Connect with us

News

Polisi Pastikan Ada Tersangka Usai Hasil Autopsi Anak Tamara Tyasmara Keluar

Hendi Firdaus

Published

on

Kasubdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima hasil autopsi mendiang Dante, anak Tamara Tyasmara.

Ditegaskan bahwa hasil forensik ini asli tanpa ada editan, dan polisi akan segera melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

“Kami telah menerima hasil forensik dari kegiatan investigasi sebelumnya. Hasilnya sangat penting untuk kelanjutan penyidikan kasus ini,” ujar Rovan di Polda Metro Jaya pada hari Kamis, (8/2/2024).

Rovan menegaskan bahwa dalam gelar perkara ini, akan ada pelaku yang akan ditetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya Dante. Namun, hasil autopsi sengaja tidak dirilis secara terbuka agar pelaku tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

“Semua hasil CCTV akan diungkap saat gelar perkara, guna mencegah pelaku kabur,” tambah Rovan.

Sebelumnya, Tamara Tyasmara telah menolak tuduhan bahwa ia menyembunyikan CCTV terkait kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa belum melihat rekaman CCTV tersebut karena masih dalam suasana berduka.

“Saya belum bisa melihat. Tidak ada niatan saya untuk menyembunyikan CCTV, saya bahkan tidak melarang ayahnya untuk melihat CCTV,” ujar Tamara kepada awak media pada hari Rabu.

Tamara menegaskan bahwa ia menolak untuk melihat rekaman CCTV karena masih berada dalam masa berduka dan bahwa ia telah ditawari kesempatan untuk melihatnya.

Di sisi lain, Angger Dimas, mantan suami Tamara, sebelumnya mencabut penolakan autopsi atas putranya, Dante. Ia mencurigai adanya kejanggalan saat anaknya tenggelam di kolam renang umum dan meninggal dunia pada 27 Januari 2024.

Kematian Dante, putra semata wayang Angger Dimas dan Tamara Tyasmara, menjadi perbincangan hangat setelah Angger menyatakan melihat bekas tekanan di tangan anaknya saat memandikan jenazahnya. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat membawa kejelasan atas peristiwa yang tragis ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Istana Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar, Eks Kapolri Listyo Sigit Dicopot dari KSP

Tubagus F Madroi

Published

on

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto memasuki babak baru. Istana Kepresidenan menilai tindakan yang diduga melibatkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri tersebut berpotensi mengarah pada tindak pidana makar karena dapat membahayakan keselamatan pimpinan negara dan kepentingan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Prasetyo, dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pejabat negara merupakan persoalan serius. Informasi yang diperoleh melalui penyadapan berpotensi memuat komunikasi sensitif yang berkaitan dengan keamanan dan kedaulatan negara.

“Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan, mengarah ke perbuatan makar,” ujar Prasetyo.

Meski demikian, pernyataan Istana tersebut masih merupakan penilaian terhadap dugaan perbuatan yang sedang disidik. Hingga kini, penyidik belum mengumumkan penetapan tersangka atas tindak pidana makar dalam perkara tersebut.

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan KSPPerkembangan penting lainnya adalah keputusan Presiden Prabowo memberhentikan Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Keputusan tersebut diambil setelah Bareskrim Polri menetapkan Listyo sebagai tersangka bersama dua perwira tinggi kepolisian lainnya.

Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden telah menandatangani Keputusan Presiden terkait pemberhentian tersebut pada Rabu pagi, 4 November 2026.

Untuk menjamin keberlangsungan tugas di lingkungan Kantor Staf Kepresidenan, Presiden menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan. Ariyo sebelumnya menjabat Kepala Sekretariat Presiden.

Prasetyo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin terhadap kasus dugaan penyadapan tersebut, terlebih karena salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan pejabat di lingkungan Istana.

Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka

Kasus ini terungkap setelah Bareskrim Polri mengumumkan penetapan tiga tersangka pada Selasa malam, 3 November 2026.

Ketiganya adalah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, serta Irjen Eko Hadi Santoso yang menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama di Sespim Lemdiklat Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti.

Ketiga tersangka diduga melakukan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal terhadap sistem elektronik, serta penghapusan data elektronik.

Bareskrim menyebut dugaan penyadapan berlangsung sejak 2025 hingga 2026, ketika Listyo Sigit masih menjabat sebagai Kapolri.

Aktivitas penyadapan diduga dilakukan melalui sistem Lawful Interception Management System (LIMS), yakni perangkat yang digunakan kepolisian untuk kegiatan penyadapan berdasarkan prosedur hukum.

Namun, dalam kasus ini, sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke sistem tanpa mekanisme verifikasi, surat permohonan penyidik, ataupun dasar proses penegakan hukum yang sah.

Sasaran penyadapan juga tidak terbatas pada Presiden Prabowo. Penyidik menyebut sejumlah pejabat negara, tokoh politik, jurnalis, tokoh organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha diduga turut menjadi target.

Dugaan Penghapusan Jejak dan Penyitaan Barang Bukti

Dalam proses penyidikan, Bareskrim juga menemukan dugaan upaya menghilangkan jejak penyadapan.

Pada Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil penyadapan dan jejak elektronik dalam sistem LIMS.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh seorang petugas pada 30 Oktober 2026 dan menjadi dasar pengusutan lebih lanjut.Penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 saksi dan tiga saksi ahli. Barang bukti yang disita meliputi 11 unit telepon seluler, satu iPad, dan empat flashdisk.

Ketiga tersangka kini ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri untuk kepentingan penyidikan.

Mereka dijerat dengan sejumlah ketentuan dalam KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara berdasarkan pasal yang disangkakan.

Motif Penyadapan dan Penerima Informasi Masih Misteri

Meski tiga tersangka telah ditetapkan, penyidik belum mengungkap secara lengkap tujuan dan motif dugaan penyadapan tersebut.Istana bahkan mengaku masih mempertanyakan mengapa Presiden, para menteri, dan sejumlah tokoh nasional menjadi sasaran.

Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah masih menunggu hasil penyidikan kepolisian untuk mengetahui siapa pihak yang memerintahkan penyadapan, siapa penerima informasi, dan untuk kepentingan apa data hasil sadapan digunakan.

Pemerintah juga belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai isi komunikasi yang diduga berhasil disadap.

Menurut Istana, keterbukaan mengenai hal-hal tersebut penting karena percakapan para pimpinan negara dapat memuat informasi sensitif yang berkaitan dengan pengambilan keputusan strategis dan kepentingan nasional.

Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto agar kasus tersebut ditangani secara serius dan transparan.

DPR dan Partai Politik Desak Pengusutan Menyeluruh

Terungkapnya dugaan penyadapan terhadap Presiden turut mendapat perhatian dari sejumlah partai politik dan tokoh nasional.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan menghormati proses hukum yang dilakukan Bareskrim Polri. Ia berharap penyidikan berlangsung secara profesional, objektif, dan transparan.

Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso juga meminta kepolisian tidak berhenti pada penetapan tersangka. Ia mendesak penyidik mengungkap kemungkinan keterlibatan pemberi perintah, penggerak, maupun pihak yang mendanai aktivitas penyadapan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah internal kepolisian dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan kewenangan tersebut.

Hasto juga meminta agar kasus ini menjadi momentum untuk mengusut kemungkinan penyalahgunaan perangkat negara terhadap masyarakat sipil, jurnalis, dan tokoh politik.

Dalam perkembangan pada Rabu sore, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira turut mendesak kepolisian mengungkap siapa saja pihak yang menerima dan memanfaatkan informasi hasil penyadapan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah kepolisian dalam menangani perkara tersebut. Menurutnya, kewenangan penyadapan harus dijalankan sesuai hukum dan hanya untuk tujuan yang dibenarkan.

Dugaan Makar Harus Dibuktikan secara Hukum

Pernyataan Istana mengenai kemungkinan unsur makar menambah dimensi hukum dalam kasus ini.

Sejumlah pakar hukum, termasuk Mahfud MD dan Frans Immanuel Saragih dari Swarna Dwipa Institute, turut menyoroti kemungkinan keterkaitan dugaan penyadapan terhadap kepala negara dengan ancaman terhadap keamanan nasional dan ketatanegaraan.

Namun, penentuan ada atau tidaknya tindak pidana makar harus didasarkan pada pemenuhan unsur-unsur pidana dan pembuktian melalui proses hukum, bukan semata-mata pada kedudukan korban penyadapan.

Dalam perkara ini, penyidik juga masih harus memastikan peran setiap tersangka, tujuan penggunaan hasil sadapan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Polri sendiri menegaskan bahwa dugaan penyimpangan tersebut merupakan tindakan individu yang sedang diperiksa, bukan kebijakan resmi institusi kepolisian.

Hingga Rabu sore, 4 November 2026, pengusutan kasus masih berlangsung. Belum ada pengumuman resmi mengenai motif akhir penyadapan maupun pihak yang diduga menjadi penerima informasi.

Kasus ini menempatkan pengawasan teknologi penyadapan, perlindungan komunikasi pejabat negara, dan akuntabilitas aparat penegak hukum dalam perhatian publik.

Seluruh tersangka tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Continue Reading

News

Perkuat Wawasan Global, Puluhan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Kuliah  di Kampus Top Eropa

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] – Program Pascasarjana Universitas Borobudur kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus unggul bereputasi global dengan memberangkatkan 80 mahasiswa ke luar negeri. 

Kali ini, para mahasiswa jenjang Magister Hukum, Doktor Ekonomi, dan Doktor Hukum berkesempatan mengikuti perkuliahan intensif di universitas kelas dunia (world class university), yaitu Utrecht University dan Leiden University di Belanda.

Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur sekaligus pimpinan rombongan, Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan studi banding internasional ini merupakan agenda tahunan wajib. Langkah ini diambil demi memperluas wawasan akademik mahasiswa di kancah global.

“Menambah pengetahuan dan wawasan secara global adalah hal mutlak yang harus dilakukan di Universitas Borobudur. Setiap tahun, kami selalu konsisten melaksanakan kegiatan perkuliahan ini, baik di kampus-kampus Eropa, Asia, maupun Amerika,” ujar Prof. Faisal Santiago dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Pelajari Isu AI hingga Pajak Internasional

Selama di Belanda, para mahasiswa disuguhkan materi-materi strategis yang dibawakan langsung oleh para pakar dunia. Di Utrecht University, Prof. Sybe de Vries memaparkan materi seputar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dari perspektif ekonomi dan hukum. 

Sementara itu, saat berkuliah di Leiden University, mahasiswa memperdalam regulasi mengenai Pajak Internasional bersama Prof. Irma Mosquera.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menerima materi mendalam terkait geopolitik global bertajuk “The Role of Law and Regional Collaboration in a New Geopolitical Reality” yang disampaikan oleh Prof. Armin Cuyvers.

Antusiasme tinggi terlihat sepanjang perkuliahan karena latar belakang profesi mahasiswa pascasarjana yang sangat beragam. Mulai dari anggota Polri, TNI, advokat, politikus, aparatur sipil negara (ASN), hingga kalangan pengusaha.

Lanjutkan Kunjungan ke Prancis dan Italia

Setelah menyelesaikan agenda akademik di Belanda, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan kerja sama internasional ke dua negara Eropa lainnya. Mereka akan mengunjungi pasar modal Euronext di Prancis dan dilanjutkan dengan kunjungan resmi ke Parlemen Italia.

Dalam kunjungan akademik kali ini, para mahasiswa didampingi oleh jajaran guru besar dan dosen senior Universitas Borobudur. Di antaranya adalah Prof. Dr. Faisal Santiago, S.H., M.H., Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S., Prof. Dr. Cicih Ratnasih, S.E., M.M., Prof. Dr. Ahmad Redi, S.H., M.H., Dr. KMS Herman, S.H., M.H., dan Dr. Muhammad Muchlas Rowi., S.F., S.H., M.M.

Program ini sekaligus menjadi bukti keunggulan Universitas Borobudur dalam membekali mahasiswanya dengan pembaruan ilmu serta pengalaman empiris berskala internasional.

Continue Reading

News

Bareskrim Tetapkan LSP Cs Jadi Tersangka, Begini Kronologinya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal aktif lainnya. Kasus tersebut terungkap setelah seorang petugas yang mengetahui praktik penyadapan itu melaporkannya ke kepolisian pada 30 Oktober 2026.

Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin menjelaskan, dugaan penyadapan berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026, ketika Listyo Sigit masih menjabat Kapolri.

Menurut Asep, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan sejumlah nomor telepon tanpa mengikuti prosedur resmi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2010.

“Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan-penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap Nomor 5 Tahun 2010,” kata Asep dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Selasa (3/11/2026).

Dalam praktiknya, sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi. Penyadapan tersebut juga disebut tidak berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum, baik penyelidikan maupun penyidikan sebagaimana disyaratkan undang-undang.

Bareskrim juga mengungkap dugaan upaya menghilangkan barang bukti. Pada Oktober 2026, para tersangka disebut memerintahkan penghapusan file hasil penyadapan yang tersimpan di komputer sistem LIMS.

Kasus ini mulai dilaporkan setelah terjadi pergantian jabatan Kapolri. Pada 1 Oktober 2026, Listyo Sigit diberhentikan dari jabatan Kapolri dan dilantik menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Posisinya sebagai Kapolri kemudian digantikan Jenderal Suyudi Ario Seto.

“Selanjutnya pelapor selaku petugas yang mengetahui hal tersebut membuat laporan polisi pada tanggal 30 Oktober tahun 2026,” ujar Asep.

Bareskrim menduga sasaran penyadapan tidak hanya Presiden Prabowo, tetapi juga sejumlah pejabat negara, tokoh politik, tokoh media, pimpinan organisasi masyarakat, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengusaha.

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 10 saksi dan tiga saksi ahli. Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, yakni 11 unit telepon seluler, satu unit iPad, dan empat flashdisk.

Tiga jenderal yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing adalah mantan Kapolri sekaligus Kepala KSP Listyo Sigit Prabowo, Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, serta Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi Santoso.

Sementara itu, seorang jenderal lainnya berinisial SU, yakni Irjen Slamet Uliandi, masih berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 258 dan/atau Pasal 332 ayat (1) dan ayat (2) KUHP serta Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bareskrim menyatakan ketiga tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Continue Reading

News

Trump Hentikan Bantuan Militer, Israel Terkejut

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – – Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan bantuan militer kepada Israel pada akhir 2026 mengejutkan jajaran pejabat militer dan pertahanan negara Zionis tersebut.

Badan penyiaran Israel, Kan, melaporkan pada Selasa bahwa kalangan pertahanan Israel tidak menyangka Washington akan mengambil langkah tersebut, meskipun komunikasi antara kedua negara selama ini berlangsung rutin.

Sebelumnya, Trump mengungkapkan rencana memangkas bantuan militer tahunan Amerika Serikat kepada Israel hingga sekitar 4 miliar dolar AS pada akhir tahun ini. Menurut Trump, kebijakan tersebut sejalan dengan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pada Juli lalu, Netanyahu memang telah menyampaikan kepada Trump keinginannya untuk menghapus ketergantungan militer Israel terhadap Amerika Serikat secara bertahap.

Namun, pernyataan Trump tetap memicu keterkejutan di kalangan pejabat pertahanan Israel.

“Kami sama sekali tak menyangka akan pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut,” kata seorang pejabat pertahanan Israel.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa pemerintah Israel masih mengkaji dampak keputusan Washington karena rincian kebijakan itu belum disampaikan kepada lembaga terkait.

Rencana penghentian bantuan tersebut mencuat bertepatan dengan momentum pemilihan sela di Amerika Serikat. Isu dukungan militer kepada Israel selama ini menjadi salah satu perdebatan paling kontroversial di Kongres maupun di tengah masyarakat Amerika.

Kontroversi semakin menguat di tengah kecaman internasional terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza dan besarnya jumlah korban sipil Palestina.

Laporan Kan menyebutkan bahwa rencana penghentian bantuan militer kepada Israel berpotensi mendapat dukungan luas dari Partai Demokrat.

Selama ini, bantuan pertahanan Amerika Serikat menjadi salah satu penopang utama kekuatan militer Israel. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 2016 di era Presiden Barack Obama, Washington berkomitmen memberikan bantuan keamanan sebesar 3,3 miliar dolar AS per tahun untuk periode anggaran 2019–2028.

Selain itu, Amerika Serikat juga mengalokasikan 500 juta dolar AS setiap tahun untuk program kerja sama pertahanan rudal dengan Israel.

Dengan demikian, total komitmen bantuan dalam kerangka MoU tersebut mencapai 3,8 miliar dolar AS per tahun.

Meski Trump telah menyampaikan rencana pemangkasan bantuan hingga penghentian dukungan militer, belum ada kejelasan mengenai pos anggaran yang akan dihentikan maupun mekanisme pelaksanaannya.

Ketidakpastian tersebut kini menjadi perhatian serius bagi Israel. Jika terealisasi, perubahan kebijakan Washington berpotensi memaksa Tel Aviv mempercepat upaya membangun kemandirian industri pertahanan sekaligus mengurangi ketergantungan strategis terhadap sekutu utamanya.

Continue Reading

News

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Terbongkar, Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditahan

Tubagus F Madroi

Published

on

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menggemparkan publik. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menetapkan tiga perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka. Salah satunya adalah mantan Kapolri yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dua tersangka lainnya adalah Kepala Divisi Hukum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, yang bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama di Sespim Lemdiklat Polri.

Penetapan ketiga tersangka diumumkan langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam, 3 November 2026.

Kasus ini bukan sekadar dugaan penyadapan terhadap kepala negara. Polisi mengungkap bahwa aktivitas tersebut juga diduga menyasar sejumlah pejabat negara, menteri, tokoh politik, jurnalis, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga kalangan pengusaha.

Penyadapan Diduga Berlangsung Sejak 2025

Berdasarkan hasil penyidikan, aktivitas penyadapan diduga berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026. Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan melalui sistem milik kepolisian bernama Lawful Interception Management System (LIMS).

Sejumlah nomor telepon dimasukkan ke sistem tersebut tanpa melalui prosedur verifikasi yang diwajibkan. Penyadapan juga diduga dilakukan tanpa surat permohonan penyidik, laporan polisi, maupun dasar penegakan hukum yang sah.

Padahal, kegiatan penyadapan oleh kepolisian harus mengikuti ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010, yang mengatur prinsip legalitas, perlindungan hak asasi manusia, dan prosedur penyadapan untuk kepentingan penegakan hukum.

Dugaan Penghapusan Bukti pada Oktober 2026

Perkembangan penting lainnya adalah dugaan upaya menghilangkan jejak penyadapan.

Penyidik mengungkap bahwa pada Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan berkas hasil penyadapan serta jejak elektronik dalam sistem LIMS.

Aktivitas mencurigakan tersebut diketahui oleh seorang petugas yang kemudian membuat laporan polisi pada 30 Oktober 2026. Laporan itu menjadi dasar penyelidikan Bareskrim Polri.

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 10 saksi dan tiga saksi ahli. Penyidik juga menyita 11 unit telepon seluler, satu unit iPad, serta empat flashdisk sebagai barang bukti.

Selain ketiga tersangka, seorang perwira lain berinisial SU masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Tiga Tersangka Ditahan, Terancam Hukuman 10 Tahun

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta Nasution, dan Eko Hadi Santoso ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri.

Ketiganya dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana, antara lain Pasal 258 KUHP tentang penyadapan melawan hukum dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara.

Penyidik juga menerapkan Pasal 332 KUHP terkait akses ilegal terhadap sistem elektronik dengan ancaman enam tahun penjara, serta Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengenai perbuatan melawan hukum terhadap informasi elektronik, dengan ancaman hingga delapan tahun penjara.

Meski demikian, polisi menegaskan proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing tersangka dan tujuan di balik dugaan penyadapan tersebut.

Presiden Prabowo Sudah Menerima Laporan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, memastikan Presiden Prabowo telah mengetahui dugaan penyadapan tersebut melalui laporan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Menurut Yusril, penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah pejabat negara merupakan persoalan serius karena menyangkut keamanan informasi dan kepentingan negara.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan indikasi tindak pidana makar. Pasal-pasal yang dikenakan terhadap para tersangka masih berkaitan dengan penyadapan ilegal, akses tanpa hak, dan penghapusan data elektronik.

Yusril juga menyampaikan bahwa pemerintah belum membahas pengganti Kepala Staf Kepresidenan setelah penetapan Listyo Sigit sebagai tersangka. Pemerintah masih memprioritaskan proses penegakan hukum.

Sementara itu, Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa dugaan penyadapan tersebut merupakan tindakan oknum, bukan kebijakan institusi kepolisian.

Komisi III DPR RI turut meminta agar proses hukum berjalan profesional, objektif, dan transparan.

Motif Penyadapan Masih Menjadi Misteri

Hingga Rabu, 4 November 2026 pagi, motif di balik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan berbagai tokoh nasional belum diumumkan secara resmi.

Penyidik masih mendalami tujuan penggunaan hasil sadapan, keterlibatan pihak lainnya, serta kemungkinan penyalahgunaan kewenangan dalam penggunaan perangkat penyadapan milik negara.

Kasus ini sekaligus menjadi perhatian serius terhadap pengawasan teknologi penyadapan, perlindungan komunikasi pribadi, dan keamanan informasi di lingkungan lembaga negara.

Meski ketiga perwira tinggi tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, seluruh dugaan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui proses peradilan dengan menjunjung asas praduga tak bersalah.

Continue Reading

News

Tiga Indikator Ekonomi Menguat, Fondasi Pertumbuhan Indonesia Kian Kokoh

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang semakin kuat menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada 5 November mendatang. Tiga indikator utama yang dirilis pada 2 November 2026 memperlihatkan tren positif, yakni inflasi yang terkendali, neraca perdagangan yang kembali surplus, serta sektor manufaktur yang mencatatkan ekspansi tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perkembangan tersebut mencerminkan kuatnya fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” ujar Airlangga di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong investasi dan aktivitas industri, serta meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk nasional.

Berdasarkan data Oktober 2026, inflasi Indonesia tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti bahkan melandai menjadi 2,56 persen (yoy), menandakan tekanan harga secara umum masih terkendali.

Sementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah (Administered Prices/AP) tercatat 3,24 persen (yoy), antara lain dipengaruhi penyesuaian biaya fuel surcharge penerbangan domestik kelas ekonomi.

Namun, tekanan masih terlihat pada kelompok harga pangan bergejolak (Volatile Food/VF) yang meningkat menjadi 5,81 persen (yoy). Kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat menjadi pemicu utama, seiring penurunan produksi akibat fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau.

Pemerintah menilai stabilitas inflasi tidak terlepas dari sinergi kebijakan pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Menghadapi akhir tahun, pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus risiko gangguan produksi pangan akibat El Niño.

Langkah antisipasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air dan jaringan irigasi, percepatan serta pengaturan pola tanam, dan pemanfaatan lahan produktif. Pemerintah juga memperkuat pemetaan wilayah rawan serta sistem peringatan dini (Early Warning System) untuk mendeteksi potensi gangguan produksi lebih awal.

Di sisi distribusi, penguatan konektivitas pasokan antarwilayah akan ditempuh melalui optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), pemantauan harga dan ketersediaan pangan, serta intervensi pasar jika diperlukan. Upaya ini ditujukan untuk menjaga pasokan dan mencegah gejolak harga hingga penghujung tahun.

Dari sektor eksternal, kinerja perdagangan Indonesia juga menunjukkan tren positif. Neraca perdagangan September 2026 mencatatkan surplus sebesar USD3,36 miliar, sekaligus memperpanjang tren surplus selama tiga bulan berturut-turut.

Nilai ekspor mencapai USD27,59 miliar, tumbuh 3,68 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 11,87 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor utama, antara lain batu bara, gas alam, minyak kelapa sawit, karet alam, bijih besi, dan tembaga.

Prospek ekspor juga dinilai semakin terbuka seiring berlanjutnya program hilirisasi dan membaiknya kondisi perekonomian sejumlah negara mitra dagang utama.

Untuk memperluas akses pasar, Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian perdagangan internasional, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap perundingan. Pemerintah juga mempersiapkan pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam waktu dekat guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di Uni Eropa.

Di sisi impor, nilainya mencapai USD24,23 miliar. Menariknya, impor minyak dan gas (migas) turun 7,35 persen secara bulanan menjadi USD3,27 miliar. Pemerintah mengaitkan perkembangan ini dengan penguatan ketahanan energi, termasuk melalui implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.

Sementara itu, impor bahan baku dan barang penolong meningkat 3,12 persen (mtm) dan 24,65 persen (yoy). Impor barang modal juga tumbuh 12,14 persen (mtm) dan 1,25 persen (yoy).

Peningkatan impor kedua kelompok tersebut mencerminkan kebutuhan industri terhadap bahan baku, mesin, dan peralatan produksi untuk menopang aktivitas manufaktur serta ekspansi kapasitas industri nasional.

Sinyal penguatan ekonomi berikutnya datang dari sektor manufaktur. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 meningkat menjadi 54,0, dari posisi 52,4 pada bulan sebelumnya.

Capaian ini menandai ekspansi selama dua bulan berturut-turut sekaligus menjadi perbaikan kondisi manufaktur terkuat sejak Maret 2024.

Lonjakan PMI terutama didorong peningkatan permintaan baru yang mencapai laju tercepat dalam lima tahun terakhir. Lebih jauh, pesanan ekspor baru mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011.

Meningkatnya permintaan turut mendorong aktivitas produksi ke level pertumbuhan terkuat sejak Maret 2024. Produsen juga meningkatkan pembelian bahan baku dan akumulasi persediaan untuk mengantisipasi kebutuhan produksi yang semakin besar.

Optimisme pelaku usaha terhadap prospek manufaktur dalam 12 bulan ke depan pun tetap terjaga. Penguatan permintaan domestik dan internasional menjadi modal penting untuk mempertahankan momentum ekspansi, meskipun pengendalian biaya produksi dan peningkatan kapasitas tetap menjadi tantangan.

Untuk memastikan penguatan manufaktur berlanjut, pemerintah melanjutkan dukungan pembiayaan dan insentif bagi sektor produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), serta Kredit Program Perumahan.

Khusus sektor industri, KIPK diarahkan untuk mendukung revitalisasi industri padat karya. Sementara itu, KUR diperkuat guna memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif, termasuk pelaku usaha berorientasi ekspor.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program magang dan pelatihan vokasi agar kompetensi tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

Airlangga menegaskan, penguatan investasi, hilirisasi, produktivitas, dan perluasan akses pasar menjadi agenda penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

“Peningkatan aktivitas manufaktur dan kinerja ekspor menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat investasi, hilirisasi, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar. Pada saat yang sama, Pemerintah memastikan inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat terjaga dan dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan aktivitasnya,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada peningkatan permintaan, tetapi juga ditopang penguatan kapasitas produksi dan daya saing nasional.

Kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan yang berkelanjutan, dan ekspansi manufaktur yang semakin kuat menjadi modal positif bagi perekonomian Indonesia menjelang rilis pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026.

Meski demikian, tantangan global, risiko cuaca ekstrem, dan potensi tekanan harga pangan tetap perlu diantisipasi. Pemerintah pun berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui kebijakan yang responsif, penguatan koordinasi pusat dan daerah, serta percepatan investasi dan produktivitas industri nasional.

Continue Reading

News

Jemput Bola ke Akar Rumput, Gubernur Pramono Anung Mulai Safari Kerja 3 Bulan di 44 Kecamatan

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai safari rapat kerja maraton di 44 kecamatan se-DKI Jakarta pada Selasa, 3 November 2026. Rangkaian kunjungan kerja ini diawali di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dan ditargetkan rampung seluruhnya dalam waktu tiga bulan.

“Memang saya merencanakan mudah-mudahan 44 kecamatan itu akan selesai kurang lebih dalam waktu 3 bulan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Langkah jemput bola ini sengaja diambil untuk memetakan secara presisi berbagai kendala dan persoalan di tingkat bawah yang selama ini tersumbat atau belum tersampaikan ke meja pimpinan tertinggi Pemprov DKI. Pramono menegaskan, tujuan utamanya adalah untuk langsung mengurai masalah di lokasi.

“Saya ingin mengetahui itu dan sekaligus memecahkan di tempat kecamatan yang bersangkutan,” kata Pramono.

Ia juga menekankan bahwa mekanisme pemetaan masalah dalam safari ini berbeda dengan agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun jaring aspirasi yang biasa dilakukan oleh anggota DPRD DKI Jakarta.

“Dan ini pasti berbeda dengan Musrenbang, dan juga berbeda dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman di DPRD, karena ini persoalan-persoalan yang menyangkut pemerintahan sendiri,” tutur Pramono.

Melalui rapat maraton di tingkat akar rumput ini, Pramono berharap seluruh masalah yang mengendap di lapangan tidak sekadar teridentifikasi, melainkan bisa langsung dicarikan solusi konkret saat itu juga.

“Sehingga dengan demikian mudah-mudahan persoalan-persoalan yang selama ini berhenti pada level kecamatan itu akan bisa diketahui, dipecahkan, dicari solusinya, dan mudah-mudahan membawa manfaat bagi masyarakat pada level kecamatan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, agenda ini dipimpin langsung oleh Gubernur Pramono Anung bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta. Pramono juga memboyong jajaran wali kota, bupati, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para asisten gubernur ke lokasi.

Melalui forum ini, para lurah serta jajaran aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan diberikan ruang seluas-luasnya untuk memaparkan langsung persoalan wilayah mereka di hadapan gubernur.

“Mulai bulan depan ini, mulai bulan November ini, saya akan mulai mengadakan rapat di kecamatan-kecamatan yang ada di Jakarta. Ada 44 kecamatan, mereka yang menjadi tuan rumah rapatnya di kecamatan yang dipimpin secara langsung oleh gubernur dan Pak Sekda,” pungkas Pramono.

Continue Reading

News

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri, Ini yang Dibahas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih pada Selasa (13/11/2026) di Istana Merdeka, Jakarta. 

Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap kesiapan pemerintah dalam mengimplementasikan program bioetanol E20.

“Saya kebetulan dari sektor energi. Bapak Presiden menanyakan kesiapan tentang implementasi daripada E20 dalam rangka mendorong ketahanan energi kita,” jelasnya. 

Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol mulai dari E20 hingga E50. Implementasi program tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian. 

“E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM. Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tau ujungnya ke mana,” katanya. 

Selain pengembangan energi berbasis nabati, pemerintah juga berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak atau storage di sejumlah wilayah Sumatra. Menurut Bahlil, pembangunan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak nasional. 

“Di samping itu kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa studi kelayakan pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut telah rampung. Pemerintah, menurutnya, akan mulai melakukan peninjauan lokasi pada akhir tahun ini, termasuk melakukan pengecekan terhadap aspek keamanan. 

“Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan,” tegasnya.

Melalui pengembangan bioetanol, keberlanjutan biodiesel B50, dan penguatan cadangan minyak strategis, pemerintahan Presiden Prabowo terus membangun fondasi ketahanan energi yang lebih kuat. Indonesia harus semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energinya, semakin tangguh menghadapi gejolak dunia, dan semakin mampu menjaga kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Profesional, Jawab Peluang Kerja Caregiver Global

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu mengambil peluang kerja di sektor caregiver, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berkarakter dalam merespons meningkatnya kebutuhan layanan pendampingan warga lanjut usia di berbagai negara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa fenomena aging society atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia telah menjadi realitas di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura. Kondisi tersebut turut membuka kebutuhan tenaga profesional di bidang perawatan dan pendampingan warga lanjut usia.

Peluang ini telah terlihat dari kiprah lulusan SMK Indonesia di dunia kerja internasional. Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, beberapa waktu terakhir, Menteri Mu’ti bercerita bahwa ia menghadiri pelepasan sekitar tiga ribu lulusan SMK yang sebagian besar dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Mayoritas di antara mereka akan berkarier sebagai caregiver, baik di rumah sakit maupun layanan pendampingan di kediaman.

Menurutnya, profesi caregiver tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis. Para tenaga pendamping juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, mendengarkan secara empatik, memahami kondisi psikologis, serta menghormati kemandirian dan martabat warga lanjut usia. Pemahaman terhadap budaya, kebiasaan, dan sistem hukum negara tujuan dikatakan Mu’ti juga menjadi bekal penting.

“Caregiver harus mampu memberikan pelayanan tanpa membuat orang yang didampingi merasa tidak berdaya. Ada keterampilan mendengarkan, kesabaran, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan setiap individu yang harus dibangun,” pesannya.

Mendikdasmen juga menekankan bahwa warga lanjut usia bukan semata-mata kelompok yang membutuhkan pelayanan. Banyak di antara mereka tetap sehat, produktif, memiliki pengalaman, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan pelayanan perlu menempatkan mereka sebagai individu yang tetap memiliki potensi, hak, dan ruang untuk berkembang.

Kemendikdasmen mendorong satuan pendidikan SMK untuk memperkuat pembekalan calon tenaga caregiver melalui pelatihan yang komprehensif, mencakup kompetensi teknis, psikologis, sosial, dan lintas budaya. Penyiapan lulusan juga diarahkan pada penempatan profesional di rumah sakit maupun lembaga layanan yang berbadan hukum.

Melalui penguatan pendidikan vokasi tersebut, Kemendikdasmen berharap lulusan SMK Indonesia semakin mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global sekaligus membawa keunggulan karakter bangsa yang santun, sabar, peduli, dan memiliki semangat melayani. 

Continue Reading

News

Pramono Anung Libatkan Lurah Tampung Keluhan Warga Jakarta

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melibatkan seluruh lurah dalam agenda rapat internal di 44 kecamatan guna menjaring dan mendengarkan langsung berbagai keluhan serta persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput.

Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan akurasi data lapangan secara faktual di tengah mencuatnya tren penurunan intensitas aduan warga melalui kanal aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

"Lurah adalah ujung tombak pemerintahan paling bawah karena di tingkat lurah ada begitu banyak perizinan, regulasi yang ada di tingkat itu; dan sering kali, lalu, misalnya, kalau dulu, ya — kalau sekarang saya dengar sudah jarang — ketidakpuasan publik sering terjadi di tingkat itu (kelurahan)," ujar Pramono di Jakarta Pusat.

Pramono menilai penyusutan frekuensi laporan masyarakat di JAKI semestinya menjadi indikasi perbaikan masalah publik, tetapi pemerintah daerah tetap berkewajiban memverifikasi fakta objektif di tengah warga.

"Jangan hanya melaporkan yang baik-baik saja. Saya ingin tahu langsung dari bawah," tutur Pramono.

Agenda rapat koordinasi komprehensif tersebut dijadwalkan berlangsung mulai awal November dengan mekanisme bergilir di 44 kecamatan sebagai tuan rumah.

Continue Reading
News12 menit ago

Istana Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar, Eks Kapolri Listyo Sigit Dicopot dari KSP

News6 jam ago

Perkuat Wawasan Global, Puluhan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Borobudur Kuliah  di Kampus Top Eropa

Ruang Sujud9 jam ago

Rib’i bin Amir dan Diplomasi di Hadapan Panglima Persia

News10 jam ago

Bareskrim Tetapkan LSP Cs Jadi Tersangka, Begini Kronologinya

News11 jam ago

Trump Hentikan Bantuan Militer, Israel Terkejut

News12 jam ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Terbongkar, Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditahan

LakeyBanget12 jam ago

Bantai Villarreal, PSG Ukir Rekor di Liga Champions

Review12 jam ago

Komparasi AI: Bukan Sekadar Siapa yang Paling Pintar

LakeyBanget12 jam ago

Langkah Baru Putra Ronaldo, Masuk Skuad Portugal U-17

News12 jam ago

Tiga Indikator Ekonomi Menguat, Fondasi Pertumbuhan Indonesia Kian Kokoh

DIbuat dengan ChatGPT
Ruang Sujud18 jam ago

Persaingan Antar AI Siapa Diuntungkan

News21 jam ago

Jemput Bola ke Akar Rumput, Gubernur Pramono Anung Mulai Safari Kerja 3 Bulan di 44 Kecamatan

News22 jam ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri, Ini yang Dibahas

News22 jam ago

Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Profesional, Jawab Peluang Kerja Caregiver Global

News1 hari ago

Pramono Anung Libatkan Lurah Tampung Keluhan Warga Jakarta

Ruang Sujud1 hari ago

Sa’ad bin Abi Waqqas Nan Teguh Iman, Tangguh di Medan Perang

News1 hari ago

Anthropic Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah Amankan Petinggi

LakeyBanget1 hari ago

Jadwal Laga Panas Liga Champions, Barcelona dan MU Hadapi Ujian Berat

News1 hari ago

Akses Rekam Medis Pasien Terhubung ke Asisten AI Claude

News1 hari ago

Pemerintah Pangkas Transit Ekspor Sumber Daya Alam Mulai 2027