Connect with us

News

Prabowo Pamer Capaian Danantara Indonesia, return on assets Naik 300 persen

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kinerja Danantara Indonesia menunjukkan hasil yang sangat kuat sepanjang 2025. Hal itu tercermin dari capaian return on assets (ROA) yang disebut meningkat hingga lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara tasyakuran peringatan satu tahun berdirinya Danantara di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, lonjakan kinerja tersebut menunjukkan potensi besar pengelolaan aset milik negara apabila dilakukan secara terintegrasi dan profesional.

“Saya dapat laporan, saya cukup gembira, return on assets satu tahun, 2025, dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Danantara merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengonsolidasikan berbagai aset milik negara agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Saat ini Danantara diketahui mengelola hampir 1.000 perusahaan yang terdiri dari anak hingga cucu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menilai pengelolaan yang berada dalam satu kendali manajemen membuat perusahaan-perusahaan tersebut mampu mencatatkan capaian yang signifikan.

Presiden juga menegaskan bahwa hasil tersebut membuktikan Indonesia memiliki potensi besar dalam mengelola kekayaan nasional secara lebih produktif.

“Premis kita ternyata benar, konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia. Return on assets saya terima di atas 300 persen,” katanya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa Danantara masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah meningkatkan laba bersih yang dihasilkan dari total aset yang dikelola.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong pengelolaan aset negara secara transparan, profesional, dan akuntabel agar mampu memberikan hasil yang optimal bagi kepentingan bangsa dan negara.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Tunjangan Profesi Guru Agama Mulai Dicairkan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Agama mulai mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara bertahap kepada guru pendidikan agama di sekolah. Pencairan ini juga mencakup lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 di lingkungan Kementerian Agama.

Pada tahun 2026, tunjangan profesi diberikan kepada 209.334 guru pendidikan agama Islam yang telah tersertifikasi. Jumlah tersebut termasuk 91.028 guru dan pengawas yang lulus PPG pada tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan pencairan TPG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan guru menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional, mengingat peran strategis mereka dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan guru adalah prioritas pembangunan nasional,” ujar Amien dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, guru merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan kesejahteraan guru terpenuhi dengan baik.

“Pencairan tunjangan profesi ini merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan profesionalitas para guru,” tambahnya.

Amien menjelaskan, pencairan TPG bagi guru pendidikan agama di sekolah dilakukan secara bertahap sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga terus menyempurnakan sistem penyaluran tunjangan profesi agar lebih akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.

“Kami memastikan bahwa guru yang telah memenuhi persyaratan akan menerima haknya dengan baik,” katanya.

Selain guru pendidikan agama Islam, Kementerian Agama juga menyalurkan tunjangan profesi kepada guru pendidikan agama lainnya, yaitu 5.506 guru pendidikan agama Kristen non-ASN, 12.400 guru pendidikan agama Katolik yang terdiri dari 8.569 guru ASN dan 3.832 guru non-ASN, 6.073 guru pendidikan agama Hindu yang terdiri dari 4.982 guru ASN dan 1.091 guru non-ASN, serta 1.423 guru pendidikan agama Buddha yang terdiri dari 862 guru ASN dan 561 guru non-ASN.

Continue Reading

News

Iran Izinkan Kapal Lewati Selat Hormuz dengan Syarat Usir Dubes AS dan Israel

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Iran menyatakan akan mengizinkan kapal-kapal dari berbagai negara melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, dengan syarat negara tersebut mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayahnya.

Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,” kata IRGC dalam pengumumannya pada Senin (9/3) malam.

Pernyataan ini disampaikan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

IRGC menyebut bahwa negara Arab maupun negara Eropa yang mengambil langkah diplomatik dengan mengusir perwakilan diplomatik Amerika Serikat dan Israel akan diberikan akses bebas untuk melintasi Selat Hormuz mulai hari berikutnya.

Sebelumnya, Iran menutup jalur pelayaran Selat Hormuz setelah terjadi serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Penutupan jalur laut tersebut sempat memicu kekhawatiran global karena selat itu merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia dari kawasan Teluk.

Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sejak konflik terbuka pecah pada 28 Februari 2026, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan udara dan operasi militer yang memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Di tengah eskalasi tersebut, Iran juga mengirim pesan politik kepada negara-negara lain untuk menentukan sikap terhadap konflik yang sedang berlangsung. Tawaran akses pelayaran melalui Selat Hormuz dipandang sebagai langkah tekanan diplomatik Iran terhadap negara-negara yang memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini dilalui oleh sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas energi global.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari negara-negara Barat terkait syarat yang diajukan Iran tersebut. Namun sejumlah pengamat menilai kebijakan ini berpotensi memperumit dinamika geopolitik dan meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk.

Continue Reading

News

Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Prabowo di Peringatan Nuzulul Qur’an

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan ceramah dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Selasa (10/3) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Quraish Shihab yang juga pendiri Pusat Studi Al-Qur’an memohon kepada Allah SWT agar Presiden Prabowo diberikan pertolongan dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam upaya menyejahterakan rakyat, menegakkan keadilan, serta menjaga perdamaian.

Doa tersebut, menurut Quraish, terinspirasi dari doa yang pernah dipanjatkan gurunya, ulama besar Mesir Muhammad Mutawalli Asy-Syarawi, kepada seorang presiden Mesir. Dalam ceramahnya, ia mengutip pesan sang guru tentang hakikat kekuasaan.

“Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Beliau pernah berdoa kepada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan,” kata Quraish Shihab kepada Presiden Prabowo.

“Baru beliau berkata, dan ini yang ingin saya doakan buat Bapak, katanya: Saya tidak tahu, boleh jadi kita tidak akan bertemu lagi. Saya hanya bisa berdoa, kalau Yang Mulia adalah takdir kami, rakyat, dalam arti Tuhan mentakdirkan Yang Mulia untuk melakukan kegiatan yang menyejahterakan rakyat, maka kami berdoa semoga kami dapat membantu Bapak,” sambung Quraish.

Di penghujung doanya, Quraish berdoa agar Presiden Prabowo selalu mendapat pertolongan Tuhan dalam menegakkan keadilan dan menjaga perdamaian.

Tapi kalau Bapak, kalau Yang Mulia, katanya, menjabat jabatan ini karena takdir Yang Mulia untuk membantu menegakkan keadilan dan perdamaian, maka kami akan berdoa semoga Yang Mulia dibantu Tuhan dan kami akan ikut membantu. Itu doa kami kepada Bapak,” ujar Quraish melafalkan kalimat terakhir doanya untuk Presiden.

Di akhir ceramahnya, Quraish mengajak seluruh peserta acara peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara untuk berdoa bersama-sama. Doa yang disebut oleh Quraish, “singkat, diajarkan oleh Nabi (Muhammad SAW), dan dibaca oleh Nabi setiap selesai shalat”.

Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai. Dari-Mu bersumber kedamaian. Kepada-Mu kembali kedamaian. Ya Allah, hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami kelak di surga-Mu, surga yang penuh dengan kedamaian. Wahai Tuhan penyandang kemuliaan dan keagungan,” demikian doa yang dilafalkan pada penghujung ceramah Quraish Shihab.

Continue Reading

News

Sahroni Ogah Terima Gaji Usai Kembali Aktif di DPR, Kok Kenapa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan tidak akan menerima gaji selama kembali menjalankan tugasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Seluruh gaji yang menjadi haknya disebut akan disalurkan untuk kegiatan sosial melalui platform penggalangan dana Kitabisa.

Sahroni mengatakan keputusan tersebut berlaku selama masa jabatannya sebagai anggota DPR RI pada periode saat ini. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah gaji yang diterimanya sebagai legislator.

“Gaji tidak saya terima. Saya juga tidak tahu berapa jumlahnya,” kata Sahroni kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Politikus itu menjelaskan bahwa dirinya akan meminta Sekretariat Jenderal DPR RI untuk langsung menyalurkan gaji bulanannya ke rekening yayasan tersebut. Dengan mekanisme itu, ia menegaskan tidak akan menerima sepeser pun dari gaji yang bersumber dari uang negara.

Menurut Sahroni, langkah tersebut diambil untuk menghindari anggapan bahwa dirinya menggunakan uang rakyat. Ia menilai pendapatannya sebagai pengusaha sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

“Karena saya juga seorang businessman, jadi saya berikan saja kepada mereka yang membutuhkan melalui yayasan Kitabisa,” ujarnya.

Sebelumnya, Sahroni kembali ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI setelah menjalani sanksi penonaktifan selama enam bulan dari partainya serta dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Penetapan kembali Sahroni sebagai pimpinan komisi yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan itu diumumkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Dasco meminta persetujuan anggota Komisi III untuk menetapkan kembali Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III. Usulan itu kemudian disetujui oleh para anggota yang hadir.

Dengan keputusan tersebut, Sahroni resmi kembali menjalankan perannya sebagai pimpinan Komisi III DPR RI setelah masa sanksinya berakhir.

Continue Reading

News

Baitul ‘Izzah: Jejak Kosmik Turunnya Al-Qur’an

Published

on

Monitorday.com – Setiap Ramadhan, umat Islam memperingati dua peristiwa yang sering disebut bersama: Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadr. Namun di balik dua istilah ini, ada satu konsep yang jarang dibahas dalam percakapan populer, yakni Baitul ‘Izzah—sebuah istilah yang muncul dalam tafsir klasik untuk menjelaskan bagaimana Al-Qur’an diturunkan sebelum sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur’an terdapat dua gambaran yang tampak berbeda tentang turunnya wahyu. Di satu sisi, Al-Qur’an menyatakan bahwa kitab suci ini diturunkan pada satu malam, yaitu Lailatul Qadr.

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)

Ayat lain juga menegaskan hal serupa:

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan: 3)

Namun dalam sejarah kenabian, wahyu tidak turun sekaligus. Ia datang secara bertahap selama sekitar 23 tahun, sejak peristiwa di Gua Hira hingga menjelang wafatnya Nabi. Pertanyaan pun muncul: bagaimana memahami dua keterangan ini?

Para ulama tafsir klasik menawarkan penjelasan yang cukup elegan. Salah satu riwayat yang terkenal berasal dari sahabat Nabi, Ibnu Abbas, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke sebuah tempat di langit dunia yang disebut Baitul ‘Izzah. Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadr. Setelah itu, wahyu disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril selama lebih dari dua dekade (Al-Suyuti, 2008; Al-Qurthubi, 2006).

Dalam kerangka ini, Baitul ‘Izzah dipahami sebagai “rumah kemuliaan di langit dunia”—sebuah titik perantara dalam proses turunnya wahyu. Dari sana, ayat-ayat Al-Qur’an kemudian disampaikan kepada Nabi sesuai kebutuhan situasi dan perkembangan umat.

Konsep ini memang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi muncul dalam tradisi tafsir dan hadis sebagai upaya menjelaskan mekanisme kosmologis turunnya wahyu. Para mufasir melihatnya sebagai bagian dari struktur alam semesta yang disebut Al-Qur’an sebagai “langit dunia” (as-sama’ ad-dunya)—lapisan langit yang paling dekat dengan manusia.

Menariknya, jika dilihat dari perspektif sains modern, konsep ini dapat dipahami melalui pendekatan analogi. Dalam ilmu informasi, misalnya, proses distribusi data sering melibatkan beberapa lapisan: server utama, server distribusi, dan pengguna akhir. Informasi besar tidak selalu dikirim langsung dari pusat ke pengguna, tetapi melalui titik-titik distribusi agar prosesnya lebih teratur dan efisien.

Dengan analogi ini, sebagian penulis Muslim kontemporer menggambarkan struktur turunnya wahyu secara sederhana: Lauhul Mahfuz sebagai sumber utama, Baitul ‘Izzah sebagai titik distribusi kosmik, dan Nabi Muhammad sebagai penerima wahyu dalam sejarah manusia.

Pendekatan ini tentu bersifat ilustratif, bukan penjelasan ilmiah literal. Baitul ‘Izzah berada dalam wilayah metafisik, yang tidak dapat diverifikasi oleh metode sains empiris. Namun analogi semacam ini membantu menjelaskan mengapa Al-Qur’an disebut turun sekaligus pada satu malam, tetapi dalam praktiknya disampaikan secara bertahap.

Dalam kosmologi Al-Qur’an sendiri, alam semesta digambarkan memiliki lapisan-lapisan langit. Al-Qur’an beberapa kali menyebut konsep “tujuh langit” (sab‘a samawat) sebagai struktur kosmik ciptaan Tuhan. Langit dunia disebut sebagai lapisan yang paling dekat dengan manusia dan dihiasi oleh bintang-bintang (QS. Al-Mulk: 5). Dalam tafsir klasik, wilayah inilah yang sering dikaitkan dengan keberadaan Baitul ‘Izzah.

Di luar aspek kosmologinya, gagasan ini juga membawa pesan spiritual yang menarik. Ia menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur’an bukan sekadar peristiwa lokal di Gua Hira, tetapi juga bagian dari peristiwa kosmik yang lebih besar. Wahyu tidak hadir secara acak, melainkan melalui sebuah tatanan yang teratur—dari sumber ilahi hingga sampai kepada manusia.

Dalam perspektif ini, Lailatul Qadr bukan hanya malam yang penuh pahala, tetapi juga momen kosmik ketika Al-Qur’an mulai memasuki sejarah manusia. Dari langit dunia, pesan itu kemudian turun sedikit demi sedikit, menjawab persoalan kehidupan, membentuk masyarakat, dan mengubah arah peradaban.

Mungkin di situlah makna terdalam dari konsep Baitul ‘Izzah: sebuah pengingat bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks yang lahir dalam sejarah, melainkan pesan kosmik yang menyeberangi langit sebelum sampai ke bumi.

Continue Reading

News

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Majelis Ahli Iran menunjuk putra mendiang pemimpin tersebut, Mojtaba Khamenei, sebagai penerus posisi tertinggi di Republik Islam Iran.

Penunjukan ulama berusia 56 tahun itu diumumkan lebih dari sepekan setelah kematian ayahnya di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Keputusan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kelompok garis keras tetap mendominasi struktur kekuasaan di Teheran.

Salah satu anggota Majelis Ahli, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan pemilihan kandidat dilakukan berdasarkan arahan yang pernah disampaikan Ali Khamenei sebelum wafat. Menurutnya, pemimpin tertinggi Iran seharusnya merupakan sosok yang tidak disukai oleh musuh negara.

“Pemimpin tertinggi Iran seharusnya ‘dibenci oleh musuh’,” kata Heidari Alekasir dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (8/3/2026).

Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran dan menyebutnya sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.

Selama bertahun-tahun, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik pemerintahan ayahnya. Ia membangun pengaruh melalui hubungan erat dengan aparat keamanan serta jaringan ekonomi yang memiliki kedekatan dengan kekuatan militer Iran.

Kedekatannya dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut memberi pengaruh besar dalam sistem politik dan keamanan Iran. Pengamat menilai dukungan dari kelompok tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat posisinya.

Kasra Aarabi dari organisasi kebijakan berbasis di Amerika Serikat, United Against Nuclear Iran, menyebut Mojtaba memiliki basis dukungan kuat di dalam IRGC, terutama di kalangan generasi muda yang lebih radikal.

Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba kini memegang kewenangan tertinggi dalam pengambilan keputusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran—isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara Barat.

Meski demikian, ia juga diperkirakan akan menghadapi tantangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Iran beberapa kali menggelar demonstrasi besar menuntut kebebasan yang lebih luas, yang kerap direspons dengan tindakan keras aparat keamanan.

Latar Belakang Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Syiah, Mashhad, Iran. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang aktif dalam gerakan oposisi terhadap rezim Shah sebelum terjadinya Revolusi Iran 1979.

Saat masih muda, Mojtaba dilaporkan sempat terlibat dalam Perang Iran–Irak. Ia kemudian menempuh pendidikan agama di kota Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memperoleh gelar keagamaan Hojjatoleslam.

Meski memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan. Ia dikenal jarang tampil di depan publik dan lebih banyak berperan di belakang layar.

Pada 2019, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba Khamenei. Washington menilai ia menjalankan peran penting dalam struktur kekuasaan Iran meski tidak pernah memegang jabatan resmi.

Menurut pernyataan resmi pemerintah AS, Mojtaba bekerja dekat dengan komandan Pasukan Quds IRGC serta milisi keagamaan Basij, yang dianggap membantu memperkuat agenda regional dan kebijakan domestik Iran.

Namanya juga sempat menjadi sasaran kritik selama gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral Iran.

Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi juga memicu kembali perdebatan mengenai kemungkinan munculnya politik dinasti di Iran. Kritik tersebut muncul karena negara itu berdiri setelah menggulingkan monarki yang didukung Amerika Serikat dalam Revolusi 1979.

Sejumlah pengkritik juga mempertanyakan kredensial keagamaan Mojtaba. Gelar Hojjatoleslam yang ia miliki berada di bawah gelar Ayatollah yang dimiliki ayahnya serta pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, namanya memang kerap disebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan, terutama setelah wafatnya mantan presiden Iran, Ebrahim Raisi, dalam kecelakaan helikopter pada 2024.

Dengan pengangkatannya, Iran kini memasuki babak baru kepemimpinan di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi di kawasan Timur Tengah.

Continue Reading

News

Prabowo Siapkan Strategi Agar Indonesia Tahan dari Dampak Perang Global

Pemerintah menyiapkan langkah strategis seperti swasembada energi dan penguatan ekonomi nasional untuk memastikan Indonesia tetap stabil di tengah ancaman konflik global.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak terlalu terdampak oleh potensi konflik global yang semakin memanas. Pemerintah menilai ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia berpotensi memicu gangguan terhadap ekonomi dan pasokan energi global.

Salah satu langkah utama yang disiapkan pemerintah adalah mempercepat upaya swasembada energi dan penguatan ketahanan pangan nasional. Strategi ini dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan luar negeri yang bisa terganggu ketika terjadi konflik antarnegara.

Prabowo menegaskan bahwa ketahanan energi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Jika pasokan energi terganggu akibat perang atau konflik internasional, maka dampaknya dapat langsung dirasakan oleh perekonomian dalam negeri, mulai dari harga energi hingga biaya produksi berbagai sektor industri.

Selain energi, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penyimpanan energi dan penguatan cadangan strategis nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan ketika terjadi gangguan perdagangan global atau lonjakan harga komoditas di pasar internasional.

Di tengah situasi global yang tidak menentu, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Dengan strategi ketahanan energi, pangan, dan ekonomi yang lebih kuat, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional meski dunia menghadapi potensi konflik yang semakin meningkat.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Tiga bulan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan proses pembelajaran dan infrastruktur pendidikan. Sebagai upaya pemulihan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dengan menyapa peserta didik, menyerahkan bantuan buku, memberikan motivasi, serta meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD).

“Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Meureudu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pascamusibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Pidie Jaya, Senin (9/3).

Terkait enam RKD yang diresmikan, Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan tersebut dilakukan untuk menunggu rekonstruksi yang dilakukan pada gedung utama sekolah. “Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran,” ujar Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas atensi yang sangat luar biasa terhadap sekolahnya. Dengan rasa haru, ia menuturkan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu merupakan sekolah yang paling parah terdampak bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur akan peresmian 6 RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Pak Menteri, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya,” ujar Diah.

Diah menambahkan, SMA Negeri 2 Meureudu juga merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang akan dilakukan pembangunan gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Seluruh bangunan gedung sekolah dijelaskannya akan diratakan dan kembali dibangun sesuai dengan perencanaan gambar bangunan yang baru.

“Terima kasih Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga seluruh bantuan yang kami dapatkan dapat bermanfaat dengan baik dan menjadi rahmat bagi semua warga sekolah SMA Negeri 2 Meureudu,” terangnya.

Selanjutnya, rasa bahagia akan hadirnya RKD turut dirasakan oleh Israqiah, siswi SMA Negeri 2 Meureudu. Sebelum adanya RKD, Isra mengatakan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan sederhana di tenda darurat dengan beralaskan kain terpal.

“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ucap Isra.

Senada dengan Isra, Ziadatul Una juga turut mengungkapkan rasa bahagianya terkait peresmian 6 RKD. Menurutnya, kembali ke ruang kelas merupakan suatu hal yang cukup lama ia dan semua teman-temannya dambakan pasca terjadinya bencana banjir di Pidie Jaya. “Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” tutup Una.

Dalam kunjungan ini, Menteri Mu’ti turut membagikan sejumlah bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta. Sebagai informasi, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Dan juga, per tanggal 6 Maret 2026 Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun. Di mana 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola oleh sekolah dan 187 sekolah lainnya akan dikerjakan bekerja sama dengan TNI AD.

Continue Reading

News

Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi, Ini Skemanya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah mempercepat program transisi energi rumah tangga dengan mendorong penggunaan kompor listrik sebagai pengganti kompor berbahan bakar LPG. Kebijakan ini diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus menekan beban subsidi negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan percepatan penggunaan kompor listrik akan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada LPG yang selama ini sebagian besar masih diimpor.

Menurut Brian, langkah tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pengurangan subsidi energi.

“Presiden meminta agar penggunaan kompor listrik bisa dipercepat untuk menggantikan kompor LPG. Dengan begitu ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG dan beban subsidi dapat dikurangi sehingga kondisi energi kita lebih stabil,” ujar Brian dalam keterangan resminya.

Selain mengurangi ketergantungan impor minyak dan gas bumi (migas), konversi kompor listrik juga diharapkan dapat menekan pengeluaran subsidi LPG yang setiap tahun cukup besar.

Tidak hanya pada sektor rumah tangga, pemerintah juga menyiapkan langkah percepatan transisi energi di berbagai sektor lainnya. Presiden Prabowo meminta konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta mendorong peralihan kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Kami diberikan tugas oleh Presiden sebagai ketua satgas untuk menjalankan dan menerjemahkan program percepatan transisi energi ini secara cepat,” kata Bahlil setelah rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.

Satgas tersebut akan fokus pada sejumlah program strategis, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt serta percepatan konversi kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan program ini dapat berjalan dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Bahlil menambahkan, konversi PLTD ke PLTS juga akan meningkatkan efisiensi pengeluaran negara, terutama dalam hal subsidi listrik.

“Dengan mengkonversi PLTD menjadi PLTS, efisiensi terhadap subsidi listrik dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Brian menegaskan percepatan transisi energi nasional juga menjadi strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah fluktuasi harga energi global.

“Presiden meminta para menteri terkait untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini agar ketergantungan kita pada impor dan perubahan harga global dapat diminimalkan,” kata Brian.

Continue Reading

News

Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Perkuat Akses Daerah dan Penanganan Bencana

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama di daerah terdampak bencana dan wilayah yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire menjadikan negara ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar sekaligus risiko bencana yang tinggi. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pembangunan infrastruktur yang kuat dan tangguh.

“Kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Dari segi geologis kita berada di lingkaran api, the Ring of Fire, dengan banyak gunung berapi. Kondisi ini membuat negara kita kaya mineral dan tanahnya subur, tetapi kita juga harus selalu siap menghadapi bencana alam,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengapresiasi capaian pembangunan ratusan jembatan yang diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kesungguhan berbagai pihak, khususnya prajurit TNI dan petugas di daerah.

“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah prestasi yang luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah-daerah yang terkena bencana maupun daerah yang sangat membutuhkan jembatan-jembatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan jajaran TNI AD. Hingga saat ini, kata Maruli, pembangunan jembatan telah berjalan di lebih dari seribu titik di seluruh Indonesia.

“Izin melaporkan, saat ini kami sudah mulai mengerjakan pembangunan di 1.072 jembatan, dan 218 di antaranya telah selesai,” ungkap Maruli yang melaporkan dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Maruli juga menyoroti dampak langsung pembangunan jembatan terhadap akses pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil. Selain itu, TNI AD memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah yang terdampak bencana.

“Khusus untuk daerah bencana, kami telah melakukan survei terhadap 480 jembatan yang membutuhkan penanganan segera, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Hingga kini, 145 jembatan telah berhasil kami selesaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan akan terus dilakukan dengan dukungan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. TNI AD menargetkan pembangunan jembatan di daerah bencana dapat rampung pada Agustus mendatang, sementara pembangunan fasilitas sekolah ditargetkan selesai pada Oktober.

“Untuk seluruh jembatan di Indonesia, kami berharap pada awal tahun depan sekitar 7.000 jembatan dapat diselesaikan,” kata Maruli.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget7 minutes ago

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 Buntut Serangan AS dan Israel

News34 minutes ago

Prabowo Pamer Capaian Danantara Indonesia, return on assets Naik 300 persen

News59 minutes ago

Tunjangan Profesi Guru Agama Mulai Dicairkan

News6 hours ago

Iran Izinkan Kapal Lewati Selat Hormuz dengan Syarat Usir Dubes AS dan Israel

News9 hours ago

Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Prabowo di Peringatan Nuzulul Qur’an

News10 hours ago

Sahroni Ogah Terima Gaji Usai Kembali Aktif di DPR, Kok Kenapa?

News12 hours ago

Baitul ‘Izzah: Jejak Kosmik Turunnya Al-Qur’an

News13 hours ago

Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Baru Iran

LakeyBanget14 hours ago

Cetak Sejarah, Indonesia Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026

News14 hours ago

Prabowo Siapkan Strategi Agar Indonesia Tahan dari Dampak Perang Global

News1 day ago

Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu

News1 day ago

Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi, Ini Skemanya

LakeyBanget2 days ago

Anggun Ungkap Alasan Terlibat di Proyek Film Wregas Bhanuteja

News2 days ago

Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Perkuat Akses Daerah dan Penanganan Bencana

News2 days ago

Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SMAN 2 Sukabumi, Dorong Fasilitas Modern dan Pembelajaran Digital

LakeyBanget2 days ago

Hajar Persik Kediri, Persib Bandung Pastikan Lebaran di Puncak Klasemen

News2 days ago

Tiga ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, Kemlu RI Desak Penyelidikan

LakeyBanget2 days ago

Komdigi Terbitkan Aturan Baru, Ungkap 7 Risiko Platform Digital bagi Anak

News2 days ago

Trump Sebut Harga Minyak Dunia Bisa Turun Cepat, Jika…

News2 days ago

Program 3 Juta Rumah Dikebut, Hashim Yakin Ekonomi RI Tembus 8%

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.