Monitorday.com – Bruno Mars resmi merilis album solo terbarunya bertajuk “The Romantic”, menandai kembalinya ia ke proyek solo setelah sepuluh tahun sejak album “24K Magic” yang dirilis pada 2016.
Album yang memuat sembilan lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia dengan sentuhan musik era Philly soul dan quiet storm. Dilansir dari Billboard dan Pitchfork, “The Romantic” menampilkan eksplorasi musikal khas Mars yang memadukan elemen klasik dengan sentuhan modern.
Lagu pembuka berjudul “Risk It All” dirilis bersamaan dengan video musik yang disutradarai langsung oleh Bruno Mars bersama Daniel Ramos. Lagu ini dibuka dengan iringan terompet ala mariachi dan petikan gitar akustik.
Melalui lirik seperti “I would run through a fire, just to be by your side”, Mars menyuarakan tema pengorbanan demi cinta dengan balutan aransemen yang dramatis namun hangat.
Pada lagu kedua, “Something Serious”, Mars memadukan warna musik Latin yang terinspirasi dari lagu “Low Rider” milik War dan “Oye Como Va” milik Santana. Aransemen lagu ini diperkuat denting cowbell dan tiupan saksofon pendek yang memberi nuansa retro yang kental.
Lagu ketiga, “I Just Might”, sebelumnya telah dirilis sebagai singel pada Januari lalu dan langsung menempati posisi puncak tangga lagu Billboard Hot 100 saat debutnya. Capaian ini menegaskan daya tarik kuat Mars di industri musik global.
Melalui lagu keempat, “On My Soul”, Mars menghadirkan pola aransemen yang mengingatkan pada gaya Curtis Mayfield dalam “Move On Up”. Lagu ini diperkaya dengan irama drum cepat, perkusi bongo, dan terompet yang dinamis.
Bagian breakdown menampilkan gaya doo-wop, di mana Mars dan grup pengiringnya memanfaatkan vokal sebagai instrumen utama, mempertegas karakter soul klasik dalam lagu tersebut.
Lagu kelima, “Cha Cha Cha”, membawa pendengar pada referensi Philly soul ala “Back Stabbers” milik The O’Jays. Mars menyelipkan jeda dramatis dan suara geraman penuh dari seluruh band sebelum memasuki reff, lalu menutup lagu dengan sentuhan irama disko.
Sementara itu, lagu keenam “Why You Wanna Fight” menghadirkan aransemen yang mengingatkan pada “Leave the Door Open” dengan penggunaan silofon. Namun, ciri khas lagu ini terletak pada permainan gitar pembuka dan lengkingan gitar yang terinspirasi dari “I’m Going Down” milik Rose Royce.
Pada lagu ketujuh, “God Was Showing Off”, Mars menyanyikan pujian untuk pasangan dengan iringan sweet soul yang terinspirasi dari “Soulful Strut”.
Lagu kedelapan, “Nothing Left”, menjadi satu-satunya lagu bertema perpisahan dalam album ini. Aransemennya bergerak di antara balada sederhana dan power ballad yang megah.
Album ditutup dengan “Dance With Me”, yang menonjolkan harmoni vokal lembut serta iringan strings, memberikan kesan manis sekaligus elegan sebagai penutup.
Untuk mempromosikan “The Romantic”, Bruno Mars dijadwalkan menggelar tur stadion dalam waktu dekat. Tur ini diprediksi akan menjadi momen spesial bagi penggemar yang telah menantikan karya solo terbarunya selama satu dekade terakhir.