LakeyBanget
Indonesia vs Thailand di Final AFF Futsal 2026, Perebutan Gelar dan Rekor
Monitorday.com – Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Timnas Futsal Thailand dalam partai final Piala AFF Futsal 2026 yang digelar di Nonthaburi Sports Complex, Minggu (12/4/2026) malam WIB.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama tampil sempurna sejak fase grup hingga semifinal, tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Skuad asuhan Hector Souto menunjukkan performa impresif di fase grup. Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan telak 7-0 atas Brunei Darussalam, kemudian menaklukkan Malaysia 1-0, dan menutup fase grup dengan kemenangan 3-2 atas Australia.
Di babak semifinal, Indonesia kembali menunjukkan ketangguhannya dengan mengalahkan Vietnam 3-2. Kemenangan tersebut memastikan langkah ke final sekaligus menjaga rekor sempurna tim.
Sebagai tuan rumah, Thailand juga tampil meyakinkan. Mereka sukses mengalahkan Timor Leste 4-1, Myanmar 2-0, dan Vietnam 4-2 di fase grup.
Pada semifinal, Thailand menghadapi perlawanan sengit dari Australia sebelum akhirnya menang tipis 4-3 untuk mengamankan tiket ke final.
Dengan catatan sempurna dari kedua tim, laga final dipastikan berlangsung ketat dan penuh gengsi. Indonesia berambisi meraih gelar ketiga di ajang ini, sementara Thailand bertekad mempertahankan dominasinya sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia Tenggara.
Duel ini tak hanya menjadi perebutan trofi, tetapi juga ajang pembuktian siapa yang layak menyandang status tim terbaik di kawasan dengan rekor tak terkalahkan.
LakeyBanget
Janice Tjen dan Venus Williams Melaju ke Perempat Final Guangzhou Open
Monitorday.com – Janice Tjen dan legenda tenis Amerika Serikat Venus Williams mengawali langkah di Guangzhou Open 2026 dengan kemenangan telak. Duet Indonesia-Amerika Serikat itu menyingkirkan Ekaterine Gorgodze/Kimberley Zimmermann dengan skor 6-0, 7-5 pada babak pertama nomor ganda putri, Senin (26/10/2026).
Bertanding di Nansha International Tennis Center, Guangzhou, China, Janice/Venus langsung tampil agresif sejak set pertama. Mereka menyapu bersih enam gim tanpa memberi kesempatan kepada Gorgodze asal Georgia dan Zimmermann asal Belgia untuk mengembangkan permainan.
Memasuki set kedua, perlawanan lawan meningkat. Janice/Venus yang sempat unggul 4-1 harus menghadapi kebangkitan Gorgodze/Zimmermann, yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4.
Pertarungan semakin ketat ketika kedua pasangan kembali berbagi angka hingga 5-5. Namun, Janice dan Venus mampu menjaga ketenangan pada momen krusial. Mereka merebut gim berikutnya untuk unggul 6-5, lalu mematahkan servis lawan pada gim ke-12 guna mengunci kemenangan 7-5.
Berdasarkan catatan Women’s Tennis Association (WTA), pertandingan berlangsung selama satu jam 11 menit. Perpaduan kekuatan Venus dari belakang lapangan dan ketajaman Janice di depan net menjadi senjata penting yang mengantarkan mereka meraih kemenangan dua set langsung.
Kemenangan ini memastikan Janice/Venus melangkah ke perempat final ganda putri Guangzhou Open 2026. Mereka akan menghadapi pemenang duel Lyudmyla Kichenok/Makoto Ninomiya melawan Jesika Maleckova/Miriam Skoch.
Bagi Janice, turnamen ini menjadi kesempatan untuk kembali mengukir prestasi di ajang yang sama. Pada Guangzhou Open 2025, petenis Indonesia tersebut sukses merebut gelar juara ganda putri bersama Katarzyna Piter.
Kala itu, Janice/Piter mengalahkan Audice Chong/Liang En Shuo di final melalui pertarungan tiga set dengan skor 3-6, 6-3, 10-5.
Kini, Janice kembali memburu gelar dengan pasangan berbeda. Berduet dengan Venus, pemilik tujuh gelar Grand Slam, ia membuka peluang untuk melangkah lebih jauh di turnamen WTA 250 tersebut.
Kemenangan atas Gorgodze/Zimmermann menjadi modal awal bagi Janice/Venus. Namun, konsistensi permainan akan menjadi kunci jika mereka ingin terus melaju dan bersaing memperebutkan gelar juara Guangzhou Open 2026.
LakeyBanget
Ujian Berat Indonesia di Fase Grup Piala Asia 2027, Catat Jadwalnya
Monitorday.com – Timnas Indonesia langsung menghadapi ujian berat di fase grup Piala Asia 2027. Berdasarkan jadwal yang dirilis Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Senin, skuad Garuda akan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Grup F pada turnamen yang berlangsung di Arab Saudi, 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
Indonesia mengawali perjuangan dengan melawan Jepang pada Senin (11/1/2027), pukul 17.30 WIB, di Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jeddah. Laga ini menjadi tantangan awal bagi Garuda untuk mengamankan modal dalam persaingan menuju fase gugur.
Ujian berikutnya datang dari Qatar, juara bertahan Piala Asia 2023. Indonesia dijadwalkan menghadapi wakil Timur Tengah tersebut pada Sabtu (16/1/2027), pukul 23.30 WIB, di Stadion Aramco, Al Khobar.
Indonesia kemudian menutup fase grup dengan menghadapi Thailand pada Rabu (20/1/2027), pukul 17.30 WIB, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Pertemuan dengan sesama wakil Asia Tenggara itu berpotensi menjadi laga krusial dalam menentukan peluang Garuda melaju ke babak berikutnya.
Jadwal Timnas Indonesia di Grup F
- Senin, 11 Januari 2027 Jepang vs Indonesia Pukul 17.30 WIB Stadion Prince Abdullah Al Faisal Sports City, Jeddah.
- Sabtu, 16 Januari 2027 Indonesia vs Qatar Pukul 23.30 WIB Stadion Aramco, Al Khobar.
- Rabu, 20 Januari 2027 Thailand vs Indonesia Pukul 17.30 WIB Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Piala Asia 2027 akan dibuka pada Kamis (7/1/2027) dengan pertandingan tuan rumah Arab Saudi melawan Palestina di Stadion King Fahd Sports City, Riyadh, yang berkapasitas 72.000 penonton.
Turnamen edisi ke-19 ini diikuti 24 tim yang terbagi dalam enam grup. Fase penyisihan berlangsung hingga 20 Januari, sebelum kompetisi memasuki babak 16 besar pada 22–25 Januari.
Babak perempat final dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Januari, dilanjutkan semifinal pada 1–2 Februari. Partai final akan digelar pada 5 Februari di Stadion King Fahd Sports City untuk menentukan juara baru sepak bola Asia atau memastikan Qatar mempertahankan mahkotanya.
Sebanyak 51 pertandingan akan digelar di delapan stadion yang tersebar di tiga kota. Riyadh menjadi tuan rumah lima stadion, Jeddah memiliki dua stadion, sedangkan Al Khobar menyediakan satu stadion.
Bagi Indonesia, jadwal tersebut menuntut persiapan matang sejak laga pertama. Menghadapi tiga lawan dengan karakter berbeda, Garuda harus memaksimalkan setiap pertandingan untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.
LakeyBanget
Vino dan Pevita Bintangi Film Gasigogi
Monitorday.com – Aktor Vino G. Bastian dan aktris Pevita Pearce dipertemukan dalam film Gasigogi (가시고기), proyek kolaborasi Falcon Pictures dan Hwantasy Entertainment yang disutradarai sineas Korea Selatan Lee Hwan-kyung. Film ini mengangkat kisah mengharukan tentang pengorbanan seorang ayah demi menyelamatkan anaknya yang mengidap kanker darah.
Vino dipercaya memerankan Jiwa, sosok ayah yang rela mempertaruhkan segalanya demi putranya, Juna. Ia menyebut peran tersebut sebagai kehormatan sekaligus tantangan emosional yang besar.
“Sutradara Lee menghadirkan kisah yang begitu jujur, menyayat hati, sekaligus indah tentang apa saja yang rela dilakukan seorang ayah demi anaknya. Saya siap memberikan seluruh hati dan perasaan saya untuk menghidupkan kisah pengorbanan ini di layar lebar,” ujar Vino dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu.
Pevita Pearce juga menilai kekuatan utama film ini terletak pada kedalaman emosi dan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Menurut dia, tema keluarga dan pengorbanan membuat kisah Gasigogi berpotensi menyentuh penonton dari berbagai latar belakang.
“Saya yakin ceritanya akan terasa dekat dengan penonton karena mengangkat sisi kemanusiaan yang sangat personal,” kata Pevita.
Film ini digarap Lee Hwan-kyung, sutradara yang sebelumnya menangani Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia, adaptasi dari film Korea Selatan berjudul sama.
Kali ini, Lee ingin menghadirkan cerita yang berakar pada kehidupan masyarakat Indonesia, dengan menonjolkan nilai keluarga, keyakinan, dan semangat kebersamaan. Ia menegaskan Gasigogi bukan sekadar mengulang formula emosional film Korea, melainkan karya baru yang dibangun dari konteks sosial dan nilai-nilai Indonesia.
Lee menggambarkan Jiwa sebagai ayah berhati mulia yang berjuang menyelamatkan Juna dari kanker darah. Baginya, inti cerita ini adalah cinta orang tua yang tidak mengenal batas ketika anak mereka menghadapi ancaman serius.
“Seperti seorang ayah yang memberikan segalanya untuk anaknya, saya ingin mencurahkan seluruh kemampuan dan hati saya untuk menciptakan hadiah berharga bagi keluarga ini,” tutur Lee.
Judul Gasigogi terinspirasi dari ikan stickleback yang dikenal karena perilaku induk jantannya menjaga telur dan melindungi keturunannya dari predator. Pengorbanan tersebut menjadi metafora cinta seorang ayah yang bersedia mengerahkan seluruh daya demi keselamatan anaknya.
Produser Falcon Pictures, Frederica, menyambut antusias kolaborasi dengan Lee Hwan-kyung. Ia berharap film ini mampu menghadirkan pengalaman emosional yang kuat sekaligus memperluas jangkauan perfilman Indonesia ke penonton internasional.
“Kami percaya film ini akan meninggalkan kesan emosional yang mendalam dan menjadi karya yang berkesan bagi perfilman Indonesia serta penonton di berbagai negara,” ujar Frederica.
Selain Vino dan Pevita, film ini turut dibintangi Faradina Mufti, Altaaf Akavi, Indro Warkop, Dea Panendra, Indra Jegel, Sadana Agung, Irma Novita Rihi, Luisa Adreena, Pritt Timothy, Verdi Solaiman, dan Kiki Narendra.
Saat ini, Gasigogi (가시고기) masih menjalani proses produksi. Film tersebut menjadi salah satu proyek mendatang Falcon Pictures yang mengandalkan drama keluarga dan pengorbanan orang tua sebagai daya tarik utama.
LakeyBanget
AI Anthropic Digugat Pemegang Hak Cipta Lagu Elvis Presley Gegara Soal Ini
Monitorday.com – Pemegang hak cipta lagu-lagu Elvis Presley menggugat perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Perusahaan pengembang chatbot Claude itu dituduh menggunakan karya sang legenda musik Amerika Serikat untuk melatih model AI tanpa izin.
Gugatan tersebut diajukan untuk melindungi hak eksklusif atas karya musik Elvis Presley dari dugaan pelanggaran hak cipta berskala besar. Dalam dokumen gugatan, pihak penggugat menuding Anthropic membangun bisnisnya dengan memanfaatkan karya berhak cipta tanpa otorisasi.
Sejumlah lagu Elvis yang disebut dalam gugatan antara lain Can’t Help Falling in Love, A Little Less Conversation, Don’t Be Cruel, dan Return to Sender. Karya-karya tersebut diduga digunakan dalam proses pelatihan model kecerdasan buatan yang mendukung layanan Claude.
Penggugat menilai dugaan penggunaan tanpa izin itu melanggar hak mereka atas komposisi musik milik penyanyi yang dijuluki King of Rock and Roll tersebut.
Perkara ini telah didaftarkan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Gugatan tersebut menambah sorotan terhadap praktik penggunaan materi berhak cipta untuk mengembangkan teknologi AI.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Anthropic belum memberikan komentar terkait gugatan maupun tuduhan yang diajukan. Tuduhan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.
LakeyBanget
Persib Tunjukkan Mental Juara, Sang Pelatih Puji Perjuangan Anak Asuh
Monitorday.com – Persib Bandung menunjukkan mental juara dengan menaklukkan Garudayaksa FC 2-1 lewat gol dramatis Adam Alis pada menit ke-90+1. Pelatih Igor Tolic memuji perjuangan dan disiplin para pemainnya yang terus menekan hingga detik-detik akhir pertandingan pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).
Tolic menilai kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Intensitas pertandingan yang tinggi menguji konsentrasi, emosi, dan ketahanan mental para pemain Pangeran Biru, terutama saat menghadapi perlawanan terorganisasi dari tuan rumah.
Pelatih asal Kroasia itu secara khusus mengapresiasi para pemain yang tetap menjalankan strategi meski berada di bawah tekanan. Kerja keras tersebut akhirnya terbayar lewat gol Adam Alis pada masa tambahan waktu yang memastikan Persib membawa pulang tiga poin.
“Saya berikan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain yang tetap berjuang keras hingga akhir, disiplin menjalankan rencana permainan, hingga akhirnya kami bisa mencetak gol penentu kemenangan,” kata Tolic seusai pertandingan.
Ia juga memberikan pujian kepada Garudayaksa FC yang dinilai mampu menyulitkan Persib sepanjang laga. Menurut Tolic, tuan rumah tampil solid, disiplin, dan terorganisasi sehingga kemenangan harus diperjuangkan hingga menit terakhir.
“Garudayaksa bermain sangat baik hari ini. Mereka memiliki tim dan pelatih yang bagus, bermain terorganisir, serta memberikan kemampuan terbaik mereka sebagaimana tim-tim lain yang bertanding melawan Persib ,” ujarnya.
Kemenangan dramatis ini menjadi modal penting bagi Persib untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen Super League 2026/2027. Namun, Tolic mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan hasil positif tersebut.
Dengan jadwal pertandingan berikutnya pada Rabu (28/10/2026), Persib dituntut segera memulihkan kondisi dan kembali memusatkan perhatian pada persiapan tim.
“Yang terpenting hari ini adalah kami berhasil mengamankan tiga poin. Sekarang fokus kami langsung tertuju pada pertandingan selanjutnya di hari Rabu,” pungkas Tolic
LakeyBanget
Man United Siapkan Dua Kandidat Pengganti Michael Carrick, Siapa Saja?
Monitorday.com – Masa depan Michael Carrick di Manchester United berada di bawah tekanan setelah Setan Merah dihantam Bournemouth 0-3 di Old Trafford. Manajemen klub dikabarkan mulai menyiapkan alternatif, dengan Julian Nagelsmann dan Eddie Howe muncul sebagai dua kandidat terkuat pengganti pelatih asal Inggris tersebut.
Sky Sports melaporkan, jajaran petinggi MU telah mempertimbangkan sejumlah opsi pelatih bahkan sebelum kekalahan memalukan di kandang sendiri, Minggu (25/10/2026). Nagelsmann dan Howe menjadi nama yang menonjol karena keduanya dilaporkan bisa mengambil alih tim tanpa perlu membayar kompensasi kepada klub lain.
“Jika Carrick pergi, Julian Nagelsmann dan Eddie Howe adalah dua kandidat terkuat untuk mengambil alih di Old Trafford. Keduanya bisa langsung mulai bekerja,” demikian laporan Sky Sports, Senin (26/10/2026).
Nagelsmann memiliki pengalaman menangani klub elite Eropa, termasuk Bayern Muenchen dan RB Leipzig. Ia juga pernah memimpin timnas Jerman sebelum mengakhiri kiprahnya setelah Piala Dunia 2026. Statusnya yang tidak sedang menangani klub maupun tim nasional membuat namanya masuk dalam perbincangan mengenai calon pelatih baru MU.
Howe juga dikabarkan masuk radar manajemen setelah meninggalkan Newcastle United pada Juli 2026. Saat itu, pelatih berusia 48 tahun tersebut menyatakan ingin beristirahat sejenak dari sepak bola untuk memulihkan energi dan semangatnya.
Meski demikian, Sky Sports menyebut Howe tertarik membuka pembicaraan dengan Manchester United jika kesempatan itu benar-benar datang. Pengalamannya di Premier League menjadi salah satu faktor yang membuatnya dipertimbangkan.
Nama Howe bukan sosok baru dalam pembahasan internal MU. Mantan direktur olahraga klub, Dan Ashworth, sebelumnya pernah merekomendasikannya sebagai salah satu opsi untuk menangani Setan Merah.
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah MU kalah 0-3 dari Bournemouth. Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson mencetak gol yang memastikan kemenangan tim tamu sekaligus memperburuk situasi tuan rumah.
Kekalahan tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan MU menjadi delapan pertandingan di berbagai kompetisi. Berdasarkan laporan Reuters, Setan Merah baru mengoleksi tujuh poin dari delapan laga Premier League, dengan rincian satu kemenangan, empat hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Hasil itu menempatkan MU di peringkat ke-16 klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi. Posisi tersebut meningkatkan sorotan terhadap kinerja Carrick dan menambah tekanan bagi manajemen untuk menentukan arah tim.
Namun, hingga kini Manchester United belum mengumumkan keputusan resmi mengenai masa depan Carrick. Nagelsmann dan Howe masih sebatas kandidat yang disebut dalam laporan media, sementara keputusan akhir berada di tangan manajemen klub.
Dengan situasi yang kian mendesak, masa depan Carrick kini menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera dijawab MU di tengah upaya keluar dari keterpurukan.
LakeyBanget
Lisa Rilis EP “Press Play”, Hadirkan Enam Lagu Baru
Monitorday.com – Solois sekaligus anggota grup K-pop Lisa resmi merilis album mini (EP) terbarunya bertajuk Press Play. Album berisi enam lagu ini menandai kembalinya Lisa ke panggung musik solo setelah absen selama satu tahun delapan bulan.
Dilansir Yonhap, Jumat, Press Play menghadirkan lagu utama “Tarantino”, bersama lima lagu lainnya, yakni “Sawadika”, “V12”, “Cobra”, “Cut U Off”, dan “Sweat”.
Salah satu lagu dalam EP tersebut, “Sawadika”, telah dirilis lebih awal pada September. Lagu itu langsung mencatatkan prestasi dengan debut di posisi ke-69 tangga lagu Billboard Hot 100, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi Lisa di tangga lagu bergengsi tersebut.
Perilisan Press Play menjadi album mini solo pertama Lisa setelah meluncurkan album penuh debutnya, Alter Ego, pada Februari tahun lalu.
LakeyBanget
Tutup Asian Para Games 2026 Indonesia Raih 15 Emas, Menpora: Alhamdulillah Masuk 8 Besar
Monitorday.com – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas, serta mengumpulkan total 73 medali dan menempati peringkat kedelapan ranking perolehan medali.
Tambahan medali emas pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10), datang dari cabang olahraga boccia. Tim boccia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil mempersembahkan emas ke-15 melalui nomor Mixed Team BC1/BC2 setelah mengalahkan Thailand dengan skor telak 11-3. Sementara itu, cabang power lifting bermaterikan Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi turut menambah perolehan medali Indonesia dengan mengemas perak.
Dengan hasil tersebut, Indonesia mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang telah bekerja keras mengharumkan nama bangsa sepanjang penyelenggaraan Asian Para Games 2026.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali. Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,” ujar Menpora Erick.
Menpora Erick juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan kerja sama yang terjalin antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memastikan target prestasi yang telah disepakati bersama dapat tercapai, bahkan terlampaui.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan olahraga nasional membutuhkan kerja sama yang solid, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk menjalankan target prestasi secara terukur.
“Saya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” kata Menpora Erick.
Keberhasilan Indonesia di Asian Para Games 2026 juga menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian para atlet di berbagai cabang olahraga diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi, memetakan potensi prestasi, serta mempersiapkan atlet menghadapi ajang internasional berikutnya yaitu ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.
Menpora Erick pun kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan jajaran pendukung kontingen Indonesia yang telah memberikan kebanggaan bagi bangsa.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya, Jepang,” tutup Menpora Erick.
LakeyBanget
Subhan/Rina Marlina Sabet Emas Asian Para Games 2026 di Tengah Lawan Rasa Sakit
Monitorday.com – Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.
Keduanya melakoni partai final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026), dengan kondisi tak 100 persen.
Rina tampil dalam situasi cedera paha belakang yang belum pulih sepenuhnya. Mereka juga harus berdamai dengan trauma kekalahan dari China di Paralimpiade Paris 2024.
Lewat perjuangan tak kenal lelah, juara Hangzhou 2022 ini menaklukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao, lewat laga tiga gim yang menguras tenaga, 21-16, 11-21, 21-15.
“Kami yakin kalau kami masih bisa mempertahankan juara kami waktu di Hangzhou dan Alhamdulillah semuanya itu terjawab,” ujar Rina seusai laga.
Perjuangan Rina sudah dimulai jauh sebelum tiba di Nagoya. Sebulan sebelum keberangkatan, ia mengalami cedera paha belakang yang membuatnya tidak bisa menekuk kaki.
“Sebelum saya berangkat ke sini, sebulan sebelum berangkat, saya mengalami sakit di bagian paha belakang, dan itu nggak bisa nekuk. Tapi saya terus mencoba untuk terapi,” tutur Rina.
Hingga hari pertandingan, kondisinya belum seratus persen. Beban fisiknya juga berlipat karena Rina turun di tiga nomor sekaligus. Sebagai atlet dengan disabilitas tulang, ia mengaku tubuhnya rentan cedera.
“Apalagi kami mainnya tiga nomor. Dan kita kan [disabilitasnya] tulang-tulang, jadi gampang untuk cedera,” ungkapnya.
Rina mengaku sempat ragu. Di lapangan, ia harus membagi konsentrasi antara permainan dan kakinya sendiri.
“Sempat ragu sih, karena dengan keadaan yang seperti ini campur aduk. Harus fokus di permainan, dan harus fokus dulu gimana kakinya, imbanginnya. Dan Alhamdulillah kami bisa keluar dari tekanan itu,” katanya.
Selain cedera, Subhan/Rina juga membawa beban mental ke final. Kekalahan dari pasangan China di Paralimpiade Paris 2024 masih membekas. Kala itu mereka kalah dari pasangan Lin Naili/Li Fengmei di babak semifinal.
“Tegang. Karena kami sehabis Paralimpiade waktu di Paris kalah sama China, dan itu bikin trauma kami berdua. Terus kebayang kalau melawan China,” ungkap Rina.
Lawan di final Nagoya pun bukan nama asing. Rina/Subhan pernah kalah dari mereka di semifinal Kejuaraan Dunia, tetapi kemudian bisa membalas di fase grup Asian Para Games. Menurut Rina, permainan lawan kini jauh lebih matang.
“Ada banyak banget berubahnya. Mereka makin rapat. Mungkin mereka tahu permainan kami, membaca permainan kami, jadi mereka antisipasinya sangat bagus,” imbuh dia.
Final berlangsung sengit selama 1 jam 13 menit. Rina/Subhan merebut gim pertama 21-16 dalam 25 menit, tetapi dihajar 11-21 di gim kedua. Di gim ketiga, mereka bangkit dan menutup laga 21-15.
Ketatnya pertandingan tergambar dari statistik. Total poin hanya terpaut satu, 53 untuk Indonesia dan 52 untuk China. Rata-rata reli mencapai 39 detik, dan reli terpanjang berlangsung 106 detik.
Rina mengakui mental mereka sempat jatuh setelah kehilangan gim kedua. Dukungan penonton Indonesia di tribun yang membuat mereka bangkit.
“Wah, sangat motivasi banget buat kami. Set kedua sudah kalah, sudah nge-down, bisa bangkit lagi dari teriakan-teriakan penonton yang ada di sini. Terima kasih banget,” ujarnya.
Menurut Rina, kunci kemenangan di gim ketiga sederhana saja, yakni saling percaya dan tetap fokus.
“Kami berdua tetap yakin, tetap fokus. Intinya yakin aja kalau kami masih bisa mempertahankan medali emas kami,” tegasnya.
Status sebagai juara bertahan diakui membawa tekanan. Namun, pasangan ini memilih tidak terbebani hasil.
“Sebenarnya tekanan ada. Cuma kami bawa enjoy aja, dan kami pengin bermain dengan baik. Kalau masalah nanti juara atau enggak, yang penting kami berusaha dulu di lapangan, kasih dulu yang terbaik,” tuturnya.
Untuk menghadapi tiga nomor sekaligus, Rina menjalaninya satu laga demi satu laga.
“Saya coba enjoy, dan terus satu per satu. Saya yakin kalau saya bisa,” katanya.
Saat ditanya untuk siapa medali emas ini, Rina dan Subhan kompak menyebut sosok ibu.
“Saya nggak bisa berkata-kata. Intinya medali emas ini saya persembahkan buat warga negara Indonesia, terus paling utama buat ibu saya,” ucap Rina.
Subhan juga mempersembahkan medalinya untuk keluarga, terutama sang ibu.
“Buat keluarga, buat ibu. Karena di setiap langkah saya, beliau yang mendoakan,” ujarnya.
Meski cedera, Rina pulang dari Nagoya dengan tiga medali. Selain emas ganda campuran bersama Subhan, ia meraih perak di ganda putri SH6 bersama Apriliyana Sulistyawati dan perunggu di tunggal putri SH6.
Emas Nagoya menjadi modal Rina/Subhan untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028. Di sana, mereka ingin menebus kekalahan di Paris.
“Bismillah, semoga tidak dikasih cedera, dikasih kesehatan terus sampai Paralimpiade 2028 nanti. Karena kami masih ada utang di Paralimpiade kemarin. Di Paris kami kalah sama Cina. Mudah-mudahan ini menjadi modal untuk kami bisa bangkit lagi,” ungkap Rina.
LakeyBanget
Janice Tjen Tembus Final Japan Open 2026
Monitorday.com – Petenis putri Indonesia Janice Tjen melaju ke final nomor ganda Japan Open 2026 bersama pasangan asal Australia, Storm Hunter. Keduanya menyingkirkan Isabelle Haverlag dan Lilli Tagger melalui pertarungan sengit pada semifinal di Utsubo Tennis Center, Osaka, Jepang, Jumat (23/10/2026).
Janice/Hunter memastikan tiket final setelah memenangi pertandingan melalui match tie-break dengan skor 10-8. Kemenangan ini menjaga peluang pasangan unggulan teratas tersebut untuk merebut gelar turnamen WTA 250 itu.
Pasangan Indonesia-Australia tampil meyakinkan pada set pertama. Mereka memanfaatkan sejumlah kesalahan servis lawan untuk mengendalikan permainan dan merebut set pembuka dengan skor 6-2.
Namun, Haverlag/Tagger bangkit pada set kedua. Persaingan berlangsung ketat dengan kedua pasangan saling mengejar angka hingga pasangan lawan berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan match tie-break.
Pada babak penentuan, tekanan semakin terasa. Kedua pasangan masih melakukan sejumlah kesalahan servis, membuat perolehan angka berlangsung ketat. Janice/Hunter akhirnya menunjukkan ketenangan pada momen krusial dan mengunci kemenangan dengan skor 10-8.
Di partai puncak, Janice/Hunter dijadwalkan menghadapi pasangan Ceko, Jesika Malečková dan Miriam Škoch, pada Sabtu (24/10/2026). Hingga berita ini ditulis, jadwal terperinci pertandingan final belum diumumkan penyelenggara.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Janice untuk menambah koleksi prestasi di level WTA 250 sekaligus menutup kiprahnya di Osaka dengan gelar juara.
Japan Open 2026 merupakan turnamen tenis putri kategori WTA 250 yang berlangsung pada 19-25 Oktober di Osaka. Turnamen ini menggunakan lapangan keras dan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi tenis profesional di Asia.
Perjalanan Janice di nomor tunggal terhenti pada babak pertama setelah kalah dari petenis Amerika Serikat, Ashlyn Krueger. Namun, hasil tersebut tak menghalanginya untuk melanjutkan perjuangan di nomor ganda bersama Hunter.
Keduanya mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-2 atas Ingrid Martins dari Brasil dan Sara Sorribes Tormo dari Spanyol. Janice/Hunter kemudian melewati hadangan pasangan Taiwan, Ya-Hsin Lee dan Fang-Hsien Wu, pada babak perempat final.
Kini, satu kemenangan lagi akan membawa Janice dan Hunter meraih gelar Japan Open 2026. Tantangan terakhir mereka adalah menaklukkan Malečková/Škoch dalam laga final yang diprediksi berlangsung kompetitif.
