Infografis
Butet Sindir Gibran: Rindu Ada Wapres 35 Tahun Lawan Profesor

Monitorday.com – Seniman Butet Kartaradjasa menyindir Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang menurutnya tidak cukup pengalaman untuk menjadi seorang calon wakil presiden.
Butet membandingkan putra sulung Presiden Joko Widodo itu dengan bakal calon wakil presiden Mahfud MD yang ia anggap berpengalaman berkaca dari gelar yang dimiliki Mahfud.
“Saya justru mengharapkan Mas Gibran itu maju jadi wapres, penting sekali. Karena saya sangat merindukan nanti kalo ada perdebatan, wapresnya debat, 35 tahun lawan Profesor Mahfud MD, asyik tho?” kata Butet dalam acara bincang-bincang di kawasan Blok M, Jakarta, Senin (23/10/2023).
Butet menuturkan, perdebatan antara Gibran dan Mahfud kelak akan sangat keren karena pengalaman yang dimiliki oleh Mahfud dan Gibran ia nilai tidak sebanding.
“Itu perdebatan paling keren wapres sepanjang sejarah Indonesia. Profesor doktor sangat berpengalaman (melawan) dua tahun, dua tahun kok berpengalaman?” ujar Butet.
Ia pun meyakini bahwa Mahfud kelak akan menjadi sosok wakil presiden yang punya banyak peran pada kerja-kerja pemerintah.
Ia menganggap, Mahfud bukanlah wakil presiden yang hanya akan menjadi ban serep bagi presidennya.
“Kalau sementara ini beberapa waktu yang lalu, yang namanya wapres itu kan cuma kayak boneka, ban serep, tetapi saya yakin kalau Pak Mahfud MD jadi wapres-nya Mas Ganjar, jelas bukan wapres boneka,” kata Butet.
Butet pun meyakini bahwa Ganjar dan Mahfud akan membagi tugas mereka saat menjabat kelak “Ini bagi tugas, (isu) politik hukum ya jelas, (tugasnya) Pak Mahfud ya tho? Masak Cak Lontong?” ujar dia. Gibran telah dideklarasikan menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju.

Infografis
Jaga Aspirasi Cegah Provokasi
Aksi menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi dan harus dihormati. Namun, pengalaman Agustus 2025 menjadi pengingat bahwa provokasi, disinformasi, dan eskalasi kekerasan dapat mengaburkan substansi aspirasi masyarakat.
Infografis
4 Medali AI dari Panggung Dunia
Empat siswa Indonesia menorehkan sejarah di ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2025 dengan memperoleh tiga medali Perak dan satu medali Perunggu. Olimpiade di bidang kecerdasan artifisial ini diselenggarakan di Beijing, China pada 2 s.d. 9 Agustus 2025.
Infografis
Waspada Kelompok Senyap Mendaur Ulang Prahara Agustus 2025
Jelang aksi demo yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap provokasi, disinformasi, dan potensi penunggangan aksi yang dapat menggeser penyampaian aspirasi menjadi kekacauan. Peristiwa Agustus 2025 menjadi catatan penting bahwa ketegangan publik dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh situasi.
Infografis
Menyalakan Masa Depan Indonesia
Pemerintah terus memperluasakses bacaan bermutu agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan bertumbuh. Melalui Kemendikdasmen, jutaan buku dikirimkan ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru negeri untuk memperkuat budaya literasi.
Infografis
Rumah Pendidikan Ukir Prestasi Dunia
Superapps Rumah Pendidikan berhasil raih predikat Winner dalam WSIS Prizes 2026, ajang penghargaan inovasi digital dunia yang diselenggarakan oleh International Telecommuni- cation Union di bawah naungan PBB. Penga- kuan ini menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia mampu menghadirkan layanan publik yang inklusif,inovatif, dan berdampak luas.
Infografis
Penggerak Ekonomi Daerah
Revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki gedung sekolah, tetapi menghadirkan manfaat bagi peserta didik, guru, tenaga kerja, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar. Capaian tahun 2025 menjadi fondasi untuk memperluas program revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Infografis
Buy Indonesia, Ketika Singapura Merapat ke Jakarta
NARASI “Sell Indonesia” sempat ramai dan seolah menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mulai ditinggalkan. Namun kunjungan PM Singapura ke Jakarta justru memperlihatkan fakta berbeda: Singapura datang bukan untuk menjauh, tetapi justru memperkuat kerja sama dengan Indonesia.
Infografis
Waspadai Narasi Serakahnomic
Narasi “Indonesia gelap”, “Indonesia bangkrut”, “Sale Indonesia”, hingga “1998 Redux” bukan sekadar slogan politik biasa. Di baliknya, ada dugaan upaya membangun kepanikan publik demi mengulang pola lama: krisis direkayasa, negara dilemahkan, lalu kekayaan Indonesia dijarah.
Infografis
Investor Global Tetap Percaya Indonesia
Di tengah sentimen negatif terhadap perekonomian Indonesia, minat investor global terhadap aset Indonesia tetap kuat. Hal ini tercermin dari suksesnya penerbitan global bond perdana Danantara yang mendapat respon besar dari pasar internasional.
Infografis
Melawan Pesimisme: Menjaga Harapan, Memperkuat Kedaulatan
Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Moti, menilai narasi seperti Indonesia Gelap, Indonesia Bangkrut, Sale Indonesia, Kabur dari Indonesia, hingga Buang Rupiah sebagai narasi yang melemahkan ke- mandirian bangsa. Menurutnya, gerakan sosial seharusnya melahirkan gagasan yang membangun, bukan menyebarkan rasa putus asa.


































