News
Jelang Kontra Indonesia, Pelatih Jepang Waspadai Ole Romeny

Monitorday.com – Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, memberikan peringatan serius kepada para pemainnya agar tidak kalah dalam duel satu lawan satu saat menghadapi Timnas Indonesia, terutama menghadapi penyerang tajam Garuda, Ole Romeny.
Dalam sesi jumpa pers menjelang laga yang digelar di Suita Football City, Osaka, Senin (9/6), Moriyasu mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki lini depan yang berbahaya dan tidak bisa dianggap remeh.
“Mereka memiliki kemampuan untuk mencetak gol,” kata Moriyasu saat menanggapi pertanyaan terkait Ole Romeny, penyerang Indonesia yang mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Moriyasu menekankan bahwa bukan hanya Romeny yang patut diwaspadai, melainkan seluruh skuad asuhan Shin Tae-yong. Ia meminta pemain Jepang bertanggung jawab secara individu dalam setiap duel di lapangan.
“Banyak pemain mereka punya kemampuan mencetak gol. Jadi, setiap individu harus bertanggung jawab untuk tidak kalah dan memenangi duel satu lawan satu,” ujarnya.
Pelatih berusia 56 tahun itu juga menyoroti pentingnya kerja kolektif untuk meredam serangan Indonesia yang dikenal cepat dan agresif.
“Kita harus bermain sebagai satu tim. Fokusnya bukan hanya menghentikan satu pemain, tetapi menghentikan seluruh tim. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menang besok,” kata Moriyasu, dikutip dari Gekisaka.
Ole Romeny memang menjadi sorotan jelang laga krusial ini. Penyerang milik Oxford United itu telah mencetak masing-masing satu gol dalam tiga pertandingan terakhir melawan Australia, Bahrain, dan China. Ketajamannya akan kembali diuji saat Timnas Indonesia menantang Jepang dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Suita Football City, Osaka, Selasa (10/6) malam waktu setempat.

News
Edits Makin Canggih, Foto Kini Bisa Diubah Jadi Video
Meta memperbarui Edits dengan manajemen proyek yang lebih rapi dan fitur AI yang memungkinkan pengguna menghidupkan foto menjadi video melalui perintah percakapan.

Monitorday.com– Meta kembali memperbarui Edits, aplikasi penyuntingan video yang dikembangkan untuk mendukung kreator konten. Dalam pembaruan yang diumumkan pada 20 Agustus 2026, Meta menambahkan sejumlah fitur untuk memperbaiki pengelolaan proyek sekaligus memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses produksi video.
Salah satu perubahan utama terdapat pada project folders. Pengguna kini dapat menekan lama sebuah proyek untuk memindahkannya dan mengatur ulang posisi daftar proyek. Fitur sederhana ini dirancang untuk membantu kreator mengelola berbagai konsep video yang sedang dikerjakan sekaligus memprioritaskan proyek berdasarkan alur kerja mereka.
Terobosan yang lebih menarik adalah kemampuan mengubah gambar diam menjadi klip video menggunakan AI. Untuk pengguna di Amerika Serikat, foto atau gambar dapat dianimasikan melalui perintah percakapan. Pengguna cukup menjelaskan gerakan atau aksi yang diinginkan, kemudian sistem AI akan menghasilkan animasi berdasarkan instruksi tersebut.
Fitur tersebut memperlihatkan semakin tipisnya batas antara aplikasi editing dan AI content generation. Kreator tidak lagi harus selalu merekam video terlebih dahulu. Sebuah foto, ilustrasi, atau aset visual dapat menjadi titik awal untuk menghasilkan adegan bergerak, sehingga membuka peluang baru untuk konten media sosial, promosi produk, pendidikan, hingga storytelling.
Meta juga menambahkan kemampuan menyimpan gaya teks dan caption. Pengguna dapat melakukan bookmark terhadap gaya tulisan tertentu sehingga dapat digunakan kembali pada proyek lain. Fitur ini penting bagi kreator yang ingin mempertahankan identitas visual dan konsistensi desain di berbagai video.
Selain itu, Edits terus memperluas kemampuan caption bilingual, termasuk fitur penerjemahan otomatis. Pengguna juga dapat mencari audio berdasarkan karakter atau suasana seperti chill dan bossy, maupun berdasarkan minat seperti fesyen dan perjalanan. Pencarian berbasis konteks tersebut membuat proses menemukan musik yang sesuai dengan konsep video menjadi lebih intuitif.
Untuk kebutuhan produksi yang lebih kompleks, Edits juga memungkinkan pengguna membuat beberapa versi dari satu proyek serta membangun template yang lebih kaya. Dukungan overlay dan kemampuan mengunci klip tertentu membuat kreator dapat melakukan eksperimen terhadap variasi konten tanpa harus mengubah elemen utama proyek.
Rangkaian pembaruan ini menunjukkan arah perkembangan aplikasi editing pada era AI: dari sekadar alat untuk memotong dan menyusun video menjadi ruang kreatif yang mampu menghasilkan, memodifikasi, dan mengelola konten secara cerdas. Bagi kreator, guru, dan produsen konten digital, kemampuan mengubah gambar menjadi video melalui instruksi teks berpotensi mempercepat proses produksi sekaligus memperluas kemungkinan storytelling visual.
News
AI Mengubah Cara Riset Akademik, dari Pencarian Jurnal hingga Analisis Data
AI kini menjadi kopilot penelitian yang membantu akademisi menemukan literatur, mengolah data, dan menyempurnakan tulisan, tetapi tetap membutuhkan verifikasi dan kendali manusia.

Monitorday.com– Kecerdasan artifisial (AI) semakin mengubah cara akademisi melakukan penelitian. Teknologi ini tidak lagi terbatas pada pembuatan teks, tetapi mulai digunakan untuk memetakan ide penelitian, menemukan literatur, mengidentifikasi pola dari publikasi ilmiah, mengolah data, hingga membantu penyuntingan naskah akademik. Perubahan tersebut membuat AI berpotensi menjadi research copilot sepanjang siklus penelitian.
Dalam tahap pencarian literatur, sejumlah platform seperti Consensus dan Elicit dapat membantu peneliti menemukan dan merangkum temuan dari publikasi ilmiah. Sementara itu, Perplexity AI dapat digunakan untuk eksplorasi awal dengan menyertakan sumber yang dapat ditelusuri. Namun, hasil pencarian AI tetap perlu diverifikasi melalui jurnal asli, DOI, database akademik, atau laman resmi penerbit sebelum digunakan sebagai dasar argumentasi ilmiah.
AI juga dapat membantu peneliti mengelola referensi. Zotero dan Mendeley, misalnya, dapat digunakan untuk menyimpan, mengorganisasi, dan menghasilkan sitasi serta daftar pustaka. Integrasi dengan berbagai teknologi AI semakin membuka peluang untuk membantu peneliti menemukan hubungan antarpublikasi, mengelompokkan tema penelitian, dan memetakan perkembangan suatu bidang ilmu.
Pada tahap analisis data, AI memberikan perubahan yang lebih signifikan. Peneliti dapat mengunggah data dalam format seperti CSV atau Excel, kemudian meminta sistem membantu melakukan pembersihan data, analisis statistik, maupun visualisasi. Platform seperti Julius AI dan fitur analisis data pada ChatGPT dapat membantu menjalankan proses tersebut, meskipun peneliti tetap harus memahami metode statistik yang digunakan dan memastikan asumsi analisis terpenuhi.
Dalam penyusunan karya ilmiah, AI juga dapat digunakan sebagai penyunting bahasa. Grammarly, QuillBot, dan DeepL Write dapat membantu memperbaiki tata bahasa, struktur kalimat, dan keterbacaan naskah. Penggunaan seperti ini relatif berbeda dengan menyerahkan seluruh proses penulisan kepada AI. Peneliti tetap menjadi pemilik gagasan, pengendali analisis, dan penanggung jawab atas kesimpulan penelitian.
Persoalan terbesar justru terletak pada integritas akademik. Model bahasa dapat menghasilkan informasi yang terdengar ilmiah tetapi keliru, termasuk referensi, nama penulis, judul artikel, atau detail publikasi yang tidak pernah ada. Karena itu, setiap referensi yang diberikan AI harus diperiksa kembali pada sumber aslinya. Prinsip sederhananya: AI boleh membantu menemukan sumber, tetapi sumber asli yang menjadi bukti ilmiah.
Transparansi penggunaan AI juga semakin penting. Kebijakan mengenai penggunaan AI berbeda antara universitas, penerbit, jurnal, dan lembaga penelitian. Karena itu, peneliti perlu membaca pedoman publikasi atau aturan institusinya sebelum menggunakan AI dalam penelitian. Penggunaan AI untuk penyuntingan bahasa, misalnya, dapat memiliki aturan berbeda dengan penggunaan AI untuk menghasilkan teks, menganalisis data, atau menyusun bagian substantif artikel.
Yang juga perlu diluruskan adalah anggapan bahwa AI detector dapat menjadi satu-satunya bukti bahwa suatu karya dibuat oleh AI. Detektor AI dapat menghasilkan kesalahan klasifikasi sehingga tidak seharusnya menggantikan penilaian akademik terhadap proses, sumber, argumentasi, dan integritas penulis. Fokus utama tetap pada orisinalitas gagasan, validitas metode, ketepatan sitasi, dan kemampuan peneliti mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
Dengan demikian, masa depan riset akademik bukanlah AI menggantikan peneliti, melainkan peneliti yang mampu bekerja lebih efektif bersama AI. Kemampuan baru yang dibutuhkan akademisi bukan hanya prompt engineering, tetapi juga literasi data, evaluasi sumber, verifikasi fakta, pemahaman metodologi, dan etika AI. AI dapat mempercepat penelitian, tetapi tanggung jawab ilmiah tetap berada pada manusia.
News
Dari Chatbot Menuju Agen Otonom
Perkembangan AI pada Agustus 2026 menunjukkan pergeseran dari sekadar model percakapan menuju agen otonom, simulasi dunia fisik, dan infrastruktur komputasi berskala raksasa.

Monitorday.com– Memasuki Agustus 2026, lanskap kecerdasan artifisial memasuki fase baru. Persaingan industri tidak lagi semata-mata ditentukan oleh siapa yang memiliki model bahasa paling pintar, tetapi oleh kemampuan AI untuk bertindak secara mandiri, memahami lingkungan, menggunakan berbagai alat, serta menyelesaikan rangkaian pekerjaan kompleks. Perubahan ini menandai pergeseran dari era chatbot menuju era agentic AI.
Di sisi model, persaingan tetap berlangsung sangat cepat. DeepSeek terus mendorong model berorientasi kecepatan dan kemampuan visi, sementara Google memperluas lini Gemini dengan model yang lebih ringan dan efisien. Anthropic juga mengembangkan Claude untuk pekerjaan ilmiah yang semakin kompleks, termasuk aplikasi pada desain protein. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi AI semakin bergeser dari kemampuan menjawab pertanyaan menuju kemampuan menyelesaikan pekerjaan spesifik dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Perubahan penting juga terjadi di tingkat bisnis. Ekosistem multi-model semakin strategis karena perusahaan tidak selalu membutuhkan satu model AI untuk seluruh pekerjaan. Platform routing seperti OpenRouter memungkinkan pengembang memilih model berdasarkan kebutuhan, biaya, kecepatan, dan kemampuan. Jika akuisisi Stripe terhadap OpenRouter benar-benar terealisasi sesuai laporan yang beredar, langkah tersebut akan memperlihatkan bahwa distribusi dan orkestrasi model mulai memiliki nilai strategis yang sebanding dengan pengembangan model itu sendiri.
Pada saat yang sama, kebutuhan infrastruktur AI terus meningkat. Pengembangan model besar membutuhkan GPU, pusat data, jaringan berkecepatan tinggi, serta pasokan listrik dalam skala besar. Nvidia dan Broadcom berada di antara perusahaan yang menikmati peningkatan permintaan tersebut. Besarnya kebutuhan modal bahkan mendorong pembiayaan dan investasi infrastruktur AI ke tingkat yang sebelumnya lebih lazim ditemukan pada industri energi dan telekomunikasi.
Namun, pertanyaan terbesar mulai bergeser dari “seberapa pintar AI?” menjadi “seberapa besar nilai ekonomi yang benar-benar dihasilkan AI?” Perusahaan mulai mengukur biaya token, penggunaan komputasi, produktivitas pekerja, serta penghematan waktu secara lebih ketat. Dengan belanja AI global yang terus membesar, tekanan untuk membuktikan return on investment akan semakin menentukan model bisnis perusahaan AI maupun keputusan perusahaan dalam mengadopsinya.
Perkembangan lain yang patut diperhatikan adalah munculnya world models atau model dunia. Pendekatan ini berusaha membuat AI memahami ruang, objek, gerakan, hubungan sebab-akibat, dan hukum fisika, bukan hanya memprediksi rangkaian kata. Jika berkembang sesuai ekspektasi, teknologi tersebut dapat menjadi fondasi bagi robot, kendaraan otonom, simulasi industri, sistem manufaktur, dan berbagai aplikasi AI yang berinteraksi langsung dengan dunia nyata.
Di sinilah AI agents dan world models mulai bertemu. Agen AI masa depan tidak hanya menerima instruksi dan menghasilkan teks, tetapi dapat merencanakan, menggunakan perangkat lunak, mengambil keputusan, mengevaluasi hasil, kemudian melakukan tindakan berikutnya. Namun, semakin besar otonomi tersebut, semakin besar pula persoalan keamanan, privasi, akuntabilitas, dan tata kelola yang harus diselesaikan.
Bagi dunia pendidikan, perubahan ini memiliki implikasi besar. Literasi AI tidak cukup lagi mengajarkan peserta didik cara menggunakan chatbot. Mereka perlu memahami cara merancang instruksi, mengevaluasi keluaran AI, bekerja bersama agen AI, memahami data, menjaga etika, serta mengendalikan keputusan yang dibuat sistem otonom. Dengan kata lain, pendidikan perlu bergerak dari AI literacy menuju AI agency—kemampuan manusia untuk tetap menjadi pengarah dan pengambil keputusan dalam ekosistem yang semakin dipenuhi agen kecerdasan artifisial.
News
Perkuat Ekosistem Kewirausahaan, Kementerian UMKM Targetkan 10 Juta Wirausaha Naik Kelas

Medan [Monitorday] – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) resmi menggelar Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis 20 Agustus 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai jembatan bagi wirausaha hasil inkubasi untuk mengakses pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, hingga kemitraan usaha demi mendorong UMKM naik kelas.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seminar atau pameran biasa. Acara ini merupakan proses berkelanjutan untuk memastikan wirausaha yang telah melalui pelatihan dan inkubasi dapat mengembangkan bisnisnya secara produktif. Melalui wadah ini, kementerian menargetkan sekitar 500 UMKM mendapatkan pemberdayaan komprehensif.
“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pelatihan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” ujar Menteri Maman.
Pemerintah menerapkan tiga tahapan terintegrasi dalam penguatan ekosistem ini. Tahap pertama dimulai dengan memperkuat fondasi usaha lewat program PRO-KESRA Produktif untuk menyamakan kurikulum pusat dan daerah. Tahap kedua membuka akses pertumbuhan melalui Bursa Wirausaha Unggulan berbasis business matching. Tahap terakhir ditutup dengan pendampingan pascainkubasi melalui program SAPA UMKM.
“Targetnya, sesuai Arah Presiden, sekitar 10 juta wirausaha dan pekerja,” tambah Menteri Maman terkait output jangkauan program tersebut.
Untuk mendukung permodalan, Menteri Maman membeberkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara yang telah mencapai Rp11 triliun untuk 168 ribu debitur, dengan Rp7,56 triliun mengalir ke sektor produksi.
Khusus melalui Bank Sumut, penyaluran telah menyentuh Rp954 miliar. Kementerian UMKM kini berupaya menaikkan kuota KUR Bank Sumut hingga Rp2 triliun demi memperluas jangkauan modal.
Penguatan nasional ini juga telah dipayungi oleh Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Regulasi ini membidik target rasio kewirausahaan sebesar 3,6 persen pada tahun 2029 dan melesat hingga 8 persen pada tahun 2045.
“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Maman.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memaparkan tantangan nyata di wilayahnya. Saat ini, Sumut memiliki 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan 4,1 persen yang menyerap 2 juta tenaga kerja. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebesar 99,55 persen di antaranya masih berstatus usaha mikro.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” kata Bobby.
Ia menilai perbaikan pembukuan dan studi kelayakan menjadi kunci agar UMKM lebih mudah dilirik investor.
News
India-AI Impact Summit Himpun 20 Pemimpin Dunia
India menjadi tuan rumah pertemuan AI global di New Delhi yang mempertemukan pemimpin 20 negara dan delegasi menteri dari lebih 45 negara.

Monitorday.com– New Delhi menjadi pusat perhatian dunia AI setelah India-AI Impact Summit 2026 dijadwalkan mempertemukan pemimpin dari sekitar 20 negara pada 16–20 Februari 2026. Pertemuan tersebut disebut sebagai tonggak penting karena menjadi salah satu forum AI global pertama yang diselenggarakan di kawasan Global South, sekaligus mempertegas ambisi India untuk memainkan peran lebih besar dalam menentukan arah pengembangan AI dunia.
Sejumlah pemimpin negara dijadwalkan hadir, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Presiden Swiss Guy Parmelin, Perdana Menteri Belanda Dick Schoof, serta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Perdana Menteri Mauritius Navinchandra Ramgoolam, Presiden Sri Lanka Anura Kumara Disanayaka, Wakil Presiden Seychelles Sebastien Pillay, dan Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay juga masuk dalam daftar peserta.
Menurut Kementerian Luar Negeri India, pertemuan tersebut juga akan melibatkan pemimpin atau perwakilan tingkat tinggi dari Bolivia, Kroasia, Estonia, Finlandia, Yunani, Guyana, Kazakhstan, Liechtenstein, Serbia, dan Slovakia. Selain itu, delegasi tingkat menteri dari lebih dari 45 negara dijadwalkan mengikuti rangkaian pertemuan selama lima hari.
Dimensi internasional forum semakin kuat dengan kehadiran Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa serta pejabat senior dari berbagai organisasi internasional. Forum ini mempertemukan negara-negara Global North dan Global South untuk membahas sejumlah agenda konkret, termasuk konsep AI Commons, pengembangan perangkat AI tepercaya, infrastruktur komputasi bersama, serta kompendium penggunaan AI di berbagai sektor.
Agenda summit mencakup lebih dari 700 sesi yang membahas keamanan AI, tata kelola, penerapan AI secara etis, perlindungan data, hingga visi India mengenai sovereign AI. Banyaknya agenda tersebut menunjukkan bahwa diskusi AI global telah bergeser dari sekadar persoalan kemampuan teknologi menuju persoalan yang jauh lebih strategis: siapa yang menguasai infrastruktur AI, bagaimana data dikelola, dan bagaimana manfaat AI dapat dibagi secara lebih adil.
India juga akan memperkenalkan berbagai program peningkatan keterampilan digital dan AI, termasuk Yuva AI for All. Program tersebut dirancang sebagai inisiatif gratis dan mudah diakses untuk membangun pemahaman dasar AI di kalangan pelajar maupun profesional. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa India tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga membangun ekosistem sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan memanfaatkannya.
Bagi negara-negara Global South, penyelenggaraan forum tersebut memiliki arti strategis. Selama ini perkembangan AI global banyak didominasi perusahaan teknologi dan negara maju yang memiliki akses besar terhadap talenta, data, chip, pusat data, dan komputasi berkapasitas tinggi. Dengan menjadi tuan rumah forum global, India berupaya mendorong agenda yang lebih inklusif agar negara berkembang tidak sekadar menjadi pasar teknologi AI.
India-AI Impact Summit pada akhirnya membawa pesan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan model dan perusahaan teknologi, tetapi juga oleh tata kelola global, akses komputasi, keterampilan manusia, keamanan, dan pemerataan manfaat. Bagi Indonesia dan negara-negara Asia lainnya, forum tersebut layak dicermati karena dapat menjadi referensi dalam merumuskan kebijakan AI nasional yang berdaulat, inklusif, aman, sekaligus tetap terbuka terhadap kolaborasi internasional.
News
Google Pacu AI dari Agen hingga Robot
Sepanjang Juli 2026, Google memperluas AI dari model generatif menuju agen, robot, perangkat pribadi, kreativitas, pendidikan, hingga mitigasi bencana.

Monitorday.com– Google mencatat Juli 2026 sebagai salah satu periode penting dalam pengembangan kecerdasan artifisial (AI), dengan serangkaian pembaruan yang mencakup model Gemini, AI agent, robotika, perangkat Android, riset, kreativitas digital hingga mitigasi bencana. Dalam rangkuman yang dipublikasikan 4 Agustus 2026, Google menempatkan perkembangan tersebut sebagai bagian dari upaya membuat AI semakin praktis, efisien, dan terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu perkembangan utama adalah hadirnya tiga model Gemini baru, yakni Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash-Lite, dan Gemini 3.5 Flash Cyber. Google menyebut model-model tersebut dirancang untuk pengembangan AI agent dalam skala produksi, dengan perhatian pada efisiensi token, latensi yang lebih rendah, serta keandalan performa. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran AI dari sekadar chatbot menuju sistem yang mampu menjalankan rangkaian tugas secara lebih otonom.
Langkah besar lainnya datang dari Gemini Robotics ER 2, model embodied reasoning yang ditujukan untuk menghubungkan kemampuan penalaran digital dengan dunia fisik. Model ini memungkinkan sistem robot memahami lingkungan, berkomunikasi dengan manusia, serta menyelesaikan tugas kompleks yang terdiri atas beberapa tahapan. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan AI semakin bergerak dari layar komputer menuju perangkat dan mesin yang berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Di sisi perangkat konsumen, Google juga memperluas integrasi Gemini Intelligence melalui perangkat Samsung Galaxy Z Series yang diperkenalkan dalam Galaxy Unpacked 2026. Bersamaan dengan itu, Android 17 memperoleh pengalaman migrasi data dari iPhone yang memungkinkan lebih banyak jenis data dipindahkan secara nirkabel tanpa aplikasi tambahan. Integrasi AI dengan sistem operasi memperkuat kecenderungan bahwa AI akan semakin melekat pada perangkat yang digunakan masyarakat setiap hari.
Dalam bidang pendidikan dan riset, Google memperkenalkan Gemini Notebook, pengembangan dari NotebookLM yang diperluas ke ekosistem Google, termasuk Gemini dan Google Search. Kehadiran komputer awan yang diklaim aman juga diarahkan untuk membantu pengguna melakukan penelitian dan mengolah informasi. Bagi dunia pendidikan, perkembangan ini berpotensi mengubah cara siswa, mahasiswa, guru, dan peneliti mencari, mengorganisasi, serta memahami sumber pengetahuan.
Google juga memperluas kemampuan AI untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Melalui Gemini Spark, pengguna dengan izin tertentu dapat memberikan akses kepada AI untuk menangani pekerjaan web yang kompleks, seperti mencari informasi penerbangan atau memulai proses pemesanan. Sementara itu, integrasi aplikasi dengan Search memungkinkan layanan seperti YouTube Music diakses melalui AI Mode. Perkembangan tersebut menandai pergeseran dari AI yang sekadar memberikan jawaban menuju AI yang dapat melakukan tindakan atas nama pengguna.
Di ranah kreativitas, Google memperkenalkan pembaruan Google Vids melalui Gemini Omni dan personal avatars. Pengguna dapat menghasilkan dan mengedit video menggunakan bahasa sehari-hari sekaligus membuat avatar digital personal. Google juga memperkenalkan Lyria 3.5 untuk menghasilkan musik dengan peningkatan pada musikalitas, lirik, dan kualitas vokal. Teknologi AI dengan demikian semakin memperpendek jarak antara gagasan kreatif dan produk digital yang dihasilkan.
Sementara itu, AI juga diarahkan untuk menghadapi persoalan lingkungan dan keselamatan manusia. Google Cloud bekerja sama dengan NOAA untuk modernisasi sistem komputasi prakiraan cuaca, sementara Google mengembangkan teknologi AI untuk mendukung sistem peringatan dini berbagai bencana. Tiga satelit FireSat juga berhasil diluncurkan dari Vandenberg Space Force Base, California, sebagai bagian dari inisiatif untuk mendeteksi kebakaran hutan lebih dini.
Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan bahwa arah perkembangan AI Google pada 2026 semakin luas: dari model, menuju agen; dari agen, menuju perangkat; dan dari perangkat, menuju dunia fisik. AI tidak lagi hanya diposisikan sebagai teknologi untuk menghasilkan teks atau gambar, tetapi sebagai infrastruktur kecerdasan yang dapat melakukan pekerjaan, membantu manusia belajar, mengendalikan perangkat, mengoperasikan robot, menghasilkan karya kreatif, hingga membantu menghadapi bencana.
Namun, ekspansi tersebut sekaligus memperkuat pertanyaan mengenai tata kelola, keamanan, privasi, ketenagakerjaan, dan integritas manusia. Semakin besar kemampuan AI untuk bertindak secara mandiri, semakin penting pula memastikan manusia tetap memiliki kendali, memahami keputusan sistem, dan mampu mempertanggungjawabkan penggunaan teknologi tersebut. Juli 2026 karena itu bukan sekadar bulan peluncuran produk AI baru, tetapi juga menjadi gambaran semakin dekatnya era AIoT—ketika kecerdasan artifisial mulai menyatu dengan benda, layanan, lingkungan, dan aktivitas manusia.
News
Menakar Dampak Penurunan Anggaran MBG

Monitorday.com – Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 ditetapkan sebesar Rp240,2 triliun. Angka tersebut mengalami penyesuaian dari proyeksi sebelumnya yang mencapai sekitar Rp268 triliun.
Meski turun sekitar Rp27,8 triliun, alokasi untuk program yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tetap tergolong sangat besar. Kondisi ini memunculkan perhatian terhadap efektivitas program, dampaknya terhadap perekonomian, serta ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program prioritas lainnya.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, sebagaimana dikutip Kompas, menilai penurunan anggaran MBG dapat menjadi sinyal positif bagi perekonomian apabila diikuti dengan peningkatan efektivitas belanja.
Menurut Rizal, anggaran sekitar Rp240 triliun masih sangat besar. Namun, besarnya anggaran tidak otomatis menjadi persoalan sepanjang belanja tersebut mampu menghasilkan efek pengganda yang kuat bagi perekonomian domestik.
Ia menjelaskan, MBG seharusnya tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah. Program tersebut juga memiliki potensi menjadi instrumen untuk menggerakkan sektor produksi pangan nasional.
Kebutuhan bahan makanan dalam jumlah besar dapat membuka pasar bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, koperasi, sektor transportasi dan logistik, hingga tenaga kerja di daerah.
Karena itu, menurut Rizal, ukuran keberhasilan MBG bukan semata-mata terletak pada besarnya anggaran yang disediakan pemerintah, tetapi pada value for money atau seberapa besar manfaat yang diperoleh dari setiap rupiah yang dibelanjakan.
Program yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 tersebut, lanjutnya, harus mampu menghasilkan dua manfaat sekaligus, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.
Pandangan serupa mengenai pentingnya dampak ekonomi lokal juga disampaikan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira. Ia menilai rantai pasok MBG perlu memberikan ruang yang besar bagi UMKM, koperasi, petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha lokal.
Menurut Bhima, efek pengganda MBG akan lebih kuat apabila pengadaan bahan pangan tidak terlalu terkonsentrasi pada pemasok besar, tetapi melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi di daerah.
Dengan model tersebut, dana pemerintah tidak berhenti pada proses pengadaan makanan, tetapi dapat berputar di berbagai lapisan ekonomi masyarakat.
Namun, Bhima juga mengingatkan adanya potensi persoalan pada sisi pasokan. Peningkatan permintaan bahan pangan akibat MBG harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Jika tidak, program tersebut justru berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.
Persoalan tersebut menjadi penting karena MBG membutuhkan pasokan pangan dalam skala sangat besar dan berkelanjutan. Ketersediaan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, susu dan komoditas lainnya harus mampu mengikuti peningkatan permintaan.
Dari sisi fiskal, sejumlah ekonom juga mengingatkan agar besarnya anggaran MBG tidak mengurangi ruang bagi belanja fundamental lainnya, terutama pendidikan dan kesehatan.
Rizal sebelumnya menekankan bahwa MBG perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pendidikan. Program pemenuhan gizi akan memberikan manfaat lebih besar apabila anak-anak juga memperoleh pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang baik, serta lingkungan belajar yang mendukung.
Dengan demikian, MBG tidak seharusnya dipandang sebagai program yang berdiri sendiri. Program tersebut idealnya menjadi bagian dari ekosistem pembangunan sumber daya manusia.
Pertanyaan penting yang kemudian muncul bukan sekadar apakah anggaran MBG 2027 turun atau naik, melainkan apakah penyesuaian anggaran tersebut mencerminkan efisiensi atau justru berkurangnya cakupan program.
Pemerintah perlu membuka indikator yang lebih terukur, mulai dari jumlah penerima manfaat, biaya per porsi, kualitas makanan, perubahan status gizi, tingkat keterlibatan UMKM dan produsen lokal, hingga dampaknya terhadap perekonomian daerah.
Jika indikator tersebut dapat dipantau secara transparan, masyarakat dapat menilai apakah anggaran Rp240,2 triliun benar-benar menghasilkan manfaat yang sebanding.
Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak ditentukan oleh seberapa besar angka yang tercantum dalam APBN. Tantangan utamanya adalah memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan manfaat maksimal bagi gizi anak, kualitas sumber daya manusia, sekaligus perekonomian masyarakat.
Dengan anggaran Rp240,2 triliun, MBG memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar program pemberian makanan. Jika rantai pasoknya melibatkan ekonomi lokal, tata kelolanya efisien, dan dampak gizinya terukur, program ini berpotensi menjadi instrumen investasi sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi nasional.
Sebaliknya, apabila anggaran besar tidak diikuti dengan peningkatan kualitas, ketepatan sasaran, dan dampak ekonomi yang terukur, maka pertanyaan mengenai value for money dan prioritas fiskal akan terus menjadi sorotan.
News
Sekjen Koalisi Prabowo-Gibran Bahas RUU Pemilu. Masih Solid?

Monitorday.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf mengonfirmasi bahwa pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka salah satunya membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum sidang tahunan MPR.
Meskipun tidak mengungkap secara spesifik isi perbincangan dalam pertemuan yang terjadi pada Rabu (13/8) itu, Dede Yusuf menyatakan bahwa para sekjen turut membawa masukan dari masing-masing ketua umum partai koalisi.
"Nah tentu para sekjen ini mengatasnamakan atau juga mendapat apa mendapat masukan dari para ketua umum," kata dia di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (20/8).
Dede Yusuf, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR, mengaku pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan DPR untuk memulai pembahasan RUU Pemilu. Ia menekankan bahwa pembahasan mendesak belum diperlukan dalam waktu dekat.
"Undang-undang lama kan sebetulnya masih berlaku. Ya, jadi kita sementara ini masih menunggu keputusan pimpinan untuk kita bisa memulai panja," katanya.
Dede Yusuf berharap hasil pertemuan para sekjen koalisi pemerintah akan menjadi masukan berharga terhadap proses pembahasan RUU Pemilu di Komisi II DPR RI. Ia menambahkan bahwa proses tahapan pemilu secara resmi baru akan dimulai pada Juni 2027, sehingga proses seleksi panitia penyelenggara pemilu pada Oktober mendatang masih akan menggunakan undang-undang lama.
News
Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Strategis, Cakup Energi hingga AI

Monitorday.com – Indonesia dan China sepakat menghidupkan kembali sekaligus memperluas kerja sama bilateral di sejumlah sektor strategis. Kesepakatan itu mencakup energi, mineral, perdagangan maritim, karantina, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Dialog Strategis Komprehensif (CSD) perdana Indonesia-China yang digelar di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan itu menjadi pijakan baru untuk memperkuat arsitektur hubungan bilateral sekaligus menyusun agenda kerja sama kedua negara untuk beberapa tahun mendatang.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan Indonesia dan China menyambut pembahasan rencana aksi kerja sama 2027-2031. Rencana tersebut akan menjadi kelanjutan dari rencana aksi periode 2022-2026.
“Kami juga menyambut baik pembahasan mengenai rencana aksi 2027-2031 sebagai kelanjutan dari rencana aksi 2022-2026,” kata Sugiono dalam Joint Press Statement bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta.
Selain menyusun agenda kerja sama baru, kedua negara sepakat mengaktifkan kembali sejumlah mekanisme strategis yang sebelumnya telah berjalan.
“Kami juga sepakat untuk menghidupkan kembali mekanisme strategis di bidang energi, mineral, dan perdagangan maritim, serta menciptakan mekanisme baru, antara lain, di bidang karantina dan di bidang kecerdasan buatan,” ujar Sugiono.
Sektor energi, mineral, dan perdagangan maritim menjadi bagian penting dalam pembahasan CSD. Di saat yang sama, Indonesia dan China mulai membuka ruang kerja sama baru di bidang karantina dan AI.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari kedua negara. Dari China, delegasi antara lain melibatkan Wakil Menteri Luar Negeri Hua Chunying, Wakil Ketua National Development and Reform Commission (NDRC) Zhou Haibing, Wakil Menteri Pertanian dan Urusan Pedesaan Zhang Zhili, serta Wakil Menteri Perdagangan Yan Dong.
Sementara dari Indonesia hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.
Melalui CSD perdana ini, Jakarta dan Beijing tidak hanya memperbarui mekanisme kerja sama yang ada, tetapi juga menyiapkan agenda baru yang mencakup sektor-sektor strategis untuk memperkuat hubungan bilateral ke depan.
News
Terkait Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Simak Penjelasan Mendikdasmen

Monitorday.com – Pemerintah membuka jalur pengembangan karier yang lebih jelas bagi guru PPPK. Mulai 2027, guru berstatus PPPK paruh waktu mendapat kesempatan mengikuti proses untuk menjadi PPPK penuh waktu.
Tak berhenti di sana, guru yang telah berstatus PPPK penuh waktu juga diberi kesempatan mengikuti seleksi CPNS yang pendaftarannya dijadwalkan mulai dibuka pada awal 2027.
Kebijakan tersebut disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama Pimpinan DPR RI, Selasa (18/8/2026).
Meski demikian, perubahan status dan seleksi CPNS tetap mengikuti mekanisme, persyaratan, kebutuhan formasi, serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyambut kebijakan tersebut sebagai langkah untuk memberikan kepastian lebih besar terhadap masa depan profesi guru.
“Ini tentu kabar baik bagi para guru kita. Kami berterima kasih atas arahan dan dukungan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan kesejahteraan dan kepastian karier guru sebagai salah satu prioritas dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Mu’ti, Kamis (20/8/2026).
Menurut Mu’ti, pemerintah akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga agar guru memperoleh ruang untuk berkembang sekaligus mendapatkan perlindungan. Penguatan tersebut mencakup kesejahteraan, perlindungan profesi, pengembangan kompetensi, hingga penghargaan terhadap dedikasi guru.
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mencatat terdapat 908.617 guru berstatus PPPK saat ini. Dari jumlah tersebut, 231.246 guru masih berstatus PPPK paruh waktu.
Kemendikdasmen selanjutnya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut sesuai kewenangan masing-masing.
Guru dan masyarakat diminta mengikuti informasi mengenai mekanisme, persyaratan, jadwal, formasi, serta tahapan seleksi CPNS 2027 melalui kanal resmi KemenPANRB dan pemerintah.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menggenjot kesejahteraan dan kompetensi guru melalui berbagai program. Sepanjang semester I 2026, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah disalurkan sebesar Rp37,9 triliun kepada 1,68 juta guru.
Tunjangan Khusus Guru (TKG) mencapai Rp1,5 triliun untuk lebih dari 65 ribu guru, sedangkan Dana Tambahan Penghasilan (DTP) sebesar Rp25 miliar telah disalurkan kepada lebih dari 25 ribu guru.
Dari sisi kompetensi, Kemendikdasmen menjalankan sejumlah program pelatihan sepanjang 2026, antara lain Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSDMBI), Pembelajaran Mendalam (PM), Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), STEM, peningkatan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling, serta pendidikan inklusif.
Pemerintah menempatkan penataan status kepegawaian, kepastian karier, kesejahteraan, dan peningkatan kompetensi sebagai satu rangkaian kebijakan. Dengan skema baru tersebut, guru PPPK paruh waktu memiliki jalur menuju status penuh waktu, sementara guru PPPK penuh waktu berpeluang mengikuti seleksi untuk menjadi CPNS sesuai ketentuan yang berlaku.
























