Connect with us

News

Pertamina Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026, Ini Syaratnya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang digelar Pertamina segera dibuka. Pendaftaran program bertajuk #MudikBarengPertamina2026 dimulai pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 10.00 WIB melalui laman resmi www.mudikpertamina2026.com dengan kuota peserta terbatas.

Program ini menyediakan moda transportasi bus dengan lebih dari 15 kota tujuan di Pulau Jawa dan sekitarnya. Keberangkatan peserta dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret 2026 dari Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Selain arus mudik, Pertamina juga memfasilitasi arus balik dari sejumlah kota, yakni Cirebon, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Seluruh peserta arus balik akan tiba di pool Damri Cawang, Jakarta.

Daftar Kota Tujuan

Program Mudik Bareng Pertamina 2026 melayani berbagai kota tujuan, antara lain:

  • Tasikmalaya
  • Garut
  • Cirebon
  • Purwokerto-Banyumas
  • Kebumen
  • Wonosobo-Purworejo
  • Brebes-Tegal
  • Pemalang
  • Cilacap
  • Pekalongan-Kendal-Semarang
  • Yogyakarta
  • Surakarta-Wonogiri
  • Surabaya
  • Malang
  • Ngawi
  • Madiun
  • Banyuwangi

Syarat dan Ketentuan

Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut:

  • Menggunakan identitas resmi yang masih berlaku (KTP/NIK). Data akan diverifikasi melalui sistem validasi NIK.
  • Maksimal lima orang dalam satu grup pendaftaran.
  • Anak usia di atas 3 tahun wajib didaftarkan sebagai penumpang dan dapat menggunakan NIK atau KIA.
  • Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftar satu kali, baik di program Mudik Bareng Pertamina 2026 maupun program Mudik Gratis BUMN lainnya.
  • Peserta dilarang mendaftar di dua program mudik BUMN berbeda. Jika ditemukan terdaftar di program lain, keikutsertaan akan dibatalkan.

Registrasi Ulang Wajib Hadir

Peserta yang lolos seleksi wajib melakukan registrasi ulang pada Minggu, 15 Maret 2026 pukul 03.00–07.30 WIB di Keong Mas, TMII. Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal akan dianggap mengundurkan diri dan kuota dialihkan kepada peserta cadangan.

Pertamina menegaskan bahwa program ini tidak dipungut biaya. Informasi resmi hanya disampaikan melalui akun Instagram @pertamina, hotline resmi, serta tautan pendaftaran yang telah ditentukan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi hotline resmi di nomor 0815-4006-0135 atau 0811-1380-3353. Calon pemudik diimbau menyiapkan data diri dan anggota keluarga sejak awal agar proses pendaftaran berjalan lancar saat kuota dibuka.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Selat Hormuz Ditutup, Jalur Perdagangan Indonesia Berpotensi Terganggu

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi adanya potensi gangguan terhadap arus perdagangan Indonesia yang selama ini melintasi Selat Hormuz, menyusul penutupan jalur strategis tersebut akibat eskalasi perang antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan dampak riil terhadap perdagangan nasional masih perlu dikaji lebih mendalam.

“Ini tentunya perlu dilakukan kajian yang lebih lanjut,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/3).

Sebagai gambaran awal, BPS memaparkan nilai ekspor dan impor nonmigas Indonesia dengan tiga negara di kawasan Timur Tengah, yakni Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA), sepanjang 2025.

Ekspor

Ekspor nonmigas Indonesia ke Iran tercatat sebesar US$249,1 juta. Komoditas utama yang diekspor meliputi buah-buahan senilai US$86,4 juta, kendaraan sebesar US$34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$22 juta.

Sementara itu, ekspor nonmigas ke Oman mencapai US$428,8 juta. Komoditas terbesar berupa lemak dan minyak hewan nabati senilai US$227,7 juta, diikuti kendaraan dan bagiannya sebesar US$64,2 juta, serta bahan mineral sebesar US$48,1 juta.

Adapun ekspor nonmigas ke Uni Emirat Arab tercatat dengan komoditas utama logam mulia dan perhiasan senilai US$183,6 juta, lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$510,3 juta, serta kendaraan dan bagiannya sebesar US$363,5 juta.

Impor

Dari sisi impor, nilai impor nonmigas Indonesia dari Iran tercatat sebesar US$8,4 juta. Komoditas utamanya adalah buah-buahan sebesar US$5,9 juta, besi dan baja senilai US$0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya sebesar US$0,7 juta.

Impor nonmigas dari Oman mencapai US$718,8 juta. Komoditas terbesar berupa besi dan baja senilai US$590,5 juta, bahan bakar organik sebesar US$56,7 juta, serta garam, belerang, batu, dan semen sebesar US$44,2 juta.

Sementara itu, impor dari Uni Emirat Arab tercatat sebesar US$1,4 miliar sepanjang 2025. Komoditas utama yang diimpor meliputi logam mulia dan perhiasan sebesar US$511,1 juta, belerang dan batu semen sebesar US$43,2 juta, serta aluminium dan barang turunannya sebesar US$181,6 juta.

BPS menegaskan, meskipun potensi gangguan perdagangan akibat penutupan Selat Hormuz cukup terbuka, diperlukan analisis lanjutan untuk mengukur secara pasti besaran dampaknya terhadap kinerja ekspor-impor Indonesia.

Continue Reading

News

Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat, Mendikdasmen Dorong Penguatan Guru PAUD dan Pemenuhan Gizi Anak 

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memperkuat implementasi kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun sebagai strategi menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penguatan tersebut dilakukan melalui optimalisasi pendidikan anak usia dini (PAUD), peningkatan kualitas pendidik, serta pemenuhan gizi anak sejak masa awal kehidupan.

Komitmen ini ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kegiatan sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun di Tangerang Selatan. Program tersebut menekankan pentingnya layanan pendidikan berkelanjutan sejak prasekolah hingga pendidikan kesetaraan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan program prioritas nasional untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan sejak usia dini. Menurutnya, masa anak usia dini merupakan periode emas yang sangat menentukan perkembangan motorik, intelektual, sosial, dan spiritual.

“Anak perlu ruang untuk bereksplorasi, berimajinasi, serta membangun rasa percaya diri melalui lingkungan belajar yang mendukung dan pendidik yang mampu menjadi teladan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan, guru PAUD dan taman kanak-kanak memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak. Pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, ramah anak, serta mendorong interaksi positif melalui aktivitas bermain, bertanya, dan kerja sama sosial. Lingkungan bahasa, sikap pendidik, dan pola interaksi dinilai menjadi fondasi kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menambahkan bahwa Wajib Belajar 13 Tahun mencakup pendidikan dasar serta satu tahun kelas prasekolah guna memastikan kesiapan belajar anak sebelum masuk sekolah dasar. Upaya ini difokuskan pada perluasan akses layanan, penyediaan ruang kelas dan satuan pendidikan, peningkatan kualitas pendidik, serta penguatan peran pemerintah daerah.

Selain jalur formal, pemerintah juga memperkuat pendidikan nonformal dan informal sebagai bagian dari strategi penuntasan Wajib Belajar 13 Tahun. Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal, Baharudin, menjelaskan bahwa program kesetaraan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak menempuh jalur pendidikan formal.

Layanan tersebut diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik pemerintah daerah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dikelola masyarakat. Tren pendidikan nonformal pun menunjukkan peningkatan, ditandai bertambahnya jumlah PKBM yang dibangun berbagai unsur masyarakat, termasuk organisasi seperti Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Peserta didik jalur nonformal kini memperoleh hak setara dengan pendidikan formal, termasuk akses pendanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada 2025, pemerintah juga memperkuat layanan melalui revitalisasi PKBM dan SKB serta program digitalisasi satuan pendidikan.

Beragam layanan pendidikan nonformal yang tersedia meliputi PAUD nonformal, program kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan dan remaja, hingga taman baca masyarakat. Program ini diharapkan mampu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di Provinsi Banten.

Di sisi lain, pemerintah turut memberi perhatian pada pemenuhan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program tersebut dinilai sebagai bagian integral pembangunan pendidikan karena kualitas pembelajaran sangat dipengaruhi kondisi kesehatan dan nutrisi anak sejak dalam kandungan.

Abdul Mu’ti menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam memberikan stimulasi perkembangan, menjaga kecukupan gizi, serta mencegah pernikahan dini yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan anak.

Melalui sinergi pendidikan formal, nonformal, serta dukungan pemenuhan gizi, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan layanan pendidikan bermutu bagi semua dan memastikan setiap anak Indonesia memiliki fondasi belajar yang kuat sejak usia dini.

Continue Reading

News

Perspektif Vietnam dalam Pendidikan dan Ilmu Sosial di Era AI

Fokus utama adalah pada penyesuaian konten kurikulum untuk mengintegrasikan aspek transformasi digital dan teknologi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sektor Pendidikan serta Ilmu Sosial dan Humaniora diproyeksikan akan mempertahankan stabilitas dalam penerimaan mahasiswa pada tahun 2025. Tren ini menunjukkan bahwa, berbeda dengan beberapa bidang teknologi yang mengalami pertumbuhan pesat, sektor-sektor ini akan terus mempertahankan skala pelatihan yang konsisten di berbagai lembaga pendidikan tinggi, sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja jangka panjang.

Meskipun menghadapi semakin meluasnya penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pengajaran, penelitian, dan manajemen, program pelatihan di bidang-bidang ini tidak menunjukkan penyusutan skala. Sebaliknya, fokus utama adalah pada penyesuaian konten kurikulum untuk mengintegrasikan aspek transformasi digital dan teknologi.

Universitas-universitas besar terus memainkan peran sentral dalam pelatihan guru, seperti Universitas Pendidikan Kota Ho Chi Minh yang mempertahankan program studi Matematika, Sastra, Bahasa Inggris, Sejarah, dan Geografi. Lembaga-lembaga seperti Universitas Pendidikan Hanoi, Universitas Can Tho, dan Universitas Vinh juga berperan sebagai penyedia utama sumber daya manusia untuk sistem pendidikan umum. Bidang-bidang ilmu sosial seperti Psikologi, Pekerjaan Sosial, Sosiologi, dan Sejarah juga menjaga jumlah mahasiswa yang stabil, dengan Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (Universitas Nasional Vietnam Kota Ho Chi Minh) menargetkan 3.899 mahasiswa di 37 program pada tahun 2025.

Dalam konteks perkembangan teknologi, banyak lembaga pelatihan secara bertahap menambahkan modul terkait transformasi digital, keterampilan teknologi, penambangan data, dan aplikasi AI. Penyesuaian ini dilakukan pada tingkat pendukung dan selaras dengan Kerangka Kompetensi Digital yang diatur dalam Surat Edaran 02/2025/TT-BGDĐT dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, menunjukkan upaya adaptasi kurikulum yang proaktif.

Bapak Tran Nam, Kepala Bidang Kemahasiswaan di Universitas Ilmu Sosial dan Humaniora (Universitas Nasional Vietnam, Kota Ho Chi Minh), menanggapi prospek ini. Beliau meyakini bahwa, “dalam jangka pendek, bidang Pendidikan dan Ilmu Sosial dan Humaniora tidak akan menciptakan ‘lompatan’ pendapatan yang signifikan seperti beberapa bidang teknologi.”

Namun, Bapak Nam menambahkan bahwa dalam jangka panjang, bidang-bidang ini memiliki permintaan sumber daya manusia yang stabil dan berkelanjutan, yang terkait erat dengan perkembangan pendidikan, kehidupan sosial, dan layanan pendukung manusia. Posisi pekerjaan di bidang ilmu sosial dan humaniora tetap terisi secara konsisten di pasar tenaga kerja, terutama di sektor pendidikan, psikologi, pekerjaan sosial, manajemen, dan administrasi. Karakteristik unik yang sangat terkait dengan manusia dan masyarakat ini menjadikan sektor-sektor ini kurang terpengaruh secara langsung oleh potensi penggantian tenaga kerja oleh teknologi.

Continue Reading

News

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai mediator dalam meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Niat mediasi ini telah disambut baik oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.

Langkah Prabowo muncul di tengah keprihatinan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) atas kegagalan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai berdampak pada peningkatan ketegangan militer di kawasan tersebut. Indonesia sebelumnya telah menyatakan penyesalannya atas situasi ini.

Melalui akun resminya, Kemlu RI menyampaikan, “Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.”

Kementerian juga menambahkan, “Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.”

Pemerintah Indonesia, melalui pernyataannya, menegaskan kesiapan ini dengan menyatakan, “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.”

Menyambut baik inisiatif tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengungkapkan, “Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini.”

Continue Reading

News

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Khamenei Gugur, Simbol Apa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, Minggu (1/3/2026), menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Pengibaran bendera tersebut disebut sebagai simbol tuntutan balas dendam terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Akun resmi Masjid Jamkaran mengunggah foto prosesi pengibaran bendera merah bertuliskan “Ya Lazarat al-Hussein” di atas kubah masjid yang terletak di Kota Qom itu. Dalam unggahan tersebut, tampak pula foto Khamenei dibawa menuju peristirahatan terakhirnya.

“Pengibaran bendera ‘Ya Lazarat al-Hussein’ di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran dalam mencari darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis,” demikian keterangan yang disertakan dalam unggahan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan gabungan Israel dan AS di Iran pada Sabtu (28/2/2026).

“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Pemerintah Iran kemudian membenarkan kabar wafatnya Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026). Otoritas setempat menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Selain Khamenei, sejumlah pejabat tinggi dan anggota keluarga juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, di antaranya Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh. Putri, menantu, dan cucu Khamenei juga termasuk dalam daftar korban yang diumumkan pemerintah Iran.

Continue Reading

News

Prof Rokhmin Ajak Umat Islam Bersatu di Tengah Dinamika Global 

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kota Bogor menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman Anggota DPR RI Komisi IV, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, Ahad (1/03). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri para tokoh nasional, akademisi, serta jajaran pengurus KAHMI dan ICMI.

Prof. Dr. Rokhmin Dahuri yang juga dikenal sebagai tokoh nelayan nasional dan Guru Besar IPB University dalam sambutannya menyampaikan refleksi mengenai kondisi umat Islam Indonesia dan dinamika global yang tengah berkembang. Ia menyinggung hasil survei Kementerian Agama yang menyebutkan bahwa umat Islam Indonesia masih cenderung sekuler. Menurutnya, data tersebut masih menjadi perdebatan, namun patut dijadikan bahan evaluasi bersama.

Ia menilai umat Islam Indonesia masih menghadapi tantangan serius, mulai dari persoalan ketertinggalan ekonomi hingga praktik korupsi yang dinilai telah menggerogoti berbagai sektor. Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah serta jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Kalau ingin menjadi bangsa yang makmur, maka kita harus menjalankan perintah Allah SWT dan meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW. Nilai kejujuran, amanah, kerja keras, dan kepedulian sosial harus menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Rokhmin juga mengajak umat Islam untuk memperkuat semangat kewirausahaan agar mampu menjadi “tangan di atas”, yakni pihak yang memberi manfaat dan kontribusi bagi sesama. Menurutnya, kemandirian ekonomi adalah salah satu kunci kebangkitan umat.

Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam di tengah dinamika global dan berbagai isu yang berkembang. Ia menyinggung situasi geopolitik internasional yang dinilai memunculkan ketegangan di sejumlah kawasan, termasuk di dunia Islam.

“Di tengah bulan Ramadhan yang suci, kita melihat masih adanya konflik dan ketegangan global. Namun sejarah mencatat, justru di bulan penuh berkah inilah umat Islam sering menunjukkan kebangkitan dan persatuannya,” kata Rokhmin.

Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak boleh memecah belah umat. Menurutnya, soliditas dan ukhuwah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita harus bersatu, saling menguatkan, dan tetap optimistis. Umat Islam Indonesia ke depan harus bisa lebih sejahtera dan berperan lebih besar dalam membangun peradaban,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rokhmin juga menyampaikan bahwa dirinya bersama sang istri telah konsisten menggelar buka puasa bersama sejak tahun 1995. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-31 sebagai bagian dari tradisi keluarga untuk mempererat silaturahmi.

Acara ditutup dengan doa bersama, buka puasa, serta salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan Ramadan.

Continue Reading

News

Silaturahmi KAHMI–ICMI, Wamenag: Ilmu Tanpa Manfaat Akan Sia-Sia

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama ICMI Bogor menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman Anggota DPR RI, Komisi IV, Prof Rokhmin Dahuri, Ahad (1/03). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, akademisi, serta unsur masyarakat.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H. R. Muhammad Syafi’i, yang dalam sambutannya menekankan makna Ramadhan sebagai bulan pendidikan dan latihan spiritual bagi umat Islam.

Wamenag menyampaikan bahwa Ramadhan terbagi dalam tiga fase pembinaan diri.

“Sepuluh hari pertama mengajarkan tentang rahmat, bagaimana kita membangun kasih sayang dan empati. Sepuluh hari kedua mengajarkan maghfirah atau ampunan, momentum memperbaiki diri dan memperkuat introspeksi. Sepuluh hari ketiga menguatkan kita dari api neraka, membangun keteguhan iman dan konsistensi dalam kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti pada tataran ritual semata. Ia menegaskan bahwa ilmu dan jabatan yang dimiliki seseorang akan sia-sia apabila tidak memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

“Apa pun profesi dan latar belakang kita, apakah Senator, Anggota DPR, Guru Besar, atau profesi lainnya, jika ilmu tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan, maka tidak akan bernilai di hadapan Allah,” tegasnya.

Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” (HR. Ahmad). Hadis tersebut, menurutnya, menjadi landasan bahwa keunggulan seorang Muslim harus terukur dari dampaknya bagi masyarakat dan negara.

Wamenag juga menekankan pentingnya menjadikan ibadah sebagai energi transformasi sosial. Sholat, puasa, haji, dan umrah, kata dia, harus membentuk karakter yang berintegritas dan peduli terhadap persoalan umat.

“Ibadah bukan sekadar ritual, tetapi harus melahirkan dampak nyata dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku miris melihat kondisi dunia Islam saat ini yang dinilainya masih dilanda perpecahan. Menurutnya, ketiadaan persatuan, khususnya di sejumlah negara Arab, menjadi salah satu faktor lemahnya posisi umat di tengah dinamika global yang serba tidak pasti.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas dan moderasi Islam di tingkat global. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tradisi demokrasi yang relatif stabil, Indonesia dinilai mampu menjadi contoh harmoni antara nilai keislaman dan kebangsaan.

Acara silaturahmi dan buka puasa tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan dialog kebangsaan serta doa bersama untuk persatuan umat dan kemajuan Indonesia.

Continue Reading

News

BRI Insrurance Pertegas Komitmen Pendidikan Lewat Program TJSL

Published

on

Monitorday.Com – Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk berbagi. Di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah ini, PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) memilih menebar manfaat dengan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah dan dukungan biaya operasional kepada dua yayasan di Jakarta.

Bantuan tersebut diserahkan pada 26–27 Februari 2026 kepada Yayasan Ridho Berkah Sejahtera di Cipayung, Jakarta Timur, serta Yayasan Baitul Yatama Jakarta (Bayata) di Penjaringan, Jakarta Utara.

Langkah ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang difokuskan pada dukungan pendidikan dan kegiatan sosial masyarakat.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, berharap bantuan tersebut benar-benar membawa dampak nyata bagi anak-anak yang dibina di kedua yayasan.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak dan meringankan operasional yayasan,” kata Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo, berdasarkan keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pendidikan dan aktivitas sosial masyarakat.

Di Yayasan Ridho Berkah Sejahtera, rasa syukur dan haru menyambut kedatangan bantuan tersebut. Rahmat, perwakilan yayasan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan BRI Insurance.

“Kami merasa terbantu, semoga ini menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menggapai cita-cita,” ujarnya.

Bagi anak-anak di yayasan, perlengkapan sekolah bukan sekadar alat belajar. Ia adalah simbol harapan—bahwa di tengah keterbatasan, masih ada tangan-tangan yang peduli pada masa depan mereka.

Di lokasi berbeda, suasana hangat juga terasa saat Komisaris Independen BRI Insurance Benny Imam Syafii menyerahkan bantuan kepada perwakilan Yayasan Baitul Yatama Jakarta, Lukmanul Hakim.

“Kami hadir untuk memberikan bantuan peralatan sekolah dan biaya operasional guna membantu kegiatan sehari-hari yayasan,” tutur Benny.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas pembinaan dan kebutuhan harian anak-anak di yayasan, mulai dari pendidikan hingga operasional rutin.

Lukmanul Hakim menyambut baik dukungan tersebut dan berharap bantuan ini memberi dampak nyata bagi keberlangsungan kegiatan yayasan.

BRI Insurance menegaskan bahwa kegiatan TJSL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten. Program tersebut juga selaras dengan prinsip keberlanjutan yang terus diterapkan perusahaan, tidak hanya dalam bisnis, tetapi juga dalam kontribusi sosial kepada masyarakat.

Di bulan yang identik dengan kepedulian dan kebersamaan ini, langkah kecil seperti penyediaan perlengkapan sekolah dan dukungan operasional menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pertumbuhan perusahaan, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Continue Reading

News

Prabowo Siap ke Teheran Mediasi AS-Iran

Mediasi akan dilaksanakan apabila disetujui oleh kedua belah pihak, dengan kesediaan Presiden untuk melakukan kunjungan langsung ke Teheran.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai mediator dan memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran, menyusuli kegagalan perundingan yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Bahkan, Presiden Republik Indonesia bersedia bertolak ke Teheran apabila kedua belah pihak menyetujui upaya mediasi tersebut.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan penyesalan mendalam atas terhentinya perundingan tersebut, menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan jalur dialog dan diplomasi. Langkah ini diambil guna meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas regional serta perdamaian global.

“Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai,” tulis Kemlu RI dalam pernyataannya.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, secara eksplisit menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif. Mediasi akan dilaksanakan apabila disetujui oleh kedua belah pihak, dengan kesediaan Presiden untuk melakukan kunjungan langsung ke Teheran.

Kemlu memandang bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah memiliki potensi serius untuk mengganggu stabilitas kawasan secara luas. Hal ini juga dinilai dapat berdampak negatif terhadap perdamaian dan keamanan dunia, mendorong Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam upaya diplomatik.

Adapun, Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan otoritas setempat. Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Tehran atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri untuk bantuan.

Continue Reading

News

Di Balik Tewasnya Khamenei Tokoh Kunci Kekuatan Regional Timur Tengah

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah serangan udara terkoordinasi mengguncang Teheran dan memicu ketidakpastian politik di Timur Tengah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Dunia dikejutkan oleh kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, 28 Februari 2026, di usia 86 tahun. Khamenei dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara terkoordinasi yang mengguncang ibu kota Teheran. Peristiwa ini menjadi titik balik besar bagi politik domestik Iran sekaligus memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut, menurut berbagai laporan internasional, dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dengan target utama kompleks kediaman resmi Khamenei di Beit-e Rahbari. Citra satelit yang beredar menunjukkan kerusakan parah pada area tersebut. Serangan ini disebut berlangsung pada dini hari waktu setempat dan merupakan bagian dari operasi militer terkoordinasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Konfirmasi resmi datang dari media pemerintah Iran. Menurut IRNA dan Fars, kematian Khamenei telah dibenarkan oleh otoritas negara, termasuk oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pernyataan resmi itu sekaligus mengakhiri simpang siur informasi yang sempat beredar beberapa jam setelah ledakan terdengar di kawasan kediaman pemimpin tersebut.

Tokoh internasional pun angkat bicara. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pernyataannya menyebut operasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga kepentingan keamanan nasional AS dan sekutunya. Pernyataan itu mempertegas keterlibatan Washington dalam operasi yang menewaskan pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.

Pemerintah Iran kemudian mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menetapkan tujuh hari sebagai hari libur nasional. Ribuan warga dilaporkan mulai berkumpul di berbagai kota untuk menyampaikan duka cita. Namun di balik suasana berkabung, muncul pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikan posisi strategis tersebut, mengingat belum ada penunjukan resmi penerus sebelum wafatnya Khamenei.

Peristiwa ini tidak hanya menjawab siapa dan kapan—yakni wafatnya pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari 2026—tetapi juga mengungkap bagaimana dan mengapa ketegangan geopolitik dapat berujung pada eskalasi militer langsung di jantung pemerintahan Iran. Dengan situasi politik yang kini memasuki fase transisi, kawasan Timur Tengah berpotensi menghadapi dinamika baru yang menentukan arah stabilitas regional dalam waktu dekat.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget2 hours ago

War Tiket FIFA Series 2026 Dimulai, Lihat Daftar Harganya

News3 hours ago

Pertamina Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026, Ini Syaratnya

News3 hours ago

Selat Hormuz Ditutup, Jalur Perdagangan Indonesia Berpotensi Terganggu

LakeyBanget13 hours ago

Belajar dari Fairuz dan Sonny: Strategi Orang Tua Dampingi Anak Hafal Al-Qur’an

News13 hours ago

Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat, Mendikdasmen Dorong Penguatan Guru PAUD dan Pemenuhan Gizi Anak 

Ruang Sujud15 hours ago

Refleksi Perang Badar dan Geopolitik Dunia Kontemporer

LakeyBanget16 hours ago

Fadil Jaidi Bagikan Pengalaman Jadi Marbot Masjid

LakeyBanget17 hours ago

Piala Dunia 2026 Dibayangi Geopolitik Global, Kok Bisa?

News18 hours ago

Perspektif Vietnam dalam Pendidikan dan Ilmu Sosial di Era AI

News18 hours ago

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo

News21 hours ago

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Khamenei Gugur, Simbol Apa?

LakeyBanget1 day ago

FIFA Tegaskan Iran Diharapkan Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Situasi Politik Memanas

LakeyBanget1 day ago

Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah di BRIT Awards 2026, Berkat lagu “APT”

News1 day ago

Prof Rokhmin Ajak Umat Islam Bersatu di Tengah Dinamika Global 

LakeyBanget1 day ago

Bruno Mars Rilis Album “The Romantic”, Comeback Solo Usai Satu Dekade

News1 day ago

Silaturahmi KAHMI–ICMI, Wamenag: Ilmu Tanpa Manfaat Akan Sia-Sia

LakeyBanget1 day ago

Kemenhaj Pantau 58 Ribu Jemaah Umrah di Arab Saudi di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Ruang Sujud1 day ago

Pernyataan Zakat Jadi Sorotan, Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

News1 day ago

BRI Insrurance Pertegas Komitmen Pendidikan Lewat Program TJSL

Ruang Sujud1 day ago

Ali Khamenei dan Warisan Api yang Ia Tinggalkan

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.