Connect with us

LakeyBanget

Hodak Ogah Komentari Hasil Pertandingan Lawan Persebaya, Kok Kenapa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Laga panas antara Persebaya dan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3/2026), berakhir tanpa pemenang. Duel klasik dua tim papan atas itu tuntas dengan skor imbang 2-2 setelah kedua kubu saling berbalas gol sepanjang pertandingan.

Tim tamu, Persib Bandung, membuka keunggulan di babak kedua melalui Luciano Guaycochea pada menit ke-51. Keunggulan Maung Bandung kemudian digandakan Andrew Jung pada menit ke-73.

Namun tuan rumah Persebaya Surabaya tak tinggal diam. Bruno Moreira lebih dulu mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-44. Gol penyama kedudukan akhirnya lahir pada menit ke-83 melalui aksi Francisco Rivera, memastikan laga berakhir sama kuat.

Usai pertandingan, pelatih Persib, Bojan Hodak, tetap menghadiri konferensi pers seperti biasanya. Namun, kali ini ia tidak banyak mengulas aspek teknis pertandingan.

Alih-alih membedah jalannya laga, pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan kehadirannya sebagai bentuk penghormatan terhadap tugas dan kerja para jurnalis.

“Saya selalu menghormati media dan menghargai pekerjaan kalian,” ujar Hodak di hadapan awak media.

Meski pertandingan diwarnai sejumlah momen kontroversial, terutama terkait kepemimpinan wasit dan penggunaan VAR, Hodak memilih untuk menahan diri. Ia menyadari setiap pernyataan yang disampaikan berpotensi menimbulkan konsekuensi.

“Saya tidak bisa berbicara mengenai wasit hari ini. Jika saya tidak bicara soal wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan dari pertandingan tadi. Karena itu, lebih baik saya tidak memberikan pernyataan apa pun agar tidak terkena sanksi,” tegasnya.

Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat tensi tinggi tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LakeyBanget

Gagal Terbang Imbas Serangan AS-Israel, Eks Rekan Messi Kabur dari Iran Pakai Mobil

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Mantan rekan Lionel Messi di Barcelona, Munir El Haddadi, nekat meninggalkan Iran melalui jalur darat setelah gagal keluar menggunakan pesawat di tengah situasi mencekam akibat serangan Israel dan Amerika Serikat.

Munir yang saat ini membela klub Iran, Esteghlal F.C., mengonfirmasi bahwa dirinya telah berhasil keluar dari Iran menuju Turki menggunakan mobil. Keputusan itu diambil setelah penerbangan yang semula direncanakan batal akibat prosedur evakuasi menyusul serangan militer.

Kabar tersebut disampaikan Munir melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (2/3). Dalam unggahannya, ia memastikan kondisinya aman dan tengah bersiap melanjutkan perjalanan ke Spanyol.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas pesan dan perhatian mereka terhadap situasi saya di Iran,” tulis Munir.

Munir menjelaskan, awalnya ia dan rombongan berencana meninggalkan Iran menggunakan pesawat. Namun, situasi darurat membuat penerbangan tidak dapat dilakukan.

“Kemarin, rencananya kami akan meninggalkan negara itu dengan pesawat, tetapi kami dievakuasi dan tidak dapat lepas landas,” ujarnya.

Prosedur evakuasi dan gangguan jadwal penerbangan membuat pesawat tidak bisa terbang, sehingga ia harus mencari alternatif lain untuk keluar dari negara tersebut.

Dalam situasi genting itu, Esteghlal memberikan bantuan dengan menyediakan mobil agar Munir bisa meninggalkan Iran melalui jalur darat. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah ia berhasil melintasi perbatasan tanpa kendala berarti.

“Klub menyediakan mobil agar saya bisa meninggalkan negara itu melalui jalan darat, dan berkat itu saya bisa melewati perbatasan tanpa masalah. Saat ini saya aman di Turki dan akan tiba di Spanyol dalam beberapa jam ke depan. Terima kasih atas kebaikan kalian semua,” kata Munir.

Langkah dramatis Munir meninggalkan Iran menambah daftar panjang dampak konflik geopolitik terhadap dunia olahraga, terutama bagi para pemain asing yang berkarier di kawasan terdampak konflik.

Continue Reading

LakeyBanget

War Tiket FIFA Series 2026 Dimulai, Lihat Daftar Harganya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Timnas Indonesia akan berlaga di Turnamen FIFA Series™ 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada tanggal 27 dan 30 Maret 2026 mendatang.

Selain Indonesia, FIFA Series™ 2026 akan diikuti tiga negara tersebut berasal dari konfederasi berbeda, yaitu: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF).

Setiap tim akan berhadapan dua kali, Timnas Indonesia dijadwalkan bakal melawan Saint Kitts dan Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB. Pada hari yang sama, Bulgaria akan melawan Kepulauan Solomon pada pukul 15.30 WIB.

Pemenang dari dua pertandingan itu bakal tampil di final FIFA Series pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.30 WIB. Untuk negara yang kalah juga akan saling berhadapan pada pukul 15.30 WIB.

PSSI pun sudah menyiapkan cara penjualan tiket untuk seluruh pertandingan FIFA Series™ 2026.

Untuk penjualan tiket single matchday akan dimulai pada 2 Maret melalui Livin Mandiri dengan link bmri.id/TimnasMandiri

Selain itu, mulai tanggal 5 dan 9 Maret melalui situs resmi KitaGaruda.id untuk tiket single matchday dan bundling.

Setiap pembeli tiket wajib mempunyai akun Garuda ID. Selain itu, seluruh pembeli tiket secara resmi di pertandingan ini akan mendapatkan jaminan perlindungan asuransi.

Bagi penonton atau suporter yang ingin membeli tiket, PSSI menghimbau tidak membeli di calo, jadi via online karena caranya mudah. Jika membeli lewat calo dipastikan harga lebih mahal, keaslian tiket tidak terjamin, dan resiko-resiko lainnya.

Bagi Timnas Indonesia, turnamen ini menjadi ajang debut pelatih baru John Herdman untuk Skuad Garuda. Herdman, pelatih asal Inggris, resmi diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Selasa (13/1).


Daftar Harga Tiket FIFA Series™ 2026:

Mandiri Premium West/East: 750.000 (27 Maret), 1.000.000 (30 Maret), 1.500.000 (Bundling).

Freeport Garuda West/East: 500.000 (27 Maret), 750.000 (30 Maret), 1.100.000 (Bundling)

Aqua Garuda South/North: 300.000 (27 Maret), 500.000 (30 Maret), 700.000 (Bundling).

Indomilk Upper Garuda: 150.000 (27 Maret), 250.000 (30 Maret), 350.000 (Bundling).

Continue Reading

LakeyBanget

Belajar dari Fairuz dan Sonny: Strategi Orang Tua Dampingi Anak Hafal Al-Qur’an

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Di tengah derasnya distraksi era digital, mulai dari gawai hingga media sosial, mendampingi anak menghafal Al-Qur’an menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua modern. Aktivitas sekolah yang padat dan akses hiburan instan kerap membuat anak mudah merasa jenuh.

Tantangan tersebut juga dirasakan pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian. Meski dikenal sebagai keluarga religius dan harmonis, keduanya menyadari bahwa proses menghafal Al-Qur’an tetap memiliki dinamika, termasuk saat anak mengalami penurunan semangat.

Putra sulung mereka, Faaz (13), memiliki target hafalan selama Ramadan. Namun bagi Fairuz, capaian bukanlah satu-satunya tujuan. Ia menilai proses dan kenyamanan anak jauh lebih penting.

“Kalau lagi nggak mood, kita nggak pernah maksa, nggak pernah harus selesai saat itu juga,” ujar Fairuz, Senin (2/1).

Menurutnya, banyak orang tua berada di posisi dilematis: ingin anak disiplin, tetapi tidak ingin mematikan semangat belajar. Dalam situasi ini, pendekatan yang tepat menjadi kunci.

Fairuz dan Sonny memilih untuk tidak menjadikan hafalan sebagai beban. Mereka memberikan pemahaman tentang pentingnya konsistensi sekaligus menjelaskan konsekuensi jika kewajiban ditunda. Pendekatan itu dilakukan melalui dialog yang sesuai dengan usia anak, bukan dengan tekanan atau ancaman.

Cara ini dinilai relevan dengan tantangan zaman. Menghafal membutuhkan fokus, kesabaran, dan pengulangan—sesuatu yang sering kali bertolak belakang dengan ritme cepat dunia digital.

Sonny menekankan pentingnya keteladanan dalam pengasuhan. Menurutnya, anak tidak hanya mendengar perintah, tetapi juga mengamati perilaku orang tua.

“Kalau kita memerintahkan, tapi nggak memperlihatkan, mereka nggak akan mencontoh. Tapi kalau mereka melihat, nanti mereka akan ikut dengan sendirinya,” jelas Sonny.

Ia meyakini bahwa ketika orang tua menjaga ibadah, menunjukkan kedisiplinan, dan konsisten pada nilai yang diajarkan, anak akan lebih mudah mengikuti tanpa merasa terpaksa.

Fairuz pun menyadari bahwa dalam upaya membentuk karakter religius, godaan untuk bersikap keras bisa muncul, terutama ketika anak mulai menunjukkan kebosanan. Namun ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dalam mendidik.

“Bagaimana caranya kita sebagai orang tua bukan menjadi diktator buat anak,” tutup Fairuz.

Kisah pasangan ini mencerminkan kegelisahan banyak orang tua masa kini: mencari titik temu antara ketegasan dan kelembutan, antara konsistensi dan fleksibilitas. Pendekatan penuh empati, dialog terbuka, dan keteladanan menjadi kunci agar proses menghafal Al-Qur’an tetap berjalan tanpa menghilangkan kebahagiaan anak.

Continue Reading

LakeyBanget

Fadil Jaidi Bagikan Pengalaman Jadi Marbot Masjid

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kreator konten sekaligus publik figur Fadil Jaidi menjajal langsung profesi marbot dalam kegiatan Wipol Gerakan Masjid Bersih yang digelar di Jakarta, Kamis (26/2). Pengalaman tersebut membuka matanya terhadap berat dan mulianya tugas seorang marbot dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan masjid.

Profesi marbot selama ini jarang menjadi sorotan publik. Padahal, peran mereka sangat penting dalam memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan tenang di lingkungan masjid yang bersih dan rapi.

“Setiap masuk masjid kita ngerasa tenang, tapi pas kita masuk masjid, melakukan ibadah, selesai terus pulang,” ujar Fadil dalam acara tersebut.

Menurutnya, banyak jamaah yang tidak menyadari siapa sosok di balik kebersihan dan kerapian masjid yang mereka datangi. “Kita nggak tahu gimana masjid yang kita datangi itu bersih, tetap terjaga, tetap rapi,” tambahnya.

Rasa penasaran itulah yang mendorong Fadil terlibat langsung dalam Gerakan Masjid Bersih. Ia ingin memahami lebih dalam apa saja tugas seorang marbot yang selama ini kerap luput dari perhatian.

“Aku pengen tahu gimana supaya masjid-masjid itu tetap bersih. Aku tahu ada marbot, tapi aku pengen tahu apa sih tugas marbot?” ungkapnya.

Dalam praktiknya, Fadil menyadari bahwa tugas marbot tidak sebatas mengepel lantai atau membersihkan karpet. Ada banyak tanggung jawab lain yang harus dijalankan demi menjaga kenyamanan jamaah.

“Setelah aku mencari tahu, marbot itu tugasnya bukan bersih-bersih aja. Banyak yang dikerjakan,” jelasnya.

Ia pun menilai bahwa menjadi marbot bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai kemuliaan tersendiri.

“Ternyata menjadi marbot itu bukan cuma tugas, tapi sebagai ibadah. Buat aku itu sangat mulia,” pungkas Fadil.

Continue Reading

LakeyBanget

Piala Dunia 2026 Dibayangi Geopolitik Global, Kok Bisa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Selama puluhan tahun, FIFA World Cup dikenal sebagai panggung netral yang melampaui batas ideologi, konflik, bahkan perang. Namun menjelang edisi 2026, narasi tersebut mulai bergeser. Atmosfer turnamen kali ini justru kental dengan isu geopolitik, keamanan global, dan tarik-menarik kepentingan politik.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni–Juli 2026 berpotensi menjadi edisi paling politis dalam sejarah Piala Dunia modern.

Di tengah situasi global yang memanas, euforia menuju Piala Dunia 2026 tidak terasa semeriah edisi-edisi sebelumnya. Sejumlah konflik dan ketegangan politik, baik di negara tuan rumah maupun negara peserta, membayangi persiapan turnamen.

Amerika Serikat sebagai pusat penyelenggaraan menghadapi isu sensitif, mulai dari kebijakan imigrasi yang diperketat hingga kontroversi lembaga penegakan imigrasi ICE. Ketegangan geopolitik Washington dengan sejumlah negara turut memunculkan pertanyaan soal akses suporter, diplomasi olahraga, dan jaminan keamanan.

Hubungan dagang AS dan Kanada memanas akibat perang tarif, sementara Denmark bersitegang dengan Washington terkait isu Greenland. Di sisi lain, konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran memunculkan dampak yang lebih langsung terhadap komposisi peserta turnamen.

Sepak bola pun sulit dilepaskan dari realitas politik global yang tengah bergejolak.

Sorotan utama tertuju pada Iran. Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan peluang negaranya tampil di Piala Dunia kini berada dalam ketidakpastian.

Situasi tersebut muncul setelah eskalasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam operasi udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dampaknya tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga menyentuh aspek logistik dan keamanan olahraga.

Jika Iran resmi mundur, regulasi FIFA memungkinkan slot peserta digantikan tim lain. Uni Emirat Arab disebut sebagai kandidat terkuat pengganti, sementara skenario lain membuka peluang bagi Irak untuk naik posisi dalam komposisi grup.

Perkembangan ini menandai situasi langka, di mana konflik geopolitik berpotensi langsung menentukan siapa yang berlaga di panggung Piala Dunia.

Ironisnya, tantangan terbesar juga datang dari negara penyelenggara. Di Amerika Serikat, sejumlah pejabat kota tuan rumah mengingatkan bahwa persiapan keamanan belum sepenuhnya optimal.

Pembekuan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri dilaporkan menghambat distribusi anggaran ratusan juta dolar untuk pengamanan stadion, pengendalian drone, serta koordinasi respons darurat. Dengan waktu yang semakin sempit, aparat keamanan disebut belum mencapai tingkat kesiapan ideal untuk menggelar ajang olahraga terbesar di dunia.

Kekhawatiran meningkat menyusul sejumlah insiden kekerasan domestik dan isu koordinasi antar lembaga keamanan federal serta lokal.

Di Meksiko, tantangan berbeda muncul dari situasi keamanan dalam negeri. Operasi militer terhadap bos kartel narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, memicu gelombang kekerasan balasan di berbagai wilayah.

Blokade jalan, pembakaran fasilitas publik, hingga serangan terhadap aparat kembali menjadi sorotan internasional. Meski Presiden Claudia Sheinbaum menjamin keamanan turnamen dan menyatakan kondisi berangsur stabil, kekhawatiran tetap ada, terutama karena beberapa wilayah terdampak berdekatan dengan kota tuan rumah.

Meksiko dijadwalkan menggelar 13 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk empat laga di Guadalajara.

Kontroversi turut memanas setelah mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.

Blatter menilai kedekatan Infantino dengan Presiden AS Donald Trump berisiko menjadikan Piala Dunia sebagai alat publisitas politik. Ia mengingatkan agar FIFA menjaga turnamen tetap menjadi ruang persatuan, bukan instrumen legitimasi kekuasaan.

Sejak era Perang Dingin hingga Piala Dunia 2022 di Qatar, sepak bola memang tak pernah sepenuhnya lepas dari dimensi politik. Namun edisi 2026 menghadirkan kompleksitas berbeda: konflik militer, perang dagang, isu imigrasi, ancaman keamanan domestik, serta rivalitas antarnegara tuan rumah hadir secara bersamaan.

Piala Dunia 2026 bukan sekadar tentang siapa yang mengangkat trofi di partai final. Turnamen ini menjadi cerminan kondisi dunia yang terfragmentasi dan sensitif.

Pertanyaannya kini, mampukah sepak bola kembali menjadi bahasa universal pemersatu, atau justru edisi 2026 akan dikenang sebagai momen ketika politik sepenuhnya mengambil alih panggung olahraga terbesar di dunia?

Continue Reading

LakeyBanget

FIFA Tegaskan Iran Diharapkan Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Situasi Politik Memanas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan pihaknya tetap menginginkan Iran ambil bagian dalam Piala Dunia FIFA 2026 di tengah meningkatnya ketegangan politik internasional.

Grafstrom menyatakan bahwa fokus utama FIFA saat ini adalah memastikan turnamen berlangsung aman dan diikuti seluruh tim yang telah lolos.

“Kami telah melakukan pengundian babak final di Washington yang diikuti oleh semua tim, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi,” ujar Grafstrom, dikutip dari ESPN.

Ia juga menegaskan FIFA akan terus berkoordinasi dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebagaimana prosedur yang biasa dilakukan dalam berbagai situasi.

“Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah [tuan rumah] seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun,” katanya dalam pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales, Sabtu (28/1).

FIFA, yang dipimpin Presiden Gianni Infantino, memilih bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Organisasi tersebut masih memantau perkembangan situasi politik global, terutama terkait ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Saya membaca berita [tentang Iran] pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia,” ujar Grafstrom.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli mendatang di tiga negara tuan rumah. Pada fase grup, Iran direncanakan memainkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan kekhawatirannya terkait peluang Iran tampil di turnamen empat tahunan tersebut.

“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat, sepertinya kami tidak bisa menaruh harapan pada Piala Dunia,” ujar Taj, dikutip dari Marca.

Meski demikian, Taj menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

“Para pemimpin olahraga [FIFA] yang harus memutuskan hal itu,” katanya menegaskan.

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait status partisipasi Iran dan masih terus memantau dinamika yang berkembang.

Continue Reading

LakeyBanget

Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah di BRIT Awards 2026, Berkat lagu “APT”

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Rosé BLACKPINK mencetak sejarah baru di industri musik global dengan memenangkan kategori International Song of the Year dalam ajang BRIT Awards 2026.

Penghargaan tersebut diraih berkat lagu “APT.” yang ia bawakan bersama Bruno Mars. Malam penganugerahan yang digelar di Manchester, Inggris, pada Sabtu (28/2) waktu setempat itu diselenggarakan oleh British Phonographic Industry (BPI).

Kemenangan ini menandai tonggak penting, menjadikan Rosé sebagai artis K-pop pertama yang berhasil membawa pulang penghargaan dalam ajang musik bergengsi asal Inggris tersebut.

Dalam pidato kemenangannya, Rosé mengaku merasa terhormat dapat menerima penghargaan di hadapan para musisi ternama Inggris.

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini di depan begitu banyak musisi berbakat dan luar biasa di Inggris. Terima kasih banyak,” ujar Rosé di atas panggung.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Bruno Mars atas kolaborasi mereka dalam lagu “APT.”.

“Bruno, saya menerima penghargaan ini untuk kita berdua. Terima kasih untuk semuanya, karena sudah menjadi mentor terbesar dan sahabat terbaik saya,” tuturnya.

Tak hanya kepada rekan duetnya, Rosé turut menyampaikan terima kasih kepada tim Atlantic Records yang mendukung perjalanan karier solonya, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi lagu tersebut.

Ia juga memberikan pesan penuh kasih kepada sesama anggota BLACKPINK — Jennie, Jisoo, dan Lisa.

“Jennie, Jisoo, dan Lisa, saya sangat mencintai kalian. Terima kasih karena selalu menginspirasi saya,” ucapnya.

Kemenangan ini semakin mempertegas posisi Rosé sebagai salah satu solois K-pop paling berpengaruh di panggung musik internasional, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan karier globalnya.

Continue Reading

LakeyBanget

Bruno Mars Rilis Album “The Romantic”, Comeback Solo Usai Satu Dekade

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Bruno Mars resmi merilis album solo terbarunya bertajuk “The Romantic”, menandai kembalinya ia ke proyek solo setelah sepuluh tahun sejak album “24K Magic” yang dirilis pada 2016.

Album yang memuat sembilan lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia dengan sentuhan musik era Philly soul dan quiet storm. Dilansir dari Billboard dan Pitchfork, “The Romantic” menampilkan eksplorasi musikal khas Mars yang memadukan elemen klasik dengan sentuhan modern.

Lagu pembuka berjudul “Risk It All” dirilis bersamaan dengan video musik yang disutradarai langsung oleh Bruno Mars bersama Daniel Ramos. Lagu ini dibuka dengan iringan terompet ala mariachi dan petikan gitar akustik.

Melalui lirik seperti “I would run through a fire, just to be by your side”, Mars menyuarakan tema pengorbanan demi cinta dengan balutan aransemen yang dramatis namun hangat.

Pada lagu kedua, “Something Serious”, Mars memadukan warna musik Latin yang terinspirasi dari lagu “Low Rider” milik War dan “Oye Como Va” milik Santana. Aransemen lagu ini diperkuat denting cowbell dan tiupan saksofon pendek yang memberi nuansa retro yang kental.

Lagu ketiga, “I Just Might”, sebelumnya telah dirilis sebagai singel pada Januari lalu dan langsung menempati posisi puncak tangga lagu Billboard Hot 100 saat debutnya. Capaian ini menegaskan daya tarik kuat Mars di industri musik global.

Melalui lagu keempat, “On My Soul”, Mars menghadirkan pola aransemen yang mengingatkan pada gaya Curtis Mayfield dalam “Move On Up”. Lagu ini diperkaya dengan irama drum cepat, perkusi bongo, dan terompet yang dinamis.

Bagian breakdown menampilkan gaya doo-wop, di mana Mars dan grup pengiringnya memanfaatkan vokal sebagai instrumen utama, mempertegas karakter soul klasik dalam lagu tersebut.

Lagu kelima, “Cha Cha Cha”, membawa pendengar pada referensi Philly soul ala “Back Stabbers” milik The O’Jays. Mars menyelipkan jeda dramatis dan suara geraman penuh dari seluruh band sebelum memasuki reff, lalu menutup lagu dengan sentuhan irama disko.

Sementara itu, lagu keenam “Why You Wanna Fight” menghadirkan aransemen yang mengingatkan pada “Leave the Door Open” dengan penggunaan silofon. Namun, ciri khas lagu ini terletak pada permainan gitar pembuka dan lengkingan gitar yang terinspirasi dari “I’m Going Down” milik Rose Royce.

Pada lagu ketujuh, “God Was Showing Off”, Mars menyanyikan pujian untuk pasangan dengan iringan sweet soul yang terinspirasi dari “Soulful Strut”.

Lagu kedelapan, “Nothing Left”, menjadi satu-satunya lagu bertema perpisahan dalam album ini. Aransemennya bergerak di antara balada sederhana dan power ballad yang megah.

Album ditutup dengan “Dance With Me”, yang menonjolkan harmoni vokal lembut serta iringan strings, memberikan kesan manis sekaligus elegan sebagai penutup.

Untuk mempromosikan “The Romantic”, Bruno Mars dijadwalkan menggelar tur stadion dalam waktu dekat. Tur ini diprediksi akan menjadi momen spesial bagi penggemar yang telah menantikan karya solo terbarunya selama satu dekade terakhir.

Continue Reading

LakeyBanget

Kemenhaj Pantau 58 Ribu Jemaah Umrah di Arab Saudi di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau kondisi puluhan ribu jemaah umrah Indonesia menyusul meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi.

Berdasarkan data dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus mencermati perkembangan situasi melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI dan otoritas setempat.

“Kami mengimbau seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan selalu berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi dan terbaru,” ujar Puji Raharjo, seperti dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Ahad (1/3/2026).

Ia juga meminta seluruh PPIU menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh agar setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan tepat.

Menurutnya, Kemenhaj terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, guna memastikan aspek keamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah serta memastikan setiap kebijakan yang diambil mempertimbangkan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

Kemenhaj juga mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang apabila anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.

Sementara itu, situasi keamanan di Timur Tengah turut memengaruhi operasional penerbangan. Sejumlah maskapai dilaporkan melakukan penyesuaian rute maupun penundaan jadwal sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika regional. Kondisi ini berdampak pada jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan di Tanah Air.

Continue Reading

LakeyBanget

Wacana Merger Paramount–Warner Bros Ditolak Pemilik Bioskop, Kenapa?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Organisasi perdagangan pemilik bioskop, Cinema United, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana merger raksasa antara Paramount Global dan Warner Bros. Discovery (WBD).

Presiden sekaligus CEO Cinema United, Michael O’Leary, memperingatkan bahwa konsolidasi studio berskala besar berpotensi merugikan industri perfilman layar lebar, terutama dari sisi jumlah produksi film.

“Kami telah bersikap jelas sejak awal mengenai kekhawatiran kami seputar konsolidasi, dan tidak ada hal yang terjadi dalam 36 jam terakhir yang mengubah hal itu,” ujar O’Leary seperti dikutip dari Deadline, Jumat (27/2).

Ia menambahkan, secara historis, konsolidasi studio besar kerap berujung pada berkurangnya jumlah film yang diproduksi. “Pada titik ini, tidak ada alasan untuk meyakini bahwa hasilnya akan berbeda,” tegasnya. Cinema United juga mendesak regulator untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Paramount mengonfirmasi detail kesepakatan merger senilai US$110 miliar dengan WBD.

Dalam keterangan resminya, Paramount berupaya meredam kekhawatiran publik dengan menjanjikan investasi berkelanjutan pada lini kreatif kedua studio. Perusahaan juga berkomitmen memproduksi sedikitnya 15 film layar lebar per tahun dari masing-masing studio, atau total 30 film setiap tahun.

Namun, janji tersebut diragukan sejumlah pelaku industri. Secara logistik, entitas gabungan dinilai akan menghadapi tantangan besar dalam mengatur jadwal rilis agar film-film unggulan (tentpole) mereka tidak saling berbenturan dalam kalender tayang yang terbatas.

Penolakan Cinema United ini mengikuti sikap keras para pemilik bioskop sebelumnya terhadap wacana merger WBD dengan Netflix. Saat itu, kekhawatiran utama adalah potensi pemangkasan jendela tayang eksklusif di bioskop yang dapat menekan jumlah penonton.

Meski merger dengan Paramount dinilai lebih “tradisional” dibandingkan skenario bersama Netflix, kekhawatiran mengenai penurunan volume produksi tetap menjadi sorotan. Apalagi, saat ini banyak produksi film Amerika Serikat mulai berpindah ke luar negeri demi memanfaatkan insentif pajak yang lebih kompetitif.

Cinema United sejatinya dijadwalkan menghadiri dengar pendapat antimonopoli di Senat pekan depan. Namun, agenda tersebut dibatalkan setelah arah akuisisi WBD berubah dari Netflix ke Paramount.

Dengan nilai transaksi yang sangat besar dan dampak luas terhadap industri hiburan global, rencana merger Paramount dan Warner Bros. Discovery diperkirakan akan terus menjadi sorotan regulator dan pelaku industri dalam waktu dekat.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget3 minutes ago

Gagal Terbang Imbas Serangan AS-Israel, Eks Rekan Messi Kabur dari Iran Pakai Mobil

LakeyBanget18 minutes ago

Hodak Ogah Komentari Hasil Pertandingan Lawan Persebaya, Kok Kenapa?

News29 minutes ago

Pendidikan Jadi Prioritas Anggaran 2026, Tunjangan Guru Naik

News43 minutes ago

Pemerintah Pastikan Harga Terkendali dan Stok Aman saat Ramadan hingga Jelang Lebaran

LakeyBanget10 hours ago

War Tiket FIFA Series 2026 Dimulai, Lihat Daftar Harganya

News10 hours ago

Pertamina Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026, Ini Syaratnya

News11 hours ago

Selat Hormuz Ditutup, Jalur Perdagangan Indonesia Berpotensi Terganggu

LakeyBanget20 hours ago

Belajar dari Fairuz dan Sonny: Strategi Orang Tua Dampingi Anak Hafal Al-Qur’an

News20 hours ago

Wajib Belajar 13 Tahun Diperkuat, Mendikdasmen Dorong Penguatan Guru PAUD dan Pemenuhan Gizi Anak 

Ruang Sujud22 hours ago

Refleksi Perang Badar dan Geopolitik Dunia Kontemporer

LakeyBanget24 hours ago

Fadil Jaidi Bagikan Pengalaman Jadi Marbot Masjid

LakeyBanget1 day ago

Piala Dunia 2026 Dibayangi Geopolitik Global, Kok Bisa?

News1 day ago

Perspektif Vietnam dalam Pendidikan dan Ilmu Sosial di Era AI

News1 day ago

Iran Sambut Tawaran Mediasi Prabowo

News1 day ago

Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Khamenei Gugur, Simbol Apa?

LakeyBanget1 day ago

FIFA Tegaskan Iran Diharapkan Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Situasi Politik Memanas

LakeyBanget1 day ago

Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah di BRIT Awards 2026, Berkat lagu “APT”

News1 day ago

Prof Rokhmin Ajak Umat Islam Bersatu di Tengah Dinamika Global 

LakeyBanget1 day ago

Bruno Mars Rilis Album “The Romantic”, Comeback Solo Usai Satu Dekade

News1 day ago

Silaturahmi KAHMI–ICMI, Wamenag: Ilmu Tanpa Manfaat Akan Sia-Sia

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.