Connect with us

News

Aturan Waktu Makan di Retret Buat Kepala Daerah Terkejut

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan sejumlah kepala daerah peserta retret gelombang kedua di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, terkejut dengan ketatnya aturan makan siang yang diberlakukan selama kegiatan berlangsung.

“Tadi ada kepala daerah yang cerita, mereka bilang makannya baru tiga perempat, tiba-tiba loncengnya sudah bunyi,” kata Bima saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (22/6/2025).

Bima menjelaskan, aturan pembatasan waktu makan merupakan bagian dari penanaman nilai disiplin yang menjadi ciri khas pendidikan di IPDN. Sebanyak 86 kepala daerah yang mengikuti retret kali ini makan siang bersama para praja di Ruang Makan Menza IPDN. Sementara makan pagi dan malam dilakukan secara terpisah.

“Makan siang bareng praja. Pagi dan malam sendiri-sendiri. Tapi siang, semua bareng dan harus mengikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Menurut Bima, waktu makan yang diberikan pun tidak biasa: hanya sepanjang dua lagu yang diputar. Hal ini membuat banyak peserta kewalahan menyesuaikan diri.

“Tadi saya lihat masih banyak yang belum menyesuaikan. Begitu duduk di meja, langsung nyamber pisang. Tradisi di sini semuanya serba disiplin, serba komando. Makan hanya dua lagu selesai. Tadi pun lagunya sudah diulur-ulur, tapi tetap masih banyak yang belum selesai makan,” ujarnya.

Ia meminta para peserta menjadikan pengalaman hari pertama ini sebagai pelajaran agar dapat lebih siap di hari-hari berikutnya.

“Pelajaran hari ini, besok siang mereka harus mengatur kecepatan makannya,” katanya sambil tersenyum.

Retret gelombang kedua ini akan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri pada Senin (23/6), dan akan dihadiri sejumlah menteri koordinator dan anggota Kabinet Indonesia Maju, seperti pada retret gelombang pertama yang digelar di Magelang.

Kegiatan ini dijadwalkan berakhir pada Kamis malam (26/6), mengingat Jumat (27/6) merupakan hari libur nasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

BMKG: Gempa M5,3 Guncang Selatan Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya pada koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur.

BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer.

Hingga laporan awal diterbitkan, BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Continue Reading

News

BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Urus Paspor

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah berencana menjadikan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan sebagai salah satu syarat dalam pengurusan sejumlah layanan publik, seperti paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga layanan pertanahan.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya masyarakat yang dinilai memiliki kemampuan membayar iuran tetapi memilih tidak aktif.

Menurut Akmal, kelompok masyarakat yang mengurus paspor umumnya memiliki kemampuan ekonomi sehingga diharapkan turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan program JKN melalui pembayaran iuran.

Ia menambahkan, penerapan syarat kepesertaan aktif BPJS Kesehatan bukan hal baru. Saat ini, kepesertaan aktif telah menjadi salah satu persyaratan dalam pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Ke depan, BPJS Kesehatan juga akan mendorong agar kepesertaan aktif menjadi persyaratan dalam layanan pertanahan.

Akmal menegaskan, rencana tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah peserta, melainkan memperkuat keberlanjutan pembiayaan JKN yang mengedepankan prinsip gotong royong. Melalui skema tersebut, peserta yang mampu membayar iuran diharapkan dapat membantu pembiayaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Continue Reading

News

BRI Mulai Program BRIncubator 2026 untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) resmi memulai rangkaian program inkubasi usaha BRIncubator 2026 melalui kegiatan Kick-Off yang ditujukan bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Program yang telah berjalan sejak 2018 itu merupakan bagian dari upaya BRI memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM melalui pembinaan yang terstruktur. Peserta yang mengikuti BRIncubator telah melalui proses kurasi dan akan memperoleh pendampingan sesuai dengan tahap perkembangan usahanya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompetitif melalui penguatan kapasitas dan kapabilitas usaha.

Menurutnya, pembinaan mencakup pengembangan pola pikir kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembekalan mengenai peluang ekspor. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan naik kelas.

BRIncubator 2026 berfokus pada tiga kategori usaha, yakni Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft. Program ini bertujuan mempersiapkan UMKM agar mampu menembus pasar nasional maupun ekspor melalui pendampingan intensif dan pengembangan bisnis.

Akhmad berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas peluang pasar. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra, narasumber, pendamping, serta tim Rumah BUMN yang terus mendukung pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.

Continue Reading

News

Pemerintah Ubah Strategi Internet Nasional, Tak Lagi Bertumpu BTS

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah mengubah strategi pemerataan konektivitas nasional dengan tidak lagi hanya mengandalkan pembangunan Base Transceiver Station (BTS). Ke depan, penyediaan akses internet akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah melalui kombinasi berbagai teknologi, seperti fiber optik, satelit, BTS, hingga solusi telekomunikasi lainnya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, pendekatan tersebut dipilih karena kondisi geografis, jumlah penduduk, dan kebutuhan layanan digital di setiap daerah berbeda sehingga memerlukan teknologi yang lebih fleksibel dan efektif.

Menurut Nezar, pemerintah akan memetakan kebutuhan setiap wilayah untuk menentukan teknologi yang paling sesuai. Daerah yang sulit dijangkau BTS, misalnya, dapat dilayani melalui satelit atau jaringan telekomunikasi alternatif.

“Yang mungkin tidak bisa ditembus dengan BTS, mungkin lewat satelit atau moda jaringan telekomunikasi yang lain,” kata Nezar saat menerima audiensi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Nezar mencontohkan Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat konektivitas yang cukup tinggi. Dari total 841 desa, sebanyak 803 desa atau sekitar 95,5 persen telah memiliki akses internet.

Meski demikian, pemerintah masih mengidentifikasi 269 titik blankspot di provinsi tersebut yang memerlukan percepatan penanganan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), serta operator telekomunikasi.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam pemerataan akses digital. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas jangkauan internet, terutama di wilayah yang masih mengalami blankspot maupun kualitas sinyal yang rendah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan pemerintah daerah juga menerapkan strategi serupa dengan mengombinasikan fiber optik, Very Small Aperture Terminal (VSAT), dan satelit agar penyediaan akses internet lebih efektif sesuai kondisi wilayah.

Ririn berharap pemerintah pusat terus memperkuat dukungan melalui sinkronisasi data, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor guna mempercepat pemerataan konektivitas di Kalimantan Timur maupun daerah lainnya.

Continue Reading

News

War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Dibuka, Berikut Cara Daftar dan Syaratnya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) resmi membuka pendaftaran undangan bagi masyarakat yang ingin mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Pendaftaran berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 melalui laman pandang.istanapresiden.go.id dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.

Calon peserta diwajibkan menyiapkan KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA), nomor telepon aktif, alamat email aktif, serta swafoto formal terbaru sambil memegang identitas diri untuk proses pendaftaran secara daring.

Kemensetneg menetapkan sejumlah persyaratan bagi peserta, yakni berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 12 tahun pada 17 Agustus 2026, dalam kondisi sehat, telah memenuhi ketentuan vaksinasi nasional, serta tidak membawa balita. Setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya dapat digunakan untuk satu kali pendaftaran.

Setelah mengisi formulir dan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, peserta harus melakukan konfirmasi melalui tautan yang dikirim ke alamat email. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi dapat mengambil undangan fisik dengan menunjukkan identitas diri.

Pemerintah menyediakan 8.100 undangan bagi masyarakat untuk menghadiri upacara di Istana Merdeka. Selain mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi, penerima undangan juga berkesempatan menyaksikan pagelaran seni dan budaya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan pemerintah kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghadiri upacara HUT RI melalui mekanisme pendaftaran resmi.

Pada peringatan HUT ke-81 RI tahun ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan Hari Kemerdekaan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang mencerminkan semangat pembangunan menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

Continue Reading

News

Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Terendah dalam Tujuh Bulan

Dapatkan informasi terbaru harga emas Antam yang hari ini turun Rp4.000. Artikel ini menyajikan detail penurunan harga terendah dalam tujuh bulan dan update harga buyback.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali melemah pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Berdasarkan data di situs resmi Logam Mulia per pukul 08.30 WIB, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp4.000 menjadi Rp2.599.000 per batang.

Penurunan ini memperpanjang koreksi harga emas Antam setelah pada perdagangan sebelumnya juga mengalami pelemahan. Harga saat ini menjadi yang terendah sejak 9 Januari 2026 atau dalam kurun tujuh bulan terakhir.

Sejalan dengan itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga turun Rp4.000 menjadi Rp2.370.000 per gram.

Dalam transaksi pembelian emas batangan, pembeli dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 0,5 persen bagi non-NPWP.

Sementara itu, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Continue Reading

News

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen dalam proses pengisian kembali pendanaan IDA22 Bank Dunia. Ia akan memimpin upaya menghimpun dukungan bagi negara-negara termiskin di dunia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA22).

Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.

Penunjukan Sri Mulyani dilakukan melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam. Bank Dunia menilai Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional.

Saat ini, Sri Mulyani menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia serta pernah menduduki posisi Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, pengalaman tersebut memberikan Sri Mulyani keahlian mendalam di bidang kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral. Ia juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.

IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. Lembaga ini menyediakan pinjaman berbunga rendah atau tanpa bunga serta hibah untuk membiayai berbagai program pembangunan, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proses replenishment IDA diselenggarakan setiap tiga tahun untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan IDA. Siklus IDA22 akan dimulai pada Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026, sementara pertemuan penggalangan komitmen pendanaan (pledging meeting) dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.

Hasil IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031. Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk investasi pembangunan di 115 negara.

Continue Reading

News

Menko PMK Minta Kepala Daerah Perkuat Perlindungan Anak hingga Ruang Digital

Menko PMK Pratikno mendesak kepala daerah memperkuat perlindungan anak, termasuk di ruang digital, melalui Gernas RANA untuk menekan angka kekerasan. Inisiatif ini menekankan peran vital pemerintah daerah.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta seluruh kepala daerah memperkuat perlindungan anak hingga ke ruang digital melalui implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA). Langkah itu didorong menyusul masih tingginya angka kekerasan terhadap anak di berbagai lingkungan.

Pratikno menegaskan pemerintah daerah menjadi ujung tombak dalam memastikan kebijakan perlindungan anak berjalan efektif di lapangan. Menurutnya, ukuran paling nyata dari keberhasilan Gernas RANA adalah turunnya angka kekerasan terhadap anak.

“Indikator keberhasilan gerakan ini yang paling mudah diukur adalah menurunnya angka kekerasan terhadap anak,” kata Pratikno dalam Media Gathering Gernas RANA di Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Ia menekankan perlindungan anak tidak cukup hanya difokuskan di lingkungan sekolah. Kekerasan, kata dia, dapat terjadi di rumah, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital sehingga upaya pencegahannya harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurut Pratikno, pemerintah telah memiliki perangkat kelembagaan yang menjangkau hingga tingkat daerah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki jaringan sampai ke satuan pendidikan, sementara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN didukung penyuluh lapangan dan kader yang menjangkau desa-desa.

Untuk memperkuat implementasi di daerah, pemerintah juga menggandeng Kementerian Dalam Negeri. Pratikno menyebut regulasi dan surat edaran terkait perlindungan anak sudah tersedia, sehingga fokus saat ini adalah memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

“Kami sudah berkonsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Regulasi dan berbagai surat edaran sebenarnya sudah tersedia. Yang kami dorong sekarang adalah penguatan pelaksanaannya di daerah,” ujarnya.

Pratikno menjelaskan isu perlindungan anak kini rutin dibahas dalam forum koordinasi mingguan yang dipimpin Menteri Dalam Negeri bersama seluruh kepala daerah. Selain mengevaluasi pengendalian inflasi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengawal berbagai agenda pembangunan manusia, termasuk perlindungan anak.

“Melalui forum itu kami terus mengingatkan dan mengajak kepala daerah agar ruang aman dan nyaman bagi anak menjadi perhatian bersama. Jadi, ketika membahas inflasi, kami juga membahas perlindungan anak,” katanya.

Pratikno menegaskan keberhasilan Gernas RANA membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, masyarakat, hingga penyelenggara ruang digital. Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu menekan angka kekerasan terhadap anak sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak Indonesia.

Continue Reading

News

Apa Tujuan Pembatasan Gawai di Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen

Pemerintah memberlakukan pembatasan penggunaan gawai di sekolah untuk usia di bawah 16 tahun. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perlindungan anak di era digital.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi siswa di bawah usia 16 tahun bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

“Kami sudah menerbitkan Surat Edaran Mendikdasmen tentang pembatasan penggunaan gawai bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Itu menjadi bagian dari upaya kami membangun lingkungan fisik sekolah yang aman dan nyaman,” kata Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Mu’ti menjelaskan, pembatasan penggunaan gawai tidak hanya bertujuan mengurangi distraksi selama kegiatan belajar, tetapi juga menciptakan ruang yang aman bagi siswa untuk berekspresi, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat keamanan sosial, spiritual, dan digital.

Menurutnya, implementasi kebijakan tersebut mengedepankan pendekatan yang humanis, inklusif, dan partisipatif sehingga tetap berlandaskan prinsip edukatif dan pedagogis.

“Pendekatannya lebih mengedepankan prinsip-prinsip edukatif dan pedagogis,” ujarnya.

Ia menambahkan, aturan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), sekaligus mendukung penerapan budaya sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Selain melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gawai, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dukungan psikologis, mental, dan spiritual sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.

“Ini komitmen kita bersama untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari dukungan secara psikologis, mental, dan spiritual agar anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” kata Mu’ti.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sejalan dengan implementasi PP Tunas dan menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

“Aturan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah semakin melengkapi komitmen pemerintah untuk melindungi anak-anak dari ancaman negatif di ruang digital, terutama konten-konten berbahaya,” ujar Meutya.

Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sekaligus memperkuat perlindungan siswa dari berbagai risiko di dunia digital tanpa mengabaikan pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran.

Continue Reading

News

Iran Batalkan Serangan ke Ukraina Usai Kiev Minta Maaf

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengklaim sempat menyiapkan serangan terhadap tiga titik di Ukraina sebagai respons atas dugaan serangan Kiev terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Namun, operasi militer itu disebut dibatalkan setelah Ukraina menyampaikan permohonan maaf.

Pernyataan tersebut disampaikan penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan televisi nasional Iran, Senin (3/8/2026).

Menurut Rezaei, militer Iran telah merampungkan seluruh persiapan serangan sebelum akhirnya pemerintah memutuskan menghentikan operasi tersebut.

“Iran sudah siap menyerang tiga titik di Ukraina, tetapi operasi dibatalkan setelah pihak Ukraina menyampaikan permohonan maaf,” ujar Rezaei.

Dalam kesempatan yang sama, Rezaei juga melontarkan peringatan terkait keamanan maritim di Selat Hormuz. Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan kapal melintas melalui jalur yang tidak diakui pemerintah Iran dan mengancam akan menindak kapal yang dianggap menggunakan “jalur ilegal”.

Selain itu, Rezaei mengklaim Iran berhasil menimbulkan kerugian besar terhadap pasukan Amerika Serikat selama konflik yang berlangsung selama 17 hari. Ia juga menyebut serangan rudal dan drone Iran mampu menggagalkan operasi militer AS di kawasan. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pernyataan Rezaei muncul setelah Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli 2026. Menurut Teheran, serangan itu menewaskan satu anak buah kapal (ABK).

Menyusul insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meminta Ukraina bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, Araghchi menuntut Kiev memberikan ganti rugi atas kerusakan yang dialami kapal Iran.

Ketegangan ini menambah daftar konflik yang melibatkan Iran di tengah situasi kawasan yang masih bergejolak. Sebelumnya, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sempat mereda setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada April 2026 dan menandatangani memorandum perdamaian hasil mediasi Pakistan pada Juni.

Namun, kesepakatan tersebut gagal bertahan. Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat aksi saling serang selama sekitar dua pekan, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Continue Reading
News16 menit ago

BMKG: Gempa M5,3 Guncang Selatan Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

LakeyBanget29 menit ago

Saingi AS-China, UN Kucurkan Rp207 Triliun Bangun Pabrik AI

News49 menit ago

BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Urus Paspor

News1 jam ago

BRI Mulai Program BRIncubator 2026 untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Ruang Sujud2 jam ago

Masjid Prancis Perkuat Peran Sosial

LakeyBanget3 jam ago

Honda Super One Debut di GIIAS 2026, Lihat Harganya

News3 jam ago

Pemerintah Ubah Strategi Internet Nasional, Tak Lagi Bertumpu BTS

News3 jam ago

War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Dibuka, Berikut Cara Daftar dan Syaratnya

News13 jam ago

Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Terendah dalam Tujuh Bulan

LakeyBanget13 jam ago

Tujuh Minuman Alami yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

News14 jam ago

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22

News16 jam ago

Menko PMK Minta Kepala Daerah Perkuat Perlindungan Anak hingga Ruang Digital

LakeyBanget17 jam ago

PSSI Resmi Dukung Infantino, Ini Alasan Erick Thohir

LakeyBanget24 jam ago

Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

News24 jam ago

Apa Tujuan Pembatasan Gawai di Sekolah? Ini Kata Mendikdasmen

News1 hari ago

Iran Batalkan Serangan ke Ukraina Usai Kiev Minta Maaf

LakeyBanget1 hari ago

Maroon 5 Kembali Konser di Jakarta, Catat Tanggalnya

News1 hari ago

Prabowo Segera Umumkan Insentif Mobil Listrik, Kapan?

LakeyBanget1 hari ago

Reaksi Shin Tae-yong Usai Persija Dibungkam Persib

LakeyBanget2 hari ago

Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?