Connect with us

News

Prof Rokhmin: Syarat Kalbar Berdaulat di Pangan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kalimantan Barat memiliki luas lahan yang cukup besar dan subur untuk pertanian. Berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan sayuran dapat tumbuh dengan baik di wilayah ini. Selain itu, potensi perikanan dari sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas juga merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Demikian pandangan Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Rokhmin Dahuri yang melukiskan Kalimantan Barat layaknya penggalan surga yang jatuh di bumi nusantara dengan segala sumber daya alam yang di milikinya.

Hal ini disampaikan Prof Rokhmin di Focus Group Discussion “Disemninasi Gerakan Konsumsi Pangan Lokal” Dinas Ketahanan Pangan, Pemprov, Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, 17 Mei 2024.

Guru Besar IPB University ini pun mengawali dengan pantun, Dari Kapuas Hulu hujannya lebat, Sampai Sekayam hujannya gerimis, Bahagia rasanya di Kalimantan Barat, Negerinya tentram, makmur dan harmonis.

” Harus pantun-pantun dulu jika ke Kalbar, tapi saya Bahagia sekali bisa Bersama dengan seluruh Pemprov Kalbar yang sholeh, sholeha, pintar-pintar, baik-baik semua,” ujar Ketua Dulur Cirebonan.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia ini mengatakan masyarakat Kalbar harus bersyukur kepada Allah SWT bahwasanya daerah ini dianugerahi iklim tropis yang mendukung pertumbuhan tanaman sepanjang tahun. Curah hujan yang relatif tinggi dan suhu yang hangat sepanjang tahun menciptakan kondisi ideal untuk pertanian.

Artinya, Kalbar benar-benar bisa berdaulat dan mandiri, bahkan menjadi surganya pangan dunia.

Bandingkan dengan sejumlah negara di luar sana, Krisis pangan global akibat konflik, permasalahan ekonomi, perubahan iklim ekstrem, dan tingginya harga pupuk melanda berbagai negara pada 2023. Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) mencatat, lebih dari 333 juta orang di 78 negara menghadapi kerawanan pangan tingkat akut. Jumlah itu meningkat hampir 200 juta orang dibandingkan dengan tingkat kerawanan pangan sebelum pandemi Covid-19.

Menurut WFP, krisis pangan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang mematikan. Konflik masih menjadi penyebab kelaparan terbesar. Sebanyak 70 persen orang di dunia yang menderita kelaparan tinggal di wilayah terdampak perang dan kekerasan. Krisis iklim juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kelaparan global. Perubahan iklim ekstrem menghancurkan kehidupan, tanaman dan mata pencarian, serta melemahkan kemampuan masyarakat untuk mencari makan. Selain itu, harga pupuk global meningkat drastis.

Dampak perang di Ukraina mengganggu produksi dan ekspor pupuk global sehingga mengurangi pasokan, menaikkan harga, dan mengancam panen. Harga pupuk yang tinggi dapat mendorong terjadinya krisis ketersediaan pangan, dengan produksi jagung, beras, kedelai, dan gandum semuanya turun pada tahun 2022.

Soekarno dan pangan

Presiden Soekarno pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Fakultas Pertanian, IPB di Bogor, 27 April 1952 berujar “Urusan pangan adalah hidup-matinya sebuah bangsa”. Suatu negara dengan penduduk lebih dari 100 juta jiwa tidak mungkin bisa maju, sejahtera, dan berdaulat, bila kebutuhan pangannya bergantung pada impor
(FAO, 2000). Sektor pertanian/pangan (pertanian, kehutanan, dan perikanan) menyerap sekitar 36% total angkatan kerja (142 juta orang, usia 15 – 64 tahun), dan menyumbangkan sekitar 15% PDB (Kementan,
2022).

Sebagai negara maritim dan agraris tropis terbesar di dunia, Indonesia sejatinya memiliki potensi sangat besar untuk berdaulat pangan, dan bahkan feeding the world (pengekspor pangan utama).

Peran Kalbar di bidang pangan

Profesor Kehormatan (emeritus) dari Department of International Development Cooperation Shinhan University, Korea Selatan ini pun memaparkan, Kalbar yang dilalui oleh garis Khatulistiwa (garis lintang 00) tepatnya di atas Kota Pontianak. Berbatasan darat langsung dengan Sarawak dan Malaysia di bagian utara, selatan ada laut jawa dan Kalimantan tengah, timur dengan Kaltim dan barat, terdapat laut natuna dan selat karimata.

Kalbar bagi Prof Rokhmin diberkahi dengan pertanian, kehutanan, peternakan, kelutan dan perikanan.

Diketahui, Kalbar menjadi penyedia berbagai produk pangan seperti beras, jagung, dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dengan optimalisasi produksi pertanian dan perikanan, Kalimantan Barat dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat nasional.

Mengutip Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum yang menyebutkan realisasi produksi di Kalbar sejak Januari hingga April 2024 sudah mencapai 406.920 ton Gabah Kering Giling (GKG). Terkait target produksi padi di Kalbar selama 2024 sendiri sebanyak 1,06 juta ton GKG. Untuk mencapai target produksi tersebut, kabarnya dilakukan dengan perluasan panen mencapai 346.555 hektare selama 2024.

Kalbar sendiri,mempunyai 5 Top Produsen komoditas hortikultura seperti padi, kelapa sawit, sayuran, buah-buahan dan bawang merah dan bawang putih.

Disampaikan pula, produksi bawang merah dan bawang putih juga cukup signifikan di Kalbar. Tanaman ini umumnya ditanam di lahan-lahan kecil oleh petani-petani lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun regional.

Langkah strategis

Selanjutnya, Prof Rokhmin mengimbau Pemerintah daerah untuk langkah-langkah strategis seperti mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan, dan penyediaan sarana transportasi. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan petani dalam mengakses lahan, input pertanian, dan pasar.

Selain itu, pendidikan pertanian harus ditingkatkan baik dalam bentuk formal maupun non-formal. Pelatihan, workshop, dan penyuluhan kepada petani tentang praktik pertanian modern, manajemen usaha tani, dan penerapan teknologi pertanian yang tepat perlu diberikan secara berkala.

Penggunaan teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi tetes, penanaman berbasis pola tanam yang sesuai dengan karakteristik lahan, dan pemupukan yang tepat sasaran, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di Kalimantan Barat.

Pemprov juga dapat membantu petani dalam mengakses pasar yang lebih luas dan memberikan dukungan dalam pengembangan nilai tambah produk pertanian, misalnya dengan membantu dalam proses pengolahan, pemasaran, dan sertifikasi produk.

Melalui program-program pemberdayaan petani, seperti penyediaan modal usaha, pendampingan teknis, dan pembentukan koperasi atau kelompok tani, petani dapat lebih mandiri dan mampu mengelola usaha pertaniannya dengan baik.

Kehutanan

Anggota DPR RI terpilih Dapil 8 Jabar dari PDIP ini menuturkan, Kalimantan Barat memiliki kawasan hutan seluas 8.389.600 ha atau mencapai 57,14% dari jumlah total luas wilayah Provinsi ± 14.680.790 ha. Hutan dengan luasan yang cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Dimana kawasan hutan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi, ekologi dan sosial yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut tidak hanya sekedar butuh energi yang besar, namun juga perlu anggaran yang tidak sedikit.

Untuk itu, pemprov tidak bisa sendiri menangani soal luasnya hutan, namun perlu melibatkan masyarkat agar pemulihan perekonomian di daerah melalui mekanisme Padat Karya, bantuan sarana produksi, atau bantuan bibit.

Sejumlah upaya seperti pemberdayaan masyarakat dan perhutanan sosial, operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perlindungan dan pengamanan hutan, pengembangan perbenihan tanaman hutan, hingga penyuluhan kehutanan dan kegiatan strategis lainnya jeatinya menjadi concern sehingga
kebermanfaatan hutan sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Kalbar sendiri.

Perlu disadari, tantangan ke depan tidaklah mudah. Obyektivitas dalam mengambil kebijakan dari setiap masalah dan membangun artikulasi penyelesaian masalah merupakan pijakan kolaborasi yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya hutan menyeluruh dan berkesinambungan.

” Sekali lagi kolaborasi, tidak boleh sendiri-sendiri,” pesan Prof Rokhmin.

Peternakan

Dewan Pakar ICMI ini menerangkan bahwa populasi ternak di Kalbar terdapat ayam ras pedaging mencapai 43.615.680, Ayam Buras (6.166.67), Ayam Ras Petelur (2.840.105), Itik/ Itik Manila (531.38), Kambing (113.809), Babi (75.180) Sapi (73.733), Kerbau (998), Domba (217) dan Sapi Perah (21).

Pada 2023, Populasi Ternak di Kalbar didominasi oleh AyamRas Pedaging, Ayam Buras, dan Ayam Ras Petelur

Melihat data-data diatas menjadi kabar baik, kendati demikian, Prof Rokhmin mengimbau agar ada langkah-langkah komprehensif untuk mengoptimalkan hasil peternakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan bisa denan mendorong penggunaan teknologi pertanian yang modern dan ramah lingkungan dalam peternakan, seperti sistem pengelolaan sampah organik, penggunaan energi terbarukan, dan penggunaan sensor untuk pemantauan kesehatan ternak, mendorong diversifikasi produk ternak, seperti pengembangan produk susu olahan, daging olahan, dan produk-produk turunan lainnya.

Lebih urgen lagi, membangun atau memperluas pasar ternak lokal untuk memudahkan peternak dalam pemasaran produk-produk ternak mereka. Ini bisa melalui pembangunan fasilitas pasar ternak modern, pelatihan pemasaran, dan promosi produk.

Pemprov Kalbar, minta Prof Rokhmin, agar memperhatikan kemitraan dengan sektor swasta.

” Kita dorong kemitraan antara peternak lokal dengan perusahaan swasta, baik dalam hal pembiayaan, pemasaran, maupun pengembangan teknologi. Ikhtiar ini bisa membantu meningkatkan akses peternak terhadap sumber daya dan pasar,” pesan Prof Rokhmin.

Perikanan dan Kelautan

Provinsi Kalbar memiliki potensi laut dan perikanan yang sangat besar karena memiliki wilayah yang sangat luas. Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km persegi, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak, dan 15.500 hektare laut. Dengan luasnya perairan umum itu potensi ikan di wilayah Kalbar mencapai 1 juta ton setiap tahun. Garis pantai tersebut melewati beberapa kabupaten di Kalbar yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.

Bicara soal perikanan dan kelautan,Prof Rokhmin juga meminta semua stakeholder agar bersinergi mengoptimalkan ektor perikanandan kelautan mengingat dampaknya sangat dirasakan masyarakat.

Pemprov Kalbar, perlu melakukan identifikasi dan mengelola zona penangkapan, menetapkan kuota penangkapan yang sesuai, dan melaksanakan praktik penangkapan yang berkelanjutan. Mendorong pengembangan budidaya perikanan seperti budidaya ikan air tawar, budidaya udang, dan budidaya keramba ikan di perairan darat. Ini akan membantu meningkatkan produksi perikanan secara terkontrol dan berkelanjutan.

Fokus poin juga menyasar pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan dan pendampingan dalam hal manajemen perikanan yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya perikanan lokal, dan pengembangan usaha perikanan skala kecil yang berkelanjutan.

Diperlukan juga untuk membangun atau meningkatkan infrastruktur perikanan seperti pelabuhan perikanan, tempat penyimpanan dan pengolahan ikan, serta fasilitas pemasaran. Infrastruktur yang baik akan membantu meningkatkan efisiensi penangkapan, pengolahan, dan distribusi hasil perikanan.

Faktor lain yang seringkali tak menjadi atensi, Pemprov sejatinya mendorong penerapan teknologi perikanan yang modern, seperti penggunaan jaring insang, sistem penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dan teknologi pemantauan dan manajemen perikanan yang berbasis sensor.

” Jika komponen-komponen penting sudah dilakukan, maka pengembangan potensi ekowisata perikanan dan kelautan di Kalimantan Barat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal sambil menjaga kelestarian sumber daya laut dan pesisir bisa terwujud,” tandas Prof Rokhmin.

” Saya juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta dalam pengembangan dan implementasi program-program perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

“Pooin terakhir, pengawasan yang ketat terhadap pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran air dan limbah industri, yang dapat merusak ekosistem laut dan mengganggu produktivitas perikanan,” kata Prof Rokhmin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Pemerintah Kaji CNG Gantikan LPG 3 Kg, Lebih Murah dan Kurangi Impor Energi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna menekan ketergantungan impor energi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, CNG bukanlah teknologi baru karena telah digunakan di berbagai sektor, seperti perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, penggunaannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.

Usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Bahlil mengungkapkan pemerintah kini tengah mengembangkan tabung CNG berukuran kecil yang setara dengan LPG 3 kilogram. Meski demikian, pengembangan tersebut menghadapi tantangan teknis, terutama karena tekanan gas CNG yang jauh lebih tinggi, mencapai 200 hingga 250 bar.

“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang untuk melakukan konversi bertahap dari LPG ke CNG, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurut Bahlil, CNG memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Indonesia, kata dia, memiliki cadangan gas alam yang melimpah, termasuk temuan baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.

Terkait subsidi, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh, baik dari sisi skema maupun besaran volume. “Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan volumenya,” katanya.

Secara ekonomi, CNG diperkirakan memiliki harga sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG karena tidak bergantung pada impor serta memiliki biaya distribusi yang lebih rendah.

Bahlil menegaskan bahwa penggunaan CNG dalam skala besar sebenarnya telah berjalan di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Jawa. Dengan kesiapan teknologi yang ada, pemerintah menilai CNG berpotensi menjadi solusi energi nasional yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026 di Tengah Dinamika Global, Ini Kata Purbaya

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di Q1 2026, melampaui ekspektasi di tengah gejolak global. Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi kinerja positif ini.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/y-o-y). Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi yang tetap kuat di tengah dinamika global yang menekan.

Capaian tersebut berada dalam kisaran proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di level 5,5 hingga 5,7 persen.

Menurut Purbaya, mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen dalam kondisi global yang tidak menentu—termasuk kenaikan harga minyak dunia dan efek domino terhadap berbagai sektor—merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

“Jika kita tetap bisa tumbuh dalam situasi seperti ini, meskipun sedikit lebih rendah atau lebih tinggi dari target, itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menilai aktivitas ekonomi domestik masih menunjukkan tanda-tanda positif. Hal tersebut terlihat dari tingginya aktivitas konsumsi masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan.

“Kalau saya lihat kondisi ekonomi masih cukup baik. Saat berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti Senayan City, terlihat ramai dan masyarakat masih aktif berbelanja,” kata Purbaya.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 ini lebih tinggi dibandingkan kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen. Secara tahunan, angka tersebut juga meningkat signifikan dari kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 4,87 persen.

Peningkatan ini menunjukkan adanya penguatan aktivitas ekonomi nasional yang berlangsung secara berkelanjutan. Kontribusi sektor energi dan pertanian disebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pada awal tahun ini.

Continue Reading

News

Pemprov DKI Pertahankan Insentif Pajak dan Bebas Ganjil Genap bagi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melanjutkan insentif bagi kendaraan listrik, termasuk bebas pajak dan ganjil genap. Langkah ini mendukung transisi energi bersih dan lingkungan berkelanjutan di ibu kota.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan tetap mempertahankan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Selain itu, kebijakan pembebasan dari aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik juga tetap berlaku.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Dengan demikian, arah kebijakan Pemprov DKI Jakarta tetap konsisten dalam mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan dan percepatan transisi energi bersih.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menjelaskan kebijakan insentif fiskal bagi kendaraan listrik di Jakarta tetap mengacu pada arah kebijakan pemerintah pusat.

“Setelah terbit Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ tentang pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, kebijakan Pemprov DKI Jakarta sejalan dengan ketentuan tersebut, yakni tetap memberikan insentif berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai,” jelasnya.

Lusiana menambahkan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ekosistem kendaraan berbasis energi terbarukan sekaligus upaya mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyampaikan kebijakan pembebasan kendaraan listrik dari aturan ganjil genap juga tetap dipertahankan sebagai bagian dari dukungan terhadap penggunaan kendaraan rendah emisi.

“Kami tetap mempertahankan kebijakan bebas ganjil genap bagi kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen pengurangan emisi dan penguatan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Syafrin, pengembangan kendaraan listrik perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi mobilitas perkotaan yang lebih luas, dengan tetap didukung penguatan transportasi publik dan kebijakan lingkungan yang konsisten.

Dengan kebijakan ini, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi bersih melalui insentif yang sejalan dengan kebijakan nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

Continue Reading

News

MBG 2026 Serap Rp70,2 Triliun, Jangkau 61,96 Juta Penerima

Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan percepatan signifikan dengan serapan anggaran 20,9% dan jangkauan puluhan juta penerima hingga April 2026.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 memasuki fase implementasi skala besar dengan capaian yang cukup progresif. Hingga 27 April 2026, pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp70,2 triliun atau sekitar 20,9% dari total pagu Rp335 triliun yang dialokasikan dalam APBN tahun ini.

Struktur anggaran MBG terdiri atas pagu utama sebesar Rp268 triliun dan dana siaga Rp67 triliun. Menariknya, sebanyak 93% dana yang telah dicairkan disalurkan langsung ke daerah melalui mekanisme Virtual Account di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memastikan distribusi yang cepat dan tepat sasaran.

Dari sisi penerima manfaat, program ini menargetkan 82,9 juta orang sepanjang 2026. Hingga akhir April, realisasi telah mencapai 61,96 juta penerima. Kelompok siswa menjadi penerima terbesar dengan jumlah sekitar 49,9 juta dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Sementara itu, kelompok non-siswa seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tercatat sebanyak 10,5 juta orang.

Sebaran wilayah menunjukkan dominasi Pulau Jawa dengan 35,47 juta penerima, diikuti Sumatra 12,63 juta, Sulawesi 4,49 juta, Bali-Nusa Tenggara 3,52 juta, serta Maluku-Papua 2,88 juta. Distribusi ini mencerminkan konsentrasi populasi sekaligus tantangan geografis dalam pelaksanaan program berskala nasional.

Dari aspek operasional, pemerintah telah merencanakan 25.925 unit SPPG dengan ribuan di antaranya sudah beroperasi. Setiap unit dapur mengalokasikan 70% anggaran untuk bahan baku, 20% untuk operasional, dan 10% sebagai insentif tenaga kerja. Program ini juga berdampak signifikan terhadap ekonomi dengan penciptaan lebih dari 819.535 lapangan kerja baru.

Namun, tantangan logistik tetap menjadi perhatian utama. Untuk memenuhi kebutuhan protein harian, program ini diperkirakan membutuhkan sekitar 19.000 ekor sapi per hari. Skala kebutuhan ini menuntut kesiapan rantai pasok nasional, termasuk keterlibatan peternak lokal dan penguatan distribusi pangan.

Dengan capaian awal yang cukup kuat, MBG 2026 menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pangan domestik.

Continue Reading

News

Solusi Sampah Jadi Energi Proyek PSEL Palembang

Teknologi ini mampu mengolah sampah menjadi energi listrik tanpa menghasilkan bau maupun zat berbahaya, sehingga dinilai ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Pemerintah mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi energi melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Palembang, Sumatera Selatan. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada awal Mei 2026, yang meninjau langsung progres pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi nasional energi berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa proyek PSEL Palembang merupakan yang pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi incinerator modern berstandar tinggi. Teknologi ini mampu mengolah sampah menjadi energi listrik tanpa menghasilkan bau maupun zat berbahaya, sehingga dinilai ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, proyek ini juga merupakan penyempurnaan dari kebijakan sebelumnya, yakni Peraturan Presiden Nomor 35 yang kini diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 109. Regulasi baru tersebut dirancang untuk mempercepat implementasi proyek melalui kemudahan kerja sama antara pemerintah daerah, pengembang, dan PLN sebagai offtaker listrik.

Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa Kota Palembang menghasilkan sekitar 1.200 ton sampah per hari. Kehadiran fasilitas PSEL dengan kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton per hari diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi listrik yang dapat disalurkan ke jaringan nasional.

Hingga April 2026, progres pembangunan PSEL Palembang telah mencapai lebih dari 83 persen. Struktur utama bangunan telah selesai, sementara instalasi mesin pengolah juga telah terpasang. Saat ini, proyek memasuki tahap akhir berupa penyelesaian interior, pengujian sistem, dan penyetelan operasional sebelum ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Selain meninjau proyek energi, kunjungan kerja Menko Pangan juga mencakup peninjauan ke PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan distribusi pupuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sehingga pembangunan sektor energi dan pangan dapat berjalan secara terintegrasi.

Pemerintah berharap proyek PSEL ini tidak hanya menjadi solusi konkret atas persoalan sampah perkotaan, tetapi juga menjadi model nasional dalam pengembangan energi terbarukan berbasis limbah. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mendorong Indonesia menuju kemandirian energi sekaligus lingkungan yang lebih bersih.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Dorong Kolaborasi Perkuat Pendidikan Nasional

Sinergi lintas kementerian serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan semangat gotong royong menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional. Hal ini krusial khususnya untuk mendukung program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Mu’ti dalam sesi Ngobrol Publik bertajuk “Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas” pada kegiatan BelajaRaya di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (2/5). Kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian serta partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.

Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa tantangan pendidikan yang kompleks tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi kuat dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Gotong royong adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Dalam konteks pendidikan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk melengkapi keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah.” ungkap Mu’ti.

Selain penguatan kolaborasi, program Revitalisasi Satuan Pendidikan bertujuan memperbaiki kondisi fisik sekolah dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ini menjadi fondasi pembelajaran yang efektif dan bermakna.

“Lingkungan belajar yang baik akan mendorong proses pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna. Karena itu, pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas pembelajaran dan karakter murid.” tegasnya.

Mensos Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, pada kesempatan yang sama menyampaikan tentang program Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata gotong royong lintas sektor untuk menjangkau anak-anak kurang mampu.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan secara optimal. Intervensinya tidak hanya pada anak, tetapi juga pada keluarganya, agar mereka dapat keluar dari siklus kemiskinan.” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti bahwa praktik gotong royong dalam pendidikan telah lama berakar dalam tradisi madrasah dan pesantren. Menurutnya, lembaga-lembaga ini adalah contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam membangun pendidikan.

“Madrasah dan pesantren adalah wujud nyata gotong royong dalam pendidikan. Meskipun dengan keterbatasan, lembaga ini mampu bertahan dan melahirkan generasi yang berkualitas berkat kekuatan kebersamaan dan pengabdian masyarakat.” pungkasnya.

Continue Reading

News

Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ini Penjelasan Lengkapnya

Hanny Kristianto dari Mualaf Centre Indonesia meluruskan isu pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee. Dokumen administratif itu dicabut untuk menghindari potensi penyalahgunaan dalam sengketa hukum, bukan status keislamannya.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Nama Richard Lee kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia dituding mempermainkan agama Islam setelah menjadi mualaf, hingga memicu polemik di ruang publik. Isu tersebut semakin ramai setelah muncul kabar bahwa status mualafnya dicabut.

Namun, hal itu diluruskan oleh Hanny Kristianto selaku Pengurus Mualaf Centre Indonesia. Ia menegaskan bahwa yang dicabut bukanlah status keislaman Richard Lee, melainkan hanya sertifikat mualafnya.

“Saya nggak mencabut status mualafnya. Nah, jadi terbalik nih, hati-hati. Jadi, saya mencabut sertifikatnya,” kata Hanny, di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Menurut Hanny, keputusan mencabut sertifikat tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai dokumen itu berpotensi digunakan dalam polemik hukum yang sedang berkembang, terutama setelah pihak kuasa hukum Richard menyebut memiliki bukti terkait waktu masuk Islam.

“Karena saya lihat waktu itu kan ramai tuh, ribut soal mualaf. Terus pengacaranya bilang, ‘Ya kita ada bukti. Kita ada bukti Richard masuk Islam 5 Ramadan 2025 atau 5 Maret 2025.’ Nah, berarti itu kan sertifikat yang akan digunakan,” ujarnya.

Hanny menjelaskan bahwa sertifikat mualaf sejatinya adalah dokumen administratif yang memiliki fungsi penting, terutama untuk perubahan data agama di KTP. Dokumen ini juga berkaitan dengan hak-hak keagamaan seseorang.

“Sertifikat itu adalah bukti administrasi yang digunakan wajib dan disegerakan merubah kolom agama di KTP. Karena banyak sekali terjadi mualaf-mualaf meninggal, dikubur bukan dengan cara Islam,” bebernya.

Ia menilai penggunaan sertifikat dalam konteks sengketa hukum telah melenceng dari tujuan awalnya.

“Nah, akhirnya saya pikir, lo kok ini sertifikat mualaf yang harusnya sebagai syarat administrasi. Tapi akan digunakan sebagai bukti konstruksi hukum di pengadilan,” lanjutnya.

Keputusan pencabutan juga diambil untuk menghindari keterlibatan pihaknya dalam konflik yang berlarut-larut.

“Otomatis kan saya dan pengurus yang lain akan bolak-balik ditarik pengadilan. Terus kok dibuat bahan berantem atau bahan saling menyerang? Makanya saya putuskan, ‘Udah cabut aja sertifikatnya, saya nyatakan tidak berlaku,'” ungkapnya.

Hanny juga menyoroti bahwa secara administratif, data kependudukan Richard Lee belum sepenuhnya diperbarui.

“Harusnya kan secara hukum sih udah begitu lama kok KTP-nya masih Katolik,” ujarnya.

Terkait tudingan bahwa isu mualaf digunakan untuk menarik simpati publik, Hanny memilih tidak berspekulasi. Ia menilai hal tersebut menjadi urusan pribadi antara individu dengan Tuhan.

“Dakwah itu bahasa, bahasa itu rasa. Dari bahasa seseorang, orang bisa merasakan ini tujuannya ke mana. Kalau dia untuk menarik agama, itu hanya dia dan Allah yang tahu. Tapi kalau misalkan dia sudah begitu lama masuk Islam dan tidak menjalankan yang menjadi kewajiban, ya itu patut dipertanyakan. Saya sendiri adalah saksi, saya yang nganterin dia,” ujarnya.

Sebelumnya, sosok Doktif turut menuding Richard Lee mempermainkan agama Islam, yang semakin memanaskan perdebatan di publik. Diketahui, Richard Lee memeluk Islam pada 6 Maret 2025 dengan bimbingan Derry Sulaiman dan Felix Siauw.

Polemik ini pun menjadi perhatian luas, tidak hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut sensitivitas isu agama di ruang publik.

Continue Reading

News

Prabowo Atur Pembagian Pendapatan Aplikator Ojol Maksimal 8%

Artinya, pengemudi transportasi daring kini akan menerima minimal 92% dari pendapatan, meningkat dari skema sebelumnya yang sekitar 80%

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) anjlok menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada pembukaan perdagangan hari ini, mencapai Rp50 per saham, harga terendah sejak IPO tahun 2022. Penurunan signifikan ini terjadi usai Presiden Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Beleid tersebut mengatur pembagian pendapatan antara aplikator dan pengemudi, dengan menetapkan potongan maksimal untuk aplikator ride-hailing sebesar 8%. Artinya, pengemudi transportasi daring kini akan menerima minimal 92% dari pendapatan, meningkat dari skema sebelumnya yang sekitar 80%.

Menjelaskan kebijakan baru ini, Presiden Prabowo Subianto menyatakan, “Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Yang tadi saya bicara, harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberi BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan.”

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu juga menambahkan poin krusial terkait pembagian hasil, “Juga tadi pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi.”

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Hans Patuwo, menegaskan komitmen perusahaannya untuk mematuhi regulasi pemerintah. “Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut,” terang Hans dalam keterangan resmi pada Jumat, 1 Mei 2026.

Pada perdagangan hari ini, saham GOTO dibuka turun 7,41% dan diperdagangkan dengan volume 15,73 juta saham sebanyak 36,54 kali. Kapitalisasi pasar GOTO tercatat sebesar Rp58,17 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,7 triliun, menjadikannya salah satu saham yang paling ramai diperdagangkan di bursa hari ini.

Continue Reading

News

Investor Asing Borong Saham Kala IHSG Menguat Tipis

Penguatan ini terjadi di tengah nilai transaksi yang ramai, menembus Rp21,17 triliun

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis setelah mengalami koreksi signifikan pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Senin (4/5/2026), IHSG naik 0,22% mencapai posisi 6.971,95, diiringi dengan aksi pembelian bersih jumbo oleh investor asing senilai Rp1,92 triliun di seluruh pasar.

Penguatan ini terjadi di tengah nilai transaksi yang ramai, menembus Rp21,17 triliun. Aktivitas perdagangan melibatkan 60,32 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 2,44 juta kali, menandai dimulainya pekan perdagangan dengan sentimen yang lebih positif.

Secara rinci, sebanyak 327 saham mengalami kenaikan harga, sementara 357 saham tercatat turun, dan 134 saham lainnya berakhir stagnan. Dinamika ini mencerminkan variasi pergerakan di pasar meskipun indeks secara keseluruhan menunjukkan penguatan moderat.

Data lebih lanjut menunjukkan bahwa investor asing tidak hanya melakukan pembelian bersih di seluruh pasar, tetapi juga mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp2,71 triliun di pasar negosiasi dan tunai. Di sisi lain, mereka juga melakukan penjualan bersih sebesar Rp791,28 miliar di segmen pasar yang sama.

Fokus investor asing terlihat pada beberapa emiten tertentu. Berdasarkan data, terdapat 10 saham yang menjadi target utama pembelian bersih oleh investor asing sepanjang perdagangan awal pekan ini.

Pergerakan ini mengindikasikan bahwa investor asing mulai kembali melirik pasar saham domestik setelah periode koreksi, menunjukkan potensi pemulihan sentimen pasar dan minat terhadap aset-aset tertentu di Bursa Efek Indonesia.

Continue Reading

News

Rusia Umumkan Gencatan Senjata dengan Ukraina, Kapan Berlakunya?

Rusia menyatakan gencatan senjata pada 8-9 Mei 2026 bertepatan Hari Kemenangan. Ukraina membantah menerima pemberitahuan dan mengusulkan tanggal berbeda. Konflik makin rumit.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah Rusia secara mendadak mengumumkan rencana gencatan senjata dalam konflik dengan Ukraina yang akan berlangsung pada 8 hingga 9 Mei 2026. Keputusan ini disebut bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan Perang Dunia II yang setiap tahun dirayakan besar-besaran di Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa perintah penghentian serangan tersebut datang langsung dari Presiden Vladimir Putin selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata. Dalam pernyataannya, Rusia juga berharap Ukraina mengikuti langkah tersebut demi meredakan ketegangan.

“Gencatan senjata telah diumumkan mulai 8 hingga 9 Mei 2026. Kami berharap pihak Ukraina turut mematuhi keputusan ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Hari Kemenangan merupakan salah satu peringatan penting di Rusia yang biasanya ditandai dengan parade militer besar di Lapangan Merah, Moskow. Dalam konteks ini, Rusia juga mengeluarkan peringatan keras kepada Ukraina agar tidak melakukan serangan selama periode tersebut.

Rusia bahkan mengancam akan meluncurkan serangan balasan besar-besaran ke Kyiv jika Ukraina mencoba mengganggu perayaan tersebut. Peringatan juga ditujukan kepada warga sipil dan staf diplomatik asing untuk meninggalkan ibu kota Ukraina demi menghindari risiko serangan.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana gencatan senjata dari Rusia. Sebagai respons, Ukraina justru mengumumkan jadwal gencatan senjata yang berbeda, yakni dimulai lebih awal pada 5 hingga 6 Mei.

“Hingga saat ini belum ada komunikasi resmi terkait penghentian permusuhan seperti yang diklaim di media sosial Rusia,” ujar Zelensky melalui pernyataan di platform X.

Rencana gencatan senjata ini sebelumnya disebut muncul dalam pembicaraan antara Presiden Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon pada pekan lalu. Ukraina kala itu menyatakan akan menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat terkait usulan tersebut.

Perbedaan jadwal dan kurangnya koordinasi antara kedua pihak menandakan bahwa upaya gencatan senjata ini masih menghadapi tantangan dalam implementasinya di lapangan.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget7 hours ago

Atletico Madrid Berstatus Raja Semifinal, Arsenal Wajib Tahu

News8 hours ago

Pemerintah Kaji CNG Gantikan LPG 3 Kg, Lebih Murah dan Kurangi Impor Energi

News9 hours ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026 di Tengah Dinamika Global, Ini Kata Purbaya

News9 hours ago

Pemprov DKI Pertahankan Insentif Pajak dan Bebas Ganjil Genap bagi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

News19 hours ago

MBG 2026 Serap Rp70,2 Triliun, Jangkau 61,96 Juta Penerima

News20 hours ago

Solusi Sampah Jadi Energi Proyek PSEL Palembang

News20 hours ago

Mendikdasmen Dorong Kolaborasi Perkuat Pendidikan Nasional

LakeyBanget21 hours ago

Indonesia vs China di Laga Pembuka Piala Asia U-17 2026, Ini Jadwalnya

News21 hours ago

Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ini Penjelasan Lengkapnya

LakeyBanget21 hours ago

Intip Perburuan Gelar Liga Inggris, Arsenal di Posisi Untung

News21 hours ago

Prabowo Atur Pembagian Pendapatan Aplikator Ojol Maksimal 8%

News21 hours ago

Investor Asing Borong Saham Kala IHSG Menguat Tipis

News21 hours ago

Rusia Umumkan Gencatan Senjata dengan Ukraina, Kapan Berlakunya?

News21 hours ago

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda atasi Masalah Sampah-Lingkungan

News1 day ago

72 Sekolah di Kalteng Direvitalisasi, Wamen Fajar Tekankan Semangat Baru Pendidikan

News1 day ago

Trump Tarik 5.000 Pasukan AS dari Jerman, Apa Penyebabnya?

LakeyBanget1 day ago

Dua Pelajar Indonesia Raih Penghargaan NASA Usai Temukan Celah Keamanan

News1 day ago

Perkuat Pendidikan Nasional, Mendikdasmen Dorong Gotong Royong Lintas K/L dan Masyarakat

LakeyBanget1 day ago

Gol Cepat Matricardi Bawa Persib Raih Kemenangan, Beckham: Modal Penting Hadapi Persija

News2 days ago

Jodoh dalam Islam. Ini Konsepnya!

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.