Monitorday.com – Sejumlah tokoh besar industri teknologi dunia tercantum dalam dokumen terbaru Epstein files yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Nama-nama tersebut antara lain Co-founder Google Sergey Brin, bos X dan Tesla Elon Musk, pendiri Virgin Group Richard Branson, hingga salah satu pendiri Microsoft Bill Gates.
Perilisan dokumen ini masih berkaitan dengan penyelidikan terhadap mendiang Jeffrey Epstein, miliarder yang terjerat kasus pelecehan seksual dan perdagangan seks anak. Meski nama mereka muncul dalam dokumen, para tokoh teknologi tersebut secara tegas membantah terlibat dalam kejahatan seksual yang dilakukan Epstein terhadap gadis-gadis dan perempuan muda.
Kasus Jeffrey Epstein pertama kali mencuat pada 2005 setelah ia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap remaja perempuan berusia 14 tahun. Epstein kemudian mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara. Pada Juli 2019, ia kembali ditangkap dengan tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur yang terjadi pada periode 2002–2005. Namun, Epstein ditemukan meninggal dunia di sel tahanannya pada Agustus 2019 dan dinyatakan bunuh diri.
Berdasarkan laporan PBS dan The New York Times, berikut sejumlah figur teknologi yang tercantum dalam dokumen terbaru tersebut:
Sergey Brin
Miliarder pendiri Google ini diketahui sempat merencanakan pertemuan dengan Epstein dan orang kepercayaannya, Ghislaine Maxwell, di rumah Epstein di New York pada awal 2000-an. Hal itu terungkap melalui pertukaran email pada 2003, jauh sebelum Epstein secara terbuka dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Dalam salah satu email, Maxwell mengundang Brin menonton film Down with Love di New York. Beberapa minggu kemudian, Maxwell kembali mengundangnya untuk makan malam santai di rumah Epstein. Brin bahkan sempat menawarkan untuk membawa CEO Google saat itu, Eric Schmidt.
Elon Musk
Pendiri Tesla dan pemilik X muncul beberapa kali dalam dokumen Epstein, terutama dalam pertukaran email pada 2012 dan 2013 yang membahas kemungkinan kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia. Namun, belum ada kejelasan apakah kunjungan tersebut benar-benar terjadi.
Musk menegaskan dirinya menolak ajakan Epstein.
“Epstein mencoba mengajak saya ke pulau miliknya dan saya MENOLAK,” tulis Musk di platform X pada 2025.
Richard Branson
Pendiri Virgin Group tercatat melakukan sejumlah pertukaran email dengan Epstein. Dalam salah satu email pada 2013, Branson mengundang Epstein ke pulau pribadinya di Karibia yang kerap menjadi lokasi konferensi, kegiatan amal, dan pertemuan bisnis.
Dalam pesan lain di tahun yang sama, Branson bahkan sempat menyarankan Epstein untuk memperbaiki citranya dengan melibatkan Bill Gates sebagai figur yang memberi kesaksian positif. Namun, Virgin Group menegaskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Branson dan menyebut seluruh interaksi dengan Epstein hanya terjadi dalam konteks kelompok atau bisnis lebih dari satu dekade lalu.
Virgin Group juga menyatakan Branson menolak sumbangan amal dari Epstein dan memutuskan tidak lagi bertemu atau berkomunikasi dengannya setelah timnya mengetahui adanya tuduhan serius.
“Richard yakin bahwa tindakan Epstein menjijikkan dan sepenuhnya mendukung keadilan bagi para korban,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Bill Gates
Nama Bill Gates muncul dalam catatan dan email Epstein pada 2013, termasuk tuduhan mengenai hubungan pribadi di luar pernikahan. Dalam salah satu email, Epstein menyerang Gates karena dianggap mengabaikan hubungan pertemanan mereka.
Perwakilan Gates membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya “tidak masuk akal dan sama sekali tidak benar.”
Perilisan Epstein files kembali memicu sorotan publik terhadap jaringan relasi Epstein dengan para elite global. Namun, hingga kini, tidak ada bukti hukum yang menunjukkan keterlibatan para tokoh teknologi tersebut dalam kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.