News
Dua Strategi Ini Dinilai Tingkatkan Daya Saing Tuna RI

Monitorday.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berupaya meningkatkan daya saing produk tuna Indonesia melalui berbagai strategi, termasuk penjaminan mutu dan keamanan produk serta peningkatan hubungan bilateral dengan negara lain.
Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan nilai tambah produk perikanan Indonesia.
“Strategi yang harus diambil untuk meningkatkan daya saing produk tuna Indonesia di antaranya adalah menjamin mutu dan keamanan produk tuna, pengembangan produk tuna, memahami persyaratan negara pembeli beserta tarifnya, serta meningkatkan hubungan bilateral melalui perundingan bilateral,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Budi Sulistiyo, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/6).
Budi menjelaskan, tuna merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.
Dari sisi nilai ekonomi, ekspor tuna Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2023, ekspor tuna mencapai 927,13 juta dolar AS, dengan pertumbuhan rata-rata 6,1 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.
Tujuan utama ekspor tuna adalah Amerika Serikat, ASEAN, Jepang, Timur Tengah, dan Uni Eropa.
Ekspor komoditas tuna, cakalang, dan tongkol Indonesia didominasi oleh produk fillet dengan kontribusi sebesar 39,4 persen, diikuti oleh tuna dalam kemasan kedap udara 28,7 persen, dan tuna dalam kemasan tidak kedap udara 7,4 persen.
“Tuna Indonesia memiliki daya saing yang cukup tinggi dan potensial untuk dikembangkan di pasar internasional. Oleh karena itu, peningkatan daya saing harus terus ditingkatkan,” ujar Budi.
Budi menekankan bahwa KKP sangat fokus pada strategi peningkatan daya saing ini agar tingkat penolakan produk tuna Indonesia di negara tujuan ekspor tetap rendah.
“Kami sangat fokus pada strategi ini agar produk dalam negeri berkualitas dan tidak ada penolakan produk tuna di negara tujuan ekspor,” katanya.

News
TVS Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik di Indonesia

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan jajaran perusahaan otomotif asal India, TVS, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/09/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan investasi TVS di Indonesia, termasuk perluasan pabrik serta pengembangan kendaraan berbasis listrik dan etanol.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa TVS selama ini telah menanamkan investasinya di Indonesia untuk memproduksi sejumlah jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, skuter, hingga kendaraan roda tiga.
“Tadi hanya mendampingi Bapak Presiden menerima tamunya dari perusahaan India, TVS, yang di mana memang sudah berinvestasi di sini untuk motor, scooters, tiga roda, dan ingin mengembangkan pabriknya lebih luas dan tapi juga tidak hanya berupa bahan bakar EV, tapi juga mulai menerapkan bahan bakar etanol,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media selepas pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran TVS menyampaikan rencana pengembangan perusahaan sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama lebih lanjut di Indonesia. Pimpinan utama hingga CEO perusahaan turut hadir secara langsung dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.
“Nah jadi tadi dibicarakanlah rencananya dan kemungkinan kerja samanya, prinsipalnya datang, CEO-nya datang, jadi ini lebih ke courtesy visit ke Bapak Presiden,” ungkap Rosan.
Salah satu fokus pengembangan yang dibahas adalah kendaraan roda dua dengan teknologi yang lebih beragam. Selain kendaraan listrik, TVS juga berencana mengembangkan sepeda motor berbasis etanol sebagai bagian dari pengembangan investasinya di Indonesia.
Rosan menjelaskan bahwa rencana tersebut nantinya juga akan melibatkan tim pemerintah terkait untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik maupun kendaraan berbasis etanol.
“Kerja samanya di bidang pengembangan dari motor listrik, motor berbasis etanol, jadi nanti dengan tim dari Menristekdikti juga untuk pengembangan dari listrik berbasis etanol ini,” ucap Rosan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat industri otomotif nasional, serta mempercepat pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
News
Prabowo Fokus Kemandirian Energi, Siapkan E50

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Sidang tersebut membahas strategi menjaga ketersediaan energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi di tengah dinamika geopolitik global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa salah satu arahan utama Presiden adalah mempersiapkan pengembangan bahan bakar campuran etanol 50 persen atau E50 setelah pemerintah menjalankan program biodiesel B50. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan BBM dari luar negeri.
Dari sisi kebutuhan energi, konsumsi solar nasional saat ini disebut berada di sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, konsumsi bensin berada pada kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Pemerintah melihat peningkatan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
Dalam sidang DEN, pemerintah juga melaporkan kondisi stok BBM dan cadangan nasional yang berada pada kisaran 18 hingga 20 hari. Presiden meminta ketersediaan energi tetap dijaga di tengah perubahan situasi geopolitik dunia. Pemerintah juga akan meningkatkan eksplorasi minyak dan gas serta mengoptimalkan sumur-sumur yang sudah berproduksi dengan dukungan teknologi.
Prabowo juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sumur minyak rakyat. Bahlil menyebut terdapat sekitar 45 ribu sumur rakyat yang perlu dipantau dan dikelola secara profesional agar tidak terjadi pelanggaran maupun penyaluran minyak ke pihak yang tidak semestinya.
Selain produksi energi, pemerintah dan DEN membahas rancangan perubahan tata kelola sektor minyak dan gas. Salah satu gagasan yang dilaporkan adalah penguatan kelembagaan pengelolaan migas yang akan berada langsung di bawah Presiden, sementara kementerian teknis menjalankan kebijakan sesuai arahan yang ditetapkan.
Langkah menuju E50 menunjukkan bahwa agenda energi pemerintahan Prabowo tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan BBM jangka pendek. Pemerintah juga berupaya membangun kombinasi kebijakan yang mencakup peningkatan produksi minyak dan gas, pengembangan bahan bakar nabati, pemanfaatan teknologi, serta penguatan tata kelola energi.
News
Wamen Fajar: WSC Shanghai 2026 Jadi Tolok Ukur Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Indonesia mengirimkan 20 kompetitor sebagai peserta yang akan berlaga dalam 17 bidang keahlian dan 17 eksper (expert) sebagai ahli yang menjalankan fungsi teknis dan penilaian dalam kompetisi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WSC tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum bagi pendidikan vokasi Indonesia untuk melihat perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat dunia. “Ajang di Shanghai nanti akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9).
Menurutnya, berbagai bidang yang dipertandingkan dalam WSC dapat menjadi gambaran mengenai keahlian yang relevan di masa depan. Hal tersebut perlu direspons melalui pengembangan pendidikan vokasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan manusia modern, termasuk di era kecerdasan artifisial (AI).
“Dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Shanghai, saya rasa kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa dan saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia,” tuturnya.
Wamen Fajar juga mengatakan bahwa perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap pekerjaan teknis. Menurutnya, bidang-bidang, seperti listrik, plumbing, bangunan, dan konstruksi, yang dipertandingkan dalam WSC menunjukkan bahwa keterampilan teknis masih memiliki tempat di dunia kerja.
“Di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat. Saya lihat di antara cabang-cabang yang dipertandingkan juga itu ‘kan, soal listrik, plumbing, bangunan, konstruksi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa kontingen Indonesia telah melalui proses persiapan dan pelatihan yang panjang. Para kompetitor merupakan murid dan alumni SMK serta talenta dari berbagai institusi mitra industri yang menjalani pelatihan selama enam hingga mendekati satu tahun.
“Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper. Namun, mereka membawa nama Indonesia. Mereka juga tidak datang dengan tiba-tiba, ada latihan yang cukup panjang, dengan seleksi yang ketat, ada perjuangan, ada kesalahan yang berulang kali dilakukan sampai pada titik menjadi ahli,” ujar Dirjen Tatang.
Ia menjelaskan bahwa WSC merupakan panggung keterampilan terbesar di dunia yang menuntut peserta tidak hanya memiliki kemampuan presisi, tetapi juga kecepatan, kreativitas, serta kemampuan memenuhi standar dan benchmark dunia.
“Tentu kita ingin medali, tapi jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar dunia,” tegasnya.
Menurut Dirjen Tatang, pengalaman yang diperoleh kontingen selama mengikuti kompetisi di Shanghai diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium. Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan murid SMK di tanah air,” ujarnya.
News
PISA 2025: Rasa Ingin Tahu Murid Indonesia di Atas OECD

Monitorday.com – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 tak hanya merekam capaian akademik murid Indonesia. Data terbaru OECD justru menunjukkan modal lain yang cukup kuat: rasa ingin tahu dan ketekunan.
Sebanyak 80 persen murid Indonesia mengaku ingin tahu tentang banyak hal. Proporsi ini melampaui rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berada di angka 73 persen.
Temuan tersebut dipaparkan dalam Seminar Hasil PISA Indonesia 2025 yang digelar Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Bukan hanya rasa ingin tahu. Sebanyak 74 persen murid Indonesia mengatakan mereka berusaha lebih keras ketika menghadapi pekerjaan yang menantang, dibandingkan rata-rata OECD yang mencapai 60 persen.
Jika dibandingkan dengan PISA 2022, proporsi murid yang menyatakan ingin tahu tentang banyak hal meningkat 7,3 poin persentase. Sementara itu, proporsi murid yang berusaha lebih keras menghadapi tantangan naik 7,2 poin persentase.
Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil PISA 2025 perlu ditempatkan sebagai pijakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, bukan sekadar laporan capaian pendidikan.
“Pada tahun 2025, perlu kita tempatkan bukan sekadar sebagai laporan capaian, melainkan sebagai dasar untuk memperbaiki dan juga mempercepat peningkatan mutu pendidikan kita,” kata Toni.
Menurut dia, proses belajar perlu semakin memberi ruang bagi kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Arah ini sejalan dengan temuan OECD yang menunjukkan adanya hubungan positif antara rasa ingin tahu dan capaian sains murid Indonesia.
Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher turut menyoroti tingginya rasa ingin tahu murid Indonesia. Data PISA juga menunjukkan murid relatif aktif mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan belajar.
Sebanyak 90 persen murid mengaku meminta bantuan guru ketika membutuhkan, sedangkan 92 persen meminta bantuan teman saat belum memahami materi.
Modal tersebut dinilai dapat diperkuat melalui penerapan Pembelajaran Mendalam. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Edy Tri Baskoro, misalnya, mendorong pembelajaran matematika yang memberi kesempatan kepada murid mencoba beragam cara penyelesaian, menjelaskan alasan, melakukan refleksi, dan memahami konsep secara lebih mendalam.
Salah satu gagasan yang diajukan ialah one reasoning problem every day atau satu soal bernalar setiap hari. Dengan sekitar 200 hari belajar dalam setahun, kebiasaan tersebut secara teoritis dapat memberi sekitar 1.800 pengalaman bernalar selama sembilan tahun pendidikan.
Diana Rochintaniawati dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menilai guru memiliki peran penting untuk mengarahkan rasa ingin tahu murid melalui pembelajaran berbasis inquiry atau penyelidikan.
Data PISA 2025 mencatat 82 persen murid Indonesia mengatakan guru menunjukkan perhatian terhadap pembelajaran mereka dalam sebagian besar pelajaran sains. Sebanyak 85 persen juga menyebut guru terus mengajar hingga mereka memahami materi.
“Jadi ajaklah siswa itu dari inquiry,” ujar Diana.
Sri Rezki Widuri dari INOVASI menambahkan, Pembelajaran Mendalam tidak berhenti pada pemahaman materi. Murid perlu didorong untuk menerapkan, mengevaluasi, merefleksikan, dan memindahkan pengetahuan ke situasi baru.
Pendekatan itu sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen yang menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai upaya menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Dukungan keluarga juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran. Murni Leo dari Tanoto Foundation menyebut survei bersama J-PAL pada 2025 terhadap 8.060 orang tua di 17 kabupaten/kota di lima provinsi menunjukkan 92 persen orang tua menganggap keterlibatan dalam pendidikan anak penting.
Sebanyak 68 persen orang tua dalam survei tersebut mengaku ikut membantu anak mengerjakan tugas.
Rangkaian temuan PISA 2025 itu menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan ketekunan dapat menjadi modal awal untuk membangun kemampuan belajar yang lebih kuat. Tantangan berikutnya adalah mengubah modal tersebut menjadi kebiasaan: bertanya, bernalar, memecahkan masalah, berefleksi, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata.
News
Abdul Mu’ti Dorong Kursus Jadi Pelengkap Pendidikan Formal
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong integrasi pendidikan formal dan kursus agar peserta didik memiliki keterampilan yang lebih beragam untuk memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.

Monitorday.com– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong sinergi antara lembaga pendidikan formal, informal, dan nonformal untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan keterampilan. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk lembaga kursus di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan tidak harus berlangsung melalui jalur sekolah formal saja. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberikan keterampilan praktis yang belum tentu dapat diperoleh peserta didik di sekolah. Karena itu, pemerintah mendorong hubungan yang lebih erat antara sekolah dan lembaga kursus.
Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah lulusan SMK. Mu’ti mendorong mereka memiliki dua jenis sertifikat, yakni ijazah dari satuan pendidikan formal dan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus dan pelatihan. Menurutnya, kombinasi keduanya dapat memperluas pilihan keterampilan dan peluang kerja lulusan.
Gagasan tersebut juga tidak hanya ditujukan kepada siswa SMK. Mu’ti menyebut siswa SMA dapat mengikuti kursus sambil menjalani pendidikan formal. Keterampilan tambahan tersebut dapat berupa kemampuan praktis yang mendukung kesiapan bekerja maupun menjadi wirausahawan.
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen meluncurkan pemutakhiran Dapodik Lembaga Kursus. Data tersebut diharapkan menjadi dasar yang lebih akurat dan mutakhir dalam merumuskan kebijakan terkait pendidikan nonformal, termasuk penyaluran bantuan dan intervensi pemerintah. Mu’ti menekankan pentingnya data pendidikan yang valid untuk mendukung pengambilan kebijakan.
Penguatan pendidikan nonformal juga terlihat dari program pelatihan yang diarahkan langsung ke dunia kerja. Dalam kegiatan tersebut, Kemendikdasmen melepas alumni program Pendidikan Kecakapan Kerja dari sejumlah lembaga kursus untuk bekerja di luar negeri. Data yang dilaporkan Kemendikdasmen menunjukkan ribuan peserta ditempatkan di sejumlah negara, termasuk Jepang, Bulgaria, Turki, Malaysia, Taiwan, dan negara lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan yang semakin menekankan keterhubungan antara pembelajaran dan kebutuhan keterampilan. Sekolah memberikan fondasi akademik dan karakter, sementara kursus dan pelatihan dapat memperkuat keterampilan praktis. Tantangannya adalah memastikan kedua jalur tersebut memiliki standar mutu, sistem pengakuan kompetensi, dan data yang terintegrasi sehingga keterampilan yang diperoleh peserta didik benar-benar dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.
News
Proyek Tol, LRT Hingga IKN Terus Dipercepat
Pembangunan infrastruktur Indonesia memasuki fase penguatan konektivitas, transportasi perkotaan, dan pembiayaan proyek strategis.

Monitorday.com– Perkembangan infrastruktur Indonesia hingga pertengahan September 2026 menunjukkan percepatan di sejumlah sektor, mulai dari transportasi massal perkotaan, jaringan jalan tol, hingga penjajakan investasi proyek strategis. Pemerintah juga mulai memperluas pola pembiayaan dengan melibatkan investor asing dan badan usaha.
Salah satu perkembangan terbaru terjadi di Jakarta. Pada 16 September 2026, LRT Jakarta resmi beroperasi hingga Stasiun Manggarai melalui lintas Kelapa Gading-Manggarai. Jalur tersebut memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit. Kapasitas penumpang diproyeksikan dapat mencapai 80.000 orang secara bertahap.
Stasiun Manggarai kini menjadi salah satu simpul transportasi yang menghubungkan LRT dengan KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, dan Kereta Bandara. Integrasi tersebut memperlihatkan arah pembangunan infrastruktur perkotaan yang tidak hanya mengejar penambahan jalan, tetapi juga memperkuat transportasi publik dan konektivitas antarmoda.
Di sektor jalan tol, jaringan Trans-Sumatera juga terus berkembang. Hingga Agustus 2026, total jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera dalam portofolio Hutama Karya mencapai 1.161 kilometer, dengan 982 kilometer telah beroperasi. Pengembangan jaringan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi logistik di Sumatera.
Di Pulau Jawa, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen juga memasuki tahap penting. Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa dengan Junction Bawen dilaporkan telah mencapai sekitar 99,54 persen konstruksi dan ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2026. Ruas ini akan memperkuat hubungan Yogyakarta dengan kawasan Jawa Tengah serta mendukung mobilitas logistik dan pariwisata.
Sementara itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN memasuki tahap lanjutan. Otorita IKN menyebut pembangunan Tahap II terus berjalan untuk mendukung target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Pembiayaannya menggunakan kombinasi APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU, dan investasi swasta.
Dari sisi investasi, pemerintah juga berupaya memperbesar partisipasi modal internasional. Dalam forum Indonesia-Jepang pada Agustus 2026, Indonesia menawarkan 32 proyek strategis bidang transportasi dan infrastruktur kepada investor Jepang dengan nilai indikatif Rp207,64 triliun atau sekitar US$11,77 miliar. Portofolio tersebut mencakup 12 proyek jalan dan jalan tol, 10 proyek properti dan kawasan, enam proyek perkeretaapian serta transit-oriented development, dua proyek pelabuhan dan logistik, serta dua fasilitas fabrikasi baja.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa agenda infrastruktur Indonesia semakin bergeser dari sekadar pembangunan fisik menuju pembentukan jaringan konektivitas yang terintegrasi. Jalan tol memperkuat logistik antardaerah, LRT memperkuat mobilitas metropolitan, sementara IKN dan proyek kawasan strategis membutuhkan dukungan jaringan air, energi, transportasi, serta infrastruktur digital.
Tantangan berikutnya adalah memastikan proyek-proyek tersebut memiliki pembiayaan berkelanjutan, tingkat pemanfaatan yang tinggi, serta terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah juga mendorong keselarasan pembangunan konektivitas fisik dengan perencanaan daerah dan penguatan koridor pelabuhan strategis dalam kerja sama kawasan Asia Tenggara.
Dengan demikian, peta infrastruktur Indonesia pada 2026 memperlihatkan tiga arah utama: memperluas konektivitas antarwilayah, memperkuat transportasi publik perkotaan, dan meningkatkan keterlibatan investasi swasta maupun internasional. Ketiganya menjadi bagian penting dari upaya menjadikan infrastruktur bukan hanya sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai fondasi aktivitas ekonomi nasional.
News
Ekonomi Asia Dihadapkan pada Tekanan Energi dan Perlambatan Konsumsi
Ekonomi Asia masih ditopang ekspor, industri teknologi, dan investasi AI, tetapi kenaikan harga energi serta lemahnya konsumsi domestik mulai meningkatkan tekanan terhadap pertumbuhan.

Monitorday.com– Ekonomi Asia memasuki paruh kedua September 2026 dengan kondisi yang beragam. Aktivitas ekspor dan investasi terkait kecerdasan buatan (AI) masih menjadi penopang utama kawasan, terutama melalui permintaan semikonduktor, elektronik, dan infrastruktur digital. Namun, kenaikan harga minyak dan tekanan inflasi mulai mempersempit ruang gerak sejumlah negara. Conference Board mencatat kekuatan ekspor semakin menutupi tekanan yang terjadi pada permintaan domestik di sejumlah ekonomi Asia-Pasifik.
China menjadi salah satu gambaran paling jelas mengenai kondisi tersebut. Produksi industri China tumbuh 5,2 persen secara tahunan pada Agustus 2026, didorong oleh sektor teknologi, kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan robot industri. Namun, penjualan ritel hanya tumbuh 0,4 persen, sementara investasi properti turun 19,9 persen secara tahunan. Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara sektor industri yang berkembang dan konsumsi domestik yang masih lemah.
Di Jepang, kenaikan harga energi mulai memberikan tekanan terhadap biaya impor. Impor Jepang pada Agustus meningkat 28 persen secara tahunan, sementara ekspor tumbuh 19,3 persen. Kenaikan ekspor terutama didukung permintaan produk semikonduktor dan logam nonferrous, tetapi lonjakan biaya minyak membuat Jepang mencatat defisit perdagangan sekitar 1,106 triliun yen atau sekitar US$7,12 miliar.
Tekanan energi juga terasa di pasar gas alam cair atau LNG. Menurut Reuters, permintaan LNG Asia diperkirakan turun untuk tahun kedua berturut-turut pada 2026. Harga LNG spot Asia Utara bahkan sempat mencapai US$26 per MMBtu, sekitar 150 persen lebih tinggi dibandingkan Februari. China, Jepang, dan Korea Selatan mengurangi konsumsi LNG dengan meningkatkan penggunaan batu bara, nuklir, serta gas domestik.
India menghadapi persoalan berbeda. Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen India meningkat menjadi 4,82 persen pada Agustus, antara lain dipengaruhi kenaikan harga pangan. Pada saat yang sama, hubungan perdagangan India dengan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan menjadi perhatian karena defisit perdagangan dengan sejumlah mitra tersebut meningkat. Perdebatan kebijakan kini mencakup bagaimana meningkatkan ekspor dan memperbaiki pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas.
Di Asia Tenggara, tekanan energi dan perubahan rantai pasok global menjadi faktor penting. Negara-negara kawasan masih mendapatkan manfaat dari pergeseran rantai pasok dan investasi, tetapi biaya energi yang tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi. Conference Board menilai ketahanan ekspor Asia masih menjadi penyangga penting, sementara lemahnya kepercayaan konsumen menjadi salah satu risiko terhadap pertumbuhan.
Kondisi moneter juga semakin kompleks. Bank sentral Jepang diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam sekitar 31 tahun untuk menghadapi tekanan inflasi yang diperkuat kenaikan harga energi. Sementara itu, kenaikan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat turut memperkuat dolar dan memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang Asia.
Dengan demikian, ekonomi Asia saat ini memperlihatkan dua wajah. Di satu sisi, ekspor, semikonduktor, AI, dan investasi teknologi masih memberikan dorongan kuat. Di sisi lain, harga energi, inflasi, pelemahan konsumsi, serta tekanan nilai tukar menjadi tantangan yang semakin nyata. Arah ekonomi kawasan dalam beberapa bulan ke depan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga energi, kebijakan bank sentral, perdagangan global, dan keberlanjutan investasi AI.
News
Stok Beras 4,6 Juta Ton, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi El Niño
Pemerintah memperkuat cadangan beras dan pengawasan harga pangan untuk menjaga pasokan serta daya beli masyarakat di tengah ancaman El Niño.

Monitorday.com– Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap dijaga di tengah ancaman El Niño yang berpotensi memengaruhi produksi dan distribusi pangan. Hingga pertengahan September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih berada di sekitar 4,6 juta ton setelah lebih dari 2 juta ton disalurkan melalui berbagai program intervensi sepanjang tahun ini.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyaluran tersebut mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta bantuan untuk kondisi bencana dan keadaan darurat. Realisasi bantuan pangan tahap pertama mencapai 662,86 ribu ton, sedangkan tahap kedua telah mencapai 584 ribu ton. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pangan dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga memperkuat intervensi harga beras. Per 7 September 2026, penjualan beras SPHP telah mencapai 758 ribu ton atau 91,55 persen dari target awal 828 ribu ton. Karena tingginya penyerapan tersebut, pemerintah menambah alokasi SPHP sebanyak 1 juta ton untuk menjaga ketersediaan beras dengan harga terjangkau hingga akhir tahun.
Tekanan terhadap harga pangan tetap menjadi perhatian karena pangan berkontribusi terhadap inflasi. Badan Pusat Statistik mencatat inflasi nasional Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, naik dari 2,88 persen pada Juli. Sementara itu, inflasi beras secara tahunan berada di 2,77 persen pada Agustus, turun dari 3,10 persen pada Juli.
Selain menjaga stok, pemerintah memperketat pengawasan perdagangan beras. Hingga 11 September, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras telah memantau 458 titik yang tersebar di 240 kabupaten/kota pada 13 provinsi. Pengawasan dilakukan bersama Bapanas, Satgas Pangan Polri, pemerintah daerah, dan Perum Bulog.
Ancaman El Niño menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi karena perubahan pola cuaca dapat memengaruhi produksi pertanian. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyatakan pasokan beras nasional diproyeksikan tetap aman hingga Juni 2027, meskipun pemerintah tetap menyiapkan langkah mitigasi terhadap potensi kekeringan.
Di sisi lain, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah stok beras. Diversifikasi konsumsi, peningkatan produktivitas petani, penguatan distribusi antardaerah, pengawasan mutu, serta kemampuan menjaga harga yang wajar bagi produsen dan konsumen menjadi bagian penting dari sistem pangan nasional. Dengan stok yang relatif besar, tantangan berikutnya adalah memastikan pangan tersebut benar-benar tersedia di wilayah yang membutuhkan dengan harga yang terjangkau.
News
IHSG Rebound ke 6.462, Pasar Cermati Efek Kenaikan Bunga The Fed
IHSG kembali menguat 0,40 persen ke level 6.462,43 setelah enam sesi perdagangan sebelumnya berada dalam tren penurunan.

Monitorday.com– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 17 September 2026, dengan penguatan 25,58 poin atau 0,40 persen ke level 6.462,43. Penguatan tersebut menjadi rebound setelah IHSG melemah selama enam sesi perdagangan berturut-turut.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.418,13 hingga 6.500,41. Indeks dibuka pada 6.455,03 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.500,41 sebelum berakhir di 6.462,43. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp11.298 triliun.
Dari sisi sektor, mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau. Data Katadata mencatat 10 dari 11 sektor IDX-IC menguat, dengan sektor barang konsumen non-primer menjadi salah satu penguat terbesar, yakni 1,63 persen. Sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan.
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan cukup kuatnya partisipasi pasar. Berdasarkan data RTI yang dikutip Metro TV, volume perdagangan mencapai sekitar 28,54 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,93 triliun. Sebanyak 384 saham menguat, 244 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.
Penguatan IHSG berlangsung di tengah perhatian investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4 persen. Perubahan kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor eksternal yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen terhadap aset di negara berkembang.
Untuk perdagangan Jumat, 18 September 2026, sejumlah analis memperkirakan IHSG bergerak cenderung sideways dengan peluang menguji area penguatan. Bisnis.com mencatat proyeksi IHSG menuju kisaran 6.541-6.581, sementara sejumlah analis juga mencermati area 6.500 sebagai level penting dalam pergerakan jangka pendek. Proyeksi tersebut merupakan pandangan analis, bukan kepastian arah pasar.
Pergerakan IHSG hari ini pada akhirnya akan dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Investor mencermati arah kebijakan The Fed, pergerakan bursa global, arus dana asing, nilai tukar rupiah, serta perkembangan ekonomi dalam negeri. Setelah rebound pada Kamis, perhatian pasar kini tertuju pada apakah penguatan tersebut berlanjut atau indeks kembali bergerak dalam pola konsolidasi.
News
Pemerintah Siapkan Produksi E20 Dalam Dua Tahun, Tebu Jadi Sumber Etanol

Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan langkah untuk mencapai produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dalam dua tahun mendatang. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (16/09/2026).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, dalam rapat tersebut Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran terkait menyiapkan langkah konkret untuk memenuhi target produksi E20, termasuk penyediaan lahan untuk pengembangan bahan baku etanol serta pembangunan industri pengolahannya.
“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” ujar Menko Pangan usai mengikuti rapat.
Menurutnya, bahan baku etanol yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan berasal dari tebu. Untuk itu, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 2 juta hektare yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Sementara itu, pembangunan industri pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.
“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan. Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20, kira-kira itu intinya tadi,” kata Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pembahasan, target tersebut memungkinkan untuk dicapai dalam dua tahun. Dengan demikian, minyak mentah (crude oil) yang digunakan dalam negeri nantinya dapat dicampur dengan etanol hingga mencapai komposisi E20.
“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zulkifli menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan etanol untuk E20 akan berasal dari produksi dalam negeri. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan secara bertahap menuju pencampuran etanol yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” ujar Menko Pangan,” tuturnya.
Terkait ketersediaan lahan, Menko Pangan menyebut pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi dikembangkan untuk tanaman tebu. Ia menjelaskan bahwa pilihan tebu dipertimbangkan setelah komoditas lain, seperti jagung dan singkong, dinilai memiliki tantangan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan bahan baku etanol dalam skala besar.
“Lahan, lahan yang ada. Karena kan tebu itu tidak semua daerah cocok ya. Tadi sudah dihitung kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” pungkasnya.
























