Connect with us

News

Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat

Dua masjid di Qusra dan Kour dibakar dalam rangkaian serangan pemukim Israel setelah bentrokan mematikan memperburuk ketegangan di Tepi Barat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemukim Israel dilaporkan menyerang sejumlah desa Palestina dan membakar sedikitnya dua masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Minggu dini hari, 26 Juli 2026. Serangan terjadi di tengah meningkatnya kekerasan setelah bentrokan mematikan di sekitar Desa Tal, barat daya Nablus, yang menewaskan enam orang.

Salah satu masjid yang menjadi sasaran berada di Qusra, sebelah selatan Kota Nablus. Masjid tersebut masih dalam tahap pembangunan dan disebut hampir selesai ketika dibakar. Bangunan mengalami kerusakan akibat api, sementara tulisan berbahasa Ibrani bernada balas dendam ditemukan pada bangunan di sekitar lokasi.

Serangan lain terjadi di Desa Kour, selatan Tulkarem. Pemukim dilaporkan membakar sebuah masjid hingga menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan dan interiornya. Dalam sejumlah laporan, warga dan jemaah berhasil mencegah api menyebar lebih luas setelah mengetahui adanya upaya pembakaran.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung setelah bentrokan pada Jumat, 24 Juli 2026, di sekitar Desa Tal. Empat warga Palestina dan dua warga Israel—yang menurut sejumlah laporan merupakan personel militer atau petugas keamanan setempat—tewas dalam konfrontasi antara pemukim Israel dan penduduk desa. Kronologi kejadian masih diperdebatkan oleh pihak Palestina dan Israel.

Pihak Palestina menilai pembakaran masjid merupakan bagian dari gelombang serangan pemukim yang semakin sistematis terhadap warga, lahan pertanian, rumah, dan tempat ibadah. Sejumlah pejabat Palestina mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan kepada penduduk sipil di wilayah pendudukan.

Militer Israel mengakui terjadinya kekerasan dan menyatakan mengecam serangan terhadap tempat-tempat keagamaan. Aparat Israel menyebut penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran dan perusakan. Namun, kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina berulang kali mempertanyakan lemahnya penegakan hukum terhadap pemukim yang terlibat dalam kekerasan.

Setelah bentrokan di Tal, pemerintah Israel mengerahkan pasukan tambahan, memasang blokade jalan, dan melakukan operasi penangkapan besar-besaran di kawasan Nablus. Lebih dari 100 orang dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut, sementara warga Palestina mengatakan pembatasan pergerakan semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat tajam sepanjang 2026. Data yang dikutip Associated Press menyebut sedikitnya 87 warga Palestina dan tiga warga Israel telah meninggal di wilayah tersebut sejak awal tahun, termasuk warga Palestina yang tewas dalam serangan pemukim.

Sebagian besar masyarakat internasional menilai permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional, sementara Israel menolak pandangan tersebut. Ekspansi permukiman dan serangan terhadap desa Palestina terus meningkatkan kekhawatiran bahwa situasi dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pembakaran dua masjid memperlihatkan bahwa eskalasi di Tepi Barat tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga menyasar tempat ibadah yang memiliki kedudukan penting bagi masyarakat. Serangan tersebut kembali memunculkan seruan agar tempat suci dilindungi dan seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperbesar ketegangan agama dan politik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Fatwa Kripto Picu Perdebatan Syariah di Pakistan

Regulator aset virtual Pakistan meminta ulama membedakan kripto spekulatif dengan token berbasis aset nyata agar inovasi keuangan digital tetap berjalan sesuai prinsip syariah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Upaya Pakistan mengembangkan industri aset digital menghadapi tantangan setelah Jamia Darul Uloom Karachi mengeluarkan fatwa yang menyatakan mata uang kripto tidak diperbolehkan menurut hukum Islam. Lembaga pendidikan Islam berpengaruh tersebut menilai kripto tidak dapat dikategorikan sebagai harta yang diakui secara syariah dan tidak memenuhi persyaratan sebagai alat pembayaran yang sah.

Fatwa itu mendorong Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA) meminta penjelasan lebih terperinci. Ketua PVARA Bilal bin Saqib mengatakan penilaian syariah seharusnya tidak menyamakan seluruh aset digital karena karakter, fungsi, dan aset yang mendasarinya dapat berbeda-beda.

Regulator meminta para ulama membedakan mata uang kripto yang didominasi aktivitas spekulatif dengan token digital yang didukung aset nyata. Token berbasis emas, sukuk, obligasi pemerintah, atau komoditas dinilai dapat memiliki karakter berbeda karena mempunyai aset dasar yang jelas dan dapat diverifikasi. Karena itu, setiap produk digital dinilai perlu diperiksa secara tersendiri berdasarkan struktur dan penggunaannya.

PVARA menegaskan tidak sedang menolak pandangan para ulama. Regulator justru ingin membangun dialog agar pengembangan teknologi blockchain di Pakistan memiliki kerangka syariah yang jelas. Pendekatan tersebut dianggap penting karena Pakistan ingin menjadi salah satu pusat teknologi finansial Islam dan tidak hanya menjadi pasar perdagangan kripto spekulatif.

Perdebatan muncul ketika Pakistan sedang mempercepat pengaturan industri aset virtual. Melalui regulasi aset virtual yang diberlakukan pada 2026, PVARA diberi kewenangan untuk memberikan lisensi dan mengawasi penyedia layanan aset digital. Bank sentral Pakistan juga telah mengizinkan bank membuka rekening bagi perusahaan aset virtual yang memiliki lisensi, dengan ketentuan kepatuhan dan pencegahan pencucian uang yang ketat.

Meski memberikan akses perbankan, bank-bank Pakistan tidak diperbolehkan membeli atau menyimpan aset virtual menggunakan dana mereka sendiri maupun dana nasabah. Penyedia layanan juga harus memisahkan dana nasabah dalam rekening khusus dan tetap menjalani pemeriksaan risiko serta pelaporan transaksi mencurigakan.

Pakistan sebelumnya telah menjajaki sejumlah proyek aset digital, termasuk tokenisasi aset pemerintah dan penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas negara. Pemerintah juga membuka proses perizinan bagi sejumlah bursa kripto global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Islamabad menarik investasi, mempercepat pembayaran internasional, dan memodernisasi sistem keuangan.

Fatwa dari Jamia Darul Uloom Karachi diperkirakan dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di luar kelompok investor perkotaan. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kejelasan status syariah menjadi faktor penting bagi perkembangan industri keuangan baru di Pakistan.

Perdebatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi blockchain dan kripto tidak dapat dinilai sebagai satu kelompok yang sepenuhnya seragam. Aset digital yang tidak memiliki dasar nilai dan diperdagangkan secara spekulatif dapat menimbulkan persoalan berbeda dibandingkan token yang mewakili emas, sukuk, properti, atau aset nyata lainnya.

Pakistan kini menghadapi tantangan untuk mempertemukan inovasi teknologi dengan ketentuan syariah. Hasil dialog antara regulator dan ulama akan menentukan apakah negara tersebut mampu mengembangkan ekosistem aset digital yang aman, transparan, serta sesuai prinsip keuangan Islam tanpa membuka ruang bagi spekulasi berlebihan.

Continue Reading

News

Nvidia Suntik US$5 Miliar ke Startup Pendiri OpenAI

Nvidia memperkuat pertaruhannya di sektor superinteligensi dengan menanamkan investasi US$5 miliar ke Safe Superintelligence milik mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Nvidia akan menginvestasikan dana sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun ke Safe Superintelligence Inc. (SSI), perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever. Investasi berbentuk penyertaan saham tersebut menjadi bagian dari kemitraan strategis jangka panjang antara Nvidia dan SSI.

Nvidia dan SSI mengumumkan kemitraan tersebut pada Senin, 27 Juli 2026. Namun, kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai investasinya secara resmi dan hanya menyebut investasi Nvidia sebagai dana dalam jumlah substansial. Nilai US$5 miliar dilaporkan berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Melalui kerja sama itu, SSI akan memperoleh akses ke sistem komputasi AI generasi terbaru Nvidia yang menggunakan platform Vera Rubin. Infrastruktur tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas komputasi SSI hingga sekitar sepuluh kali lipat sehingga perusahaan dapat memperbesar skala penelitian kecerdasan buatannya.

Sutskever mengatakan SSI telah memperoleh hasil penelitian yang dinilai layak dikembangkan dalam skala lebih besar. Namun, perusahaan masih merahasiakan detail teknologi maupun pendekatan AI yang sedang dikembangkan. Tambahan kapasitas komputasi Nvidia akan digunakan untuk menguji dan mengembangkan hasil penelitian tersebut lebih lanjut.

SSI didirikan pada 2024 oleh Sutskever bersama Daniel Gross dan Daniel Levy setelah Sutskever meninggalkan OpenAI. Perusahaan tersebut dibangun dengan tujuan tunggal mengembangkan superinteligensi yang aman, yakni sistem AI yang diproyeksikan memiliki kemampuan melampaui kecerdasan manusia tanpa menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Berbeda dengan banyak startup AI yang berlomba meluncurkan produk komersial, SSI memilih beroperasi secara tertutup dan berfokus pada penelitian jangka panjang. Perusahaan itu belum merilis chatbot maupun layanan AI kepada publik, tetapi telah menarik perhatian investor karena reputasi Sutskever sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan teknologi pembelajaran mendalam dan AI generatif.

Sebelum kesepakatan terbaru, Nvidia bersama Alphabet telah menjadi investor SSI dalam putaran pendanaan sebelumnya. Startup tersebut pernah memperoleh pendanaan miliaran dolar dan mencapai valuasi sekitar US$32 miliar, meskipun belum memiliki produk komersial yang tersedia untuk masyarakat.

Kemitraan ini juga memberi Nvidia kesempatan bekerja lebih dekat dengan peneliti SSI dalam mengoptimalkan platform Vera Rubin. Sistem tersebut terdiri atas enam chip baru yang dirancang untuk membangun, menjalankan, dan mengamankan infrastruktur AI berskala sangat besar dengan efisiensi komputasi yang lebih tinggi.

Bagi Nvidia, investasi tersebut memperkuat posisinya bukan hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga sebagai investor utama dalam perusahaan-perusahaan pengembang model AI. Strategi itu membuat Nvidia memiliki hubungan lebih erat dengan calon pengguna infrastruktur komputasinya sekaligus membuka peluang penggunaan chip generasi terbaru dalam proyek AI berskala besar.

Kesepakatan Nvidia dan SSI memperlihatkan bahwa persaingan industri AI semakin bergantung pada akses terhadap infrastruktur komputasi. Perusahaan yang memiliki algoritma dan peneliti unggulan tetap membutuhkan pusat data, chip, jaringan, serta pasokan energi dalam jumlah besar untuk melatih sistem AI generasi berikutnya.

Investasi US$5 miliar tersebut sekaligus menjadi taruhan besar Nvidia terhadap pendekatan riset Sutskever. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan SSI membuktikan bahwa hasil penelitian yang masih dirahasiakan dapat dikembangkan menjadi teknologi superinteligensi yang lebih kuat sekaligus aman bagi manusia.

Continue Reading

News

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

BGN mengeluarkan larangan penggunaan barang subsidi bagi dapur MBG, mengancam sanksi berat bagi pelanggar. Masyarakat didorong untuk melaporkan penyalahgunaan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melarang seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan barang bersubsidi dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang melanggar dipastikan akan dikenai sanksi hingga penutupan operasional.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, dapur MBG tidak boleh menggunakan LPG 3 kg, Minyakita, maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Tidak boleh memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP,” tegas Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7).

BGN juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan dapur MBG yang menggunakan barang subsidi. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan teguran, surat peringatan, hingga penutupan dapur apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, Sudaryono meminta seluruh SPPG membeli bahan pangan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk telur yang harus dibeli mengikuti Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp25 ribu per kilogram, bukan memanfaatkan harga yang sempat anjlok di tingkat peternak. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan peternak serta petani tidak dirugikan. Program MBG, kata dia, tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga berperan sebagai penyangga harga dan pasar bagi sektor pertanian dan peternakan

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

Ketahui bagaimana kebijakan pembatasan gawai di sekolah oleh Kemendikdasmen berhasil meningkatkan interaksi sosial siswa dan membentuk kebiasaan teknologi yang lebih sehat. Simak studi kasus di SMP Bumi Cendekia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Tak ada lagi pemandangan murid yang sibuk menatap layar saat bel istirahat berbunyi. Sebagai gantinya, mereka berkumpul dengan teman, bermain bola, atau membaca buku. Itulah keseharian di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta setelah sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

Pembatasan itu tidak membuat murid tertinggal teknologi. Sekolah justru tetap memanfaatkan laptop, telepon genggam, bahkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pembelajaran. Bedanya, murid menggunakan teknologi saat diperlukan, bukan untuk menemani sepanjang hari.

Kepala Sekolah SMP Bumi Cendekia, Wisnu Utomo, mengatakan sekolahnya tidak melarang murid membawa gawai. Laptop dan telepon genggam tetap boleh dibawa, tetapi penggunaannya diatur dengan jelas. Laptop hanya digunakan satu hari dalam sepekan, sedangkan telepon genggam digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran di bawah pengawasan guru.

Dulu, saat murid boleh menggunakan laptop hampir setiap hari, konsentrasi belajar justru mudah terpecah. Guru juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkan pembelajaran karena murid masih sibuk dengan perangkatnya. “Kami mendukung penuh SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026. Yang paling penting bukan melarang gawainya, tetapi membangun etika menggunakannya. Harapan kami, yang membatasi penggunaan HP bukan sekolah atau orang tua, melainkan kesadaran anak itu sendiri,” ujar Wisnu.

Setelah sekolah membatasi penggunaan laptop  dan telepon genggam, perubahan mulai terlihat. Murid lebih siap saat guru masuk kelas, lebih banyak berinteraksi dengan teman, lebih aktif berolahraga, dan semakin sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.

Guru Bahasa Indonesia, Triana Ratnasari, mengatakan teknologi tetap menjadi bagian dari proses belajar. Saat materi drama, misalnya, murid menonton contoh pementasan melalui YouTube. Ketika mempelajari materi berita, mereka mencari informasi melalui gawai, lalu menuliskan analisis dan tanggapannya secara manual. “Anak-anak tetap memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar. Yang kami latih adalah bagaimana mereka mengolah informasi dan menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan bergantung pada teknologi,” jelas Triana.

Ia menambahkan bahwa murid juga sudah mengenal AI. Namun, karena sekolah membatasi penggunaan gawai dan penyelesaian sebagian besar tugas di sekolah, pemanfaatan AI menjadi lebih terarah sebagai pendukung pembelajaran, bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas secara instan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai bertujuan membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat sejak dini. “Kami di Kementerian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai. Tujuannya agar murid dikontrol dan dibiasakan tidak bergantung pada gawai (handphone). Sehingga sejak usia dini  mereka terbiasa bahwa handphone itu hanya sebagai alat pendukung, sehingga tidak ada ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan handphone,” ujar Wamen Fajar di Yogyakarta, Jumat (24/7).

Menurut Wamen Fajar, pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh ekosistem pendidikan. “Pendidikan mengenal konsep Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekarang ada tambahannya, ada empat pilar pendidikan yang harus kita sinergikan sebagai satu ekosistem,” lanjutnya.

Perubahan tersebut turut dirasakan para murid. Gian Aji Alfatarazi, murid kelas IX, mengaku kini lebih sering bermain bola dan membaca novel, termasuk novel berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan bahasanya. Pengalaman serupa dialami Reksa. Meski sempat kecewa ketika penggunaan laptop dibatasi, ia kini lebih banyak berdiskusi dengan teman dan memahami alasan sekolah menerapkan kebijakan tersebut.

Continue Reading

News

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

Anthropic dilaporkan berhasil melampaui pendapatan tahunan OpenAI di pasar korporat didorong oleh adopsi masif model Claude Sonnet 5.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Berdasarkan data pengeluaran korporat terbaru melalui platform pelacakan langganan bisnis Ramp, perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan berhasil mencatat pencapaian finansial yang luar biasa. Perusahaan tersebut resmi melampaui tingkat pendapatan tahunan yang sebelumnya dipegang oleh pesaing utamanya, OpenAI. Lonjakan performa bisnis ini merefleksikan pergeseran preferensi korporasi global dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan operasional harian mereka.

Dengan proyeksi pendapatan tahunan yang kini menembus angka USD 47 miliar, kesuksesan Anthropic ditopang oleh adopsi masif dari lini model terbaru mereka. Model Claude Sonnet 5 menjadi motor utama penggerak pertumbuhan karena dinilai sebagai salah satu model frontier paling efisien di pasaran. Kalangan pengembang dan perusahaan multinasional banyak memilih model ini untuk mendukung kebutuhan pemrograman agen dan otomatisasi kerja yang kompleks.

Pencapaian ini sekaligus mengubah peta persaingan pasar kecerdasan buatan komersial yang selama ini didominasi oleh segelintir pemain utama saja. Dominasi Anthropic di sektor korporat membuktikan bahwa fokus pada keamanan, efisiensi agen, dan keandalan sistem menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan industri. Para pelaku pasar kini menantikan langkah balasan apa yang akan diambil oleh para kompetitor untuk merebut kembali pangsa pasar korporat tersebut.

Continue Reading

News

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

Kemendikdasmen meluncurkan strategi empat pilar untuk perlindungan anak dari perundungan siber, melibatkan sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Kebijakan ini didukung Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi perlindungan anak di era digital dengan memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan siber atau cyberbullying yang mengancam keselamatan dan kesehatan mental peserta didik.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, perlindungan terhadap anak kini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pesatnya perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga perlu mendapat perhatian yang sama.

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman, karena memang banyak sekali perundungan terjadi. Tidak hanya perundungan fisik tapi juga perundungan yang dilakukan melalui media digital atau cyberbullying,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan, termasuk yang terjadi di dunia maya.

Salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah pembatasan penggunaan gawai bagi murid berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan itu diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu screen time atau pengaturan durasi penggunaan layar, screen zone atau penentuan lokasi penggunaan gawai, serta screen break yang mengatur waktu istirahat dari perangkat digital.

Kemendikdasmen berharap pengaturan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko anak menjadi korban maupun pelaku perundungan siber

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga, masyarakat, hingga media memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Abdul Mu’ti mengibaratkan proses mendidik anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter yang dibangun di sekolah dan di rumah tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan sekitar justru memberikan pengaruh negatif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya komunikasi yang erat antara orang tua dan anak di tengah derasnya arus teknologi digital.

Menurut Emil, banyak anak terpapar pengaruh negatif karena komunikasi di dalam keluarga tidak terjalin dengan baik.

“Ternyata komunikasi antara anak dengan orang tua tidak terjadi. Maka benteng ini tidak berjalan di rumah. Ya, mungkin karena sudah sibuk sendiri-sendiri sehingga akhirnya tidak cerita, anak tidak merasa terbuka untuk cerita apa yang dialami dalam kesehariannya,” kata Emil.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen bersama berbagai organisasi masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sosial dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan di ruang digital.

Continue Reading

News

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

Menteri Sekretaris Negara menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari BI murni karena alasan pribadi, membantah isu kesehatan. Pemerintah akan segera memproses penggantian Gubernur BI.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) murni karena alasan pribadi dan tidak terkait kondisi kesehatan.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah Perry mengajukan pengunduran diri.

“Karena alasan pribadinya dan tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, surat yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto hanya berisi permohonan pengunduran diri tanpa menjelaskan alasan secara rinci. Ia juga membantah isu yang mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi kesehatan Perry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan memproses pemberhentian Perry secara hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Selama proses penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur BI akan dijalankan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.

Pemerintah memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta perekonomian nasional selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.

Continue Reading

News

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan Stadion Pakansari siap 100% untuk Piala AFF 2026. Berbagai persiapan infrastruktur dan pembersihan lingkungan telah rampung.

N Ayu Ashari

Published

on

Monitorday.com Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan seluruh persiapan Stadion Pakansari, Cibinong, telah rampung menjelang laga Piala AFF 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kesiapan venue telah mencapai 100 persen, baik dari sisi lapangan maupun infrastruktur penunjang.

Rudy Susmanto menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau persiapan terakhir di kawasan Stadion Pakansari, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan dan kini hanya menyisakan proses pembersihan area stadion.

“Persiapan untuk lapangan sudah 100 persen, infrastruktur di luar juga sudah 100 persen, tinggal hari ini melakukan pembersihan,” kata Rudy.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut dengan antusias penunjukan Stadion Pakansari sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala AFF 2026.

“Kami menyambut baik, diberikan kepercayaan, diberikan kehormatan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu venue tuan rumah Piala AFF,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Pada hari terakhir sebelum pertandingan, Pemkab Bogor bersama organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai organisasi, serta masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari penyempurnaan kesiapan.

Menurutnya, pembersihan difokuskan di sepanjang jalur dari Exit Tol Sentul Sirkuit hingga kawasan Stadion Pakansari agar memberikan kesan terbaik bagi para tamu dan peserta turnamen.

“Ini bukan hanya membawa wajah Bogor, tapi membawa wajah Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh OPD, seluruh organisasi melakukan pembersihan lingkungan, khususnya dari mulai Exit Tol Sentul Sirkuit hingga Stadion Pakansari,” tuturnya.

Selain memastikan kesiapan stadion, Rudy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pertandingan pembuka Piala AFF 2026 sekaligus memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

” Tentunya perhelatan kick off pertama Piala AFF kita doakan bersama dan dukung bersama Garuda-garuda muda,” ujarnya.

Continue Reading

News

Jangkar Hidup Dony Oskaria

Temukan inspirasi dari perjalanan luar biasa Dony Oskaria, dari masa kecil di desa tanpa listrik hingga menjadi petinggi korporasi. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Cerita kecil Dony Oskaria menarik untuk diulik dari sudut yang paling sunyi: sebuah nagari tanpa listrik di kaki Gunung Marapi. Namanya Tanjung Alam. Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Disanalah, puluhan tahun lalu, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kegelapan malam, tanpa pernah tahu bahwa kelak namanya akan tertulis di lembaran penting negara.

Bayangkan anak zaman sekarang. Umur enam tahun sudah pusing les ini-itu. Dony tidak. Umur delapan tahun dia baru bisa mengendus bau bangku sekolah dasar. Kenapa terlambat? Bukan karena malas. Bukan pula karena orang tuanya tidak peduli.

Ini soal tradisi fisik yang kaku. Zaman itu, syarat masuk SD di kampungnya unik: tangan kanan harus dilingkarkan di atas kepala. Kalau ujung jari bisa menyentuh telinga kiri, barulah dianggap cukup umur. Tubuh Dony kecil rupanya kurang tinggi. Jari-jarinya belum sampai. Maka, dia harus rela menunggu satu tahun lagi di ladang, bermain dengan tanah dan sepi.

Tapi otak Dony tidak bisa menunggu. Begitu masuk sekolah, ledakan kecerdasannya tak tertahankan. Dia selalu juara satu. Saban tahun. Otak anak kampung tanpa listrik ini ternyata secerah lampu petromaks.

Merantau

Orang tuanya—yang hidup pas-pasan dari kerja serabutan—terperangah. Mereka sadar, anak ini punya “sesuatu”. Sesuatu yang tidak boleh mati di dalam gelapnya malam Tanjung Alam. Maka, lahirlah sebuah keputusan besar yang sangat khas orang Minang: mendidik anak dengan melepasnya. Merantau.

Umur Dony baru kelas 5 SD ketika harus mengemas baju. Meninggalkan dekapan ibu. Pindah ke Kota Padang demi sekolah yang lebih baik. Tidak berhenti di sana. Lulus SD, dia kembali “dibuang” lebih jauh. Ke Jakarta. Kota yang kejam bagi yang tidak punya uang.

Di Jakarta, rumah mereka bukan paviliun mentereng. Orang tuanya menyewa sebuah garasi mobil di kawasan Ciledug. Ya, garasi. Di sanalah Dony tidur, belajar, dan merajut mimpi. Di tempat mobil biasanya diparkir, masa depan seorang Chief Operating Officer [COO] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [Danantara] ini justru sedang disetir.

Orang tuanya tidak bisa mewariskan sepeser pun saham. Mereka tidak punya tanah untuk dibagi. Namun, mereka menanamkan satu doktrin yang membakar dada Dony: “Kita ini orang miskin. Kita tidak punya warisan harta. Maka, sekolah adalah satu-satunya senjata kita untuk mengubah nasib.”

Pendidikan di mata orang tua Dony bukan sekadar angka di rapor. Pendidikan adalah harga diri. Pendidikan adalah martabat untuk keluar dari kubangan kemiskinan.

Didikan keras dan mandiri inilah yang membentuk mental “badak” dalam diri Dony. Ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, uang kiriman tentu saja cekak. Di sinilah mental garasi Ciledug-nya keluar. Dony tidak gengsi. Dia butuh uang untuk bertahan hidup dan kuliah.

Maka, apa saja dikerjakan. Dony pernah menjadi buruh kasar yang memanjat jembatan tol malam-malam. Tugasnya? Memasang baliho iklan. Angin kencang dan taruhan nyawa di atas jalan tol adalah menu hariannya. Dia juga mengambil sif sebagai petugas call center, melayani keluhan orang lewat telepon dengan suara yang harus selalu ramah, meski perut mungkin sedang keroncongan.

Anak yang dulu telat masuk SD karena tangan tidak sampai ke telinga, kini tangannya sudah mampu meraih apa saja. Mental kerja keras itu membawanya bertemu dengan jajaran mentor papan atas, termasuk si “Anak Singkong” Chairul Tanjung. Dari petugas pelayanan pelanggan, Dony melesat menjadi CEO di berbagai perusahaan raksasa CT Corp, hingga akhirnya dipercaya mengurus korporasi negara.

Kisah masa kecil Dony adalah monumen pengingat. Bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah vonis mati bagi masa depan. Gelapnya kampung tanpa listrik justru membuat mata batinnya lebih awas melihat peluang.

Pola didik orang tuanya membuktikan satu hal: anak yang terlalu dimanja di dalam kamar ber-AC belum tentu sekuat anak yang ditempa di dalam garasi.

Kini, anak kampung itu sudah duduk di kursi terhormat kementerian. Tapi saya yakin, di dalam kepala Dony yang sekarang penuh dengan angka-angka triliunan rupiah, memori tentang dinginnya angin jembatan tol dan gelapnya Tanjung Alam tidak akan pernah hilang. Itulah jangkar hidupnya.

Eagle Parenting

Kisah masa kecil Dony Oskaria mematahkan mitos bahwa modal utama mendidik anak sukses adalah uang. Lahir di pelosok Tanjung Alam, Sumatra Barat, Dony tumbuh di rumah tanpa listrik dari keluarga yang hidup pas-pasan. Namun, orang tuanya memiliki visi yang luar biasa. 

Saat Dony baru kelas 5 SD, mereka mengambil keputusan emosional yang sangat berani: melepas putra mereka merantau sendirian ke Kota Padang, lalu ke Jakarta saat SMP, demi sekolah yang lebih baik.

Langkah berani orang tua Dony ini merupakan penerapan nyata dari “Pola Asuh Anak Elang” (Eagle Parenting). Layaknya induk elang yang sengaja mendorong anaknya keluar dari kenyamanan sarang di tebing tinggi agar mau mengepakkan sayap, mereka melatih Dony berdiri di atas kaki sendiri sejak dini. Melalui life hack ini, menjauhkan anak dari zona nyaman keluarga di waktu yang tepat justru memicu kemandirian ekstrem. Karena harus mengurus hidupnya sendiri sejak kecil, mental Dony terlatih untuk tidak manja, cepat beradaptasi, dan tangguh menghadapi masalah.

Selain itu, mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib. Keterbatasan ekonomi tidak dianggap sebagai nasib sial, melainkan bahan bakar untuk belajar lebih keras. 

Pola asuh anak elang ini membentuk apa yang disebut para ahli sebagai Grit atau daya juang jangka panjang. Daya juang inilah yang terbukti jauh lebih penting daripada nilai IQ tinggi untuk kesuksesan masa depan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah fasilitas yang serba ada, melainkan keberanian untuk melatih mereka terbang mandiri.

Continue Reading

News

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

Danantara meluncurkan strategi terpadu untuk mengembangkan pemimpin BUMN dari internal. Target 2028, talenta terbaik dari dalam mengisi posisi strategis, didukung sistem SDM dan pelatihan komprehensif.

Umar Satiri

Published

on

Jakarta [Monitorday] – Danantara tengah menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin BUMN dari internal perusahaan. Melalui langkah ini, seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN diharapkan diisi oleh talenta yang dibina secara berkelanjutan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan agar pada 2028 dan seterusnya, posisi direktur hingga CEO di BUMN berasal dari talenta yang tumbuh di dalam ekosistem perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara mulai menerapkan Single Grading System dan Job Value. Kedua sistem ini dirancang untuk menyelaraskan penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan BUMN.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai acuan dalam proses penempatan talenta. Dengan sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga praktik penempatan yang didasarkan pada preferensi tertentu dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University sebagai pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Program ini akan membekali para peserta dengan standar kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan nonteknis (soft skills) yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa mendatang.

Melalui penguatan sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis BUMN ke depan dapat diisi oleh talenta yang berkembang dari dalam organisasi.

Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO. Menurutnya, proses pengembangan SDM harus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menilai keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, menjadi faktor penting agar perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony.

Continue Reading
News2 menit ago

Fatwa Kripto Picu Perdebatan Syariah di Pakistan

News11 menit ago

Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat

News24 menit ago

Nvidia Suntik US$5 Miliar ke Startup Pendiri OpenAI

News7 jam ago

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

News7 jam ago

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

LakeyBanget8 jam ago

Erick Thohir: Timnas Indonesia Tanpa Private Jet di Piala AFF 2026

News12 jam ago

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

LakeyBanget18 jam ago

Debut Sempurna! Hattrick Mitchell Baker Sokong Indonesia Hajar Kamboja di Piala AFF 2026

LakeyBanget18 jam ago

The Odyssey Raup Cuan Rp11,5 Triliun, Rekor Baru Christopher Nolan

News19 jam ago

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

News1 hari ago

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

News1 hari ago

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

LakeyBanget1 hari ago

JFC 2026 Tampil Spektakuler, Angkat Isu Lingkungan dan Budaya ke Panggung Dunia

LakeyBanget1 hari ago

STY Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026

LakeyBanget1 hari ago

King Kazu Bikin Gol di Usia 59, Akhiri Puasa Hampir Empat Tahun

LakeyBanget1 hari ago

Vietnam Sabet Gelar Juara SEA V Cup 2026

News1 hari ago

Jangkar Hidup Dony Oskaria

News1 hari ago

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

News1 hari ago

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

LakeyBanget2 hari ago

Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Jadi Isen Mulang FC