Connect with us

News

Makna Mawaddah dan Rahmah Melampaui Hubungan Biologis dalam Islam

Hubungan suami istri dalam Islam bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi ibadah yang sarat cinta, empati, dan ketenangan batin

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Konsep hubungan suami istri dalam Islam tidak hanya dipahami sebagai aktivitas biologis, melainkan sebagai ibadah yang sarat nilai spiritual. Dalam konteks ini, istilah mawaddah dan rahmah menjadi fondasi utama yang membentuk kualitas hubungan intim pasangan. Menurut berbagai sumber kajian keislaman yang dikutip, kedua konsep ini bukan hanya teori, tetapi harus terwujud nyata dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari, termasuk di ranjang.

Secara konseptual, mawaddah merujuk pada cinta yang penuh gairah, ketulusan, dan keinginan untuk membahagiakan pasangan. Apa maknanya dalam praktik? Mawaddah tercermin dalam upaya suami istri untuk saling memberi kepuasan secara halal (what), dengan cara yang penuh kehangatan dan komunikasi emosional (how). Kapan hal ini dilakukan? Dalam setiap momen kebersamaan yang dilandasi niat ibadah (when). Siapa yang terlibat? Tentu kedua pasangan yang sah (who). Di mana? Dalam ruang privat pernikahan (where). Mengapa penting? Karena hal ini menjadi sarana menjaga keharmonisan dan menjauhkan diri dari penyimpangan (why), sebagaimana dijelaskan menurut media yang dikutip sebagai sumber.

Lebih jauh, mawaddah juga mengandung unsur keaktifan dan kreativitas dalam membangun kedekatan. Suami dan istri tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga pemberi kebahagiaan. Bahasa cinta, sentuhan lembut, serta perhatian kecil menjadi bagian dari “pupuk” yang menjaga keintiman tetap hidup. Dengan demikian, hubungan intim tidak menjadi rutinitas kosong, melainkan ekspresi cinta yang terus diperbarui.

Di sisi lain, rahmah hadir sebagai penyeimbang dari mawaddah. Rahmah adalah kasih sayang yang berakar pada empati dan kelembutan hati. Dalam praktiknya, rahmah berarti memahami kondisi pasangan, seperti saat lelah atau sakit, serta tidak memaksakan kehendak. Menurut media yang dikutip sebagai sumber, konsep ini sejalan dengan filosofi Al-Qur’an yang menyebut suami istri sebagai “pakaian” satu sama lain—saling melindungi, menjaga kehormatan, dan menutupi kekurangan.

Rahmah juga menuntut penerimaan fisik dan emosional pasangan apa adanya. Dalam konteks ini, hubungan intim menjadi ruang aman yang bebas dari perbandingan, tekanan, atau ekspektasi yang tidak realistis. Hal ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan keamanan emosional dalam pernikahan, sehingga hubungan menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.

Ketika mawaddah dan rahmah berjalan beriringan, maka lahirlah sakinah, yaitu ketenangan dalam rumah tangga. Bagaimana dampaknya? Hubungan intim tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan, tetapi juga alat meredam konflik, mempererat ikatan batin, dan menjaga kesetiaan. Menurut media yang dikutip sebagai sumber, pasangan yang mampu mengelola dua aspek ini akan lebih tahan terhadap godaan eksternal serta memiliki hubungan yang lebih harmonis dan bermakna.

Dengan demikian, Islam memandang hubungan suami istri sebagai ibadah yang utuh—menggabungkan cinta, gairah, empati, dan tanggung jawab. Mawaddah menghidupkan api cinta, rahmah menenangkan jiwa, dan keduanya bersama-sama mengantarkan pasangan menuju sakinah dalam kehidupan rumah tangga.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM pada 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. 

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mesnesneg) Prasetyo Hadi merespons ramainya informasi keliru bahwa harga BBM nonsubsidi bakal naik drastis.

Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Mensesneg dalam pernyataannya, Selasa (31/03/2026). 

Mensesneg menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah adanya koordinasi antara pemerintah dengan Pertamina serta adanya petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mensesneg juga memastikan ketersediaan BBM serta mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegas Mensesneg

Continue Reading

News

Trump Blak-blakan Ingin Kuasai Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Target Strategis

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengungkap ambisinya untuk menguasai sumber minyak Iran, termasuk mempertimbangkan pengambilalihan pusat ekspor utama negara tersebut, Pulau Kharg.

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump pada Senin (30/3/2026) dan langsung memicu perhatian publik internasional.

“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran,” ujar Trump. Ia bahkan menyebut kritik dari sebagian warga AS terhadap rencana tersebut sebagai pandangan “bodoh”.

Trump membandingkan rencana itu dengan langkah AS sebelumnya di Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan terhadap Iran sebagai bagian dari strategi geopolitik dan energi.

Lebih lanjut, Trump menyebut Pulau Kharg sebagai salah satu opsi utama yang tengah dipertimbangkan. “Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan,” katanya.

Pulau Kharg sendiri merupakan titik vital dalam sistem energi Iran. Terletak sekitar 25 kilometer dari daratan utama di Teluk Persia, pulau ini menangani hampir 90 persen ekspor minyak mentah Iran dan menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut. 

Setiap hari, jutaan barel minyak dari ladang besar seperti Ahvaz, Marun, dan Gachsaran dialirkan ke pulau ini sebelum diekspor ke pasar global. Iran sendiri menyumbang sekitar 4–5 persen pasokan minyak dunia, menjadikan stabilitas fasilitas ini sangat krusial bagi ekonomi global.

Dalam perkembangan terbaru, ancaman Trump terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk Pulau Kharg, juga disertai opsi militer jika konflik tidak mereda. Bahkan, ia sebelumnya telah mengisyaratkan kemungkinan penghancuran fasilitas energi Iran sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran. 

Pulau Kharg dikenal sebagai kawasan dengan pengamanan militer ketat dan kerap dijuluki “pulau terlarang”. Sejak lama, fasilitas di sana disebut sebagai aset paling vital bagi keberlangsungan ekonomi Iran, bahkan sejak era Perang Iran-Irak.

Pernyataan Trump ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, sekaligus memicu kekhawatiran akan dampak besar terhadap stabilitas energi global dan potensi eskalasi konflik terbuka antara kedua negara.

Continue Reading

News

Kunjungan Prabowo ke Jepang Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis, Apa Saja?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang, menghasilkan langkah konkret dalam mempercepat investasi strategis, khususnya di sektor energi dan hilirisasi. Fokus utama kunjungan tersebut mencakup percepatan transisi energi nasional serta pengembangan proyek Blok Masela.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan dua agenda utama dalam kunjungan tersebut berjalan optimal.

“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya itu ditugaskan untuk melakukan dua hal dalam kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi. Yang kedua adalah menyangkut INPEX, Blok Masela,” ujar Bahlil dalam keterangan persnya kepada awak media di Tokyo, pada Senin (30/03/2026).

Bahlil menjelaskan bahwa proyek Blok Masela kini telah mencapai kepastian besar setelah melalui proses panjang selama puluhan tahun. Menurutnya, nilai dasar pengembangan proyek (DPOD) mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan tambahan sekitar 1 miliar dolar AS untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) agar lebih ramah lingkungan.

“Atas arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah selesai, total project-nya 20,9 miliar US dolar karena dia tambah CCS 1 miliar, DPOD-nya itu 20 miliar. Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini kemungkinan besar akan nambah. Jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun (rupiah) lebih,” ungkap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan implementasi proyek tersebut, mengingat perannya yang strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain gas di dunia,” tegasnya.

Selain Blok Masela, pemerintah juga memperkuat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan. Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan seluruh potensi energi yang dimiliki di tengah ketidakpastian global.

“Memang kita lagi dorong untuk mempergunakan seluruh potensi energi lain selain fosil yang kita punya. Kenapa? Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong,” ujarnya.

Menurut Bahlil, capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang solid antarkementerian dan lembaga dalam kunjungan ke Jepang. “Ini adalah bagian daripada upaya untuk melakukan itu, dan semua ini sudah tentu bisa terjadi karena koordinasi yang baik yang dilakukan oleh Pak Seskab sebagai ketua kelas dalam mengoordinasi urusan-urusan ini di Jepang,” tandasnya. 

Continue Reading

News

Wamen Fajar Tegaskan Pentingnya Pembiasaan Disiplin dan Penguatan Karakter Siswa Usai Lebaran

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya pembiasaan disiplin dan penguatan karakter siswa setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pembina upacara di Taman Siswa, Bogor, Senin, dengan membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan kehadiran pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

“Kehadiran kami di sini adalah pesan bahwa pemerintah hadir untuk semua. Baik sekolah negeri maupun swasta, semuanya memiliki peran penting dan harus terus didukung,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan pembelajaran tatap muka, pembentukan karakter, serta pembiasaan kebiasaan positif sebagai fondasi menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing. Selain itu, pelaksanaan upacara bendera secara rutin juga ditekankan sebagai upaya memperkuat rasa nasionalisme siswa.

Fajar menambahkan, nilai-nilai positif harus ditanamkan secara konsisten agar menjadi budaya yang melekat sejak dini. Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan sistem pendidikan antar-jenjang sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Menurutnya, pengembangan sekolah terintegrasi menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat kesinambungan pembelajaran.

“Skemanya sedang disiapkan pemerintah dan praktik seperti di Taman Siswa ini menjadi referensi penting,” katanya.

Usai upacara, Fajar berdialog langsung dengan para siswa dari berbagai jenjang. Dalam kesempatan tersebut, siswa menyampaikan manfaat yang dirasakan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk meningkatnya semangat belajar, penghematan uang jajan, serta kondisi ruang belajar yang lebih nyaman.

Salah satu siswa SMA Taman Siswa, Asmiranda, mengungkapkan bahwa program tersebut berdampak positif bagi keseharian mereka di sekolah.

“Alhamdulillah, adanya MBG dan perbaikan sekolah kami makin semangat belajar, hemat jajan, dan ruangan menjadi lebih nyaman dan terang,” ujarnya.

Para siswa juga berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena dinilai berkontribusi pada kesehatan dan motivasi belajar. Selain itu, Program Revitalisasi Sekolah turut dirasakan manfaatnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Continue Reading

News

Langgar PP Tunas, Menkomdigi Bakal Panggil Meta dan Google

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan pemerintah akan memanggil dua raksasa teknologi, Meta Platforms dan Google, terkait dugaan pelanggaran aturan implementasi PP Tunas yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Senin (30/3), Meutya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan selama dua hari sejak kebijakan diberlakukan, masih terdapat platform digital yang belum memenuhi ketentuan yang diwajibkan pemerintah.

“Aturan ini mewajibkan delapan platform berisiko tinggi untuk menonaktifkan akun anak. Namun kami mencatat ada dua entitas bisnis yang tidak mematuhi hukum, yaitu Meta dan Google,” ujarnya.

Meta diketahui menaungi sejumlah platform populer seperti Facebook, Instagram, dan Threads, sementara Google mengelola YouTube. Keduanya dinilai belum menjalankan kewajiban sesuai Permen Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP Tunas.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengirimkan surat pemanggilan kepada kedua perusahaan tersebut sebagai bagian dari penerapan sanksi administratif.

“Kepada keduanya, pemerintah hari ini mengirimkan surat pemanggilan sebagai bagian dari penerapan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Meutya.

Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk melindungi anak-anak di ruang digital, mengingat Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia. Diperkirakan terdapat sekitar 70 juta anak di bawah usia 16 tahun yang berpotensi terdampak oleh penggunaan platform digital.

Ia mengakui bahwa implementasi kebijakan ini tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, pemerintah tetap meyakini bahwa langkah tersebut merupakan arah yang tepat, terlebih karena kebijakan serupa juga telah diterapkan di berbagai negara di kawasan Asia, Asia Pasifik, Eropa, hingga Timur Tengah.

“Kami mengajak seluruh orang tua dan juga anak-anak untuk ikut mengawal, mengawasi, serta menegur platform yang tidak patuh,” ujarnya.

Pemerintah berharap, melalui penegakan aturan ini, ekosistem digital di Indonesia dapat menjadi lebih aman dan ramah bagi anak-anak.

Continue Reading

News

Prajurit TNI UNIFIL Gugur, Menlu RI Kecam Serangan Israel di Lebanon

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengecam keras serangan militer Israel di wilayah Lebanon Selatan yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

Prajurit yang gugur diketahui bernama Farizal Rhomadhon. Ia tewas setelah sebuah proyektil menghantam pos pasukan penjaga perdamaian di Adchit Al Qusayr, area penugasan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Kami mengecam keras insiden ini dan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi, Senin (30/3).

Selain korban tewas, tiga prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Satu di antaranya dalam kondisi kritis dan koma, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.

Sugiono juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit tersebut. “Kami, atas nama pemerintah Republik Indonesia, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

Pemerintah Indonesia mendesak semua pihak untuk segera menahan diri dan menurunkan eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan bahwa dampak konflik di kawasan tersebut sudah sangat besar dalam satu bulan terakhir.

Sementara itu, pemerintah masih menunggu hasil investigasi dari pihak UNIFIL terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri juga telah menginstruksikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut untuk memantau kondisi prajurit Indonesia di lapangan serta menyiapkan proses pemulasaraan jenazah almarhum.

Selain itu, Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di New York dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi PBB yang membidangi operasi penjaga perdamaian guna membahas pemulangan jenazah, mendorong investigasi menyeluruh, serta menyerukan deeskalasi konflik.

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Continue Reading

News

Gandeng Kemenag dan Kemendagri, Kemendikdasmen Terbitkan SEB tentang Upacara Bendera

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memperkuat pelaksanaan upacara bendera di sekolah melalui penerbitan Surat Edaran Bersama (SEB) lintas kementerian. Kebijakan ini melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri guna memastikan pelaksanaannya berjalan terstruktur dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penguatan karakter dan penanaman nilai cinta tanah air di kalangan pelajar.

“Upacara bendera menanamkan nilai disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, dan tanggung jawab yang mendorong lahirnya sikap berbangsa dan bernegara,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam SEB tersebut, pemerintah menetapkan bahwa upacara bendera wajib dilaksanakan di satuan pendidikan formal maupun pendidikan keagamaan minimal pada:

  • Setiap hari Senin pagi
  • Peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap 17 Agustus
  • Hari besar nasional lainnya

Aturan ini berlaku secara seragam bagi sekolah umum dan madrasah. Dengan diterbitkannya kebijakan baru ini, sejumlah aturan sebelumnya resmi dicabut agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.

Salah satu poin penting dalam kebijakan ini adalah kewajiban pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam setiap upacara. Ikrar tersebut memuat lima komitmen utama, mulai dari keimanan, penghormatan kepada orang tua dan guru, semangat belajar, kerukunan antarsesama, hingga kecintaan terhadap tanah air.

Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kesadaran kolektif pelajar terhadap nilai kebangsaan dan etika sosial sejak dini.

Penguatan upacara bendera juga sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, seperti religiusitas, gotong royong, kemandirian, dan nasionalisme.

Selain itu, pemerintah mendorong pendekatan kultural dengan menganjurkan siswa menyanyikan atau mendengarkan lagu bertema persatuan setelah upacara hari Senin, guna memperkuat nilai kebersamaan secara lebih kontekstual.

Implementasi kebijakan ini juga melibatkan pemerintah daerah. Gubernur serta Bupati/Wali Kota melalui dinas pendidikan dan kantor wilayah Kementerian Agama diminta aktif melakukan sosialisasi dan pengawasan di wilayah masing-masing.

Sinergi ini memperkuat pelaksanaan kebijakan pendidikan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pemerintah menilai, upacara bendera bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan instrumen penting dalam pendidikan karakter jika dilakukan secara konsisten dan bermakna.

Melalui kebijakan ini, diharapkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, serta tanggung jawab sosial semakin tertanam kuat dalam diri pelajar Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Continue Reading

News

Dari Tokyo, Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk menjalankan transformasi ekonomi secara menyeluruh, memperkuat kemitraan strategis, serta mempercepat transisi menuju energi hijau. Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kuncinya pada Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Senin (30/03/2026).

Di bidang energi, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan transformasi besar menuju energi bersih dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi yang kami lihat,” ujar Presiden.

Selain energi surya, Presiden juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan lainnya seperti panas bumi, serta pengembangan bahan bakar nabati. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia dan tengah mempercepat produksi bahan bakar berbasis kelapa sawit, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari 40 persen menjadi 50 persen, serta pengembangan bahan bakar berbasis etanol dan berbagai komoditas nabati lainnya.

“Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada,” tutur Presiden.

Menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang rasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks.

“Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan karakter ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan dan kemitraan internasional. Oleh karena itu, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip persahabatan seluas-luasnya.

“Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden, kondisi geopolitik global saat ini menjadi bukti bahwa negara yang mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk kekuatan besar dunia, akan berada pada posisi yang lebih rasional dan bijak. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dengan Jepang sebagai mitra strategis yang harus terus diperkuat. 

Kepala Negara juga menekankan bahwa Indonesia tengah menjalankan reformasi nyata untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.

“Rakyat kita menuntut tata pemerintahan yang baik, tata pemerintahan yang bersih, dan tata pemerintahan yang efisien. Dan saya bertekad untuk melanjutkan apa yang telah saya mulai ketika menerima mandat dari rakyat saya,” ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa transformasi strategis Indonesia mencakup transformasi ekonomi yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah. Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mendorong industrialisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perlindungan sumber daya alam, termasuk hutan, yang tidak hanya berdampak bagi Indonesia tetapi juga dunia.

“Hutan kita harus dilindungi. Hutan-hutan yang telah hancur, kita harus melakukan reboisasi besar-besaran, bukan hanya untuk kebaikan Indonesia tetapi juga untuk kebaikan dunia,” kata Presiden.

Dengan visi besar, langkah cepat, dan arah yang jelas, Indonesia kini tampil sebagai kekuatan baru yang siap memimpin di era energi hijau dan industri masa depan serta menjadi mitra strategis yang stabil, terbuka, dan menjanjikan bagi dunia.

Continue Reading

News

Ibnu Haytham: Ilmuwan Muslim Pertama yang Mengubah Cara Dunia Berpikir

Published

on

Di dunia yang hari ini penuh jawaban, kita justru kehilangan satu hal yang paling penting: pertanyaan.

Segalanya tersedia. Informasi mengalir tanpa henti. Jawaban hadir bahkan sebelum kita selesai berpikir. Namun di balik kemudahan itu, ada sesuatu yang diam-diam hilang—cara kita mencari kebenaran. Kita terbiasa menerima, jarang menguji. Kita cepat percaya, lambat meragukan.

Dalam konteks inilah, Ibnu al-Haytham menjadi relevan—bukan sebagai tokoh masa lalu, tetapi sebagai cara berpikir yang terasa semakin langka.

Dalam sebuah forum ilmiah santri di STAIMA Al-Hikam, Malang, Wamendikti Saintek Profesor Stella, sempat menyebut namanya sebagai ilmuwan sejati pertama di dunia. Sebuah klaim yang, pada awalnya, terdengar berlebihan. Bukankah sebelum Ibnu Haytham sudah ada banyak pemikir besar?

Namun, pertanyaannya bukan siapa yang lebih dulu menemukan sesuatu. Pertanyaannya adalah: siapa yang pertama kali mengajarkan bagaimana menemukan.

Di masa sebelum Ibnu Haytham, pengetahuan berjalan di atas otoritas. Apa yang dikatakan oleh para pemikir besar diterima sebagai kebenaran. Dunia percaya karena memang tidak ada alasan untuk tidak percaya. Tradisi berpikir belum mengenal keraguan sebagai metode.

Ibnu Haytham datang dengan sesuatu yang berbeda.

Ia tidak menolak pengetahuan sebelumnya, tetapi ia tidak tunduk padanya. Ia membaca, lalu meragukan. Ia memahami, lalu menguji. Bahkan terhadap pemikir besar seperti Ptolemy dan Aristoteles, ia memilih untuk tidak sekadar menerima.

Baginya, pencari kebenaran harus berani menjadi “musuh” bagi apa yang ia baca.

Dari situlah sesuatu yang baru lahir—bukan sekadar teori, tetapi metode.

Ibnu Haytham memperkenalkan pendekatan yang hari ini menjadi fondasi sains modern: observasi, eksperimen, dan verifikasi. Ia tidak hanya bertanya “apa”, tetapi juga “bagaimana kita tahu bahwa ini benar”. Ia tidak berhenti pada penjelasan, tetapi melanjutkan pada pembuktian.

Dalam karyanya Kitab al-Manazir, ia menjelaskan bahwa penglihatan terjadi karena cahaya masuk ke mata, bukan sebaliknya. Temuan ini mungkin terdengar sederhana hari ini, tetapi pada zamannya, ia mengguncang cara manusia memahami dunia.

Namun, sekali lagi, yang lebih penting dari temuannya adalah cara ia sampai pada temuan itu.

Ia menunjukkan bahwa kebenaran bukanlah sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang dicari. Bahwa ilmu bukan milik mereka yang berbicara paling keras, tetapi mereka yang mampu membuktikan dengan paling jujur.

Di sinilah kita mulai memahami mengapa ia disebut sebagai ilmuwan sejati pertama.

Bukan karena ia yang pertama berpikir, tetapi karena ia yang pertama merumuskan cara berpikir itu sendiri.

Di hadapan para santri, gagasan ini menemukan momentumnya. Selama ini, banyak dari kita memaknai belajar sebagai proses menerima—menerima penjelasan, menerima teks, menerima otoritas. Padahal, dalam tradisi ilmiah yang ditunjukkan Ibnu Haytham, belajar justru dimulai dari bertanya.

Menjadi santri ilmiah bukan berarti meninggalkan iman. Justru sebaliknya, ia adalah upaya untuk memuliakan akal sebagai bagian dari pencarian kebenaran. Ibnu Haytham tidak memisahkan antara ilmu dan spiritualitas. Baginya, memahami dunia adalah bagian dari memahami ciptaan.

Bagi Ibnu Haytham, pencarian ilmiah berakar pada tauhid. Ia memulai tulisannya dengan menyebut nama Allah, dan menutupnya dengan pujian serta shalawat—bukan sebagai formalitas, tetapi sebagai kesadaran bahwa ilmu adalah bagian dari penghambaan. Dalam dirinya, sains bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan ubudiyyah: upaya mendekat kepada Tuhan melalui kejujuran dalam mencari kebenaran. Dari keyakinan itulah lahir disiplin, ketekunan, dan keberanian untuk menguji. Ia tidak meneliti untuk sekadar tahu, tetapi untuk memahami ciptaan dengan cara yang paling jujur.

Dan memahami ciptaan, pada akhirnya, adalah jalan menuju Sang Pencipta.

Namun, relevansi Ibnu Haytham tidak berhenti di ruang-ruang kajian. Ia justru semakin terasa penting di era hari ini—era ketika kecerdasan artifisial mampu menjawab hampir segala hal.

Kita hidup dalam zaman di mana mesin bisa memberi jawaban, tetapi tidak semua manusia mampu mengajukan pertanyaan.

Di sinilah letak paradoks kita.

Teknologi berkembang begitu cepat, tetapi cara berpikir kita tidak selalu ikut tumbuh. Kita memiliki akses pada pengetahuan, tetapi belum tentu memiliki metode untuk memahaminya. Kita tahu banyak hal, tetapi belum tentu tahu bagaimana memastikan bahwa yang kita tahu itu benar.

Jika Ibnu Haytham hidup hari ini, mungkin ia tidak akan terpesona oleh kecanggihan teknologi. Ia justru akan bertanya: apakah kita masih menguji, atau hanya menerima dalam bentuk yang lebih canggih?

Sebab tanpa metode, pengetahuan hanya akan menjadi ilusi yang terlihat meyakinkan.

Ibnu Haytham mengajarkan sesuatu yang sederhana, tetapi mendasar: bahwa ilmu dimulai dari keraguan yang jujur. Dari keberanian untuk tidak langsung percaya. Dari kesediaan untuk menunda kepastian, demi menemukan kebenaran yang lebih utuh.

Maka, ketika ia disebut sebagai ilmuwan sejati pertama di dunia, mungkin yang dimaksud bukanlah urutan sejarah, melainkan sebuah lompatan cara berpikir.

Ia tidak hanya menemukan jawaban. Ia menemukan cara untuk tidak mudah puas dengan jawaban.

Dan di dunia yang hari ini penuh dengan kepastian instan, mungkin itulah pelajaran yang paling kita butuhkan.

Continue Reading

News

Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan

Bulan Syawal seharusnya tidak dipahami sebagai garis akhir dari ibadah, melainkan sebagai titik awal untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Ayi Yunus Rusyana, menyoroti fenomena menurunnya semangat ibadah umat Islam setelah bulan Ramadan. Pernyataan ini disampaikan dalam tausiah reflektif pada acara Gerakan Subuh Mengaji yang diselenggarakan pada Sabtu (28/03).

Ayi Yunus Rusyana menekankan bahwa bulan Syawal seharusnya tidak dipahami sebagai garis akhir dari ibadah, melainkan sebagai titik awal untuk menjaga dan bahkan meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan. Ia mengakui tantangan dalam mempertahankan konsistensi ibadah pasca-Ramadan.

Banyak umat, kata Ayi, cenderung menganggap Ramadan sebagai “garis finis” setelah sebulan penuh beribadah, yang berakibat pada penurunan semangat ibadah di bulan Syawal. Kondisi ini terlihat dari masjid-masjid yang kembali lengang, berkurangnya tilawah Al-Qur’an, dan merosotnya semangat bersedekah secara drastis setelah Ramadan.

“Fenomenanya begitu. Ramadan terasa sempit karena jamaah membludak, tetapi Syawal membuat masjid kembali ‘luas’,” ujarnya.

Ia juga menyinggung data penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang mencapai puncaknya di bulan Ramadan, namun kembali menurun pada bulan berikutnya. Menurut Ayi, kondisi ini menunjukkan adanya pandangan ibadah sebagai aktivitas musiman, padahal Al-Qur’an dalam Surah An-Nahl ayat 92 telah mengingatkan agar manusia tidak seperti orang yang merusak kembali benang yang telah dipintal kuat. Ia menambahkan, tujuan puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yakni la’allakum tattaqun, menunjukkan proses berkelanjutan, bukan hasil instan.

“Takwa itu bukan status yang selesai diraih setelah Ramadan, tetapi proses yang terus dijalani,” jelasnya.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News22 minutes ago

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM pada 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang

News2 hours ago

Makna Mawaddah dan Rahmah Melampaui Hubungan Biologis dalam Islam

Review3 hours ago

Harga BBM Meroket!Lonjakan Janda Muda Bawah Umur di Jawa Barat Meningkat

News3 hours ago

Trump Blak-blakan Ingin Kuasai Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Target Strategis

Review6 hours ago

3 Prajurit TNI Gugur! Sebagai Ordal BOP, Prabowo Bisa Apa?

News10 hours ago

Kunjungan Prabowo ke Jepang Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis, Apa Saja?

News11 hours ago

Wamen Fajar Tegaskan Pentingnya Pembiasaan Disiplin dan Penguatan Karakter Siswa Usai Lebaran

News11 hours ago

Langgar PP Tunas, Menkomdigi Bakal Panggil Meta dan Google

LakeyBanget12 hours ago

John Herdman Bicara Soal Bangun “Dream Team” Indonesia-Target Lolos ke Piala Dunia 2030

LakeyBanget21 hours ago

Maudy Ayunda Soroti Ketimpangan Akses Bioskop di Hari Film Nasional

News21 hours ago

Prajurit TNI UNIFIL Gugur, Menlu RI Kecam Serangan Israel di Lebanon

News22 hours ago

Gandeng Kemenag dan Kemendagri, Kemendikdasmen Terbitkan SEB tentang Upacara Bendera

News22 hours ago

Dari Tokyo, Prabowo Canangkan Lompatan Besar: Energi Hijau, Hilirisasi, dan Diplomasi Ekonomi

Ruang Sujud1 day ago

Menjemput Berkah di Ranjang

News1 day ago

Ibnu Haytham: Ilmuwan Muslim Pertama yang Mengubah Cara Dunia Berpikir

News1 day ago

Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadan

News1 day ago

Masa Depan Zakat Berbasis Edge AI

News1 day ago

Iran Usulkan Pakta Keamanan Regional Tanpa AS-Israel

LakeyBanget1 day ago

Pelatih Bulgaria Sebut Duel Lawan Indonesia Sangat Spesial

News1 day ago

Hilirisasi Pertanian Jadi Prioritas

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.