News
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Sosok Merakyat dan Humoris
Monitorday.com – Prof. Abdul Mu’ti adalah sosok Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang benar-benar merakyat dan rendah hati. Berbeda dengan kebanyakan pejabat yang sering kali tampak terpisah dari masyarakat, Prof Mu’ti selalu berusaha dekat dengan rakyat, terutama dengan para guru dan mahasiswa.
Gaya kepemimpinan Prof Mu’ti yang tidak elitis terlihat jelas dalam setiap tindakannya. ketika bertemu masyarakat, bahkan di tengah kerumunan, Prof. Mu’ti sering kali terlihat berbicara langsung, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan berbagi senyum. Pendekatan ini membuatnya sangat dihormati, karena tidak ada jarak antara pejabat dengan rakyat yang dilayaninya.
Salah satu hal yang menonjol dari Prof. Mu’ti adalah kemampuannya dalam menggunakan humor untuk mendekatkan diri dengan orang lain. Ia seringkali membagikan pantun-pantun lucu yang disesuaikan dengan situasi, baik dalam acara formal maupun informal.
Humor ini, selain mencairkan suasana, juga memperlihatkan sisi humanis beliau yang membuat siapapun merasa nyaman dan dihargai. Prof. Mu’ti tahu betul bagaimana membuat orang lain merasa diterima dan dihargai, sebuah kualitas yang sangat penting dalam kepemimpinan pendidikan.
Sebagai seorang akademisi dan praktisi pendidikan, Prof. Mu’ti selalu menekankan pentingnya pendidikan yang menyenangkan, bukan sebagai beban. Hal ini tercermin dalam caranya mengajar, baik ketika menjadi pengajar di kampus maupun ketika berbicara kepada publik. Prof selalu mendorong mahasiswa untuk menikmati proses belajar dan tidak merasa tertekan oleh tuntutan akademik. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak mahasiswa yang merasa terinspirasi, karena cara Prof Mu’ti memandang pendidikan sebagai sarana untuk memperluas wawasan, bukan sekadar mencapai nilai atau gelar.
Prof Mu’ti, Dosen AIK di Program Pasca Sarjana UHAMKA
Selama mengajar di mata kuliah Al-Islam Kemuhammadiyaan, saya pribadi sangat terkesan dengan cara Prof. Mu’ti menyampaikan materi. Ia tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis dan mendalam tentang berbagai isu sosial dan keagamaan. Salah satu ciri khas dari beliau adalah kesediaannya untuk menerima perdebatan dan diskusi.
Menurut Prof. Mu’ti, pemikiran mahasiswa sangat penting dalam memahami dinamika sosial yang terus berkembang, dan dengan berdiskusi, mahasiswa dapat memperkaya perspektif mereka.
Menariknya, Prof. Mu’ti justru memberikan penghargaan lebih kepada mahasiswa yang berani berdebat dengan nya. Hal ini bukan berarti Ia tidak setuju dengan mahasiswa, tetapi lebih kepada keyakinannya bahwa perdebatan yang sehat dapat membuka pintu pemahaman yang lebih dalam. Prof Mu’ti pun sering mengatakan bahwa pendidikan yang terbaik bukanlah yang diberikan secara satu arah, tetapi yang melibatkan interaksi aktif antara pengajar dan mahasiswa.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menerima ilmu, tetapi juga diajak untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis mereka.
Hubungi jadi Narsum via WA (pesan singkat) di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMC
Pada suatu ketika, saat saya tengah mencari narasumber untuk konferensi internasional Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), saya memutuskan untuk menghubungi Prof. Mu’ti melalui pesan singkat di WhatsApp. Betapa terkejutnya saya ketika Prof Mu’ti, membalas pesan saya. Tidak hanya memberikan respons yang ramah, Prof Mu’ti juga langsung menyatakan kesediaannya untuk membuka acara tersebut. Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan besar, mengingat kesibukannya sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu.
Yang lebih mengejutkan lagi, Prof. Mu’ti tidak hanya merespons dengan cepat, tetapi Prof Mu’ti juga menunjukkan kenangan yang begitu kuat terhadap saya. Dalam pesan balasan, Prof Mu’ti menyebutkan bahwa Ia masih ingat saya sebagai mahasiswa di UHAMKA serta aktivis Muhammadiyah di Maluku Utara yang kini pindah ke Cirebon. Hal ini membuat saya merasa terkesan dan tersentuh, karena meskipun sudah bertahun-tahun berlalu, Ia masih mengenali saya dan memperhatikan perjalanan hidup saya, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari organisasi Muhammadiyah.
Saya pun membalas pesan Prof Mu’ti dengan rasa terima kasih yang mendalam atas kesediaannya untuk membuka acara di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMC. Bagi saya, kehadiran Prof. Mu’ti sebagai narasumber tentu akan memberikan nilai tambah yang sangat berarti bagi, baik dalam hal akademik maupun dalam membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan visi Muhammadiyah.
Deep Learning
Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan Prof. Mu’ti tentang konsep deep learning dalam pendidikan. Ia mendorong penerapan metode pembelajaran yang tidak sekadar menghafal informasi, tetapi yang mendorong siswa untuk benar-benar memahami konsep, menganalisisnya, dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan nyata. Dengan metode deep learning, siswa diharapkan dapat menggali makna yang lebih dalam dari setiap pelajaran dan menjadi individu yang mampu berpikir mandiri, bukan hanya sekadar penghafal.
Di balik gaya kepemimpinan yang santai dan penuh kehangatan, Prof. Mu’ti juga menunjukkan ketegasan dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pendidikan yang berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat.
Sebagai Menteri Pendidikan, Ia berkomitmen untuk membuat sistem pendidikan Indonesia lebih inklusif, merata, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dia pun tidak hanya berfokus pada perubahan kurikulum, tetapi juga pada penguatan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Prof. Mu’ti benar-benar menjadikan pendidikan sebagai alat untuk pemberdayaan masyarakat. Dengan prinsip-prinsip yang ia junjung tinggi, seperti keterbukaan, kebersamaan, dan dialog, beliau menginspirasi banyak orang untuk melihat pendidikan bukan sebagai sebuah beban, tetapi sebagai jalan untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan pribadi dan sosial. Kepemimpinan beliau yang merakyat dan filosofi pendidikannya yang humanis menjadi teladan bagi generasi muda dan tenaga pendidik di Indonesia.
Sosok yang Tidak Elitis, Protokolernya Rakyat bukan ADC yang berlebihan
Selain itu, terkadang, tim protokoler menteri memang bisa bertindak berlebihan dalam melindungi atau menjaga jarak antara menteri dan masyarakat. Mereka cenderung membuat menteri seolah-olah berada di atas segalanya, bahkan terkadang memandang interaksi langsung dengan rakyat sebagai sesuatu yang harus dihindari. Hal ini terlihat dari sikap berlebihan dalam membatasi akses atau interaksi antara menteri dan masyarakat, yang pada akhirnya menciptakan jarak sosial yang tidak perlu.
Padahal, di dunia pemerintahan yang ideal, kedekatan antara pejabat publik dengan rakyat adalah hal yang sangat penting, karena menteri pada dasarnya adalah pelayan publik yang seharusnya mudah diakses dan dapat merasakan langsung kebutuhan serta keluhan masyarakat.
Berbeda dengan beberapa menteri yang lebih memilih untuk menjaga jarak dengan publik, Prof Mu’ti justru dikenal sebagai sosok yang lebih merakyat. Sejak awal menjabat, beliau menunjukkan sikap yang tidak elitis dan lebih terbuka terhadap masyarakat.
Prof. Mu’ti tidak merasa risih untuk naik KRL (Kereta Rel Listrik) atau makan di kantin bersama staf Kemendikdasmen. Hal ini bukan hanya menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat, tetapi juga memberi contoh kepada pejabat lain bahwa jabatan publik bukanlah sesuatu yang perlu disikapi dengan kesombongan atau merasa terpisah dari rakyat.
Sikap rendah hati dan keterbukaan Prof. Mu’ti ini menjadi cerminan bahwa jabatan dalam pemerintahan sejatinya hanyalah urusan duniawi yang tidak perlu disertai dengan rasa superioritas.
Prof Mu’ti selalu menekankan pentingnya pemimpin yang bersedia mendengarkan suara rakyat, bukan hanya duduk di posisi yang tinggi dan tidak terjangkau. Dengan sering berinteraksi langsung dengan masyarakat, ia pun bisa lebih memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan, serta dapat merancang kebijakan yang lebih relevan dan aplikatif bagi mereka yang membutuhkan.
Tidak sedikit masyarakat yang merasa terinspirasi dengan gaya kepemimpinan seperti ini. Prof. Mu’ti mengajarkan kita bahwa jabatan yang diberikan adalah amanah yang harus dijalankan dengan hati-hati, tanpa perlu merasa terpisah dari rakyat.
Kedekatan dengan rakyat jauh lebih penting daripada menjaga jarak yang justru bisa menumbuhkan rasa ketidakpedulian terhadap kebutuhan mereka.
M. Natsir Amir
Penikmat Filsafat Cinta
News
Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun, Optimis Ekonomi Terus Menguat
Monitorday.com – Optimisme pengusaha Indonesia terhadap prospek perekonomian nasional terus menguat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, dengan kontribusi investasi domestik yang lebih dari separuh total investasi nasional.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam laporannya pada acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Anindya menyampaikan bahwa dunia usaha juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri masa depan, tidak hanya memperkuat industri yang telah berjalan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.
“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuh Anindya.
Anindya juga menyoroti besarnya peran sektor swasta dalam perekonomian nasional. Anindya menyebut dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Anindya menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.
Optimisme tersebut memperlihatkan kesiapan dunia usaha untuk menjadi salah satu penggerak utama pembangunan nasional. Melalui penguatan investasi domestik, pengembangan industri masa depan, dan pemberdayaan pengusaha daerah, Kadin menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat serta membawa Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.
News
Mendikdasmen Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ajakan tersebut disampaikan pada Wisuda Sarjana UCY, di Yogyakarta, Sabtu (31/10).
Abdul Mu’ti mengatakan, kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan kunjungannya ke hampir seluruh provinsi selama menjabat sebagai Mendikdasmen, ia melihat secara langsung kondisi pendidikan yang belum merata di berbagai wilayah. “Alhamdulillah, saya melihat langsung bagaimana pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia dan memang kesenjangan itu masih ada,” ungkapnya.
Menurutnya, para sarjana memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. “Karena itu maka sebagai sarjana, saudara-saudara memiliki tugas kebangsaan yang sangat mulia untuk bersama-sama dengan kami, bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa Indonesia berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Salah satu bentuk kontribusi yang ditawarkan Kemendikdasmen adalah kesempatan bagi para lulusan untuk menjadi relawan pendidikan maupun guru yang membantu memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Ia juga menyampaikan peluang tes CPNS Guru pada 2027 dengan sekurang-kurangnya 170 ribu formasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. “Yang sangat menarik tentu saja jika kalian berminat adalah yang kami tawarkan untuk menjadi bagian dari relawan-relawan pendidikan yang mengajar di daerah-daerah yang terpencil dan kemudian menjadi bagian dari pionir, bagian dari pelopor yang berkhidmat secara nyata mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UCY Hery Kristiyanto turut menyoroti ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan bangsa yang perlu mendapat perhatian para lulusan ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat. Hery mengingatkan bahwa bangsa tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kecerdasan, tetapi juga integritas dan kesediaan untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran sarjana dalam membantu mengatasi kesenjangan antardaerah.
“Kita juga masih berkulit dengan ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Sarjana yang baik adalah sarjana yang mau mengabdikan ilmunya di manapun ia ditempatkan,” ujar Hery.
News
Türkiye Usung Feridun Sinirliolu Jadi Kandidat Sekjen PBB
Monitorday.com – Türkiye resmi mencalonkan Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), Feridun Sinirliolu, sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pencalonan ini muncul di tengah kebuntuan proses pemilihan pemimpin baru organisasi dunia tersebut.
Kebuntuan terjadi setelah pemungutan suara pendahuluan terbaru di Dewan Keamanan PBB pada Jumat (30/10/2026) gagal menghasilkan keputusan yang konklusif.
Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Türkiye, Utusan Khusus Türkiye untuk PBB, Ahmet Yildiz, telah menyerahkan surat pencalonan yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan. Surat tertanggal 30 Oktober 2026 itu ditujukan kepada Presiden Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB.
Pencalonan tersebut diajukan sesuai dengan ketentuan Piagam PBB dan resolusi Majelis Umum yang mengatur proses pemilihan Sekretaris Jenderal.
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Dewan Keamanan PBB bulan ini, Aglaia Balta dari Yunani, Erdogan menyoroti perjalanan panjang Sinirliolu di dunia diplomasi selama lebih dari empat dekade.
Sinirliolu tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Türkiye, Perwakilan Tetap untuk PBB, serta memimpin penilaian independen PBB mengenai Afghanistan pada 2023.
Erdogan menilai pengalaman tersebut, ditambah pemahaman mendalam Sinirliolu terhadap sistem PBB, menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi internasional tersebut.
“Mempertimbangkan visi strategis yang telah saya saksikan sendiri, pengetahuan mendalamnya tentang sistem PBB, serta komitmen teguhnya terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB, saya yakin Duta Besar Sinirliolu memiliki pengalaman dan budaya konsensus yang dibutuhkan untuk memimpin Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian pernyataan Erdogan dalam surat pencalonannya.
Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB mensyaratkan kandidat memperoleh sedikitnya sembilan suara dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan. Selain itu, tidak boleh ada veto dari lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, dan Inggris.
Kandidat yang direkomendasikan Dewan Keamanan selanjutnya harus mendapatkan persetujuan Majelis Umum PBB. Tahap ini umumnya menjadi formalitas setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan.
Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.
Dengan masuknya Sinirliolu, kini terdapat sembilan nama dalam daftar kandidat resmi yang bersaing memperebutkan posisi tertinggi di PBB. Mereka adalah:
- Rebeca Grynspan, diplomat Kosta Rika.
- Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) asal Argentina.
- Macky Sall, mantan Presiden Senegal.
- Carolyn Rodrigues Birkett, Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB.
- Maria Fernanda Espinosa, mantan Presiden Majelis Umum PBB asal Ekuador.
- Michelle Bachelet, mantan Presiden Chile.
- Olara Otunnu, politikus dan diplomat Uganda.
- Ivonne A-Baki, diplomat Ekuador.
- Feridun Sinirliolu, Sekretaris Jenderal OSCE yang diusung Türkiye.
Pencalonan Sinirliolu menambah persaingan dalam perebutan kursi Sekretaris Jenderal PBB, di tengah upaya negara-negara anggota Dewan Keamanan mencari sosok yang mampu membangun konsensus dan memimpin organisasi tersebut menghadapi tantangan global.
News
Prabowo: Kunci Keberhasilan Pembangunan Bangsa adalah Pendidikan
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa untuk menghadirkan negara yang merdeka dan berkeadilan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026).
“Kunci daripada keberhasilan nation building adalah pendidikan. Pendidikan dari sangat awal, pendidikan dari sebelum lahir, pendidikan orang tua, pendidikan usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, pertama, sekolah lanjutan, dan seterusnya,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga dan mengelola sumber daya bangsa secara bertanggung jawab guna mendukung pembangunan pendidikan yang berkualitas. Kepala Negara mengingatkan bahwa investasi besar di sektor pendidikan harus ditopang oleh pengelolaan kekayaan negara yang bersih dari praktik korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang.
“Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar. Karena itu sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga. Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh dikorupsi. Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa gagasan pendirian SMA Taruna Nusantara berangkat dari kesadaran akan pentingnya menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang unggul. Kecerdasan, menurut Presiden, harus diimbangi dengan integritas dan moralitas agar kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
“Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, ras, maupun agama. Semangat kesetaraan tersebut, kata Presiden, menjadi salah satu landasan utama pendirian SMA Taruna Nusantara yang sejak awal dirancang untuk menjaring bibit-bibit terbaik dari seluruh Indonesia.
“Bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara,” tandasnya.
News
Ahmad Redi Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Hukum Administrasi Negara Universitas Borobudur
monitorday.com — Prof. Dr. Ahmad Redi, S.H., M.H., M.Si., M.En., resmi dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Hukum Administrasi Negara di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pengukuhan ini bukan sekadar pengakuan atas prestasi dan kompetensi akademik, tetapi juga menandai tanggung jawab yang semakin besar dalam menghasilkan pemikiran, penelitian, serta karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai salah satu cabang ilmu hukum yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, Hukum Administrasi Negara berkaitan erat dengan penggunaan kewenangan pemerintah, perlindungan hak masyarakat, kepastian hukum, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan publik.
Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang terbuka menjadikan penguatan kajian Hukum Administrasi Negara semakin relevan. Karena itu, kontribusi akademisi di bidang ini diharapkan tidak hanya memperkaya teori hukum, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap tantangan tata kelola pemerintahan modern.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Redi menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah titik akhir dari perjalanan intelektual seorang akademisi. Sebaliknya, pencapaian tersebut merupakan amanah untuk terus mengembangkan pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Pengukuhan sebagai profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Prof. Ahmad Redi di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Ia memandang bahwa ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti pada ruang akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pengembangan ilmu hukum perlu terus diarahkan pada persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat maupun penyelenggara pemerintahan.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Redi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, para guru, mentor, kolega, serta institusi yang telah mendukung perjalanan pendidikan dan karier akademiknya.
Menurutnya, keberhasilan meraih jabatan akademik tertinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan, kepercayaan, serta kesempatan yang diberikan berbagai pihak untuk terus belajar dan berkarya. Pengukuhan ini sekaligus menjadi motivasi untuk mempertahankan integritas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan bagi kepentingan publik.
Ke depan, Prof. Ahmad Redi diharapkan semakin aktif mendorong pengembangan Hukum Administrasi Negara melalui penelitian, publikasi ilmiah, kegiatan pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi hukum, pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemikiran hukum yang tidak hanya memiliki landasan teoretis yang kuat, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.
Selain itu, pendidikan hukum memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi akademisi dan praktisi hukum yang berintegritas, memiliki kepekaan terhadap nilai keadilan, serta mampu menganalisis persoalan hukum secara kritis dan bertanggung jawab.
Pengukuhan Ahmad Redi sebagai profesor di Universitas Borobudur, perguruan tinggi yang telah meraih akreditasi Unggul, diharapkan turut memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pembangunan sistem hukum nasional yang menjunjung tinggi prinsip legalitas, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencapaian gelar akademik tertinggi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menghasilkan karya, membagikan pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto; Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti; Anggota Wantimpres Bambang Soesatyo; Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani; Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan; serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.
Hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan Borobudur 1971 Muhamad Halilintar, Rektor Universitas Borobudur Bambang Bernanthos, jajaran Senat Universitas Borobudur, serta sejumlah guru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Dengan pengukuhan ini, perjalanan akademik Prof. Ahmad Redi memasuki babak baru yang diharapkan semakin memperkuat peran ilmu hukum dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
News
MA Kabulkan Kasasi: Surat Keterangan Penyetaraan SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah
Jakarta [MONITORDAY] – Mahkamah Agung (MA) resmi mengabulkan permohonan kasasi terkait gugatan surat keterangan (suket) penyetaraan sekolah menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lewat amar putusan tersebut, MA menyatakan suket penyetaraan SMA yang menjadi salah satu syarat pencalonan Gibran di Pilpres 2024 sebagai tidak sah.
Keputusan tersebut dibacakan pada Jumat (30/10) dan dikonfirmasi langsung oleh HM Subhan selaku penggugat dalam perkara ini melalui nomor putusan kasasi 742 K/TUN/2026.
“Saya dapat pemberitahuan melalui e-court saya dari MA. Tanggal 30 Oktober 2026. Terhadap proses nomor 742/K/TUN/2026, amar putusannya kabul kasasi,” ujar Subhan.
Kendati demikian, pihak MA terpantau belum mengunggah salinan lengkap putusan itu melalui situs resminya. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara MA, Yanto, mengaku belum menerima informasi lebih lanjut mengenai putusan tersebut. “Belum tahu, dicek dulu ya,” ucap Yanto.
Dalam perkara tata usaha negara ini, Subhan mengajukan tiga petitum utama. Pertama, ia meminta agar gugatannya dikabulkan untuk seluruhnya. Kedua, meminta agar suket penyetaraan pendidikan Gibran dinyatakan tidak sah. Ketiga,meminta agar dokumen tersebut ditarik dari pihak pemegang, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Umum dan Khusus Kemendikdasmen.
Kabar mengenai putusan MA ini turut disebarluaskan oleh rekan sesama kolega penggugat, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, melalui akun resmi Instagram pribadinya pada Jumat.
“Gugatan Pak Subhan untuk Kasasi pembatalan Suket Penyetaraan Pendidikan Gibran diputuskan KABUL,” tulis Denny dalam unggahannya.
Denny menilai, putusan kasasi MA ini sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikeluarkan beberapa waktu lalu terkait polemik syarat pendidikan pencalonan Gibran. “Artinya Mahkamah Agung sejalan dengan Putusan MK, bahwa Gibran betul-betul tidak memenuhi syarat pendidikan,” imbuh Denny.
Sebelumnya, dalam pertimbangan hukum putusan MK, Mahkamah menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti dokumen atau ijazah setara SMA milik Gibran yang sah digunakan sebagai syarat pencalonan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2024.
News
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026 Berkat Transformasi Pendidikan
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Anugerah Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan dalam ajang Nusantara Awards 2026, Jakarta, Rabu (28/10). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Kemendikdasmen dalam mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menerima penghargaan tersebut mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Penganugerahan berlangsung dalam program Suara Nusantara Spesial Mengawal Dua Tahun Asta Cita yang diselenggarakan oleh Nusantara TV.
Upaya transformasi pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan akses pendidikan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung tersedianya layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesempatan setiap anak untuk memperoleh pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendorong layanan pendidikan yang inklusif, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sains dan teknologi. Kemendikdasmen menerjemahkan arah kebijakan tersebut melalui berbagai program yang menyasar kebutuhan satuan pendidikan, guru, dan murid di berbagai wilayah.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Wamen Fajar menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen. Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Menurut Wamen Fajar, pemerataan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar setiap anak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pembangunan sarana sekolah dan pemanfaatan teknologi juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta kompetensi guru.
Penghargaan ini menjadi momentum bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar kesempatan memperoleh pendidikan bermutu dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.
News
Prabowo Dorong UU Satu Data Indonesia, Perkuat Kedaulatan Digital Nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kedaulatan data nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan dan keamanan negara di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan itu membahas langkah strategis penyusunan regulasi untuk mewujudkan tata kelola data nasional yang terintegrasi, aman, dan akuntabel. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data lintas sektor pemerintahan.
Melalui akun Instagram resminya, Sekretariat Kabinet menjelaskan bahwa penyusunan UU Satu Data Indonesia melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPR RI, akademisi, hingga kementerian dan lembaga terkait.
Presiden Prabowo memandang kedaulatan data sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah percepatan digitalisasi.
Penguatan integrasi data nasional juga diharapkan mampu meningkatkan akurasi pelayanan publik, memperkuat keamanan pertukaran informasi, serta membangun ketahanan siber Indonesia.
Selain meningkatkan efektivitas pelayanan publik, regulasi tersebut diarahkan untuk memastikan pengelolaan data nasional berlangsung secara terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyusunan regulasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data nasional yang terpadu, aman, dan akuntabel,” tulis Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI Bayu Dwi Anggono.
Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia IPB University Sofyan Sjaf dan Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti.
Melalui penyusunan UU Satu Data Indonesia, pemerintah berupaya membangun fondasi tata kelola data yang lebih kuat, sekaligus memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kedaulatan negara.
News
Mendikdasmen: Pendidikan Harus Beri Ruang bagi Setiap Murid untuk Bertumbuh
Monitorday.com – Peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap kemampuan dan kebutuhan setiap murid. Proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu membantu anak mengenali potensi, memperbaiki kekurangan, dan membangun karakter. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam siaran langsung pada platform TikTok Kumparan, Selasa (27/10).
Dalam perbincangan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan perlu memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya, termasuk melalui pendampingan bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
“Pendidikan itu harus memberikan ruang namanya diferensiasi, artinya murid itu tidak sama dan tidak boleh disamakan. Karena dalam kebijakan pendidikan itu ada namanya akselerasi, yang pintar boleh dipercepat. Karena kalau murid pintar diminta menunggu yang di bawahnya akhirnya membuat mereka demotivasi,” katanya.
Menurut Abdul Mu’ti, prinsip tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana kebijakan tidak otomatis naik kelas yang direncanakan mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperhatikan penguasaan kompetensi murid serta proses pembelajaran yang berlangsung secara bertahap.
Ia menjelaskan bahwa materi yang dipelajari pada satu jenjang menjadi dasar bagi pembelajaran pada jenjang berikutnya. Apabila kemampuan dasar belum dikuasai, murid berisiko mengalami kesulitan ketika harus mempelajari materi yang lebih kompleks. “Kalau anak secara akademik rendah atau belum mampu, lalu tetap naik kelas, itu malah membebani psikologis anak itu sendiri,” ujarnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses evaluasi perlu menjadi bagian dari upaya membantu murid berkembang, bukan semata-mata menentukan capaian akademik. Guru perlu memahami kondisi anak, mengenali kesulitan yang dihadapi, serta memberikan pendampingan yang sesuai. Ia mencontohkan murid yang kerap mengantuk di kelas. Kondisi tersebut tidak seharusnya langsung dinilai sebagai kemalasan, sebab bisa saja anak memiliki tanggung jawab atau menghadapi keadaan keluarga yang memengaruhi proses belajarnya.
“Karena mohon maaf Bapak dan Ibu guru, jangan selalu langsung dihakimi. Sering mendengar cerita, ada anak setiap berangkat sekolah selalu tidur di dalam kelas. Mohon maaf dengan segala hormat, malam harus bekerja atau mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dihindari karena keadaannya. Karena terhadap masalah yang seperti ini mungkin nilainya tidak selalu sama ,” pesannya.
Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa penilaian yang menyeluruh perlu memperhatikan kemampuan akademik sekaligus perkembangan karakter. Murid yang memperoleh nilai tinggi tetap perlu membangun sikap jujur, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Sementara itu, murid yang belum mencapai hasil belajar sesuai harapan perlu mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pendampingan yang tepat.
News
Jepang dan Hambatan Adopsi Kecerdasan Buatan
Monitorday.com – Jepang menghadapi paradoks besar dalam adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah krisis penurunan jumlah tenaga kerja yang kian menekan perekonomian nasional. Meski teknologi otomatisasi ini dinilai krusial untuk menopang produktivitas, implementasi AI di lingkungan korporasi terganjal oleh lambatnya adaptasi sistem kerja internal.
Sebuah laporan mencatat sebanyak 27,0 persen perusahaan di Jepang belum memiliki strategi korporasi untuk transformasi bisnis berbasis AI. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kesiapan negara maju lainnya, di mana perusahaan tanpa strategi AI di Amerika Serikat hanya tercatat 1,4 persen, Jerman 4,9 persen, dan Tiongkok 2,6 persen.
Secara kultural dan operasional, Jepang sebenarnya memiliki modal kuat untuk memimpin adopsi AI global melalui filosofi perbaikan berkelanjutan atau "Kaizen". Pemahaman publik terhadap AI juga cenderung positif sebagai pelengkap kemampuan manusia, bukan ancaman terhadap tenaga kerja, seiring pengaruh budaya populer modern.
Kendati demikian, budaya korporasi yang enggan merombak alur kerja tradisional dinilai menjadi batu sandungan utama dalam realisasi teknologi cerdas. Persoalan ini menimbulkan tantangan serius pada kecepatan pengambilan keputusan organisasi, keterbatasan infrastruktur teknologi, proses pengadaan, hingga ketersediaan talenta mumpuni.
Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pelaku industri teknologi, pemodal ventura, dan konsultan bisnis menggelar diskusi kepemimpinan guna memetakan jalur percepatan transformasi digital. Forum ini melibatkan para pemimpin dari Shinogi AI, GHOVC, Incubate Fund, serta Rakuten Group untuk merumuskan langkah peralihan dari tahap pengenalan ke penerapan nyata.
Para pakar kini menyoroti sektor perbankan, manufaktur, dan pemerintah sebagai kandidat potensial yang harus memelopori integrasi AI skala besar. Terobosan menyeluruh dari institusi utama tersebut dinilai menjadi faktor penentu bagi Jepang untuk merebut kembali posisi terdepan dalam inovasi teknologi dunia.
