Connect with us

News

Islam di Eropa Terus Tumbuh, Demografi dan Integrasi Jadi Sorotan

Pertumbuhan komunitas Muslim di Eropa didorong migrasi, struktur usia yang relatif muda, dan kelahiran, sekaligus menghadirkan tantangan integrasi dan Islamofobia.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Islam menjadi salah satu kekuatan demografis dan sosial yang semakin penting di Eropa. Pertumbuhan komunitas Muslim berlangsung melalui kombinasi migrasi, kelahiran, serta keberadaan komunitas Muslim yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat Eropa, khususnya di kawasan Balkan dan Eropa Timur. Namun, angka mengenai jumlah Muslim Eropa perlu dibaca secara hati-hati karena cakupan geografis “Eropa” dan metode penghitungan berbeda-beda antar sumber.

Di Eropa Barat dan Utara, pertumbuhan komunitas Muslim banyak berkaitan dengan migrasi tenaga kerja, reunifikasi keluarga, dan kedatangan pengungsi dari Timur Tengah, Afrika Utara, serta Asia Selatan. Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Belanda, dan Belgia menjadi sejumlah negara dengan komunitas Muslim yang besar. Di kawasan tersebut, Islam semakin terlihat dalam kehidupan perkotaan melalui masjid, sekolah, organisasi sosial, bisnis halal, hingga aktivitas budaya.

Faktor demografi juga berperan. Secara umum, populasi Muslim Eropa memiliki struktur usia yang relatif lebih muda dibandingkan populasi non-Muslim. Kondisi ini membuat komunitas Muslim memiliki proporsi anak-anak dan usia produktif yang cukup besar. Namun, pertumbuhan tersebut tidak semata-mata disebabkan tingkat kelahiran; migrasi dan perubahan pola fertilitas dari generasi ke generasi juga merupakan faktor penting.

Situasinya berbeda di Balkan, tempat komunitas Muslim telah menjadi bagian dari sejarah lokal selama berabad-abad. Albania, Kosovo, dan Bosnia-Herzegovina memiliki populasi Muslim yang signifikan. Dengan demikian, keberadaan Islam di Eropa tidak tepat jika hanya dipahami sebagai fenomena akibat imigrasi modern. Islam telah menjadi bagian dari sejarah sosial dan politik Eropa dalam rentang waktu yang panjang.

Secara demografis, salah satu rujukan penting adalah kajian Pew Research Center yang memproyeksikan populasi Muslim Eropa akan terus meningkat hingga 2050. Dalam skenario migrasi menengah, proporsi Muslim di Eropa diperkirakan meningkat dibandingkan kondisi pertengahan 2010-an. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa dinamika migrasi merupakan variabel yang sangat menentukan, sehingga angka masa depan tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian.

Pertumbuhan komunitas Muslim juga membawa tantangan integrasi sosial dan politik. Islamofobia, diskriminasi, perdebatan mengenai imigrasi, penggunaan simbol keagamaan, serta kebijakan mengenai makanan halal dan tempat ibadah menjadi isu yang muncul di sejumlah negara. Pada saat yang sama, generasi Muslim yang lahir dan tumbuh di Eropa menghadapi proses pembentukan identitas yang menggabungkan identitas kewarganegaraan, budaya lokal, dan keyakinan agama.

Karena itu, perkembangan Islam di Eropa sebaiknya tidak hanya dilihat melalui pertanyaan “berapa banyak jumlah Muslim?”, tetapi juga bagaimana komunitas tersebut berkontribusi terhadap pendidikan, ekonomi, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan kewargaan. Tantangan ke depan adalah membangun masyarakat Eropa yang mampu mengakomodasi keragaman agama sekaligus mempertahankan prinsip kesetaraan, kebebasan beragama, hukum, dan kohesi sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Kemkomdigi Libatkan Mahasiswa Garap Proyek AI Nyata

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melibatkan mahasiswa dalam proyek nyata melalui program AI Talent Factory untuk mencetak talenta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang siap menjawab kebutuhan dunia kerja.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Boni Pudjianto mengatakan, program tersebut dirancang untuk menghubungkan kompetensi akademik mahasiswa dengan pengalaman menyelesaikan berbagai persoalan di kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, dan sektor publik.

“Keunggulan program ini adalah mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir kuliah atau sedang mengerjakan tugas akhir langsung terlibat dalam proyek nyata yang kami siapkan. Mereka bekerja dalam tim untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” kata Boni dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

AI Talent Factory bertujuan menyiapkan talenta AI tingkat lanjut melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Politeknik Negeri Padang (PNP).

Melalui program ini, peserta tidak hanya mempelajari fondasi keilmuan seperti data science, machine learning, dan deep learning, tetapi juga ditantang mengerjakan studi kasus yang mencerminkan kebutuhan dunia kerja.

Kemkomdigi menyiapkan berbagai kasus nyata yang berkaitan dengan program prioritas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri, dan sektor publik. Mahasiswa kemudian dibagi ke dalam tim-tim kecil untuk merancang solusi atas persoalan tersebut.

Dalam proses pengerjaan, peserta mendapatkan pendampingan dari mentor teknis Kemkomdigi, mentor dari pemilik kasus atau use case, serta dosen pembimbing dari masing-masing perguruan tinggi.

“Mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim kecil untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tentu saja dengan bimbingan para mentor teknis Komdigi, mentor dari pemilik use case, dan dosen pembimbing dari masing-masing kampus,” ujar Boni.

Melalui pengalaman langsung menangani tantangan di sektor industri dan publik, AI Talent Factory diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan perusahaan.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan praktis serta kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya, setelah lulus dari perguruan tinggi, mereka akan lebih siap memasuki dunia industri dan menjadi talenta yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan,” kata Boni.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Rangkul Dewan Pendidikan, Dorong Pemerataan Mutu Sekolah

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan Dewan Pendidikan untuk mengatasi berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari kesenjangan akses sekolah, mutu pembelajaran, kekurangan guru, hingga perundungan dan diskriminasi di lingkungan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya kemitraan tersebut saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pendidikan 2026 di Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026). Forum bertema penguatan peran Dewan Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk semua itu diharapkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat diterapkan.

Mu’ti menilai Dewan Pendidikan memiliki posisi strategis dalam memberikan masukan kepada pemerintah. Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup mengandalkan kebijakan pemerintah pusat, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

“Pemenuhan layanan pendidikan bermutu untuk semua dapat berjalan dengan baik melalui prinsip kemitraan. Dewan Pendidikan adalah mitra kami yang memberikan masukan sekaligus ide-ide cerdas agar pendidikan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.

Ia mendorong Dewan Pendidikan turut mengawal sejumlah agenda prioritas, termasuk Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pendidikan inklusif, penguatan karakter, serta penerapan pembelajaran mendalam.

Pemerintah juga menghadapi pekerjaan rumah berupa tingginya tantangan anak tidak sekolah, kesenjangan mutu pendidikan antardaerah, dan persoalan perundungan. Penanganan masalah tersebut, menurut arah kebijakan yang disampaikan, membutuhkan koordinasi lintas lembaga dan pengawasan berkelanjutan.

Program Wajib Belajar 13 Tahun mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, serta tiga tahun sekolah menengah atas atau sederajat. Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas akses sekaligus memperkecil kesenjangan kesempatan belajar.

Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Rustono berharap Rakernas tidak berhenti pada diskusi dan penyusunan dokumen, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

“Kami berharap terjadi sinkronisasi dan kolaborasi antarlembaga dalam mengatasi permasalahan pendidikan, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” katanya.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turut mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Ia menilai masukan objektif dari Dewan Pendidikan dapat membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menekankan pentingnya rekomendasi yang disusun berdasarkan bukti dan kondisi nyata di lapangan. Ia meminta Dewan Pendidikan berani mengungkap kekurangan layanan pendidikan agar pemerintah dapat menentukan langkah perbaikan secara tepat.

“Kami berharap Rakernas menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti serta dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan murid dan guru,” ujar Sadimin.

Kemendikdasmen berharap penguatan kemitraan dengan Dewan Pendidikan berlanjut melalui komunikasi terbuka, evaluasi berkala, dan tindak lanjut yang terukur. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar perbaikan layanan pendidikan, sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

News

Hari Santri Nasional 2026, Prabowo: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dan pondok pesantren dalam sejarah perjuangan serta kemerdekaan bangsa Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan Kepala Negara saat mengawali sambutannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia, saya ingin menggunakan kesempatan ini juga untuk mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa santri dan pondok pesantren memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurut Presiden, keberadaan santri dan lembaga pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan serta kemerdekaan Indonesia.

“Santri dan santriwati, dan pondok pesantren telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Presiden Prabowo pun menyampaikan pesan singkat yang penuh makna mengenai pentingnya kekompakan dan kekuatan santri dalam membangun Indonesia. Melalui pesan tersebut, Presiden Prabowo menekankan semangat persatuan dan kontribusi santri sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin kuat dan maju.

“Santri kompak dan hebat, Indonesia makin kuat,” ujar Presiden Prabowo.

Continue Reading

News

Soroti Pengelolaan Devisa dan Hilirisasi, 98 Resolution Network Dukung Penataan Ulang Ekonomi Nasional

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] — Jaringan aktivis 98 Resolution Network menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam dua tahun masa pemerintahannya berhasil mengoreksi haluan ekonomi nasional yang selama ini dinilai terlalu bergantung pada utang luar negeri dan modal asing.

Koordinator 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, mengutarakan bahwa orientasi pertumbuhan ekonomi tanpa industrialisasi dan partisipasi rakyat pada masa lalu telah menempatkan bangsa Indonesia dalam posisi yang tidak menguntungkan di tingkat global.

“Orientasi pertumbuhan ekonomi tanpa industrialisasi dan partisipasi rakyat seperti ini telah menempatkan bangsa kita menjadi ‘bangsa kuli dan kuli diantara bangsa-bangsa’,” tegas Haris Moti di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Haris menjelaskan, guna mengakhiri ketergantungan modal asing yang kerap mendikte kebijakan negara, Presiden Prabowo melakukan konsolidasi modal dalam negeri melalui pembentukan Danantara. Badan tersebut diproyeksikan mengelola aset BUMN senilai 1 triliun dolar AS untuk menggerakkan pembangunan nasional. Selain itu, pemerintah memberlakukan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri paling singkat satu tahun serta menghentikan sistem anggaran defisit APBN.

“Presiden Prabowo membentuk Danantara dan bertekad menjadikannya sebagai konsolidator modal nasional dengan mengelolah aset senilai 1 triliun dolar dari BUMN yang akan menjadi sumber dana dalam menggerakkan pembangunan ekonomi,” lanjut Haris.

Tak hanya konsolidasi modal, langkah penegakan hukum terhadap transfer pricing, under invoicing, serta pendirian Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pintu tunggal ekspor komoditas strategis juga diapresiasi untuk mencegah kebocoran surplus kekayaan alam Indonesia.

“Kami selaku relawan dan pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran bertekad mengawal dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut,” tutur Haris menegaskan komitmen pengawasan terhadap kedaulatan ekonomi nasional.

Continue Reading

News

BGN Gaspol MBG 2.0, Apa Itu?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui transformasi bertajuk MBG 2.0. Fokus program kini tak hanya mengejar perluasan jangkauan, tetapi juga memperkuat keamanan pangan, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas pelaksanaan.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa perubahan tersebut menjadi langkah besar untuk membenahi cara kerja program seiring meningkatnya skala pelaksanaan MBG.

“Pertanyaannya bukan lagi berapa banyak, tapi seaman apa? BGN mengambil keputusan besar, tidak sekadar memperbaiki, tapi merombak cara kerja,” ujar Tysa di Jakarta, Rabu.

Menurut Tysa, transformasi MBG 2.0 merupakan respons terhadap berbagai masukan masyarakat. Aspirasi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan standar layanan di lapangan.

Salah satu langkah utama ialah memperketat standar keamanan pangan. BGN mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) guna memastikan pengolahan dan penyajian makanan memenuhi persyaratan kebersihan.

BGN juga memperbarui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperjelas hubungan kerja, pembagian tanggung jawab, serta akuntabilitas para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Selain keamanan pangan, BGN membenahi basis data penerima manfaat dengan menyinkronkan data dari sistem kementerian dan lembaga terkait dengan kondisi faktual di lapangan.

Penajaman atau refocusing penerima manfaat dilakukan agar bantuan makanan benar-benar menjangkau sasaran yang tepat. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya di tengah besarnya skala program.

“Dengan skala program yang semakin besar, ketepatan data menjadi bagian penting dari tata kelola. Kita ingin memastikan makanan yang disiapkan sesuai dengan penerima manfaat yang benar-benar ada di lapangan,” kata Tysa.

Pembenahan data tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pelaksanaan MBG tidak hanya berjalan luas, tetapi juga tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

Transformasi MBG 2.0 juga menyasar pola penyajian makanan. BGN telah menguji coba konsep MBG prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi.

Inovasi ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki pengalaman makan peserta didik, tetapi juga membangun kebiasaan positif, seperti kemandirian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui percontohan tersebut, BGN berupaya mengembangkan pola penyelenggaraan MBG yang tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga mendukung pembentukan perilaku positif di lingkungan sekolah.

BGN mencatat Program MBG telah menjangkau 57.491.334 penerima manfaat. Pelaksanaannya didukung oleh 26.385 SPPG yang beroperasi dan melibatkan 1.027.998 tenaga kerja.

Besarnya skala program membuat penguatan pengawasan, standar keamanan pangan, dan validitas data semakin krusial. Melalui MBG 2.0, BGN menargetkan pelaksanaan program yang lebih aman, terukur, dan tepat sasaran seiring meluasnya jangkauan layanan.

Transformasi ini menandai pergeseran fokus MBG: bukan hanya memperbanyak penerima, melainkan memastikan kualitas makanan, keamanan proses penyajian, dan ketepatan penyaluran manfaat tetap terjaga.

Continue Reading

News

Pemerintah Bakal Kucurkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk membiayai sejumlah program bantuan dan insentif hingga akhir 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung bantuan pangan, bantuan subsidi upah (BSU), serta program diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru) demi menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menopang konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun.

“Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah,” ujar Airlangga seusai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Airlangga menjelaskan, bantuan pangan yang disiapkan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan subsidi upah kepada pekerja yang memenuhi kriteria penerima.

Selain bantuan langsung, pemerintah menyiapkan berbagai program diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Insentif tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama musim liburan.

“Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun,” kata Airlangga.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Airlangga juga melaporkan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai sejumlah indikator ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, masih relatif mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Pemerintah berharap kombinasi bantuan pangan, subsidi upah, dan diskon akhir tahun dapat menjaga konsumsi rumah tangga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan anggaran sekitar Rp31,8 triliun, rangkaian program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menjaga momentum aktivitas ekonomi hingga penghujung 2026.

Continue Reading

News

Ledakan Chip AI Dongkrak Laba Samsung dan TSMC

Lonjakan kebutuhan komputasi AI mendorong industri semikonduktor memasuki fase pertumbuhan baru, ketika chip memori dan prosesor canggih menjadi komponen penting ekonomi digital global.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Ledakan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mengubah peta industri semikonduktor global. Samsung Electronics dari Korea Selatan dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) berada di tengah gelombang permintaan yang didorong pembangunan pusat data, pengembangan model AI berskala besar, dan kebutuhan komputasi berperforma tinggi. Proyeksi laba fantastis yang beredar untuk kuartal III 2026 mencerminkan besarnya ekspektasi pasar terhadap industri chip. Namun, angka sekitar US$80 miliar untuk Samsung dan US$46,7 miliar untuk TSMC perlu dibedakan secara tegas antara laba, pendapatan, dan proyeksi analis sebelum dapat diperlakukan sebagai hasil keuangan resmi.

Ledakan AI mengubah peta industri semikonduktor

Kinerja kedua perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan pengembang model seperti Nvidia, penyedia komputasi awan, atau operator pusat data. Produsen komponen yang memasok kebutuhan infrastruktur tersebut juga memperoleh manfaat besar. Samsung memiliki posisi penting dalam bisnis memori, sedangkan TSMC menjadi produsen cip kontrak utama bagi perusahaan teknologi dunia. Ketika kebutuhan pemrosesan AI meningkat, permintaan terhadap memori berkapasitas tinggi, prosesor canggih, dan teknologi manufaktur presisi ikut terdorong.

Laporan Reuters pada 8 Oktober 2026 menyebut Samsung memperkirakan laba operasional kuartal III mencapai 107,4 triliun won, setara sekitar US$80,17 miliar. Angka itu hampir sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut terutama dikaitkan dengan kuatnya penjualan cip memori dan ketatnya pasokan untuk infrastruktur AI. Namun, angka itu merupakan estimasi awal laba operasional, bukan laba bersih perusahaan. Reuters juga mencatat adanya risiko dari perlambatan kenaikan harga memori dan persaingan produsen lain.

Sementara itu, TSMC telah melaporkan hasil kuartal III pada 15 Oktober 2026. Perusahaan asal Taiwan tersebut membukukan pendapatan sebesar US$46,72 miliar dan laba bersih sekitar US$23,59 miliar. Pendapatannya meningkat 50,9 persen secara tahunan, sedangkan laba bersihnya tumbuh 68,7 persen. Margin laba bersih mencapai 51,1 persen, mencerminkan kuatnya posisi perusahaan dalam manufaktur cip canggih. Dengan demikian, angka US$46,7 miliar yang beredar merupakan pendapatan TSMC, bukan laba bersihnya.

Perbedaan model bisnis menjelaskan mengapa kedua perusahaan menikmati pertumbuhan dari sumber yang tidak sepenuhnya sama. Samsung memproduksi berbagai jenis cip memori, termasuk DRAM yang dibutuhkan untuk menyimpan data sementara ketika sistem AI bekerja. Salah satu segmen penting adalah high-bandwidth memory (HBM), yang memungkinkan perpindahan data berkecepatan tinggi antara memori dan prosesor AI. Sementara itu, TSMC berfokus pada manufaktur cip berdasarkan desain pelanggan, termasuk prosesor canggih yang digunakan untuk komputasi AI. Keberhasilan TSMC memperlihatkan pentingnya kemampuan manufaktur pada teknologi proses terdepan.

Pusat data menjadi mesin pertumbuhan baru

Pendorong utama permintaan cip adalah ekspansi pusat data AI. Perusahaan teknologi besar menginvestasikan dana dalam jumlah besar untuk membangun fasilitas komputasi, membeli akselerator AI, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas penyimpanan. Model AI generatif dan agen AI membutuhkan sumber daya komputasi yang besar, baik selama proses pelatihan maupun ketika melayani jutaan permintaan pengguna. Kondisi ini memperluas kebutuhan terhadap prosesor, memori, jaringan berkecepatan tinggi, dan sistem pendinginan. Reuters pada 13 Oktober 2026 juga menyoroti besarnya belanja infrastruktur AI serta manfaat yang mengalir kepada pemasok perangkat keras di Asia.

Meski demikian, rekor laba tidak berarti industri semikonduktor bebas risiko. Pembangunan fasilitas manufaktur membutuhkan investasi modal yang sangat besar, sementara perubahan teknologi dapat membuat sebagian kapasitas produksi kurang kompetitif. Produsen juga menghadapi risiko kelebihan pasokan jika ekspansi kapasitas berlangsung lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan. Selain itu, perusahaan pengembang AI perlu membuktikan bahwa pendapatan dari produk dan layanan mereka dapat menutupi biaya infrastruktur yang terus meningkat. Apabila monetisasi AI tidak memenuhi ekspektasi, belanja modal berpotensi dikurangi dan berdampak pada rantai pasok cip global.

Peluang bagi Indonesia

Bagi Indonesia, pertumbuhan industri cip global menghadirkan peluang untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital. Pembangunan pusat data, layanan komputasi awan, aplikasi industri, dan solusi AI dapat menciptakan permintaan baru terhadap tenaga kerja digital serta layanan teknologi. Namun, Indonesia masih perlu memperkuat keterampilan semikonduktor, pendidikan teknik, riset, dan kemampuan mengembangkan perangkat lunak. Pengembangan industri pendukung, seperti perakitan elektronik, pengujian komponen, sistem pendinginan, dan infrastruktur pusat data, juga dapat menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai tambah domestik.

Pemerintah dan pelaku usaha perlu memastikan bahwa investasi AI menghasilkan manfaat ekonomi yang luas, bukan hanya peningkatan konsumsi teknologi impor. Perguruan tinggi, lembaga riset, dan perusahaan dapat bekerja sama untuk menyiapkan tenaga ahli dalam desain cip, rekayasa perangkat keras, pengelolaan pusat data, dan keamanan sistem AI. Pada saat yang sama, perusahaan perlu mempertimbangkan efisiensi energi, ketersediaan air, keamanan data, serta kelayakan investasi jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital tanpa harus langsung menguasai seluruh tahapan produksi semikonduktor.

Pada akhirnya, lonjakan kinerja Samsung dan TSMC memperlihatkan bahwa ledakan AI memiliki dampak ekonomi yang melampaui industri perangkat lunak. Memori, prosesor, dan kemampuan manufaktur cip kini menjadi fondasi penting bagi perkembangan teknologi global. Namun, angka keuangan harus dibaca secara cermat: sekitar US$80 miliar merupakan estimasi laba operasional Samsung, sedangkan US$46,7 miliar merupakan pendapatan TSMC pada kuartal III 2026. Bagi Indonesia, pelajaran strategisnya jelas: peluang AI tidak hanya terletak pada penggunaan aplikasi, tetapi juga pada kemampuan membangun sumber daya manusia, infrastruktur, dan industri pendukung yang mampu menangkap nilai tambah dari pertumbuhan tersebut.

Continue Reading

News

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran: 98 Resolution Network Dorong Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Pasal 33 UUD 1945

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] – Jaringan relawan dan aktivis 98 Resolution Network memberikan penegasan terkait dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mengoreksi serta menata ulang kebijakan ekonomi nasional.

Koordinator 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menyatakan bahwa pelembagaan demokrasi politik sejak awal reformasi tidak akan efektif jika tidak berjalan simultan dengan agenda demokratisasi ekonomi. Menurutnya, ketimpangan yang terjadi selama ini dipicu oleh dikuasainya sumber daya ekonomi oleh segelintir kelompok.

“Praktek demokrasi semu terjadi ketika rakyat hanya difasilitasi ‘pengeras suara’ dan ‘mimbar’ untuk bebas berkumpul dan berpendapat, tapi di saat yang sama tidak dilibatkan secara setara dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber ekonomi dan kekayaan negara,” ujar Haris Moti di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Haris menjelaskan, langkah utama yang ditempuh Presiden Prabowo dalam dua tahun masa jabatannya adalah mengembalikan norma dasar Pasal 33 UUD 1945 sebagai rujukan utama seluruh kebijakan pembangunan. Pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang semula terpusat pada segelintir pihak kini dikembalikan ke dalam hak menguasai negara demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berbasis kerakyatan dan kemandirian nasional.

“Jangan sampai rakyat yang mati-matian berjuang, tapi yang mengkonsumsi nangkanya hanya segelintir atau 1 persen orang atau kelompok, sementara 99 persen rakyat hanya kena ‘getahnya’ saja,” tegas Haris mengutip pesan kebangsaan Bung Karno terkait pentingnya pemerataan ekonomi.

Sejumlah program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, perumahan subsidi, hingga pembentukan Danantara dinilai menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat dan pembentukan modal nasional. Selain itu, kemajuan regulasi sosial seperti UU Pelindungan Tenaga Kerja, UU Reformasi Agraria, hingga Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang pelindungan ekosistem transportasi digital turut diapresiasi.

“Kami selaku relawan dan pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran bertekad mengawal dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut,” pungkas Haris Moti menuturkan komitmen organisasinya.

Continue Reading

News

Prabowo: Kabinet Ibarat Tim Sepak Bola, Ada Pemain Inti dan Cadangan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meminta anggota Kabinet Merah Putih yang belum mendapat peran besar dalam pemerintahan untuk bersabar. Ia mengibaratkan kabinet seperti tim sepak bola yang memiliki pemain inti, pemain cadangan, hingga pendukung yang masing-masing akan mendapat kesempatan sesuai kebutuhan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota kabinet memiliki peluang untuk berkontribusi, meski tidak semuanya langsung mendapat peran utama sejak awal pemerintahan.

“Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya saudara akan kita mainkan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, perjalanan pemerintahan saat ini bahkan belum mencapai jeda babak pertama jika dianalogikan dengan pertandingan sepak bola. Dengan masa jabatan lima tahun, dua setengah tahun pertama merupakan babak pertama, sedangkan dua setengah tahun berikutnya menjadi babak kedua.

“Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time,” katanya.

Prabowo pun meminta para pejabat yang merasa belum mendapat kesempatan untuk tidak terburu-buru atau gelisah menunggu giliran. Ia menilai perjalanan pemerintahan masih panjang sehingga ruang untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi tetap terbuka.

“Jadi tenang-tenang saja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah. Kapan saya dimainkan?” kata Prabowo.

Selain mengingatkan soal pembagian peran dalam pemerintahan, Prabowo menyoroti kondisi kesehatan para pejabat kabinet. Ia mengaku prihatin karena sejumlah anggota pemerintahan sudah harus menjalani perawatan di rumah sakit, meski masa pemerintahan belum melewati babak pertama.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, Prabowo meminta Menteri Kesehatan meningkatkan perhatian terhadap kondisi fisik para menteri, wakil menteri, dan kepala badan.

Ia mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan dilakukan secara lebih menyeluruh guna mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini.

“Saya minta Menteri Kesehatan, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran, termasuk memperhatikan kebutuhan vitamin. Menurutnya, kesehatan para pejabat perlu dijaga agar mereka dapat menjalankan tugas pemerintahan secara optimal.

Melalui analogi tim sepak bola tersebut, Prabowo menekankan bahwa pembagian peran dalam kabinet merupakan bagian dari strategi pemerintahan. Ia meminta para pejabat tetap bersiap, menjaga kondisi kesehatan, dan menunggu kesempatan untuk berkontribusi lebih besar.

Continue Reading

News

Siapa Saja 42 Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih yang Dinilai Tidak Optimal Menurut Gerindra?

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] – DPP Partai Gerindra mengungkapkan hasil kajian internal sementara yang menyebut ada 42 menteri dan wakil menteri (wamen) di Kabinet Merah Putih dinilai tidak bekerja secara optimal. Kendati demikian, partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut masih merahasiakan daftar nama pejabat yang masuk dalam catatan evaluasi itu.

Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, menjelaskan bahwa angka 42 pejabat tersebut didapatkan berdasarkan penilaian indikator kinerja utama (Key Performance Indicator / KPI) serta bidang hasil utama (Key Result Area / KRA). Evaluasi komprehensif ini dilakukan secara internal oleh tim Gerindra untuk mengukur efektivitas kerja kabinet yang berjalan.

“Kami memiliki instrumen KPI dan KRA untuk mengukur kinerja masing-masing kementerian dan lembaga,” ujar Kamrussamad kepada media. Ia juga menegaskan, jika ada pejabat kabinet yang merasa tidak mampu mengejar target yang telah ditetapkan oleh Presiden, mereka dipersilakan untuk mengundurkan diri.

Meskipun publik penasaran mengenai siapa saja sosok di balik 42 nama tersebut, Gerindra menegaskan daftar lengkapnya tidak akan dipublikasikan ke publik. Hasil kajian internal ini akan diserahkan langsung secara tertutup kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai hak prerogatif presiden untuk melakukan evaluasi ataupun perombakan (reshuffle) kabinet di masa mendatang.

Langkah Gerindra ini memicu berbagai respons dari pengamat politik. Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, menilai bahwa akar masalah lambatnya kinerja kabinet tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada para menteri. Menurutnya, pola hubungan kerja yang sentralistik ikut memengaruhi keberanian para menteri dalam mengeksekusi kebijakan.

“Sebetulnya problem utamanya itu bukan di menteri-menterinya, tapi ada pada presidennya,” ujar Ray dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Ray menyoroti bahwa evaluasi berkala memang diperlukan, namun komitmen terhadap pembagian wewenang yang jelas juga menjadi kunci agar kabinet dapat bergerak lebih cepat dan mandiri dalam mencapai target pemerintahan.

Continue Reading
LakeyBanget4 jam ago

Debut Asian Para Games 2026 Berbuah Emas, Abdil Majid Rahman Bidik Paralimpiade

News4 jam ago

Kemkomdigi Libatkan Mahasiswa Garap Proyek AI Nyata

News5 jam ago

Kemendikdasmen Rangkul Dewan Pendidikan, Dorong Pemerataan Mutu Sekolah

News5 jam ago

Hari Santri Nasional 2026, Prabowo: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat

News16 jam ago

Soroti Pengelolaan Devisa dan Hilirisasi, 98 Resolution Network Dukung Penataan Ulang Ekonomi Nasional

News20 jam ago

BGN Gaspol MBG 2.0, Apa Itu?

News20 jam ago

Pemerintah Bakal Kucurkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Nataru

LakeyBanget20 jam ago

Como 1907 Bikin Sejarah Usai Permalukan Manchester United

News20 jam ago

Ledakan Chip AI Dongkrak Laba Samsung dan TSMC

LakeyBanget1 hari ago

Boccia Sumbang 3 Emas di Asian Para Games 2026, Menpora: Alhamdulillah Target Terlampaui

News1 hari ago

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran: 98 Resolution Network Dorong Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Pasal 33 UUD 1945

News1 hari ago

Prabowo: Kabinet Ibarat Tim Sepak Bola, Ada Pemain Inti dan Cadangan

Review1 hari ago

Kerugian Negara dan Definisi Korupsi

News1 hari ago

Siapa Saja 42 Menteri dan Wamen Kabinet Merah Putih yang Dinilai Tidak Optimal Menurut Gerindra?

LakeyBanget2 hari ago

Pecah Rekor, Fadli Imammuddin Dulang Emas Ketiga Indonesia di Asian Para Games 2026

News2 hari ago

Menkeu Tegaskan Gaji PNS Tetap Lewat Bank, Bukan Koperasi

News2 hari ago

Prabowo Terima Rekomendasi DEN soal MSCI

LakeyBanget2 hari ago

Line-up MotoGP 2027 Lengkap! Acosta Gabung Ducati, Bagnaia ke Aprilia

LakeyBanget2 hari ago

Foden Menggila! Man City Bantai AEK Athena di Liga Champions

LakeyBanget2 hari ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kemenpora Percepat Transformasi dan Ukir Prestasi Bersejarah