News
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Published
2 hours agoon
Monitorday.com – Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi baru setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Majelis Ahli Iran menunjuk putra mendiang pemimpin tersebut, Mojtaba Khamenei, sebagai penerus posisi tertinggi di Republik Islam Iran.
Penunjukan ulama berusia 56 tahun itu diumumkan lebih dari sepekan setelah kematian ayahnya di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Keputusan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kelompok garis keras tetap mendominasi struktur kekuasaan di Teheran.
Salah satu anggota Majelis Ahli, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan pemilihan kandidat dilakukan berdasarkan arahan yang pernah disampaikan Ali Khamenei sebelum wafat. Menurutnya, pemimpin tertinggi Iran seharusnya merupakan sosok yang tidak disukai oleh musuh negara.
“Pemimpin tertinggi Iran seharusnya ‘dibenci oleh musuh’,” kata Heidari Alekasir dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (8/3/2026).
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menolak kemungkinan Mojtaba menjadi pemimpin Iran dan menyebutnya sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”.
Selama bertahun-tahun, Mojtaba Khamenei dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik pemerintahan ayahnya. Ia membangun pengaruh melalui hubungan erat dengan aparat keamanan serta jaringan ekonomi yang memiliki kedekatan dengan kekuatan militer Iran.
Kedekatannya dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut memberi pengaruh besar dalam sistem politik dan keamanan Iran. Pengamat menilai dukungan dari kelompok tersebut menjadi salah satu faktor penting yang memperkuat posisinya.
Kasra Aarabi dari organisasi kebijakan berbasis di Amerika Serikat, United Against Nuclear Iran, menyebut Mojtaba memiliki basis dukungan kuat di dalam IRGC, terutama di kalangan generasi muda yang lebih radikal.
Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba kini memegang kewenangan tertinggi dalam pengambilan keputusan negara, termasuk kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran—isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan dengan negara-negara Barat.
Meski demikian, ia juga diperkirakan akan menghadapi tantangan domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Iran beberapa kali menggelar demonstrasi besar menuntut kebebasan yang lebih luas, yang kerap direspons dengan tindakan keras aparat keamanan.
Latar Belakang Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Syiah, Mashhad, Iran. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang aktif dalam gerakan oposisi terhadap rezim Shah sebelum terjadinya Revolusi Iran 1979.
Saat masih muda, Mojtaba dilaporkan sempat terlibat dalam Perang Iran–Irak. Ia kemudian menempuh pendidikan agama di kota Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, dan memperoleh gelar keagamaan Hojjatoleslam.
Meski memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan, Mojtaba tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan. Ia dikenal jarang tampil di depan publik dan lebih banyak berperan di belakang layar.
Pada 2019, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba Khamenei. Washington menilai ia menjalankan peran penting dalam struktur kekuasaan Iran meski tidak pernah memegang jabatan resmi.
Menurut pernyataan resmi pemerintah AS, Mojtaba bekerja dekat dengan komandan Pasukan Quds IRGC serta milisi keagamaan Basij, yang dianggap membantu memperkuat agenda regional dan kebijakan domestik Iran.
Namanya juga sempat menjadi sasaran kritik selama gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral Iran.
Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi juga memicu kembali perdebatan mengenai kemungkinan munculnya politik dinasti di Iran. Kritik tersebut muncul karena negara itu berdiri setelah menggulingkan monarki yang didukung Amerika Serikat dalam Revolusi 1979.
Sejumlah pengkritik juga mempertanyakan kredensial keagamaan Mojtaba. Gelar Hojjatoleslam yang ia miliki berada di bawah gelar Ayatollah yang dimiliki ayahnya serta pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, namanya memang kerap disebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan, terutama setelah wafatnya mantan presiden Iran, Ebrahim Raisi, dalam kecelakaan helikopter pada 2024.
Dengan pengangkatannya, Iran kini memasuki babak baru kepemimpinan di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi di kawasan Timur Tengah.
News
Baitul ‘Izzah: Jejak Kosmik Turunnya Al-Qur’an
Published
6 minutes agoon
11/03/2026By
Umar Satiri
Monitorday.com – Setiap Ramadhan, umat Islam memperingati dua peristiwa yang sering disebut bersama: Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadr. Namun di balik dua istilah ini, ada satu konsep yang jarang dibahas dalam percakapan populer, yakni Baitul ‘Izzah—sebuah istilah yang muncul dalam tafsir klasik untuk menjelaskan bagaimana Al-Qur’an diturunkan sebelum sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam Al-Qur’an terdapat dua gambaran yang tampak berbeda tentang turunnya wahyu. Di satu sisi, Al-Qur’an menyatakan bahwa kitab suci ini diturunkan pada satu malam, yaitu Lailatul Qadr.
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)
Ayat lain juga menegaskan hal serupa:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan: 3)
Namun dalam sejarah kenabian, wahyu tidak turun sekaligus. Ia datang secara bertahap selama sekitar 23 tahun, sejak peristiwa di Gua Hira hingga menjelang wafatnya Nabi. Pertanyaan pun muncul: bagaimana memahami dua keterangan ini?
Para ulama tafsir klasik menawarkan penjelasan yang cukup elegan. Salah satu riwayat yang terkenal berasal dari sahabat Nabi, Ibnu Abbas, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke sebuah tempat di langit dunia yang disebut Baitul ‘Izzah. Peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qadr. Setelah itu, wahyu disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril selama lebih dari dua dekade (Al-Suyuti, 2008; Al-Qurthubi, 2006).
Dalam kerangka ini, Baitul ‘Izzah dipahami sebagai “rumah kemuliaan di langit dunia”—sebuah titik perantara dalam proses turunnya wahyu. Dari sana, ayat-ayat Al-Qur’an kemudian disampaikan kepada Nabi sesuai kebutuhan situasi dan perkembangan umat.
Konsep ini memang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, tetapi muncul dalam tradisi tafsir dan hadis sebagai upaya menjelaskan mekanisme kosmologis turunnya wahyu. Para mufasir melihatnya sebagai bagian dari struktur alam semesta yang disebut Al-Qur’an sebagai “langit dunia” (as-sama’ ad-dunya)—lapisan langit yang paling dekat dengan manusia.
Menariknya, jika dilihat dari perspektif sains modern, konsep ini dapat dipahami melalui pendekatan analogi. Dalam ilmu informasi, misalnya, proses distribusi data sering melibatkan beberapa lapisan: server utama, server distribusi, dan pengguna akhir. Informasi besar tidak selalu dikirim langsung dari pusat ke pengguna, tetapi melalui titik-titik distribusi agar prosesnya lebih teratur dan efisien.
Dengan analogi ini, sebagian penulis Muslim kontemporer menggambarkan struktur turunnya wahyu secara sederhana: Lauhul Mahfuz sebagai sumber utama, Baitul ‘Izzah sebagai titik distribusi kosmik, dan Nabi Muhammad sebagai penerima wahyu dalam sejarah manusia.
Pendekatan ini tentu bersifat ilustratif, bukan penjelasan ilmiah literal. Baitul ‘Izzah berada dalam wilayah metafisik, yang tidak dapat diverifikasi oleh metode sains empiris. Namun analogi semacam ini membantu menjelaskan mengapa Al-Qur’an disebut turun sekaligus pada satu malam, tetapi dalam praktiknya disampaikan secara bertahap.
Dalam kosmologi Al-Qur’an sendiri, alam semesta digambarkan memiliki lapisan-lapisan langit. Al-Qur’an beberapa kali menyebut konsep “tujuh langit” (sab‘a samawat) sebagai struktur kosmik ciptaan Tuhan. Langit dunia disebut sebagai lapisan yang paling dekat dengan manusia dan dihiasi oleh bintang-bintang (QS. Al-Mulk: 5). Dalam tafsir klasik, wilayah inilah yang sering dikaitkan dengan keberadaan Baitul ‘Izzah.
Di luar aspek kosmologinya, gagasan ini juga membawa pesan spiritual yang menarik. Ia menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur’an bukan sekadar peristiwa lokal di Gua Hira, tetapi juga bagian dari peristiwa kosmik yang lebih besar. Wahyu tidak hadir secara acak, melainkan melalui sebuah tatanan yang teratur—dari sumber ilahi hingga sampai kepada manusia.
Dalam perspektif ini, Lailatul Qadr bukan hanya malam yang penuh pahala, tetapi juga momen kosmik ketika Al-Qur’an mulai memasuki sejarah manusia. Dari langit dunia, pesan itu kemudian turun sedikit demi sedikit, menjawab persoalan kehidupan, membentuk masyarakat, dan mengubah arah peradaban.
Mungkin di situlah makna terdalam dari konsep Baitul ‘Izzah: sebuah pengingat bahwa Al-Qur’an bukan sekadar teks yang lahir dalam sejarah, melainkan pesan kosmik yang menyeberangi langit sebelum sampai ke bumi.
News
Prabowo Siapkan Strategi Agar Indonesia Tahan dari Dampak Perang Global
Pemerintah menyiapkan langkah strategis seperti swasembada energi dan penguatan ekonomi nasional untuk memastikan Indonesia tetap stabil di tengah ancaman konflik global.
Published
3 hours agoon
11/03/2026Monitorday.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak terlalu terdampak oleh potensi konflik global yang semakin memanas. Pemerintah menilai ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia berpotensi memicu gangguan terhadap ekonomi dan pasokan energi global.
Salah satu langkah utama yang disiapkan pemerintah adalah mempercepat upaya swasembada energi dan penguatan ketahanan pangan nasional. Strategi ini dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan luar negeri yang bisa terganggu ketika terjadi konflik antarnegara.
Prabowo menegaskan bahwa ketahanan energi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Jika pasokan energi terganggu akibat perang atau konflik internasional, maka dampaknya dapat langsung dirasakan oleh perekonomian dalam negeri, mulai dari harga energi hingga biaya produksi berbagai sektor industri.
Selain energi, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur penyimpanan energi dan penguatan cadangan strategis nasional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan ketika terjadi gangguan perdagangan global atau lonjakan harga komoditas di pasar internasional.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Dengan strategi ketahanan energi, pangan, dan ekonomi yang lebih kuat, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional meski dunia menghadapi potensi konflik yang semakin meningkat.
News
Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu
Published
22 hours agoon
10/03/2026
Monitorday.com – Tiga bulan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus melakukan sejumlah upaya untuk memulihkan proses pembelajaran dan infrastruktur pendidikan. Sebagai upaya pemulihan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dengan menyapa peserta didik, menyerahkan bantuan buku, memberikan motivasi, serta meresmikan enam Ruang Kelas Darurat (RKD).
“Hari ini saya mengunjungi SMA Negeri 2 Meureudu di Pidie Jaya untuk meresmikan enam RKD dan membagikan sejumlah bantuan buku serta peralatan sekolah. Ini adalah wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pembangunan dan rekonstruksi pascamusibah yang melanda di Sumatra, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Pidie Jaya, Senin (9/3).
Terkait enam RKD yang diresmikan, Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa pembangunan tersebut dilakukan untuk menunggu rekonstruksi yang dilakukan pada gedung utama sekolah. “Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya terkait proses pembelajaran,” ujar Menteri Mu’ti.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas atensi yang sangat luar biasa terhadap sekolahnya. Dengan rasa haru, ia menuturkan bahwa SMA Negeri 2 Meureudu merupakan sekolah yang paling parah terdampak bencana banjir yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
“Di tengah suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur akan peresmian 6 RKD. Kami sangat tersanjung akan kunjungan Pak Menteri, ini menjadi sebuah momentum untuk kami dapat bangkit dan terus lebih baik ke depannya,” ujar Diah.
Diah menambahkan, SMA Negeri 2 Meureudu juga merupakan salah satu sekolah di Kabupaten Pidie Jaya yang akan dilakukan pembangunan gedung baru oleh Kemendikdasmen bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat. Seluruh bangunan gedung sekolah dijelaskannya akan diratakan dan kembali dibangun sesuai dengan perencanaan gambar bangunan yang baru.
“Terima kasih Kemendikdasmen dan Pak Menteri. Semoga seluruh bantuan yang kami dapatkan dapat bermanfaat dengan baik dan menjadi rahmat bagi semua warga sekolah SMA Negeri 2 Meureudu,” terangnya.
Selanjutnya, rasa bahagia akan hadirnya RKD turut dirasakan oleh Israqiah, siswi SMA Negeri 2 Meureudu. Sebelum adanya RKD, Isra mengatakan bahwa proses pembelajaran berlangsung dengan sederhana di tenda darurat dengan beralaskan kain terpal.
“Saya melihat langsung proses pembangunan RKD ini yang sangat cepat. Ruangannya cukup baik, ada bangku, meja, dan papan tulis. Senang rasanya bisa kembali belajar di ruang kelas,” ucap Isra.
Senada dengan Isra, Ziadatul Una juga turut mengungkapkan rasa bahagianya terkait peresmian 6 RKD. Menurutnya, kembali ke ruang kelas merupakan suatu hal yang cukup lama ia dan semua teman-temannya dambakan pasca terjadinya bencana banjir di Pidie Jaya. “Kami sangat bersyukur untuk semua bantuan yang hari ini kami terima. Semoga pendidikan di kota kami kembali pulih dan kami semua dapat bersekolah dengan aman dan bahagia,” tutup Una.
Dalam kunjungan ini, Menteri Mu’ti turut membagikan sejumlah bantuan buku pembelajaran serta Bantuan Pendidikan Tahun 2026 senilai Rp25 juta. Sebagai informasi, di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 21 RKD yang tersebar di lima sekolah. Dan juga, per tanggal 6 Maret 2026 Kemendikdasmen telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah dengan nilai bantuan mencapai lebih dari Rp1,741 triliun. Di mana 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola oleh sekolah dan 187 sekolah lainnya akan dikerjakan bekerja sama dengan TNI AD.
News
Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi, Ini Skemanya
Published
22 hours agoon
10/03/2026
Monitorday.com — Pemerintah mempercepat program transisi energi rumah tangga dengan mendorong penggunaan kompor listrik sebagai pengganti kompor berbahan bakar LPG. Kebijakan ini diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus menekan beban subsidi negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan percepatan penggunaan kompor listrik akan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada LPG yang selama ini sebagian besar masih diimpor.
Menurut Brian, langkah tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pengurangan subsidi energi.
“Presiden meminta agar penggunaan kompor listrik bisa dipercepat untuk menggantikan kompor LPG. Dengan begitu ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG dan beban subsidi dapat dikurangi sehingga kondisi energi kita lebih stabil,” ujar Brian dalam keterangan resminya.
Selain mengurangi ketergantungan impor minyak dan gas bumi (migas), konversi kompor listrik juga diharapkan dapat menekan pengeluaran subsidi LPG yang setiap tahun cukup besar.
Tidak hanya pada sektor rumah tangga, pemerintah juga menyiapkan langkah percepatan transisi energi di berbagai sektor lainnya. Presiden Prabowo meminta konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta mendorong peralihan kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi energi untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.
“Kami diberikan tugas oleh Presiden sebagai ketua satgas untuk menjalankan dan menerjemahkan program percepatan transisi energi ini secara cepat,” kata Bahlil setelah rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.
Satgas tersebut akan fokus pada sejumlah program strategis, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt serta percepatan konversi kendaraan listrik. Pemerintah menargetkan program ini dapat berjalan dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.
Bahlil menambahkan, konversi PLTD ke PLTS juga akan meningkatkan efisiensi pengeluaran negara, terutama dalam hal subsidi listrik.
“Dengan mengkonversi PLTD menjadi PLTS, efisiensi terhadap subsidi listrik dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Brian menegaskan percepatan transisi energi nasional juga menjadi strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi di tengah fluktuasi harga energi global.
“Presiden meminta para menteri terkait untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini agar ketergantungan kita pada impor dan perubahan harga global dapat diminimalkan,” kata Brian.
News
Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Perkuat Akses Daerah dan Penanganan Bencana
Published
1 day agoon
10/03/2026
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama di daerah terdampak bencana dan wilayah yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire menjadikan negara ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar sekaligus risiko bencana yang tinggi. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pembangunan infrastruktur yang kuat dan tangguh.
“Kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Dari segi geologis kita berada di lingkaran api, the Ring of Fire, dengan banyak gunung berapi. Kondisi ini membuat negara kita kaya mineral dan tanahnya subur, tetapi kita juga harus selalu siap menghadapi bencana alam,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi capaian pembangunan ratusan jembatan yang diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan kesungguhan berbagai pihak, khususnya prajurit TNI dan petugas di daerah.
“Peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah prestasi yang luar biasa. Ini menunjukkan kesungguhan seluruh prajurit TNI dan petugas di daerah-daerah yang terkena bencana maupun daerah yang sangat membutuhkan jembatan-jembatan ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang dikerjakan jajaran TNI AD. Hingga saat ini, kata Maruli, pembangunan jembatan telah berjalan di lebih dari seribu titik di seluruh Indonesia.
“Izin melaporkan, saat ini kami sudah mulai mengerjakan pembangunan di 1.072 jembatan, dan 218 di antaranya telah selesai,” ungkap Maruli yang melaporkan dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Maruli juga menyoroti dampak langsung pembangunan jembatan terhadap akses pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil. Selain itu, TNI AD memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah yang terdampak bencana.
“Khusus untuk daerah bencana, kami telah melakukan survei terhadap 480 jembatan yang membutuhkan penanganan segera, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Hingga kini, 145 jembatan telah berhasil kami selesaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan akan terus dilakukan dengan dukungan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. TNI AD menargetkan pembangunan jembatan di daerah bencana dapat rampung pada Agustus mendatang, sementara pembangunan fasilitas sekolah ditargetkan selesai pada Oktober.
“Untuk seluruh jembatan di Indonesia, kami berharap pada awal tahun depan sekitar 7.000 jembatan dapat diselesaikan,” kata Maruli.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Yusuf Jauhari.
News
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SMAN 2 Sukabumi, Dorong Fasilitas Modern dan Pembelajaran Digital
Published
1 day agoon
09/03/2026
Monitorday.com – Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi di SMAN 2 Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah pusat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar berkeliling melihat berbagai fasilitas sekolah yang telah diperbaiki. Revitalisasi meliputi ruang kelas, laboratorium IPA, perpustakaan, hingga ruang administrasi sekolah.
Program tersebut didukung anggaran pemerintah pusat sekitar Rp1,4 miliar yang difokuskan pada pembenahan infrastruktur pembelajaran.
“Kami ingin memastikan program revitalisasi ini memberi dampak nyata, baik bagi siswa maupun guru. Perbaikan laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar merupakan fondasi penting untuk menciptakan pembelajaran yang lebih berkualitas,” ujar Fajar di sela kunjungan.
Selain meninjau fasilitas fisik, Wamendikdasmen juga melihat pemanfaatan perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang telah tersedia di ruang perpustakaan sekolah.
Perangkat tersebut diharapkan dapat mendorong metode pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurut Fajar, penguatan pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini. Pemerintah bahkan berencana menambah dua unit papan interaktif digital di setiap satuan pendidikan.
“Pemanfaatan teknologi pembelajaran ini diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, sehingga siswa dapat memahami pelajaran secara lebih optimal,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Fajar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia menilai pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan efektif tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Kolaborasi seperti ini penting agar program peningkatan mutu pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Kepala SMAN 2 Sukabumi, Nike Mustikasari, menyatakan program revitalisasi membawa perubahan signifikan bagi kondisi sekolah.
Menurutnya, sebelum pembenahan dilakukan, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan berat dan tidak lagi mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.
“Sebelum monitorday.com/tag/revitalisasi/” title=”Revitalisasi”>revitalisasi, beberapa ruang mengalami kerusakan berat, bahkan ada ruang kelas yang hampir roboh. Kini fasilitas sekolah jauh lebih baik, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun guru,” ujar Nike.
Ia berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus diperluas agar lebih banyak sekolah di berbagai daerah memperoleh dukungan serupa.
“Program ini sangat membantu sekolah kami. Harapannya, lebih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan fasilitas bisa merasakan manfaatnya, sehingga kualitas lingkungan belajar siswa terus meningkat,” pungkasnya.
Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan sekaligus memastikan setiap siswa memiliki akses terhadap fasilitas belajar yang layak dan modern.
News
Tiga ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, Kemlu RI Desak Penyelidikan
Published
2 days agoon
09/03/2026
Monitorday.com – Insiden ledakan dan kebakaran yang menimpa kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026) dini hari mengakibatkan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal dilaporkan hilang, sementara satu lainnya mengalami luka bakar.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas peristiwa tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan video di Jakarta, Minggu (8/3/2026), menjelaskan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.
Menurut laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan Muscat, kapal berbendera UEA tersebut sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang mengalami kerusakan. Namun, saat proses pemeriksaan berlangsung, kapal Musaffah 2 tiba-tiba meledak dan terbakar.
“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Perwakilan RI saat ini sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab dan Oman serta pihak perusahaan kapal,” ujar Yvonne.
Berdasarkan laporan awal, kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK), termasuk empat WNI. Selain itu, terdapat enam teknisi yang menjadi penumpang, salah satunya juga merupakan WNI.
Saat insiden terjadi, empat ABK WNI berada di atas kapal Musaffah 2, sedangkan teknisi WNI berada di kapal kontainer Safeen Prestige.
Dari total lima WNI yang terdampak insiden tersebut, satu ABK WNI mengalami luka bakar dan kini menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara itu, seorang teknisi WNI dilaporkan selamat dan telah tiba di Abu Dhabi.
Adapun tiga ABK WNI lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
Yvonne menambahkan bahwa perwakilan RI di UEA dan Oman terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang serta perusahaan kapal guna mendukung proses pencarian para korban.
“Perwakilan RI juga memastikan penanganan medis bagi WNI yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan situasi kepada keluarga korban di Indonesia,” ujarnya.
Menyikapi insiden tersebut, Kemlu mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk para awak kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI juga diminta memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.
Monitorday.com – Harga minyak dunia melonjak tajam pada Senin (9/3) dan menyentuh level tertinggi sejak Juli 2022, di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh kekhawatiran terganggunya jalur distribusi energi dari kawasan Timur Tengah, khususnya yang melewati Selat Hormuz—salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia.
Mengutip Reuters, harga minyak Brent tercatat naik sebesar US$15,24 atau 16,4 persen menjadi US$107,93 per barel. Bahkan, dalam perdagangan sempat melonjak hingga US$18,35 atau sekitar 19,8 persen ke level US$111,04 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mengalami kenaikan signifikan. Harga WTI naik US$16,50 atau 18,2 persen menjadi US$107,40 per barel, setelah sempat menyentuh US$111,24 per barel.
Lonjakan harga ini terjadi seiring perkembangan politik di Iran, yakni terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi terbaru negara tersebut pada hari yang sama.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa harga minyak global berpotensi turun dengan cepat apabila ancaman nuklir dari Iran dapat diakhiri. Menurutnya, lonjakan harga minyak saat ini masih tergolong kecil dibandingkan dampak yang dihadapi dunia.
“Harga minyak akan turun dengan cepat ketika ancaman nuklir Iran berakhir. Kenaikan harga tersebut adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar bagi Amerika Serikat dan dunia demi keamanan serta perdamaian,” kata Trump seperti dikutip Reuters.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat belum berencana menghentikan serangan terhadap Iran. Ia menyebut keputusan mengenai berakhirnya konflik akan dibahas bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Saya pikir itu keputusan bersama antara AS dan Israel sampai batas tertentu. Kami terus berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat dengan mempertimbangkan semua faktor,” ujar Trump kepada Times of Israel.
Ia menambahkan bahwa Iran dianggap sebagai ancaman serius bagi Israel dan kawasan sekitarnya.
“Iran akan menghancurkan Israel dan wilayah di sekitarnya. Kami bekerja sama dan telah menghancurkan sebuah negara yang ingin menghancurkan Israel,” ujarnya.
News
Program 3 Juta Rumah Dikebut, Hashim Yakin Ekonomi RI Tembus 8%
Pemerintah mempercepat pembangunan tiga juta rumah per tahun yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Published
2 days agoon
09/03/2026
Monitorday.com – Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, optimistis program tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 8 persen.
Hashim menyampaikan keyakinannya itu saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2026). Ia menyebut sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang besar sehingga dapat menjadi motor pertumbuhan nasional.
Hashim menjelaskan, jika target pembangunan tiga juta rumah setiap tahun dapat tercapai, maka sektor perumahan saja diperkirakan mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi sekitar 1,5 hingga 2 persen. Kontribusi tersebut dinilai signifikan untuk membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Ia juga menilai industri perumahan memiliki efek pengganda atau multiplier effect yang luas terhadap perekonomian. Setidaknya terdapat sekitar 185 sektor usaha yang berkaitan langsung dengan pembangunan perumahan, mulai dari konstruksi, bahan bangunan, hingga produk rumah tangga seperti furnitur dan elektronik.
Selain mendorong ekonomi, program ini juga bertujuan mengatasi persoalan besar di sektor hunian. Data yang dihimpun pemerintah menunjukkan masih terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah layak, sementara sekitar 27 juta keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Karena itu, pemerintah menargetkan pembangunan hunian dalam skala besar melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Pembangunan rumah susun subsidi di Cikarang yang berdiri di atas lahan sekitar 30 hektare dan direncanakan menghasilkan sekitar 140 ribu unit hunian diharapkan menjadi contoh proyek perumahan rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
News
Pesan Mendikdasmen Tentang Kunci Membentuk Generasi Berakhlak Mulia
Siswa tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh
Published
2 days agoon
09/03/2026
Monitorday.com– Pendidikan karakter dan keagamaan sebagai kunci utama dalam membentuk generasi muda yang bertakwa dan berakhlak mulia adalah hal yang penting. Penekanan ini disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebagai upaya strategis untuk menghadapi tantangan moral dan sosial di masa depan.
Pernyataan tersebut menyoroti urgensi integrasi nilai-nilai luhur dalam kurikulum pendidikan, memastikan bahwa siswa tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Hal ini dianggap krusial demi menciptakan pemimpin dan warga negara yang bertanggung jawab.
“Pendidikan agama bukan hanya mata pelajaran tambahan, melainkan pondasi utama yang harus ditanamkan sejak dini. Integrasi nilai-nilai ketakwaan dalam setiap aspek pembelajaran adalah mutlak,” ujar Mendikdasmen.
Ia juga menambahkan, “Peran guru sebagai teladan dan lingkungan sekolah yang kondusif sangat menentukan keberhasilan pembentukan akhlak mulia. Kita harus memastikan guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik karakter siswa.”
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan sinergi multipihak, “Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat adalah pilar ketiga yang tak kalah penting. Tanpa dukungan kuat dari rumah dan lingkungan sekitar, upaya di sekolah tidak akan maksimal dalam membentuk karakter anak.”
Komitmen terhadap pengembangan generasi yang berintegritas dan berbudi pekerti luhur ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang.
Monitor Saham BUMN
Baitul ‘Izzah: Jejak Kosmik Turunnya Al-Qur’an
Siapa Mojtaba Khamenei? Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Cetak Sejarah, Indonesia Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
Prabowo Siapkan Strategi Agar Indonesia Tahan dari Dampak Perang Global
Mendikdasmen Resmikan 6 Ruang Kelas Darurat di SMA Negeri 2 Meureudu
Pemerintah Dorong Percepatan Transisi Energi, Ini Skemanya
Anggun Ungkap Alasan Terlibat di Proyek Film Wregas Bhanuteja
Prabowo Resmikan 218 Jembatan, Perkuat Akses Daerah dan Penanganan Bencana
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SMAN 2 Sukabumi, Dorong Fasilitas Modern dan Pembelajaran Digital
Hajar Persik Kediri, Persib Bandung Pastikan Lebaran di Puncak Klasemen
Tiga ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, Kemlu RI Desak Penyelidikan
Komdigi Terbitkan Aturan Baru, Ungkap 7 Risiko Platform Digital bagi Anak
Trump Sebut Harga Minyak Dunia Bisa Turun Cepat, Jika…
Program 3 Juta Rumah Dikebut, Hashim Yakin Ekonomi RI Tembus 8%
Bani Israil dan Israel Modern: Hubungan Historis yang Sering Disalahpahami
Ketika Negara Membaca Pramoedya Ananta Toer: Sastra, Politik, dan Ingatan yang Direstorasi
Pesan Mendikdasmen Tentang Kunci Membentuk Generasi Berakhlak Mulia
Para Pakar Handal Warnai Kuliah Perdana Universitas Borobudur
AS-Israel Bahas Opsi Kirim Pasukan Khusus ke Iran, Apa Tujuannya?
