LakeyBanget
Lisa Rilis EP “Press Play”, Hadirkan Enam Lagu Baru
Monitorday.com – Solois sekaligus anggota grup K-pop Lisa resmi merilis album mini (EP) terbarunya bertajuk Press Play. Album berisi enam lagu ini menandai kembalinya Lisa ke panggung musik solo setelah absen selama satu tahun delapan bulan.
Dilansir Yonhap, Jumat, Press Play menghadirkan lagu utama “Tarantino”, bersama lima lagu lainnya, yakni “Sawadika”, “V12”, “Cobra”, “Cut U Off”, dan “Sweat”.
Salah satu lagu dalam EP tersebut, “Sawadika”, telah dirilis lebih awal pada September. Lagu itu langsung mencatatkan prestasi dengan debut di posisi ke-69 tangga lagu Billboard Hot 100, sekaligus menjadi pencapaian tertinggi Lisa di tangga lagu bergengsi tersebut.
Perilisan Press Play menjadi album mini solo pertama Lisa setelah meluncurkan album penuh debutnya, Alter Ego, pada Februari tahun lalu.
LakeyBanget
Tutup Asian Para Games 2026 Indonesia Raih 15 Emas, Menpora: Alhamdulillah Masuk 8 Besar
Monitorday.com – Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas, serta mengumpulkan total 73 medali dan menempati peringkat kedelapan ranking perolehan medali.
Tambahan medali emas pada hari terakhir pertandingan, Sabtu (24/10), datang dari cabang olahraga boccia. Tim boccia yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha berhasil mempersembahkan emas ke-15 melalui nomor Mixed Team BC1/BC2 setelah mengalahkan Thailand dengan skor telak 11-3. Sementara itu, cabang power lifting bermaterikan Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi turut menambah perolehan medali Indonesia dengan mengemas perak.
Dengan hasil tersebut, Indonesia mengoleksi 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang telah bekerja keras mengharumkan nama bangsa sepanjang penyelenggaraan Asian Para Games 2026.
“Alhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali. Saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa. Hebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,” ujar Menpora Erick.
Menpora Erick juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan dan kerja sama yang terjalin antara National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Chef de Mission (CdM), dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memastikan target prestasi yang telah disepakati bersama dapat tercapai, bahkan terlampaui.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan olahraga nasional membutuhkan kerja sama yang solid, perencanaan yang matang, serta komitmen untuk menjalankan target prestasi secara terukur.
“Saya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora. Inilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,” kata Menpora Erick.
Keberhasilan Indonesia di Asian Para Games 2026 juga menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas secara berkelanjutan. Capaian para atlet di berbagai cabang olahraga diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi, memetakan potensi prestasi, serta mempersiapkan atlet menghadapi ajang internasional berikutnya yaitu ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.
Menpora Erick pun kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan jajaran pendukung kontingen Indonesia yang telah memberikan kebanggaan bagi bangsa.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang dan mengibarkan bendera Merah Putih di Nagoya, Jepang,” tutup Menpora Erick.
LakeyBanget
Subhan/Rina Marlina Sabet Emas Asian Para Games 2026 di Tengah Lawan Rasa Sakit
Monitorday.com – Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.
Keduanya melakoni partai final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jumat (23/10/2026), dengan kondisi tak 100 persen.
Rina tampil dalam situasi cedera paha belakang yang belum pulih sepenuhnya. Mereka juga harus berdamai dengan trauma kekalahan dari China di Paralimpiade Paris 2024.
Lewat perjuangan tak kenal lelah, juara Hangzhou 2022 ini menaklukkan pasangan China, Lin Shuangbao/Zeng Qingtao, lewat laga tiga gim yang menguras tenaga, 21-16, 11-21, 21-15.
“Kami yakin kalau kami masih bisa mempertahankan juara kami waktu di Hangzhou dan Alhamdulillah semuanya itu terjawab,” ujar Rina seusai laga.
Perjuangan Rina sudah dimulai jauh sebelum tiba di Nagoya. Sebulan sebelum keberangkatan, ia mengalami cedera paha belakang yang membuatnya tidak bisa menekuk kaki.
“Sebelum saya berangkat ke sini, sebulan sebelum berangkat, saya mengalami sakit di bagian paha belakang, dan itu nggak bisa nekuk. Tapi saya terus mencoba untuk terapi,” tutur Rina.
Hingga hari pertandingan, kondisinya belum seratus persen. Beban fisiknya juga berlipat karena Rina turun di tiga nomor sekaligus. Sebagai atlet dengan disabilitas tulang, ia mengaku tubuhnya rentan cedera.
“Apalagi kami mainnya tiga nomor. Dan kita kan [disabilitasnya] tulang-tulang, jadi gampang untuk cedera,” ungkapnya.
Rina mengaku sempat ragu. Di lapangan, ia harus membagi konsentrasi antara permainan dan kakinya sendiri.
“Sempat ragu sih, karena dengan keadaan yang seperti ini campur aduk. Harus fokus di permainan, dan harus fokus dulu gimana kakinya, imbanginnya. Dan Alhamdulillah kami bisa keluar dari tekanan itu,” katanya.
Selain cedera, Subhan/Rina juga membawa beban mental ke final. Kekalahan dari pasangan China di Paralimpiade Paris 2024 masih membekas. Kala itu mereka kalah dari pasangan Lin Naili/Li Fengmei di babak semifinal.
“Tegang. Karena kami sehabis Paralimpiade waktu di Paris kalah sama China, dan itu bikin trauma kami berdua. Terus kebayang kalau melawan China,” ungkap Rina.
Lawan di final Nagoya pun bukan nama asing. Rina/Subhan pernah kalah dari mereka di semifinal Kejuaraan Dunia, tetapi kemudian bisa membalas di fase grup Asian Para Games. Menurut Rina, permainan lawan kini jauh lebih matang.
“Ada banyak banget berubahnya. Mereka makin rapat. Mungkin mereka tahu permainan kami, membaca permainan kami, jadi mereka antisipasinya sangat bagus,” imbuh dia.
Final berlangsung sengit selama 1 jam 13 menit. Rina/Subhan merebut gim pertama 21-16 dalam 25 menit, tetapi dihajar 11-21 di gim kedua. Di gim ketiga, mereka bangkit dan menutup laga 21-15.
Ketatnya pertandingan tergambar dari statistik. Total poin hanya terpaut satu, 53 untuk Indonesia dan 52 untuk China. Rata-rata reli mencapai 39 detik, dan reli terpanjang berlangsung 106 detik.
Rina mengakui mental mereka sempat jatuh setelah kehilangan gim kedua. Dukungan penonton Indonesia di tribun yang membuat mereka bangkit.
“Wah, sangat motivasi banget buat kami. Set kedua sudah kalah, sudah nge-down, bisa bangkit lagi dari teriakan-teriakan penonton yang ada di sini. Terima kasih banget,” ujarnya.
Menurut Rina, kunci kemenangan di gim ketiga sederhana saja, yakni saling percaya dan tetap fokus.
“Kami berdua tetap yakin, tetap fokus. Intinya yakin aja kalau kami masih bisa mempertahankan medali emas kami,” tegasnya.
Status sebagai juara bertahan diakui membawa tekanan. Namun, pasangan ini memilih tidak terbebani hasil.
“Sebenarnya tekanan ada. Cuma kami bawa enjoy aja, dan kami pengin bermain dengan baik. Kalau masalah nanti juara atau enggak, yang penting kami berusaha dulu di lapangan, kasih dulu yang terbaik,” tuturnya.
Untuk menghadapi tiga nomor sekaligus, Rina menjalaninya satu laga demi satu laga.
“Saya coba enjoy, dan terus satu per satu. Saya yakin kalau saya bisa,” katanya.
Saat ditanya untuk siapa medali emas ini, Rina dan Subhan kompak menyebut sosok ibu.
“Saya nggak bisa berkata-kata. Intinya medali emas ini saya persembahkan buat warga negara Indonesia, terus paling utama buat ibu saya,” ucap Rina.
Subhan juga mempersembahkan medalinya untuk keluarga, terutama sang ibu.
“Buat keluarga, buat ibu. Karena di setiap langkah saya, beliau yang mendoakan,” ujarnya.
Meski cedera, Rina pulang dari Nagoya dengan tiga medali. Selain emas ganda campuran bersama Subhan, ia meraih perak di ganda putri SH6 bersama Apriliyana Sulistyawati dan perunggu di tunggal putri SH6.
Emas Nagoya menjadi modal Rina/Subhan untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028. Di sana, mereka ingin menebus kekalahan di Paris.
“Bismillah, semoga tidak dikasih cedera, dikasih kesehatan terus sampai Paralimpiade 2028 nanti. Karena kami masih ada utang di Paralimpiade kemarin. Di Paris kami kalah sama Cina. Mudah-mudahan ini menjadi modal untuk kami bisa bangkit lagi,” ungkap Rina.
LakeyBanget
Janice Tjen Tembus Final Japan Open 2026
Monitorday.com – Petenis putri Indonesia Janice Tjen melaju ke final nomor ganda Japan Open 2026 bersama pasangan asal Australia, Storm Hunter. Keduanya menyingkirkan Isabelle Haverlag dan Lilli Tagger melalui pertarungan sengit pada semifinal di Utsubo Tennis Center, Osaka, Jepang, Jumat (23/10/2026).
Janice/Hunter memastikan tiket final setelah memenangi pertandingan melalui match tie-break dengan skor 10-8. Kemenangan ini menjaga peluang pasangan unggulan teratas tersebut untuk merebut gelar turnamen WTA 250 itu.
Pasangan Indonesia-Australia tampil meyakinkan pada set pertama. Mereka memanfaatkan sejumlah kesalahan servis lawan untuk mengendalikan permainan dan merebut set pembuka dengan skor 6-2.
Namun, Haverlag/Tagger bangkit pada set kedua. Persaingan berlangsung ketat dengan kedua pasangan saling mengejar angka hingga pasangan lawan berhasil menyamakan kedudukan dan memaksakan match tie-break.
Pada babak penentuan, tekanan semakin terasa. Kedua pasangan masih melakukan sejumlah kesalahan servis, membuat perolehan angka berlangsung ketat. Janice/Hunter akhirnya menunjukkan ketenangan pada momen krusial dan mengunci kemenangan dengan skor 10-8.
Di partai puncak, Janice/Hunter dijadwalkan menghadapi pasangan Ceko, Jesika Malečková dan Miriam Škoch, pada Sabtu (24/10/2026). Hingga berita ini ditulis, jadwal terperinci pertandingan final belum diumumkan penyelenggara.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Janice untuk menambah koleksi prestasi di level WTA 250 sekaligus menutup kiprahnya di Osaka dengan gelar juara.
Japan Open 2026 merupakan turnamen tenis putri kategori WTA 250 yang berlangsung pada 19-25 Oktober di Osaka. Turnamen ini menggunakan lapangan keras dan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi tenis profesional di Asia.
Perjalanan Janice di nomor tunggal terhenti pada babak pertama setelah kalah dari petenis Amerika Serikat, Ashlyn Krueger. Namun, hasil tersebut tak menghalanginya untuk melanjutkan perjuangan di nomor ganda bersama Hunter.
Keduanya mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-2 atas Ingrid Martins dari Brasil dan Sara Sorribes Tormo dari Spanyol. Janice/Hunter kemudian melewati hadangan pasangan Taiwan, Ya-Hsin Lee dan Fang-Hsien Wu, pada babak perempat final.
Kini, satu kemenangan lagi akan membawa Janice dan Hunter meraih gelar Japan Open 2026. Tantangan terakhir mereka adalah menaklukkan Malečková/Škoch dalam laga final yang diprediksi berlangsung kompetitif.
LakeyBanget
20 Ribu Penonton Asing Bakal Banjiri Konser Kanye West di GBK
Monitorday.com – Konser debut Kanye West atau Ye di Indonesia diproyeksikan mendatangkan puluhan ribu pengunjung ke Jakarta. Hingga Kamis (22/10/2026), sebanyak 20.500 penonton mancanegara dilaporkan telah membeli tiket pertunjukan Ye Live yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (24/10/2026).
Marketing and Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengatakan penonton asing tersebut didominasi pelancong dari Australia, Singapura, dan Malaysia. Selain itu, sekitar 30 ribu pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan turut datang ke Jakarta selama pekan konser.
“Hingga hari ini, dengan bangga kita sampaikan ada 20.500 teman-teman dari luar negeri yang sudah membeli tiket. Dan saya rasa ini dalam sejarah Indonesia pertama kali sebanyak ini untuk acara tunggal,” ujar Karen di Jakarta, Kamis (22/10).
Menurut Karen, Indonesia menjadi satu-satunya titik perhentian tur Ye Live di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Ia berharap pertunjukan berskala besar ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi konser artis internasional.
“Kami merasa terhormat bisa menjadi pertunjukan tunggal pertama di Jakarta dan Indonesia, dan kami harap ini bisa menjadi yang pertama dari sekian banyak pertunjukan lainnya. Waktunya memamerkan negara kita,” katanya.
Kedatangan puluhan ribu pengunjung diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi Jakarta. Promotor menilai lonjakan wisatawan berpotensi meningkatkan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi daring, restoran, pusat perbelanjaan, serta tingkat hunian hotel dan permintaan penerbangan.
Karen mengatakan pihaknya bahkan harus mengupayakan tambahan kapasitas penerbangan untuk mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan dari sejumlah negara.
“Kami harus fasilitasi penyewaan lebih banyak penerbangan dari berbagai negara untuk membantu menyediakan pasokan yang cukup demi memenuhi permintaan tersebut,” ujarnya.
Untuk membantu pengunjung asing memperoleh informasi selama berada di Jakarta, promotor juga meluncurkan panduan digital bertajuk Official Jakarta Raw Vision Guide melalui media sosial.
Karen menilai Jakarta memiliki infrastruktur dan kapasitas untuk menjadi tuan rumah pertunjukan musik berskala global. Ia berharap konser Ye dapat membuka jalan bagi lebih banyak musisi internasional untuk tampil di Indonesia.
Dari sisi produksi, penyelenggara mengerahkan lebih dari 5.000 pekerja untuk menyiapkan panggung dengan konsep visual 360 derajat yang menjadi ciri khas pertunjukan Kanye West. Salah satu elemen utamanya adalah ornamen berbentuk bola dunia atau globe.
“Produksinya sudah berjalan selama dua hari dan globenya sudah terpasang, semuanya ada di sini. Kami sepenuhnya mampu menyediakan semua riders yang dia minta,” kata Karen.
Dalam konser tersebut, Ye dijadwalkan membawakan sekitar 35 lagu. Sejumlah hit populernya, termasuk Gold Digger dan Can’t Tell Me Nothing, berpotensi masuk dalam daftar penampilan.
Raw Vision Collective berharap konser ini dapat meningkatkan daya tarik Indonesia di mata industri musik global dan mendorong kedatangan artis-artis besar lainnya.
Informasi lebih lanjut mengenai tiket dan penyelenggaraan konser dapat diakses melalui situs resmi promotor di rawvision.id.
LakeyBanget
Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Australia 2026
Monitorday.com – Marc Marquez tampil tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Jumat (23/10). Pembalap Spanyol itu merebut posisi teratas pada detik-detik akhir sesi dengan catatan waktu 1 menit 27,985 detik.
Marquez mengungguli Raul Fernandez yang finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,048 detik. Sementara itu, pembalap tuan rumah Jack Miller menempati posisi ketiga, terpaut 0,135 detik dari Marquez.
Sesi FP1 berlangsung sengit sejak awal. Alex Rins, Marco Bezzecchi, Jorge Martin, dan Johann Zarco langsung mencatatkan waktu kompetitif begitu memasuki lintasan. Posisi teratas pun silih berganti ditempati para pembalap.
Bezzecchi sempat mendominasi sesi setelah mencatat waktu 1 menit 28,898 detik, sebelum mempertajamnya menjadi 1 menit 28,781 detik. Marc Marquez kemudian membayangi di posisi kedua, disusul Martin di urutan ketiga.
Persaingan semakin ketat ketika Pedro Acosta merangsek ke posisi kedua, menggeser Marquez dan Martin. Bezzecchi masih memimpin menjelang 15 menit terakhir, dengan Acosta dan Marquez melengkapi tiga besar.
Memasuki fase akhir sesi, Raul Fernandez mengambil alih posisi pertama dengan catatan waktu 1 menit 28,210 detik. Namun, Jack Miller kemudian membuat kejutan dengan torehan 1 menit 28,120 detik yang mengantarkannya ke puncak klasemen sementara.
Miller gagal mempertahankan momentum setelah mengalami kecelakaan di Tikungan 1.
Fernandez kembali merebut posisi teratas pada detik-detik akhir, tetapi Marquez segera membalas dengan catatan waktu 1 menit 27,985 detik. Torehan tersebut memastikan pembalap Spanyol itu menutup FP1 sebagai yang tercepat.
Sesi ini juga diwarnai sejumlah insiden. Bendera kuning sempat dikibarkan setelah Iker Lecuona mengalami kecelakaan sekitar 10 menit setelah sesi dimulai. Raul Fernandez juga sempat terjatuh sebelum kembali bersaing di barisan depan.
Hasil FP1 MotoGP Australia 2026
- Marc Marquez — 1:27,985
- Raul Fernandez — +0,048 detik
- Jack Miller — +0,135 detik
- Marco Bezzecchi — +0,293 detik
- Alex Marquez — +0,300 detik
- Pedro Acosta — +0,449 detik
- Jorge Martin — +0,453 detik
Marquez pun mengawali rangkaian MotoGP Australia 2026 dengan hasil positif. Namun, persaingan yang ketat di Phillip Island menunjukkan bahwa posisi teratas masih berpotensi berubah pada sesi-sesi berikutnya.
LakeyBanget
Baru 40 Hari Diluncurkan, Muse AI telah Diunduh 10,9 Juta
Monitorday.com – Aplikasi asisten kecerdasan buatan (AI) milik Meta, Muse, mencatat 10,9 juta unduhan dalam 40 hari pertama sejak diluncurkan pada September 2026. Amerika Serikat (AS) mendominasi dengan kontribusi 10,2 juta unduhan, berdasarkan data perusahaan intelijen pasar Sensor Tower.
TechCrunch melaporkan pada Selasa (20/10/2026) waktu setempat, capaian tersebut menempatkan Muse dalam kelompok eksklusif aplikasi seluler yang mampu menembus 10 juta unduhan di AS dalam waktu sekitar 40 hari setelah peluncuran.
Analis Senior Sensor Tower, Kara Lee, menyebut hanya 11 aplikasi lain yang tercatat mencapai tonggak serupa. Sebelum Muse, Threads, aplikasi media sosial besutan Meta, lebih dulu mencapainya pada Juli 2023.
Sebagian besar aplikasi dalam kelompok tersebut merupakan gim populer, seperti Fortnite, PUBG Mobile, dan Pokémon GO. Disney+ menjadi salah satu dari sedikit aplikasi non-gim yang berhasil masuk daftar tersebut, selain Threads.
Lonjakan unduhan Muse tidak lepas dari strategi Meta dalam memanfaatkan ekosistem digitalnya. Dengan miliaran pengguna yang telah terhubung melalui berbagai platform, perusahaan memiliki jalur distribusi dan promosi yang kuat untuk memperkenalkan produk baru.
Strategi ini sebelumnya terlihat pada Threads, yang memanfaatkan jaringan sosial Instagram serta integrasi konten dengan Facebook dan Instagram untuk memperluas jangkauan pengguna.
Meta menerapkan pendekatan serupa pada Muse dengan mempromosikan aplikasi AI tersebut melalui layanan-layanan miliknya. Ekosistem perusahaan itu dilaporkan memiliki 3,6 miliar pengguna aktif harian.
Selain promosi internal, Meta juga meningkatkan belanja iklan untuk menarik pengguna baru. Sensor Tower mencatat porsi belanja iklan Meta yang dialokasikan untuk pemasaran Muse mencapai 39% pada Oktober 2026, naik dari 23% pada bulan sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya dukungan pemasaran yang dikerahkan Meta untuk mempercepat pertumbuhan Muse. Namun, tingginya jumlah unduhan belum otomatis menjamin keberhasilan aplikasi dalam jangka panjang.
Tantangan berikutnya adalah mengubah pengguna yang sekadar mengunduh menjadi pengguna aktif dan loyal, sekaligus membuktikan kemampuan Muse menghasilkan pendapatan berkelanjutan. Dengan demikian, keberhasilan awal dari sisi unduhan masih perlu diuji melalui tingkat keterlibatan pengguna dan kinerja bisnisnya.
LakeyBanget
Debut Asian Para Games 2026 Berbuah Emas, Abdil Majid Rahman Bidik Paralimpiade
Monitorday.com – Debut pemuda berusia 17 tahun bernama Abdil Majid Rahman langsung berbuah medali emas di Asian Para Games 2026.
Atlet para renang asal Kabupaten Kampar, Riau, ini menjadi yang tercepat saat turun di nomor 100 meter gaya dada klasifikasi SB7 di Nagoya City General Gymnasium (Rainbow Hall), Kamis (22/10).
Abdil Majid menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik. Ia mengungguli atlet asal China, Zhang Yilong yang mencatatkan waktu 1 menit 21,98 detik serta atlet asal Malaysia, Shahafiq bin Abdullah dengan catatan waktu 1 menit 36,41 detik.
Senyum kegembiraan langsung terpancar dari wajah atlet kelahiran 21 Februari 2009 ini. Ia tak menyangka statusnya sebagai pendatang baru Asian Para Games langsung berbuah medali emas.
“Pertandingannya sangat seru dan menegangkan karena baru pertama kali ini bertanding di Asia,” kata Abdil Majid Rahman, Kamis (22/10/).
Sebagai seorang debutan, Majid, sapaan akrabnya, bisa mempersiapkan diri menuju pertandingan dengan nyaman. Ia tak merasakan beban yang sampai mengganggu jadwal tidurnya. Sehari sebelum pertandingan ini, Ia bisa tidur pukul 22.00.
“Ya dibilang nervous ya nervous karena baru pertama kan bertanding di Asia. Ya deg-degan tetapi saya berusaha untuk mengendalikan itu tadi,” tutur Majid.
Majid pun mempersembahkan medali emas ini untuk sosok-sosok yang berjasa membawa kariernya ke level Asia.
“Medali ini saya persembahkan untuk terutama untuk orang tuaku, terima kasih untuk pelatih juga, pelatih yang sudah melatihku Mas Agni, Mas Nano, Mbak Nonik dan juga semua yang dari SKODI,” ucap Majid.
Karier Secepat Kilat
Karier Abdil Majid benar-benar terasa secepat kilat. Setelah terpilih masuk Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) pada tahun 2023, Ia berlatih keras hingga kemampuannya terus melesat.
Namanya menjadi obrolan di Asia saat memborong empat medali emas dan dua medali perak ketika mengikuti ajang Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab
Majid juga kemudian meraih dua medali emas dan empat medali perak saat dipercaya turun dalam ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Kini, Majid sudah merasakan medali emas di multievent olahraga disabilitas terbesar Asia. Majid pun berbicara tentang perasaannya ketika sudah berada di level saat ini.
“Rasanya ya, aku bersyukur di umur 17 tahun sudah dapat emas di Asian Para Games,” ungkap Majid.
Kini, Majid punya tujuan lain yang lebih besar. Majid ingin mendapatkan tiket untuk bisa berlaga di Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Insya Allah ngejar sih, ada (waktu) dua tahun lagi ngejar ke Los Angeles 2028,” ucapnya.
“Saya akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan tiket di Los Angeles 2028,” lanjutnya.
Sementara itu, koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, memuji progres yang ditunjukkan Majid. Ia menilai Majid sebagai atlet yang ingin terus mengasah skillnya.
“Progresnya luar biasa pesat ya, karena memang anaknya semangat, mau belajar, yang jelas ya itu. Jadi kalau hasilnya bagus ya mungkin sudah sesuai dengan proyeksi,” ucap Agni.
Namun, Agni sejatinya tak mematok target emas kepada Majid karena pertandingan kategori SB7 kerap digabung dengan kategori SB8.
“Sebenarnya, Majid kan tidak kita target ya, karena kelas SB7 itu sepi, biasanya digabung dengan SB8. Tapi ternyata di sini SB7 bisa dilombakan sendiri, pesertanya cukup. Sehingga ya sesuai dengan ranking Asia terakhir ya, juara dan runner-up-nya sama, Majid dan yang dari China (Zhang Yilong) itu,” ungkap Agni.
Tambahan emas dari Majid membuat tim para renang sudah menyumbangkan tiga emas, dua perak dan dua perunggu untuk kontingen Indonesia. Raihan ini sudah jauh melebihi target awal satu medali emas.
“Kita ya Alhamdulillah bersyukur. Support dari negara, dari NPC Indonesia dan sebagainya untuk menghadapi event ini luar biasa,” ucap Agni.
LakeyBanget
Como 1907 Bikin Sejarah Usai Permalukan Manchester United
Monitorday.com – Como 1907 mempermalukan Manchester United dengan kemenangan telak 4-1 pada lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Rabu (21/10) malam WIB. Nico Paz menjadi mimpi buruk Setan Merah setelah mencetak dua gol dan menyumbang satu assist.
Mengutip laman UEFA, Como langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Nico Paz membuka keunggulan tuan rumah saat laga baru berjalan dua menit lewat tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Manchester United, Senne Lammens.
Gol cepat tersebut membuat Como tampil semakin percaya diri. Manchester United kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah, sementara lini serang Como terus menciptakan ancaman.
Memasuki babak kedua, dominasi Como semakin tak terbendung. Anastios Douvikas menggandakan keunggulan pada menit ke-49 setelah memanfaatkan umpan matang Nico Paz. Pergerakan diagonal penyerang asal Yunani itu membuat pertahanan MU gagal mengantisipasi serangan.
Nico Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57. Ia merebut bola dari Baleba di sisi kiri pertahanan MU, menggiringnya menuju area berbahaya, lalu melepaskan tembakan melengkung yang kembali menaklukkan Lammens. Como menjauh 3-0.
Pesta gol tuan rumah berlanjut pada menit ke-76. Jacobo Ramon menyambut umpan silang Kaiki Bruno dengan sundulan akurat untuk mengubah skor menjadi 4-0. Pertahanan Manchester United kembali dibuat tak berdaya.
Setan Merah hanya mampu mencetak gol hiburan pada menit ke-90+1 melalui Joshua Zirkzee. Penyerang tersebut menyelesaikan umpan silang Amad Diallo, tetapi gol itu tak cukup untuk menyelamatkan MU dari kekalahan telak.
Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Manchester United. Setan Merah disebut telah melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan sejak menaklukkan Sabah FK dengan skor 4-0 pada laga pembuka Liga Champions, 11 September.
MU datang ke markas Como dengan kondisi skuad yang tidak ideal. Michael Carrick kehilangan sembilan pemain akibat cedera dan sanksi, termasuk Lisandro Martinez dan Marcus Rashford. Di tengah keterbatasan tersebut, Matthijs de Ligt kembali masuk susunan pemain utama setelah absen lebih dari delapan bulan.
Namun, kembalinya De Ligt belum mampu membenahi rapuhnya pertahanan MU. Empat gol Como menjadi bukti betapa sulitnya tim tamu meredam agresivitas tuan rumah.
Hasil ini membawa Como naik ke peringkat ke-10 klasemen sementara fase liga dengan koleksi enam poin. Sebaliknya, Manchester United tertahan di posisi ke-23 dengan tiga poin dari tiga pertandingan.
Nico Paz menjadi sosok sentral dalam kemenangan bersejarah bagi Como tersebut. Dua gol dan satu assist dari gelandang serang asal Argentina itu memastikan tuan rumah meraih kemenangan meyakinkan, sekaligus memperdalam krisis Manchester United di panggung Eropa.
LakeyBanget
Boccia Sumbang 3 Emas di Asian Para Games 2026, Menpora: Alhamdulillah Target Terlampaui
Monitorday.com – Kontingen Indonesia berhasil melampaui target tujuh medali emas pada ajang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah cabang olahraga boccia sukses mempersembahkan tiga medali emas sekaligus melalui Gischa Zayana, Handayani, dan Felix Ardi Yudha, dalam pertandingan final yang berlangsung pada hari yang sama di Nagoya General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10).
Tambahan tiga emas tersebut membawa perolehan Indonesia menjadi delapan medali emas, sekaligus melampaui target tujuh emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan.
Dua emas pertama dipersembahkan oleh atlet putri Indonesia melalui pertandingan yang berlangsung dramatis. Gischa Zayana yang turun pada nomor Women’s Individual BC2 mengalahkan atlet Hong Kong, Yeung Hiu Lam, dengan skor 6-5. Sementara itu, Handayani yang tampil pada nomor Women’s Individual BC1 berhasil menundukkan wakil Malaysia, Melissa Angeline, dengan skor 5-4.
Tak lama berselang, Felix Ardi Yudha melengkapi keberhasilan boccia Indonesia dengan merebut medali emas nomor Men’s Individual BC2. Dalam pertandingan final menghadapi Phakphum Linchum dari Thailand, Felix tampil solid dan memastikan kemenangan dengan skor 5-3.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang menyaksikan dan meberikan dukungan langsung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu membawa Indonesia melampaui target medali emas ketika ajang masih memasuki hari keempat.
“Alhamdulillah, target tujuh emas berhasil terlampaui. Selamat untuk Gischa, Handayani, dan Felix yang berhasil mempersembahkan tiga emas sekaligus dari boccia, sehingga total kita sukses meraih delapan emas. Ini capaian luar biasa, pertandingan final juga tadi berlangsung sangat ketat. Mereka menunjukkan bahwa selain kemampuan teknis, ketenangan dan mental bertanding juga menjadi penentu kemenangan,” ujar Menpora Erick.
Menurut Menpora Erick, keberhasilan cabang boccia menjadi bukti pentingnya pembinaan berkesinambungan untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing dan menjaga prestasi di tingkat internasional.
Sebelum tampil di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi juara umum World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada September lalu, dengan mengoleksi tiga medali emas dan satu perak.
Kini, prestasi tersebut kembali berlanjut di Asian Para Games. Bahkan, tiga emas yang diraih Indonesia telah melampaui target awal cabang boccia yang membidik satu medali emas.
“Ini yang terus kita dorong dalam transformasi olahraga nasional. Kita ingin prestasi lahir dari sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya bergantung pada momentum. Ketika atlet yang sudah berprestasi di tingkat dunia kembali mampu meraih emas di Asian Para Games, artinya ada kesinambungan pembinaan yang harus kita jaga dan perkuat. Inilah yang disebut olahraga sebagai investasi untuk prestasi dan kebanggaan bangsa,” kata Menpora Erick.
Meski target tujuh emas telah terlampaui, Menpora Erick menegaskan bahwa perjuangan kontingen Indonesia belum selesai. Masih terdapat sejumlah pertandingan yang berpotensi menambah perolehan medali bagi Merah Putih. Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian target bukan alasan untuk cepat berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang masih berjuang.
“Sejak awal saya menyampaikan keyakinan bahwa kita memiliki peluang untuk melampaui tujuh emas. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang dan memiliki peluang untuk menambah emas. Kita terus doakan dan dukung agar mereka bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Setiap kesempatan harus kita perjuangkan sampai akhir,” tegas Menpora Erick.
LakeyBanget
Pecah Rekor, Fadli Imammuddin Dulang Emas Ketiga Indonesia di Asian Para Games 2026
Monitorday.com – Atlet para balap sepeda Indonesia Muhammad Fadli Imammuddin mendulang emas ketiga untuk Kontingen Indonesia dalam Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, Selasa (20/10). Emas tersebut didapatkan dari nomor nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra.
Dominasi Fadli telah terlihat sejak babak kualifikasi. Pria kelahiran Bogor itu mencatatkan waktu tercepat, yakni 4 menit 50,169 detik. Angka itu memecahkan rekor permainan atau game record (GR) yang sebelumnya dipegang atlet Tiongkok sekaligus rival utamanya, Wang Xian dengan unggul selisih waktu 1,863 detik.
Dalam perebutan medali emas, Fadli berhadapan dengan atlet Iran, Behrooz Farzad. Pada laga yang berlangsung di Izu Velodrome Shizuoka itu, dia menang mudah dengan catatan overlap.
“Alhamdulillah hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, bisa membuahkan hasil satu emas. Mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi di kelas selanjutnya,” ungkap Fadli.
“Pastinya Kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras. Buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya,” imbuhnya.
Fadli mengaku ketenangan menjadi kunci utamanya dalam meraih emas dan memecahkan rekor. Mantan pebalap Moto2 ini yakin dengan catatan waktu yang dimiliki ketika berlatih dan track record sebelumnya.
“Apalagi ini 16 lap butuh ketenangan, mindset, percaya diri agar tidak kacau pikirannya. Kalau kacau pikirannya di kelas endurance ini pasti tidak akan konsisten,” sebut Fadli.
Fadli menyebut medali emas ini makin spesial karena menambah catatan menawannya di ajang Asian Para Games. Dia berhasil mencatatkan hattrick emas sejak Asian Para Games 2018.
Sebelumnya Fadli meraih medali emas nomor individual pursuit C4 pada Asian Para Games 2018 dan Individual Time Trial C4-5 pada Asian Para Games 2022. “Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apapun, berlatih enjoy, balapan enjoy,” tuturnya.
Hasil ini menurut Pelatih para balap sepeda Indonesia Rizan Setyo Nugroho sudah sesuai prediksi sebelumnya. Walaupun diakui timnya sempat memiliki keraguan sebelum tiba di Nagoya.
“Keraguannya waktu di Hangzhou (2022) lalu, Fadli kalah dua detik dari musuhnya Wang Xian. Dan dia sendiri tidak turun di Asian Para Games sekarang ini,” terangnya.
Rizan sendiri merasa puas dengan hasil yang sudah diraih tim para balap sepeda sejauh ini. Yaitu mengantongi satu medali emas dan dua medali perunggu.
Medali perunggu diraih oleh Vanza Mifthahul Jannah dari nomor Individual Pursuit 4000 meter kategori B putri dan Sufyan Saori di nomor Individual Time Trial 1000 meter klasifikasi C4-5 putra.
“Hari berikutnya kami optimalkan karena beberapa nomor dikombinasi, sehingga kami hanya bisa mengoptimalkan mana yang ada dan kami simpan energi untuk pertandingan road berikutnya,” ungkapnya.
Adapun tambahan satu emas dari cabor para balap sepeda membuat perolehan emas Indonesian hingga Selasa (20/10/2026) di Asian Para Games 2026 menjadi tiga emas. Emas pertama oleh Maulana Rifky Yavianda dari cabang olahraga para renang dan emas kedua oleh atlet asal Bali I Kadek Dwi Purwana Yasa dari para atletik.
Tambahan emas ini turut mendongkrak posisi Indonesia dalam klasemen sementara Asian Para Games 2026 ke peringkat delapan. Dengan torehan 3 medali emas, 3 perak dan 15 perunggu.
