Connect with us

News

Wamen Fajar: Gerakan ASRI Menguatkan Budaya Sekolah

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, dan Indah) di SD Negeri 3 Jongkat, Kalimantan Barat pada Jumat, 13 Februari 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kementerian dalam memperkuat program-program prioritasnya di wilayah tersebut.

Gerakan Indonesia ASRI sendiri adalah inisiatif yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari perubahan budaya sekolah. Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menekankan pentingnya implementasi program ini secara konsisten di daerah, terutama saat memberikan Penguatan dan Motivasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Kalimantan Barat di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat.

Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kebiasaan baik di lingkungan sekolah, yang menurut Fajar, sempat memudar di beberapa wilayah perkotaan. Pihaknya berupaya memastikan bahwa budaya bersih dan sehat kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak didik.

“Dulu, saat saya masih SD, kegiatan seperti itu sudah menjadi kebiasaan. Namun di beberapa daerah perkotaan, budaya tersebut mulai memudar. Karena itu, ketika Bapak Presiden mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, seminggu setelahnya saya berkunjung ke Kota Bandung dan Sumedang untuk kembali menggiatkan Jumat bersih di lingkungan sekolah,” ujar Fajar, Jumat malam.

Menurut Wamendikdasmen, gerakan tersebut merupakan pengejawantahan dari 7 (tujuh) Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang fundamental dan perlu ditanamkan sejak dini. Lingkungan sekolah dianggap sebagai titik awal terbaik untuk memulai pembentukan kebiasaan positif ini.

Budaya Jumat bersih, yang sebelumnya lazim dilakukan di berbagai sekolah, kini perlu dihidupkan kembali dan diperkuat agar dapat menjadi kebiasaan kolektif. Ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan fisik sekolah tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Perkuat Pemahaman Islam Modern Melalui HPT dan KHGT

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menggelar Sekolah Tarjih pada Ahad, 15 Februari 2026, di Hall K.H. Mas Mansyur Lantai 7 GKB 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Acara bertajuk “Membumikan HPT dan KHGT, Memperkuat Pemahaman Islam Berkemajuan untuk Muhammadiyah di Era Modern” ini bertujuan menguatkan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis persyarikatan untuk memperdalam pemahaman mengenai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) dan Keputusan Hasil Gagasan Tarjih (KHGT). Inisiatif ini penting agar pemahaman keislaman tetap relevan dan responsif terhadap dinamika zaman yang terus berkembang, demi penguatan Islam Berkemajuan. Ketua PDM Sidoarjo, Prof. Dr. A. Dzo’ul Milal, M.Pd, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Sekolah Tarjih ini, menekankan bahwa agenda ini sangat penting bagi warga Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, Sekolah Tarjih yang merupakan agenda resmi ini sangat bagus dan penting bagi warga Muhammadiyah,” ujar Milal.

Milal lebih lanjut menjelaskan bahwa pemahaman terhadap HPT dan KHGT menjadi krusial dalam membimbing kehidupan warga Muhammadiyah. Meskipun HPT telah lama dikenal, perkembangan dan konteksnya perlu terus dipantau, sementara KHGT, sebagai dokumen yang relatif baru, memerlukan sosialisasi dan pemahaman yang lebih luas di kalangan anggota.

“HPT bukan hal yang baru, tetapi perlu selalu diikuti perkembangannya karena aktual sesuai dengan dinamika perkembangan permasalahan yang ada di masyarakat,” terang Milal.

“KHGT memang relatif baru, tetapi banyak hal yang perlu disosialisasikan dan dipahamkan kepada warga Muhammadiyah sehingga bisa dipedomani dalam kehidupan di era modern ini,” imbuh Milal.

Continue Reading

News

Muhammadiyah: Merokok Haram dan Batalkan Puasa

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Muhammadiyah telah secara tegas menetapkan bahwa merokok hukumnya haram, sebuah posisi penting juga berdampak langsung pada praktik ibadah puasa Ramadan. Organisasi Islam tersebut menyatakan bahwa aktivitas merokok membatalkan puasa, menyamakannya dengan makan atau minum di siang hari.

Ketegasan hukum ini tertuang dalam Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 6/SM/MTT/III/2010 tentang Hukum Merokok. Fatwa tersebut menjadi landasan utama bagi pandangan Muhammadiyah terkait rokok.

Dalam amar fatwa disebutkan bahwa merokok termasuk perbuatan khabā’its atau perbuatan buruk yang dilarang syariat. Hal ini mengandung unsur menjatuhkan diri pada kebinasaan sebagaimana larangan dalam Q.S. al-Baqarah [2]:195 dan an-Nisā’ [4]:29, serta membahayakan diri sendiri dan orang lain. Fatwa juga menekankan bahwa rokok adalah zat adiktif dan beracun yang bertentangan dengan prinsip lā ḍarar wa lā ḍirār, serta merusak tujuan-tujuan syariat (maqāṣid asy-syarī‘ah), khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ an-nafs) dan harta (ḥifẓ al-māl).

Dengan posisi keagamaan yang jelas tersebut, persoalan merokok tidak berhenti pada aspek hukum haram semata, tetapi juga berdampak pada praktik ibadah, termasuk puasa Ramadan. Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Asep Shalahudin, dalam sebuah Pengajian Tarjih pada Rabu (11/02), menjelaskan sejumlah hal yang membatalkan puasa, termasuk rokok.

“Yang keenam yaitu merokok,” tegas Asep. Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah, di samping telah mengharamkan rokok dalam fatwanya, juga memahami bahwa aktivitas merokok membatalkan puasa.

Secara fikih, merokok dipandang sebagai aktivitas memasukkan zat ke dalam tubuh melalui rongga terbuka, dalam hal ini mulut, yang substansinya sampai ke dalam tubuh. Oleh karena itu, dalam konteks puasa, merokok dipersamakan dengan makan atau minum dari sisi adanya materi yang masuk ke dalam tubuh secara sengaja pada siang hari Ramadan.

i

Continue Reading

News

Bedah Buku 30 Fatwa Ramadhan Ustadz Abdul Somad

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Ustadz Abdul Somad memimpin acara Tarhib Ramadhan yang berfokus pada bedah buku “30 Fatwa Ramadhan”. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, menarik perhatian jamaah yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang hukum dan tata cara ibadah puasa.

Acara tersebut bertujuan untuk membekali umat Islam dengan pengetahuan yang komprehensif mengenai berbagai permasalahan fiqih seputar Ramadhan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa sesuai dengan tuntunan syariat, serta memaksimalkan keberkahan di bulan yang mulia.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menekankan pentingnya ilmu sebagai fondasi dalam setiap amal ibadah. “Sesungguhnya, beribadah tanpa ilmu ibarat berjalan di kegelapan,” ujar Ustadz Abdul Somad. “Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan ketakwaan, dan ketakwaan itu harus didasari oleh pemahaman yang benar.”

Beliau juga menggarisbawahi relevansi dan urgensi pembahasan fatwa-fatwa terkait Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari umat. “Buku ’30 Fatwa Ramadhan’ ini hadir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sering muncul di tengah masyarakat,” katanya. “Dengan memahami fatwa ini, umat akan lebih mantap dalam beribadah dan menjauhi keraguan.”

Kegiatan Tarhib Ramadhan yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Somad ini disambut antusias oleh para hadirin. Diskusi interaktif juga menjadi bagian dari acara, memberikan kesempatan bagi jamaah untuk bertanya langsung mengenai persoalan fiqih yang mereka hadapi.

Antusiasme jamaah dalam mengikuti bedah buku dan ceramah menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya persiapan spiritual dan intelektual menjelang Ramadhan. Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas ibadah puasa umat Islam.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Beroperasi Penuh

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengumumkan bahwa seluruh sekolah di Sumatera yang sebelumnya terdampak bencana alam kini telah kembali beroperasi. Status pemulihan 100% ini menandakan aktivitas belajar mengajar di wilayah tersebut telah sepenuhnya pulih.

Pernyataan tersebut menegaskan keberhasilan upaya kolektif dalam memastikan kelangsungan pendidikan bagi ribuan siswa-siswi yang sempat terganggu. Semua sekolah yang mengalami kerusakan atau penutupan akibat insiden bencana kini telah aktif kembali melayani proses pembelajaran.

Mendikdasmen sebelumnya telah menekankan pentingnya respons sigap dan koordinasi antarlembaga untuk memulihkan fungsi pendidikan secepat mungkin pascabencana. Fokus utama adalah pada perbaikan infrastruktur sekolah serta penyediaan fasilitas sementara guna memastikan siswa tidak kehilangan waktu belajar.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap anak di daerah terdampak bencana di Sumatera dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa terkecuali,” ujar Mendikdasmen dalam kesempatan terpisah. Pernyataan ini menyoroti prioritas pemerintah terhadap hak pendidikan anak di tengah situasi darurat.

Pemulihan menyeluruh ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, dan komunitas lokal. Langkah-langkah yang diambil meliputi penilaian kerusakan, renovasi bangunan sekolah, pembersihan area, hingga distribusi ulang perlengkapan belajar.

Dengan kembali normalnya kegiatan belajar mengajar, diharapkan para peserta didik dapat kembali fokus pada pendidikan mereka dalam lingkungan yang aman dan kondusif. Pemerintah juga terus berupaya membangun sistem pendidikan yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Continue Reading

News

Prabowo: “Indonesia Incorporated” Kunci Daya Saing Ekonomi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan kembali pentingnya semangat “Indonesia Incorporated” sebagai strategi utama dalam visi pembangunan nasional ke depan, bertujuan memperkuat daya saing dan perekonomian negara. Penegasan ini disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, di Wisma Danantara.

Konsep ini menggarisbawahi perlunya kolaborasi erat antara seluruh komponen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya, demi mewujudkan kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat.

“Strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, kuat, menengah, kecil, kurang, semua bekerja sama. Yang besar maju, menarik yang kurang kuat. Yang kuat menarik yang lemah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kebangkitan Indonesia hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh kelompok, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama ini, ia meyakini Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) serta mencapai kesejahteraan bagi rakyatnya.

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo selalu menekankan bahwa semangat “Indonesia Incorporated” merujuk pada kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi ini dianggap krusial untuk memperkuat daya saing nasional, mempercepat laju pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Continue Reading

News

Prof. Rokhmin Highlights Digital Transformation in International Academic Forum

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, member of Indonesia’s House of Representatives Commission IV and Rector of Universitas UMMI Bogor, called digital transformation a critical priority for national development during the International Seminar “Advancing Digital Governance, Smart Logistics, and Strategic Communication for Future Hospitality and Public Service Systems” on February 14, 2026.

The seminar, organized by the Institute of Social Sciences and Management (STIAMI) Jakarta, was held in a hybrid format, connecting participants from multiple continents.

The forum brought together academics from Europe and Asia, including Dr. Tasente Tanase from OVIDIUS University of Constanta, Romania; Prof. Dr. Kim Soo Il, Emeritus Professor at Busan University of Foreign Studies, South Korea; and Prof. Dr. Ilham Sentosa, MPA, Ph.D., Senior Lecturer at Universiti Kuala Lumpur (UniKL). The event offered a platform for cross-national dialogue on leveraging technology to strengthen governance and public service systems.

Addressing the audience, Prof. Rokhmin emphasized that digitalization is no longer optional. Countries that can implement effective digital governance, smart logistics, and strategic communication are better positioned to compete globally. He warned that nations slow to embrace digital innovation risk falling behind in economic growth, public service quality, and technological leadership.

Linking the discussion to Indonesia’s long-term vision, Indonesia Emas 2045, Prof. Rokhmin stressed that digitalization must underpin public service reform, economic advancement, and technological mastery. “We face unprecedented disruption from rapid technological change, rising geopolitical tensions, and climate challenges. Digital transformation is fundamental, not optional,” he said.

He also highlighted the importance of integrated data systems, strong cybersecurity, adaptive regulations, and skilled human resources to ensure successful digital governance. Beyond government, Prof. Rokhmin urged collaboration with the private sector, civil society, and international partners, warning that development that harms natural resources and ecosystems is “a deferred crisis, not progress.”

The seminar demonstrated the global relevance of digital transformation and served as a forum for academics, policymakers, and practitioners to share insights, explore partnerships, and shape policies that will guide Indonesia and other nations through the challenges of the digital era.

Continue Reading

News

Prabowo Paparkan “Indonesia Incorporated” di Forum Indonesia Economic Outlook 2026, Apa Itu?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan strategi “Indonesia Incorporated” sebagai pilar utama visi pembangunan nasional ke depan. Konsep tersebut menekankan kolaborasi lintas skala ekonomi guna memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2). Menurutnya, seluruh elemen ekonomi—baik besar, menengah, maupun kecil—harus bergerak bersama dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan.

“Strategi saya adalah Indonesia Incorporated. Yang besar, yang kuat, yang menengah, yang kecil, semua bekerja sama. Yang besar maju, tarik yang kurang kuat. Yang kuat, tarik yang lemah,” tegas Prabowo.

Prabowo meyakini, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh komponen bangsa menjadi kunci agar Indonesia mampu bangkit sebagai negara yang mandiri dan berdikari. Ia menekankan bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud melalui percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, pemerintah yang bersih dan adil harus hadir membantu kelompok paling lemah dan miskin. Ia juga mengibaratkan Indonesia bukan sekadar “raksasa yang tertidur”, melainkan negara besar yang harus bangkit dan memberi kehidupan lebih baik bagi rakyatnya.

Dalam forum yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai terus membaik.

Ia menyebut angka kemiskinan dan rasio gini menunjukkan tren penurunan, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat. Berdasarkan data per September 2025, tingkat kemiskinan nasional tercatat 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta orang, membaik dibandingkan Maret 2021 yang berada di level 10,14 persen atau setara 27,54 juta orang.

Menutup sambutannya, Prabowo memastikan stabilitas politik dan keamanan nasional tetap terjaga. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menghormati seluruh perjanjian internasional yang telah disepakati pemerintahan sebelumnya.

“Kita punya track record yang sangat besar, Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati semua perjanjian pemerintah pendahulu,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, Indonesia terbuka terhadap investasi global dari berbagai negara. Pemerintah optimistis strategi kolaboratif “Indonesia Incorporated” akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Suntik Motivasi Siswa di Gowa: Kenali Diri, Percaya Diri, dan Disiplin

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada ratusan siswa SMK Negeri 5 Gowa saat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2).

Melalui kegiatan Pagi Ceria yang berlangsung penuh semangat, Abdul Mu’ti mengajak para peserta didik untuk terus belajar, optimistis, dan mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan unik yang dapat berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras. Kehebatan, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, melainkan dari kemampuan menemukan dan mengembangkan potensi diri.

“Anak-anakku sekalian, kalian semua akan bisa menjadi anak-anak yang hebat. Kalian semua punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikan tiga pesan utama sebagai kunci keberhasilan siswa.

Pertama, mengenali diri sendiri. Ia menekankan pentingnya memahami minat, potensi, dan arah pengembangan diri sebagai langkah awal menjadi pribadi unggul.

“Langkah pertama untuk menjadi anak yang hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” pesannya.

Kedua, membangun rasa percaya diri. Setiap siswa memiliki peluang untuk sukses sesuai bakat masing-masing. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar potensi berkembang secara optimal.

Ketiga, disiplin diri (self-discipline). Ia menegaskan bahwa kesuksesan lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu arahan orang lain.

“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan efektif. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” tegasnya.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan para siswa bahwa perkembangan teknologi akan terus membawa perubahan. Sejumlah pekerjaan mungkin hilang akibat transformasi digital, tetapi di saat yang sama peluang baru juga bermunculan.

Karena itu, siswa didorong untuk adaptif, berani mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar. Selain kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.

“Tidak ada satupun ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di manapun berada kalian akan mampu bekerja dengan baik sebagai seorang profesional,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, menyampaikan bahwa Program Pagi Ceria di sekolahnya rutin dilaksanakan setiap Rabu pukul 07.15 WITA. Program tersebut dinilai berdampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi siswa untuk datang lebih awal.

Ia menambahkan, kehadiran Mendikdasmen memberikan pengalaman berkesan bagi siswa karena dapat berdialog langsung dengan menteri.

Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan Senam Anak Indonesia Hebat. Program Pagi Ceria merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membangun kebiasaan positif dengan memulai hari secara sehat, ceria, dan penuh semangat sebelum pembelajaran dimulai.

Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21, agar siswa tumbuh menjadi generasi percaya diri, disiplin, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Borong 7 Penghargaan PRIA 2026, Bukti Komunikasi Publik Makin Strategis

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday. com – Kinerja komunikasi publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meraih pengakuan nasional. Dalam ajang The 11th PR Indonesia Awards 2026, Kemendikdasmen memborong tujuh penghargaan sekaligus, menegaskan peran strategis kehumasan dalam menyampaikan program pendidikan kepada masyarakat.

Penghargaan tersebut diraih melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK). Malam penganugerahan digelar di Taman Budaya Embung Giwangan, Jumat (13/2/2026).

PRIA merupakan penghargaan tahunan yang digagas oleh PR Indonesia Group dan dikenal sebagai barometer kinerja kehumasan di Tanah Air. Tahun ini, lebih dari 580 entri dari korporasi, kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah bersaing dalam sembilan kategori, mulai dari Insan PR, owned media, kanal digital, manajemen krisis, laporan tahunan, hingga program public affairs.

Di tengah persaingan ketat tersebut, Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK tampil sebagai salah satu peraih penghargaan terbanyak.

Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK meraih penghargaan pada Kategori Departemen PR – Subkategori Kementerian, sebagai pengakuan atas tata kelola komunikasi yang dinilai efektif dan profesional.

Tiga program unggulan juga mendapat apresiasi di Kategori Program PR, yakni:

  • Digital PR melalui program Apresiasi Karya Vokasi untuk Negeri (AKVUN);
  • Government PR melalui Festival Kolaboratif Harmoni Bintang;
  • Government PR melalui Gelar Karya Vokasi PKPLK 2025.

Di sektor pelaporan, Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK meraih penghargaan Kategori Laporan Tahunan – Subkategori Annual Report lewat laporan bertajuk “Semua Bisa Berdaya”.

Sementara itu, Direktorat PKPLK menambah dua penghargaan lainnya, masing-masing pada Kategori Insan PR atas nama Cecep Somantri serta Kategori Laporan Tahunan – Subkategori Annual Report dengan laporan berjudul “Setapak Berdampak”.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti penguatan strategi komunikasi, pengelolaan informasi, hingga penyusunan laporan yang semakin transparan dan akuntabel.

Pada ajang yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Anang Ristanto, meraih penghargaan khusus Kepemimpinan Kehumasan Inspiratif. Penghargaan ini diberikan kepada pimpinan humas yang dinilai mampu membawa perubahan signifikan terhadap kualitas layanan komunikasi di institusinya.

“Terima kasih atas penghargaan ini. Saya menerimanya mewakili seluruh tim humas Kemendikdasmen. Semoga menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Anang.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menegaskan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme tim komunikasi, khususnya dalam menyampaikan program dan kebijakan strategis kementerian kepada publik.

Sementara itu, CEO PR Indonesia Group, Asmono Wikan, menyebut kualitas kehumasan di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, komunikasi kini semakin mengambil peran penting dalam ekosistem organisasi.

Dengan torehan tujuh penghargaan di PRIA 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak hanya diukur dari implementasi kebijakan, tetapi juga dari efektivitas penyampaian pesan dan manfaatnya kepada masyarakat luas.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Raih Nilai Indeks Reformasi Birokrasi 91,56, Lampaui Rata-Rata Nasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Capaian Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menorehkan penilaian baik pada tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kemendikdasmen meraih Indeks RB sebesar 91,56. 

Merujuk hasil evaluasi KemenPAN-RB, nilai RB General Kemendikdasmen adalah 84, sementara untuk RB Tematik mendapat nilai 7,56. Data tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar indikator Pelaksanaan Kebijakan Reformasi Birokrasi di Kemendikdasmen telah memenuhi target dengan nilai baik. Dari total 18 indikator, sebanyak 16 indikator menorehkan nilai baik dengan persentase capaian pelaksanaan sebesar 88,89 persen. 

Adapun lima indikator dengan capaian tertinggi antara lain yaitu 1) Penyederhanaan Struktur Organisasi: dengan nilai 100 persen, 2) Sistem Kerja untuk Penyederhanaan Birokrasi 100 persen, 3) Indeks Reformasi Hukum 99,33 persen, 4) Digitalisasi Arsip 98 persen, dan 5) Indeks Perencanaan Pembangunan 96 persen. 

Selain itu, pada indikator Sasaran Strategis Reformasi Birokrasi, Kemendikdasmen juga dinilai berkinerja positif dengan capaian 75 persen. Tiga indikator dengan nilai tertinggi yaitu 1) Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 100 persen, 2) Survei Kepuasan Masyarakat 90,12 persen dan 3) Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) 84,56 persen. 

Lebih lanjut, pada evaluasi RB Tematik, capaian RB Kemendikdasmen mencapai 75,60 persen. Nilai tersebut melampaui rata-rata nasional sebesar 62,30 persen. Capaian positif lainnya juga dihasilkan pada evaluasi RB General dengan capaian 97,30 persen (melampaui rata-rata nasional 72,87 persen). 

“Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa RB Kemendikdasmen berjalan dengan baik dan menunjukkan tingkat kualitas tata kelola, transparansi, serta pelayanan publik yang nyata pada masyakarat. Ke depan, kami akan terus memperkuat transformasi birokrasi agar semakin adaptif, akuntabel, dan berdampak nyata guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Seketaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, di Jakarta, Jumat (13/2).

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



Ruang Sujud45 minutes ago

Saat Abdurrahman bin Auf Mengimami Rasulullah

News5 hours ago

Wamen Fajar: Gerakan ASRI Menguatkan Budaya Sekolah

News6 hours ago

Perkuat Pemahaman Islam Modern Melalui HPT dan KHGT

News6 hours ago

Muhammadiyah: Merokok Haram dan Batalkan Puasa

LakeyBanget12 hours ago

Israr Megantara Dilirik Klub Spanyol, Peluang Wujudkan Karier Profesional

News12 hours ago

Bedah Buku 30 Fatwa Ramadhan Ustadz Abdul Somad

News12 hours ago

Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Beroperasi Penuh

News12 hours ago

Prabowo: “Indonesia Incorporated” Kunci Daya Saing Ekonomi

News13 hours ago

Prof. Rokhmin Highlights Digital Transformation in International Academic Forum

News13 hours ago

Prabowo Paparkan “Indonesia Incorporated” di Forum Indonesia Economic Outlook 2026, Apa Itu?

News14 hours ago

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Suntik Motivasi Siswa di Gowa: Kenali Diri, Percaya Diri, dan Disiplin

News14 hours ago

Kemendikdasmen Borong 7 Penghargaan PRIA 2026, Bukti Komunikasi Publik Makin Strategis

LakeyBanget24 hours ago

Janice Tjen Bidik Hattrick Babak Kedua di Timur Tengah, Tantang Yastremska di Dubai

LakeyBanget1 day ago

Prediksi Grid MotoGP 2027 Versi Marc Marquez: Alex Marquez ke Ducati

LakeyBanget1 day ago

Terinspirasi Real Madrid, Striker Persib Bertekad Hajar Ratchaburi

News1 day ago

Kemendikdasmen Raih Nilai Indeks Reformasi Birokrasi 91,56, Lampaui Rata-Rata Nasional

Ruang Sujud1 day ago

MBG: Dari Nilai Sahabat Nabi ke Kebijakan Nasional

Ruang Sujud1 day ago

Kisah Berhala yang Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad

News1 day ago

Empat Skema MBG di Bulan Ramadhan

Ruang Sujud1 day ago

Inilah Kota dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.