Connect with us

News

Pandangan Prof Rokhmin Soal WWF Bali: Mengelola Air Sebagai Sumber Kehidupan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Guru Besar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan – IPB University, Prof Rokhmin Dahuri mengatakan World Water Forum di Bali menjadi sebuah perhelatan yang patut diapresiasi. Perhlatan ini membahas isu penting soal pengelolaan air sebagai sumber kehidupan.

Apalagi, kata Prof Rokhmin, Air adalah sumber daya alam yang esensial karena semua makhluk hidup memerlukannya untuk bertahan hidup. Selain untuk kebutuhan mendasar seperti minum dan makan, manusia juga membutuhkan air untuk berbagai aktivitas seperti mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.

“Semua aspek kehidupan manusia dan sektor pembangunan seperti pertanian, perikanan, kehutanan, pertambangan, industri manufaktur, dan pariwisata sangat bergantung pada ketersediaan air,” ucap Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GNTI) melalui keterangan yang diterima awak media, Rabu (22/5/2024).

Ketua Dulur Cirebonan ini memaparkan, walaupun 72 persen dari permukaan bumi ditutupi oleh air, hanya 3 persen yang merupakan air tawar (seperti danau, sungai, dan rawa) yang dapat digunakan manusia untuk kebutuhan hidup. Volume total air di bumi mencapai sekitar 1,4 miliar km3, dimana hampir semuanya (97,5 persen) adalah air laut yang bersalinitas tinggi. Hanya 2,5 persen yang merupakan air tawar, namun sebagian besar dari itu (dua per tiga) berbentuk es, terutama di wilayah Antartika dan Greenland.

Lalu, lanjut Prof Rokhmin, sepertiga sisanya hampir semuanya berupa air tanah dalam (groundwater). Sehingga, hanya sedikit sekali porsi air tawar di bumi ini yang terdapat di sungai, danau, dan perairan rawa, yang dapat digunakan dengan mudah untuk menopang kehidupan manusia dan pembangunan.
Sementara itu, sejak tahun 1900, pertambahan penduduk dunia dan pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan konsumsi (penggunaan) air global lebih dari enam kali lipat (UNEP, 2023).

Bagi Prof Rokhmin, kendati proporsi penggunaan air tawar antar sektor pembangunan berbeda dari satu negara ke negara lainnya, sekitar 70 persen pengambilan air dari sungai, danau, dan sumber air alam lainnya secara global digunakan untuk kegiatan pertanian. Sekitar 20 persen untuk industri, dan 10 persen sisanya untuk kegiatan rumah tangga (household activities).

“Lebih dari separuh pengambilan air tawar dari alam secara global terjadi di benua Asia, tempat sebagian besar lahan pertanian beririgasi di dunia. Secara umum, penggunaan air per kapita di negara-negara industri maju jauh lebih tinggi ketimbang di negara-negara berpendapatan menengah dan miskin. Contohnya, penduduk Amerika Serikat menggunakan air tiga kali lipat lebih besar dari pada penduduk Indonesia, dan lima kali lipat penduduk Bangladesh,” papar Prof Rokhmin.

Defisit air
Ketersediaan air tawar dari alam yang terbatas dan kebutuhuannya yang terus meningkat, menempatkan air tawar sebagai SDA yang paling krusial bagi pembangunan berkelanjutan dan kelangsungan hidup manusia. Selain itu, distribusi sumber air tawar di bumi ini juga tidak merata. Di negara-negara atau wilayah dengan curah hujan rendah dan tingkat evaporasi yang tinggi, water scarcity (kelangkaan air) menjadi kendala serius bagi pembangunan ekonomi dan kehidupan manusia.

Wujud nyata dari semakin meningkatknya masalah kelangkaan air adalah semakin banyaknya sungai-sungai yang kering, pendangkalan danau dan waduk, terkurasnya aquifer (air tanah), penurunan muka air tanah (water table), dan semakin susahnya mendapatkan air pada saat musim kemarau. Contohnya, dalam kurun waktu 40 tahun (1966 – 2006) Danau Chad di Afrika Tengah mengalami penyusutan luas permukaan sekitar 95 persen (UNEP, 2006). Dan, permasalahan ini tidak hanya menimpa D. Chad, tetapi terjadi hampir di semua danau di dunia. Di Propinsi Qinhai, China yang dilewati Sungai Kuning (Yellow River), dari 4.077 danau yang ada, 2.000 danau hilang (menjadi daratan) selama 1988 – 2008. Dalam periode yang sama, Propinsi Hebei kehilangan 969 danau dari sebelumnya 1.052 danau.

Danau Chapala, Meksiko, volume airnya susut sebesar 80 persen (Brown, 2008). Di Indonesia sendiri, dari 1.575 danau yang ada hampir semuanya mengalami penyusutan luas, dan 15 danau dalam keadaan kritis. Kelima belas danau itu adalah Danau Toba, Maninjau, Singkarak, Kerinci, Danau Diatas dan Bawah, Rawa Danau, Rawa Pening, Poso, Tondano, Tempe, Matano, Limboto, Mahakam, Sentarum, dan Sentani. Volume air di 7.245 waduk di seluruh dunia mengalami penyusutan cukup signifikan selama 1999 – 2018. Padahal, pada kurun waktu yang sama, kapasitas bendungan bertambah hingga 28.000 m3 per tahun (Nature Communication, 2023).

Banyak sungai utama di dunia, yang dulu airnya mengalir sepanjang tahun dari hulu hingga ke muaranya di laut. Dalam setengah abad terakhir, mengalami kekeringan di musim kemarau atau aliran airnya tidak mencapai laut. Contohnya adalah Sungai Colorado, S. Kuning, Nil, Indus (Pakistan), Gangga, S. Amu Darya dan S. Syr Darya (Asia Tengah), S. Tigris dan S. Euphrates (Turki – Syria – Irak dan bermuara di Teluk Persia), dan S. Mekong dari hulunya di China, melintasi Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam, lalu bermuara di Laut China Selatan.

Masalah defisit air global merupakan akibat dari meningkatkannya permintaan terhadap air tawar secara fenomenal, empat kali lipat dalam setengah abad terakhir. Jutaan sumur irigasi, sumur-sumur di wilayah perkotaan dan pemukiman di seluruh dunia yang jumlahnya terus meningkat, telah mengakibatkan laju pengambilan air tanah melampaui kemampuan pulih (recharge rate) nya. Sehingga, muka air tanah di banyak negara, termasuk di China, India, Amerika Serikat, Indonesia, dan Timur Tengah turun cukup drastis. Selain itu, banyak pula aquifer yang kering, terkuras airnya.

Terkurasnya air aquifer dan penurunan muka air tanah telah berdampak negatif terhadap produksi pangan global. Misalnya, total produksi gandum China pada 2007 menurun 15 persen menjadi 105 juta ton, dari 123 juta ton pada 1997 (USDA, 2007). Kondisi serupa juga terjadi di India, Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Uni Eropa. Oleh karena itu, krisis air global pada gilirannya bisa mengancam ketahanan pangan global.

Penurunan muka air tanah akibat overpumping (pengambilan air tanah secara berlebihan) dan semakin besarnya beban bangunan di wilayah perkotaan, telah menyebabkan penurunan muka tanah (land subsidence) sebesar 3 – 10 mm per tahun di 45 persen wilayah perkotaan di China. Sekitar 6,3 juta km2 lahan pesisir (coastal land) di dunia beresiko mengalami penurunan muka tanah. Selain itu, 44 kota besar pesisir dunia dilanda penurunan muka tanah, dimana 33 kota besar diantaranya berada di benua Asia, termasuk Jakarta, Semarang, dan Surabaya (NUS, 2022).

Di banyak negara, mayoritas penduduknya kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang sehat untuk makan, minum, dan keperluan lainnya. Masalah kelangkaan air telah mengakibatkan dampak buruk bagi sekitar 1,2 milyar penduduk dunia, terutama di Afrika, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan. Lebih dari itu, sekitar 1,6 milyar warga dunia mengalami kesulitan untuk mengambil air tawar yang bersih dan sehat dari sumber air permukaan (sungai dan danau) maupun air tanah (Juniper, 2021).

Permasalahan krisis air global ini diperparah oleh Pemanasan Global. Pasalnya, peningkatan suhu bumi telah menyebabkan peningkatan laju evaporasi, gelombang panas, mengubah pola curah hujan, cuaca ekstrem, melelehnya gunung es dunia di Kutub Utara dan Kutub Selatan, peningaktan muka air laut (sea level rise), pemasaman air laut (ocean acidification), dan banjir serta kekeringan yang ekstrem.

Pencemaran perairan
Krisis air global tidak hanya terkait dengan aspek kuantitas, seperti kelangkaan air, banjir, dan kekeringan, tetapi juga aspek kualitasnya. Tingkat pencemaran ekosistem perairan sungai, danau, waduk, dan air tanah di bergabai belahan dunia semakin meluas dan mencemaskan. Konsentrasi bahan pencemar (pollutant) telah melebihi kapasitas asimilasi (assimilative capacity) banyak perairan sungai, danau, dan bendungan di sebagian besar negara di dunia. Sebut saja, Yellow River, Sungai Mekong, S. Gangga, dan S, Nil. Serta the Great Lakes di AS, Danau Victoria di Afrika, dan Danau Wuhan di China.

Pencemaran sungai, danau, waduk, dan air tanah di Indonesia juga sudah pada tingkat yang membahayakan kelestarian eksosistem perairan dan kehidupan manusia. Bahkan S. Citarum pernah dinobatkan sebagai sungai yang paling tercemar (the most polluted river) di dunia pada 2016 (UNEP dan Bank Dunia, 2017). Paada 2015, sekitar 68 persen dari seluruh sungai di Indonesia menderita pencemaran berat, 24 persen tercemar sedang, 6 persen tercemar ringan, dan hanya 2 persen yang tidak tercemar (KLHK, 2016). Lebih dari 12,7 juta ton limbah setiap tahunnya dibuang ke danau, waduk, dan sungai yang akhirnya menumpuk di wilayah pesisir dan laut (KLHK, 2022).

Berbagai jenis bahan pencemar yang berasal dari limbah industri (seperti logam berat, pewarna, khlorin, dan limbah panas); limbah pertanian (sisa pupuk, pestisida, dan insektisida); limbah rumah tangga (bahan organik, nutrien, dan sampah padat); limbah perkotaan (plastik, kertas, dan sewage); pertambangan (lumpur, tailing, dan logam berat), dan berbagai jenis limbah dari kegiatan manusia serta sektor pembangunan lainnya dibuang ke sungai, danau, waduk, dan laut tanpa diolah (dinetralkan) terlebih dahulu.

Akibatnya, banyak sungai, danau, bendungan, dan perairan laut pesisir di dunia mengalami tingkat pencemaran yang berat hingga sangat berat. Pencemaran tidak hanya mematikan biota dan eksosistem perairan, tetapi juga dapat membahayakan kesahatan manusia, bahkan mengakibatkan kematian manusia yang memanfaatkan perairan itu. Berbagai macam bahan pencemar itu ada yang berupa limbah organik dan limbah anorganik, dan ada yang bersifat B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) dan non-B3.

Jenis limbah anorganik dan B3 (seperti logam berat, pestisida, dan insektisida) dan anorganik pada umumnya sukar atau bahkan tidak bisa terurai (non-degradable) di dalam eksosistem perairan, dan sangat membahayakan bahkan mematikan biota perairan serta manusia melaui aliran bahan pencemar tersebut dalam rantai makanan.

Sementara itu, jenis limbah non-B3, organik, dan nutrien (nitrogen dan fosfor) tidak akan membahayakan ekosistem perairan dan kehidupan manusia, sepanjang jumlah yang dibuang ke dalam suatu ekosistem perairan (polluition load) tidak melampaui kapasitas asimilasinya. Pada umumnya, ekosistem perairan (sungai, danau, bendungan, dan air tanah) yang tercemar berat sampai sangat berat, apalagi tercemar oleh limbah B3, tidak bisa digunakan untuk sumber air minum, makan, mandi, pertanian, dan pariwisata.

Apa yang harus kita lakukan
Kabar baiknya adalah bahwa meskipun banyak ekosistem perairan dan sumber air di dunia yang telah kita manfaatkan secara berlebihan, mencemari, dan tidak berkelanjutan; menurut perhitungan International Geosphere-Biosphere Programme (2020) masih tersedia air tawar di planet bumi ini yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.

Namun, tidak berarti cara-cara kita memanfaatkan sumber daya air secara boros, mencemari, merusak lingkungan, dan tidak berkelanjutan selama ini bisa diteruskan. Sebaliknya, mulai sekarang juga kita mesti melakukan transformasi untuk merawat sumber-sumber air di bumi ini dan memanfaatkannya secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu, ada delapan program aksi (action programs) yang harus kita laksanakan dari tingkat lokal, nasional, hingga global.

Pertama, kita harus menggunakan air untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan kegiatan lainnya secara lebih hemat dan efisien. Selain itu, keadilan dalam penggunaan air (water-use equity) antar warga dalam suatu negara maupun antar bangsa di dunia harus ditegakkan. Pasalnya, warga dunia yang kaya umumnya menggunakan air (water footprint) jauh lebih tinggi ketimbang yang miskin. Sepuluh negara dengan penggunaan air terbesar di dunia adalah: India (1.564 km3/tahun), China (1.428 km3/tahun), AS (998 km3/tahun), Brazil (584 km3/tahun), Indonesia (431 km3/tahun), Pakistan (384 km3/tahun), Rusia (335 km3/tahun), Nigeria (309 km3/tahun), Thailand (268 km3/tahun), dan Meksiko (238 km3/tahun) (Mekonnen and Hoekstra, 2011).

Kedua, stop mencemari sungai, danau, waduk, air tanah, dan laut, dengan menerapkan zero-waste technology, teknologi 3 R (Reuse, Reduce, dan Recycle), dan teknologi pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan perairan.

Ketiga, merehabilitasi dan merawat sumber-sumber air yang telah rusak. Ini termasuk sumber-sumber air di hulu sungai dan air tanah; serta sungai, danau, dan waduk yang mengalami pendangkalan dan pencemaran.

Keempat, kurangi dan kendalikan penggunaan air tanah dangkal maupun air tanah dalam untuk mencegah penurunan water table dan land subsidence, khsusunya di wilayah perkotaan dan pemukiman padat penduduk.

Kelima, tingkatkan penampungan dan penggunaan air hujan, daur ulang air limbah non-B3 dan limbah cair (sewage) perkotaan, dan desalinasi (mengubah air laut menjadi air tawar) untuk menigkatkan ketersediaan air tawar bagi keperluan rumah tangga, pertanian, dan lainnya. Sekaligus, mengurangi tekanan penggunaan air tanah.

Keenam, rehabilitasi dan perawatan ekosistem hutan, dan perbaikan pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Ini sangat urgen untuk memastikan bahwa fungsi hidro-orologis (penyediaan air di kala kemarau, dan pengendalian banjir saat musim penghujan) dari ekosistem hutan dan sungai berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Ketujuh, peningkatan kesadaran dan kapasitas pemerintah, swasta, dan masyarakat di dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Kedelapan, penguatan dan pengembangan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan menghormati dalam pengelolaan sumber daya air untuk kesejahteraan bersama secara berkelanjutan.

Mengakhiri pandangannya, Prof Rokhmin berharap World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali pada 18 – 25 Mei 2024, Indonesia tidak hanya sukses sebagai tuan rumah (event organizer), tetapi juga mampu menggalang bangsa-bangsa dunia untuk berkolaborasi melaksanakan program aksi dalam mengatasi krisis air global dan pengelolaan pemanfaatan sumber saya air secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GNTI)

Continue Reading
1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Naik Transportasi Jakarta Cuma Rp1 pada 17 Agustus

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan kado khusus bagi warga ibu kota saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh transportasi umum yang dikelola Pemprov DKI akan dikenakan tarif hanya Rp1 pada 17 Agustus 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh moda transportasi yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Semua transportasi pada tanggal 17 Agustus, yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, bayarnya hanya Rp1 rupiah saja,” kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8), dikutip dari Antara.

Pramono menyebut tarif khusus tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus kado bagi masyarakat Jakarta dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kebijakan tarif Rp1 juga diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi publik untuk bepergian selama momentum perayaan kemerdekaan.

“Saya memutuskan untuk memberikan kado semua transportasi pada tanggal 17 Agustus yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.

Dengan kebijakan ini, warga Jakarta dapat menikmati layanan transportasi umum milik Pemprov DKI dengan tarif simbolis hanya Rp1 sepanjang 17 Agustus 2026.

Continue Reading

News

Turki: Pakta Mekkah Tak Targetkan Iran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Turki menegaskan Pakta Pertahanan Bersama Mekkah bersama Arab Saudi dan Pakistan tidak dibentuk untuk menghadapi Iran maupun negara tertentu lainnya.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan tidak ada negara yang secara tertulis ditetapkan sebagai ancaman bersama dalam pakta pertahanan trilateral tersebut.

“Tidak ada ancaman bersama yang kami tuangkan secara tertulis,” kata Fidan kepada Anadolu Agency, Sabtu (8/8).

Fidan menegaskan pakta tersebut tidak ditujukan untuk negara mana pun yang tidak menyerang salah satu anggota. Menurutnya, pembahasan mengenai kerja sama pertahanan itu bahkan telah berlangsung jauh sebelum pecahnya perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Ia juga menepis anggapan bahwa Turki, Arab Saudi, dan Pakistan memiliki agenda ekspansionis.

“Mereka adalah negara-negara yang peduli dengan perbatasan mereka sendiri, masalah mereka sendiri, dan pembangunan mereka,” ujar Fidan.

Ketiga negara, lanjut dia, justru ingin menjaga hubungan baik dengan negara-negara di sekitarnya dan berkontribusi positif terhadap stabilitas kawasan.

Fidan menekankan pakta tersebut bersifat defensif, bukan ofensif.

“Ini berorientasi pada pertahanan, bukan serangan dan bukan pula pendekatan ofensif,” katanya.

Ia menambahkan, aliansi tersebut tidak akan memiliki konflik dengan negara mana pun selama tidak ada serangan terhadap salah satu anggotanya, baik dari dalam maupun luar kawasan.

Fidan menyebut pembentukan pakta tersebut sebagai momen bersejarah sekaligus salah satu tonggak penting dalam kebijakan luar negeri Turki di bawah pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pakta Mekkah menjadi sorotan karena memiliki mekanisme pertahanan bersama yang menyerupai NATO. Dalam NATO, serangan terhadap satu anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Prinsip serupa tercantum dalam Pakta Pertahanan Bersama Mekkah. Serangan terhadap salah satu dari Turki, Arab Saudi, atau Pakistan akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiga negara.

Pembentukan pakta ini berlangsung di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran. Arab Saudi juga sempat terlibat dalam ketegangan dengan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Riyadh sendiri merupakan salah satu sekutu penting Washington di Timur Tengah. Namun, Fidan menegaskan posisi tersebut tidak mengubah karakter pakta Mekkah yang diklaim berorientasi pada pertahanan dan tidak diarahkan terhadap negara tertentu.

Continue Reading

News

Jaga Ketahanan Energi Nasional di Tengah Gejolak Geopolitik

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Konflik Timur Tengah yang belum mereda membuat jalur energi global kembali berada dalam tekanan. Selat Hormuz masih belum aman dilalui, sementara ancaman kelompok Houthi di Yaman turut membayangi jalur Bab el-Mandeb.

Dua selat strategis itu menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Hormuz mengalirkan sekitar 20-25% pasokan minyak global, sedangkan Bab el-Mandeb menjadi jalur bagi sekitar 10-12% pasokan minyak dunia.

Gangguan di dua jalur tersebut berisiko mengerek harga minyak sekaligus mengganggu rantai pasok energi, termasuk ke Indonesia.

Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) pun mulai mengubah strategi. Ketergantungan terhadap pasokan dari Timur Tengah dikurangi dengan memperluas sumber impor ke Amerika Serikat, Afrika, Asia, dan negara-negara ASEAN.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga meminta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) memprioritaskan minyak mentah domestik untuk memasok kilang nasional. Operasi kilang dioptimalkan, sementara sumber alternatif LPG terus dicari.

Pertamina pun bergerak memperlebar jaringan pemasok hingga ke Afrika. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan BBM dan LPG dalam negeri tetap aman meski jalur pelayaran utama terganggu.

Presiden Prabowo Subianto menilai pengelolaan energi nasional masih mampu menjaga Indonesia dari kepanikan di tengah gejolak geopolitik.

“Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool,” kata Prabowo dalam acara peluncuran dan bedah buku di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (7/8).

Prabowo menyebut kinerja Kementerian ESDM dan Pertamina menjadi salah satu faktor yang membuat pasokan energi nasional tetap terjaga.

“Juga karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih tidak naikkan,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi juga menilai langkah diversifikasi Pertamina mulai membuahkan hasil. Menurutnya, perusahaan telah mencari pasokan alternatif dari Afrika hingga Amerika untuk mengantisipasi gangguan dari kawasan konflik.

Ia mengakui sempat terjadi keterlambatan distribusi pada awal konflik akibat terganggunya rantai pasok. Namun, kondisi tersebut kini mulai stabil.

“Namun sekarang sudah stabil pengirimannya,” ujar Bambang, Senin (3/8).

Menurut dia, persoalan yang sempat memicu antrean BBM juga telah ditangani. Stok BBM saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengamat energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Pertamina masih mampu menjaga pasokan energi nasional di tengah meningkatnya risiko geopolitik.

“Penilaian saya, Pertamina masih mampu menjaga pasokan agregat,” kata Yayan, Senin (27/7).

Namun, ia mengingatkan strategi pengadaan minyak mentah dan BBM jadi tidak bisa disamakan. Keduanya memiliki karakteristik risiko dan rantai pasok yang berbeda.

Untuk BBM jadi, Yayan mendorong pemerintah memperkuat jalur Singapura-Malaysia-India. Rute tersebut dinilai lebih aman karena tidak melewati Selat Hormuz dan sudah terhubung dengan rantai pasok Indonesia.

“Prioritas pertama perdalam poros Singapura-Malaysia-India untuk bensin. Rute ini tidak melewati Hormuz, waktu tunggunya pendek, dan kontraknya sudah ada,” ujarnya.

Untuk minyak mentah, Nigeria dan Angola dinilai menjadi alternatif utama pasokan dari Timur Tengah. Amerika Serikat dan Brasil dapat menjadi sumber cadangan, meski waktu pengirimannya relatif lebih panjang.

Selain memburu sumber impor baru, Pertamina memperkuat pasokan dari dalam negeri.

Hingga semester I 2026, produksi migas Pertamina Hulu Energi (PHE) mencapai 935 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka itu terdiri atas produksi minyak 459 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Sepanjang Januari-Juni 2026, PHE menyelesaikan 278 pengeboran sumur eksploitasi, 601 kegiatan workover, serta 13.870 kegiatan well service.

Di sektor eksplorasi, PHE telah menyelesaikan sembilan sumur eksplorasi hingga Juni 2026. Perusahaan juga melakukan survei seismik 2D sepanjang 189 kilometer dan survei 3D seluas 2.848 kilometer persegi.

Kegiatan tersebut menghasilkan penemuan sumber daya kontingen 2C sebesar 108 juta barel setara minyak (MMBOE) serta tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 24,9 MMBOE.

PHE juga memperluas jejak eksplorasinya melalui akuisisi wilayah kerja baru dan kerja sama dengan perusahaan energi global, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, dan Woodside.

Sepanjang 2023-2026, PHE memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, yakni Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang. PHE juga mendapatkan Blok SK-510 di Malaysia.

Pertamina tak hanya menggenjot produksi domestik. Perusahaan juga menjalankan strategi Bring Barrel Home, yakni membawa minyak mentah hasil produksi aset luar negeri ke Indonesia untuk diolah di kilang dalam negeri.

Skema tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembelian minyak mentah dari pihak lain sekaligus mengamankan pasokan kilang nasional.

Terbaru, PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengirim sekitar 450 ribu barel minyak mentah dari Lapangan Menzel Lejmat, Aljazair, menuju Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Pertamina saat ini juga mengembangkan aset hulu migas di sejumlah negara, termasuk Aljazair, Malaysia, Irak, Nigeria, Gabon, dan Tanzania.

Di tengah ancaman gangguan jalur energi global, strategi Pertamina kini bertumpu pada tiga langkah: memperluas sumber impor, menggenjot produksi domestik, dan membawa pulang minyak dari aset luar negeri. Tujuannya satu, menjaga pasokan energi Indonesia tetap aman ketika jalur minyak dunia semakin penuh risiko.

Continue Reading

News

Gebrakan BGN Tata Kelola MBG, Apa Saja?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggeber pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah langkah baru disiapkan, mulai dari memperketat pengawasan dapur, memasang CCTV terintegrasi, membatasi waktu konsumsi makanan, hingga menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak memenuhi standar higiene.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan Presiden Prabowo Subianto memintanya berani menghadapi persoalan di tubuh lembaga tersebut, bukan menghindarinya.

“Pak Presiden satu arahan. You have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan. Caranya bagaimana? Love your people and use your common sense,” ujar Sudaryono di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

Prabowo, kata Sudaryono, juga menargetkan BGN mampu bekerja secara efektif, efisien, dan cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Tak Lagi Bergantung pada Individu

Sudaryono menilai pembenahan harus dimulai dari sistem kerja. Ia ingin tata kelola BGN tidak lagi bergantung pada individu tertentu, melainkan berjalan berdasarkan sistem yang transparan dan terukur.

“Yang tadinya mungkin manual tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system. Trust in system,” katanya.

Setiap pekerjaan, lanjut dia, harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis, serta sistem yang telah dibangun. BGN juga membuka ruang bagi masukan dari pegawai internal, mitra, masyarakat, hingga media sebagai bahan evaluasi.

Pejabat BGN Wajib Turun ke Daerah

Pengawasan MBG tak lagi hanya berpusat di Jakarta. BGN membagi wilayah kerja kepada pejabat eselon I dan II untuk memastikan pelaksanaan program terpantau hingga tingkat daerah.

Pejabat eselon I akan mengampu sejumlah provinsi, sedangkan pejabat eselon II bertanggung jawab atas sejumlah kabupaten.

“Dapur itu kan nggak ada di gedung ini. Dapur itu ada di daerah-daerah. Jadi kami telah membagi eselon 1, eselon 2 dan di bawahnya, membagi habis provinsi dan membagi habis kabupaten,” ujar Sudaryono, Jumat (7/8).

Dengan skema tersebut, para pejabat tidak hanya menjalankan fungsi struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab kewilayahan.

CCTV Bakal Pantau Semua Dapur

BGN juga menyiapkan CCTV yang terhubung ke kantor pusat untuk mengawasi aktivitas seluruh dapur MBG.

Sistem itu nantinya memungkinkan pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari pusat hingga tingkat kecamatan. Dengan begitu, aktivitas SPPG dapat dipantau secara langsung.

“Kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat. Itu juga salah satu fungsi pengawasan yang kami ingin capai ke sana,” kata Sudaryono.

Sambil menunggu sistem CCTV terintegrasi, seluruh dapur MBG diwajibkan menggunakan pencatatan digital atau logbook POP. Sistem tersebut merekam seluruh tahapan pengolahan makanan, dari bahan baku tiba, proses memasak, pendinginan, pengemasan, pengiriman, hingga makanan diterima sekolah.

Makanan MBG Wajib Habis dalam 4 Jam

BGN juga memperketat batas waktu konsumsi makanan MBG. Makanan wajib dikonsumsi maksimal empat jam setelah selesai dimasak.

Setiap ompreng akan diberi label batas waktu konsumsi. Jika makanan telah melewati batas tersebut, siswa dianjurkan tidak mengonsumsinya.

Kebijakan ini diambil setelah BGN mengevaluasi sejumlah kasus dugaan keracunan MBG, termasuk kasus di Jayapura.

Sudaryono mencontohkan makanan dalam kasus tersebut mulai dimasak sekitar pukul 19.00, tetapi baru tiba di sekolah sekitar pukul 11.00 keesokan harinya. Rentang waktu yang terlalu panjang itu dinilai menjadi salah satu faktor risiko.

Sekolah Elite Mulai Disisir

BGN juga melakukan refocusing penerima manfaat MBG. Ratusan sekolah swasta yang dikategorikan elite disebut telah menyatakan tidak membutuhkan program tersebut.

BGN masih menghitung dampak penataan ulang itu terhadap jumlah penerima manfaat. Sudaryono belum membeberkan angka final karena proses pendataan masih berlangsung.

“Kami komunikasikan dengan kepala sekolah, dengan orang tua, dengan komite sekolah. Ada beberapa sekolah, ada sekian ratus yang sudah menyatakan tidak perlu,” ujarnya.

Menurut dia, sekolah swasta dengan biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu kelompok yang dinilai tidak membutuhkan MBG sehingga sasaran program dapat dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

Dapur Tanpa SLHS Terancam Tutup Permanen

BGN juga memasang batas tegas bagi dapur MBG yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Seluruh SPPG yang belum memiliki sertifikat tersebut diberi waktu hingga 10 Agustus 2026 untuk menyelesaikan proses pengurusan. Jika tetap beroperasi tanpa memenuhi persyaratan, dapur akan ditutup permanen.

“SLHS ini bukan soal baik atau cukup, ini antara nol atau satu. Memenuhi persyaratan SLHS atau tidak. Kalau enggak, tutup permanen,” tegas Sudaryono, Rabu (5/8).

Ia menekankan SLHS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan syarat mutlak untuk memastikan standar higiene dan sanitasi dapur MBG terpenuhi.

Orang Tua Bakal Bisa Pantau Menu

Pengawasan MBG juga akan diperluas ke publik. BGN tengah menyiapkan aplikasi yang memungkinkan orang tua memantau menu makanan yang diterima anak mereka.

Melalui sistem tersebut, orang tua dapat mengetahui sekolah anak, menu harian, kandungan gizi, dapur yang memasak makanan, hingga kepala SPPG yang bertanggung jawab.

Akses akan dilakukan melalui sistem dengan memasukkan NIK anak sebagai bagian dari proses verifikasi. Informasi tersebut nantinya juga dapat diakses guru, kepala sekolah, serta instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

“Orang tua siswa bisa mengakses by system itu kemudian anaknya sekolah di mana, sekolah itu dapat makan MBG yang menunya apa dan kemudian menu itu dimasak di dapur yang mana dan kepala SPPG-nya siapa,” ujar Sudaryono, Senin (27/7).

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan BGN tengah mengubah pola pengelolaan MBG dari sekadar mengejar penyaluran menjadi memperketat pengawasan, memperkuat sistem, dan memastikan program berjalan lebih tepat sasaran.

Continue Reading

News

Perkuat Dukung Palestina, Indonesia Usulkan 5 Langkah Konkret

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya diplomatik untuk mendukung kemerdekaan Palestina, menegakkan hukum internasional, serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, Rabu (05/08/2026).

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir yang hadir mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al Aqsa, dan Tepi Barat, tidak boleh dibiarkan dan dinormalisasi.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Al Haram Al Syarif, serta kemerdekaan Negara Palestina sesuai dengan hukum internasional.

“Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah. Perpecahan adalah celah yang selalu dimanfaatkan oleh Israel,” tegas Wamenlu.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Indonesia mengusulkan lima langkah konkret, yaitu membangun strategi bersama di atas persatuan, mengambil langkah untuk menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional, memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina, memperkuat upaya pelindungan terhadap Masjid Al Aqsa, serta mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, dan mandat UNRWA.

Langkah tersebut merupakan bentuk penerjemahan sikap tegas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia.

Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan masyarakat internasional, termasuk negara-negara Global South, untuk membangun koalisi yang lebih kuat dalam mendukung Palestina.

“Global South bersama kita. Bahkan negara-negara yang selama ini dekat dengan Israel telah menjatuhkan sanksi kepada pemukim warga Israel di Tepi Barat,” ucap Wamenlu.

Pertemuan Tingkat Menteri di Amman dihadiri para Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, dan pejabat dari sejumlah Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, dan Qatar, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.

Pertemuan tersebut menyepakati Joint Statement yang antara lain mendukung penguatan institusi Palestina di Yerusalem, menolak tindakan unilateral berupa pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem, serta mendorong kampanye media untuk menyebarluaskan dampak tindakan Israel terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional. 

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Raih Penghargaan Popular Government Institution Award 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meraih Popular Government Institution Award 2026 dalam ajang 7th Indonesia Public Relations Summit (IPRS) 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja komunikasi publik kementerian yang dinilai aktif, adaptif, dan informatif.

Usai menerima penghargaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komunikasi publik di era digital tak lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, pemahaman, dan memperkuat persatuan.

Menurutnya, derasnya arus informasi membuat komunikator publik harus mampu membedakan “noise” dan “voice”. “Kita harus mampu membedakan mana yang sekadar kegaduhan untuk menarik perhatian dan mana yang benar-benar menjadi suara substantif yang bisa menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menekankan komunikasi publik harus berlandaskan akurasi, integritas, dan tanggung jawab untuk menangkal misinformasi serta disinformasi. Ia juga mengingatkan bahwa komunikasi yang baik harus mengedepankan empati dan tidak mengorbankan martabat seseorang demi menarik perhatian publik.

Selain kemampuan berbicara, Abdul Mu’ti menilai kemampuan deep listening atau mendengarkan secara mendalam sama pentingnya dalam membangun komunikasi yang efektif. Menurutnya, empati tercermin bukan hanya dari cara menyampaikan pesan, tetapi juga dari kemampuan memahami lawan bicara.

Sementara itu, Founder dan CEO The Iconomics Bram S. Putro mengatakan IPRS 2026 mengusung tema “Komunikasi Empati, Narasi, dan Strategi” sebagai respons atas tantangan komunikasi di era keterbukaan informasi. Menurutnya, empati menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan publik, mengelola krisis, dan menciptakan hubungan yang lebih bermakna.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Kemendikdasmen membangun komunikasi publik yang terbuka, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Continue Reading

News

Wamendikdasmen Dorong Satuan Pendidikan Bertransformasi Hadapi Perubahan Demografi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perubahan demografi, tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS), serta dinamika penyelenggaraan pendidikan menjadi tantangan yang harus dijawab oleh setiap satuan pendidikan di Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong satuan pendidikan terus bertransformasi dengan menempatkan peningkatan mutu sebagai fokus utama pengembangannya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, saat memberikan arahan kepada para kepala sekolah, guru, dan pengelola satuan pendidikan di SMA Muhammadiyah 2 Cisaat, Jawa Barat, Rabu (5/8). Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini menuntut sekolah tidak lagi hanya berorientasi pada jumlah peserta didik, tetapi mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

“Era kita mengejar kuantitas sudah berlalu. Sekarang saatnya kita bergerak menuju mutu. Setiap satuan pendidikan harus memiliki visi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya belajar yang lebih baik,” ujar Fajar.

Fajar menegaskan bahwa transformasi satuan pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan. Kepala sekolah dituntut memiliki visi yang jelas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun kolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan dalam menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas.

Selain kepemimpinan sekolah, kualitas guru juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan kompetensi pendidik melalui berbagai kebijakan dan program peningkatan kapasitas agar mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan peserta didik yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menyoroti masih tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS), khususnya di Provinsi Jawa Barat yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah ATS terbesar di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak anak memperoleh kembali haknya untuk belajar. Pendidikan tidak hanya bertumpu pada jalur formal. 

Semua jalur pendidikan perlu dioptimalkan agar anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat kembali belajar sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Untuk memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen terus mengembangkan berbagai layanan, termasuk pendidikan nonformal dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sehingga pendidikan dapat menjangkau peserta didik dengan kondisi dan latar belakang yang beragam.

Fajar menambahkan bahwa satuan pendidikan swasta memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut. Pemerintah pun terus memperkuat kolaborasi dengan penyelenggara pendidikan masyarakat agar semakin banyak praktik baik yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan penyempurnaan sejumlah kebijakan, termasuk melalui pembahasan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Salah satu arah pembaruan tersebut adalah memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, sehingga setiap satuan pendidikan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Menutup arahannya, Fajar menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, organisasi penyelenggara pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin bermutu.

“Kalau kita ingin mutu pendidikan meningkat, maka kita harus bergerak bersama. Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan, tetapi keberhasilannya ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik bagi anak-anak Indonesia,” tutup Fajar.

Continue Reading

News

Gagal Gulingkan Rezim Iran, Bos Mossad Pecat 2 Pejabat Senior

Dua pejabat senior Mossad dipecat oleh Kepala Roman Gofman menyusul kegagalan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Rencana mobilisasi kelompok minoritas dan provokasi protes massal tidak mencapai target.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kepala badan intelijen Israel, Mossad, Roman Gofman, memecat dua pejabat senior menyusul kegagalan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Laporan Channel 12 dan Haaretz menyebut salah satu pejabat yang dicopot menjabat sebagai Kepala Direktorat Intelijen Mossad sejak Desember. Sementara satu pejabat lainnya memimpin divisi Iran di badan intelijen tersebut.

Mengutip Al Jazeera, kedua pejabat itu disebut menyusun rencana tertulis untuk menggulingkan kepemimpinan Iran dengan memobilisasi kelompok-kelompok minoritas agar melancarkan pemberontakan. Mereka juga dituduh merancang strategi memicu gelombang protes massal guna menjatuhkan pemerintahan Ayatollah.

Pemecatan ini terjadi ketika operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak Februari belum menghasilkan target utama, yakni menggulingkan rezim di Teheran.

Di tengah kebuntuan tersebut, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata, meski pertempuran kembali pecah dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan. Namun, Teheran membantah tengah membuka kembali perundingan dengan Washington.

Trump juga kembali mengancam Iran dengan serangan besar-besaran jika pemerintahan Ayatollah Mojtaba Khamenei tetap menolak bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Continue Reading

News

Kemenkeu Tunda Pajak Marketplace, Kenapa?

Kementerian Keuangan menunda penerapan PPh Pasal 22 melalui marketplace. Penundaan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah resmi menunda penerapan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 melalui marketplace yang semula dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Penundaan dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kebijakan tersebut belum akan diberlakukan dalam waktu dekat meski seluruh regulasi pendukung telah disiapkan.

“Penerapan pajak online mungkin kita tunda, tidak Agustus ini mulai berjalan,” kata Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah tidak ingin kebijakan perpajakan justru menghambat konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

“Saya selalu bilang, kalau daya beli ekonominya sudah membaik,” ujarnya saat menjelaskan syarat implementasi kebijakan tersebut.

Meski demikian, Kementerian Keuangan belum menetapkan jadwal baru pemberlakuan aturan tersebut. Pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi ekonomi sebelum memutuskan waktu pelaksanaannya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk empat penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sebagai pemungut PPh Pasal 22, yakni Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Penunjukan itu efektif berlaku mulai 1 Agustus 2026 sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.

Melalui aturan tersebut, marketplace yang ditunjuk diwajibkan memungut, menyetor, dan melaporkan PPh Pasal 22 atas penghasilan pedagang dalam negeri yang bertransaksi di platform mereka.

Pemerintah menegaskan PMK Nomor 37 Tahun 2025 tidak menciptakan jenis pajak baru. Regulasi tersebut hanya mengubah mekanisme pemungutan, dari sebelumnya disetor sendiri oleh pedagang menjadi dipungut langsung oleh marketplace untuk menyederhanakan administrasi dan meningkatkan kepatuhan pajak di sektor ekonomi digital.

Dalam aturan itu, tarif PPh Pasal 22 ditetapkan sebesar 0,5 persen dari nilai peredaran bruto yang tercantum dalam dokumen tagihan, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Pemungutan dilakukan saat pembayaran diterima melalui rekening escrow milik marketplace.

PMK tersebut juga memberikan pengecualian bagi pelaku usaha mikro. Wajib pajak orang pribadi dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tidak dikenai pemungutan PPh Pasal 22, sepanjang telah menyampaikan surat pernyataan kepada marketplace bahwa omzetnya tidak melebihi batas tersebut.

Selain itu, sejumlah transaksi juga dikecualikan dari pemungutan, antara lain penjualan pulsa dan kartu perdana, jasa ekspedisi mitra aplikasi, transaksi yang memiliki surat keterangan bebas pemungutan, serta beberapa transaksi khusus lainnya.

Dengan penundaan ini, pemungutan PPh Pasal 22 melalui marketplace belum akan diterapkan hingga pemerintah menilai kondisi konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat telah cukup kuat untuk mendukung implementasinya.

Continue Reading

News

Prabowo: Peningkatan Investasi Pendidikan Dorong Riset dan Inovasi

Presiden Prabowo menekankan investasi di sektor pendidikan sebagai kunci utama pendorong riset dan inovasi. Ini juga mempersiapkan generasi penerus yang unggul.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan merupakan fondasi utama untuk mendorong lahirnya inovasi, riset, dan berbagai terobosan yang akan menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan taklimat dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (06/08/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih berada di bawah sejumlah negara. Meski demikian, Presiden Prabowo meminta agar hasil tersebut dipandang sebagai bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

“Kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi, habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka, dalam membaca, dalam matematik, dan sebagainya,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia jauh lebih kompleks dibandingkan banyak negara lain karena luas wilayah dan besarnya jumlah satuan pendidikan yang harus dilayani. Dengan ratusan ribu sekolah yang tersebar hingga daerah pegunungan, pulau-pulau terluar, dan wilayah terpencil, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

“Indonesia punya 388 ribu sekolah, kalau tidak salah nanti dicek. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar, jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia. Jangankan Indonesia, mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil,” imbuh Kepala Negara.

Kepala Negara menilai bahwa kemajuan riset dan inovasi tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan investasi di sektor pendidikan sebagai prioritas strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghasilkan berbagai penemuan, inovasi, dan paten yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Untuk mencapai tingkat inovasi, untuk mencapai tingkat terobosan, untuk mencapai tingkat penemuan-penemuan, paten-paten, dan sebagainya, itu dasarnya pendidikan, dan inilah saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita,” jelas Presiden Prabowo.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala Negara mengungkapkan sejumlah langkah yang tengah dipersiapkan pemerintah, mulai dari memperbaiki kondisi fisik sekolah hingga membangun sekolah-sekolah unggulan bagi peserta didik berprestasi. Sekolah unggulan tersebut akan menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar lulusannya memiliki standar pendidikan yang setara dengan institusi terbaik di dunia dan mampu bersaing untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka dunia.

“Kita kerja sama, kita undang universitas-universitas terbaik di dunia, kerja sama dengan universitas kita di sini. Entah joint, entah KSO (Kerja Sama Operasi), entah. Jadi kita ada dua cara,” imbuh Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Di sisi lain, Kepala Negara mengakui bahwa investasi Indonesia di bidang riset dan pengembangan masih belum optimal sehingga perlu terus ditingkatkan.

“Tapi ini investasi jangka panjang. Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research dan development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya. Ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu,” ujar Kepala Negara.

Untuk mendukung peningkatan investasi di bidang pendidikan dan riset, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan negara. “Untuk itu tentunya kita perlu dana. Dana itu kita cari. Dana itu dari mana? dari penghematan hal-hal korup, praktek-praktek koruptif, praktek-praktek penipuan, fraudunder-invoicingmismanagement,” pungkas Presiden Prabowo

Continue Reading