Connect with us

News

Prof Rokhmin: Syarat Kalbar Berdaulat di Pangan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kalimantan Barat memiliki luas lahan yang cukup besar dan subur untuk pertanian. Berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, dan sayuran dapat tumbuh dengan baik di wilayah ini. Selain itu, potensi perikanan dari sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas juga merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

Demikian pandangan Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Rokhmin Dahuri yang melukiskan Kalimantan Barat layaknya penggalan surga yang jatuh di bumi nusantara dengan segala sumber daya alam yang di milikinya.

Hal ini disampaikan Prof Rokhmin di Focus Group Discussion “Disemninasi Gerakan Konsumsi Pangan Lokal” Dinas Ketahanan Pangan, Pemprov, Kalimantan Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, 17 Mei 2024.

Guru Besar IPB University ini pun mengawali dengan pantun, Dari Kapuas Hulu hujannya lebat, Sampai Sekayam hujannya gerimis, Bahagia rasanya di Kalimantan Barat, Negerinya tentram, makmur dan harmonis.

” Harus pantun-pantun dulu jika ke Kalbar, tapi saya Bahagia sekali bisa Bersama dengan seluruh Pemprov Kalbar yang sholeh, sholeha, pintar-pintar, baik-baik semua,” ujar Ketua Dulur Cirebonan.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia ini mengatakan masyarakat Kalbar harus bersyukur kepada Allah SWT bahwasanya daerah ini dianugerahi iklim tropis yang mendukung pertumbuhan tanaman sepanjang tahun. Curah hujan yang relatif tinggi dan suhu yang hangat sepanjang tahun menciptakan kondisi ideal untuk pertanian.

Artinya, Kalbar benar-benar bisa berdaulat dan mandiri, bahkan menjadi surganya pangan dunia.

Bandingkan dengan sejumlah negara di luar sana, Krisis pangan global akibat konflik, permasalahan ekonomi, perubahan iklim ekstrem, dan tingginya harga pupuk melanda berbagai negara pada 2023. Program Pangan Dunia atau World Food Programme (WFP) mencatat, lebih dari 333 juta orang di 78 negara menghadapi kerawanan pangan tingkat akut. Jumlah itu meningkat hampir 200 juta orang dibandingkan dengan tingkat kerawanan pangan sebelum pandemi Covid-19.

Menurut WFP, krisis pangan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang mematikan. Konflik masih menjadi penyebab kelaparan terbesar. Sebanyak 70 persen orang di dunia yang menderita kelaparan tinggal di wilayah terdampak perang dan kekerasan. Krisis iklim juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kelaparan global. Perubahan iklim ekstrem menghancurkan kehidupan, tanaman dan mata pencarian, serta melemahkan kemampuan masyarakat untuk mencari makan. Selain itu, harga pupuk global meningkat drastis.

Dampak perang di Ukraina mengganggu produksi dan ekspor pupuk global sehingga mengurangi pasokan, menaikkan harga, dan mengancam panen. Harga pupuk yang tinggi dapat mendorong terjadinya krisis ketersediaan pangan, dengan produksi jagung, beras, kedelai, dan gandum semuanya turun pada tahun 2022.

Soekarno dan pangan

Presiden Soekarno pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Fakultas Pertanian, IPB di Bogor, 27 April 1952 berujar “Urusan pangan adalah hidup-matinya sebuah bangsa”. Suatu negara dengan penduduk lebih dari 100 juta jiwa tidak mungkin bisa maju, sejahtera, dan berdaulat, bila kebutuhan pangannya bergantung pada impor
(FAO, 2000). Sektor pertanian/pangan (pertanian, kehutanan, dan perikanan) menyerap sekitar 36% total angkatan kerja (142 juta orang, usia 15 – 64 tahun), dan menyumbangkan sekitar 15% PDB (Kementan,
2022).

Sebagai negara maritim dan agraris tropis terbesar di dunia, Indonesia sejatinya memiliki potensi sangat besar untuk berdaulat pangan, dan bahkan feeding the world (pengekspor pangan utama).

Peran Kalbar di bidang pangan

Profesor Kehormatan (emeritus) dari Department of International Development Cooperation Shinhan University, Korea Selatan ini pun memaparkan, Kalbar yang dilalui oleh garis Khatulistiwa (garis lintang 00) tepatnya di atas Kota Pontianak. Berbatasan darat langsung dengan Sarawak dan Malaysia di bagian utara, selatan ada laut jawa dan Kalimantan tengah, timur dengan Kaltim dan barat, terdapat laut natuna dan selat karimata.

Kalbar bagi Prof Rokhmin diberkahi dengan pertanian, kehutanan, peternakan, kelutan dan perikanan.

Diketahui, Kalbar menjadi penyedia berbagai produk pangan seperti beras, jagung, dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dengan optimalisasi produksi pertanian dan perikanan, Kalimantan Barat dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat nasional.

Mengutip Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum yang menyebutkan realisasi produksi di Kalbar sejak Januari hingga April 2024 sudah mencapai 406.920 ton Gabah Kering Giling (GKG). Terkait target produksi padi di Kalbar selama 2024 sendiri sebanyak 1,06 juta ton GKG. Untuk mencapai target produksi tersebut, kabarnya dilakukan dengan perluasan panen mencapai 346.555 hektare selama 2024.

Kalbar sendiri,mempunyai 5 Top Produsen komoditas hortikultura seperti padi, kelapa sawit, sayuran, buah-buahan dan bawang merah dan bawang putih.

Disampaikan pula, produksi bawang merah dan bawang putih juga cukup signifikan di Kalbar. Tanaman ini umumnya ditanam di lahan-lahan kecil oleh petani-petani lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun regional.

Langkah strategis

Selanjutnya, Prof Rokhmin mengimbau Pemerintah daerah untuk langkah-langkah strategis seperti mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan, dan penyediaan sarana transportasi. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan petani dalam mengakses lahan, input pertanian, dan pasar.

Selain itu, pendidikan pertanian harus ditingkatkan baik dalam bentuk formal maupun non-formal. Pelatihan, workshop, dan penyuluhan kepada petani tentang praktik pertanian modern, manajemen usaha tani, dan penerapan teknologi pertanian yang tepat perlu diberikan secara berkala.

Penggunaan teknologi pertanian modern, seperti sistem irigasi tetes, penanaman berbasis pola tanam yang sesuai dengan karakteristik lahan, dan pemupukan yang tepat sasaran, dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di Kalimantan Barat.

Pemprov juga dapat membantu petani dalam mengakses pasar yang lebih luas dan memberikan dukungan dalam pengembangan nilai tambah produk pertanian, misalnya dengan membantu dalam proses pengolahan, pemasaran, dan sertifikasi produk.

Melalui program-program pemberdayaan petani, seperti penyediaan modal usaha, pendampingan teknis, dan pembentukan koperasi atau kelompok tani, petani dapat lebih mandiri dan mampu mengelola usaha pertaniannya dengan baik.

Kehutanan

Anggota DPR RI terpilih Dapil 8 Jabar dari PDIP ini menuturkan, Kalimantan Barat memiliki kawasan hutan seluas 8.389.600 ha atau mencapai 57,14% dari jumlah total luas wilayah Provinsi ± 14.680.790 ha. Hutan dengan luasan yang cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Dimana kawasan hutan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi, ekologi dan sosial yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut tidak hanya sekedar butuh energi yang besar, namun juga perlu anggaran yang tidak sedikit.

Untuk itu, pemprov tidak bisa sendiri menangani soal luasnya hutan, namun perlu melibatkan masyarkat agar pemulihan perekonomian di daerah melalui mekanisme Padat Karya, bantuan sarana produksi, atau bantuan bibit.

Sejumlah upaya seperti pemberdayaan masyarakat dan perhutanan sosial, operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perlindungan dan pengamanan hutan, pengembangan perbenihan tanaman hutan, hingga penyuluhan kehutanan dan kegiatan strategis lainnya jeatinya menjadi concern sehingga
kebermanfaatan hutan sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Kalbar sendiri.

Perlu disadari, tantangan ke depan tidaklah mudah. Obyektivitas dalam mengambil kebijakan dari setiap masalah dan membangun artikulasi penyelesaian masalah merupakan pijakan kolaborasi yang sangat penting dalam pengelolaan sumber daya hutan menyeluruh dan berkesinambungan.

” Sekali lagi kolaborasi, tidak boleh sendiri-sendiri,” pesan Prof Rokhmin.

Peternakan

Dewan Pakar ICMI ini menerangkan bahwa populasi ternak di Kalbar terdapat ayam ras pedaging mencapai 43.615.680, Ayam Buras (6.166.67), Ayam Ras Petelur (2.840.105), Itik/ Itik Manila (531.38), Kambing (113.809), Babi (75.180) Sapi (73.733), Kerbau (998), Domba (217) dan Sapi Perah (21).

Pada 2023, Populasi Ternak di Kalbar didominasi oleh AyamRas Pedaging, Ayam Buras, dan Ayam Ras Petelur

Melihat data-data diatas menjadi kabar baik, kendati demikian, Prof Rokhmin mengimbau agar ada langkah-langkah komprehensif untuk mengoptimalkan hasil peternakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan bisa denan mendorong penggunaan teknologi pertanian yang modern dan ramah lingkungan dalam peternakan, seperti sistem pengelolaan sampah organik, penggunaan energi terbarukan, dan penggunaan sensor untuk pemantauan kesehatan ternak, mendorong diversifikasi produk ternak, seperti pengembangan produk susu olahan, daging olahan, dan produk-produk turunan lainnya.

Lebih urgen lagi, membangun atau memperluas pasar ternak lokal untuk memudahkan peternak dalam pemasaran produk-produk ternak mereka. Ini bisa melalui pembangunan fasilitas pasar ternak modern, pelatihan pemasaran, dan promosi produk.

Pemprov Kalbar, minta Prof Rokhmin, agar memperhatikan kemitraan dengan sektor swasta.

” Kita dorong kemitraan antara peternak lokal dengan perusahaan swasta, baik dalam hal pembiayaan, pemasaran, maupun pengembangan teknologi. Ikhtiar ini bisa membantu meningkatkan akses peternak terhadap sumber daya dan pasar,” pesan Prof Rokhmin.

Perikanan dan Kelautan

Provinsi Kalbar memiliki potensi laut dan perikanan yang sangat besar karena memiliki wilayah yang sangat luas. Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 km persegi, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak, dan 15.500 hektare laut. Dengan luasnya perairan umum itu potensi ikan di wilayah Kalbar mencapai 1 juta ton setiap tahun. Garis pantai tersebut melewati beberapa kabupaten di Kalbar yang memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.

Bicara soal perikanan dan kelautan,Prof Rokhmin juga meminta semua stakeholder agar bersinergi mengoptimalkan ektor perikanandan kelautan mengingat dampaknya sangat dirasakan masyarakat.

Pemprov Kalbar, perlu melakukan identifikasi dan mengelola zona penangkapan, menetapkan kuota penangkapan yang sesuai, dan melaksanakan praktik penangkapan yang berkelanjutan. Mendorong pengembangan budidaya perikanan seperti budidaya ikan air tawar, budidaya udang, dan budidaya keramba ikan di perairan darat. Ini akan membantu meningkatkan produksi perikanan secara terkontrol dan berkelanjutan.

Fokus poin juga menyasar pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pelatihan dan pendampingan dalam hal manajemen perikanan yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya perikanan lokal, dan pengembangan usaha perikanan skala kecil yang berkelanjutan.

Diperlukan juga untuk membangun atau meningkatkan infrastruktur perikanan seperti pelabuhan perikanan, tempat penyimpanan dan pengolahan ikan, serta fasilitas pemasaran. Infrastruktur yang baik akan membantu meningkatkan efisiensi penangkapan, pengolahan, dan distribusi hasil perikanan.

Faktor lain yang seringkali tak menjadi atensi, Pemprov sejatinya mendorong penerapan teknologi perikanan yang modern, seperti penggunaan jaring insang, sistem penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dan teknologi pemantauan dan manajemen perikanan yang berbasis sensor.

” Jika komponen-komponen penting sudah dilakukan, maka pengembangan potensi ekowisata perikanan dan kelautan di Kalimantan Barat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal sambil menjaga kelestarian sumber daya laut dan pesisir bisa terwujud,” tandas Prof Rokhmin.

” Saya juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta dalam pengembangan dan implementasi program-program perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

“Pooin terakhir, pengawasan yang ketat terhadap pencemaran lingkungan, termasuk pencemaran air dan limbah industri, yang dapat merusak ekosistem laut dan mengganggu produktivitas perikanan,” kata Prof Rokhmin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

AS-Israel Memanas, JD Vance Ultimatum Tel Aviv Patuhi Kesepakatan Damai dengan Iran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan memasuki fase yang semakin tegang setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel agar mematuhi kesepakatan penghentian konflik dengan Iran yang telah disepakati sebelumnya.

Pernyataan Vance muncul di tengah kekhawatiran Washington terhadap langkah militer Israel yang dinilai berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang diupayakan Amerika Serikat bersama Iran dan sejumlah pihak internasional.

Menurut Vance, Israel perlu mempertimbangkan secara serius posisi Amerika Serikat sebagai sekutu strategis utama yang selama ini memberikan dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada Tel Aviv.

“Donald J. Trump adalah satu-satunya kepala negara di dunia yang saat ini bersimpati kepada Negara Israel, dan kebetulan ia juga merupakan pemimpin negara adidaya dunia,” kata Vance dalam pengarahan kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Israel seharusnya tidak mengambil langkah yang berpotensi merusak hubungan dengan sekutu terkuatnya. Vance bahkan mengingatkan para pejabat kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memahami realitas geopolitik yang tengah berkembang.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan pemerintah Israel. Sebelumnya, Trump disebut menunjukkan kekecewaan terhadap operasi militer Israel yang masih berlanjut meskipun telah tercapai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Washington khawatir eskalasi militer yang terus berlangsung dapat mengancam stabilitas kawasan sekaligus menggagalkan proses diplomasi yang telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran itu semakin besar setelah bentrokan antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat dan berisiko memengaruhi jalannya negosiasi regional.

Dalam sejumlah kesempatan, Vance juga menyoroti ketergantungan Israel terhadap dukungan militer Amerika Serikat, termasuk sistem pertahanan rudal yang selama ini membantu melindungi wilayah Israel dari berbagai ancaman keamanan.

Selain itu, ia mendorong Israel untuk mengurangi aktivitas militernya di Lebanon yang dinilai dapat memperburuk situasi dan menghambat upaya menjaga gencatan senjata yang masih rapuh.

Pengamat menilai perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv semakin terlihat dalam menyikapi konflik dengan Iran. Amerika Serikat lebih menekankan pendekatan diplomasi dan stabilitas kawasan, sementara Israel tetap memandang ancaman Iran sebagai isu keamanan yang membutuhkan respons lebih tegas.

Di tengah dinamika tersebut, hubungan kedua negara masih menjadi faktor penting dalam peta politik Timur Tengah. Namun, pernyataan terbuka dari JD Vance menunjukkan bahwa Washington kini mulai memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel agar sejalan dengan strategi perdamaian yang sedang diupayakan pemerintah Amerika Serikat.

Continue Reading

News

Apa Penyebab Mati Lampu Bergilir di Jawa? Simak Penjelasan PLN

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT PLN (Persero) akhirnya menjelaskan penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan pelat merah itu menyebut gangguan teknis pada operasional pembangkit menjadi faktor utama berkurangnya pasokan listrik ke sistem.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan terdapat kendala teknis yang menyebabkan dua unit pembangkit besar tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik.

“Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan, sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Meski demikian, Gregorius memastikan sistem kelistrikan Jawa secara umum masih beroperasi dalam kondisi terkendali. Namun, untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah terdampak.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya sementara untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik selama proses pemulihan berlangsung.

PLN saat ini terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan berbagai penyesuaian operasi sistem guna mempercepat normalisasi layanan. Perusahaan juga berkoordinasi secara intensif untuk memastikan gangguan dapat segera diatasi.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan sistem,” kata Gregorius.

Rangkaian pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini turut menjadi perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Abdul Muhaimin Iskandar? Wait. Actually Bahlil Lahadalia. Let’s correct.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi tidak disebabkan oleh kelangkaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Ia memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN masih dalam kondisi aman.

“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Bahlil mengungkapkan pemerintah bersama PLN terus melakukan langkah percepatan pemulihan terhadap gangguan yang menyebabkan pemadaman di sejumlah daerah. Menurutnya, kendala yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh masalah teknis pada beberapa mesin pembangkit.

Ia mengakui proses pemulihan masih berlangsung dan belum sepenuhnya optimal. Namun, pemerintah menargetkan perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin agar layanan listrik kembali normal.

“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya perbaikan yang tengah dilakukan, PLN berharap pasokan listrik di wilayah terdampak dapat pulih secara bertahap dan aktivitas masyarakat kembali berjalan tanpa gangguan.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Hadirkan Starlink di Sekolah 3T Nias Utara, Percepat Akses Pendidikan Digital

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemerataan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah menghadirkan layanan internet berbasis Starlink serta dukungan infrastruktur listrik bagi sejumlah sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa akses terhadap listrik dan internet merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki setiap sekolah di Indonesia. Menurutnya, kedua infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pembelajaran di era digital.

“Sekolah yang belum ada internet, kita sambungkan internet. Yang belum ada listrik, kita sambungkan listrik,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau SDN 077279 Siofabanua, Nias Utara, Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sebagian besar bantuan telah lebih dahulu direalisasikan oleh tim Kemendikdasmen sebelum dirinya tiba di lokasi. Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program pendidikan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Alhamdulillah, semua sudah ditunaikan oleh tim Kemendikdasmen. Bahkan sudah hadir di sini sebelum saya tiba di Kabupaten Nias Utara,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program pemerataan akses digital, Kemendikdasmen menyalurkan perangkat internet satelit Starlink ke empat sekolah dasar dan tujuh sekolah menengah pertama yang sebelumnya belum memiliki akses internet. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pembelajaran berbasis teknologi bagi siswa maupun tenaga pendidik di wilayah 3T.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan bantuan pendanaan sebesar Rp25 juta untuk masing-masing sekolah penerima guna mendukung instalasi listrik dan internet. Bantuan tersebut diberikan kepada enam sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar.

Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menyambut positif program yang dibawa Kemendikdasmen. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah kepulauan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

“Kedatangan Bapak Menteri membawa banyak oleh-oleh untuk Kabupaten Nias Utara, termasuk Starlink bagi SD dan SMP yang selama ini belum memiliki jaringan internet,” kata Amizaro.

Ia menambahkan, sejumlah sekolah mulai merasakan manfaat dari hadirnya akses internet dan perbaikan jaringan listrik. Kondisi tersebut dinilai mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan memperluas akses terhadap sumber belajar digital.

Program penyediaan internet dan listrik bagi sekolah-sekolah di Nias Utara menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempersempit kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah 3T. Dengan dukungan infrastruktur digital yang semakin merata, pemerintah berharap transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Continue Reading

News

Sabar Dulu, Perundingan Damai AS-Iran Ditunda!

Penundaan perundingan AS-Iran di Swiss memperpanjang ketidakpastian geopolitik global, meski tetap terbuka peluang diplomasi dan stabilitas pasokan energi dunia.

Amalan Saliha

Published

on

iran us delay talks

Monitorday.com – Upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menghadapi tantangan setelah perundingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026 ditunda. Penundaan tersebut memperpanjang ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang selama beberapa pekan terakhir menjadi salah satu faktor utama penggerak volatilitas pasar keuangan dan harga energi global.

Penundaan terjadi setelah meningkatnya kembali ketegangan keamanan di kawasan, khususnya menyusul perkembangan konflik yang melibatkan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon. Kondisi tersebut membuat proses negosiasi yang diharapkan menjadi titik awal deeskalasi belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Meski demikian, berbagai pihak menegaskan bahwa jalur diplomasi masih terbuka dan pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan setelah situasi keamanan lebih kondusif.

Laporan sejumlah media internasional menyebutkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menunda keberangkatannya ke Swiss, sehingga pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara belum dapat terlaksana. Di sisi lain, Iran masih menginginkan adanya kepastian mengenai implementasi gencatan senjata dan jaminan keamanan sebelum melanjutkan proses perundingan yang lebih substantif.

Bagi pasar global, penundaan tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Dolar Amerika Serikat masih menjadi aset pilihan (safe haven), sementara pasar saham di sejumlah negara berkembang menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian. Meski demikian, pasar energi menunjukkan respons yang lebih tenang dibandingkan pada awal konflik karena Selat Hormuz tetap terbuka dan jalur distribusi minyak internasional masih beroperasi normal.

Perkembangan ini juga memiliki implikasi bagi Indonesia. Stabilitas harga minyak dunia menjadi faktor penting dalam menentukan biaya impor energi, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Selama pasokan minyak dari kawasan Teluk tidak mengalami gangguan signifikan, tekanan terhadap harga minyak dunia diperkirakan tetap lebih terkendali dibandingkan saat konflik berada pada puncaknya.

Para analis menilai arah pasar dalam beberapa pekan ke depan akan sangat ditentukan oleh keberhasilan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Apabila perundingan berhasil dijadwalkan kembali dan menghasilkan kesepakatan deeskalasi, sentimen positif berpotensi mendorong stabilisasi harga energi, memperbaiki kepercayaan investor, serta mengurangi tekanan terhadap pasar keuangan global. Sebaliknya, apabila ketegangan kembali meningkat, volatilitas di pasar komoditas, valuta asing, dan saham diperkirakan akan tetap tinggi.

Continue Reading

News

Mengenal Panda Bonds, Strategi Baru Indonesia Menggalang Dana Murah dari Pasar China

Pemerintah menyiapkan penerbitan Panda Bonds sebagai sumber pembiayaan alternatif berbiaya rendah sekaligus memperluas basis investor global di luar dolar AS.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara melalui rencana penerbitan Panda Bonds, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang dipasarkan di pasar domestik China. Instrumen ini diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pembiayaan APBN 2026 sekaligus memperkuat diversifikasi sumber pendanaan pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bonds dengan nilai sekitar setara US$1 miliar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis dolar Amerika Serikat, sekaligus memanfaatkan semakin besarnya peran pasar keuangan China dalam sistem keuangan global.

Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan (renminbi). Artinya, investor yang membeli obligasi tersebut berasal dari pasar China, sementara pembayaran kupon maupun pelunasan pokok dilakukan dalam mata uang yuan. Instrumen ini serupa dengan Samurai Bonds di Jepang yang menggunakan yen, Yankee Bonds di Amerika Serikat yang menggunakan dolar AS, maupun Kangaroo Bonds di Australia yang menggunakan dolar Australia.

Pemerintah melihat sejumlah keuntungan dari penerbitan Panda Bonds. Selain membuka akses terhadap basis investor yang sangat besar di China, instrumen ini juga diperkirakan menawarkan biaya pinjaman yang lebih kompetitif. Berdasarkan proyeksi Kementerian Keuangan, imbal hasil (yield) Panda Bonds berada pada kisaran 2,3–2,5 persen, lebih rendah dibandingkan sebagian instrumen pembiayaan global lainnya. Kondisi tersebut berpotensi membantu pemerintah mengelola biaya bunga utang secara lebih efisien.

Dari sisi strategi fiskal, penerbitan Panda Bonds juga dinilai dapat meningkatkan ketahanan pembiayaan negara. Diversifikasi mata uang pembiayaan akan mengurangi konsentrasi risiko terhadap pergerakan dolar AS serta memperluas akses Indonesia ke berbagai sumber pendanaan internasional. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika volatilitas pasar global meningkat akibat ketidakpastian geopolitik maupun perubahan kebijakan moneter di negara-negara maju.

Selain manfaat finansial, Panda Bonds juga memiliki nilai strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan China. Penerbitan obligasi di pasar domestik China dipandang dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan kedua negara, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia.

Pemerintah menargetkan proses penerbitan Panda Bonds dapat direalisasikan pada semester II 2026 setelah rangkaian promosi kepada investor dan penyelesaian persyaratan regulasi di China. Apabila berhasil diterbitkan, Indonesia akan bergabung dengan sejumlah negara dan lembaga internasional yang telah lebih dahulu memanfaatkan pasar obligasi China sebagai salah satu sumber pembiayaan jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta pasar keuangan global yang semakin terdiversifikasi.

Continue Reading

News

Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris, Siswa SD Muhla Curi Perhatian Wamendikdasmen

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Keberanian tampil di depan umum dan kemampuan berbahasa Inggris yang ditunjukkan para siswa SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungannya, Fajar mengaku terkesan melihat para siswa yang tampil percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan baik, termasuk menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bekal penting untuk membentuk generasi unggul dan calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Fajar.

Salah satu siswa yang menarik perhatian adalah Atalia Basani, siswi kelas 6A yang juga dikenal sebagai jurnalis cilik SD Muhla. Dengan penuh percaya diri, Atalia berinteraksi dan menunjukkan kemampuan komunikasinya di hadapan tamu serta peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penampilan Atalia menjadi gambaran keberhasilan sekolah dalam menumbuhkan keberanian, kemampuan berbicara, dan keterampilan komunikasi sejak usia dini.

Kunjungan Wamendikdasmen kali ini bertujuan meninjau penerapan teknologi pembelajaran sekaligus penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Selama berada di SD Muhla, Fajar berkeliling ke sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung pemanfaatan perangkat digital dalam proses belajar mengajar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika untuk siswa kelas 4 dan 5. Di kelas tersebut, proses pembelajaran didukung perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang memungkinkan penyampaian materi berlangsung lebih interaktif dan menarik.

Tak hanya meninjau fasilitas, Fajar juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut mencoba dan berani menghadapi tantangan selama proses belajar.

“Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” pesannya.

Semangat yang sama ditunjukkan oleh Airin, salah seorang peserta didik yang mempresentasikan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Presentasi tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan berpikir kritis siswa.

Meski demikian, Fajar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak para siswa untuk tetap rajin belajar, beribadah, serta aktif bersosialisasi di lingkungan sekitar tanpa bergantung pada gawai maupun media sosial.

Keberhasilan model pembelajaran yang diterapkan SD Muhammadiyah Lamongan juga tercermin dari capaian akademiknya. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah tersebut mencapai 90,6. Adapun nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33, sementara Bahasa Indonesia menembus angka 96,33.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara teknologi pembelajaran, metode pengajaran inovatif, dan penguatan karakter mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.

Kunjungan Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan pun menjadi gambaran bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada pembentukan generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Continue Reading

News

China Dukung Penerbitan Panda Bond, Menkeu: Bukti Tingginya Tingkat Kepercayaan Prospek Ekonomi RI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan kuat dari People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China untuk merealisasikan rencana penerbitan Panda Bond di pasar keuangan domestik Negeri Tirai Bambu.

Dukungan tersebut diperoleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Beijing. Dalam kunjungan itu, Menkeu melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor guna memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).

Salah satu capaian utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen penuh Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia. Instrumen surat utang berdenominasi yuan itu akan diterbitkan di pasar keuangan China sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pembiayaan nasional.

Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan dukungan yang sangat positif terhadap rencana tersebut, termasuk dalam proses perizinannya.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.

Penerbitan Panda Bond, lanjut Purbaya, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan agar tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.

Menkeu menilai dukungan yang diberikan Pemerintah China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal itu tercermin dari berbagai diskusi konstruktif yang berlangsung selama kunjungan tersebut.

“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga memaparkan kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional berada dalam kondisi sehat dan berbagai kendala investasi yang sebelumnya menjadi perhatian investor terus dibenahi pemerintah.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, langkah memperluas akses pembiayaan dan investasi dari berbagai negara merupakan bagian dari strategi pemerintah yang mengedepankan prinsip non-blok atau non-alignment dalam hubungan ekonomi internasional.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Kapan Harga Pertamax Akan Turun?

Anjloknya harga minyak dunia membuka peluang penurunan harga Pertamax, namun mekanisme penetapan harga membuat penyesuaian baru berpotensi dilakukan pada awal Juli.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Turunnya harga minyak mentah dunia memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan ikut turun? Berdasarkan simulasi harga keekonomian menggunakan kondisi pasar terkini, harga jual Pertamax saat ini diperkirakan masih berada di atas harga ekonominya. Namun, penurunan harga secara resmi diperkirakan baru dapat dilakukan pada evaluasi harga berikutnya pada 1 Juli 2026.

Perhitungan dengan asumsi harga minyak mentah berada di kisaran US$76–80 per barel menunjukkan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp14.600 hingga Rp15.450 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga resmi yang saat ini masih berada di level Rp16.250 per liter, sehingga terdapat selisih sekitar Rp1.000 hingga Rp1.600 per liter. Harga resmi yang berlaku saat ini masih merefleksikan kondisi ketika harga minyak dunia sempat melonjak ke kisaran US$95–100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Secara teori, penurunan harga minyak dunia seharusnya ikut menekan biaya produksi BBM. Dengan asumsi harga minyak US$76 per barel, estimasi harga produk berdasarkan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) mencapai sekitar US$86 per barel. Setelah dikonversi menggunakan kurs sekitar Rp17.826 per dolar AS, ditambah biaya distribusi, margin badan usaha, serta komponen pajak, harga jual keekonomian diperkirakan berada di kisaran Rp14.600 per liter. Sementara pada skenario harga minyak US$80 per barel, harga keekonomian diperkirakan sekitar Rp15.450 per liter.

Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang membuat harga BBM belum bisa langsung mengikuti penurunan harga minyak dunia. Pertama, formula penetapan harga BBM nonsubsidi menggunakan sistem rata-rata harga MOPS dalam periode tertentu sehingga bersifat lagging atau tertinggal. Harga yang berlaku pada bulan berjalan dihitung berdasarkan rata-rata harga pada periode 25 bulan sebelumnya hingga 24 bulan berjalan, sehingga perubahan harga minyak hari ini baru akan memengaruhi evaluasi harga bulan berikutnya.

Kedua, badan usaha masih menjual stok BBM yang diperoleh ketika harga minyak dunia berada pada level tinggi selama periode konflik geopolitik beberapa bulan terakhir. Ketiga, pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di atas Rp17.800 per dolar AS turut mengurangi dampak positif dari turunnya harga minyak mentah, karena biaya impor bahan baku tetap relatif tinggi.

Apabila harga minyak dunia mampu bertahan di kisaran US$76–80 per barel hingga akhir Juni dan tidak terjadi lonjakan baru akibat risiko geopolitik, peluang penurunan harga Pertamax pada evaluasi 1 Juli 2026 dinilai cukup besar. Berdasarkan simulasi keekonomian, harga Pertamax berpotensi turun ke kisaran Rp14.500–Rp15.000 per liter, meskipun besaran penyesuaian tetap akan bergantung pada rata-rata harga MOPS, pergerakan kurs rupiah, serta keputusan badan usaha sesuai ketentuan pemerintah.

Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi sinyal positif bahwa penurunan harga minyak dunia mulai membuka ruang bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, mekanisme penetapan harga yang menggunakan rata-rata harga pasar dan mempertimbangkan stabilitas pasokan membuat perubahan harga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan mengikuti siklus evaluasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Continue Reading

News

Fundamental Indonesia Dinilai Tetap Menjadi Penopang Rupiah

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan arus modal asing, namun fundamental ekonomi serta ruang kebijakan dinilai masih menjadi modal penting menjaga stabilitas.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan kuat pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya gejolak pasar keuangan global. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sempat menyentuh level tertinggi secara intraday di kisaran Rp17.680 per dolar AS sebelum bergerak di sekitar Rp17.654,9. Tekanan tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham domestik dan kenaikan imbal hasil obligasi, dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi inflasi yang masih tinggi.

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal. Penolakan Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian Iran kembali meningkatkan ketegangan geopolitik yang mendorong investor global mengalihkan dana ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Di saat yang sama, sikap Federal Reserve yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi turut memperkuat mata uang dolar dan mempersempit daya tarik imbal hasil aset di negara berkembang.

Di pasar domestik, sentimen juga dipengaruhi oleh arus keluar modal asing setelah peninjauan indeks MSCI pada Mei 2026 yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks global. Kondisi tersebut mendorong aksi jual investor asing di pasar saham. Sepanjang pekan sebelumnya, arus keluar dana asing tercatat mencapai sekitar Rp3,2 triliun, sementara secara akumulatif sejak awal tahun mencapai lebih dari Rp56 triliun. Cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada April 2026 juga menjadi perhatian karena mencerminkan meningkatnya kebutuhan stabilisasi nilai tukar.

Meski demikian, ruang kebijakan Indonesia masih dinilai cukup memadai untuk menjaga stabilitas pasar. Pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kebijakan moneter, termasuk melalui kenaikan suku bunga acuan maupun optimalisasi instrumen stabilisasi rupiah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya tarik aset domestik sekaligus meredam volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada tinjauan aksesibilitas pasar 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan nasional. Status tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih dipandang memiliki akses pasar yang kompetitif bagi investor global, sehingga berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Para ekonom menilai pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dibandingkan perubahan fundamental ekonomi domestik. Dengan inflasi yang relatif terkendali, sistem keuangan yang tetap terjaga, serta koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk menghadapi volatilitas eksternal. Apabila ketegangan geopolitik mereda dan arus modal asing mulai kembali masuk, tekanan terhadap rupiah berpotensi berangsur berkurang sehingga stabilitas pasar keuangan nasional dapat kembali menguat.

Continue Reading

News

AS-Iran Damai: Harga Minyak Merosot-Selat Hormuz Dibuka

Kesepakatan damai AS-Iran memicu penurunan tajam harga minyak dunia. Analisis dampak pembukaan Selat Hormuz terhadap pasokan global dan implikasinya bagi ekonomi, termasuk di Indonesia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan serta membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Mengutip laporan AFP, Kamis (18/6/2026), harga minyak mentah turun lebih dari 3 persen dalam perdagangan internasional. Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan yang telah terjadi sejak kabar kesepakatan damai kedua negara mulai beredar pada akhir pekan lalu.

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga energi global.

Selama konflik berlangsung, pasar dibayangi kekhawatiran atas kemungkinan terganggunya arus pasokan minyak dunia akibat ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan dapat berdampak signifikan terhadap harga energi internasional.

Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, pasar memperkirakan distribusi minyak dari negara-negara kawasan Teluk akan kembali berjalan normal. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan minyak global dalam beberapa bulan ke depan.

Analis pasar menilai kesepakatan damai antara Washington dan Teheran juga mengurangi premi risiko (risk premium) yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat tingginya ketidakpastian geopolitik.

Selain memberikan sentimen positif bagi pasar energi, penurunan harga minyak berpotensi membantu perekonomian global melalui biaya energi yang lebih rendah. Kondisi ini dapat menekan tekanan inflasi, menjaga biaya transportasi dan logistik, serta membantu mengendalikan biaya produksi di berbagai sektor industri.

Bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, melemahnya harga minyak dunia berpotensi mengurangi beban impor energi dan menekan kebutuhan subsidi maupun kompensasi energi. Namun demikian, penurunan harga minyak global tidak otomatis diikuti oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Harga BBM nasional masih dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan pemerintah, biaya distribusi, serta mekanisme penetapan harga yang berlaku.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati implementasi kesepakatan damai AS-Iran dan perkembangan produksi minyak negara-negara anggota OPEC+ guna mengukur keberlanjutan tren penurunan harga minyak dalam jangka menengah.

Sebelumnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung lebih dari tiga bulan sempat memicu gejolak di pasar energi global. Kekhawatiran terhadap potensi krisis pasokan mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi di sejumlah negara. Tercapainya kesepakatan damai kini menjadi sentimen positif yang memperkuat harapan terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Continue Reading
News2 jam ago

AS-Israel Memanas, JD Vance Ultimatum Tel Aviv Patuhi Kesepakatan Damai dengan Iran

LakeyBanget2 jam ago

Sensasi di Brno! Ai Ogura Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026, Marquez Start Kelima

News11 jam ago

Apa Penyebab Mati Lampu Bergilir di Jawa? Simak Penjelasan PLN

News12 jam ago

Kemendikdasmen Hadirkan Starlink di Sekolah 3T Nias Utara, Percepat Akses Pendidikan Digital

Ruang Sujud12 jam ago

Islam Mengajarkan Umat Menatap Masa Depan dengan Ikhtiar dan Tawakal

LakeyBanget13 jam ago

Kata-kata Pochettino Usai AS Segel Tiket 32 Besar

iran us delay talks
News13 jam ago

Sabar Dulu, Perundingan Damai AS-Iran Ditunda!

LakeyBanget13 jam ago

Gol Kilat Saibari Antar Maroko Taklukkan Skotlandia, Jaga Asa ke Fase Gugur

News13 jam ago

Mengenal Panda Bonds, Strategi Baru Indonesia Menggalang Dana Murah dari Pasar China

LakeyBanget23 jam ago

Prabowo Minta Erick Thohir Matangkan Persiapan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

News1 hari ago

Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris, Siswa SD Muhla Curi Perhatian Wamendikdasmen

News1 hari ago

China Dukung Penerbitan Panda Bond, Menkeu: Bukti Tingginya Tingkat Kepercayaan Prospek Ekonomi RI

LakeyBanget1 hari ago

Dukung MotoGP Indonesia 2026, Menpora: Dongkrak Ekonomi Lewat Sport Tourism

News1 hari ago

Kapan Harga Pertamax Akan Turun?

News1 hari ago

Fundamental Indonesia Dinilai Tetap Menjadi Penopang Rupiah

Ruang Sujud1 hari ago

Al-Khawarizmi dan Revolusi Angka Dunia

News2 hari ago

AS-Iran Damai: Harga Minyak Merosot-Selat Hormuz Dibuka

LakeyBanget2 hari ago

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi OTW Semifinal Nottingham Open 2026 Usai Sikat Pasangan Ceko

News2 hari ago

MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market

News2 hari ago

Pemerintah Perkuat Jurus Hapus Kemiskinan