Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dengan menghapus sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan untuk tahun pajak 2024.

Kebijakan ini diambil karena batas akhir pelaporan yang jatuh pada 31 Maret 2025 bersamaan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1446 Hijriah.

Dalam kebijakan terbaru ini, WP OP yang terlambat membayar PPh Pasal 29 atau melaporkan SPT Tahunan tetap tidak akan dikenakan sanksi administratif, asalkan pelaporan dilakukan paling lambat pada 11 April 2025.

Biasanya, keterlambatan dalam pelaporan dan pembayaran pajak akan dikenakan Surat Tagihan Pajak (STP), namun dalam hal ini, DJP tidak akan menerbitkan STP bagi WP OP yang terdampak libur panjang.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, menyatakan bahwa kebijakan ini dibuat untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi wajib pajak.

“Kami memahami bahwa libur panjang bisa menyebabkan keterlambatan dalam pemenuhan kewajiban pajak. Oleh karena itu, kami memberikan kelonggaran ini sebagai bentuk kepedulian kepada wajib pajak,” ujarnya.

Libur nasional dan cuti bersama yang berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2025 menyebabkan jumlah hari kerja efektif menjadi terbatas, yang dapat menyulitkan wajib pajak dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya tepat waktu.

Dengan adanya kebijakan ini, wajib pajak memiliki kesempatan tambahan untuk memenuhi kewajiban mereka tanpa khawatir akan terkena sanksi.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses dan mengunduh dokumen resmi Kepdirjen Pajak Nomor 79/PJ/2025 melalui situs web resmi DJP di pajak.go.id.

Pemerintah juga mengimbau agar wajib pajak memanfaatkan waktu tambahan ini sebaik-baiknya untuk tetap patuh pada kewajiban perpajakannya.

Continue Reading

News

Lebaran vs Idul Fitri: Apa Perbedaannya?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menjelang Hari Raya, perbedaan antara “Lebaran” dan “Idul Fitri” sering menjadi topik perbincangan hangat di kalangan umat Muslim di Indonesia. Kedua istilah ini sering dianggap memiliki arti yang sama, namun apakah benar demikian?

Idul Fitri atau Lebaran adalah hari raya yang dirayakan oleh umat Islam pada tanggal 1 Syawal setelah menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Idul Fitri menjadi momen penting untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Lebaran merujuk pada hari raya umat Muslim yang jatuh pada 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa. Istilah “Lebaran” memiliki asal-usul yang menarik.

Beberapa ahli bahasa, termasuk M. A. Salmun, seorang ahli bahasa sastra Sunda dan Indonesia, mengungkapkan bahwa kata “Lebaran” berasal dari tradisi Hindu yang memiliki arti “selesai” atau “usai.” Dalam tradisi Jawa, istilah ini juga digunakan dengan pengertian yang sama, yakni “wis bar” yang berarti “sudah selesai.”

Sementara itu, menurut Ustadz Ammi Nur Baits dalam laman Konsultasi Syariah, istilah Idul Fitri berasal dari dua kata dalam Bahasa Arab, yaitu “Id” yang berarti “kembali” dan “Al-Fitri” yang berarti “fitrah” atau “kembali ke keadaan semula.”

Konsep ini merujuk pada kebangkitan spiritual yang dirayakan setiap tahun, sebagai tanda kemenangan umat Islam setelah menunaikan puasa dan kembali kepada fitrah mereka.

Meskipun sering digunakan secara bergantian, “Lebaran” dan “Idul Fitri” memiliki nuansa makna yang berbeda.

Idul Fitri lebih mengarah pada arti spiritual dan keagamaan, sementara Lebaran lebih berfokus pada tradisi masyarakat yang merayakan momen setelah Ramadhan. Keduanya, bagaimanapun, tetap menjadi hari penuh sukacita bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Continue Reading

News

Abuya Muhtadi dan Lebaran Versi Sendiri

Ulama Banten, Abuya Muhtadi, menetapkan Idul Fitri 1446 H jatuh pada 1 April 2025. Keputusannya yang unik memicu reaksi beragam, tetapi tetap dihormati dalam suasana penuh kebijaksanaan.

Published

on

Monitorday.com – Bayangkan sedang duduk santai di serambi pesantren, menikmati kopi pahit dan gorengan hangat, tiba-tiba Abuya Muhtadi berseloroh, “Lebaran versi kita beda dikit, tapi tetap sah.” Begitulah cara sang ulama Banten ini menyampaikan sesuatu yang serius dengan gaya khasnya: ringan, penuh humor, tapi tetap sarat makna.

Siapa yang tak kenal Abuya Muhtadi? Bagi sebagian orang, dialah sosok ulama kharismatik dengan segudang ilmu dan pemikiran yang tajam . Bagi sebagian lainnya, dialah adalah pencerah jiwa dengan selera humor tinggi, kadang lebih segar dari es kelapa di tengah terik Banten.

Kali ini, Abuya kembali bikin heboh dengan penetapan Idul Fitri 1446 H yang jatuh pada 1 April 2025! Apakah ini kebetulan? Atau justru hikmah terselubung yang hanya dia yang tahu?

Ketika pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 31 Maret 2025, Abuya justru punya hitungan sendiri yang lebih ‘spesial’. “Bukan soal beda, tapi soal metode. Kalau orang lain pakai 3 derajat, kita pakai 9 derajat. Kalau bisa tinggi, kenapa harus pendek?” katanya sambil tertawa. Logika sederhana ini tampaknya sulit dibantah, setidaknya jika kita ikut dalam frekuensi humornya.

Metode penghitungan hilal Abuya mungkin bukan yang paling populer, tapi jelas bukan sekadar hitungan asal-asalan. Dengan kriteria minimal 9 derajat, Abuya memastikan hilal benar-benar terlihat tanpa perlu berdebat panjang. “Kalau kurang dari 9 derajat, itu masih anak-anak. Biar hilal juga tumbuh dewasa dulu baru dianggap,” celetuknya. Gaya khasnya dalam menyampaikan ilmu agama ini membuat suasana menjadi cair dan tidak kaku.

Tak hanya dalam hal penetapan Lebaran, Abuya juga dikenal dengan gaya dakwah yang jenaka tapi penuh makna. Dalam suatu pengajian, ada yang bertanya, “Abuya, kalau kita ragu ikut Lebaran versi siapa, bagaimana?” Dengan santai, beliau menjawab, “Ikut yang bikin kamu bahagia, tapi jangan sampai kebanyakan Lebaran, nanti bajunya nggak cukup.” Candaannya memang sederhana, tapi pesannya mendalam: perbedaan jangan sampai membuat umat tercerai-berai.

Pendekatan toleran yang diusung Abuya juga patut diacungi jempol. ia tidak pernah memaksakan pengikutnya untuk mengikuti hitungannya. “Mau ikut pemerintah? Silakan. Mau ikut saya? Juga boleh. Mau ikut yang lain? Ya terserah, yang penting jangan Lebaran setiap bulan.” Guyonan semacam ini selalu membuat suasana lebih ringan, bahkan ketika membahas hal yang bisa memicu perdebatan panjang.

Tentu saja, tidak semua orang menerima keputusan Abuya dengan tangan terbuka. Ada yang mengkritik, ada yang bingung, ada juga yang diam-diam tertawa karena merasa ini adalah bagian dari kebijaksanaan unik seorang ulama. “Lebaran kok kayak diskon, ada versi beda-beda,” kelakar seorang santri sambil tertawa.

Meski begitu, pengikut setia Abuya tetap teguh dengan keyakinannya. “Kami percaya perhitungan Abuya. Beliau bukan hanya ulama, tapi juga manusia yang penuh hikmah. Kadang, sesuatu yang terdengar lucu justru lebih mudah diterima dan dipahami,” ujar seorang jemaahnya.

Pada akhirnya, perbedaan dalam penentuan 1 Syawal ini bukanlah sesuatu yang harus diributkan. Seperti kata Abuya, “Yang penting puasanya khusyuk, makannya nikmat, dan Lebarannya bahagia. Mau 31 Maret atau 1 April, yang penting jangan 1 Desember.” Satu pesan yang mungkin ingin ia sampaikan: perbedaan itu wajar, tapi menjaga kebersamaan jauh lebih penting.

Continue Reading

News

Muhammadiyah: Raksasa Ekonomi di Dunia Keagamaan

Muhammadiyah menempati posisi keempat dalam daftar organisasi keagamaan terkaya dunia dengan aset Rp454,24 triliun. Keberhasilannya didukung oleh sistem pengelolaan modern dan investasi di berbagai sektor.

Published

on

Monitorday.com – Saat membayangkan organisasi keagamaan, kebanyakan orang cenderung fokus pada aspek spiritual dan sosial. Namun, siapa sangka bahwa Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar di Indonesia, kini mencatatkan namanya dalam daftar organisasi keagamaan terkaya di dunia? Berdasarkan data dari Seasia Stats, Muhammadiyah memiliki aset luar biasa, mencapai Rp454,24 triliun. Angka ini menempatkan Muhammadiyah di posisi keempat secara global, membuktikan bahwa organisasi Islam ini tidak hanya berkembang dalam aspek keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang luar biasa.

Posisi pertama dalam daftar organisasi keagamaan terkaya masih dipegang oleh The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints (LDS Church) yang berbasis di Amerika Serikat dengan total aset mencapai Rp4.305 triliun. Di sisi lain, Vatikan yang menjadi pusat Gereja Katolik tidak memiliki angka kekayaan yang pasti dalam laporan Seasia Stats. Namun, catatan menunjukkan bahwa Gereja Katolik di Jerman memiliki aset antara Rp767 triliun hingga Rp4.315 triliun, sementara di Australia dan Prancis masing-masing mencapai Rp377,72 triliun dan Rp373,66 triliun.

Fenomena ini menggugah banyak pertanyaan: bagaimana Muhammadiyah bisa mencapai pencapaian ini? Rahasianya terletak pada sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan modern. Sumber dana utama Muhammadiyah berasal dari wakaf, donasi, serta investasi di sektor pendidikan dan kesehatan. Dengan jaringan universitas, rumah sakit, dan lembaga sosial yang tersebar di seluruh Indonesia, Muhammadiyah telah membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keagamaan, Muhammadiyah juga memainkan peran besar dalam perekonomian masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup banyak orang.

Capaian ini juga membuktikan bahwa organisasi Islam mampu berdiri secara mandiri dan berkembang dengan sistem yang efisien. Meski masih jauh dari LDS Church atau kekayaan Gereja Katolik di berbagai negara, posisi Muhammadiyah dalam daftar ini menunjukkan bahwa organisasi Islam di Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dalam skala global. Keberhasilannya juga menjadi bukti bahwa pengelolaan aset berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi model bagi organisasi lain.

Namun, perhitungan kekayaan organisasi keagamaan bukanlah hal yang mudah. Estimasi aset bisa berbeda tergantung pada metode yang digunakan. Beberapa faktor seperti nilai properti, investasi, dan arus kas operasional dapat memengaruhi hasil akhir dari analisis kekayaan. Oleh karena itu, membandingkan Muhammadiyah dengan Vatikan atau organisasi keagamaan lain membutuhkan data yang lebih mendalam.

Terlepas dari itu, masuknya Muhammadiyah dalam daftar ini menegaskan bahwa organisasi keagamaan bukan hanya memiliki peran spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam aspek sosial dan ekonomi. Dengan aset yang terus berkembang, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk terus memperluas dampaknya, baik di Indonesia maupun di kancah global. Ke depannya, tantangan terbesar bagi Muhammadiyah adalah bagaimana menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan amanah umat.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



Sportechment8 minutes ago

Berkat Peran Dua Sosok Ini Ruben Onsu Putuskan Jadi Mualaf

Sportechment23 minutes ago

Elon Musk Jual X ke xAI Seharga Rp546 Triliun, Gabungkan Medsos dengan Kecerdasan Buatan

News34 minutes ago

Menteri Ara Bicara Soal Rumah Subsidi untuk Wartawan, Janji Bangun Seribu Unit

News44 minutes ago

Dukung Arus Balik Lebaran, Yusuf Hamka Bakal Gratiskan Tol Cisumdawu

News2 hours ago

Mudik Lebaran: Tradisi Tahunan yang Sarat Makna

Pangan3 hours ago

Pasar Pangan Murah Raup Rp 39,3 M, Kok Bisa?

Pangan3 hours ago

Harga Pangan Naik Saat Lebaran, Apa Solusinya?

Keuangan5 hours ago

Fintech Syariah Berpotensi Jadi Peluang Emas di Era Digital

Kesehatan6 hours ago

Lebaran Ceria, Tubuh Bugar Sepanjang Idul Fitri

Kehutanan6 hours ago

Data Hutan Akurat: Kunci Masa Depan Hijau

Asuransi6 hours ago

Mudik 2025 Bisa Nyaman dan Aman! Loh Kok bisa?

Migas6 hours ago

Energi Aman, Mudik Nyaman!

Ruang Sujud6 hours ago

Makna Ketupat di Hari Raya: Simbol Lebaran yang Penuh Filosofi

Ruang Sujud6 hours ago

Khutbah Prof. Rokhmin: Rahasia Idul Fitri yang Terlupakan

Ruang Sujud10 hours ago

Tips Menjalani Idul Fitri dengan Bijak: Dari Silaturahmi hingga Keuangan

Ruang Sujud14 hours ago

Makna dan Tradisi Idul Fitri: Merayakan Kemenangan dengan Kebersamaan

News18 hours ago

Pulangkan 29 WNI, Polri Berantas Online Scam

News18 hours ago

Hercules ke Myanmar! Buka Cabang GRIB?

Review18 hours ago

Ketika Hukum Diperjualbelikan, Tunggulah Kehancuran

News18 hours ago

Warga Palestina Tak Gentar, Salat Idulfitri Tetap Digelar