News
Hadapi Gejolak Global, Pertamina Siapkan Lima Strategi Jaga Ketahanan Energi
Di tengah gejolak global, Pertamina mengimplementasikan lima strategi krusial untuk menjaga ketahanan dan pertumbuhan bisnis energi nasional. Ini termasuk disiplin biaya, efisiensi operasional, investasi selektif, adaptasi organisasi, dan inovasi.
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) menyiapkan lima strategi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Langkah tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang disusun sebagai respons terhadap volatilitas pasokan dan harga energi dunia.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, mulai dari tekanan ekonomi global hingga fluktuasi harga energi dan meningkatnya kompleksitas operasional.
“Di tengah berbagai tantangan tersebut, Pertamina tetap menjadi garda terdepan dalam menopang kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4).
Menurut Simon, dinamika geopolitik global—termasuk konflik di Timur Tengah dan tekanan di jalur strategis seperti Selat Hormuz—berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Pertamina menetapkan lima langkah strategis. Pertama, memperketat disiplin biaya di seluruh lini operasi. Kedua, meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional.
Ketiga, menjalankan investasi secara selektif dengan fokus pada proyek-proyek strategis. Keempat, membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan. Kelima, mendorong inovasi sebagai kunci menghadapi dinamika industri energi.
Selain itu, Pertamina juga berupaya memanfaatkan situasi global sebagai peluang dengan meningkatkan efisiensi, termasuk optimalisasi utilisasi kilang, guna mendorong pertumbuhan volume penjualan energi.
Simon menegaskan bahwa peran Pertamina tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai pilar utama ketahanan energi nasional.
“Eksistensi Pertamina di 2026 bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga ketahanan, keandalan, dan kedaulatan energi nasional,” tegasnya.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menambahkan bahwa ketahanan energi menjadi prioritas utama perusahaan, terutama dalam jangka pendek untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga bagi masyarakat.
Ia menilai situasi global saat ini merupakan “stress test” bagi perusahaan energi nasional, sehingga diperlukan respons yang luar biasa.
“Kondisi ini bukan situasi normal. Pertamina harus bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan energi nasional,” ujarnya.
Dengan strategi tersebut, Pertamina diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat perannya sebagai tulang punggung energi Indonesia.
News
Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional, Siapa Penggantinya?
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni 2026.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pergantian ini terjadi pada hari yang sama ketika Dadan masih menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN. Pada Selasa pagi, ia turut mendampingi Presiden Prabowo meninjau operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palmerah, Jakarta Barat. Setelah itu, Dadan juga ikut dalam kunjungan Presiden ke SMPN 111 Jakarta untuk memantau pelaksanaan program MBG bagi para siswa.
Dadan Hindayana merupakan akademisi dan pakar entomologi atau ilmu serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pertama kali diangkat sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94B Tahun 2024 dan dilantik oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.
Setelah pergantian pemerintahan, Dadan tetap dipercaya memimpin BGN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhirnya diberhentikan pada 2 Juni 2026.
Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Sejak mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025, Program MBG menjadi salah satu program sosial berskala nasional yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
News
Kampus Boleh Dirikan SPPG, Mendiktisaintek: Bisa Jadi Laboratorium Praktik dan Riset
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan perguruan tinggi diperbolehkan mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari kegiatan teaching factory atau sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa. Menurutnya, keberadaan SPPG di lingkungan kampus dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
“Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dan sekaligus menjadi objek penelitian. Kami mempersilakan kampus-kampus yang ingin melakukan hal tersebut,” ujar Brian.
Menurut Brian, keterlibatan perguruan tinggi dalam Program MBG merupakan bagian dari kontribusi dunia akademik terhadap berbagai program strategis nasional. Ia menilai dukungan kampus terhadap program pemenuhan gizi masyarakat memiliki posisi yang sama pentingnya dengan keterlibatan akademisi dalam riset kendaraan listrik, industri semikonduktor, maupun pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall).
Meski demikian, Brian menegaskan bahwa pendirian SPPG di lingkungan kampus bukan merupakan kewajiban. Kementerian, kata dia, tidak pernah menerbitkan kebijakan yang mewajibkan setiap perguruan tinggi membangun fasilitas tersebut.
“Kami tidak pernah mengeluarkan edaran bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG. Yang kami dorong adalah bagaimana kampus berperan aktif dalam mendukung berbagai program nasional melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Brian mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam penelitian jangka panjang guna mengukur dampak Program MBG terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, riset semacam itu penting untuk memastikan efektivitas program dalam meningkatkan kualitas gizi dan menurunkan angka stunting.
Ia mencontohkan sejumlah studi internasional yang menunjukkan program makan bergizi mampu memberikan dampak positif terhadap status gizi anak. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam melakukan evaluasi berbasis data dan kajian ilmiah yang berkelanjutan.
“Yang kami dorong adalah riset-riset jangka panjang, misalnya melihat bagaimana dampaknya terhadap stunting dan perbaikan status gizi. Hal-hal seperti itu membutuhkan kajian yang mendalam dan berkelanjutan, yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi,” ujar Brian.
Dengan dukungan riset dan inovasi dari kampus, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan sebagai program bantuan sosial, tetapi juga menjadi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
News
Santap Menu MBG Bareng Siswa, Prabowo Motivasi Siswa Raih Prestasi hingga Piala Dunia
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Selasa. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tidak hanya memantau distribusi makanan, tetapi juga ikut menyantap menu MBG bersama para siswa di ruang kelas.
Kunjungan diawali dengan peninjauan dapur yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, tempat makanan bergizi disiapkan sebelum didistribusikan kepada para pelajar.
Setelah memastikan proses penyiapan makanan berjalan baik, Presiden memasuki sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung para siswa menikmati hidangan yang disajikan dalam ompreng. Menu MBG hari itu terdiri atas nasi putih, telur, orek tempe, dan sayuran.
Di salah satu kelas, Prabowo duduk bersama para siswa, mengikuti doa bersama sebelum makan, lalu turut menyantap makanan yang disediakan. Suasana hangat terlihat saat Presiden berinteraksi langsung dengan para pelajar.
Tak hanya itu, Prabowo juga menyempatkan diri menanyakan tanggapan siswa mengenai menu yang mereka santap.
“Makanannya enak nggak?” tanya Prabowo kepada para siswa.
“Enak!” jawab para murid serempak.
Kehadiran Kepala Negara disambut antusias oleh para siswa sejak memasuki area sekolah. Sorak-sorai dan panggilan nama Presiden terdengar dari berbagai sudut sekolah. Sejumlah siswa tampak berusaha mendekat untuk bersalaman, meminta tanda tangan, hingga mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Prabowo juga berinteraksi lebih dekat dengan para siswa melalui sesi bincang santai. Presiden sempat menyanyikan lagu “Hymne Guru” bersama para pelajar dan mendengarkan berbagai cita-cita yang mereka sampaikan.
Beberapa siswa mengaku bercita-cita menjadi Presiden. Menanggapi hal itu, Prabowo memberikan pesan agar mereka terus belajar dan berusaha meraih prestasi setinggi mungkin.
“Belajar ya,” pesan Prabowo kepada para siswa.
Presiden juga memberikan motivasi khusus kepada para pelajar yang memiliki minat di bidang olahraga.
“Bawa Indonesia ke Piala Dunia,” ujar Prabowo, disambut antusias para siswa.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal sekaligus mempererat interaksi antara pemimpin negara dengan generasi muda.
News
Era AI Murah Berakhir, Biaya Implementasi Meningkat Tajam
Perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic telah mulai menyesuaikan harga layanan berdasarkan penggunaan aktual untuk mengimbangi biaya operasional yang sangat besar.
Monitorday.com– Bisnis di seluruh dunia kini menghadapi kenyataan baru terkait Kecerdasan Buatan (AI) Generatif. Biaya implementasi teknologi AI dilaporkan meningkat tajam, menandai berakhirnya era AI yang disubsidi. Perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic telah mulai menyesuaikan harga layanan berdasarkan penggunaan aktual untuk mengimbangi biaya operasional yang sangat besar.
Pergeseran ini terjadi setelah masa booming Kecerdasan Buatan Generatif, di mana penyedia layanan mulanya menawarkan harga di bawah biaya produksi untuk menarik pengguna. Strategi tersebut, yang bertujuan mendorong adopsi luas, menyebabkan banyak penyedia beroperasi dengan kerugian signifikan.
Menurut surat kabar Prancis La Tribune, pada tahun-tahun awal adopsi kecerdasan buatan secara luas, perusahaan teknologi menawarkan harga yang sangat menarik untuk mendorong pengguna dan bisnis agar segera mengadopsi teknologi baru tersebut. Namun, strategi ini menyebabkan banyak penyedia beroperasi dengan kerugian. Menurut para ahli industri, tren tersebut kini berubah drastis seiring dengan pertumbuhan permintaan Kecerdasan Buatan yang jauh melampaui kemampuan peningkatan skala infrastruktur komputasi.
Salah satu alasan utama di balik lonjakan biaya adalah munculnya “agen Kecerdasan Buatan” atau agen AI. Berbeda dengan chatbot tradisional yang hanya menjawab pertanyaan, agen AI mampu secara otomatis melakukan banyak tugas kompleks, termasuk pengambilan informasi, analisis data, perencanaan, dan koordinasi dengan sistem lain. Untuk menyelesaikan satu tugas, platform AI dapat secara bersamaan mengoperasikan beberapa agen terpisah, yang kemudian mensintesis dan memverifikasi hasilnya dengan agen lain, menyebabkan peningkatan jumlah data yang diproses dan “token” berkali-kali lipat.
Tekanan biaya semakin diperparah oleh ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar infrastruktur AI. Pusat data dan produsen chip kesulitan mengimbangi pertumbuhan pesat kebutuhan komputasi. Akibatnya, biaya sewa infrastruktur komputasi awan, server khusus, dan prosesor AI terus mengalami kenaikan.
Secara khusus, di bidang pengembangan perangkat lunak, biaya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pemrograman telah meningkat secara eksponensial dalam beberapa waktu terakhir. Tren ini secara langsung menyebabkan kenaikan harga pada banyak model AI terkemuka yang tersedia di pasaran, mengubah lanskap ekonomi pemanfaatan teknologi cerdas.
News
Seskab Klarifikasi Perihal Biaya Perjalanan Presiden ke Luar Negeri
Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo
Monitorday.com– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah merespons sorotan publik terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat kepala negara. Klarifikasi ini secara khusus menanggapi masukan yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.
Dalam pernyataannya, Teddy Indra Wijaya menyampaikan apresiasi atas masukan tersebut serta merinci beberapa poin penting, termasuk sumber pembiayaan perjalanan, jumlah rombongan yang mendampingi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi jadwal kunjungan Presiden.
Merespons masukan tersebut, Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan Dino Patti Djalal.
“Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan,”
Teddy juga secara terbuka memuji sosok Dino Patti Djalal sebagai diplomat ulung, meskipun ia hanya menjabat sebagai wakil menteri luar negeri dalam waktu singkat.
“Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walaupun hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,”
Terkait isu pembiayaan perjalanan dinas Presiden Prabowo ke luar negeri, Teddy menjelaskan bahwa segala kelebihan biaya yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.
“Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,”
Ia menambahkan, jumlah rombongan yang mendampingi Presiden dalam kunjungan luar negeri telah mengalami pengurangan drastis dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya, yang kini berjumlah antara 50 hingga 60 orang.
“Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Berkurang lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,”
News
Trump Optimistis Kesepakatan AS-Iran Tercapai Pekan Depan
Presiden AS Donald Trump yakin kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat tercapai pekan depan. Negosiasi terus berlanjut di tengah dinamika diplomatik yang kompleks.
Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan tersebut dapat terwujud pada pekan depan.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan proses negosiasi dengan Teheran terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
“Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan,” kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Trump menilai keberhasilan diplomasi akan menjadi hasil yang lebih baik dibandingkan penyelesaian melalui jalur militer. Menurutnya, upaya mencapai kesepakatan dengan Iran merupakan proses yang kompleks mengingat besarnya kepentingan dan sejarah ketegangan antara kedua negara.
“Ini bukan hal yang mudah. Anda berbicara tentang negara yang sangat besar yang sedang membuat kesepakatan. Ada permusuhan yang sangat besar,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah berlanjutnya komunikasi antara Washington dan Teheran terkait peluang tercapainya kesepakatan baru. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa kedua negara masih aktif bertukar pesan dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Melalui akun Telegram resminya pada Minggu (31/5), Araghchi menegaskan bahwa pembahasan masih berjalan dan belum ada hasil akhir yang dapat dijadikan dasar penilaian.
“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun,” ujar Araghchi.
Ia juga mengingatkan agar berbagai informasi yang beredar saat ini tidak langsung dianggap sebagai fakta karena sebagian besar masih bersifat spekulatif.
Sementara itu, pada Jumat lalu, Trump diketahui telah menerima pengarahan intelijen terkait perkembangan isu Iran dan menyatakan akan segera mengambil keputusan final. Namun, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan akhir yang berhasil dicapai.
Di sisi lain, laporan The New York Times menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah mengajukan sejumlah persyaratan baru yang lebih ketat dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Proposal terbaru tersebut disebut telah disampaikan kepada Teheran sebagai bagian dari proses negosiasi yang masih berlangsung.
Perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian internasional mengingat hubungan kedua negara yang telah lama diwarnai ketegangan. Keberhasilan mencapai kesepakatan dinilai dapat membuka peluang baru bagi stabilitas kawasan serta meredakan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
News
Perkuat Ketahanan Energi, PHE Siapkan Proyek Strategis
PHE berinovasi lewat proyek strategis untuk jaga ketahanan energi dan dukung transisi. Mereka fokus pada migas dan energi rendah karbon demi keberlanjutan nasional.
Monitorday.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan yang menggabungkan penguatan bisnis migas dan pengembangan energi rendah karbon.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, di booth PHE pada ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten.
Whisnu menjelaskan bahwa PHE saat ini menjadi tulang punggung sektor hulu migas nasional dengan kontribusi sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional. Selain itu, perusahaan mengoperasikan sekitar 27 persen blok migas yang tersebar di Indonesia.
Sepanjang 2025, PHE mencatat produksi minyak mencapai 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Kinerja tersebut ditopang oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, 37.266 kegiatan well service, serta 1.288 pekerjaan workover.
Menurut Whisnu, perusahaan menjalankan strategi dual growth yang menitikberatkan pada keseimbangan antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon guna menghadapi tantangan transisi energi global.
“Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan,” ujarnya.
Dalam mendukung agenda transisi energi, PHE terus memperkuat program keberlanjutan. Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 1,62 juta ton setara CO2.
PHE juga mengembangkan berbagai proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) bersama mitra global. Hingga 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.
Sepanjang periode 2024–2025, sejumlah pencapaian strategis berhasil diraih perusahaan. Di antaranya proyek injeksi CO2 Sukowati yang diproyeksikan meningkatkan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel, penemuan sumber daya 2C Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE), serta implementasi teknologi multi-stage fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak.
PHE juga mencatat kemajuan melalui pengembangan North Duri A14 dengan injeksi steamflood pertama untuk enhanced oil recovery (EOR), beroperasinya lapangan greenfield Akasia dengan produksi awal 3.200 barel minyak per hari, serta produksi Lapangan Padang Pancuran I yang memiliki estimasi cadangan mencapai 1,1 juta barel minyak.
Selain itu, perusahaan terus mengembangkan proyek EOR Chemical di Minas, meningkatkan kapasitas produksi Area of Interest Sisi Nubi hingga 70 MMSCFD, serta mengembangkan sumur step-out Abab sebagai bagian dari revitalisasi lapangan migas matang (brownfield).
Memasuki 2026 dan tahun-tahun berikutnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, proyek greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, serta pengembangan lapangan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan.
Di bidang teknologi, perusahaan juga mulai mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung operasi pengeboran, pengelolaan aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus jangka panjang perusahaan dengan potensi kapasitas penyimpanan karbon mencapai 2,9 gigaton.
Partisipasi PHE dalam IPA Convex 2026 turut menarik perhatian pengunjung. Melalui berbagai tampilan digital interaktif, perusahaan menampilkan capaian dan pengembangan bisnis hulu migas yang mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan mitra binaan.
IPA Convex sendiri merupakan ajang konvensi dan pameran terbesar di sektor industri minyak dan gas bumi yang mempertemukan pelaku industri energi dari dalam dan luar negeri.
News
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar, Ini yang Dibahas
Presiden Prabowo Subianto bertemu Wakil PM Qatar untuk bahas penguatan hubungan bilateral. Pertemuan fokus pada peningkatan kerja sama di berbagai bidang strategis antara Indonesia dan Qatar.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Qatar.
Sheikh Saoud tiba di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Prabowo dalam suasana hangat dan penuh persahabatan. Pertemuan berlangsung konstruktif sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk menjaga komunikasi yang erat serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang strategis.
Dalam kesempatan tersebut, Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, kepada Presiden Prabowo. Kepala Negara menyambut baik pesan tersebut dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin erat dengan Qatar.
Selain membahas perkembangan hubungan kedua negara, pertemuan juga menyoroti tindak lanjut berbagai kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Salah satu fondasi penting kemitraan Indonesia–Qatar adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan Emir Qatar pada April 2025.
Melalui dialog strategis tersebut, Indonesia dan Qatar berkomitmen meningkatkan kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari politik dan isu-isu regional maupun internasional, pertahanan dan keamanan, penanggulangan terorisme, hingga ekonomi yang mencakup perdagangan dan investasi. Kerja sama juga diperluas pada bidang pertukaran budaya serta penguatan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sheikh Saoud mencerminkan tekad bersama untuk terus mempererat hubungan yang telah terjalin baik selama ini. Dengan semangat saling menghormati dan saling menguntungkan, kedua negara berupaya mendorong kemitraan yang semakin solid di tengah dinamika kawasan dan global.
Penguatan kerja sama Indonesia dan Qatar diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan.
News
BGN Gandeng Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Manfaat MBG
BGN berupaya memastikan akurasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pelibatan sekolah dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan validasi data ini.
Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat proses validasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan sekolah, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh kelompok yang berhak menerima.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan validasi data menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Program MBG agar layanan yang diberikan dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh Indonesia.
“Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas kami agar pelaksanaan Program MBG semakin tepat sasaran. Selain integrasi data dari berbagai wali data, kami juga melakukan verifikasi langsung dari tingkat bawah untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat,” ujar Sony di Jakarta, Senin.
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan melalui koordinasi antara Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tingkat kecamatan dengan lurah dan kepala desa di masing-masing wilayah.
Melalui mekanisme tersebut, dilakukan pendataan sekaligus pencocokan data kelompok sasaran Program MBG, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, serta para santri di pondok pesantren.
Sebagai upaya meningkatkan transparansi, BGN kini membuka akses hasil validasi data penerima manfaat melalui dasbor digital yang dapat dipantau oleh masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
BGN juga mengajak kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga kepala daerah untuk aktif melakukan pengecekan data di wilayah masing-masing guna memastikan tidak ada kelompok sasaran yang terlewat.
Sony menegaskan masyarakat juga dapat melaporkan apabila menemukan ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri yang belum terdata atau belum menerima manfaat Program MBG.
“Apabila terdapat ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, maupun santri yang belum terdata atau belum menerima layanan MBG, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada BGN melalui Koordinator SPPI Kecamatan atau layanan pengaduan yang tersedia,” katanya.
Sony menjelaskan data penerima manfaat yang digunakan saat ini merupakan hasil pendataan awal yang dilakukan pada periode Mei hingga Juli 2024. Proses tersebut melibatkan aparat kewilayahan dan dilakukan secara berjenjang sebelum diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan Program MBG.
Ia mengakui bahwa pada tahap awal pelaksanaan, BGN masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan operasional yang menyebabkan koordinasi lintas instansi belum berjalan optimal.
Namun demikian, melalui penguatan koordinasi antar-kementerian, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, BGN optimistis proses validasi yang sedang berlangsung dapat menghasilkan basis data penerima manfaat yang lebih akurat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Sony, data yang valid menjadi fondasi utama untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran secara tepat, merata, dan berkelanjutan.
Dengan pemutakhiran data yang terus dilakukan, pemerintah berharap tidak ada penerima manfaat yang terlewat, sehingga program strategis nasional tersebut mampu mendukung peningkatan gizi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
News
Kisah Hidup Wamen Fajar Bangkitkan Semangat Siswa Sekolah Rakyat di Banten
Wamen Fajar mengunjungi Sekolah Rakyat di Banten, memotivasi siswa dengan kisah hidupnya. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan dan masa depan lebih baik bagi anak-anak kurang mampu.
Monitorday.com – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat berdialog dengan siswa dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat (SR) SMA 34 Lebak, Banten, dalam kunjungannya ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten.
Fajar menegaskan bahwa keberhasilan Program Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
“Pendidikan adalah jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir untuk memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak agar dapat meraih cita-citanya,” ujar Fajar, Minggu (31/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fajar tidak hanya menyampaikan kebijakan pendidikan. Ia juga membagikan kisah perjuangannya sejak kecil yang menjadi inspirasi bagi para siswa.
Fajar mengaku pernah membantu ibunya berjualan gorengan dari kampung ke kampung. Bahkan, sang ibu sempat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia demi membiayai pendidikan anak-anaknya.
Kisah tersebut, kata Fajar, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraih masa depan.
“Latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Yang terpenting adalah kemauan belajar, kerja keras, dan konsistensi,” pesannya kepada para siswa.
Saat ini, SR SMA 34 Lebak membina 100 siswa yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak. Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga kelompok ekonomi desil satu yang sebelumnya menghadapi berbagai kendala dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Kepala SR SMA 34 Lebak, Candra Lestiantara Budiharja, mengungkapkan bahwa sekolahnya berhasil meraih predikat tata kelola terbaik kedua secara nasional di antara Sekolah Rakyat di Indonesia.
Menurut Candra, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk BPMP Banten, Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam dialog tersebut, Fajar juga memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan agar siswa Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Program bantuan tersebut mencakup Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Garuda, Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, serta berbagai program beasiswa lainnya yang dapat diakses sesuai kebutuhan dan prestasi siswa.
“Kesempatan untuk kuliah terbuka lebar. Ada afirmasi, ada jalur prestasi, ada beasiswa. Bahkan siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Penguatan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama juga menjadi bagian penting dalam pembentukan generasi masa depan.
Pemerintah berharap Program Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Dengan bekal pendidikan yang memadai, para lulusan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Bagi banyak siswa di Lebak, Sekolah Rakyat kini bukan sekadar tempat belajar. Program ini telah menjadi simbol harapan baru bahwa masa depan yang lebih baik dapat diraih meski lahir dari keluarga dengan berbagai keterbatasan.
