Monitorday.com – Federasi Sepak Bola Israel (IFA) mengaku heran dan tak habis pikir mengapa UEFA dan FIFA belum menjatuhkan sanksi kepada Israel, meskipun situasi geopolitik yang melibatkan serangan di Gaza dinilai sebagai pelanggaran berat.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Komunikasi IFA, Shlomi Barzel. Dalam wawancaranya dengan Globes, yang dikutip oleh The Times of Israel, Barzel menyebut bahwa keberadaan Israel di turnamen internasional saat ini adalah suatu “keajaiban”.
“Saya terkejut kami masih menjadi bagian dari turnamen internasional. Dalam banyak hal, ini adalah keajaiban,” ujar Barzel.
Barzel menilai bahwa dalam sejarahnya, FIFA dan UEFA kerap menjatuhkan sanksi terhadap negara lain untuk pelanggaran yang jauh lebih ringan dibandingkan situasi yang sedang dihadapi Israel.
“Secara historis, negara-negara telah dihukum untuk pelanggaran yang jauh lebih ringan,” tambahnya.
FIFA dan UEFA saat ini tengah menghadapi gelombang kritik global, terutama tudingan melakukan standar ganda. Banyak pihak membandingkan dengan sikap tegas terhadap Rusia, yang langsung dijatuhi sanksi dan dikeluarkan dari berbagai kompetisi setelah invasinya ke Ukraina pada 2022.
Situasi berbeda tampak berlaku bagi Israel. Meski konflik dengan Gaza terus berlanjut dan memicu kemarahan sejumlah negara, tidak ada langkah tegas yang diambil UEFA maupun FIFA sejauh ini.
Barzel sendiri memprediksi bahwa sanksi terhadap Israel bisa saja terjadi dalam waktu dekat, terutama jika konflik di Gaza kembali memanas.
“Perkiraan saya, kita akan menyelesaikan kegiatan tim nasional saat ini, tetapi satu insiden yang merepotkan lagi di Gaza, dan semuanya bisa berakhir dalam sekejap,” ucap Barzel.
Timnas Israel saat ini sedang berlaga di Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka bersaing ketat dengan Italia untuk merebut posisi runner-up demi lolos ke babak playoff. Jika dijatuhi sanksi, maka seluruh kegiatan sepak bola Israel di bawah naungan FIFA dan UEFA akan terhenti total.
Itu berarti, bukan hanya timnas Israel yang akan kehilangan peluang tampil di Piala Dunia 2026, tetapi klub-klub seperti Maccabi Tel Aviv juga akan dilarang tampil di Liga Europa.
Barzel juga menyinggung peran Qatar dalam tekanan terhadap UEFA. Negara Teluk itu, yang merupakan salah satu sponsor utama UEFA dan FIFA, dilaporkan mendesak agar dilakukan voting untuk mencoret Israel dari keanggotaan.
“Jika ada voting di UEFA atau FIFA, maka kami tidak akan selamat,” ujar Barzel pesimistis.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun UEFA mengenai kemungkinan pemberian sanksi terhadap Israel, meski tekanan internasional terus meningkat.