Connect with us

News

HUT ke-28 BP BUMN: Dony Oskaria Tekankan Transformasi dan Kontribusi Maksimal untuk Negara

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 pada Senin (13/4) dengan mengusung tema “Bergerak dalam Transformasi, Menguatkan Peran untuk Negeri”.

Kegiatan berlangsung sederhana namun khidmat, dipimpin langsung oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, bersama jajaran pimpinan dan pejabat. Acara diisi dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga tersebut.

Peringatan HUT kali ini digelar di tengah semangat efisiensi, namun tetap sarat makna. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ajang refleksi untuk memperkuat peran BP BUMN dalam mengawal transformasi perusahaan-perusahaan milik negara.

Dalam sambutannya, Dony menegaskan bahwa sejak awal pendiriannya, BUMN memiliki tujuan utama untuk memberikan kontribusi maksimal bagi negara.

“Hari ini tepat, kita bersyukur 28 tahun BUMN sudah berdiri, dan tentu kita ingin mengingat bahwa ikhtiar dari lahirnya BUMN ini untuk memberikan kontribusi maksimal lagi bagi negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dony menyampaikan bahwa usia ke-28 menjadi pengingat bagi seluruh jajaran untuk terus bergerak dalam semangat transformasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan BUMN sebagai entitas yang semakin profesional, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui momentum ini, BP BUMN juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola serta mendorong BUMN menjadi pilar penting dalam pembangunan nasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

TKA 2026 Ubah Paradigma Ujian: Dari Momok Jadi Sarana Refleksi Pembelajaran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 mulai menunjukkan perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Jika sebelumnya ujian identik dengan tekanan dan kecemasan, kini TKA dipahami sebagai sarana refleksi untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat proses belajar.

Perubahan paradigma ini terlihat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pelalawan dan Pekanbaru. Para murid yang awalnya merasa cemas, perlahan mulai melihat TKA sebagai bagian dari pembelajaran, bukan sekadar penentu hasil akhir.

Sejumlah siswa mengaku mengalami perubahan persepsi setelah mengikuti TKA. Fidelia Noviyanti Hutagaol, siswi kelas IX SMP Negeri Bernas, mengatakan sempat merasa takut saat pertama kali mendengar tentang ujian tersebut.

“Awalnya takut karena belum pernah ada sebelumnya. Tapi setelah dikerjakan, ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan siswa lain. Mereka menilai tingkat kesulitan soal berada pada kategori menengah dan dapat diselesaikan dengan baik setelah melalui latihan dan pembahasan di kelas.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyebut perubahan persepsi ini memang menjadi tujuan utama pelaksanaan TKA.

“TKA itu seperti medical check-up dalam pendidikan. Kita perlu mengetahui kondisi sebenarnya untuk menentukan apa yang perlu diperkuat dan diperbaiki,” jelasnya.

Dari sisi tenaga pendidik, pendekatan persiapan TKA juga mengalami perubahan. Guru tidak lagi memisahkan latihan soal sebagai kegiatan tambahan, melainkan mengintegrasikannya dalam pembelajaran sehari-hari.

Metode ini dinilai membuat siswa lebih nyaman dan tidak terbebani. Selain itu, sekolah juga melihat adanya peningkatan motivasi belajar karena siswa merasa memiliki tujuan yang jelas dalam memahami materi.

Di salah satu sekolah di Pekanbaru, pelaksanaan TKA bahkan berjalan dengan partisipasi penuh. Materi yang diujikan dinilai sejalan dengan penguatan kompetensi dasar yang selama ini diterapkan di sekolah.

Karakter soal TKA 2026 menekankan pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Banyak soal menggabungkan kemampuan literasi dan numerasi, sehingga menuntut siswa untuk berpikir kritis.

Pendekatan ini sejalan dengan standar internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA) yang dikembangkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development.

Guru dan siswa mengakui bahwa dengan latihan yang cukup dan pemahaman pola soal, tingkat kesulitan dapat diatasi, bahkan menjadi pemicu semangat belajar.

Keberhasilan pelaksanaan TKA juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, Nilam Suri, menyatakan bahwa kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah menjadi kunci utama.

Selain itu, kesiapan infrastruktur seperti komputer, jaringan internet, dan listrik yang stabil turut memastikan pelaksanaan berjalan lancar.

Lebih dari sekadar ujian, TKA kini dipandang sebagai instrumen penting untuk membangun budaya belajar yang lebih sehat, reflektif, dan berkelanjutan.

Perubahan cara pandang ini menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.

Continue Reading

News

Haedar Nashir: Gelar Akademik Bukan Jaminan Jadi Intelektual

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa gelar akademik tidak secara otomatis menjadikan seseorang sebagai intelektual sejati. Ia menilai masih banyak kesalahpahaman di masyarakat yang menyamakan status pendidikan formal dengan kualitas intelektualitas.

Hal tersebut disampaikan Haedar dalam kuliah umum di Universitas Indonesia, yang ia sebut sebagai salah satu pusat intelektual di Tanah Air. Meski dikenal sebagai “gudangnya intelektual”, ia mengingatkan bahwa label tersebut harus diiringi dengan kualitas pemikiran yang nyata.

“Orang bisa saja menyelesaikan pendidikan sampai strata tertinggi, tetapi itu tidak otomatis menjadi intelektual,” ujarnya.

Menurut Haedar, gelar akademik hanya mencerminkan capaian formal dalam pendidikan, sementara intelektualitas ditentukan oleh kedalaman berpikir serta kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa intelektual sejati memiliki keluasan wawasan dan ketajaman analisis. Mereka mampu memahami persoalan secara komprehensif, tidak terjebak pada sudut pandang sempit, serta dapat menghadirkan solusi yang relevan.

Dalam pemaparannya, Haedar juga menyinggung adanya tingkatan dalam dunia keilmuan, mulai dari sarjana hingga tingkat tertinggi yang disebut “begawan”. Pada level ini, seseorang tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dan pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran.

Menurutnya, sosok begawan inilah yang sangat dibutuhkan untuk mendorong kemajuan bangsa.

Haedar menilai Indonesia memerlukan lebih banyak individu yang tidak hanya memiliki gelar tinggi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar gelar, tetapi kemampuan berpikir yang mampu memberi solusi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal pencapaian akademik, melainkan juga tentang bagaimana ilmu digunakan untuk mencerahkan dan memberdayakan masyarakat.

Continue Reading

News

Nada Nusantara Guncang Festival Musik Internasional Ankara, Turki

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) berhasil memukau publik internasional dalam gelaran 40th International Ankara Music Festival di CSO Ada Ankara, Turki, pada 11–12 April 2026. Di bawah arahan maestro Avip Priatna, kedua kelompok musik kebanggaan Indonesia ini menghadirkan kekayaan budaya Nusantara di salah satu panggung musik paling bergengsi di Turki yang berlangsung pada 4–30 April 2026.

Selama dua hari pertunjukan, penampilan Indonesia berhasil menarik sekitar 1.500 penonton. Sejumlah tamu kehormatan turut menghadiri pertunjukan tersebut, antara lain Dubes RRT untuk Turki, Dubes Moldova untuk Turki, Dubes Kamboja untuk Turki, Dubes Filipina untuk Turki, Turkish National Agency dan keluarga; CEO Perusahaan Turki serta perwakilan Kementerian Luar Negeri Turki, perwakilan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki, dan undangan lainnya.

Antusiasme penonton terlihat kuat sejak awal hingga akhir konser. Hal ini menunjukkan besarnya minat publik setempat untuk menyaksikan secara langsung kualitas musik dan seni pertunjukan Indonesia.

Pada 11 April 2026, JCO dan BMS membawakan karya-karya Indonesia yang menunjukkan keragaman Indonesia dengan rasa yang mendalam. Repertoar yang ditampilkan antara lain variasi “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki, “Tanah Air”  karya Ibu Sud, serta lagu-lagu daerah seperti “Bubuy Bulan,” dan “Sik-Sik Batu Manikam.”

Penampilan tersebut semakin memikat dengan dukungan para solois, yakni James Napoleon Lai (piano), Giovani Biga (biola), Metta F. Ariono dan Marini Widyastari (flute), serta Nino Ario Wijaya (klarinet).

Pada 12 April 2026, Batavia Madrigal Singers kembali tampil dalam konser tersendiri. Dalam penampilan ini, BMS membawakan repertoar lagu Indonesia dan internasional, termasuk “Somewhere Over the Rainbow” dan “Bahasa Kalbu.”

KBRI Ankara memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi JCO dan BMS dalam festival ini. Kehadiran para musisi Indonesia di panggung internasional menjadi wujud nyata promosi citra Indonesia yang kreatif, terbuka, dan kaya akan talenta seni. “Budaya Indonesia tampil dengan warna modern yang berkelas”, sebut Dubes RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama.

Selanjutnya, Dubes Rizal menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas sambutan hangat masyarakat Turki terhadap para musisi Indonesia. Dubes Rizal juga menyoroti pembawaan lagu “Indonesia Pusaka” sebagai salah satu momen paling mengharukan dalam pertunjukan tersebut.

“Budaya termasuk Musik memiliki kekuatan untuk menyatukan dan bukan memecah belah dunia. Budaya juga Adalah Bahasa universal sebagai instrumen untuk mempererat persahabatan antar bangsa termasuk Indonesia dan Turki” ujar Dubes Rizal.  

Berbagai elemen Masyarakat Indonesia terutama sejumlah mahasiswa Indonesia dari berbagai kota di Turki juga turut datang ke Ankara untuk memberikan dukungan. Kehadiran mereka menghadirkan suasana hangat, penuh kebanggaan, dan mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan.

Festival musik internasional di Ankara yang diselegggarakan oleh Sevda-Cenap and Music Foundation yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Turki. Sejak tahun 1993 Festival tahunan di Ankara ini juga menjadi bagian dari rangkaian European Festival Association (EFA). 

Tahun ini, festival diikuti lebih dari 800 seniman dari 17 negara, Keikutsertaan Indonesia menegaskan bahwa karya dan talenta anak bangsa mampu tampil sejajar dan mendapat tempat terhormat di panggung internasional.

Dari Ankara, harmoni Indonesia bergema lebih jauh: memikat penonton, memperkuat persahabatan, dan menegaskan bahwa seni Indonesia punya tempat terhormat di panggung internasional.

Continue Reading

News

Risiko AI Ancam Sistem Keuangan AS

Kekhawatiran utama adalah kemampuan AI yang berpotensi mengancam stabilitas dan keamanan infrastruktur finansial negara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent bertemu dengan para CEO bank-bank besar AS pada Jumat (10/4). Pertemuan ini fokus membahas potensi risiko siber yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) Mythos milik Anthropic terhadap stabilitas sistem keuangan.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya perhatian pemerintah Amerika Serikat terhadap ancaman siber yang dapat muncul dari perkembangan AI yang semakin canggih. Kekhawatiran utama adalah kemampuan AI yang berpotensi mengancam stabilitas dan keamanan infrastruktur finansial negara.

Para pimpinan bank tersebut diketahui telah berada di Washington, D.C. untuk menghadiri rapat dewan Financial Services Forum. Di tengah agenda rutin itu, sebuah pertemuan khusus diadakan pada hari Selasa sebelumnya untuk secara spesifik membahas model Mythos, diikuti oleh pertemuan lebih lanjut pada Jumat di kantor Departemen Keuangan AS.

Model AI Anthropic yang menjadi sorotan, “Claude Mythos Preview”, sebelumnya dirilis secara terbatas. Pembatasan ini diberlakukan karena adanya kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan oleh peretas, yang dapat menimbulkan dampak signifikan. Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Apple, Google, Microsoft, dan Nvidia, turut terlibat dalam inisiatif keamanan siber yang terkait dengan model tersebut.

Sejumlah pimpinan bank besar dilaporkan hadir dalam pertemuan tersebut untuk mendiskusikan langkah mitigasi risiko. Namun, CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, dilaporkan tidak hadir dalam diskusi penting mengenai ancaman siber berbasis AI ini.

Pertemuan mendadak ini mencerminkan tingkat kekhawatiran pemerintah AS yang tinggi terhadap ancaman teknologi baru. Hal ini menegaskan kembali urgensi bagi sektor keuangan untuk beradaptasi dan memperkuat pertahanan siber guna menghadapi tantangan yang berkembang pesat dari kecerdasan buatan.

Continue Reading

News

Didampingi Gubernur Sherly, Prof Rokhmin Paparkan Masa Depan Agro-Maritim Maluku Utara

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Di bawah naungan langit biru Bumi Kie Raha, di mana empat gunung mulia berdiri sebagai pilar peradaban, hari ini angin laut membawa kabar penuh optimisme. Kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri, Sang Begawan Kelautan sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah momentum sejarah yang telah lama dinantikan.

Talkshow  bertajuk “Menatap Masa Depan Perikanan Maluku Utara” di Ternate, Sabtu (11/04/2026), yang dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Prof. Rokhmin menyoroti fenomena pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang sangat tinggi, mencapai sekitar 32% pada tahun 2025. Namun, ia mencatat bahwa ketergantungan yang besar pada sektor ekstraktif, khususnya nikel, membawa risiko kerusakan lingkungan dan ketimpangan distribusi kesejahteraan.

“Diperlukan strategi pembangunan yang lebih menyejahterakan rakyat secara berkelanjutan melalui pendekatan Agro-Maritim, yaitu integrasi pembangunan sektor pertanian dan kelautan berbasis inovasi dan hilirisasi,” ujar Menteri KKP di era presiden Gus Dur dan Megawati.

Dalam amatan Tokoh Nelayan Nasional ini, Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam maritim yang sangat besar dengan wilayah laut mencapai 75% dari total luas wilayah. Potensi lestari perikanan tangkap di daerah ini diperkirakan mencapai 517.000 ton per tahun, namun pemanfaatannya baru mencapai sekitar 61,65% pada tahun 2024. Selain itu, potensi lahan perikanan budidaya yang mencapai 81.317 hektare baru dimanfaatkan sebesar 0,62%.

Guru Besar IPB University ini menguraikan empat syarat agar suatu wilayah dapat maju dan berdaulat, yaitu kepemilikan peta jalan pembangunan yang holistik, kualitas SDM yang unggul, stabilitas politik dan perdamaian, serta kepemimpinan yang kompeten dan kuat. Ia juga mendorong modernisasi alat tangkap bagi nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Dari sisi kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan Maluku Utara pada tahun 2025 berada pada angka 5,59%. Meski angka ini berada di bawah rata-rata nasional, tantangan besar masih ada pada sektor pangan. Data menunjukkan Maluku Utara masih mengalami defisit beras sekitar 138.450 ton per tahun dan sangat bergantung pada pasokan luar daerah seperti Surabaya dan Sulawesi Selatan.

Sektor pariwisata juga dipandang sebagai mesin pertumbuhan baru. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan didominasi oleh Kota Ternate dengan total 334.877 kunjungan. Peningkatan hunian hotel bintang yang mencapai 43,27% pada awal 2026 menandakan potensi perjalanan bisnis dan wisata yang terus berkembang.

Menutup paparannya, Prof Rokhmin ini pun menekankan pentingnya kolaborasi Penta Helix yang menghubungkan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Menurutnya, sinergi ini diperlukan untuk menciptakan ekosistem inovasi yang dapat memajukan daya saing Maluku Utara di masa depan

Continue Reading

News

Iran Ogah Lanjutkan Negosiasi dengan AS Usai Perundingan Buntu

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Iran dikabarkan tidak berencana melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) setelah putaran pertama perundingan berakhir tanpa kesepakatan. Kebuntuan ini menandai ketegangan baru dalam hubungan kedua negara terkait isu strategis, termasuk program nuklir Teheran.

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi menyebutkan kepada kantor berita Fars bahwa Iran tetap bersikeras agar AS memenuhi seluruh tuntutan mereka sebelum pembicaraan dilanjutkan.

“(Iran saat ini) tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya,” ujar sumber tersebut, Minggu (12/4). Ia menambahkan bahwa Iran tidak berada dalam posisi terburu-buru dan tidak akan mengubah status Selat Hormuz hingga tercapai kesepakatan yang dianggap adil.

Perundingan yang berlangsung sejak Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai mufakat. Dari pihak AS, Donald Trump menyatakan Iran menolak sejumlah tuntutan utama, termasuk penghentian total program nuklirnya.

Sementara itu, Wakil Presiden AS menyoroti belum adanya komitmen jangka panjang dari Iran terkait pengembangan senjata nuklir. Ia menyebut hasil perundingan ini sebagai “kabar buruk” bagi Teheran, meski tetap berharap adanya perubahan sikap ke depan.

Sebelumnya, Donald Trump juga sempat melontarkan ancaman keras terhadap Iran sebelum gencatan senjata diberlakukan. Namun, setelah negosiasi berlangsung, ia mengaku tidak terlalu memedulikan hasil akhir perundingan tersebut.

“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya,” ujarnya.

Pasca kebuntuan ini, delegasi AS telah kembali ke Washington. Situasi tersebut membuat masa depan gencatan senjata antara kedua negara menjadi tidak pasti.

Di sisi lain, Wakil Presiden Iran Ataollah Mohajerani menilai kegagalan negosiasi justru menjadi kabar yang lebih buruk bagi AS. Ia menuding Washington mencoba meraih hasil diplomatik yang gagal dicapai melalui jalur militer.

Ketegangan juga berdampak pada jalur energi global. Iran menegaskan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendalinya, dan kapal-kapal yang melintas diwajibkan membayar biaya transit. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia jika situasi terus berlarut.

Continue Reading

News

Belum Capai Kesepakatan, Negosiasi AS-Iran Berlanjut ke Hari Kedua

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, memasuki hari kedua pada Minggu (12/4/2026), setelah lebih dari 15 jam pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan final.

Pembicaraan tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan pertemuan langsung pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Pihak Gedung Putih menyatakan diskusi berlangsung hingga melewati tengah malam pada Sabtu (11/4). Media Iran melaporkan kedua delegasi sempat beristirahat sebelum subuh, lalu melanjutkan negosiasi pada Minggu pagi.

Seorang pejabat Pakistan menyebut suasana perundingan berjalan positif dan kondusif. “Diskusi berlangsung baik dan atmosfernya cukup ramah,” ujarnya.

Pakistan berperan sebagai mediator sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 8 April. Berbeda dari perundingan sebelumnya, kali ini delegasi AS dan Iran bertemu langsung tanpa perantara bolak-balik.

Dalam putaran negosiasi terbaru ini, Iran meminta delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance. Sementara itu, Jared Kushner dan Steve Witkoff tetap terlibat sebagai bagian dari tim AS.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Sebelumnya, pada Februari lalu, kedua negara sempat bernegosiasi terkait program nuklir Iran melalui pihak ketiga. Namun, belum tercapai kesepakatan ketika konflik memanas akibat serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, memicu eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Meski negosiasi kini kembali berlangsung, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa hasil pembicaraan tidak menjadi kekhawatiran utama bagi Washington.

“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya. Kami sudah menang,” ujar Trump.

Meski demikian, kelanjutan perundingan di hari kedua menunjukkan kedua pihak masih membuka ruang dialog untuk meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan damai.

Continue Reading

News

Penumpang KRL Anjlok Drastis Akibat Kebijakan WFH ASN

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 27% dibandingkan hari Jumat sebelum pemberlakuan WFH, yang mencapai 460.184 orang.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat telah berdampak signifikan terhadap volume pengguna Commuter Line atau KRL Jabodetabek. KAI Commuter melaporkan adanya tren penurunan drastis jumlah penumpang, terutama pada stasiun-stasiun yang berdekatan dengan pusat perkantoran pemerintahan dan stasiun integrasi.

Hingga pukul 11.00 WIB pada hari Jumat setelah kebijakan WFH berlaku, tercatat total 335.268 pengguna di wilayah Jabodetabek. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 27% dibandingkan hari Jumat sebelum pemberlakuan WFH, yang mencapai 460.184 orang.

Penurunan volume pengguna KRL terlihat jelas di berbagai stasiun keberangkatan. Stasiun Bogor mencatat penurunan 26% dengan 20.431 pengguna dari sebelumnya 27.659 orang. Serupa, Stasiun Bekasi mengalami penurunan 25% menjadi 18.633 orang dari 24.835 orang, sementara Stasiun Sudimara menyaksikan penurunan 35% dengan 9.382 pengguna dari 14.390 orang.

Dampak WFH juga terasa di stasiun tujuan utama. Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia, yang merupakan akses vital menuju kantor kementerian dan instansi pemerintahan, masing-masing mengalami penurunan 24% menjadi 11.834 orang (dari 15.621) dan 29% menjadi 13.827 orang (dari 19.504). Stasiun Palmerah juga mencatat penurunan 29% menjadi 13.060 orang akibat berkurangnya mobilitas di area lembaga negara.

“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter.

Meskipun terjadi penurunan volume pengguna sebagai efek dari kebijakan WFH bagi ASN, KAI Commuter memastikan bahwa operasional perjalanan Commuter Line tetap berjalan normal. Sebanyak 1.065 perjalanan per hari tetap disiagakan untuk melayani seluruh masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

Continue Reading

News

SUV Listrik Premium Jarak Jauh

Varian penggerak roda belakang (RWD) dibekali motor listrik berkekuatan 300 kW (sekitar 402 PS) dengan baterai 130,15 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 950 km berdasarkan siklus uji CLTC

Amalan Saliha

Published

on

Produsen otomotif raksasa Tiongkok, BYD, akan meluncurkan model SUV terbarunya, Great Tang 2026, yang dirancang untuk memperkuat posisi perusahaan di segmen SUV premium elektrifikasi. Kendaraan ini diposisikan sebagai SUV unggulan yang menawarkan teknologi mutakhir, desain modern, dan performa impresif, terutama untuk kebutuhan keluarga mewah.

Peluncuran resmi Great Tang 2026 dijadwalkan pada Mei 2026 di Tiongkok, dengan menawarkan dua pilihan teknologi utama: Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan listrik murni, serta Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Langkah ini menunjukkan ambisi BYD untuk menantang rival di pasar global dengan produk berkapasitas tinggi.

Dari segi dimensi, BYD Great Tang 2026 tergolong sangat bongsor, dengan panjang mencapai 5.302 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda 3.130 mm. Ukuran tersebut menjadikannya salah satu SUV terbesar yang pernah diproduksi BYD. Kabinnya dirancang mewah untuk tujuh penumpang, dilengkapi fitur premium seperti tiga layar di dasbor, meja lipat di baris kedua, layar hiburan plafon, dan kulkas terintegrasi.

Untuk varian listrik murni, Great Tang 2026 akan menggunakan Blade Battery generasi kedua. Varian penggerak roda belakang (RWD) dibekali motor listrik berkekuatan 300 kW (sekitar 402 PS) dengan baterai 130,15 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 950 km berdasarkan siklus uji CLTC.

Sementara itu, versi penggerak semua roda (AWD) dari BEV ini mampu menghasilkan tenaga gabungan 585 kW (setara 784 PS) dan dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu sekitar 3,9 detik, menjadikannya salah satu SUV listrik tercepat di kelasnya. Jarak tempuh untuk versi AWD ini mencapai sekitar 850 km. Untuk opsi plug-in hybrid, tersedia sistem DM-i dan DM-p.

Dengan kombinasi performa tinggi, jangkauan luar biasa, dan kemewahan interior, BYD Great Tang 2026 diharapkan mampu menarik perhatian pasar SUV premium global. Kendaraan ini merupakan manifestasi dari strategi BYD untuk terus berinovasi dan mendominasi segmen kendaraan elektrifikasi yang semakin kompetitif.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Dorong Implementasi PAUD Terintegrasi, Fokus Akses dan Kualitas

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Upaya penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara memasuki babak baru dengan peluncuran ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030. Dokumen strategis ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan sektor dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas layanan PAUD secara berkelanjutan.

Peta jalan tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ASEAN, dan SEAMEO, dengan dukungan berbagai mitra pembangunan. Selain menjadi kerangka kebijakan, roadmap ini juga dirancang sebagai panduan implementatif yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa dokumen tersebut mencerminkan komitmen kolektif negara-negara Asia Tenggara dalam memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.

“Peta jalan ini bukan sekadar dokumen, melainkan ajakan untuk bertindak bersama dalam memperkuat kebijakan, kemitraan, dan mobilisasi sumber daya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/4/2026).

Ia juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses layanan PAUD berkualitas serta kesempatan mengembangkan potensi secara optimal.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menilai kolaborasi lintas negara dan sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kualitas layanan PAUD.

“Kami meyakini dengan berbagi pengalaman dan sumber daya, kawasan ini dapat bergerak lebih cepat sekaligus memperkuat solidaritas sebagai komunitas Asia Tenggara,” ujarnya.

Dari perspektif regional, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya, San Lwin, menyebut pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis bagi masa depan kawasan.

Menurutnya, roadmap ini berfokus pada perluasan akses, integrasi layanan lintas sektor, serta penguatan keselarasan kebijakan dan kemitraan antarnegara.

Implementasi roadmap juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyatakan dokumen ini akan menjadi acuan dalam pengembangan kebijakan PAUD di daerah, termasuk program rintisan sekolah PAUD gratis untuk masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, Tanoto Foundation menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan layanan PAUD melalui kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi regional.

Melalui implementasi roadmap ini, negara-negara Asia Tenggara diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas perkembangan anak usia dini, mengurangi kesenjangan layanan, serta membangun fondasi sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News1 minute ago

TKA 2026 Ubah Paradigma Ujian: Dari Momok Jadi Sarana Refleksi Pembelajaran

News26 minutes ago

HUT ke-28 BP BUMN: Dony Oskaria Tekankan Transformasi dan Kontribusi Maksimal untuk Negara

News45 minutes ago

Haedar Nashir: Gelar Akademik Bukan Jaminan Jadi Intelektual

News6 hours ago

Nada Nusantara Guncang Festival Musik Internasional Ankara, Turki

News9 hours ago

Risiko AI Ancam Sistem Keuangan AS

LakeyBanget11 hours ago

Sejarah Tercipta, Marie-Louise Eta Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga

LakeyBanget11 hours ago

Usia Bukan Batasan: Pelari 44 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Ultramarathon 100 Mil

LakeyBanget1 day ago

Kurniawan Puji Emral Abus Jelang Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF U-17

News1 day ago

Didampingi Gubernur Sherly, Prof Rokhmin Paparkan Masa Depan Agro-Maritim Maluku Utara

LakeyBanget1 day ago

BINI Ukir Sejarah, Grup Filipina Pertama Tampil di Coachella 2026

News1 day ago

Iran Ogah Lanjutkan Negosiasi dengan AS Usai Perundingan Buntu

LakeyBanget1 day ago

Indonesia vs Thailand di Final AFF Futsal 2026, Perebutan Gelar dan Rekor

News1 day ago

Belum Capai Kesepakatan, Negosiasi AS-Iran Berlanjut ke Hari Kedua

News2 days ago

Penumpang KRL Anjlok Drastis Akibat Kebijakan WFH ASN

News2 days ago

SUV Listrik Premium Jarak Jauh

LakeyBanget2 days ago

Profil Timnas Maroko di Piala Dunia 2026: Dari Kuda Hitam Jadi Penantang Serius

LakeyBanget2 days ago

Ini 5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Simeone Puncaki Daftar

LakeyBanget2 days ago

Harga Mobil Listrik April 2026 Stabil, Chery dan Changan Kompak Naikkan Harga

News2 days ago

Kemendikdasmen Dorong Implementasi PAUD Terintegrasi, Fokus Akses dan Kualitas

News2 days ago

Prabowo: Pencak Silat Cerminan Jati Diri dan Karakter Bangsa

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.