Connect with us

News

Siapa Nidal Hasan? Eks Psikiater Militer yang Eksekusi Matinya Bakal Disiarkan Langsung oleh Trump

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

MONITORDAY —Nidal Malik Hasan kini berada di ambang sejarah kelam hukum militer Amerika Serikat. Mantan mayor dan psikiater Korps Medis Angkatan Darat AS tersebut dijadwalkan menghadapi regu tembak (firing squad) pada 3 Desember 2026, atas tindakan penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood, Texas, yang menewaskan 13 orang pada tahun 2009 silam. 

Sosoknya kini kembali menjadi sorotan dunia menyusul rencana kontroversial Pentagon untuk menyiarkan secara langsung momen eksekusinya ke seluruh dunia melalui internet.

Rencana penayangan langsung ini telah disetujui oleh Presiden Donald Trump atas usulan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai bentuk deterensi atau efek jera. Langkah ini menempatkan figur Hasan di tengah perdebatan etika hukum global yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern AS.

Dari Penyembuh Trauma Menjadi Pelaku Teror

Transformasi psikologis dan rekam jejak Nidal Hasan menjadikannya salah satu figur paling paradoks dalam sejarah militer Amerika:

  • Psikiater Militer Terdidik: Dilahirkan dan dibesarkan di Virginia, Hasan berhasil meraih pangkat Mayor dan bertugas sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) di Angkatan Darat AS. Ironisnya, tugas utamanya saat itu adalah menyembuhkan serta merawat tentara yang mengalami gangguan mental dan trauma pasca-perang.
  • Radikalisasi dan Benturan Ideologi: Di balik seragam militernya, Hasan mengalami gejolak ideologi yang ekstrem. Dalam persidangan mahkamah militer pada tahun 2013, ia secara terbuka mengakui tindakannya melepaskan tembakan di pusat pemrosesan prajurit Fort Hood. Ia mengeklaim aksi tersebut dilakukan sengaja demi melindungi kelompok Taliban di Afghanistan dan umat Muslim dari agresi militer negaranya sendiri.
  • Kondisi Fisik yang Lumpuh: Saat melancarkan aksi penembakan brutal pada 5 November 2009 tersebut, Hasan akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah ditembak oleh petugas keamanan pangkalan. Luka tembak itu merusak sistem saraf tulang belakangnya, membuat sang mantan mayor mengalami kelumpuhan total dan harus menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda selama proses hukum berjalan.

Akhir Hayat di Ujung Senjata

Penetapan tanggal eksekusi terhadap Hasan menandai babak akhir dari proses hukum militer yang telah berjalan selama hampir dua dekade:

  • Eksekusi Militer yang Langka: Kasus Hasan mencatatkan namanya sebagai prajurit pertama yang akan dieksekusi oleh militer AS dalam 60 tahun terakhir, sejak eksekusi mati seorang tentara pada tahun 1961.
  • Penggunaan Regu Tembak: Hasan akan dihadapkan pada regu tembak taktis Angkatan Darat. Metode ini menjadi eksekusi dengan firing squad militer pertama yang dilakukan oleh otoritas pertahanan AS sejak berakhirnya era Perang Dunia II.

Kontroversi

Meskipun kejahatannya diakui secara luas, rencana pemerintah untuk menyiarkan momen eksekusi Hasan menuai penolakan keras yang justru berpusat pada perlindungan nilai kemanusiaan publik. 

Pengacara sipilnya, John Galligan, menyebut publikasi visual ini layaknya sebuah “sirkus” dan tindakan penghakiman massa masa lalu. PBB mengecam rencana tersebut sebagai bentuk penyiksaan yang kejam dan merendahkan martabat. 

Bahkan, Wakil Presiden JD Vance secara terbuka meragukan keputusan penayangan daring ini dan menyatakan enggan untuk menontonnya. Di sisi lain, para penyintas Fort Hood menilai siaran visual kematian Hasan berisiko memberikan dampak trauma psikologis sekunder, khususnya bagi generasi muda.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Trump Ingin Namai Samudra Ini dengan Namanya Sendiri

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan gagasan kontroversial untuk mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi “Samudra Trump” atau “Samudra Amerika”. Ia bahkan ingin rencana tersebut terwujud sebelum masa jabatannya berakhir.

Gagasan itu disampaikan Trump saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Tennessee, Minggu (11/10). Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menyinggung inisiatif mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika.

“Saya kemudian terpikir bagaimana dengan Samudra Atlantik atau Pasifik, bisa kita ganti namanya jadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus lakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” kata Trump.

Pernyataan itu menambah daftar gagasan perubahan nama geografis yang dikaitkan dengan ambisi Trump untuk memperkuat identitas Amerika Serikat. Sebelumnya, ia juga menyebut pemerintahannya mempertimbangkan untuk mengganti nama Selat Hormuz dengan namanya sendiri.

Pada September, Trump meneken instruksi untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Danau tersebut merupakan salah satu dari lima Danau Besar di Amerika Utara yang membentang di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.

Danau Ontario memisahkan wilayah negara bagian New York di AS dengan Provinsi Ontario di Kanada. Rencana perubahan nama itu pun mendapat respons dari pemerintah Kanada.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan negaranya akan tetap menggunakan nama asli Danau Ontario, meskipun Amerika Serikat mendorong perubahan nama tersebut.

Hingga kini, gagasan Trump untuk mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik masih sebatas pernyataan. Belum ada kepastian mengenai langkah resmi yang akan ditempuh pemerintah AS untuk merealisasikannya.

Continue Reading

News

Pemerintah Siapkan Payung Hukum Ojol, Revisi UU LLAJ Dibidik Rampung 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan payung hukum baru bagi ojek online (ojol) melalui revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Regulasi ini diarahkan untuk memberikan kepastian hukum bagi transportasi berbasis aplikasi sekaligus memperketat standar keselamatan penumpang dan pengemudi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengaturan transportasi online masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

Dalam rancangan tersebut, pemerintah menyetujui usulan DPR RI untuk menambahkan Bab XIII A yang mengatur angkutan sewa khusus serta angkutan terbatas menggunakan sepeda motor untuk mengangkut penumpang, mengantarkan barang, dan mengirim makanan.

“Terkait transportasi berbasis aplikasi, Pemerintah menyetujui usulan DPR RI terkait penambahan Bab XIII A dengan materi muatan yang mengatur mengenai angkutan sewa khusus serta angkutan terbatas menggunakan sepeda motor untuk angkutan orang, pengantaran barang dan makanan,” kata Dudy.

Langkah ini menjadi upaya pemerintah menyesuaikan regulasi dengan pesatnya perkembangan industri transportasi digital. Selama ini, layanan berbasis aplikasi menjadi bagian penting mobilitas masyarakat, sehingga membutuhkan aturan yang lebih jelas terkait operasional dan keselamatan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menempatkan keselamatan sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan aturan baru tersebut. Standar kondisi kendaraan dan kelengkapan keselamatan pengemudi menjadi aspek yang akan diperhatikan.

“Kalau kita sudah berbicara mengenai keselamatan, tentu harus ada standar yang dipenuhi, mulai dari kondisi kendaraan hingga perlengkapan keselamatan pengemudi,” ujar Dudy.

Perusahaan aplikator juga diharapkan mengambil tanggung jawab lebih besar dalam memastikan kendaraan mitra pengemudi memenuhi persyaratan keselamatan.

Pengawasan nantinya dapat mencakup pemeriksaan kondisi kendaraan, kelengkapan keselamatan, hingga pelatihan pengemudi. Pemerintah juga membuka kemungkinan penerapan sanksi bagi pihak yang melanggar ketentuan.

Selain itu, sistem pencatatan dan pemantauan perjalanan melalui aplikasi dinilai perlu mendukung pengawasan yang transparan dan akuntabel. Dengan mekanisme tersebut, aktivitas perjalanan diharapkan lebih mudah ditelusuri apabila terjadi persoalan.

Namun, penyusunan regulasi tidak hanya menyasar keselamatan penumpang. Pemerintah turut mempertimbangkan perlindungan mitra pengemudi, keberlangsungan usaha aplikator, serta keterjangkauan layanan bagi masyarakat.

Karena itu, implementasinya membutuhkan koordinasi antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan pengemudi agar standar keselamatan dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan industri.

Pemerintah menargetkan revisi UU LLAJ selesai pada 2026. Dudy mengatakan, rancangan perubahan undang-undang tersebut telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.

“Kita usahakan secepat mungkin revisi UU LLAJ ini rampung, karena ini kan masuk dalam Prolegnas tahun 2026, jadi harapannya tahun ini bisa segera diselesaikan,” kata Dudy.

Pemerintah berharap revisi tersebut dapat diselesaikan tahun ini sehingga ketentuan baru berpeluang mulai diterapkan pada 2027.

Meski demikian, aturan mengenai transportasi berbasis aplikasi masih dalam tahap penyusunan. Detail kewajiban pengemudi, standar kendaraan, mekanisme pengawasan, dan sanksi akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam regulasi final.

Jika target tersebut tercapai, ojol dan layanan transportasi online lainnya berpeluang memiliki landasan hukum yang lebih tegas. Tantangan pemerintah selanjutnya adalah memastikan aturan tersebut mampu menyeimbangkan keselamatan publik, perlindungan mitra pengemudi, dan keberlangsungan industri transportasi digital.

Continue Reading

News

Pertemuan Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Indonesia dan Republik Arab Mesir terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui empat kerja sama di berbagai bidang. Keempat kesepakatan ini disampaikan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu (11/10/2026).

Keempat kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk memperluas hubungan kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Adapun keempat kerja sama yang diumumkan yakni:

  1. Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis;
  2. Nota Kesepahaman tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Paspor Dinas, dan khusus;
  3. Nota Kesepahaman tentang Statistik; dan
  4. Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir tentang Kelautan dan Perikanan.

Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kesepakatan yang dihasilkan merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.

“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ucap Presiden Prabowo.

Kerja sama yang mencakup bidang strategis ini menunjukkan makin luasnya peluang kolaborasi kedua negara di dalam berbagai sektor. Melalui berbagai kesepakatan ini, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan. 

Continue Reading

News

Perbankan Global Berpacu Mengadopsi AI yang Bertanggung Jawab

Adopsi AI di sektor perbankan semakin masif, tetapi tata kelola, keamanan data, dan akuntabilitas menjadi penentu keberhasilan transformasi digital.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-, Industri perbankan global semakin agresif mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, seiring dengan meluasnya penggunaan teknologi tersebut, perhatian bank-bank besar kini tidak hanya tertuju pada inovasi dan efisiensi, tetapi juga pada penerapan responsible AI atau AI yang bertanggung jawab. Laporan tahunan lembaga riset Evident terhadap 50 perusahaan keuangan terbesar di dunia menunjukkan bahwa tata kelola AI telah menjadi bagian penting dari strategi transformasi digital perbankan.

Menurut laporan Evident yang dikutip Kompas.com pada 11 Oktober 2026, hampir seluruh bank yang disurvei telah menerapkan prinsip responsible AI. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan 2023, ketika baru 16 bank yang menerapkannya. Lebih dari dua pertiga bank juga memiliki mekanisme pengawasan khusus untuk memeriksa data masukan, mengevaluasi keluaran sistem, membatasi penggunaan perangkat AI, serta memantau sistem yang telah beroperasi.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa AI di sektor keuangan mulai memasuki tahap yang lebih matang. Bank tidak lagi cukup hanya menguji coba teknologi untuk mempercepat pekerjaan administratif atau meningkatkan produktivitas karyawan. AI kini digunakan dalam berbagai fungsi strategis, mulai dari penilaian kredit, deteksi penipuan, pemantauan transaksi, pembayaran, perdagangan saham, hingga pemberian rekomendasi keuangan kepada nasabah.

Evident mencatat bahwa 50 bank yang disurvei telah menerapkan lebih dari 1.100 kasus penggunaan AI sejak 2021. Dalam setahun terakhir, kemajuan adopsi AI bahkan berlangsung tiga kali lebih cepat dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Sebanyak 12 bank juga melaporkan telah memperoleh keuntungan nyata atau return on investment (ROI) dari proyek AI mereka, meningkat dibandingkan delapan bank pada tahun sebelumnya.

JPMorgan Chase menempati peringkat pertama dalam Maturity Index Evident, disusul Capital One, Royal Bank of Canada, dan CommBank. Posisi tersebut mencerminkan pentingnya kombinasi antara kemampuan sumber daya manusia, inovasi, kepemimpinan, dan transparansi dalam pengembangan AI. Bank yang unggul tidak sekadar memiliki teknologi canggih, tetapi juga membangun mekanisme pengawasan dan mengukur dampak penerapannya terhadap kegiatan bisnis.

Tantangan terbesar muncul karena sektor perbankan mengelola data sensitif dan mengambil keputusan yang dapat memengaruhi kondisi keuangan masyarakat. Kesalahan algoritma dalam penilaian kredit, misalnya, berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak adil. Sementara itu, kelemahan sistem deteksi penipuan dapat menyebabkan transaksi mencurigakan lolos dari pengawasan atau justru menghambat transaksi sah milik nasabah. Risiko tersebut menegaskan bahwa akurasi teknis saja tidak cukup tanpa transparansi, perlindungan data, dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Karena itu, responsible AI perlu diterapkan sejak tahap perancangan sistem. Bank harus menetapkan batas penggunaan, hak akses, standar evaluasi, prosedur pemantauan, serta mekanisme penanganan masalah sebelum AI digunakan secara luas. Pengawasan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan karena performa sistem dapat berubah mengikuti perkembangan data, pola transaksi, dan perilaku pengguna. Dalam konteks ini, manusia tetap harus memiliki kewenangan untuk mengevaluasi, mengoreksi, atau menghentikan keputusan AI yang berisiko.

Perhatian terhadap tata kelola juga terlihat dari pertumbuhan tenaga ahli pengawas AI di 50 bank teratas yang meningkat 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bank membutuhkan ilmuwan AI, insinyur perangkat lunak, manajer produk, serta spesialis risiko dan kepatuhan untuk memastikan teknologi berjalan sesuai tujuan. Investasi pada kompetensi tersebut sama pentingnya dengan investasi pada infrastruktur komputasi dan pengembangan model AI.

Perkembangan berikutnya adalah penggunaan AI agents untuk menjalankan rangkaian tugas yang lebih kompleks. Lebih dari separuh pimpinan teknologi informasi perbankan yang disurvei memperkirakan AI agents akan diterapkan secara luas dalam manajemen risiko, kepatuhan, audit, pelacakan penipuan, dan pemantauan transaksi. Berbeda dengan AI yang hanya memberikan jawaban atau rekomendasi, AI agents dapat menjalankan tahapan pekerjaan berdasarkan instruksi dan akses yang diberikan. Kemampuan tersebut membuka peluang efisiensi, tetapi sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap pembatasan kewenangan, pencatatan aktivitas, dan persetujuan manusia untuk tindakan berisiko tinggi.

Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran penting dalam mempercepat transformasi perbankan digital. Bank tidak cukup berlomba menghadirkan chatbot, otomatisasi layanan, atau aplikasi berbasis AI. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan melindungi data nasabah, mencegah diskriminasi algoritmik, menjelaskan keputusan otomatis, serta memastikan adanya pihak yang bertanggung jawab ketika sistem mengalami kegagalan. Prinsip tersebut perlu diterapkan sejalan dengan ketentuan perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan regulasi sektor jasa keuangan.

Pada akhirnya, masa depan AI di perbankan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi diadopsi, tetapi juga oleh seberapa besar kepercayaan yang mampu dipertahankan. Efisiensi dan keuntungan bisnis memang menjadi alasan penting bagi bank untuk berinvestasi pada AI. Namun, dalam industri yang bertumpu pada kepercayaan publik, inovasi yang tidak disertai tata kelola dapat berubah menjadi sumber risiko. Responsible AI karena itu bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasi bagi perbankan digital yang aman, adil, transparan, dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Pemerintah Target Terbit Aturan Insentif Pajak Royalti Penulis

Kebijakan strategis perpajakan tersebut saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi setelah sebelumnya mengantongi persetujuan izin prakarsa langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menargetkan rancangan peraturan pemerintah mengenai insentif Pajak Penghasilan Final atas royalti penulis buku dapat resmi disahkan pada November 2026.

Kebijakan strategis perpajakan tersebut saat ini tengah memasuki tahap harmonisasi setelah sebelumnya mengantongi persetujuan izin prakarsa langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini (RPP) sedang dalam proses harmonisasi. Kita harapkan sebelum akhir tahun atau mungkin di bulan November terkait dengan RPP-nya sudah dapat disahkan,” kata Teuku Riefky saat membuka Festival Literaia 2026 di Museum Nasional, Jakarta, Minggu.

Melalui regulasi anyar tersebut, tarif Pajak Penghasilan Final atas pendapatan royalti karya tulis akan dipangkas drastis menjadi 1,5 persen dari tarif sebelumnya yang mencapai 15 persen.

Skema pajak yang bersifat final ini memastikan kewajiban perpajakan tuntas begitu penerbit melakukan pemotongan, sehingga pelaporan pada Surat Pemberitahuan Tahunan tidak lagi dikenai tarif progresif.

Penyusunan draf aturan insentif tersebut juga dipastikan telah melalui proses partisipasi bermakna bersama para pemangku kepentingan sebelum dibawa ke meja harmonisasi peraturan perundang-undangan.

Continue Reading

News

Transformasi digital di Sekolah dan Perubahan Paedagogis

Penggunaan berbagai media memberi kesempatan kepada murid untuk terlibat langsung dalam pembelajaran

Amalan Saliha

Published

on

Pemanfaatan PID atau Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 9 Metro menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkaya kegiatan belajar mengajar. Guru Pendidikan Agama Islam Badrun memanfaatkan perangkat tersebut untuk menyampaikan materi, menghadirkan media visual, dan melaksanakan asesmen interaktif.

Menurut pemberitaan resmi Kemendikdasmen pada 9 Oktober 2026, guru tersebut mengintegrasikan sejumlah platform digital, antara lain Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net. Penggunaan berbagai media memberi kesempatan kepada murid untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa satu perangkat dapat menjadi pintu masuk menuju pembelajaran multimedia. Materi yang sebelumnya hanya disampaikan melalui penjelasan lisan dapat diperkaya dengan video, ilustrasi, kuis, dan aktivitas kolaboratif.

Namun, efektivitas PID tidak ditentukan oleh banyaknya aplikasi yang digunakan. Guru tetap perlu memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, memastikan keakuratan informasi, dan memberikan ruang bagi murid untuk berpikir, berdiskusi, serta memecahkan masalah.

Transformasi digital di sekolah pada akhirnya harus menghasilkan perubahan pedagogis. Teknologi akan lebih bermakna ketika murid tidak hanya melihat layar, tetapi juga aktif membangun pemahaman dan menghasilkan karya.

Continue Reading

News

Danantara Siap Masuk Pasar Saat IHSG Tertekan

Lembaga pengelola investasi negara itu juga merencanakan tambahan investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir tahun.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-Danantara menyatakan terbuka untuk membeli saham di pasar domestik ketika terjadi tekanan pasar, selama harga dan valuasi perusahaan dinilai menarik. Sikap tersebut muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap prospek pasar saham Indonesia dan potensi penurunan penilaian oleh MSCI.

Menurut laporan Reuters pada 9 Oktober 2026, Danantara telah menginvestasikan sekitar US$3 miliar pada saham dan obligasi domestik maupun global. Lembaga pengelola investasi negara itu juga merencanakan tambahan investasi sekitar US$1 miliar hingga akhir tahun.

Namun, strategi Danantara bukan semata-mata untuk menopang indeks saham. Investasi tetap mempertimbangkan potensi keuntungan, kualitas perusahaan, dan tata kelola pasar. Pendekatan ini menjadi penting karena kepercayaan investor terhadap transparansi kepemilikan saham dan kualitas data perdagangan masih menjadi perhatian.

Bagi investor domestik, langkah tersebut dapat menjadi sinyal dukungan terhadap pendalaman pasar modal. Meski demikian, keputusan investasi tetap perlu memperhitungkan risiko pasar dan kondisi fundamental emiten.

Continue Reading

News

Bukan TV Biasa, IFP Bikin Murid Lebih Antusias Belajar dan Mudah Memahami Materi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi murid. Melalui teknologi, guru dapat menyajikan materi secara visual, mengintegrasikan berbagai media digital, serta mengajak murid terlibat langsung dalam pembelajaran.

Badrun, guru Pendidikan Agama Islam SMPN 9 Metro, Lampung, memanfaatkan PID pada setiap tahapan pembelajaran, mulai dari kegiatan awal, penyampaian materi inti, hingga asesmen. Ia menggabungkan Google, YouTube, Canva, Wayground, dan Wordwall.net untuk memperkaya penyajian materi sekaligus membangun interaksi di kelas.

“Saya memanfaatkan PID dalam pembelajaran agama sebagai alat bantu pembelajaran yang menguatkan proses interaksi bersama murid melalui fitur-fitur yang ada di dalamnya, baik pada sesi awal, inti, maupun media asesmen,” ujar Badrun, Kamis (8/10).

Menurutnya, penggunaan media digital juga memudahkan guru menghadirkan fakta di lapangan sebagai penguat konsep. Murid pun lebih antusias ketika mendapat kesempatan menggunakan perangkat secara langsung. “Murid lebih tertarik, apalagi diajak langsung terlibat dalam penggunaan PID. Ini mengurangi kondisi murid yang mengantuk dan suka bicara sendiri karena sajiannya lebih variatif dan interaktif,” ungkapnya.

Pengalaman serupa dirasakan para murid. Mereka menilai PID membuat pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus membantu memahami materi yang sebelumnya sulit dibayangkan. “PID membuat pembelajaran lebih menarik, kita jadi lebih paham sama materinya, lebih mudah dicerna,” tutur murid kelas VII, Mezzaluna Azzury. 

Selain itu, murid juga merasakan manfaat visualisasi saat mempelajari materi yang membutuhkan contoh konkret. Gambar dan tayangan pada PID membantu mereka membangun pemahaman sebelum mempraktikkan atau mendalami materi. “Kalau diterangkan guru secara searah, sebelum ada PID, pasti bingung. Dengan PID jadi ada gambarannya, jadi tambah nyambung di otak,” tutur murid kelas VII lainnya, Ratu Qimora yang sebelumnya mengira IFP/PID hanya sebatas TV layar datar biasa.

Pemanfaatan PID di SMPN 9 masih bergantian sesuai kebutuhan kelas. Murid lainnya, Rizna Aurora Putri, berharap perangkat tersebut hadir lebih banyak dan dilengkapi materi yang semakin beragam agar kegiatan belajar semakin menarik.

Dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap Digitalisasi Pembelajaran terus diupayakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam kunjungannya ke sekolah tersebut menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Lampung menerima 9.907 unit IFP dan 9.887 laptop, dengan anggaran IFP sebesar Rp329,1 miliar. Tahun lalu, khusus di Kota Metro, Digitalisasi Pembelajaran diwujudkan dengan alokasi 193 unit IFP dan 193 laptop dengan total anggaran mencapai Rp6,4 miliar. 

Selanjutnya, di tahun ini, pemerintah juga merencanakan tambahan tiga IFP di setiap sekolah. “Tahun ini, semua sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP,” ucapnya. 

Mendikdasmen berharap, melalui pemanfaatan teknologi yang terencana, PID bisa menjadi sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup, membantu murid memahami materi, dan mendorong semangat belajar.

Continue Reading

News

Bukan Cuma Keripik, Ternyata Ini Inovasi BRIN Bidang Pangan

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

MONITORDAY – Inovasi BRIN ternyata tak cuma keripik ubi seperti sempat viral di media sosial. Lembaga riset nasional ini tengah mengembangkan strategi dan teknologi pangan ekstrem guna menjaga ketahanan pangan nasional dari ancaman krisis global.

Di balik pintu laboratorium yang steril, para ilmuwan kita sebenarnya lagi sibuk meretas masa depan pangan. Mereka sedang merancang teknologi mutakhir untuk memastikan perut ratusan juta rakyat Indonesia tetap aman, bahkan saat cuaca ekstrem atau bencana melanda.

  1. Daging Analog dan Kultur Sel

Bayangkan sebuah masa dimana kita bisa makan rendang tanpa harus mengorbankan seekor sapi pun. Terdengar seperti fiksi ilmiah, namun nyatanya di laboratorium future food BRIN, hal ini sedang mewujud jadi nyata lewat daging analog dan cultured meat [daging kultur sel].

Para periset BRIN sadar kalau peternakan kontroversial menyumbang jejak karbon yang merusak bumi. Sebagai solusinya, mereka mengisolasi protein dari kacang-kacangan lokal dan produk sampingan pertanian, lalu merajutnya kembali menggunakan mesin khusus hingga memiliki serat dan tekstur yang persis seperti daging asli. Tidak cuma itu, proyek masa depan mereka bahkan menumbuhkan daging langsung dari level sel punca di dalam tangki bioreaktor.

  • Makanan Siap Saji Tanpa Api

Masalah terbesar saat bencana alam adalah ketiadaan listrik dan api untuk memasak makanan. Menjawab tantangan fisik ini, BRIn melahirkan inovasi Pangan Darurat Berteknologi Retort dan Self-Heating Pouch.

Teknologi kemasan retort memungkinkan makanan matang khas Nusantara—mulai dari gudeg sampai rendang—bisa awet berbulan-bulan tanpa pengawet kimia sedikit pun. Tapi yang bikin geleng-geleng kepala adalah kantong pemanas mandirinya (self-heating pouch). Kemasan ini dilengkapi kompartemen yang berisi material khusus. 

Cara pakainya ajaib: cukup tuangkan air mentah, bahkan air banjir sekalipun, ke kantong luar. Dalam hitungan detik, akan terjadi reaksi termal alami yang menghasilkan uap panas instan untuk mematangkan makanan di dalam kantong. Inovasi memasak tanpa api ini sekarang disiapkan untuk logistik cepat tanggap bencana dan konsumsi jemaah haji kita.

  • Beras Analog dan Tempe Non Kedelai

Selama ini, Indonesia sangat ketergantungan pada impor gandum dan kedelai. Begitu pasokan global terganggu, harga mi dan tempe langsung meroket. Di sinilah BRIN melakukan intervensi lewat rekayasa Beras Analog dan Tempe Non-Kedelai.

Ilmuwan BRIN berhasil menyulap singkong, jagung, hingga sorgum menjadi butiran yang bentuk dan cara memasaknya persis seperti beras padi. Bedanya, beras analog ini punya bonus kesehatan: tinggi serat dan rendah gula (indeks glikemik rendah), sangat aman untuk penderita diabetes. 

Sementara untuk urusan tempe, BRIN berhasil memanfaatkan kacang-kacangan lokal nusantara yang terkenal tangguh di cuaca ekstrem sebagai pengganti kedelai. Hasilnya? Tempe lokal yang tidak kalah gurih dan punya kandungan protein yang bersaing ketat dengan kedelai impor.

Continue Reading

News

Dua Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Pendidikan-Stabilitas Ekonomi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 dengan mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai motor pertumbuhan. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan sasaran pertumbuhan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, APBN tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi masyarakat, tetapi juga harus mampu mendorong investasi, produksi, ekspor, serta penciptaan lapangan kerja formal.

Hal itu disampaikan Suahasil dalam forum “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta-Cita” di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Menurut dia, selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, APBN menjadi instrumen pendukung berbagai agenda prioritas, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan produktivitas masyarakat.

“Ke depan, APBN harus semakin optimal. Kita ingin APBN tetap sehat dan kredibel, tetapi pada saat yang sama mampu memberikan dorongan yang cukup kuat terhadap pertumbuhan. Jadi, disiplin fiskal dan pertumbuhan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya harus berjalan bersama,” tegas Suahasil.

Dukungan APBN terhadap agenda pemerintah antara lain tercermin dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang hingga 31 Agustus 2026 telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat.

Pemerintah juga memperluas program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, merevitalisasi sekolah serta madrasah, dan mempercepat digitalisasi pembelajaran.

Di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 70,3 juta penduduk sepanjang 2025 dan 99,1 juta penduduk hingga September 2026.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan dukungan untuk renovasi 10.000 puskesmas serta pembangunan dan pemenuhan fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai wilayah.

“APBN hadir untuk memastikan prioritas pembangunan pemerintah dapat berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara mengenai angka dalam APBN, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan negara dapat memperkuat kualitas manusia, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil.

Untuk mendukung target pertumbuhan 6 persen, pemerintah merancang postur APBN 2027 dengan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara Rp3.426 triliun.

Dengan komposisi tersebut, defisit anggaran direncanakan mencapai 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pemerintah menyatakan postur fiskal itu disiapkan untuk menyediakan ruang pembiayaan pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan keuangan negara.

Namun, peningkatan belanja negara perlu diimbangi dengan pengelolaan fiskal yang kredibel agar dorongan terhadap pertumbuhan tidak mengganggu stabilitas ekonomi.

Di luar belanja pemerintah, penguatan investasi juga menjadi tumpuan untuk mencapai sasaran tersebut. Pemerintah akan mendorong sinergi dengan sektor swasta dan Danantara guna meningkatkan investasi, memperluas kapasitas produksi, mempercepat hilirisasi, serta membuka lapangan kerja.

Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan investasi perlu dipacu hingga sekitar 7 persen untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

Di tengah upaya mempercepat pertumbuhan, APBN juga tetap diarahkan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional menghadapi dinamika global. Perekonomian Indonesia selama periode tersebut disebut tetap tumbuh di kisaran 5 persen, disertai upaya reformasi fiskal dan sektor keuangan.

Pemerintah turut memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ekonomi ilegal yang berpotensi menggerus penerimaan negara serta mengganggu persaingan usaha yang sehat.

Suahasil menegaskan, kebijakan fiskal ke depan harus mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus: mendorong pertumbuhan, melindungi masyarakat, dan menjaga kredibilitas anggaran.

“Tagline yang selalu saya gaungkan selama dua tahun terakhir, APBN menumbuhkan, APBN melindungi dan APBN yang kredibel,” katanya.

Pemerintah berharap APBN 2027 dapat menjadi pijakan untuk mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing nasional, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta inklusif tanpa mengabaikan disiplin fiskal.

Continue Reading
News1 menit ago

Siapa Nidal Hasan? Eks Psikiater Militer yang Eksekusi Matinya Bakal Disiarkan Langsung oleh Trump

News4 jam ago

Trump Ingin Namai Samudra Ini dengan Namanya Sendiri

News4 jam ago

Pemerintah Siapkan Payung Hukum Ojol, Revisi UU LLAJ Dibidik Rampung 2026

LakeyBanget4 jam ago

Menpora Serahkan Trofi Juara ke Bezzecchi, Sorotan Media Italia Perkuat Citra Indonesia di Panggung Dunia

News8 jam ago

Pertemuan Prabowo dan Presiden El-Sisi Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

LakeyBanget9 jam ago

Bangkit dari Ketertinggalan, Persib Tahan Dewa United

Ruang Sujud10 jam ago

Ekonomi Halal Menguat, Indonesia Bersiap Perluas Pasar Global

News10 jam ago

Perbankan Global Berpacu Mengadopsi AI yang Bertanggung Jawab

News11 jam ago

Pemerintah Target Terbit Aturan Insentif Pajak Royalti Penulis

News1 hari ago

Transformasi digital di Sekolah dan Perubahan Paedagogis

Review1 hari ago

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru PAUD dalam Digitalisasi Pembelajaran

Review1 hari ago

Persaingan Model Terbuka, Agen AI, dan Keamanan Siber Menguat

News1 hari ago

Danantara Siap Masuk Pasar Saat IHSG Tertekan

LakeyBanget2 hari ago

Meta Larang TikTok Pasang Iklan di Facebook dan Instagram, Lha Kok Kenapa?

News2 hari ago

Bukan TV Biasa, IFP Bikin Murid Lebih Antusias Belajar dan Mudah Memahami Materi

LakeyBanget2 hari ago

Cicipi Kuliner Lokal di Mandalika Street Food Festival, UMKM Rasakan Dampak MotoGP Indonesia 2026

News2 hari ago

Bukan Cuma Keripik, Ternyata Ini Inovasi BRIN Bidang Pangan

News2 hari ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran: APBN Perkuat Program Pendidikan-Stabilitas Ekonomi

News2 hari ago

Lima Pebalap Moto2-Moto3 Inspirasi Siswa di Mandalika

LakeyBanget2 hari ago

GBK Diserbu Konser: Tulus, Dewa 19, hingga The Changcuters Tampil Hari Ini