Connect with us

News

Perspektif Vietnam dalam Pendidikan dan Ilmu Sosial di Era AI

Fokus utama adalah pada penyesuaian konten kurikulum untuk mengintegrasikan aspek transformasi digital dan teknologi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sektor Pendidikan serta Ilmu Sosial dan Humaniora diproyeksikan akan mempertahankan stabilitas dalam penerimaan mahasiswa pada tahun 2025. Tren ini menunjukkan bahwa, berbeda dengan beberapa bidang teknologi yang mengalami pertumbuhan pesat, sektor-sektor ini akan terus mempertahankan skala pelatihan yang konsisten di berbagai lembaga pendidikan tinggi, sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja jangka panjang.

Meskipun menghadapi semakin meluasnya penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengajaran, penelitian, dan manajemen, program pelatihan di bidang-bidang ini tidak menunjukkan penyusutan skala. Sebaliknya, fokus utama adalah pada penyesuaian konten kurikulum untuk mengintegrasikan aspek transformasi digital dan teknologi.

Universitas-universitas besar terus memainkan peran sentral dalam pelatihan guru, seperti Universitas Pendidikan Kota Ho Chi Minh yang mempertahankan program studi Matematika, Sastra, Bahasa Inggris, Sejarah, dan Geografi. Lembaga-lembaga seperti Universitas Pendidikan Hanoi, Universitas Can Tho, dan Universitas Vinh juga berperan sebagai penyedia utama sumber daya manusia untuk sistem pendidikan umum. Bidang-bidang ilmu sosial seperti Psikologi, Pekerjaan Sosial, Sosiologi, dan Sejarah juga menjaga jumlah mahasiswa yang stabil, dengan Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (Universitas Nasional Vietnam Kota Ho Chi Minh) menargetkan 3.899 mahasiswa di 37 program pada tahun 2025.

Dalam konteks perkembangan teknologi, banyak lembaga pelatihan secara bertahap menambahkan modul terkait transformasi digital, keterampilan teknologi, penambangan data, dan aplikasi AI. Penyesuaian ini dilakukan pada tingkat pendukung dan selaras dengan Kerangka Kompetensi Digital yang diatur dalam Surat Edaran 02/2025/TT-BGDĐT dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, menunjukkan upaya adaptasi kurikulum yang proaktif.

Bapak Tran Nam, Kepala Bidang Kemahasiswaan di Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh), menanggapi prospek ini. Beliau meyakini bahwa, “dalam jangka pendek, bidang Pendidikan dan Ilmu Sosial dan Humaniora tidak akan menciptakan ‘lompatan’ pendapatan yang signifikan seperti beberapa bidang teknologi.”

Namun, Bapak Nam menambahkan bahwa dalam jangka panjang, bidang-bidang ini memiliki permintaan sumber daya manusia yang stabil dan berkelanjutan, yang terkait erat dengan perkembangan pendidikan, kehidupan sosial, dan layanan pendukung manusia. Posisi pekerjaan di bidang ilmu sosial dan humaniora tetap terisi secara konsisten di pasar tenaga kerja, terutama di sektor pendidikan, psikologi, pekerjaan sosial, manajemen, dan administrasi. Karakteristik unik yang sangat terkait dengan manusia dan masyarakat ini menjadikan sektor-sektor ini kurang terpengaruh secara langsung oleh potensi penggantian tenaga kerja oleh teknologi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai mediator dalam meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Niat mediasi ini telah disambut baik oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.

Langkah Prabowo muncul di tengah keprihatinan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) atas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai berdampak pada peningkatan ketegangan militer di kawasan tersebut. Indonesia sebelumnya telah menyatakan penyesalannya atas situasi ini.

Melalui akun resminya, Kemlu RI menyampaikan, “Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.”

Kementerian juga menambahkan, “Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.”

Pemerintah Indonesia, melalui pernyataannya, menegaskan kesiapan ini dengan menyatakan, “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.”

Menyambut baik inisiatif tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengungkapkan, “Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini.”

Continue Reading

News

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Khamenei Gugur, Simbol Apa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, Minggu (1/3/2026), menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pengibaran bendera tersebut disebut sebagai simbol tuntutan balas dendam terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Akun resmi Masjid Jamkaran mengunggah foto prosesi pengibaran bendera merah bertuliskan “Ya Lazarat al-Hussein” di atas kubah masjid yang terletak di Kota Qom itu. Dalam unggahan tersebut, tampak pula foto Khamenei dibawa menuju peristirahatan terakhirnya.

“Pengibaran bendera ‘Ya Lazarat al-Hussein’ di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran dalam mencari darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis,” demikian keterangan yang disertakan dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan gabungan Israel dan AS di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Pemerintah Iran kemudian membenarkan kabar wafatnya Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026). Otoritas setempat menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi dan anggota keluarga juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, di antaranya Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh. Putri, menantu, dan cucu Khamenei juga termasuk dalam daftar korban yang diumumkan pemerintah Iran.

Continue Reading

News

Prof Rokhmin Ajak Umat Islam Bersatu di Tengah Dinamika Global 

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Bogor menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman Anggota DPR RI Komisi IV, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, Ahad (1/03). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri para tokoh nasional, akademisi, serta jajaran pengurus KAHMI dan ICMI.

Prof. Dr. Rokhmin Dahuri yang juga dikenal sebagai tokoh nelayan nasional dan Guru Besar IPB University dalam sambutannya menyampaikan refleksi mengenai kondisi umat Islam Indonesia dan dinamika global yang tengah berkembang. Ia menyinggung hasil survei Kementerian Agama yang menyebutkan bahwa umat Islam Indonesia masih cenderung sekuler. Menurutnya, data tersebut masih menjadi perdebatan, namun patut dijadikan bahan evaluasi bersama.

Ia menilai umat Islam Indonesia masih menghadapi tantangan serius, mulai dari persoalan ketertinggalan ekonomi hingga praktik korupsi yang dinilai telah menggerogoti berbagai sektor. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Kalau ingin menjadi bangsa yang makmur, maka kita harus menjalankan perintah Allah SWT dan meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Nilai kejujuran, amanah, kerja keras, dan kepedulian sosial harus menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Rokhmin juga mengajak umat Islam untuk memperkuat semangat kewirausahaan agar mampu menjadi “tangan di atas”, yakni pihak yang memberi manfaat dan kontribusi bagi sesama. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah salah satu kunci kebangkitan umat.

Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam di tengah dinamika global dan berbagai isu yang berkembang. Ia menyinggung situasi geopolitik internasional yang dinilai memunculkan ketegangan di sejumlah kawasan, termasuk di dunia Islam.

“Di tengah bulan Ramadhan yang suci, kita melihat masih adanya konflik dan ketegangan global. Namun sejarah mencatat, justru di bulan penuh berkah inilah umat Islam sering menunjukkan kebangkitan dan persatuannya,” kata Rokhmin.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak boleh memecah belah umat. Menurutnya, soliditas dan ukhuwah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita harus bersatu, saling menguatkan, dan tetap optimistis. Umat Islam Indonesia ke depan harus bisa lebih sejahtera dan berperan lebih besar dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rokhmin juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sang istri telah konsisten menggelar buka puasa bersama sejak tahun 1995. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-31 sebagai bagian dari tradisi keluarga untuk mempererat silaturahmi.

Acara ditutup dengan doa bersama, buka puasa, serta salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan Ramadan.

Continue Reading

News

Silaturahmi KAHMI–ICMI, Wamenag: Ilmu Tanpa Manfaat Akan Sia-Sia

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama ICMI Bogor menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman Anggota DPR RI, Komisi IV, Prof Rokhmin Dahuri, Ahad (1/03). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, akademisi, serta unsur masyarakat.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, yang dalam sambutannya menekankan makna Ramadhan sebagai bulan pendidikan dan latihan spiritual bagi umat Islam.

Wamenag menyampaikan bahwa Ramadhan terbagi dalam tiga fase pembinaan diri.

“Sepuluh hari pertama mengajarkan tentang rahmat, bagaimana kita membangun kasih sayang dan empati. Sepuluh hari kedua mengajarkan maghfirah atau ampunan, momentum memperbaiki diri dan memperkuat introspeksi. Sepuluh hari ketiga menguatkan kita dari api neraka, membangun keteguhan iman dan konsistensi dalam kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti pada tataran ritual semata. Ia menegaskan bahwa ilmu dan jabatan yang dimiliki seseorang akan sia-sia apabila tidak memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

“Apa pun profesi dan latar belakang kita, apakah Senator, Anggota DPR, Guru Besar, atau profesi lainnya, jika ilmu tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan, maka tidak akan bernilai di hadapan Allah,” tegasnya.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad). Hadis tersebut, menurutnya, menjadi landasan bahwa keunggulan seorang Muslim harus terukur dari dampaknya bagi masyarakat dan negara.

Wamenag juga menekankan pentingnya menjadikan ibadah sebagai energi transformasi sosial. Sholat, puasa, haji, dan umrah, kata dia, harus membentuk karakter yang berintegritas dan peduli terhadap persoalan umat.

“Ibadah bukan sekadar ritual, tetapi harus melahirkan dampak nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku miris melihat kondisi dunia Islam saat ini yang dinilainya masih dilanda perpecahan. Menurutnya, ketiadaan persatuan, khususnya di sejumlah negara Arab, menjadi salah satu faktor lemahnya posisi umat di tengah dinamika global yang serba tidak pasti.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas dan moderasi Islam di tingkat global. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tradisi demokrasi yang relatif stabil, Indonesia dinilai mampu menjadi contoh harmoni antara nilai keislaman dan kebangsaan.

Acara silaturahmi dan buka puasa tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan dialog kebangsaan serta doa bersama untuk persatuan umat dan kemajuan Indonesia.

Continue Reading

News

BRI Insrurance Pertegas Komitmen Pendidikan Lewat Program TJSL

Published

on

Monitorday.Com – Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi. Di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini, PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) memilih menebar manfaat dengan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah dan dukungan biaya operasional kepada dua yayasan di Jakarta.

Bantuan tersebut diserahkan pada 26–27 Februari 2026 kepada Yayasan Ridho Berkah Sejahtera di Cipayung, Jakarta Timur, serta Yayasan Baitul Yatama Jakarta (Bayata) di Penjaringan, Jakarta Utara.

Langkah ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang difokuskan pada dukungan pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, berharap bantuan tersebut benar-benar membawa dampak nyata bagi anak-anak yang dibina di kedua yayasan.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak dan meringankan operasional yayasan,” kata Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo, berdasarkan keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pendidikan dan aktivitas sosial masyarakat.

Di Yayasan Ridho Berkah Sejahtera, rasa syukur dan haru menyambut kedatangan bantuan tersebut. Rahmat, perwakilan yayasan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan BRI Insurance.

“Kami merasa terbantu, semoga ini menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menggapai cita-cita,” ujarnya.

Bagi anak-anak di yayasan, perlengkapan sekolah bukan sekadar alat belajar. Ia adalah simbol harapan—bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli pada masa depan mereka.

Di lokasi berbeda, suasana hangat juga terasa saat Komisaris Independen BRI Insurance Benny Imam Syafii menyerahkan bantuan kepada perwakilan Yayasan Baitul Yatama Jakarta, Lukmanul Hakim.

“Kami hadir untuk memberikan bantuan peralatan sekolah dan biaya operasional guna membantu kegiatan sehari-hari yayasan,” tutur Benny.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pembinaan dan kebutuhan harian anak-anak di yayasan, mulai dari pendidikan hingga operasional rutin.

Lukmanul Hakim menyambut baik dukungan tersebut dan berharap bantuan ini memberi dampak nyata bagi keberlangsungan kegiatan yayasan.

BRI Insurance menegaskan bahwa kegiatan TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten. Program tersebut juga selaras dengan prinsip keberlanjutan yang terus diterapkan perusahaan, tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam kontribusi sosial kepada masyarakat.

Di bulan yang identik dengan kepedulian dan kebersamaan ini, langkah kecil seperti penyediaan perlengkapan sekolah dan dukungan operasional menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pertumbuhan perusahaan, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Continue Reading

News

Prabowo Siap ke Teheran Mediasi AS-Iran

Mediasi akan dilaksanakan apabila disetujui oleh kedua belah pihak, dengan kesediaan Presiden untuk melakukan kunjungan langsung ke Teheran.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai mediator dan memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran, menyusuli kegagalan perundingan yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Bahkan, Presiden Republik Indonesia bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua belah pihak menyetujui upaya mediasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan penyesalan mendalam atas terhentinya perundingan tersebut, menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan jalur dialog dan diplomasi. Langkah ini diambil guna meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas regional serta perdamaian global.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI dalam pernyataannya.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, secara eksplisit menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Mediasi akan dilaksanakan apabila disetujui oleh kedua belah pihak, dengan kesediaan Presiden untuk melakukan kunjungan langsung ke Teheran.

Kemlu memandang bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah memiliki potensi serius untuk mengganggu stabilitas kawasan secara luas. Hal ini juga dinilai dapat berdampak negatif terhadap perdamaian dan keamanan dunia, mendorong Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam upaya diplomatik.

Adapun, Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan otoritas setempat. Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri untuk bantuan.

Continue Reading

News

Di Balik Tewasnya Khamenei Tokoh Kunci Kekuatan Regional Timur Tengah

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah serangan udara terkoordinasi mengguncang Teheran dan memicu ketidakpastian politik di Timur Tengah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Dunia dikejutkan oleh kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, 28 Februari 2026, di usia 86 tahun. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara terkoordinasi yang mengguncang ibu kota Teheran. Peristiwa ini menjadi titik balik besar bagi politik domestik Iran sekaligus memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut, menurut berbagai laporan internasional, dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dengan target utama kompleks kediaman resmi Khamenei di Beit-e Rahbari. Citra satelit yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada area tersebut. Serangan ini disebut berlangsung pada dini hari waktu setempat dan merupakan bagian dari operasi militer terkoordinasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Konfirmasi resmi datang dari media pemerintah Iran. Menurut IRNA dan Fars, kematian Khamenei telah dibenarkan oleh otoritas negara, termasuk oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pernyataan resmi itu sekaligus mengakhiri simpang siur informasi yang sempat beredar beberapa jam setelah ledakan terdengar di kawasan kediaman pemimpin tersebut.

Tokoh internasional pun angkat bicara. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataannya menyebut operasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga kepentingan keamanan nasional AS dan sekutunya. Pernyataan itu mempertegas keterlibatan Washington dalam operasi yang menewaskan pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.

Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan tujuh hari sebagai hari libur nasional. Ribuan warga dilaporkan mulai berkumpul di berbagai kota untuk menyampaikan duka cita. Namun di balik suasana berkabung, muncul pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikan posisi strategis tersebut, mengingat belum ada penunjukan resmi penerus sebelum wafatnya Khamenei.

Peristiwa ini tidak hanya menjawab siapa dan kapan—yakni wafatnya pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari 2026—tetapi juga mengungkap bagaimana dan mengapa ketegangan geopolitik dapat berujung pada eskalasi militer langsung di jantung pemerintahan Iran. Dengan situasi politik yang kini memasuki fase transisi, kawasan Timur Tengah berpotensi menghadapi dinamika baru yang menentukan arah stabilitas regional dalam waktu dekat.

Continue Reading

News

Israel Umumkan Status Darurat Energi Usai Dihujani Rudal Iran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Surat kabar Israel, Haaretz, melaporkan bahwa pemerintah Israel tengah bersiap menghadapi potensi serangan rudal dari Iran dengan memberlakukan mode darurat pada sektor energinya.

Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, langkah tersebut akan diumumkan oleh Menteri Energi Israel, Eli Cohen. Kebijakan itu mencakup pengurangan operasi kilang serta penghentian sementara sebagian infrastruktur gas alam.

Dalam laporannya, Haaretz menyebutkan bahwa Grup Bazan telah menutup sebagian fasilitas kilang di Haifa sebagai bagian dari langkah antisipatif. Selain itu, Cohen juga dilaporkan memerintahkan penghentian sementara sejumlah platform gas lepas pantai. Pemerintah Israel diperkirakan segera mengumumkan status darurat di sektor gas alam.

Situasi memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak Sabtu pagi waktu setempat. Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menyasar beberapa lokasi strategis di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, hingga Yordania.

Ketegangan yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi di kawasan. Pemerintah Israel kini berfokus pada langkah-langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah eskalasi konflik.

Continue Reading

News

Iran Balas Roket Pangkalan Amerika di Qatar dan Haiva Israel, Presiden Rusia Ingatkan Trump Cs

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026). Serangan balasan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah sasaran strategis di wilayah Iran pada hari yang sama.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meluncurkan rudal ke sejumlah titik yang disebut sebagai markas dan fasilitas militer Amerika Serikat di wilayah Teluk. Serangan itu diklaim sebagai respons langsung atas apa yang disebut Teheran sebagai “tindakan agresi” Washington dan Tel Aviv.

Sejumlah pangkalan utama yang menjadi sasaran antara lain Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang dikenal sebagai pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah. Selain itu, rudal juga diarahkan ke Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait serta Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab. Fasilitas Armada Kelima Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain turut dilaporkan menjadi target serangan langsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pentagon terkait tingkat kerusakan maupun jumlah korban akibat serangan tersebut. Otoritas di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga belum merilis pernyataan rinci mengenai dampak di wilayah masing-masing.

Dalam waktu hampir bersamaan, Iran juga melaporkan peluncuran rudal yang diarahkan ke kota Haifa di Israel. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah utara Israel, sementara militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk. Belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat keberhasilan intersepsi maupun dampak di lapangan.

Eskalasi ini dipicu oleh operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang disebut menargetkan fasilitas-fasilitas tertentu di dalam wilayah Iran. Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi tersebut berkaitan dengan ancaman keamanan regional, termasuk isu program nuklir Iran. Namun, pihak Teheran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa programnya bersifat damai.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Rusia sebagai sekutu dekat Iran mengecam keras langkah Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Telegram, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan terhadap Iran sebagai “aksi agresi bersenjata yang telah direncanakan dan tidak beralasan” terhadap negara berdaulat anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Moskow menuduh Washington dan Tel Aviv bersembunyi di balik isu program nuklir Iran, namun memiliki tujuan politik dan strategis yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Rusia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar pertemuan darurat guna membahas situasi yang dinilai dapat mengancam stabilitas regional dan global.

Continue Reading

News

BRI Siap Danai Program Gentengisasi, Dorong UMKM dan Rumah Rakyat Layak Huni

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyatakan kesiapannya menjadi motor pembiayaan dalam program gentengisasi yang dicanangkan pemerintah. Program strategis ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan mengganti atap seng atau asbes menjadi genteng yang lebih sejuk dan layak huni, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan perseroan akan berperan sebagai fasilitator keuangan yang menjembatani pengrajin genteng UMKM dengan pengembang perumahan (developer).

“Kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau user-nya, BRI di tengah. Kebetulan BRI sudah memiliki pembiayaan KUR Perumahan,” ujar Hery dalam konferensi pers di Brilian Club, Jumat (27/2/2026) malam.

Hery menjelaskan, produk bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang selama ini dikelola BRI. Pada tahap awal (batch pertama), perseroan akan melakukan uji coba skema pembiayaan sebelum diperluas ke berbagai sentra produksi genteng di seluruh Indonesia.

Dari total alokasi KUR hampir Rp7 triliun tahun ini, sekitar 50 persen telah terserap dalam dua bulan pertama. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan pembiayaan sektor perumahan dan turunannya.

“BRI memang bank yang DNA-nya berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kami menyediakan pembiayaannya,” tegas Hery.

Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, terus melakukan koordinasi lapangan guna memastikan kesiapan pasokan genteng dari pelaku UMKM, termasuk melalui pertemuan dengan pengusaha genteng di Majalengka.

Menurut Menteri yang akrab disapa Ara tersebut, program gentengisasi merupakan mandat langsung Presiden untuk memastikan rumah rakyat lebih nyaman dan tidak panas.

“Hari ini kita bicara soal gentengisasi. Sesuai arahan Presiden Prabowo, karena beliau punya perhatian agar rumah rakyat tidak panas,” ujarnya.

Agar produk UMKM dapat masuk ke proyek perumahan nasional, pemerintah menetapkan sejumlah standar ketat. Genteng harus memiliki daya tahan minimal 15 tahun, memenuhi unsur estetika bangunan, serta tahan terhadap cuaca panas dan hujan. Selain itu, kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi syarat wajib.

Dalam diskusi tersebut, disepakati harga acuan genteng sebesar Rp4.300 per unit termasuk biaya pengiriman.

“Mutu itu penting sekali. Karena itu SNI wajib untuk menjaga kualitas,” tegas Ara.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait akan memberikan pendampingan teknis agar pengrajin lokal mampu memenuhi standar SNI. Kolaborasi antara perbankan, pemerintah, pengembang, dan UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas rumah rakyat, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan secara masif di berbagai daerah.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget5 minutes ago

Piala Dunia 2026 Dibayangi Geopolitik Global, Kok Bisa?

News1 hour ago

Perspektif Vietnam dalam Pendidikan dan Ilmu Sosial di Era AI

News1 hour ago

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo

News4 hours ago

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Khamenei Gugur, Simbol Apa?

LakeyBanget10 hours ago

FIFA Tegaskan Iran Diharapkan Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Situasi Politik Memanas

LakeyBanget10 hours ago

Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah di BRIT Awards 2026, Berkat lagu “APT”

News10 hours ago

Prof Rokhmin Ajak Umat Islam Bersatu di Tengah Dinamika Global 

LakeyBanget10 hours ago

Bruno Mars Rilis Album “The Romantic”, Comeback Solo Usai Satu Dekade

News11 hours ago

Silaturahmi KAHMI–ICMI, Wamenag: Ilmu Tanpa Manfaat Akan Sia-Sia

LakeyBanget13 hours ago

Kemenhaj Pantau 58 Ribu Jemaah Umrah di Arab Saudi di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Ruang Sujud16 hours ago

Pernyataan Zakat Jadi Sorotan, Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

News17 hours ago

BRI Insrurance Pertegas Komitmen Pendidikan Lewat Program TJSL

Ruang Sujud18 hours ago

Ali Khamenei dan Warisan Api yang Ia Tinggalkan

LakeyBanget20 hours ago

Wacana Merger Paramount–Warner Bros Ditolak Pemilik Bioskop, Kenapa?

LakeyBanget20 hours ago

Buntut Serangan AS-Israel ke Iran, Jadwal Penerbangan Tim MotoGP Terganggu

News21 hours ago

Prabowo Siap ke Teheran Mediasi AS-Iran

News21 hours ago

Di Balik Tewasnya Khamenei Tokoh Kunci Kekuatan Regional Timur Tengah

Review1 day ago

Prabowo Urus Saja MBG, Tidak Usah Genit Mau ke Taheran: Mau Jadi Jubir BOP?

Review1 day ago

Biadab! Israel dan Amerika yang memulai Serang Iran, Kini Framing Taheran Serang Negara Arab

News1 day ago

Israel Umumkan Status Darurat Energi Usai Dihujani Rudal Iran

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.