News
Pandangan Prof Rokhmin Soal WWF Bali: Mengelola Air Sebagai Sumber Kehidupan
Monitorday.com – Guru Besar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan – IPB University, Prof Rokhmin Dahuri mengatakan World Water Forum di Bali menjadi sebuah perhelatan yang patut diapresiasi. Perhlatan ini membahas isu penting soal pengelolaan air sebagai sumber kehidupan.
Apalagi, kata Prof Rokhmin, Air adalah sumber daya alam yang esensial karena semua makhluk hidup memerlukannya untuk bertahan hidup. Selain untuk kebutuhan mendasar seperti minum dan makan, manusia juga membutuhkan air untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.
“Semua aspek kehidupan manusia dan sektor pembangunan seperti pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, industri manufaktur, dan pariwisata sangat bergantung pada ketersediaan air,” ucap Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GNTI) melalui keterangan yang diterima awak media, Rabu (22/5/2024).
Ketua Dulur Cirebonan ini memaparkan, walaupun 72 persen dari permukaan bumi ditutupi oleh air, hanya 3 persen yang merupakan air tawar (seperti danau, sungai, dan rawa) yang dapat digunakan manusia untuk kebutuhan hidup. Volume total air di bumi mencapai sekitar 1,4 miliar km3, dimana hampir semuanya (97,5 persen) adalah air laut yang bersalinitas tinggi. Hanya 2,5 persen yang merupakan air tawar, namun sebagian besar dari itu (dua per tiga) berbentuk es, terutama di wilayah Antartika dan Greenland.
Lalu, lanjut Prof Rokhmin, sepertiga sisanya hampir semuanya berupa air tanah dalam (groundwater). Sehingga, hanya sedikit sekali porsi air tawar di bumi ini yang terdapat di sungai, danau, dan perairan rawa, yang dapat digunakan dengan mudah untuk menopang kehidupan manusia dan pembangunan.
Sementara itu, sejak tahun 1900, pertambahan penduduk dunia dan pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan konsumsi (penggunaan) air global lebih dari enam kali lipat (UNEP, 2023).
Bagi Prof Rokhmin, kendati proporsi penggunaan air tawar antar sektor pembangunan berbeda dari satu negara ke negara lainnya, sekitar 70 persen pengambilan air dari sungai, danau, dan sumber air alam lainnya secara global digunakan untuk kegiatan pertanian. Sekitar 20 persen untuk industri, dan 10 persen sisanya untuk kegiatan rumah tangga (household activities).
“Lebih dari separuh pengambilan air tawar dari alam secara global terjadi di benua Asia, tempat sebagian besar lahan pertanian beririgasi di dunia. Secara umum, penggunaan air per kapita di negara-negara industri maju jauh lebih tinggi ketimbang di negara-negara berpendapatan menengah dan miskin. Contohnya, penduduk Amerika Serikat menggunakan air tiga kali lipat lebih besar dari pada penduduk Indonesia, dan lima kali lipat penduduk Bangladesh,” papar Prof Rokhmin.
Defisit air
Ketersediaan air tawar dari alam yang terbatas dan kebutuhuannya yang terus meningkat, menempatkan air tawar sebagai SDA yang paling krusial bagi pembangunan berkelanjutan dan kelangsungan hidup manusia. Selain itu, distribusi sumber air tawar di bumi ini juga tidak merata. Di negara-negara atau wilayah dengan curah hujan rendah dan tingkat evaporasi yang tinggi, water scarcity (kelangkaan air) menjadi kendala serius bagi pembangunan ekonomi dan kehidupan manusia.
Wujud nyata dari semakin meningkatknya masalah kelangkaan air adalah semakin banyaknya sungai-sungai yang kering, pendangkalan danau dan waduk, terkurasnya aquifer (air tanah), penurunan muka air tanah (water table), dan semakin susahnya mendapatkan air pada saat musim kemarau. Contohnya, dalam kurun waktu 40 tahun (1966 – 2006) Danau Chad di Afrika Tengah mengalami penyusutan luas permukaan sekitar 95 persen (UNEP, 2006). Dan, permasalahan ini tidak hanya menimpa D. Chad, tetapi terjadi hampir di semua danau di dunia. Di Propinsi Qinhai, China yang dilewati Sungai Kuning (Yellow River), dari 4.077 danau yang ada, 2.000 danau hilang (menjadi daratan) selama 1988 – 2008. Dalam periode yang sama, Propinsi Hebei kehilangan 969 danau dari sebelumnya 1.052 danau.
Danau Chapala, Meksiko, volume airnya susut sebesar 80 persen (Brown, 2008). Di Indonesia sendiri, dari 1.575 danau yang ada hampir semuanya mengalami penyusutan luas, dan 15 danau dalam keadaan kritis. Kelima belas danau itu adalah Danau Toba, Maninjau, Singkarak, Kerinci, Danau Diatas dan Bawah, Rawa Danau, Rawa Pening, Poso, Tondano, Tempe, Matano, Limboto, Mahakam, Sentarum, dan Sentani. Volume air di 7.245 waduk di seluruh dunia mengalami penyusutan cukup signifikan selama 1999 – 2018. Padahal, pada kurun waktu yang sama, kapasitas bendungan bertambah hingga 28.000 m3 per tahun (Nature Communication, 2023).
Banyak sungai utama di dunia, yang dulu airnya mengalir sepanjang tahun dari hulu hingga ke muaranya di laut. Dalam setengah abad terakhir, mengalami kekeringan di musim kemarau atau aliran airnya tidak mencapai laut. Contohnya adalah Sungai Colorado, S. Kuning, Nil, Indus (Pakistan), Gangga, S. Amu Darya dan S. Syr Darya (Asia Tengah), S. Tigris dan S. Euphrates (Turki – Syria – Irak dan bermuara di Teluk Persia), dan S. Mekong dari hulunya di China, melintasi Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam, lalu bermuara di Laut China Selatan.
Masalah defisit air global merupakan akibat dari meningkatkannya permintaan terhadap air tawar secara fenomenal, empat kali lipat dalam setengah abad terakhir. Jutaan sumur irigasi, sumur-sumur di wilayah perkotaan dan pemukiman di seluruh dunia yang jumlahnya terus meningkat, telah mengakibatkan laju pengambilan air tanah melampaui kemampuan pulih (recharge rate) nya. Sehingga, muka air tanah di banyak negara, termasuk di China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Timur Tengah turun cukup drastis. Selain itu, banyak pula aquifer yang kering, terkuras airnya.
Terkurasnya air aquifer dan penurunan muka air tanah telah berdampak negatif terhadap produksi pangan global. Misalnya, total produksi gandum China pada 2007 menurun 15 persen menjadi 105 juta ton, dari 123 juta ton pada 1997 (USDA, 2007). Kondisi serupa juga terjadi di India, Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Uni Eropa. Oleh karena itu, krisis air global pada gilirannya bisa mengancam ketahanan pangan global.
Penurunan muka air tanah akibat overpumping (pengambilan air tanah secara berlebihan) dan semakin besarnya beban bangunan di wilayah perkotaan, telah menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence) sebesar 3 – 10 mm per tahun di 45 persen wilayah perkotaan di China. Sekitar 6,3 juta km2 lahan pesisir (coastal land) di dunia beresiko mengalami penurunan muka tanah. Selain itu, 44 kota besar pesisir dunia dilanda penurunan muka tanah, dimana 33 kota besar diantaranya berada di benua Asia, termasuk Jakarta, Semarang, dan Surabaya (NUS, 2022).
Di banyak negara, mayoritas penduduknya kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang sehat untuk makan, minum, dan keperluan lainnya. Masalah kelangkaan air telah mengakibatkan dampak buruk bagi sekitar 1,2 milyar penduduk dunia, terutama di Afrika, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan. Lebih dari itu, sekitar 1,6 milyar warga dunia mengalami kesulitan untuk mengambil air tawar yang bersih dan sehat dari sumber air permukaan (sungai dan danau) maupun air tanah (Juniper, 2021).
Permasalahan krisis air global ini diperparah oleh Pemanasan Global. Pasalnya, peningkatan suhu bumi telah menyebabkan peningkatan laju evaporasi, gelombang panas, mengubah pola curah hujan, cuaca ekstrem, melelehnya gunung es dunia di Kutub Utara dan Kutub Selatan, peningaktan muka air laut (sea level rise), pemasaman air laut (ocean acidification), dan banjir serta kekeringan yang ekstrem.
Pencemaran perairan
Krisis air global tidak hanya terkait dengan aspek kuantitas, seperti kelangkaan air, banjir, dan kekeringan, tetapi juga aspek kualitasnya. Tingkat pencemaran ekosistem perairan sungai, danau, waduk, dan air tanah di bergabai belahan dunia semakin meluas dan mencemaskan. Konsentrasi bahan pencemar (pollutant) telah melebihi kapasitas asimilasi (assimilative capacity) banyak perairan sungai, danau, dan bendungan di sebagian besar negara di dunia. Sebut saja, Yellow River, Sungai Mekong, S. Gangga, dan S, Nil. Serta the Great Lakes di AS, Danau Victoria di Afrika, dan Danau Wuhan di China.
Pencemaran sungai, danau, waduk, dan air tanah di Indonesia juga sudah pada tingkat yang membahayakan kelestarian eksosistem perairan dan kehidupan manusia. Bahkan S. Citarum pernah dinobatkan sebagai sungai yang paling tercemar (the most polluted river) di dunia pada 2016 (UNEP dan Bank Dunia, 2017). Paada 2015, sekitar 68 persen dari seluruh sungai di Indonesia menderita pencemaran berat, 24 persen tercemar sedang, 6 persen tercemar ringan, dan hanya 2 persen yang tidak tercemar (KLHK, 2016). Lebih dari 12,7 juta ton limbah setiap tahunnya dibuang ke danau, waduk, dan sungai yang akhirnya menumpuk di wilayah pesisir dan laut (KLHK, 2022).
Berbagai jenis bahan pencemar yang berasal dari limbah industri (seperti logam berat, pewarna, khlorin, dan limbah panas); limbah pertanian (sisa pupuk, pestisida, dan insektisida); limbah rumah tangga (bahan organik, nutrien, dan sampah padat); limbah perkotaan (plastik, kertas, dan sewage); pertambangan (lumpur, tailing, dan logam berat), dan berbagai jenis limbah dari kegiatan manusia serta sektor pembangunan lainnya dibuang ke sungai, danau, waduk, dan laut tanpa diolah (dinetralkan) terlebih dahulu.
Akibatnya, banyak sungai, danau, bendungan, dan perairan laut pesisir di dunia mengalami tingkat pencemaran yang berat hingga sangat berat. Pencemaran tidak hanya mematikan biota dan eksosistem perairan, tetapi juga dapat membahayakan kesahatan manusia, bahkan mengakibatkan kematian manusia yang memanfaatkan perairan itu. Berbagai macam bahan pencemar itu ada yang berupa limbah organik dan limbah anorganik, dan ada yang bersifat B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dan non-B3.
Jenis limbah anorganik dan B3 (seperti logam berat, pestisida, dan insektisida) dan anorganik pada umumnya sukar atau bahkan tidak bisa terurai (non-degradable) di dalam eksosistem perairan, dan sangat membahayakan bahkan mematikan biota perairan serta manusia melaui aliran bahan pencemar tersebut dalam rantai makanan.
Sementara itu, jenis limbah non-B3, organik, dan nutrien (nitrogen dan fosfor) tidak akan membahayakan ekosistem perairan dan kehidupan manusia, sepanjang jumlah yang dibuang ke dalam suatu ekosistem perairan (polluition load) tidak melampaui kapasitas asimilasinya. Pada umumnya, ekosistem perairan (sungai, danau, bendungan, dan air tanah) yang tercemar berat sampai sangat berat, apalagi tercemar oleh limbah B3, tidak bisa digunakan untuk sumber air minum, makan, mandi, pertanian, dan pariwisata.
Apa yang harus kita lakukan
Kabar baiknya adalah bahwa meskipun banyak ekosistem perairan dan sumber air di dunia yang telah kita manfaatkan secara berlebihan, mencemari, dan tidak berkelanjutan; menurut perhitungan International Geosphere-Biosphere Programme (2020) masih tersedia air tawar di planet bumi ini yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.
Namun, tidak berarti cara-cara kita memanfaatkan sumber daya air secara boros, mencemari, merusak lingkungan, dan tidak berkelanjutan selama ini bisa diteruskan. Sebaliknya, mulai sekarang juga kita mesti melakukan transformasi untuk merawat sumber-sumber air di bumi ini dan memanfaatkannya secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu, ada delapan program aksi (action programs) yang harus kita laksanakan dari tingkat lokal, nasional, hingga global.
Pertama, kita harus menggunakan air untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan kegiatan lainnya secara lebih hemat dan efisien. Selain itu, keadilan dalam penggunaan air (water-use equity) antar warga dalam suatu negara maupun antar bangsa di dunia harus ditegakkan. Pasalnya, warga dunia yang kaya umumnya menggunakan air (water footprint) jauh lebih tinggi ketimbang yang miskin. Sepuluh negara dengan penggunaan air terbesar di dunia adalah: India (1.564 km3/tahun), China (1.428 km3/tahun), AS (998 km3/tahun), Brazil (584 km3/tahun), Indonesia (431 km3/tahun), Pakistan (384 km3/tahun), Rusia (335 km3/tahun), Nigeria (309 km3/tahun), Thailand (268 km3/tahun), dan Meksiko (238 km3/tahun) (Mekonnen and Hoekstra, 2011).
Kedua, stop mencemari sungai, danau, waduk, air tanah, dan laut, dengan menerapkan zero-waste technology, teknologi 3 R (Reuse, Reduce, dan Recycle), dan teknologi pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan perairan.
Ketiga, merehabilitasi dan merawat sumber-sumber air yang telah rusak. Ini termasuk sumber-sumber air di hulu sungai dan air tanah; serta sungai, danau, dan waduk yang mengalami pendangkalan dan pencemaran.
Keempat, kurangi dan kendalikan penggunaan air tanah dangkal maupun air tanah dalam untuk mencegah penurunan water table dan land subsidence, khsusunya di wilayah perkotaan dan pemukiman padat penduduk.
Kelima, tingkatkan penampungan dan penggunaan air hujan, daur ulang air limbah non-B3 dan limbah cair (sewage) perkotaan, dan desalinasi (mengubah air laut menjadi air tawar) untuk menigkatkan ketersediaan air tawar bagi keperluan rumah tangga, pertanian, dan lainnya. Sekaligus, mengurangi tekanan penggunaan air tanah.
Keenam, rehabilitasi dan perawatan ekosistem hutan, dan perbaikan pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Ini sangat urgen untuk memastikan bahwa fungsi hidro-orologis (penyediaan air di kala kemarau, dan pengendalian banjir saat musim penghujan) dari ekosistem hutan dan sungai berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Ketujuh, peningkatan kesadaran dan kapasitas pemerintah, swasta, dan masyarakat di dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Kedelapan, penguatan dan pengembangan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan menghormati dalam pengelolaan sumber daya air untuk kesejahteraan bersama secara berkelanjutan.
Mengakhiri pandangannya, Prof Rokhmin berharap World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali pada 18 – 25 Mei 2024, Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah (event organizer), tetapi juga mampu menggalang bangsa-bangsa dunia untuk berkolaborasi melaksanakan program aksi dalam mengatasi krisis air global dan pengelolaan pemanfaatan sumber saya air secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GNTI)
News
AS-Israel Memanas, JD Vance Ultimatum Tel Aviv Patuhi Kesepakatan Damai dengan Iran
Monitorday.com – Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memasuki fase yang semakin tegang setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel agar mematuhi kesepakatan penghentian konflik dengan Iran yang telah disepakati sebelumnya.
Pernyataan Vance muncul di tengah kekhawatiran Washington terhadap langkah militer Israel yang dinilai berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang diupayakan Amerika Serikat bersama Iran dan sejumlah pihak internasional.
Menurut Vance, Israel perlu mempertimbangkan secara serius posisi Amerika Serikat sebagai sekutu strategis utama yang selama ini memberikan dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada Tel Aviv.
“Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di dunia yang saat ini bersimpati kepada Negara Israel, dan kebetulan ia juga merupakan pemimpin negara adidaya dunia,” kata Vance dalam pengarahan kepada wartawan di Gedung Putih.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Israel seharusnya tidak mengambil langkah yang berpotensi merusak hubungan dengan sekutu terkuatnya. Vance bahkan mengingatkan para pejabat kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memahami realitas geopolitik yang tengah berkembang.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan pemerintah Israel. Sebelumnya, Trump disebut menunjukkan kekecewaan terhadap operasi militer Israel yang masih berlanjut meskipun telah tercapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Washington khawatir eskalasi militer yang terus berlangsung dapat mengancam stabilitas kawasan sekaligus menggagalkan proses diplomasi yang telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran itu semakin besar setelah bentrokan antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat dan berisiko memengaruhi jalannya negosiasi regional.
Dalam sejumlah kesempatan, Vance juga menyoroti ketergantungan Israel terhadap dukungan militer Amerika Serikat, termasuk sistem pertahanan rudal yang selama ini membantu melindungi wilayah Israel dari berbagai ancaman keamanan.
Selain itu, ia mendorong Israel untuk mengurangi aktivitas militernya di Lebanon yang dinilai dapat memperburuk situasi dan menghambat upaya menjaga gencatan senjata yang masih rapuh.
Pengamat menilai perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv semakin terlihat dalam menyikapi konflik dengan Iran. Amerika Serikat lebih menekankan pendekatan diplomasi dan stabilitas kawasan, sementara Israel tetap memandang ancaman Iran sebagai isu keamanan yang membutuhkan respons lebih tegas.
Di tengah dinamika tersebut, hubungan kedua negara masih menjadi faktor penting dalam peta politik Timur Tengah. Namun, pernyataan terbuka dari JD Vance menunjukkan bahwa Washington kini mulai memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel agar sejalan dengan strategi perdamaian yang sedang diupayakan pemerintah Amerika Serikat.
News
Apa Penyebab Mati Lampu Bergilir di Jawa? Simak Penjelasan PLN
Monitorday.com – PT PLN (Persero) akhirnya menjelaskan penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan pelat merah itu menyebut gangguan teknis pada operasional pembangkit menjadi faktor utama berkurangnya pasokan listrik ke sistem.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan terdapat kendala teknis yang menyebabkan dua unit pembangkit besar tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik.
“Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).
Meski demikian, Gregorius memastikan sistem kelistrikan Jawa secara umum masih beroperasi dalam kondisi terkendali. Namun, untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah terdampak.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya sementara untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik selama proses pemulihan berlangsung.
PLN saat ini terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan berbagai penyesuaian operasi sistem guna mempercepat normalisasi layanan. Perusahaan juga berkoordinasi secara intensif untuk memastikan gangguan dapat segera diatasi.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan sistem,” kata Gregorius.
Rangkaian pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini turut menjadi perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Abdul Muhaimin Iskandar? Wait. Actually Bahlil Lahadalia. Let’s correct.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi tidak disebabkan oleh kelangkaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Ia memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN masih dalam kondisi aman.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Bahlil mengungkapkan pemerintah bersama PLN terus melakukan langkah percepatan pemulihan terhadap gangguan yang menyebabkan pemadaman di sejumlah daerah. Menurutnya, kendala yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh masalah teknis pada beberapa mesin pembangkit.
Ia mengakui proses pemulihan masih berlangsung dan belum sepenuhnya optimal. Namun, pemerintah menargetkan perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin agar layanan listrik kembali normal.
“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya perbaikan yang tengah dilakukan, PLN berharap pasokan listrik di wilayah terdampak dapat pulih secara bertahap dan aktivitas masyarakat kembali berjalan tanpa gangguan.
News
Kemendikdasmen Hadirkan Starlink di Sekolah 3T Nias Utara, Percepat Akses Pendidikan Digital
Monitorday.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemerataan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah menghadirkan layanan internet berbasis Starlink serta dukungan infrastruktur listrik bagi sejumlah sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa akses terhadap listrik dan internet merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki setiap sekolah di Indonesia. Menurutnya, kedua infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pembelajaran di era digital.
“Sekolah yang belum ada internet, kita sambungkan internet. Yang belum ada listrik, kita sambungkan listrik,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau SDN 077279 Siofabanua, Nias Utara, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sebagian besar bantuan telah lebih dahulu direalisasikan oleh tim Kemendikdasmen sebelum dirinya tiba di lokasi. Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program pendidikan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Alhamdulillah, semua sudah ditunaikan oleh tim Kemendikdasmen. Bahkan sudah hadir di sini sebelum saya tiba di Kabupaten Nias Utara,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program pemerataan akses digital, Kemendikdasmen menyalurkan perangkat internet satelit Starlink ke empat sekolah dasar dan tujuh sekolah menengah pertama yang sebelumnya belum memiliki akses internet. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa maupun tenaga pendidik di wilayah 3T.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar Rp25 juta untuk masing-masing sekolah penerima guna mendukung instalasi listrik dan internet. Bantuan tersebut diberikan kepada enam sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar.
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyambut positif program yang dibawa Kemendikdasmen. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah kepulauan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.
“Kedatangan Bapak Menteri membawa banyak oleh-oleh untuk Kabupaten Nias Utara, termasuk Starlink bagi SD dan SMP yang selama ini belum memiliki jaringan internet,” kata Amizaro.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah mulai merasakan manfaat dari hadirnya akses internet dan perbaikan jaringan listrik. Kondisi tersebut dinilai mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan memperluas akses terhadap sumber belajar digital.
Program penyediaan internet dan listrik bagi sekolah-sekolah di Nias Utara menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempersempit kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah 3T. Dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin merata, pemerintah berharap transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
News
Sabar Dulu, Perundingan Damai AS-Iran Ditunda!
Penundaan perundingan AS-Iran di Swiss memperpanjang ketidakpastian geopolitik global, meski tetap terbuka peluang diplomasi dan stabilitas pasokan energi dunia.
Monitorday.com – Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menghadapi tantangan setelah perundingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026 ditunda. Penundaan tersebut memperpanjang ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang selama beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor utama penggerak volatilitas pasar keuangan dan harga energi global.
Penundaan terjadi setelah meningkatnya kembali ketegangan keamanan di kawasan, khususnya menyusul perkembangan konflik yang melibatkan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon. Kondisi tersebut membuat proses negosiasi yang diharapkan menjadi titik awal deeskalasi belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Meski demikian, berbagai pihak menegaskan bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan setelah situasi keamanan lebih kondusif.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menunda keberangkatannya ke Swiss, sehingga pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara belum dapat terlaksana. Di sisi lain, Iran masih menginginkan adanya kepastian mengenai implementasi gencatan senjata dan jaminan keamanan sebelum melanjutkan proses perundingan yang lebih substantif.
Bagi pasar global, penundaan tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Dolar Amerika Serikat masih menjadi aset pilihan (safe haven), sementara pasar saham di sejumlah negara berkembang menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian. Meski demikian, pasar energi menunjukkan respons yang lebih tenang dibandingkan pada awal konflik karena Selat Hormuz tetap terbuka dan jalur distribusi minyak internasional masih beroperasi normal.
Perkembangan ini juga memiliki implikasi bagi Indonesia. Stabilitas harga minyak dunia menjadi faktor penting dalam menentukan biaya impor energi, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Selama pasokan minyak dari kawasan Teluk tidak mengalami gangguan signifikan, tekanan terhadap harga minyak dunia diperkirakan tetap lebih terkendali dibandingkan saat konflik berada pada puncaknya.
Para analis menilai arah pasar dalam beberapa pekan ke depan akan sangat ditentukan oleh keberhasilan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Apabila perundingan berhasil dijadwalkan kembali dan menghasilkan kesepakatan deeskalasi, sentimen positif berpotensi mendorong stabilisasi harga energi, memperbaiki kepercayaan investor, serta mengurangi tekanan terhadap pasar keuangan global. Sebaliknya, apabila ketegangan kembali meningkat, volatilitas di pasar komoditas, valuta asing, dan saham diperkirakan akan tetap tinggi.
News
Mengenal Panda Bonds, Strategi Baru Indonesia Menggalang Dana Murah dari Pasar China
Pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bonds sebagai sumber pembiayaan alternatif berbiaya rendah sekaligus memperluas basis investor global di luar dolar AS.
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara melalui rencana penerbitan Panda Bonds, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang dipasarkan di pasar domestik China. Instrumen ini diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pembiayaan APBN 2026 sekaligus memperkuat diversifikasi sumber pendanaan pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bonds dengan nilai sekitar setara US$1 miliar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis dolar Amerika Serikat, sekaligus memanfaatkan semakin besarnya peran pasar keuangan China dalam sistem keuangan global.
Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan (renminbi). Artinya, investor yang membeli obligasi tersebut berasal dari pasar China, sementara pembayaran kupon maupun pelunasan pokok dilakukan dalam mata uang yuan. Instrumen ini serupa dengan Samurai Bonds di Jepang yang menggunakan yen, Yankee Bonds di Amerika Serikat yang menggunakan dolar AS, maupun Kangaroo Bonds di Australia yang menggunakan dolar Australia.
Pemerintah melihat sejumlah keuntungan dari penerbitan Panda Bonds. Selain membuka akses terhadap basis investor yang sangat besar di China, instrumen ini juga diperkirakan menawarkan biaya pinjaman yang lebih kompetitif. Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, imbal hasil (yield) Panda Bonds berada pada kisaran 2,3–2,5 persen, lebih rendah dibandingkan sebagian instrumen pembiayaan global lainnya. Kondisi tersebut berpotensi membantu pemerintah mengelola biaya bunga utang secara lebih efisien.
Dari sisi strategi fiskal, penerbitan Panda Bonds juga dinilai dapat meningkatkan ketahanan pembiayaan negara. Diversifikasi mata uang pembiayaan akan mengurangi konsentrasi risiko terhadap pergerakan dolar AS serta memperluas akses Indonesia ke berbagai sumber pendanaan internasional. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika volatilitas pasar global meningkat akibat ketidakpastian geopolitik maupun perubahan kebijakan moneter di negara-negara maju.
Selain manfaat finansial, Panda Bonds juga memiliki nilai strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan China. Penerbitan obligasi di pasar domestik China dipandang dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan kedua negara, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.
Pemerintah menargetkan proses penerbitan Panda Bonds dapat direalisasikan pada semester II 2026 setelah rangkaian promosi kepada investor dan penyelesaian persyaratan regulasi di China. Apabila berhasil diterbitkan, Indonesia akan bergabung dengan sejumlah negara dan lembaga internasional yang telah lebih dahulu memanfaatkan pasar obligasi China sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta pasar keuangan global yang semakin terdiversifikasi.
News
Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris, Siswa SD Muhla Curi Perhatian Wamendikdasmen
Monitorday.com – Keberanian tampil di depan umum dan kemampuan berbahasa Inggris yang ditunjukkan para siswa SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Jumat (19/6/2026).
Dalam kunjungannya, Fajar mengaku terkesan melihat para siswa yang tampil percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan baik, termasuk menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bekal penting untuk membentuk generasi unggul dan calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Fajar.
Salah satu siswa yang menarik perhatian adalah Atalia Basani, siswi kelas 6A yang juga dikenal sebagai jurnalis cilik SD Muhla. Dengan penuh percaya diri, Atalia berinteraksi dan menunjukkan kemampuan komunikasinya di hadapan tamu serta peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Penampilan Atalia menjadi gambaran keberhasilan sekolah dalam menumbuhkan keberanian, kemampuan berbicara, dan keterampilan komunikasi sejak usia dini.
Kunjungan Wamendikdasmen kali ini bertujuan meninjau penerapan teknologi pembelajaran sekaligus penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Selama berada di SD Muhla, Fajar berkeliling ke sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung pemanfaatan perangkat digital dalam proses belajar mengajar.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika untuk siswa kelas 4 dan 5. Di kelas tersebut, proses pembelajaran didukung perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang memungkinkan penyampaian materi berlangsung lebih interaktif dan menarik.
Tak hanya meninjau fasilitas, Fajar juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut mencoba dan berani menghadapi tantangan selama proses belajar.
“Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” pesannya.
Semangat yang sama ditunjukkan oleh Airin, salah seorang peserta didik yang mempresentasikan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Presentasi tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan berpikir kritis siswa.
Meski demikian, Fajar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak para siswa untuk tetap rajin belajar, beribadah, serta aktif bersosialisasi di lingkungan sekitar tanpa bergantung pada gawai maupun media sosial.
Keberhasilan model pembelajaran yang diterapkan SD Muhammadiyah Lamongan juga tercermin dari capaian akademiknya. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah tersebut mencapai 90,6. Adapun nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33, sementara Bahasa Indonesia menembus angka 96,33.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara teknologi pembelajaran, metode pengajaran inovatif, dan penguatan karakter mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Kunjungan Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan pun menjadi gambaran bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada pembentukan generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
News
China Dukung Penerbitan Panda Bond, Menkeu: Bukti Tingginya Tingkat Kepercayaan Prospek Ekonomi RI
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan kuat dari People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China untuk merealisasikan rencana penerbitan Panda Bond di pasar keuangan domestik Negeri Tirai Bambu.
Dukungan tersebut diperoleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Beijing. Dalam kunjungan itu, Menkeu melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor guna memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).
Salah satu capaian utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen penuh Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia. Instrumen surat utang berdenominasi yuan itu akan diterbitkan di pasar keuangan China sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pembiayaan nasional.
Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan dukungan yang sangat positif terhadap rencana tersebut, termasuk dalam proses perizinannya.
“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.
Penerbitan Panda Bond, lanjut Purbaya, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan agar tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.
“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.
Menkeu menilai dukungan yang diberikan Pemerintah China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal itu tercermin dari berbagai diskusi konstruktif yang berlangsung selama kunjungan tersebut.
“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Purbaya.
Dalam kesempatan itu, Menkeu juga memaparkan kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional berada dalam kondisi sehat dan berbagai kendala investasi yang sebelumnya menjadi perhatian investor terus dibenahi pemerintah.
“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” ujarnya.
Purbaya menegaskan, langkah memperluas akses pembiayaan dan investasi dari berbagai negara merupakan bagian dari strategi pemerintah yang mengedepankan prinsip non-blok atau non-alignment dalam hubungan ekonomi internasional.
“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya.
News
Kapan Harga Pertamax Akan Turun?
Anjloknya harga minyak dunia membuka peluang penurunan harga Pertamax, namun mekanisme penetapan harga membuat penyesuaian baru berpotensi dilakukan pada awal Juli.
Monitorday.com – Turunnya harga minyak mentah dunia memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan ikut turun? Berdasarkan simulasi harga keekonomian menggunakan kondisi pasar terkini, harga jual Pertamax saat ini diperkirakan masih berada di atas harga ekonominya. Namun, penurunan harga secara resmi diperkirakan baru dapat dilakukan pada evaluasi harga berikutnya pada 1 Juli 2026.
Perhitungan dengan asumsi harga minyak mentah berada di kisaran US$76–80 per barel menunjukkan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp14.600 hingga Rp15.450 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga resmi yang saat ini masih berada di level Rp16.250 per liter, sehingga terdapat selisih sekitar Rp1.000 hingga Rp1.600 per liter. Harga resmi yang berlaku saat ini masih merefleksikan kondisi ketika harga minyak dunia sempat melonjak ke kisaran US$95–100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.
Secara teori, penurunan harga minyak dunia seharusnya ikut menekan biaya produksi BBM. Dengan asumsi harga minyak US$76 per barel, estimasi harga produk berdasarkan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) mencapai sekitar US$86 per barel. Setelah dikonversi menggunakan kurs sekitar Rp17.826 per dolar AS, ditambah biaya distribusi, margin badan usaha, serta komponen pajak, harga jual keekonomian diperkirakan berada di kisaran Rp14.600 per liter. Sementara pada skenario harga minyak US$80 per barel, harga keekonomian diperkirakan sekitar Rp15.450 per liter.
Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang membuat harga BBM belum bisa langsung mengikuti penurunan harga minyak dunia. Pertama, formula penetapan harga BBM nonsubsidi menggunakan sistem rata-rata harga MOPS dalam periode tertentu sehingga bersifat lagging atau tertinggal. Harga yang berlaku pada bulan berjalan dihitung berdasarkan rata-rata harga pada periode 25 bulan sebelumnya hingga 24 bulan berjalan, sehingga perubahan harga minyak hari ini baru akan memengaruhi evaluasi harga bulan berikutnya.
Kedua, badan usaha masih menjual stok BBM yang diperoleh ketika harga minyak dunia berada pada level tinggi selama periode konflik geopolitik beberapa bulan terakhir. Ketiga, pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di atas Rp17.800 per dolar AS turut mengurangi dampak positif dari turunnya harga minyak mentah, karena biaya impor bahan baku tetap relatif tinggi.
Apabila harga minyak dunia mampu bertahan di kisaran US$76–80 per barel hingga akhir Juni dan tidak terjadi lonjakan baru akibat risiko geopolitik, peluang penurunan harga Pertamax pada evaluasi 1 Juli 2026 dinilai cukup besar. Berdasarkan simulasi keekonomian, harga Pertamax berpotensi turun ke kisaran Rp14.500–Rp15.000 per liter, meskipun besaran penyesuaian tetap akan bergantung pada rata-rata harga MOPS, pergerakan kurs rupiah, serta keputusan badan usaha sesuai ketentuan pemerintah.
Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi sinyal positif bahwa penurunan harga minyak dunia mulai membuka ruang bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, mekanisme penetapan harga yang menggunakan rata-rata harga pasar dan mempertimbangkan stabilitas pasokan membuat perubahan harga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan mengikuti siklus evaluasi yang telah ditetapkan pemerintah.
News
Fundamental Indonesia Dinilai Tetap Menjadi Penopang Rupiah
Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan arus modal asing, namun fundamental ekonomi serta ruang kebijakan dinilai masih menjadi modal penting menjaga stabilitas.
Monitorday.com – Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan kuat pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya gejolak pasar keuangan global. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sempat menyentuh level tertinggi secara intraday di kisaran Rp17.680 per dolar AS sebelum bergerak di sekitar Rp17.654,9. Tekanan tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham domestik dan kenaikan imbal hasil obligasi, dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi inflasi yang masih tinggi.
Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal. Penolakan Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian Iran kembali meningkatkan ketegangan geopolitik yang mendorong investor global mengalihkan dana ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Di saat yang sama, sikap Federal Reserve yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi turut memperkuat mata uang dolar dan mempersempit daya tarik imbal hasil aset di negara berkembang.
Di pasar domestik, sentimen juga dipengaruhi oleh arus keluar modal asing setelah peninjauan indeks MSCI pada Mei 2026 yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks global. Kondisi tersebut mendorong aksi jual investor asing di pasar saham. Sepanjang pekan sebelumnya, arus keluar dana asing tercatat mencapai sekitar Rp3,2 triliun, sementara secara akumulatif sejak awal tahun mencapai lebih dari Rp56 triliun. Cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada April 2026 juga menjadi perhatian karena mencerminkan meningkatnya kebutuhan stabilisasi nilai tukar.
Meski demikian, ruang kebijakan Indonesia masih dinilai cukup memadai untuk menjaga stabilitas pasar. Pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kebijakan moneter, termasuk melalui kenaikan suku bunga acuan maupun optimalisasi instrumen stabilisasi rupiah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya tarik aset domestik sekaligus meredam volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.
Di sisi lain, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada tinjauan aksesibilitas pasar 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan nasional. Status tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih dipandang memiliki akses pasar yang kompetitif bagi investor global, sehingga berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Para ekonom menilai pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dibandingkan perubahan fundamental ekonomi domestik. Dengan inflasi yang relatif terkendali, sistem keuangan yang tetap terjaga, serta koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk menghadapi volatilitas eksternal. Apabila ketegangan geopolitik mereda dan arus modal asing mulai kembali masuk, tekanan terhadap rupiah berpotensi berangsur berkurang sehingga stabilitas pasar keuangan nasional dapat kembali menguat.
News
AS-Iran Damai: Harga Minyak Merosot-Selat Hormuz Dibuka
Kesepakatan damai AS-Iran memicu penurunan tajam harga minyak dunia. Analisis dampak pembukaan Selat Hormuz terhadap pasokan global dan implikasinya bagi ekonomi, termasuk di Indonesia.
Monitorday.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan serta membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Mengutip laporan AFP, Kamis (18/6/2026), harga minyak mentah turun lebih dari 3 persen dalam perdagangan internasional. Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan yang telah terjadi sejak kabar kesepakatan damai kedua negara mulai beredar pada akhir pekan lalu.
Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga energi global.
Selama konflik berlangsung, pasar dibayangi kekhawatiran atas kemungkinan terganggunya arus pasokan minyak dunia akibat ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan dapat berdampak signifikan terhadap harga energi internasional.
Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, pasar memperkirakan distribusi minyak dari negara-negara kawasan Teluk akan kembali berjalan normal. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan minyak global dalam beberapa bulan ke depan.
Analis pasar menilai kesepakatan damai antara Washington dan Teheran juga mengurangi premi risiko (risk premium) yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat tingginya ketidakpastian geopolitik.
Selain memberikan sentimen positif bagi pasar energi, penurunan harga minyak berpotensi membantu perekonomian global melalui biaya energi yang lebih rendah. Kondisi ini dapat menekan tekanan inflasi, menjaga biaya transportasi dan logistik, serta membantu mengendalikan biaya produksi di berbagai sektor industri.
Bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, melemahnya harga minyak dunia berpotensi mengurangi beban impor energi dan menekan kebutuhan subsidi maupun kompensasi energi. Namun demikian, penurunan harga minyak global tidak otomatis diikuti oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Harga BBM nasional masih dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan pemerintah, biaya distribusi, serta mekanisme penetapan harga yang berlaku.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati implementasi kesepakatan damai AS-Iran dan perkembangan produksi minyak negara-negara anggota OPEC+ guna mengukur keberlanjutan tren penurunan harga minyak dalam jangka menengah.
Sebelumnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung lebih dari tiga bulan sempat memicu gejolak di pasar energi global. Kekhawatiran terhadap potensi krisis pasokan mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi di sejumlah negara. Tercapainya kesepakatan damai kini menjadi sentimen positif yang memperkuat harapan terhadap stabilitas pasar energi dunia.
