News
Prabowo Siapkan Kredit Motor Listrik Tanpa DP
Pemerintah menyiapkan kredit berbunga rendah, pembelian tanpa uang muka, dan skema tukar tambah untuk mempercepat penggunaan motor listrik nasional.
Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah insentif untuk membuat motor listrik nasional semakin terjangkau. Insentif tersebut mencakup bunga cicilan yang lebih rendah, pembelian tanpa uang muka atau down payment (DP), hingga skema tukar tambah motor berbahan bakar bensin.
Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA di Cikarang, Jawa Barat. Presiden meminta Danantara turut mendukung pembiayaan dan pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri.
Melalui skema tukar tambah, masyarakat nantinya dapat menyerahkan motor bensin lama untuk memperoleh motor listrik baru dengan menambah biaya tertentu. Namun, mekanisme, persyaratan, dan besaran insentif program tersebut masih akan dimatangkan pemerintah.
Prabowo menilai penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya mobilitas harian masyarakat hingga 50 persen. Dalam kondisi tertentu, penghematannya disebut dapat mencapai 70 persen dibandingkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
Pengembangan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Setiap tahun, Indonesia diperkirakan mengeluarkan devisa sekitar 28 miliar hingga 30 miliar dolar AS untuk memenuhi kebutuhan impor bahan bakar.
Produsen motor listrik nasional tersebut saat ini telah memproduksi sekitar 20.000 unit. Prabowo mendorong kapasitas produksinya ditingkatkan secara bertahap menjadi 200.000 unit hingga mencapai dua juta unit.
Kebijakan pembiayaan murah dan tukar tambah diharapkan memperluas pasar kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri nasional. Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai waktu pelaksanaan dan ketentuan program tersebut.
News
Empat Calon Pimpinan BI Diproses DPR
DPR mulai memproses empat nama calon pimpinan Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi tiga posisi strategis.
Monitorday.com– Dewan Perwakilan Rakyat mulai memproses empat nama calon anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto setelah masa persidangan kembali dibuka pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Empat nama tersebut adalah Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia dan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior. Presiden juga mengajukan Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan nama-nama itu telah disampaikan pemerintah melalui surat presiden. Selanjutnya, DPR akan menjalankan proses pembahasan, penilaian, serta pengambilan keputusan sesuai mekanisme kelembagaan.
Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo. Saat ini, Destry menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur BI dan sebelumnya telah lama menduduki posisi Deputi Gubernur Senior.
Sementara itu, Aida S. Budiman merupakan Deputi Gubernur BI yang diusulkan naik menjadi Deputi Gubernur Senior. Adapun Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori berasal dari lingkungan internal bank sentral dan memiliki pengalaman dalam bidang kebijakan moneter serta kebanksentralan.
Proses di DPR menjadi tahapan penting untuk menilai kompetensi, integritas, dan arah kebijakan para calon. Nama yang memperoleh persetujuan DPR kemudian akan ditetapkan dan dilantik oleh Presiden.
Pergantian kepemimpinan BI mendapat perhatian karena berlangsung ketika bank sentral menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar juga menantikan kepastian arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
News
SPAI Tolak Ojol Disebut Pelaku UMKM, Lha Kok Kenapa?
Monitorday.com – Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menolak wacana pemerintah mengalihkan status pengemudi ojek online (ojol) menjadi pengusaha mikro atau pelaku UMKM. SPAI menilai pengemudi ojol pada dasarnya merupakan pekerja karena aktivitas mereka memenuhi unsur pekerjaan, imbalan, dan mekanisme perintah dalam hubungan dengan perusahaan aplikator.
Ketua SPAI Lily Pujiati mendesak pemerintah segera memberikan kepastian hukum bagi pengemudi ojol, taksi online, dan kurir kargo.
“Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menuntut pemerintah untuk segera mengakui pengemudi ojol, taksi online, dan kurir kargo sebagai pekerja di dalam Peraturan Presiden No. 27/2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” kata Lily dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurut SPAI, menyebut pengemudi sebagai pengusaha UMKM tidak otomatis menghapus karakter hubungan kerja yang berlangsung dalam praktik antara pengemudi dan perusahaan platform. Lily bahkan menilai wacana tersebut belum memiliki dasar hukum yang memadai.
“Klaim Menteri UMKM yang mengalihkan status pengemudi menjadi pengusaha UMKM sama sekali tidak berdasar karena tidak memiliki landasan hukum,” ujarnya.
SPAI merujuk UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 1 angka 15, yang mendefinisikan hubungan kerja sebagai hubungan antara pengusaha dan pekerja atau buruh berdasarkan perjanjian kerja dengan unsur pekerjaan, upah, dan perintah.
Namun, status hukum pengemudi transportasi online memang menjadi persoalan yang lebih kompleks. Model kerja berbasis platform memiliki karakter berbeda dari hubungan kerja konvensional, sementara pemerintah tengah menyiapkan kerangka regulasi khusus untuk mengatur ekosistem transportasi online.
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebelumnya menyatakan pemerintah akan menempatkan pengemudi ojol sebagai pengusaha mikro dalam rancangan regulasi transportasi online.
Menurut Maman, pendekatan tersebut antara lain didasarkan pada kondisi pengemudi yang menyediakan kendaraan sekaligus menanggung biaya operasional sendiri. Pemerintah juga memandang pengemudi sebagai bagian dari ekosistem yang mencakup aplikator, pengemudi, merchant atau pelaku UMKM, dan konsumen.
Kementerian UMKM sebelumnya menyebut telah berdialog dengan perwakilan 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim. Dalam dialog pada Juli 2026, Maman mengatakan mayoritas perwakilan yang hadir memilih status pengusaha mikro dibandingkan pekerja.
Pemerintah menilai status pelaku usaha mikro dapat memberi pengemudi fleksibilitas untuk mengembangkan kegiatan usaha lain, sekaligus membuka akses terhadap program pemberdayaan dan pembiayaan UMKM.
Perbedaan sikap tersebut membuat status hukum pengemudi menjadi salah satu titik panas dalam penyusunan regulasi transportasi online. Persoalannya bukan lagi sebatas tarif atau potongan aplikasi, melainkan menyangkut posisi pengemudi dalam struktur ekonomi digital.
Rancangan aturan transportasi online sendiri mencakup sejumlah aspek, mulai dari status pengemudi, perlindungan sosial, keselamatan, tarif angkutan penumpang, hingga layanan pengiriman barang. Kementerian Ketenagakerjaan menangani aspek perlindungan sosial, sedangkan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Komunikasi dan Digital menjalankan kewenangan sesuai bidang masing-masing.
Skema pembagian pendapatan juga menjadi bagian dari perdebatan perlindungan pengemudi. Pemerintah sebelumnya menyampaikan skema 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator pada layanan tertentu, yang kemudian mulai diterapkan sejumlah platform sejak Juli 2026.
Bagi pengemudi, keputusan mengenai status hukum akan berdampak langsung pada perlindungan pendapatan, jaminan sosial, keselamatan kerja, mekanisme suspend atau pemutusan akses, hingga posisi tawar terhadap perusahaan platform.
Pemerintah kini dihadapkan pada dua kepentingan yang sama-sama kuat: memberikan perlindungan hukum yang nyata kepada jutaan pekerja platform, sekaligus menjaga fleksibilitas yang menjadi ciri utama pekerjaan transportasi online. Perdebatan soal apakah ojol merupakan pekerja atau pengusaha mikro pun dipastikan belum berakhir.
News
Mulai Hari Ini, Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan Boeing 737-800
Monitorday.com – Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kembali melayani penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat jet berbadan sedang atau narrow body mulai Jumat (14/8/2026).
Kembalinya pesawat sekelas Boeing 737-800 menjadi babak baru bagi optimalisasi Bandara Husein Sastranegara sekaligus memperkuat konektivitas udara Bandung dan Jawa Barat.
Penerbangan perdana jet tersebut dilayani Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar. Maskapai itu juga memastikan layanan nonstop Bandung-Denpasar kembali beroperasi mulai 14 Agustus 2026.
Pengoperasian Boeing 737-800 di Husein Sastranegara telah melalui serangkaian persiapan. Kementerian Perhubungan menerbitkan Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor 005.1/SBU/VII/2026 pada 23 Juli 2026 sebagai salah satu syarat pengoperasian pesawat jet berbadan sedang di bandara tersebut.
InJourney Airports menyebut optimalisasi bandara dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan terpenuhi.
Dari sisi fasilitas udara, Bandara Husein Sastranegara memiliki landas pacu berukuran 2.220 x 45 meter dan apron 388 x 80 meter. Fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) juga telah memenuhi Kategori 7 untuk mendukung operasional penerbangan.
Kesiapan tidak hanya dilakukan di sisi udara. Terminal penumpang dilengkapi 26 konter check-in, mesin self check-in kiosk, serta fasilitas pemeriksaan keamanan dan penumpang di security check point (SCP).
Area boarding lounge juga dipersiapkan dengan fasilitas coworking space dan kids zone. Di area kedatangan, tersedia tiga conveyor belt serta fasilitas pemesanan transportasi publik.
Untuk fasilitas umum, InJourney Airports menyiapkan enam musala, 22 toilet, dua eskalator, dan tiga lift. Sementara area komersial terminal direncanakan menampung 17 outlet.
Kembalinya pesawat narrow body memberi masyarakat Bandung dan sekitarnya pilihan akses udara dengan kapasitas angkut lebih besar dibandingkan pesawat turboprop yang sebelumnya banyak melayani Husein Sastranegara.
Pengoperasian kembali pesawat jet juga menandai penguatan peran Husein Sastranegara dalam konektivitas udara Bandung. Sebelumnya, penerbangan jet dari bandara tersebut pernah kembali beroperasi pada 2020 setelah sebagian rute dialihkan ke Bandara Kertajati. Sejumlah rute domestik saat itu dilayani menggunakan Boeing 737-800.
Dengan kembali beroperasinya pesawat jet pada 2026, Husein Sastranegara kembali mengambil posisi penting dalam menopang mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, dan akses wisata ke Bandung.
News
RI Siapkan Ekosistem AI dari Energi hingga Cip
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara menyeluruh, dari energi, infrastruktur, cip (chip), talenta, hingga aplikasi. Langkah ini diarahkan agar Indonesia tidak berhenti sebagai pengguna, tetapi mampu menjadi pemain penting dalam pengembangan AI global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan strategi tersebut menggunakan pendekatan full stack of AI, yakni melihat ekosistem AI dari hulu hingga hilir.
“Pada ujungnya kita tidak ingin hanya menjadi user, kita ingin menjadi player yang signifikan di dalam pengembangan AI di tingkat global,” ujar Nezar dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Nezar, terdapat lima lapisan utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni energi, infrastruktur, cip, talenta, dan aplikasi. Setiap lapisan dinilai memiliki peran strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi AI dunia.
“Layer pertama itu energi, lalu kemudian ada infrastruktur, lalu kemudian ada chip, lalu kemudian ada talent, lalu baru aplikasi,” jelasnya.
Untuk tahap saat ini, Indonesia masih berfokus pada pengembangan aplikasi berbasis foundation model yang telah tersedia. Model tersebut kemudian disesuaikan melalui proses post-training agar dapat menjawab kebutuhan di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pertanian, dan pendidikan.
Pemerintah memilih pendekatan tersebut karena membangun model AI secara mandiri membutuhkan investasi besar dan waktu panjang. Pemanfaatan foundation model yang sudah tersedia dinilai dapat menjadi pijakan awal untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
“Kita coba menggunakan foundation model yang sudah ada, kemudian dilakukan sejumlah post-training untuk memecahkan sejumlah solusi-solusi, seperti untuk kesehatan, lalu untuk pertanian, dan juga di bidang pendidikan,” kata Nezar.
Namun, pemerintah menilai pengembangan AI tidak boleh berhenti pada lapisan aplikasi. Jika hanya mengandalkan teknologi yang dikembangkan pihak lain, Indonesia berisiko tetap berada di posisi sebagai pengguna.
Karena itu, Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang tengah disusun diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan investasi di seluruh lapisan ekosistem AI.
“Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis,” tegas Nezar.
Pada lapisan infrastruktur dan cip, Indonesia akan mengandalkan potensi sumber daya nasional sembari membuka ruang bagi kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Salah satu modal yang disorot pemerintah adalah kekayaan mineral kritis yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dan ekosistem industri AI.
“Kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis,” pungkasnya.
News
Pengguna AI Gemini Tembus 1 Miliar
Aplikasi kecerdasan buatan milik Google, Gemini, resmi mencatatkan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan dan menjadi produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.
Monitorday.com– Aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) besutan Google, Gemini, secara resmi menembus angka 1 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU). Pencapaian signifikan ini mengukuhkan Gemini sebagai lini produk ke-14 milik Google yang sukses melampaui ambang batas 1 miliar pengguna, sekaligus menjadi produk dengan laju pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.
CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian masif tersebut. Pertumbuhan ini melonjak tajam dari 750 juta pengguna pada awal tahun hingga akhirnya menyentuh angka 1 miliar. Menariknya, pencapaian ini dihitung murni dari penggunaan aplikasi dan layanan mandiri Gemini, belum termasuk fitur AI yang terintegrasi di dalam mesin pencari Google Search maupun layanan ekosistem Google lainnya.
Laporan internal Google juga mencatat perubahan tren interaksi pengguna yang semakin adaptif. Sebanyak 63 persen pengguna kini lebih memilih berinteraksi menggunakan perintah suara langsung. Selain itu, fitur multimodal seperti pembuatan gambar terotomatisasi kini memproses lebih dari 150 juta gambar setiap harinya, menandakan tren penggunaan AI yang kian menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.
News
LRT Bakal Terhubung Langsung dengan KRL di Manggarai
Monitorday.com – Penumpang LRT Jakarta dan KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai nantinya bisa berpindah moda tanpa perlu keluar dari kawasan stasiun. Integrasi langsung ini disiapkan seiring rencana beroperasinya LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menyampaikan rencana tersebut saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau kesiapan LRT Jakarta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Melalui skema ini, pengguna KRL dapat langsung menuju LRT Jakarta melalui area yang terhubung di dalam stasiun. Begitu pula pengguna LRT yang hendak melanjutkan perjalanan dengan KRL tidak perlu keluar terlebih dahulu untuk berganti moda.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan Stasiun Manggarai sebagai salah satu simpul utama transportasi publik di Jakarta.
LRT Jakarta Fase 1B merupakan perpanjangan jalur dari Velodrome menuju Manggarai sepanjang sekitar 6,4 kilometer. Jalur ini memiliki lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Secara keseluruhan, koridor Pegangsaan Dua–Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Perjalanan dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai diperkirakan memakan waktu sekitar 28 menit.
Pembangunan Fase 1B kini memasuki tahap akhir. Pada Juli 2026, seluruh pekerjaan pengangkatan girder di koridor Velodrome–Manggarai telah tersambung 100 persen, termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track (DDT) Manggarai.
Jakpro menargetkan LRT Jakarta Fase 1B mulai beroperasi pada Agustus 2026 setelah seluruh konstruksi, pengujian sistem, dan persiapan operasional rampung.
Kehadiran LRT di Manggarai akan memperkuat konektivitas transportasi massal Jakarta. Stasiun ini memiliki posisi strategis sebagai simpul perjalanan kereta sekaligus titik temu berbagai layanan angkutan umum.
Selain KRL, stasiun-stasiun pada koridor LRT Pegangsaan Dua–Manggarai juga dirancang terintegrasi dengan layanan Transjakarta. Khusus di Manggarai, koneksi dengan KRL menjadi bagian penting untuk memudahkan perpindahan penumpang.
Skema perpindahan tanpa keluar stasiun diharapkan memangkas waktu transit dan membuat perjalanan lebih praktis. Penumpang tidak perlu berganti kawasan, mencari pintu masuk kembali, atau melakukan proses perjalanan dari awal ketika berpindah antara LRT dan KRL.
Dengan terhubungnya LRT, KRL, dan layanan transportasi publik lainnya, Manggarai diproyeksikan semakin kuat sebagai simpul integrasi transportasi Jakarta. Jalur LRT hingga Manggarai juga diharapkan memperluas akses angkutan massal sekaligus mendorong warga meninggalkan kendaraan pribadi.
News
Selamat! Talenta Muda Indonesia Sabet 4 Medali di Kompetisi AI Internasional
Monitorday.com – Menjelang momen Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, talenta muda Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) ke-3 yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, 2 s.d. 8 Agustus 2026, murid Indonesia berhasil prestasi dengan meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Prestasi tersebut diraih oleh empat murid Indonesia yang berkompetisi bersama lebih dari 400 peserta dari 106 negara di ajang IOAI 2026. Medali emas diraih oleh Luvidi Pranawa Alghari dari SMAS Pribadi Beji, Jawa Barat. Sementara itu, Matthew Hutama Pramana dari SMAS Kolese Loyola Semarang, Jawa Tengah dan Nicholas Ardi Tirta dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera, Banten masing-masing meraih medali perak. Adapun medali perunggu diraih oleh Avner Maxwell Lim dari BTB School Pluit, DKI Jakarta.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada delegasi Indonesia yang telah meraih prestasi membanggakan pada ajang internasional tersebut.
“Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia atas capaian yang membanggakan pada IOAI 2026. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para murid, pembina, pendamping, sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Irene.
Menurut Irene, capaian prestasi di IOAI 2026 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang mampu bersaing dalam bidang kecerdasan artifisial yang berkembang sangat pesat.
“Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin cepat, kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab menjadi semakin penting. Karena itu, prestasi para murid Indonesia pada IOAI menjadi motivasi bagi para murid di Indonesia untuk terus mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan berpikir komputasional,” tutur Irene.
Prestasi gemilang di IOAI 2026 melanjutkan catatan positif Indonesia dalam kompetisi kecerdasan artifisial tingkat internasional. Pada keikutsertaan Indonesia sebelumnya di IOAI 2025 di Beijing, Tiongkok, delegasi Indonesia turut berhasil meraih empat medali yang terdiri atas tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Konsistens ini tidak terlepas dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara berjenjang oleh Kemendikdasmen melalui Puspresnas. Sebelumnya, Kemendikdasmen juga telah memperluas ruang pengembangan talenta kecerdasan artifisial melalui Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Peserta yang lolos dari rangkaian seleksi EKKA OSN selanjutnya memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju IOAI
News
Prabowo Luncurkan MoLiNas, Tonggak Kemandirian Teknologi dan Industri Nasional
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di Fasilitas Produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (13/08/2026). Peluncuran MoLiNas menjadi langkah strategis untuk menghadirkan mobilitas yang makin terjangkau dan berkualitas, sekaligus memperkuat industri, teknologi, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik. Selanjutnya, Presiden Prabowo menuju area ekspo untuk meninjau stan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.
Dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa peluncuran MoLiNas merupakan langkah penting dan strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar Indonesia mampu mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan ekonomi.
“Acara pada hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.
Rosan menyampaikan bahwa pengembangan MoLiNas merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, BUMN, serta pengusaha dan perusahaan nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan kesiapan berbagai unsur dalam negeri untuk mendukung pengembangan MoLiNas.
“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita. Kalau kita lihat, Bapak Presiden, ingredient-nya atau recipe-nya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden,” kata Rosan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pengembangan MoLinas merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai unsur bangsa dalam membangun kemandirian nasional. Presiden Prabowo menilai, sinergi antara sektor swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kemampuan Indonesia untuk menguasai dan mengembangkan sains serta teknologi.
“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai kolaborasi yang terwujud dalam pengembangan MoLiNas menjadi contoh baik dari semangat Indonesia Incorporated. Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan suatu bangsa di era modern sangat ditentukan oleh kemampuan dalam menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkannya untuk mendukung keberlangsungan kehidupan bangsa.
“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated. Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi, dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut. Baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil, negara itu berhasil,” kata Presiden Prabowo.
Peluncuran motor listrik nasional sekaligus mempertegas arah transformasi industri nasional bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar bagi perkembangan teknologi dunia, tetapi juga menjadi bangsa yang mampu menguasai teknologi, membangun industrinya sendiri, dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dari kekuatan nasional.
Melalui semangat Indonesia Incorporated, MoLiNas diharapkan menjadi salah satu simbol kebangkitan industri nasional sekaligus langkah menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam teknologi, energi, dan ekonomi.
News
Bursa Asia Menguat, IHSG Justru Tertekan
Bursa Asia bergerak variatif dengan penguatan kuat di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, sementara IHSG terkoreksi sekitar 1 persen di tengah tekanan pasar regional.
Monitorday.com– Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (13/8), dengan sejumlah indeks utama menguat signifikan. KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan sekitar 3,7–4 persen, disusul Nikkei 225 Jepang yang naik sekitar 1,6–1,7 persen. Penguatan juga terlihat di Taiwan dan Tiongkok, sementara IHSG Indonesia justru berada di zona merah dengan koreksi sekitar 1 persen.
Di Asia Timur, sentimen positif terutama terlihat pada saham teknologi dan semikonduktor. KOSPI mendapat dukungan kuat dari saham-saham teknologi Korea Selatan, sementara Nikkei turut memperoleh dorongan dari sektor terkait teknologi dan industri. Taiwan Stock Exchange Weighted Index (TSEC) juga menguat sekitar 1 persen, memperlihatkan masih kuatnya minat investor terhadap perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok teknologi global.
Sementara itu, Shanghai Composite naik sekitar 0,4 persen, menunjukkan penguatan yang lebih terbatas. Hang Seng Hong Kong bergerak relatif datar dengan perubahan sekitar -0,2 persen hingga +0,07 persen. Di Asia Tenggara, Straits Times Index Singapura justru melemah sekitar 0,4–0,5 persen, menunjukkan bahwa penguatan pasar Asia belum berlangsung secara merata.
Mengapa IHSG Tertinggal?
Koreksi sekitar 1 persen pada IHSG menjadi perhatian karena terjadi ketika sejumlah pasar Asia justru bergerak positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor domestik dan arus modal asing dapat memiliki pengaruh lebih besar terhadap pasar Indonesia dibandingkan sentimen regional.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor adalah rebalancing portofolio dan perubahan bobot indeks global, termasuk tinjauan indeks MSCI. Penyesuaian tersebut dapat memicu perubahan alokasi dana investor institusional dan meningkatkan tekanan jual pada saham-saham tertentu, meskipun sentimen bursa regional sedang positif.
Teknologi Jadi Penggerak Asia
Perbedaan kinerja antara Korea Selatan, Jepang dan Indonesia juga memperlihatkan semakin pentingnya tema teknologi dan semikonduktor dalam pasar saham global. Permintaan terhadap AI, pusat data, chip berperforma tinggi dan infrastruktur digital terus menjadi salah satu tema investasi utama.
Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi pengingat bahwa daya tarik pasar modal tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh struktur sektor unggulan yang mampu menangkap tren ekonomi global. Penguatan ekosistem teknologi, digitalisasi industri, hilirisasi, serta pengembangan perusahaan berbasis teknologi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Koreksi IHSG tidak otomatis berarti perubahan tren jangka panjang. Investor perlu melihat apakah tekanan tersebut hanya bersifat teknikal dan akibat rebalancing, atau mulai menunjukkan perubahan fundamental terhadap prospek ekonomi dan laba perusahaan.
Dalam jangka pendek, investor sebaiknya mencermati arus dana asing, nilai tukar rupiah, kinerja saham perbankan dan komoditas, serta perkembangan indeks MSCI. Pergerakan bursa Korea, Jepang dan Taiwan juga penting karena dapat menjadi indikator perubahan risk appetite investor global terhadap aset Asia.
Dengan demikian, perdagangan hari ini memperlihatkan gambaran menarik: Asia sedang mendapatkan dorongan dari teknologi, tetapi Indonesia belum sepenuhnya menikmati arus tersebut. Tantangannya bukan hanya menjaga stabilitas IHSG, tetapi memastikan pasar modal Indonesia memiliki cukup banyak sektor dan perusahaan yang mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi global.
News
Menjaga Kemurnian Mu’tamar Nahdlatul Ulama Ke-35
“Sesungguhnya perkumpulan, saling mengenal, persatuan, dan kekompakan merupakan perkara yang manfaatnya tidak seorang pun tidak mengetahuinya.”
(Hadratussyekh K.H. M. Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi)
Empat puluh dua tahun silam, Situbondo menjadi saksi bahwa Nahdlatul Ulama dapat keluar dari lorong gelap perpecahan tanpa kehilangan adab dan persaudaraan. Muktamar ke-27 NU pada 8–12 Desember 1984 tidak berlangsung di ruang yang hampa. Saat itu, jam’iyah mengalami friksi panjang antara kubu Cipete yang berpusat pada K.H. Idham Chalid dan kubu Situbondo yang bertumpu pada keteguhan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.
Akan tetapi, para masyayikh tidak membiarkan ikhtilaf berubah menjadi permusuhan. Mereka memilih ishlāh, saling memaafkan, lalu menandatangani Maklumat Keakraban sebagai jalan pulang menuju keutuhan jam’iyah.
Dalam keadaan genting itulah mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi—AHWA—ditempuh sebagai jalan darurat yang disepakati muktamirin. Para kiai sepuh bermusyawarah, kemudian menetapkan K.H. Achmad Siddiq sebagai Rais Aam dan K.H. Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Keputusan itu bukan kemenangan Situbondo dan bukan pula kekalahan Cipete.
Hasil itu merupakan murni serta bukti kebesaran hati para ulama untuk meletakkan NU untuk kepentingan jami’yah. Secara jujur harus diakui, Muktamar 1984 tetap berlangsung di tengah kuatnya pengaruh politik Orde Baru. Karena itu, pelajaran terpentingnya bukan semata-mata AHWA adalah representatif spiritual, melainkan bahwa kewibawaan ulama, kerelaan berkompromi, dan keberanian serta kepemimpinan yang tajdīd mampu menyelamatkan NU dari perpecahan.
Sepanjang sejarahnya, NU mengenal beberapa mekanisme dalam proses Muktamar. Rais Aam pernah dipilih secara langsung dan pernah pula ditetapkan melalui musyawarah AHWA. Disisi yang lain, Ketua Umum Tanfidziyah pernah ditunjuk oleh Rais Aam berdasarkan permufakatan formatur seperti pada 1984, tetapi pada muktamar-muktamar berikutnya juga dipilih melalui pemungutan suara para utusan. Representasi AHWA memerlukan figur kiai yang merdeka dan berwibawa. Sehingga pemungutan suara mencerminkan peserta yang tulus ikhlas untuk NU dan kemaslahatan.
Secara etimologis, mu’tamar berasal dari akar kata amr—urusan atau perkara—kemudian melahirkan i’timār, yakni berunding dan bermusyawarah mengenai urusan bersama. Dengan demikian, mu’tamar bukan sekadar gelanggang menghitung dukungan, melainkan majelis untuk mencari ashlah al-umūr: keputusan yang paling baik bagi jam’iyah.
Sebenarnya musyawarah yang kita kedepankan memiliki diferensifikasi dengan demokrasi barat. Voting hanyalah salah satu instrumen ketika mufakat belum tercapai. Artinya, Muktamar ke-35 kali ini jika para pimpinan wilayah dan cabang sudah mentekadkan dirinya pada sosok Gus Kikin, kita perlu menerima realitas itu secara kaffah dan lapang dada. Ujian dalam rangka menahan ambisi untuk masa depan organisasi.
Di dalam Muqaddimah Qanun Asasi, Hadratussyekh tidak merumuskan istilah tajrīd al-jamā‘ah secara eksplisit sebagai pasal tersendiri. Terminologi tersebut lebih tepat dipahami sebagai kontekstualisasi atas pesan etik beliau mengenai al-ijtimā‘, al-ta‘āruf, al-ta‘āwun, al-ittihād, dan al-ta’alluf. Tajrīd berarti menjernihkan dan memurnikan: membersihkan niat berorganisasi dari riya, ambisi pribadi, fanatisme kelompok, serta hasrat menjadikan agama sebagai tangga kekuasaan.
Dengan demikian, tajrīd bukan memurnikan NU dari kehidupan dunia, melainkan memurnikan cara NU mengelola perkara dunia agar tetap menjadi ibadah dan khidmah.
Krisis tajrīd al-jamā‘ah terjadi ketika rumah besar umat dipersempit menjadi ruang keluarga, kelompok, jaringan bisnis, atau kendaraan politik seseorang. Politik dan ikhtiar ekonomi tidaklah diharamkan bagi NU; keduanya bahkan diperlukan untuk membela kaum mustadh‘afīn, memperkuat pesantren, dan mewujudkan keadilan sosial.
Lantas persoalan kita adalah ketika nama besar jam’iyah Nahdliyin digadaikan untuk melindungi kedzoliman, membenarkan kekufuran, serta memperkaya segelintir orang. NU boleh hadir dekat dengan kekuasaan, tetapi tidak boleh kehilangan jarak moral untuk menyampaikan amar ma‘ruf nahi munkar.
Didaulatnya Gus Dur dalam Muktamar Situbondo 1984, memperlihatkan kerinduan Nahdliyin terhadap pembaruan yang tidak memutus sanad. Gus Dur bukan dipilih semata-mata karena nasabnya, melainkan karena kecerdasan, keberanian, keluasan pergaulan, dan kesanggupannya menerjemahkan Khittah 1926 ke dalam tantangan zaman. Di tangannya, tradisi tidak menjadi museum, tetapi mata air yang menghidupi demokrasi, kebudayaan, kemanusiaan, serta pembelaan terhadap mereka yang disisihkan. Pembaruan ala NU bukan mencabut akar, melainkan menumbuhkan cabang baru dari pohon yang sama.
Dalam konteks hari ini, nama K.H. Abdul Hakim Mahfudz—Gus Kikin—layak dipertimbangkan secara serius berdasarkan rekam khidmah dan gagasannya. Ia memikul amanah sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng dan Ketua PWNU Jawa Timur; ia juga secara terbuka menjadikan Qanun Asasi sebagai poros narasi pembenahan organisasi.
Penugasannya sebagai calon Ketua Umum PBNU dinyatakan lahir dari pleno PWNU bersama 45 PCNU se-Jawa Timur. Semua itu merupakan modal penting, tetapi bukan cek kosong. Nasab adalah amanah, bukan surat suara; simbol harus dibuktikan melalui program mengenai kemandirian jam’iyah, transparansi keuangan, supremasi Syuriyah, kaderisasi, ekonomi umat, dan keberanian menjaga jarak dari kepentingan pragmatis.
Kekhawatiran terhadap gangguan Muktamar ke-35 tidak boleh disepelekan. Manipulasi kepesertaan, provokasi di ruang sidang, disinformasi, transaksi dukungan, tekanan ekonomi, maupun usaha memengaruhi anggota AHWA merupakan ancaman terhadap marwah prosesi dan hasil Mu’tamar ke-35 di Jombang.
Namun kewaspadaan tidak serta merta berubah menjadi tuduhan tanpa dalil. Fitnah tidak dapat dilawan dengan fitnah. Setiap informasi tentang ancaman terhadap pesantren, intervensi bantuan, atau intimidasi terhadap kiai harus diverifikasi, didokumentasikan, dan disampaikan melalui mekanisme organisasi maupun hukum yang sah.
*Amalan Keikhlasan, Jangan Memaksakan Syahwat Politik Dalam Organisasi Ulama*
Hari-hari ini tersimpan banyak harapan, penyelenggara Muktamar ke-35 di Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mengkokohkan pagar integritas kaum Nahdliyin yang terang.
Mekanisme dan validasi peserta adalah yang utama, tata tertib yang dirumuskan bersama untuk menampung segala model bentuk aspirasi daerah. Tata tertib persidangan jangan justeru dijadikan alat kekacauan. Kita juga berharap pada sidang-sidang komisi mengutamakan adab serta ilmu pengetahuan sebagai tuntunan. Jangan kita biarkan komplotan begundal yang mengatasnaman Nahdlatul Ulama hanya untuk menjalankan kelicikannya serta syahwat politiknya yang buas.
Anggota AHWA perlu memperoleh ruang musyawarah yang bebas, tertutup, dan aman dari lobi yang melampaui adab.
Para kandidat beserta seluruh timnya juga wajib melakukan riyāḍah al-nafs: menahan diri, menjaga lisan, tidak mengklaim dukungan yang belum dapat dibuktikan, dan menerima pilihan muktamirin dengan lapang dada. Dukungan kepada Gus Kikin ataupun calon lain hanya memiliki kemuliaan apabila diberikan secara merdeka. Siapa pun yang merasa telah diterima melalui proses ta‘āruf tetap harus menunggu keputusan mu’tamar dengan tawadhu.
Sebab dalam NU, amanah tidak perlu direbut dengan kegaduhan; ia diterima dengan kesiapan mempertanggungjawabkannya di hadapan jam’iyah dan Allah.
Pemerintah dan aparat penegak hukum diutamakan untuk menjaga keamanan, ketertiban, lalu lintas, keselamatan peserta, serta menindak setiap ancaman dan tindak pidana. Tetapi negara harus menjadi pagar di luar, bukan tangan di dalam ruang pemilihan. Banyak yang mengharapkan pihak Kepolisian, Pemerintah daerah dan Intelijen Negara untuk secara seksama menjaga kondusifitas dan keamanan prosesi Muktanar. Dengan begitu para Muktamirin, Kiai dan kelompok muda Nahdliyin bisa mengekspresikan aspirasinya secara baik, terhormat dan bermartabat.
Tentu kita semua mengharapkan mu’tamar berlangsung aman, bebas, jujur, dan penuh mahabbah, siapa pun yang terpilih hanyalah penerima amanah; pemenang sesungguhnya adalah Nahdlatul Ulama dan Umat Islam di Indonesia. Di sanalah ma‘ūnah dan barakah akan kembali menyertai khidmah kaum Nahdliyin.
Abi Rekso Panggalih
[Wakil Ketua Umum PP. Pengusaha dan Profesional Nahdliyin]
