Connect with us

News

Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Saat Ramadan dan Jelang Lebaran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perum Bulog menargetkan penyaluran minyak goreng rakyat merek Minyakita hingga 100 ribu ton per bulan guna menjaga ketersediaan pasokan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya telah meminta produsen meningkatkan pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas stok di pasar.

“Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90 ribu ton atau 100 ribu ton untuk persiapan Ramadan dan Idulfitri sehingga daerah-daerah tidak kekurangan lagi stok Minyakita, termasuk juga beras dan lain sebagainya,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2).

Ia menjelaskan, kebutuhan minyak goreng biasanya melonjak signifikan saat Ramadan dan Lebaran, bahkan dapat meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Selama ini, pasokan Minyakita yang diterima Bulog rata-rata mencapai 60 ribu ton per bulan. Namun, realisasi pada Februari baru menyentuh 45 ribu ton.

Selain Minyakita, Bulog juga memastikan ketersediaan dua komoditas utama lainnya, yakni beras dan gula. Untuk beras, lembaga tersebut menyalurkan dua jenis, yakni beras premium dan beras medium, sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

“Komoditas yang kami suplai sesuai tugas Bulog adalah beras, Minyakita, dan gula. Untuk stok, ketiganya dalam kondisi aman dan kami sudah perintahkan untuk mendorong DMO lebih banyak lagi di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran,” katanya.

Tak hanya menambah pasokan, Bulog juga memperkuat distribusi dengan membangun kios khusus di sejumlah pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog. Skema ini dirancang agar pengecer lebih mudah memperoleh pasokan beras, Minyakita, dan gula tanpa harus mengambil langsung dari gudang distribusi.

Program tersebut akan dimulai melalui proyek percontohan di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta. Kios Bulog akan melayani pengecer yang telah direkomendasikan pengelola pasar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai ketentuan distribusi pangan.

Sebagai bagian dari pengawasan harga, Bulog bersama pengelola pasar juga akan memasang papan informasi harga komoditas. Papan tersebut menampilkan harga acuan beras, minyak goreng, gula, dan bahan pokok lainnya guna mencegah penjualan di atas harga eceran tertinggi serta memudahkan pemantauan di lapangan.

Dengan langkah ini, Bulog optimistis pasokan pangan pokok tetap terjaga dan stabilitas harga dapat dikendalikan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Jaga Populasi OAP, Provinsi Papua Tengah Lakukan ini

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengimplementasikan program bayi tabung gratis sebagai upaya menjaga pertumbuhan populasi Orang Asli Papua (OAP) sekaligus mengatasi persoalan kesehatan reproduksi di wilayah tersebut. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan akses layanan fertilitas tanpa biaya bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus, menegaskan bahwa layanan bayi tabung kini telah tersedia di wilayah Papua Tengah sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar daerah. “Program bayi tabung jalan, sehingga masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Cukup ke Papua Tengah dan itu gratis,” ujarnya di Nabire, Jumat (20/2).

Ia menjelaskan, penurunan angka kelahiran di Papua Tengah dipengaruhi berbagai faktor, termasuk gangguan kesehatan reproduksi pada laki-laki maupun perempuan. Program bayi tabung diharapkan menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami infertilitas sekaligus mendukung upaya menjaga keberlanjutan populasi OAP.

Selain itu, program tersebut terintegrasi dengan Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah), yang mencakup layanan promotif dan preventif seperti pemeriksaan kesehatan, imunisasi, serta jaminan pembiayaan layanan medis bagi masyarakat.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyatakan pemerintah provinsi terus memperkuat sistem layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses masyarakat. Pemerintah memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

Program bayi tabung gratis ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan angka kelahiran serta menjaga keberlangsungan populasi Orang Asli Papua di Papua Tengah.

Continue Reading

News

Trump Umumkan Kebijakan Tarif Global Baru Setelah Putusan Mahkamah Agung

Keputusan ini diumumkan beberapa jam setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif bea masuk timbal balik (resiprokal) yang telah diterapkan sebelumnya

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, 20 Februari 2026, menyatakan akan menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif global baru sebesar 10%. Keputusan ini diumumkan beberapa jam setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif bea masuk timbal balik (resiprokal) yang telah diterapkan sebelumnya.

Tarif “Pasal 122” yang baru ini direncanakan akan ditambahkan ke bea masuk yang sudah ada. Putusan Mahkamah Agung sebelumnya membatalkan dasar hukum dari banyak tarif yang menurut Trump sangat penting bagi perekonomian AS dan untuk membangun kembali basis manufaktur Amerika yang menyusut. Trump meluapkan kemarahannya atas putusan yang dinilai sangat mengecewakan tersebut.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan kebijakan barunya. “Tarif “Pasal 122″ yang baru ini akan ditambahkan ke bea masuk yang sudah ada yang tetap berlaku setelah keputusan Mahkamah Agung,” katanya.

Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lembaga peradilan. “Saya malu dengan beberapa anggota pengadilan, benar-benar malu karena tidak memiliki keberanian untuk melakukan apa yang benar untuk negara kita,” tambahnya.

Mengenai pertanyaan mengapa ia tidak ingin bekerja sama dengan lembaga legislatif dalam memberlakukan tarif, Trump bersikeras. “Saya tidak harus,” katanya.

Presiden Trump sebelumnya telah menegaskan akan menemukan cara lain untuk memberlakukan tarif tanpa melibatkan Kongres. “Saya berhak memberlakukan tarif,” lanjutnya.

Continue Reading

News

Ribuan Produk Indonesia Mendadak Nol Persen ke AS, Apa Saja?

Published

on

Monitorday.Com – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif hingga nol persen pada sejumlah produk Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam dokumen agreement on reciprocal trade terdapat 1.819 pos tarif produk yang memperoleh tarif 0 persen.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” ucapnya dalam keterangan pers dengan awak media di Washington DC, pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara untuk produk tekstil dan aparel, Menko Airlangga menyebut bahwa Amerika Serikat juga memberikan tarif nol persen dengan mekanisme tariff rate quota (TRQ). “Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” tambahnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Menurut Airlangga, langkah ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor tersebut.

“Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.

Di tingkat multilateral, kedua negara juga sepakat untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi elektronik sesuai posisi dalam forum World Trade Organization (WTO). Indonesia turut mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, serta memastikan adanya perlindungan data konsumen yang setara.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa pemerintah juga akan menerapkan strategic trade management guna menjaga agar perdagangan tetap aman dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan perdamaian. Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, termasuk konsultasi dengan DPR RI, dan dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis bersama.

“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri,” katanya.

Perjanjian ini, menurut Airlangga, berbeda dengan berbagai perjanjian Amerika Serikat dengan negara lain karena secara tegas difokuskan pada kerja sama perdagangan. “Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan, sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tandasnya. 

Continue Reading

News

Puasa, Ritme Tubuh, dan Isyarat yang Sering Kita Abaikan

Published

on

Dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…” (QS. Al-Baqarah: 187).

Ayat ini kerap kita pahami sebatas batas waktu sahur. Padahal, di dalamnya tersimpan satu pesan yang lebih dalam: Al-Qur’an mengatur ritme makan manusia. Ada waktu makan—malam hingga fajar. Ada waktu berhenti—sepanjang siang. Pola ini bukan sekadar aturan ibadah, melainkan desain biologis yang selaras dengan cara kerja tubuh.

Selama sebelas bulan, banyak orang makan tanpa pola. Sarapan tergesa, makan siang terlambat, camilan tak terhitung, kopi berulang kali. Sistem pencernaan bekerja hampir tanpa jeda. Ramadan datang seperti tombol “reset”. Tubuh dipaksa berhenti menerima asupan selama lebih dari 12 jam. Dan menariknya, tubuh tidak panik.

Perubahan sistem pencernaan saat puasa justru menunjukkan kecerdasan biologis yang luar biasa. Ketika tidak ada makanan masuk, lambung menurunkan produksi asamnya. Ini penting untuk mencegah iritasi pada dinding lambung. Dalam kondisi normal, asam lambung diproduksi untuk membantu mencerna makanan. Namun saat tidak ada yang perlu dicerna, produksinya ikut melambat. Puasa, dalam batas wajar, memberi kesempatan lambung beristirahat.

Pankreas pun ikut menyesuaikan diri. Tanpa asupan gula, produksi insulin menurun. Tubuh lalu mengalihkan sumber energi ke cadangan glikogen yang tersimpan di hati. Liver bekerja memecah simpanan tersebut menjadi energi. Inilah sebabnya kita tetap mampu beraktivitas, berpikir, bahkan bekerja produktif selama berpuasa. Tubuh dirancang untuk menghadapi fase tanpa makan secara periodik.

Usus halus dan usus besar juga mengalami adaptasi. Karena sedikit makanan yang masuk, proses penyerapan nutrisi berhenti sementara. Gerakan peristaltik melambat. Usus besar menyerap air lebih efisien untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Semua berlangsung dalam koordinasi yang rapi. Puasa pada dasarnya adalah jeda metabolik—istirahat alami bagi sistem cerna.

Berbagai studi tentang pola makan periodik atau intermittent fasting menunjukkan bahwa jeda makan memberi dampak positif terhadap sensitivitas insulin dan keseimbangan metabolik. Meski konteksnya berbeda dengan puasa Ramadan yang sarat dimensi spiritual, prinsip biologisnya serupa: tubuh mendapat waktu untuk melakukan penataan ulang.

Namun manfaat puasa bagi kesehatan pencernaan sering kali terganggu oleh satu hal: cara berbuka.

Setelah hampir seharian beristirahat, sistem cerna tidak dirancang untuk menerima makanan berat dalam jumlah besar secara mendadak. Lonjakan gula darah, produksi asam lambung yang tiba-tiba meningkat, serta beban lemak berlebih dapat membuat lambung “terkejut”. Keluhan kembung, nyeri ulu hati, atau rasa tidak nyaman setelah berbuka sering kali bukan disebabkan oleh puasanya, melainkan oleh pola makannya.

Di sinilah etika makan yang diajarkan Islam menemukan relevansinya. Berbuka dengan yang ringan—seperti kurma atau buah—memberi transisi lembut bagi sistem cerna. Mengunyah perlahan bukan sekadar adab, tetapi mekanisme biologis untuk membantu pencernaan bekerja optimal. Memberi jeda sebelum makan besar memungkinkan lambung menyesuaikan kembali ritmenya.

Asupan serat juga menjadi kunci. Makanan tinggi serat membantu pergerakan usus tetap lancar, mencegah sembelit, dan meringankan kerja saluran cerna. Dalam konteks puasa, nutrisi seimbang—karbohidrat kompleks, protein cukup, lemak sehat, serat, dan cairan memadai—menjadi fondasi agar tubuh tidak sekadar “bertahan”, tetapi tetap sehat.

Puasa sejatinya bukan hanya menahan lapar, melainkan melatih keteraturan. Ia menata ulang hubungan manusia dengan waktu, dengan tubuh, dan dengan keinginan. Ketika al-Qur’an mengatur kapan kita makan, sesungguhnya ia sedang mengajarkan disiplin biologis sekaligus spiritual.

Masalahnya, sering kali kita memaknai puasa sebagai penundaan makan, bukan penataan makan. Siang hari menahan diri, malam hari melampiaskan. Padahal tubuh membutuhkan ritme, bukan ekstremitas.

Di ruang sujud, kita belajar tunduk. Di dalam tubuh, organ-organ pun tunduk pada hukum keseimbangan. Puasa menghadirkan jeda yang menyehatkan—asal kita tidak merusaknya dengan ketergesaan dan berlebihan.

Mungkin di sanalah hikmah yang jarang kita renungkan: bahwa ibadah ini bukan hanya membersihkan jiwa, tetapi juga mengajarkan kita mendengar bahasa tubuh—yang sejak awal telah diciptakan selaras dengan wahyu.

Continue Reading

News

Kontribusi Pendidikan Vokasi di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Selain berperan meningkatkan asupan gizi pada penerima manfaat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berdampak pada peningkatan kompetensi murid serta relevansi pendidikan vokasi di Indonesia melalui praktik baik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola sekolah menengah kejuruan (SMK).

Salah satunya adalah dapur SPPG SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, Jawa Timur. Dapur SPPG ini setiap harinya memproduksi 3 ribu paket MBG yang dibagikan untuk seluruh murid dari jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Puger Kulon, Jember. 

Uniknya, dapur SPPG ini melibatkan sejumlah teaching factory (Tefa) yang ada di sekolah, di antaranya Tefa udang vaname dan Tefa Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). Selain itu, dapur SPPG ini juga melibatkan para murid dalam berbagai tugas atau pekerjaan bersama 50 pekerja lain yang merupakan warga sekitar sekolah. 

Bahkan, salah satu investor dapur SPPG ini merupakan alumni yang telah sukses bekerja di Jepang, termasuk untuk pemasok sayur mayur juga merupakan alumni dari Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan.

Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Basuki, mengatakan bahwa melalui dapur SPPG para murid dilatih untuk menghitung kebutuhan bahan, lama pengolahan, durasi, serta jumlah produk yang dihasilkan. “Selain meningkatkan asupan gizi masyarakat, dapur SPPG ini juga telah meningkatkan kompetensi murid dan mengenalkan budaya kerja secara langsung kepada murid karena mereka bekerja bersama para ahli,” kata Kuntjoro.

Menurut Kuntjoro, dapur SPPG ini telah menggerakkan Tefa APHPi  yang selama ini melayani masyarakat dengan produk olahan makanan bergizi. Termasuk Tefa budi daya tambak udang vaname sebagai pemasok dapur SPPG. “Dalam dapur SPPG ini, Tefa APHPi dan Tefa udang vaname berperan menjadi pemasok utama dapur dan dampaknya adalah proses produksi Tefa yang semuanya dikerjakan oleh para siswa kelas XI dan XII sebagai praktik mata pelajaran produktif akhirnya menjadi lebih produktif,” kata Kuntjoro.

Oktavian Ardiansyah, murid kelas XI SMK Perikanan dan Kelautan Puger, merasakan manfaat langsung keberadaan dapur SPPG dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja. Bahkan, secara tidak langsung telah mengantarkan dirinya juara pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Kabupaten Jember.

“Dengan adanya dapur MBG, saya dan teman-teman menjadi supplier ke dapur MBG untuk produk pentol, puding, udang kupas, dan telur kupas dan itu sangat berdampak bagi kita, di mana kita bisa tahu dan juga berlatih untuk analisis ekonomi mulai dari BEP (break even point) dan HPP (harga pokok penjualan). Jadi, seolah-olah kita yang memiliki usaha dan tentu membuat kita lebih siap untuk terjun ke dunia kerja nantinya,” ujar Oktavian.

Tak hanya Tefa di SMK, Tefa di lembaga kursus pun aktif dalam mendukung program MBG. Tefa Lembaga Kursus Abdi Bangsa Institute, Cianjur adalah salah satu contohnya. Lembaga kursus tersebut rutin setiap hari memproduksi roti untuk 3 SPPG di Kabupaten Cianjur dengan jumlah produksi mencapai 9 ribu potong per hari. “Lembaga kursus harus menjadi bagian penting dalam menyukseskan program MBG ini,” terang Pemimpin Lembaga Kursus Abdi Bangsa Institute, Aji Syamsurizal seraya menyampaikan bahwa kerja sama dengan SPPG dimulai sejak Januari 2026 melibatkan chef pastri professional. 

Menyambut baik pelibatan teaching factory dalam praktik MBG, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin berharap, program MBG dapat memberikan dampak luar biasa, tidak hanya pada pemenuhan gizi masyarakat Indonesia saja, tetapi juga menguatkan pendidikan vokasional di SMK-SMK di Indonesia. 

“Jadi, bahan pangan diproduksi oleh Tefa SMK bidang perikanan, peternakan, pertanian maupun tata boga, termasuk pengembangan alat-alat pendukung dapur SPPG juga bisa diproduksi oleh anak-anak SMK,” ujar Tatang.

Continue Reading

News

Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Indonesia Siap Bawa Misi Perdamaian di Gaza

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap perkembangan upaya kemanusiaan dan proses perdamaian di Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Presiden menilai sejumlah kemajuan signifikan telah dicapai, terutama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza. Ia menyebut distribusi bantuan berjalan lancar dan menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Kita melihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai,” ujar Presiden.

Menurutnya, aliran bantuan makanan dan kebutuhan dasar bagi warga Gaza saat ini berada pada tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai memberi harapan baru di tengah situasi yang masih penuh tantangan.

“Saya kira aliran bantuan makanan dan kebutuhan rakyat Gaza saat ini yang tertinggi selama beberapa tahun. Jadi makanan cukup dan kebutuhan lainnya mengalir deras,” lanjutnya.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa proses menuju perdamaian masih menghadapi berbagai hambatan. Ia menekankan pentingnya tekad kuat dan kewaspadaan dalam menghadapi dinamika di lapangan.

“Kita bertekad agar ini berhasil karena memberi harapan perdamaian. Namun, saya juga mengingatkan bahwa masih banyak kesulitan, hambatan, dan rintangan di depan,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara Muslim untuk terus mendorong tercapainya perdamaian berkelanjutan bagi rakyat Palestina. Ia kembali menekankan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

“Bagi kita, satu-satunya solusi jangka panjang adalah solusi dua negara,” tegasnya.

Dalam konteks stabilisasi kawasan, Presiden menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional. Ia mengungkapkan bahwa pengiriman kelompok awal atau advance team kemungkinan dapat dilakukan dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Indonesia juga dikonfirmasi akan mengisi posisi Wakil Komandan (Deputy Commander) dalam struktur misi tersebut. Sedikitnya 8.000 pasukan perdamaian disiapkan untuk tergabung dalam International Stabilization Force (ISF).

Selain Indonesia, sejumlah negara seperti Kazakhstan, Maroko, Kosovo, Mesir, dan Yordania menyatakan kesiapan bergabung dalam misi tersebut.

Langkah ini menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada kemanusiaan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Continue Reading

News

Anggaran Pendidikan Dipastikan Naik, Tak Terpangkas MBG

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan anggaran pendidikan untuk tahun 2026 akan meningkat dan tidak akan dipangkas demi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan Mu’ti di Jakarta pada Kamis (19/2/2026) setelah rapat koordinasi penyelenggaraan Program MBG di Surabaya.

Penegasan tersebut menepis kekhawatiran terkait alokasi dana pendidikan, di mana Mu’ti menyebutkan bahwa kementeriannya justru akan mengajukan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk menopang program MBG, yang akan didukung oleh Presiden.

Dalam keterangan resminya, Mu’ti menyatakan, “Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Maka, Kemendikdasmen mengajukan anggaran biaya tambahan (ABT).”

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa ABT merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak. Saat ini, Program MBG menjangkau 43 juta penerima manfaat yang mayoritas adalah siswa sekolah, mendukung semangat belajar dan penguatan karakter mereka.

Mengenai dukungan program tersebut, Mu’ti menambahkan, “MBG juga mendukung program ketujuh dalam Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi.”

Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk mempertahankan alokasi besar guna peningkatan mutu pendidikan tanpa pengurangan dana dari pemerintah. Sebagai contoh, pada tahun 2025, kementerian mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan, dengan 93 persen di antaranya telah selesai dibangun.

Continue Reading

News

Di Gala Ifthar Prabowo Tegaskan Komitmen Perjanjian Dagang AS

Kunjungan tersebut, menurut Presiden Prabowo, membawa agenda strategis yang berfokus pada penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu (18/2/2026).

Kunjungan tersebut, menurut Presiden Prabowo, membawa agenda strategis yang berfokus pada penyelesaian perjanjian dagang besar antara kedua negara. Perjanjian ini diharapkan dapat menjadi pendorong utama penguatan kemitraan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat di masa mendatang.

“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” ujar Presiden.

“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.

Selain aspek ekonomi, Presiden Prabowo juga menegaskan kembali peran historis Amerika Serikat dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949. Dukungan tersebut diyakini menjadi fondasi moral yang kuat bagi hubungan bilateral kedua negara. “Indonesia akan selalu mengingat peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam sejarah kami,” katanya.

Meskipun Indonesia menganut politik luar negeri non-blok, Presiden Prabowo menekankan bahwa hal tersebut tidak mengurangi komitmen persahabatan dengan Amerika Serikat maupun negara-negara besar lainnya. Indonesia berupaya menjadi jembatan dan ‘honest broker’ di tengah dinamika global. “Kami selalu ingin melihat kehadiran Amerika yang kuat di Indonesia. Kami ingin meyakinkan bahwa Indonesia adalah sahabat sejati,” tegas Presiden.

Continue Reading

News

Geram!Kapolri Perintahkan Seluruh Anggota Kepolisian Lakukan Tes Urine

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintah Divisi Propam di seluruh Indonesia untuk melakukan tes urine terhadap seluruh anggota kepolisian. Jenderal Sigit memerintahkan kegiatan serempak urinalisis tersebut menyusul kasus-kasus anggota kepolisian yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Baru-baru ini, Polri kembali dipermalukan dengan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro yang menjadi tersangka kasus narkoba. AKBP Didik bukan cuma menggunakan narkoba, namun juga menyimpan satu koper beragam jenis barang haram tersebut. Bahkan AKBP Didik terlibat dalam skandal perederan narkoba lantaran menerima uang dari bandar-bandar barang haram tersebut.

Terungkapnya kasus ini setelah Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap sejumlah anak buah AKBP Didik yang menjadi pengguna sekaligus bandar narkoba. AKBP Didik sudah dijadikan tersangka dan telah dipecat dari kepolisian pada Kamis (19/2/2026).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, perintah Kapolri agar seluruh anggota kepolisian dilakukan tes urine untuk menyisir personel-personel yang bikin malu institusi, karena mengkonsumsi barang haram narkoba.

“Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh personel Polri bersih dari penyalahgunaan narkotika, dan demi menjaga integritas. Berdasarkan perintah Kapolri, Divisi Propam Polri dan jajaran agar melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine terhadap seluruh anggota, yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah,” kata Trunoyudo, Jumat (20/2/2026).

Trunoyudo menerangkan, perintah Kapolri agar seluruh anggotanya melakukan tes urine demi menjaga institusi Polri. Pun sekaligus untuk membuktikan keseriusan Polri dalam memberantas praktik penyalahgunaan narkoba dari internal para anggotanya sendiri. Jenderal Sigit, kata Trunoyudo, tak ingin anggota-anggota Polri yang seharusnya menjadi komandan utama pemberantasan narkoba di masyarakat malah menjadi pemakai barang haram tersebut, apalagi terlibat dalam rantai pasok zat-zat iblis tersebut.

Karena itu, kata Trunoyudo, demi menjaga independensi pelaksanaan tes urine serempak itu, agar Divisi Propam juga menggandeng lembaga-lembaga eksternal. “Pemeriksaan urine para anggota tersebut akan melibatkan fungsi pengawasan Polri, baik internal maupun eksternal, dari level Mabes sampai polda-polda jajaran, untuk menjaga integritas,” kata Trunoyudo.

Para pemimpin Polri, kata Trunoyudo, tak akan segan dan pandang bulu memberikan sanksi keras terhadap anggota-anggota kepolisian urinalisisnya positif mengkonsumsi narkoba. “Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai salah satu kejahatan luar biasa yang merusak masa depan bangsa Indonesia,” kata Trunoyudo.

Sebelum terungkapnya kasus narkoba yang melibatkan AKBP Didik, institusi berkali-kali menanggung malu lantaran banyak anggota kepolisian yang ditangkap lantaran menggunakan, bahkan menjadi penjual narkoba. Paling geger saat Polri menangkap Inspektur Jenderal (Irjen) Teddy Minahasa Putra. Mantan kapolda Sumatera Barat (Sumbar) dan Jawa Timur (Jatim) itu ditangkap karena nekat memanipulasi barang bukti narkoba sabu-sabu seberat 5 kg yang akan dimusnahkan.

Teddy mengganti barang bukti sabu-sabu yang akan dimusnahkan itu dengan tawas. Adapun sabu-sabu yang asli, dijualnya ke salah satu bandar di Jakarta. Teddy diseret ke pengadilan, dan kini menjalani pidana penjara seumur hidup. Kasus Teddy tersebut, pun mengungkap sejumlah perwira-perwira menengah lainnya yang terlibat dalam skandal manipulasi dan penjualan barang bukti narkoba tersebut. Para anggota kepolisian lain yang terlibat dalam kasus itu dipidana rata-rata selama 17 tahun penjara.

Continue Reading

News

Dagang RI-AS: Tarif Resiprokal 19 Persen Resmi Diteken

Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya proses negosiasi intensif yang telah berlangsung sejak pengumuman kebijakan resiprokal AS pada April 2025, dengan persetujuan AS atas sekitar 90 persen usulan Indonesia.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara resmi menuntaskan perjanjian tarif dagang resiprokal sebesar 19 persen untuk sejumlah produk Indonesia ke pasar AS. Kesepakatan ini ditandatangani di Washington pada Kamis, 20 Februari 2025, dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump.

Penandatanganan tersebut menandai berakhirnya proses negosiasi intensif yang telah berlangsung sejak pengumuman kebijakan resiprokal AS pada April 2025, dengan persetujuan AS atas sekitar 90 persen usulan Indonesia.

“Hari ini Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani ART dengan Pak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral itu berjalan cukup lama, selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Airlangga Hartarto menambahkan, kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi intensif yang melibatkan pengiriman empat surat resmi dari Pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2025.

“Kesepakatan ini berbeda dengan ART negara lain karena AS sepakat mencabut pasal non-ekonomi seperti kerja sama reaktor nuklir, pertahanan, dan keamanan sehingga perjanjian murni fokus pada perdagangan,” ujar Airlangga.

Dalam kesepakatan tarif tersebut, sekitar 1.819 pos tarif produk Indonesia akan memperoleh fasilitas, mencakup berbagai sektor pertanian dan industri. Produk-produk yang termasuk di dalamnya antara lain kelapa sawit, kopi dan kakao, rempah-rempah, elektronik dan semikonduktor, hingga alat pesawat terbang.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News20 seconds ago

Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Saat Ramadan dan Jelang Lebaran

LakeyBanget14 minutes ago

Bertemu Menpora RI, Dubes Indonesia untuk Malaysia Bahas SEA Games 2027

LakeyBanget25 minutes ago

Duel Panas di GBLA: Persib Bandung Usung Misi Revans Lawan Persita Tangerang

LakeyBanget54 minutes ago

Ronaldo Puasa Ramadan Bareng Pemain Al Nassr

LakeyBanget1 hour ago

Prabowo Bertemu Pemilik Chelsea, Dihadiahi Jersey Reece James

Ruang Sujud14 hours ago

Ikuti Anjuran Nabi, Pria Ini Raih Kekayaan Rp208 Triliun

News14 hours ago

Jaga Populasi OAP, Provinsi Papua Tengah Lakukan ini

Review15 hours ago

Menelaah Paparan Prabowo Tentang Transformasi Nasional Hingga Sekolah Digital

News15 hours ago

Trump Umumkan Kebijakan Tarif Global Baru Setelah Putusan Mahkamah Agung

News15 hours ago

Ribuan Produk Indonesia Mendadak Nol Persen ke AS, Apa Saja?

News16 hours ago

Puasa, Ritme Tubuh, dan Isyarat yang Sering Kita Abaikan

News16 hours ago

Kontribusi Pendidikan Vokasi di Balik Program Makan Bergizi Gratis

LakeyBanget16 hours ago

Zidane Sepakat Tangani Timnas Prancis, Mulai Kapan?

LakeyBanget17 hours ago

Viral Alumni Bangga Anak Jadi WNA, LPDP Respon Begini

LakeyBanget17 hours ago

Lukisan ‘Kuda Api’ Karya SBY Laku Rp 6,5 Miliar, Siapa Pembelinya?

LakeyBanget1 day ago

Didukung Klub, Hugo Ekitike Antusias Lakoni Puasa Ramadan di Anfield

LakeyBanget1 day ago

Debut di Korea Selatan, Jumbo Tembus 6 Besar Box Office

LakeyBanget1 day ago

Siapkan Skema Beasiswa, Kemdiktisaintek-Kemenpora Sinkronkan Data Atlet

News1 day ago

Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF, Indonesia Siap Bawa Misi Perdamaian di Gaza

Ruang Sujud1 day ago

Ramadan Dan Momentum Kepulangan Kepada Tuhan

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.