Connect with us

News

Di Rapim TNI–Polri, Presiden Prabowo Tekankan Profesionalisme dan Persatuan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (09/02/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan pada awal tahun sebagai forum konsolidasi pimpinan TNI dan Polri.

“Jadi hari ini Bapak Presiden berkesempatan memberikan pengarahan dalam forum rapat pimpinan TNI dan Polri. Ini adalah agenda rutin tahunan sebetulnya, jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” ujar Mensesneg dalam keterangannya kepada awak media usai acara.

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menekankan peran strategis TNI dan Polri sebagai institusi pertahanan dan keamanan negara yang harus terus diperkuat, profesional, serta senantiasa dekat dengan rakyat. Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi TNI dan Polri selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya, terutama dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Tadi juga beliau menyampaikan terima kasih, penghargaan dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi kader terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah, yang semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan,” ungkap Mensesneg.

Selain itu, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya persatuan dan soliditas di lingkungan TNI dan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Terkait kesejahteraan personel, Presiden Prabowo meminta pimpinan TNI dan Polri agar tidak ragu memberikan penghargaan kepada anggota yang menunjukkan dedikasi dan pengabdian luar biasa.

“Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan dharma baktinya kepada bangsa dan negara, telah menunjukkan dedikasinya, telah menunjukkan pengabdiannya dalam berbagai bentuk penghargaan tersebut,” ucap Mensesneg.

Mensesneg menambahkan bahwa taklimat Presiden Prabowo juga memberikan evaluasi agar TNI dan Polri terus menjadi institusi yang kuat, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Presiden Prabowo turut menyoroti peran nyata TNI dan Polri yang selama ini berada di garda terdepan dalam penanganan bencana serta mendukung pembangunan di daerah-daerah terpencil.

“Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan, kemudian dalam hal pembangunan-pembangunan berbagai program-program pemerintah termasuk di jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras untuk ikut membangun, sehingga bisa meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Terkait persiapan ramadan dan Idulfitri, Mensesneg menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian terus dilakukan, dengan keterlibatan aktif TNI dan Polri, khususnya dalam menjaga kelancaran dan keamanan masyarakat.

“Secara spesifik arahan dari Pak Presiden memang di dalam forum tadi sudah secara eksplisit disampaikan, tetapi dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi, dan baik TNI maupun Polri selalu hadir karena bagaimana pun juga saling berkaitan ya,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kunjungan Prabowo ke Jepang Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis, Apa Saja?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat investasi strategis, khususnya di sektor energi dan hilirisasi. Fokus utama kunjungan tersebut mencakup percepatan transisi energi nasional serta pengembangan proyek Blok Masela.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan dua agenda utama dalam kunjungan tersebut berjalan optimal.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya kepada awak media di Tokyo, pada Senin (30/03/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa proyek Blok Masela kini telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Menurutnya, nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan.

“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dolar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut, mengingat perannya yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia,” tegasnya.

Selain Blok Masela, pemerintah juga memperkuat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.

“Memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,” ujarnya.

Menurut Bahlil, capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang solid antarkementerian dan lembaga dalam kunjungan ke Jepang. “Ini adalah bagian daripada upaya untuk melakukan itu, dan semua ini sudah tentu bisa terjadi karena koordinasi yang baik yang dilakukan oleh Pak Seskab sebagai ketua kelas dalam mengoordinasi urusan-urusan ini di Jepang,” tandasnya. 

Continue Reading

News

Wamen Fajar Tegaskan Pentingnya Pembiasaan Disiplin dan Penguatan Karakter Siswa Usai Lebaran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya pembiasaan disiplin dan penguatan karakter siswa setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembina upacara di Taman Siswa, Bogor, Senin, dengan membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“Kehadiran kami di sini adalah pesan bahwa pemerintah hadir untuk semua. Baik sekolah negeri maupun swasta, semuanya memiliki peran penting dan harus terus didukung,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan pembelajaran tatap muka, pembentukan karakter, serta pembiasaan kebiasaan positif sebagai fondasi menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing. Selain itu, pelaksanaan upacara bendera secara rutin juga ditekankan sebagai upaya memperkuat rasa nasionalisme siswa.

Fajar menambahkan, nilai-nilai positif harus ditanamkan secara konsisten agar menjadi budaya yang melekat sejak dini. Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan sistem pendidikan antar-jenjang sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Menurutnya, pengembangan sekolah terintegrasi menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat kesinambungan pembelajaran.

“Skemanya sedang disiapkan pemerintah dan praktik seperti di Taman Siswa ini menjadi referensi penting,” katanya.

Usai upacara, Fajar berdialog langsung dengan para siswa dari berbagai jenjang. Dalam kesempatan tersebut, siswa menyampaikan manfaat yang dirasakan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk meningkatnya semangat belajar, penghematan uang jajan, serta kondisi ruang belajar yang lebih nyaman.

Salah satu siswa SMA Taman Siswa, Asmiranda, mengungkapkan bahwa program tersebut berdampak positif bagi keseharian mereka di sekolah.

“Alhamdulillah, adanya MBG dan perbaikan sekolah kami makin semangat belajar, hemat jajan, dan ruangan menjadi lebih nyaman dan terang,” ujarnya.

Para siswa juga berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena dinilai berkontribusi pada kesehatan dan motivasi belajar. Selain itu, Program Revitalisasi Sekolah turut dirasakan manfaatnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Continue Reading

News

Langgar PP Tunas, Menkomdigi Bakal Panggil Meta dan Google

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan pemerintah akan memanggil dua raksasa teknologi, Meta Platforms dan Google, terkait dugaan pelanggaran aturan implementasi PP Tunas yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin (30/3), Meutya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan selama dua hari sejak kebijakan diberlakukan, masih terdapat platform digital yang belum memenuhi ketentuan yang diwajibkan pemerintah.

“Aturan ini mewajibkan delapan platform berisiko tinggi untuk menonaktifkan akun anak. Namun kami mencatat ada dua entitas bisnis yang tidak mematuhi hukum, yaitu Meta dan Google,” ujarnya.

Meta diketahui menaungi sejumlah platform populer seperti Facebook, Instagram, dan Threads, sementara Google mengelola YouTube. Keduanya dinilai belum menjalankan kewajiban sesuai Permen Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP Tunas.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengirimkan surat pemanggilan kepada kedua perusahaan tersebut sebagai bagian dari penerapan sanksi administratif.

“Kepada keduanya, pemerintah hari ini mengirimkan surat pemanggilan sebagai bagian dari penerapan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Meutya.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk melindungi anak-anak di ruang digital, mengingat Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia. Diperkirakan terdapat sekitar 70 juta anak di bawah usia 16 tahun yang berpotensi terdampak oleh penggunaan platform digital.

Ia mengakui bahwa implementasi kebijakan ini tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, pemerintah tetap meyakini bahwa langkah tersebut merupakan arah yang tepat, terlebih karena kebijakan serupa juga telah diterapkan di berbagai negara di kawasan Asia, Asia Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah.

“Kami mengajak seluruh orang tua dan juga anak-anak untuk ikut mengawal, mengawasi, serta menegur platform yang tidak patuh,” ujarnya.

Pemerintah berharap, melalui penegakan aturan ini, ekosistem digital di Indonesia dapat menjadi lebih aman dan ramah bagi anak-anak.

Continue Reading

News

Prajurit TNI UNIFIL Gugur, Menlu RI Kecam Serangan Israel di Lebanon

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengecam keras serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

Prajurit yang gugur diketahui bernama Farizal Rhomadhon. Ia tewas setelah sebuah proyektil menghantam pos pasukan penjaga perdamaian di Adchit Al Qusayr, area penugasan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Kami mengecam keras insiden ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi, Senin (30/3).

Selain korban tewas, tiga prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Satu di antaranya dalam kondisi kritis dan koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.

Sugiono juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit tersebut. “Kami, atas nama pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Pemerintah Indonesia mendesak semua pihak untuk segera menahan diri dan menurunkan eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan bahwa dampak konflik di kawasan tersebut sudah sangat besar dalam satu bulan terakhir.

Sementara itu, pemerintah masih menunggu hasil investigasi dari pihak UNIFIL terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri juga telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut untuk memantau kondisi prajurit Indonesia di lapangan serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah almarhum.

Selain itu, Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi PBB yang membidangi operasi penjaga perdamaian guna membahas pemulangan jenazah, mendorong investigasi menyeluruh, serta menyerukan deeskalasi konflik.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Continue Reading

News

Gandeng Kemenag dan Kemendagri, Kemendikdasmen Terbitkan SEB tentang Upacara Bendera

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memperkuat pelaksanaan upacara bendera di sekolah melalui penerbitan Surat Edaran Bersama (SEB) lintas kementerian. Kebijakan ini melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri guna memastikan pelaksanaannya berjalan terstruktur dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penguatan karakter dan penanaman nilai cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Upacara bendera menanamkan nilai disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya sikap berbangsa dan bernegara,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam SEB tersebut, pemerintah menetapkan bahwa upacara bendera wajib dilaksanakan di satuan pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan minimal pada:

  • Setiap hari Senin pagi
  • Peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus
  • Hari besar nasional lainnya

Aturan ini berlaku secara seragam bagi sekolah umum dan madrasah. Dengan diterbitkannya kebijakan baru ini, sejumlah aturan sebelumnya resmi dicabut agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.

Salah satu poin penting dalam kebijakan ini adalah kewajiban pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam setiap upacara. Ikrar tersebut memuat lima komitmen utama, mulai dari keimanan, penghormatan kepada orang tua dan guru, semangat belajar, kerukunan antarsesama, hingga kecintaan terhadap tanah air.

Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kesadaran kolektif pelajar terhadap nilai kebangsaan dan etika sosial sejak dini.

Penguatan upacara bendera juga sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, seperti religiusitas, gotong royong, kemandirian, dan nasionalisme.

Selain itu, pemerintah mendorong pendekatan kultural dengan menganjurkan siswa menyanyikan atau mendengarkan lagu bertema persatuan setelah upacara hari Senin, guna memperkuat nilai kebersamaan secara lebih kontekstual.

Implementasi kebijakan ini juga melibatkan pemerintah daerah. Gubernur serta Bupati/Wali Kota melalui dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan di wilayah masing-masing.

Sinergi ini memperkuat pelaksanaan kebijakan pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pemerintah menilai, upacara bendera bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen penting dalam pendidikan karakter jika dilakukan secara konsisten dan bermakna.

Melalui kebijakan ini, diharapkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta tanggung jawab sosial semakin tertanam kuat dalam diri pelajar Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Continue Reading

News

Dari Tokyo, Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk menjalankan transformasi ekonomi secara menyeluruh, memperkuat kemitraan strategis, serta mempercepat transisi menuju energi hijau. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kuncinya pada Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Senin (30/03/2026).

Di bidang energi, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan transformasi besar menuju energi bersih dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi yang kami lihat,” ujar Presiden.

Selain energi surya, Presiden juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan lainnya seperti panas bumi, serta pengembangan bahan bakar nabati. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia dan tengah mempercepat produksi bahan bakar berbasis kelapa sawit, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari 40 persen menjadi 50 persen, serta pengembangan bahan bakar berbasis etanol dan berbagai komoditas nabati lainnya.

“Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada,” tutur Presiden.

Menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang rasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks.

“Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan karakter ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan dan kemitraan internasional. Oleh karena itu, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip persahabatan seluas-luasnya.

“Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, kondisi geopolitik global saat ini menjadi bukti bahwa negara yang mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk kekuatan besar dunia, akan berada pada posisi yang lebih rasional dan bijak. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dengan Jepang sebagai mitra strategis yang harus terus diperkuat. 

Kepala Negara juga menekankan bahwa Indonesia tengah menjalankan reformasi nyata untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.

“Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien. Dan saya bertekad untuk melanjutkan apa yang telah saya mulai ketika menerima mandat dari rakyat saya,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa transformasi strategis Indonesia mencakup transformasi ekonomi yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mendorong industrialisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perlindungan sumber daya alam, termasuk hutan, yang tidak hanya berdampak bagi Indonesia tetapi juga dunia.

“Hutan kita harus dilindungi. Hutan-hutan yang telah hancur, kita harus melakukan reboisasi besar-besaran, bukan hanya untuk kebaikan Indonesia tetapi juga untuk kebaikan dunia,” kata Presiden.

Dengan visi besar, langkah cepat, dan arah yang jelas, Indonesia kini tampil sebagai kekuatan baru yang siap memimpin di era energi hijau dan industri masa depan serta menjadi mitra strategis yang stabil, terbuka, dan menjanjikan bagi dunia.

Continue Reading

News

Ibnu Haytham: Ilmuwan Muslim Pertama yang Mengubah Cara Dunia Berpikir

Published

on

Di dunia yang hari ini penuh jawaban, kita justru kehilangan satu hal yang paling penting: pertanyaan.

Segalanya tersedia. Informasi mengalir tanpa henti. Jawaban hadir bahkan sebelum kita selesai berpikir. Namun di balik kemudahan itu, ada sesuatu yang diam-diam hilang—cara kita mencari kebenaran. Kita terbiasa menerima, jarang menguji. Kita cepat percaya, lambat meragukan.

Dalam konteks inilah, Ibnu al-Haytham menjadi relevan—bukan sebagai tokoh masa lalu, tetapi sebagai cara berpikir yang terasa semakin langka.

Dalam sebuah forum ilmiah santri di STAIMA Al-Hikam, Malang, Wamendikti Saintek Profesor Stella, sempat menyebut namanya sebagai ilmuwan sejati pertama di dunia. Sebuah klaim yang, pada awalnya, terdengar berlebihan. Bukankah sebelum Ibnu Haytham sudah ada banyak pemikir besar?

Namun, pertanyaannya bukan siapa yang lebih dulu menemukan sesuatu. Pertanyaannya adalah: siapa yang pertama kali mengajarkan bagaimana menemukan.

Di masa sebelum Ibnu Haytham, pengetahuan berjalan di atas otoritas. Apa yang dikatakan oleh para pemikir besar diterima sebagai kebenaran. Dunia percaya karena memang tidak ada alasan untuk tidak percaya. Tradisi berpikir belum mengenal keraguan sebagai metode.

Ibnu Haytham datang dengan sesuatu yang berbeda.

Ia tidak menolak pengetahuan sebelumnya, tetapi ia tidak tunduk padanya. Ia membaca, lalu meragukan. Ia memahami, lalu menguji. Bahkan terhadap pemikir besar seperti Ptolemy dan Aristoteles, ia memilih untuk tidak sekadar menerima.

Baginya, pencari kebenaran harus berani menjadi “musuh” bagi apa yang ia baca.

Dari situlah sesuatu yang baru lahir—bukan sekadar teori, tetapi metode.

Ibnu Haytham memperkenalkan pendekatan yang hari ini menjadi fondasi sains modern: observasi, eksperimen, dan verifikasi. Ia tidak hanya bertanya “apa”, tetapi juga “bagaimana kita tahu bahwa ini benar”. Ia tidak berhenti pada penjelasan, tetapi melanjutkan pada pembuktian.

Dalam karyanya Kitab al-Manazir, ia menjelaskan bahwa penglihatan terjadi karena cahaya masuk ke mata, bukan sebaliknya. Temuan ini mungkin terdengar sederhana hari ini, tetapi pada zamannya, ia mengguncang cara manusia memahami dunia.

Namun, sekali lagi, yang lebih penting dari temuannya adalah cara ia sampai pada temuan itu.

Ia menunjukkan bahwa kebenaran bukanlah sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang dicari. Bahwa ilmu bukan milik mereka yang berbicara paling keras, tetapi mereka yang mampu membuktikan dengan paling jujur.

Di sinilah kita mulai memahami mengapa ia disebut sebagai ilmuwan sejati pertama.

Bukan karena ia yang pertama berpikir, tetapi karena ia yang pertama merumuskan cara berpikir itu sendiri.

Di hadapan para santri, gagasan ini menemukan momentumnya. Selama ini, banyak dari kita memaknai belajar sebagai proses menerima—menerima penjelasan, menerima teks, menerima otoritas. Padahal, dalam tradisi ilmiah yang ditunjukkan Ibnu Haytham, belajar justru dimulai dari bertanya.

Menjadi santri ilmiah bukan berarti meninggalkan iman. Justru sebaliknya, ia adalah upaya untuk memuliakan akal sebagai bagian dari pencarian kebenaran. Ibnu Haytham tidak memisahkan antara ilmu dan spiritualitas. Baginya, memahami dunia adalah bagian dari memahami ciptaan.

Bagi Ibnu Haytham, pencarian ilmiah berakar pada tauhid. Ia memulai tulisannya dengan menyebut nama Allah, dan menutupnya dengan pujian serta shalawat—bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai kesadaran bahwa ilmu adalah bagian dari penghambaan. Dalam dirinya, sains bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan ubudiyyah: upaya mendekat kepada Tuhan melalui kejujuran dalam mencari kebenaran. Dari keyakinan itulah lahir disiplin, ketekunan, dan keberanian untuk menguji. Ia tidak meneliti untuk sekadar tahu, tetapi untuk memahami ciptaan dengan cara yang paling jujur.

Dan memahami ciptaan, pada akhirnya, adalah jalan menuju Sang Pencipta.

Namun, relevansi Ibnu Haytham tidak berhenti di ruang-ruang kajian. Ia justru semakin terasa penting di era hari ini—era ketika kecerdasan artifisial mampu menjawab hampir segala hal.

Kita hidup dalam zaman di mana mesin bisa memberi jawaban, tetapi tidak semua manusia mampu mengajukan pertanyaan.

Di sinilah letak paradoks kita.

Teknologi berkembang begitu cepat, tetapi cara berpikir kita tidak selalu ikut tumbuh. Kita memiliki akses pada pengetahuan, tetapi belum tentu memiliki metode untuk memahaminya. Kita tahu banyak hal, tetapi belum tentu tahu bagaimana memastikan bahwa yang kita tahu itu benar.

Jika Ibnu Haytham hidup hari ini, mungkin ia tidak akan terpesona oleh kecanggihan teknologi. Ia justru akan bertanya: apakah kita masih menguji, atau hanya menerima dalam bentuk yang lebih canggih?

Sebab tanpa metode, pengetahuan hanya akan menjadi ilusi yang terlihat meyakinkan.

Ibnu Haytham mengajarkan sesuatu yang sederhana, tetapi mendasar: bahwa ilmu dimulai dari keraguan yang jujur. Dari keberanian untuk tidak langsung percaya. Dari kesediaan untuk menunda kepastian, demi menemukan kebenaran yang lebih utuh.

Maka, ketika ia disebut sebagai ilmuwan sejati pertama di dunia, mungkin yang dimaksud bukanlah urutan sejarah, melainkan sebuah lompatan cara berpikir.

Ia tidak hanya menemukan jawaban. Ia menemukan cara untuk tidak mudah puas dengan jawaban.

Dan di dunia yang hari ini penuh dengan kepastian instan, mungkin itulah pelajaran yang paling kita butuhkan.

Continue Reading

News

Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan

Bulan Syawal seharusnya tidak dipahami sebagai garis akhir dari ibadah, melainkan sebagai titik awal untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Ayi Yunus Rusyana, menyoroti fenomena menurunnya semangat ibadah umat Islam setelah bulan Ramadan. Pernyataan ini disampaikan dalam tausiah reflektif pada acara Gerakan Subuh Mengaji yang diselenggarakan pada Sabtu (28/03).

Ayi Yunus Rusyana menekankan bahwa bulan Syawal seharusnya tidak dipahami sebagai garis akhir dari ibadah, melainkan sebagai titik awal untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan. Ia mengakui tantangan dalam mempertahankan konsistensi ibadah pasca-Ramadan.

Banyak umat, kata Ayi, cenderung menganggap Ramadan sebagai “garis finis” setelah sebulan penuh beribadah, yang berakibat pada penurunan semangat ibadah di bulan Syawal. Kondisi ini terlihat dari masjid-masjid yang kembali lengang, berkurangnya tilawah Al-Qur’an, dan merosotnya semangat bersedekah secara drastis setelah Ramadan.

“Fenomenanya begitu. Ramadan terasa sempit karena jamaah membludak, tetapi Syawal membuat masjid kembali ‘luas’,” ujarnya.

Ia juga menyinggung data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang mencapai puncaknya di bulan Ramadan, namun kembali menurun pada bulan berikutnya. Menurut Ayi, kondisi ini menunjukkan adanya pandangan ibadah sebagai aktivitas musiman, padahal Al-Qur’an dalam Surah An-Nahl ayat 92 telah mengingatkan agar manusia tidak seperti orang yang merusak kembali benang yang telah dipintal kuat. Ia menambahkan, tujuan puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yakni la’allakum tattaqun, menunjukkan proses berkelanjutan, bukan hasil instan.

“Takwa itu bukan status yang selesai diraih setelah Ramadan, tetapi proses yang terus dijalani,” jelasnya.

Continue Reading

News

Masa Depan Zakat Berbasis Edge AI

Permasalahan utama terletak pada kurangnya kepercayaan (trust) dari muzaki dan efisiensi dalam proses distribusi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Filantropi Islam di Indonesia berada di titik krusial menuju tahun 2026, menghadapi tantangan besar dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional. Meskipun Indonesia Zakat Outlook 2026 mencatat potensi zakat mencapai lebih dari Rp 327 triliun, realitas penghimpunan nasional masih sangat rendah, seringkali hanya menyentuh angka belasan persen dari potensi tersebut. Situasi ini mendorong pemikiran ulang tentang bagaimana teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dapat dimanfaatkan.

Permasalahan utama terletak pada kurangnya kepercayaan (trust) dari muzaki dan efisiensi dalam proses distribusi. Pembayar zakat menuntut transparansi real-time, sementara lembaga amil membutuhkan kecepatan dalam memvalidasi penerima yang berhak. Dalam konteks ini, AI tidak hanya dipandang sebagai tren, melainkan sebagai infrastruktur esensial untuk menjaga kemurnian amanah umat sesuai koridor syariah dan mengatasi celah lebar antara potensi dan realisasi.

Riset menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pengelolaan zakat mampu meningkatkan efisiensi penghimpunan hingga 40 persen dan mempercepat distribusi bantuan sebesar 55 persen. Namun, penting ditekankan bahwa digitalisasi tanpa kerangka riset yang kuat berisiko menciptakan otomasi yang “buta” terhadap nilai-nilai lokal dan prinsip fikih. Banyak pihak terkadang terjebak pada keinginan mengilmiahkan zakat hingga mengaburkan batasan syariat yang telah ditetapkan.

Penting untuk memastikan klasifikasi penerima zakat tidak meleset dari batasan syariat. Kecerdasan Buatan memiliki peran vital dalam menegaskan hal ini.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat (amil), para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fisabilillah) dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

Melalui pendekatan algoritma klasifikasi, AI memungkinkan penentuan yang presisi terhadap kategori penerima zakat. Misalnya, AI dapat menganalisis Debt-to-Income Ratio untuk mengidentifikasi gharimin (orang terlilit utang demi kebutuhan pokok) atau menggunakan geospatial analytics untuk memetakan musafir yang membutuhkan bantuan darurat (ibnu sabil). Dengan formula rasio kecukupan, AI membantu amil mengambil keputusan yang lebih objektif.

Hasil implementasi ini sangat signifikan, dengan potensi menekan kesalahan sasaran (inclusion and exclusion error) dalam distribusi zakat hingga 22 persen. Angka ini memiliki arti besar bagi keadilan sosial dan penguatan kepercayaan publik. Pendekatan Whitecyber Research Framework (WRF) digunakan untuk menganalisis implementasi AI untuk Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, memastikan teknologi diintegrasikan sebagai ekosistem yang mencakup keamanan data, kecerdasan buatan, dan dampak sosial yang terukur.

Continue Reading

News

Iran Usulkan Pakta Keamanan Regional Tanpa AS-Israel

Keamanan kawasan tidak seharusnya bergantung pada kekuatan eksternal, melainkan dapat diwujudkan melalui sistem pertahanan kolektif oleh negara-negara Muslim

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Republik Islam Iran menyatakan kesiapan untuk membangun aliansi keamanan dan militer bersama negara-negara kawasan, tanpa melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Usulan ini disampaikan melalui seruan terbuka kepada dunia Arab dan Islam di tengah eskalasi konflik regional yang semakin meluas.

Pesan tersebut dibacakan oleh Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, pada momentum Idul Fitri Rabu, 25 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa keamanan kawasan tidak seharusnya bergantung pada kekuatan eksternal, melainkan dapat diwujudkan melalui sistem pertahanan kolektif oleh negara-negara Muslim sendiri, tanpa campur tangan kekuatan di luar kawasan.

“Kita sama sekali tidak membutuhkan negara yang berjarak ribuan kilometer untuk menjamin keamanan kawasan kita,” kata Zolfaqari.

Zolfaqari menambahkan bahwa Amerika Serikat selama ini cenderung memprioritaskan kepentingan Israel di atas stabilitas dunia Islam. Washington digambarkan sebagai aktor yang melihat kawasan semata dari nilai strategis energi dan kepentingan geopolitik.

“Kita tidak membutuhkan negara yang memprioritaskan keamanan dan kepentingan Israel di atas segalanya,” ujar Zolfaqari.

Pernyataan ini membawa pesan politik luas bahwa Iran ingin mendorong arsitektur keamanan regional yang dibangun dari dalam kawasan, bukan dipaksakan dari luar. Zolfaqari mengajak negara-negara Muslim untuk bergerak menuju pakta keamanan kolektif yang berlandaskan prinsip Islam dan kepentingan bersama, menyebut persatuan keamanan regional sebagai kebutuhan strategis.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News25 minutes ago

Kunjungan Prabowo ke Jepang Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis, Apa Saja?

News49 minutes ago

Wamen Fajar Tegaskan Pentingnya Pembiasaan Disiplin dan Penguatan Karakter Siswa Usai Lebaran

News1 hour ago

Langgar PP Tunas, Menkomdigi Bakal Panggil Meta dan Google

LakeyBanget2 hours ago

John Herdman Bicara Soal Bangun “Dream Team” Indonesia-Target Lolos ke Piala Dunia 2030

LakeyBanget11 hours ago

Maudy Ayunda Soroti Ketimpangan Akses Bioskop di Hari Film Nasional

News11 hours ago

Prajurit TNI UNIFIL Gugur, Menlu RI Kecam Serangan Israel di Lebanon

News12 hours ago

Gandeng Kemenag dan Kemendagri, Kemendikdasmen Terbitkan SEB tentang Upacara Bendera

News12 hours ago

Dari Tokyo, Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi

Ruang Sujud19 hours ago

Menjemput Berkah di Ranjang

News22 hours ago

Ibnu Haytham: Ilmuwan Muslim Pertama yang Mengubah Cara Dunia Berpikir

News22 hours ago

Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan

News22 hours ago

Masa Depan Zakat Berbasis Edge AI

News23 hours ago

Iran Usulkan Pakta Keamanan Regional Tanpa AS-Israel

LakeyBanget1 day ago

Pelatih Bulgaria Sebut Duel Lawan Indonesia Sangat Spesial

News1 day ago

Hilirisasi Pertanian Jadi Prioritas

News1 day ago

Tiba di Tokyo, Prabowo Disambut Diaspora Indonesia dengan Haru dan Bangga

LakeyBanget1 day ago

Ukir Sejarah! Bezzecchi Menang 5 Seri Beruntun, Samai Rekor Rossi dan Marquez

News1 day ago

Kemendikdasmen Sabet Penghargaan PSSI Award Berkat Program Gala Siswa Indonesia

News1 day ago

AS Susun Skenario Serangan Darat ke Iran

LakeyBanget1 day ago

Mauro Zijlstra Absen Bela Timnas Indonesia, Siapa Penggantinya?

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.