Monitorday.com – Kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 tidak mengurangi optimisme pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Dalam konferensi pers usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Herdman menegaskan bahwa pembangunan tim impian atau “dream team” Garuda merupakan proses jangka panjang dengan target utama lolos ke Piala Dunia 2030.
Herdman menyatakan bahwa komposisi tim akan terus berkembang seiring waktu. Ia membuka peluang bagi munculnya pemain-pemain baru yang memiliki semangat juang tinggi.
“Beberapa pemain akan bertahan, beberapa lainnya akan muncul. Kami harus memenangkan pertandingan, dan saya harus menemukan pemain dengan hasrat besar, naluri pembunuh, dan keinginan untuk berjuang demi Indonesia, untuk lolos ke 2030. Itu misi kami,” ujarnya.
Pelatih asal Kanada itu juga membandingkan situasi yang dihadapi Indonesia saat ini dengan pengalamannya bersama Timnas Kanada pada 2018. Saat itu, ia belum memiliki gambaran skuad terbaik. Namun, dalam prosesnya, lahir pemain-pemain kunci yang membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 setelah absen selama 36 tahun.
Menurut Herdman, Indonesia kini berada pada fase awal yang serupa. Ia melihat sejumlah pemain mulai menunjukkan potensi besar, baik dari dalam negeri maupun diaspora.
“Indonesia juga baru memulai. Akan ada pemain baru yang muncul, baik dari Eropa maupun lokal. Beberapa pemain muda menunjukkan perkembangan dan kepercayaan diri yang tinggi,” katanya.
Ia menekankan bahwa pembentukan tim kuat tidak bisa dilakukan secara instan. Proses pembinaan, kepercayaan terhadap pemain muda, serta lingkungan yang mendukung menjadi kunci utama.
“Saya percaya pada mereka. Mereka akan terus berkembang dengan pelatihan dan lingkungan yang tepat. Tim ini akan berubah seiring waktu. Tidak ada ‘dream team’ saat ini, tim ini akan terus berkembang dan membaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herdman juga menegaskan bahwa kesuksesan sebuah tim tidak hanya bergantung pada pelatih, melainkan pada para pemain di lapangan.
Ia mencontohkan pengalamannya bersama Kanada, di mana para pemain menjadi faktor utama keberhasilan tim.
“Yang membawa tim ke Piala Dunia adalah para pemain, bukan pelatih. Pelatih hanya membimbing, mendukung, dan memberdayakan. Para pemainlah yang mengambil alih saat momen sulit,” jelasnya.
Pendekatan ini mencerminkan upaya Herdman untuk membangun kepemimpinan yang kuat di dalam tim. Ia berharap para pemain Timnas Indonesia mampu berkembang menjadi sosok tangguh yang siap menghadapi tekanan, khususnya dalam kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Dengan fokus pada pengembangan pemain muda dan proses jangka panjang, Herdman optimistis Timnas Indonesia dapat menapaki jalur yang sama menuju panggung sepak bola dunia pada 2030.