Connect with us

News

Amanda Caesa Rilis Single Don’t Play, Ungkap Kisah Pribadi

Hendi Firdaus

Published

on

Setelah satu tahun vakum dari panggung musik Tanah Air, Amanda Caesa membuat gebrakan kembali dengan merilis single terbarunya yang berjudul “Don’t Play”. Gadis berusia 21 tahun ini kembali menyapa penggemarnya dengan kisah cinta melalui lagu yang baru dirilis.

“Dalam ‘Don’t Play’, saya ingin menceritakan tentang fase-fase awal jatuh cinta, di mana kita masih melihat orang yang kita sukai sebagai sosok yang sangat sempurna. Namun, di saat yang bersamaan, kita juga merasa takut bahwa orang yang kita sukai mungkin akan menyakiti kita,” ungkap Amanda Caesa dalam wawancara di Jakarta pada Rabu (17/1/2024).

Single ini menjadi sarana bagi Amanda Caesa untuk menyampaikan pesan kepada lelaki yang dicintainya, untuk tidak mempermainkannya, mengingat perasaan cintanya yang begitu besar. Amanda mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman patah hati sebelumnya.

“Sebelumnya, saya pernah mengalami patah hati. Jadi, meskipun saya sedang suka-sukaan dengan seseorang saat ini, saya berharap dia tidak akan menyakiti saya,” tambahnya.

Proses pembuatan lagu ini sendiri dilakukan Amanda selama ia vakum dari dunia entertainment dan melanjutkan studinya di Inggris. Meskipun liriknya selesai dalam dua hari, proses penggarapan keseluruhan lagu membutuhkan waktu tiga bulan setelah kembali dari Inggris.

“Proses penulisan hanya dua hari, namun untuk menyempurnakannya memakan waktu seminggu,” ungkap Amanda.

Dari September hingga November, Amanda Caesa melakukan take vokal dan syuting video klip di Bali. Ia juga berkolaborasi dengan produser Syahravi, dan didukung oleh vokalis berpengalaman Kamga Mo untuk arahan vokal.

Video klip “Don’t Play” yang dibuat di Bali ini menjadi konsep cerita bersambung, mengikuti perjalanan dari lagu pertama hingga yang ketiga dalam perjalanan musik Amanda Caesa. Menariknya, Amanda kembali bekerja sama dengan Irzan Faiq sebagai model dalam video klipnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Antusiasme Tinggi, 128 Ribu Warga Berebut Tiket Upacara HUT RI di Hari Pertama

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Minat masyarakat untuk menghadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka membludak. Pada hari pertama pembukaan perebutan undangan (war ticket), Rabu (5/8/2026), sebanyak 128.331 orang mendaftar dari 36 provinsi di Indonesia dan 14 negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme publik yang sangat besar untuk menyaksikan langsung upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Pada hari pertama kemarin tercatat 128.331 masyarakat mengikuti war ticket, yang tersebar di 36 provinsi, bahkan ada peserta dari mancanegara,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Peserta dari luar negeri tercatat berasal dari Amerika Serikat, Australia, Rusia, Jerman, Britania Raya, Turki, Prancis, Arab Saudi, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

Prasetyo mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Menurutnya, besarnya minat tersebut mencerminkan semangat kebangsaan sekaligus keinginan masyarakat untuk menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan di Istana.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum berhasil memperoleh undangan pada hari pertama. Pemerintah, kata dia, kembali membuka perebutan undangan pada Kamis (6/8/2026) mulai pukul 10.00 WIB.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang kemarin belum mendapatkan kesempatan memperoleh undangan. Hari ini pukul 10.00 WIB akan kembali dibuka war ticket. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, masih ada kesempatan untuk mencoba kembali,” ujarnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait mekanisme perebutan undangan serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku agar proses pendaftaran berjalan tertib dan lancar.

Continue Reading

News

BMKG: Gempa M5,3 Guncang Selatan Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya pada koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur.

BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

Hingga laporan awal diterbitkan, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Continue Reading

News

BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Urus Paspor

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah berencana menjadikan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan sejumlah layanan publik, seperti paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga layanan pertanahan.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya masyarakat yang dinilai memiliki kemampuan membayar iuran tetapi memilih tidak aktif.

Menurut Akmal, kelompok masyarakat yang mengurus paspor umumnya memiliki kemampuan ekonomi sehingga diharapkan turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan program JKN melalui pembayaran iuran.

Ia menambahkan, penerapan syarat kepesertaan aktif BPJS Kesehatan bukan hal baru. Saat ini, kepesertaan aktif telah menjadi salah satu persyaratan dalam pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Ke depan, BPJS Kesehatan juga akan mendorong agar kepesertaan aktif menjadi persyaratan dalam layanan pertanahan.

Akmal menegaskan, rencana tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah peserta, melainkan memperkuat keberlanjutan pembiayaan JKN yang mengedepankan prinsip gotong royong. Melalui skema tersebut, peserta yang mampu membayar iuran diharapkan dapat membantu pembiayaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Continue Reading

News

BRI Mulai Program BRIncubator 2026 untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) resmi memulai rangkaian program inkubasi usaha BRIncubator 2026 melalui kegiatan Kick-Off yang ditujukan bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Program yang telah berjalan sejak 2018 itu merupakan bagian dari upaya BRI memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM melalui pembinaan yang terstruktur. Peserta yang mengikuti BRIncubator telah melalui proses kurasi dan akan memperoleh pendampingan sesuai dengan tahap perkembangan usahanya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif melalui penguatan kapasitas dan kapabilitas usaha.

Menurutnya, pembinaan mencakup pengembangan pola pikir kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembekalan mengenai peluang ekspor. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan naik kelas.

BRIncubator 2026 berfokus pada tiga kategori usaha, yakni Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft. Program ini bertujuan mempersiapkan UMKM agar mampu menembus pasar nasional maupun ekspor melalui pendampingan intensif dan pengembangan bisnis.

Akhmad berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas peluang pasar. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra, narasumber, pendamping, serta tim Rumah BUMN yang terus mendukung pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.

Continue Reading

News

Pemerintah Ubah Strategi Internet Nasional, Tak Lagi Bertumpu BTS

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah mengubah strategi pemerataan konektivitas nasional dengan tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Ke depan, penyediaan akses internet akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah melalui kombinasi berbagai teknologi, seperti fiber optik, satelit, BTS, hingga solusi telekomunikasi lainnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, pendekatan tersebut dipilih karena kondisi geografis, jumlah penduduk, dan kebutuhan layanan digital di setiap daerah berbeda sehingga memerlukan teknologi yang lebih fleksibel dan efektif.

Menurut Nezar, pemerintah akan memetakan kebutuhan setiap wilayah untuk menentukan teknologi yang paling sesuai. Daerah yang sulit dijangkau BTS, misalnya, dapat dilayani melalui satelit atau jaringan telekomunikasi alternatif.

“Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” kata Nezar saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Nezar mencontohkan Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat konektivitas yang cukup tinggi. Dari total 841 desa, sebanyak 803 desa atau sekitar 95,5 persen telah memiliki akses internet.

Meski demikian, pemerintah masih mengidentifikasi 269 titik blankspot di provinsi tersebut yang memerlukan percepatan penanganan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam pemerataan akses digital. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas jangkauan internet, terutama di wilayah yang masih mengalami blankspot maupun kualitas sinyal yang rendah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah daerah juga menerapkan strategi serupa dengan mengombinasikan fiber optik, Very Small Aperture Terminal (VSAT), dan satelit agar penyediaan akses internet lebih efektif sesuai kondisi wilayah.

Ririn berharap pemerintah pusat terus memperkuat dukungan melalui sinkronisasi data, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pemerataan konektivitas di Kalimantan Timur maupun daerah lainnya.

Continue Reading

News

War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Dibuka, Berikut Cara Daftar dan Syaratnya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) resmi membuka pendaftaran undangan bagi masyarakat yang ingin mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Pendaftaran berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 melalui laman pandang.istanapresiden.go.id dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.

Calon peserta diwajibkan menyiapkan KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA), nomor telepon aktif, alamat email aktif, serta swafoto formal terbaru sambil memegang identitas diri untuk proses pendaftaran secara daring.

Kemensetneg menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta, yakni berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 12 tahun pada 17 Agustus 2026, dalam kondisi sehat, telah memenuhi ketentuan vaksinasi nasional, serta tidak membawa balita. Setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya dapat digunakan untuk satu kali pendaftaran.

Setelah mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, peserta harus melakukan konfirmasi melalui tautan yang dikirim ke alamat email. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi dapat mengambil undangan fisik dengan menunjukkan identitas diri.

Pemerintah menyediakan 8.100 undangan bagi masyarakat untuk menghadiri upacara di Istana Merdeka. Selain mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi, penerima undangan juga berkesempatan menyaksikan pagelaran seni dan budaya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan pemerintah kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghadiri upacara HUT RI melalui mekanisme pendaftaran resmi.

Pada peringatan HUT ke-81 RI tahun ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan Hari Kemerdekaan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang mencerminkan semangat pembangunan menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

Continue Reading

News

Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Terendah dalam Tujuh Bulan

Dapatkan informasi terbaru harga emas Antam yang hari ini turun Rp4.000. Artikel ini menyajikan detail penurunan harga terendah dalam tujuh bulan dan update harga buyback.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia per pukul 08.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp4.000 menjadi Rp2.599.000 per batang.

Penurunan ini memperpanjang koreksi harga emas Antam setelah pada perdagangan sebelumnya juga mengalami pelemahan. Harga saat ini menjadi yang terendah sejak 9 Januari 2026 atau dalam kurun tujuh bulan terakhir.

Sejalan dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turun Rp4.000 menjadi Rp2.370.000 per gram.

Dalam transaksi pembelian emas batangan, pembeli dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,5 persen bagi non-NPWP.

Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Continue Reading

News

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen dalam proses pengisian kembali pendanaan IDA22 Bank Dunia. Ia akan memimpin upaya menghimpun dukungan bagi negara-negara termiskin di dunia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA22).

Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.

Penunjukan Sri Mulyani dilakukan melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam. Bank Dunia menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional.

Saat ini, Sri Mulyani menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia serta pernah menduduki posisi Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, pengalaman tersebut memberikan Sri Mulyani keahlian mendalam di bidang kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral. Ia juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.

IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. Lembaga ini menyediakan pinjaman berbunga rendah atau tanpa bunga serta hibah untuk membiayai berbagai program pembangunan, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proses replenishment IDA diselenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan IDA. Siklus IDA22 akan dimulai pada Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026, sementara pertemuan penggalangan komitmen pendanaan (pledging meeting) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Hasil IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031. Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk investasi pembangunan di 115 negara.

Continue Reading

News

Menko PMK Minta Kepala Daerah Perkuat Perlindungan Anak hingga Ruang Digital

Menko PMK Pratikno mendesak kepala daerah memperkuat perlindungan anak, termasuk di ruang digital, melalui Gernas RANA untuk menekan angka kekerasan. Inisiatif ini menekankan peran vital pemerintah daerah.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta seluruh kepala daerah memperkuat perlindungan anak hingga ke ruang digital melalui implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA). Langkah itu didorong menyusul masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di berbagai lingkungan.

Pratikno menegaskan pemerintah daerah menjadi ujung tombak dalam memastikan kebijakan perlindungan anak berjalan efektif di lapangan. Menurutnya, ukuran paling nyata dari keberhasilan Gernas RANA adalah turunnya angka kekerasan terhadap anak.

“Indikator keberhasilan gerakan ini yang paling mudah diukur adalah menurunnya angka kekerasan terhadap anak,” kata Pratikno dalam Media Gathering Gernas RANA di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Ia menekankan perlindungan anak tidak cukup hanya difokuskan di lingkungan sekolah. Kekerasan, kata dia, dapat terjadi di rumah, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital sehingga upaya pencegahannya harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurut Pratikno, pemerintah telah memiliki perangkat kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki jaringan sampai ke satuan pendidikan, sementara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN didukung penyuluh lapangan dan kader yang menjangkau desa-desa.

Untuk memperkuat implementasi di daerah, pemerintah juga menggandeng Kementerian Dalam Negeri. Pratikno menyebut regulasi dan surat edaran terkait perlindungan anak sudah tersedia, sehingga fokus saat ini adalah memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

“Kami sudah berkonsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Regulasi dan berbagai surat edaran sebenarnya sudah tersedia. Yang kami dorong sekarang adalah penguatan pelaksanaannya di daerah,” ujarnya.

Pratikno menjelaskan isu perlindungan anak kini rutin dibahas dalam forum koordinasi mingguan yang dipimpin Menteri Dalam Negeri bersama seluruh kepala daerah. Selain mengevaluasi pengendalian inflasi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengawal berbagai agenda pembangunan manusia, termasuk perlindungan anak.

“Melalui forum itu kami terus mengingatkan dan mengajak kepala daerah agar ruang aman dan nyaman bagi anak menjadi perhatian bersama. Jadi, ketika membahas inflasi, kami juga membahas perlindungan anak,” katanya.

Pratikno menegaskan keberhasilan Gernas RANA membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, masyarakat, hingga penyelenggara ruang digital. Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu menekan angka kekerasan terhadap anak sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak Indonesia.

Continue Reading

News

Apa Tujuan Pembatasan Gawai di Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen

Pemerintah memberlakukan pembatasan penggunaan gawai di sekolah untuk usia di bawah 16 tahun. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perlindungan anak di era digital.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi siswa di bawah usia 16 tahun bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

“Kami sudah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen tentang pembatasan penggunaan gawai bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Itu menjadi bagian dari upaya kami membangun lingkungan fisik sekolah yang aman dan nyaman,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Mu’ti menjelaskan, pembatasan penggunaan gawai tidak hanya bertujuan mengurangi distraksi selama kegiatan belajar, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi siswa untuk berekspresi, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat keamanan sosial, spiritual, dan digital.

Menurutnya, implementasi kebijakan tersebut mengedepankan pendekatan yang humanis, inklusif, dan partisipatif sehingga tetap berlandaskan prinsip edukatif dan pedagogis.

“Pendekatannya lebih mengedepankan prinsip-prinsip edukatif dan pedagogis,” ujarnya.

Ia menambahkan, aturan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), sekaligus mendukung penerapan budaya sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Selain melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dukungan psikologis, mental, dan spiritual sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.

“Ini komitmen kita bersama untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari dukungan secara psikologis, mental, dan spiritual agar anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sejalan dengan implementasi PP Tunas dan menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Aturan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah semakin melengkapi komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari ancaman negatif di ruang digital, terutama konten-konten berbahaya,” ujar Meutya.

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus memperkuat perlindungan siswa dari berbagai risiko di dunia digital tanpa mengabaikan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran.

Continue Reading
LakeyBanget10 menit ago

Disambut Meriah, Mohamed Salah Resmi Hijrah ke Klub Asal Turki

News24 menit ago

Antusiasme Tinggi, 128 Ribu Warga Berebut Tiket Upacara HUT RI di Hari Pertama

News10 jam ago

BMKG: Gempa M5,3 Guncang Selatan Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

LakeyBanget11 jam ago

Saingi AS-China, UN Kucurkan Rp207 Triliun Bangun Pabrik AI

News11 jam ago

BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Urus Paspor

News11 jam ago

BRI Mulai Program BRIncubator 2026 untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Ruang Sujud12 jam ago

Masjid Prancis Perkuat Peran Sosial

LakeyBanget13 jam ago

Honda Super One Debut di GIIAS 2026, Lihat Harganya

News13 jam ago

Pemerintah Ubah Strategi Internet Nasional, Tak Lagi Bertumpu BTS

News14 jam ago

War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Dibuka, Berikut Cara Daftar dan Syaratnya

News23 jam ago

Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Terendah dalam Tujuh Bulan

LakeyBanget23 jam ago

Tujuh Minuman Alami yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

News24 jam ago

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

News1 hari ago

Menko PMK Minta Kepala Daerah Perkuat Perlindungan Anak hingga Ruang Digital

LakeyBanget1 hari ago

PSSI Resmi Dukung Infantino, Ini Alasan Erick Thohir

LakeyBanget1 hari ago

Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

News1 hari ago

Apa Tujuan Pembatasan Gawai di Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen

News1 hari ago

Iran Batalkan Serangan ke Ukraina Usai Kiev Minta Maaf

LakeyBanget2 hari ago

Maroon 5 Kembali Konser di Jakarta, Catat Tanggalnya

News2 hari ago

Prabowo Segera Umumkan Insentif Mobil Listrik, Kapan?