Monitorday.com – MonitordayPresiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II ibn Al-Hussein di Istana Al Husseiniya, Kota Amman, Yordania, Rabu siang (24/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi agenda utama dalam rangkaian lawatan Presiden Prabowo di Amman pada 24–25 Februari 2026. Ini merupakan pertemuan kedua antara kedua kepala negara setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Amman pada pertengahan April 2025.
Dalam prosesi kenegaraan di Istana Al Husseiniya, Presiden Prabowo akan disambut upacara kehormatan dari pasukan Angkatan Bersenjata Kerajaan Yordania. Setelah itu, kedua pemimpin akan menggelar pertemuan empat mata, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi Pemerintah Republik Indonesia dan delegasi Pemerintah Kerajaan Yordania.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar Saputra, serta Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono.
Sebelumnya, Menlu Sugiono, Seskab Teddy, Menteri ESDM Bahlil, dan dua asisten khusus Presiden telah mendampingi Prabowo dalam rangkaian lawatan ke Washington, D.C., Amerika Serikat, serta London, Inggris sejak pekan lalu.
Perkuat Kerja Sama Strategis
Dalam dua pertemuan sebelumnya—di Amman pada 14–15 April 2025 dan di Jakarta pada 14–15 November 2025—Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II telah menyepakati sejumlah kerja sama strategis. Kesepakatan tersebut mencakup sektor pertahanan, pertanian, pendidikan, wakaf dan keagamaan, pendidikan tinggi, sains dan teknologi, serta kesehatan.
Saat kunjungan ke Jakarta tahun lalu, Raja Abdullah II juga mengundang Indonesia untuk berinvestasi di tiga sektor strategis di Yordania, yakni pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, dan logistik.
Pertemuan kali ini diperkirakan akan menindaklanjuti berbagai pembahasan kerja sama bilateral tersebut, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi dan investasi kedua negara.
Soroti Dinamika Geopolitik dan Gaza
Selain isu bilateral, kedua pemimpin juga diperkirakan membahas dinamika geopolitik global, terutama tahapan pemulihan di Gaza, Palestina. Indonesia dan Yordania saat ini sama-sama tergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
Keanggotaan BoP juga melibatkan sejumlah negara mayoritas muslim seperti Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir. Dewan ini bertujuan mendorong terwujudnya gencatan senjata permanen di Gaza, menciptakan perdamaian, serta mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.
Sejak 2025, Indonesia dan Yordania juga telah berkolaborasi mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza, khususnya saat blokade diberlakukan oleh militer Israel di jalur darat. Secara geografis, Yordania berbatasan langsung dengan Palestina di wilayah Tepi Barat dan juga berbatasan dengan Israel, sehingga memiliki posisi strategis dalam isu tersebut.
Pertemuan bilateral di Amman ini diharapkan semakin memperkuat hubungan diplomatik kedua negara sekaligus mempertegas peran Indonesia dan Yordania dalam mendorong stabilitas dan perdamaian kawasan Timur Tengah.