News
Pacu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Jadikan Rumah BUMN Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Monitorday.com – Bank Mandiri berkomitmen mendorong UMKM naik kelas untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Untuk itu, bank berlogo pita emas ini melanjutkan kerja sama dengan Kementerian BUMN untuk membina UMKM melalui Rumah BUMN (RB) guna membangun ekosistem ekonomi digital.
Ini merupakan salah satu langkah Bank Mandiri untuk mewujudkan visi sebagai “Indonesia’s Sustainability Champion” dengan dukungan RB.
Sesuai dengan tiga pilar ESG, kegiatan ini masuk ke dalam pilar Sustainability Beyond Banking.
Adapun hingga 2024, bank berlogo pita emas ini telah membentuk 23 RB di seluruh penjuru Indonesia, melibatkan lebih dari 15.000 UMKM untuk berbagai jenis pelatihan seperti literasi keuangan, pemasaran digital, dan promosi e-commerce.
Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara mengatakan, dukungan Bank Mandiri dalam bentuk RB penting meningkatkan kinerja dan jangkauan UMKM, sehingga mendorong perekonomian masyarakat.
Ashidiq mengungkapkan, pada tahun 2024 UMKM mitra Rumah BUMN telah mencapai transaksi business-to-consumer hingga Rp 300 juta.
“Dukungan pada UMKM ini juga berdampak baik pada perekonomian perempuan Indonesia.
“Sebab, terdapat sekitar 90% perempuan terlibat dalam UMKM yang bermitra dan bekerja sama dengan Bank Mandiri,“ ujar Ashidiq dalam keterangan pada Senin (17/2).
Menurutnya, kontribusi ini penting karena melansir data Badan Pusat Statistik hingga pertengahan tahun lalu, perempuan memiliki dan mengelola 64,5% dari 66 juta UMKM yang terdaftar di Indonesia.
Dukungan RB juga diperhitungkan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat di sekitar tempat kegiatan berjalan.
Ashidiq mencontohkan, RB di kota Jakarta Selatan dan Medan masing-masing memberikan Social Return of Investment (SROI) sebesar 3,96 kali dan 4,06 kali pada tahun 2024.
Adapun, nilai SROI adalah nilai tiap rupiah yang diinvestasikan Bank Mandiri, yang mampu memberikan nilai sosial sebanyak Rp3,96 dan Rp4,06 melalui kegiatan Rumah BUMN.
SROI RB Bank Mandiri sebelumnya telah menunjukkan peningkatan pesat.
Misalnya, RB Surabaya bertumbuh sebanyak 19,6 kali di 2021, sebanyak 12,7 kali sejak awal investasi.
Selain itu, UMKM binaan juga telah berkembang menjajakan produknya di pasar internasional.
Tahun lalu, 25 pelaku usaha dari Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) dan UMKM binaan RUMAH BUMN siap ekspor ikut dalam ajang Trade Expo Indonesia.
Seluruh pelaku usaha ini menghadiri acara yang diramaikan calon pembeli dan investor dari 130 negara.
“Pelaku usaha yang bermitra dengan Bank Mandiri ini memiliki kesempatan untuk bertemu dengan calon pembeli dan investor dari 130 negara.
“Ini jadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan menjajakan produk unggulan Indonesia ke pasar internasional,“ ujar Ashidiq.
Dia menambahkan, saat ini UMKM binaan Rumah BUMN juga telah menawarkan produknya di beberapa negara, menjangkau Tiongkok, Belanda, bahkan mencapai benua Afrika.
Pada tahun 2024, nilai transaksi business-to-business UMKM Rumah BUMN tercatat mencapai Rp 2,5 miliar.
News
Pertamina Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Rumah BUMN
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memperluas akses pasar sekaligus mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha binaannya melalui program Rumah BUMN.
Sebanyak 13 UMKM binaan Rumah BUMN Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, ambil bagian dalam bazar Jambore Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo.
Ajang tersebut dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk memasarkan produk pangan olahan dan kuliner unggulan kepada masyarakat serta peserta jambore dari 12 kabupaten di Sulawesi Tengah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan Rumah BUMN menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.
“Pertamina tidak hanya membuka ruang promosi, tetapi juga mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital,” kata Baron dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Selain membuka peluang pasar, Pertamina juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan sistem pembayaran digital berbasis QRIS guna meningkatkan daya saing di tengah berkembangnya ekonomi digital.
Menurut Baron, penguatan UMKM sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan pengembangan industri kreatif.
Sementara itu, pemilik Kopi Tanambi, Imran Mulyadi, mengaku pendampingan Rumah BUMN Pertamina telah membantu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Rumah BUMN Tojo Una-Una telah memberikan banyak dukungan bagi pelaku UMKM, mulai dari promosi, pendampingan pameran, pembukaan peluang usaha, hingga pengembangan kemasan dan peningkatan kapasitas. Pendamping Rumah BUMN benar-benar serius membina kami agar usaha terus berkembang,” ujar Imran.
News
Indonesia Dorong Transformasi Digital Beretika
Model transformasi digital Indonesia yang diperkenalkan di forum WSIS 2026 menunjukkan pergeseran dari fokus pembangunan infrastruktur menuju tata kelola digital yang berpusat pada manusia.
Monitorday.com– Keikutsertaan Indonesia dalam World Summit on the Information Society (WSIS) 2026 tidak sekadar menjadi ajang diplomasi teknologi, tetapi juga menunjukkan perubahan arah kebijakan transformasi digital nasional. Jika pada dekade sebelumnya pembangunan lebih berorientasi pada penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan perluasan akses internet, kini fokus mulai bergeser pada pembangunan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah memperkenalkan kerangka “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” sebagai fondasi transformasi digital Indonesia. Pendekatan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu konektivitas digital, pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi, serta perlindungan masyarakat melalui keamanan siber dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI). Pergeseran tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan tata kelola AI sebagai isu strategis, bukan lagi sekadar isu teknis.
Dari perspektif kebijakan publik, perubahan ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan transformasi digital tidak lagi hanya diukur dari jumlah pengguna internet atau pembangunan pusat data. Ke depan, ukuran keberhasilan akan semakin bergantung pada kualitas layanan digital, tingkat adopsi masyarakat, interoperabilitas data antarlembaga, perlindungan data pribadi, serta kemampuan pemerintah memanfaatkan data untuk menghasilkan layanan yang lebih efektif.
Bagi Indonesia, pendekatan ini memiliki nilai strategis karena ekonomi digital nasional diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Tanpa tata kelola yang kuat, percepatan digitalisasi berpotensi meningkatkan risiko serangan siber, penyalahgunaan AI, kebocoran data, hingga kesenjangan digital antarwilayah. Karena itu, investasi pada regulasi, literasi digital, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.
Forum WSIS juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam pembentukan standar global mengenai tata kelola AI dan transformasi digital. Selama ini, regulasi internasional banyak didominasi negara maju. Dengan aktif menyampaikan pengalaman nasional, Indonesia memiliki peluang untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang, khususnya terkait pemerataan akses teknologi dan pengembangan AI yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Meski demikian, implementasi di dalam negeri masih menghadapi sejumlah tantangan. Integrasi data antarkementerian, interoperabilitas layanan publik, keamanan infrastruktur digital, serta kesiapan talenta digital masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar transformasi digital berjalan secara efektif. Selain itu, koordinasi lintas sektor akan menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan kebijakan.
Secara keseluruhan, langkah Indonesia di WSIS 2026 menunjukkan bahwa transformasi digital nasional memasuki fase yang lebih matang. Fokus tidak lagi sekadar membangun teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan daya saing ekonomi, serta menghadirkan tata kelola digital yang aman, transparan, dan berpusat pada kepentingan publik.
News
Kemendikdasmen Borong 4 Penghargaan di Ajang Media Relations Awards SPS 2026
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menorehkan prestasi di bidang komunikasi publik dengan meraih empat penghargaan pada ajang Media Relations Awards (MRA) SPS 2026 yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS), Jumat (31/7). Kemendikdasmen meraih Gold Winner kategori Press Release Terbaik, sementara Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen PMPK) menyabet dua Gold Winner pada kategori Press Release serta Silver Winner pada kategori Press Conference.
Menanggapi capaian tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Serikat Perusahaan Pers (SPS) atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan komunikasi publik yang profesional sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyebarluasan informasi kebijakan pendidikan kepada masyarakat.
“Kemendikdasmen sangat bersyukur atas raihan penghargaan ini. Terima kasih kepada SPS yang telah mempercayakan penghargaan ini kepada kami dan telah menjadi mitra kami dalam mendukung publikasi kebijakan pendidikan dasar dan menengah,” ujar Suharti.
Suharti menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Kemendikdasmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik. “Semoga penghargaan ini dapat memacu semangat kami untuk meningkatkan produktivitas pemberitaan kementerian secara cepat, tepat, dan akurat di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, yang hadir langsung menerima penghargaan MRA 2026 menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kolaborasi seluruh tim Ditjen Dikmen Diksus dalam menghadirkan komunikasi publik yang informatif, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat. “Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim yang selama ini telah berupaya membangun kepercayaan publik melalui berbagai materi publikasi yang berdampak,” ujarnya.
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus berupaya secara konsisten menghadirkan berbagai produk komunikasi yang mengangkat praktik baik pendidikan, kisah inspiratif, inovasi pembelajaran, hingga berbagai informasi kebijakan pemerintah.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Ditjen Dikmen Diksus untuk membangun komunikasi publik berkelanjutan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan inspirasi, memperluas akses masyarakat, serta membangun kepercayaan publik.
“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintah dapat dipahami, dirasakan manfaatnya, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” terang Dirjen Tatang.
Media Relations Awards merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) bagi korporasi, institusi, dan organisasi yang dinilai berhasil membangun praktik media relations secara profesional, terbuka, dan berintegritas. Ajang ini menjadi bagian dari upaya SPS mendorong komunikasi publik yang berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem informasi yang sehat.
Ketua Umum SPS Pusat, Januar P. Ruswita, mengatakan perkembangan teknologi digital dalam satu setengah dekade terakhir telah mengubah lanskap ekosistem informasi secara signifikan. Masyarakat kini tidak lagi menjadikan media konvensional sebagai satu-satunya sumber informasi karena berbagai platform digital dan media sosial telah menjadi kanal utama penyebaran informasi.
“Hubungan yang sehat antara media dan korporasi maupun institusi akan mendorong peningkatan transparansi dan kemudahan akses informasi. Di sisi lain, kekuatan dan kredibilitas media sebagai sebuah brand menjadi hal terpenting dalam menjaga kepercayaan publik,” ujar Januar.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan Media Relations Awards menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang sehat antara media, korporasi, dan institusi di tengah tantangan yang dihadapi industri pers. Ia menegaskan bahwa kepercayaan merupakan aset paling berharga yang dimiliki media. “Pers itu mahkotanya kepercayaan. Trust dibentuk dari sesuatu yang dilakukan secara profesional,” tuturnya.
Raihan empat penghargaan pada Media Relations Awards SPS 2026 menjadi penyemangat bagi Kemendikdasmen untuk terus memperkuat komunikasi publik yang informatif, kredibel, dan berdampak. Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memperkuat kemitraan dengan media dalam menyampaikan berbagai kebijakan dan program pendidikan secara cepat, akurat, transparan, serta mudah diakses masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan informasi publik
News
OpenAI Perkuat Keamanan AI
OpenAI dan Hugging Face meningkatkan sistem keamanan evaluasi model AI setelah mengungkap insiden keamanan yang terjadi selama proses pengujian.
Monitorday.com– OpenAI dan Hugging Face mengumumkan hasil awal investigasi terhadap insiden keamanan yang terjadi selama proses evaluasi model kecerdasan artifisial (AI). Kedua organisasi menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi momentum untuk memperkuat prosedur keamanan dan tata kelola dalam pengembangan model AI berkemampuan tinggi.
Insiden terjadi pada lingkungan evaluasi (evaluation environment), yaitu tahap ketika model AI diuji untuk mengukur kemampuan, keandalan, serta potensi risiko sebelum digunakan secara lebih luas. Proses evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan model AI memenuhi standar keamanan dan tidak mudah disalahgunakan.
Sebagai tindak lanjut, OpenAI dan Hugging Face menerapkan serangkaian langkah pengamanan tambahan, termasuk peningkatan kontrol akses, pemantauan aktivitas secara real time, penguatan mekanisme audit, serta pembaruan prosedur pengujian terhadap model-model AI yang memiliki kemampuan lanjutan.
Kedua organisasi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pengembang AI, komunitas riset, dan pakar keamanan siber dalam mengidentifikasi potensi kerentanan sejak tahap awal pengembangan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat mitigasi risiko sebelum model AI dirilis kepada publik atau digunakan oleh organisasi.
Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat membawa tantangan baru di bidang keamanan digital. Model AI canggih berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai tujuan positif, seperti riset ilmiah, pendidikan, dan produktivitas. Namun, tanpa sistem pengamanan yang memadai, teknologi tersebut juga dapat disalahgunakan untuk serangan siber, penyebaran informasi palsu, maupun otomatisasi aktivitas berbahaya.
OpenAI menyatakan bahwa transparansi mengenai proses evaluasi dan pembelajaran dari setiap insiden merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI. Sementara itu, Hugging Face menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem AI terbuka yang tetap mengedepankan prinsip keamanan dan penggunaan yang bertanggung jawab.
Langkah yang diambil kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa keamanan kini menjadi salah satu prioritas utama dalam pengembangan kecerdasan artifisial. Di tengah semakin luasnya adopsi AI di berbagai sektor, investasi pada tata kelola, evaluasi, dan perlindungan sistem diperkirakan akan menjadi fondasi penting bagi terciptanya inovasi AI yang aman, transparan, dan dapat dipercaya.
News
MiniMax H3: AI Video China Penantang Sora
MiniMax H3 dirancang untuk menerima berbagai jenis masukan, mulai dari teks, gambar, video, hingga audio, dan dapat membuat video dengan durasi antara 4 hingga 15 detik.
Monitorday.com – Persaingan di sektor teknologi video berbasis kecerdasan buatan (AI) semakin intensif menyusul peluncuran H3 oleh perusahaan AI asal China, MiniMax. Model AI terbaru ini diklaim mampu menghasilkan video berkualitas 2K lengkap dengan suara stereo, secara langsung menempatkannya sebagai pesaing serius bagi teknologi serupa dari perusahaan global.
MiniMax H3 dirancang untuk menerima berbagai jenis masukan, mulai dari teks, gambar, video, hingga audio, dan dapat membuat video dengan durasi antara 4 hingga 15 detik. Selain itu, MiniMax menyatakan bahwa biaya pembuatan video 2K menggunakan H3 secara signifikan lebih rendah dibandingkan produk pesaing, yakni kurang dari sepertiga.
Selain kemampuan dasar pembuatan video, H3 juga dilengkapi fitur penyuntingan konten dan pemindahan gerakan dari video referensi ke objek atau karakter lain. Fungsi ini membuka peluang pemanfaatan yang luas, termasuk untuk produksi iklan, pembuatan konten media sosial, desain produk, hingga pengembangan game.
Meskipun klaim efisiensi biaya yang ditawarkan MiniMax terdengar menarik, perusahaan belum menjelaskan secara terperinci model pesaing mana yang digunakan sebagai pembanding. Oleh karena itu, klaim tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pengujian independen. Harga penggunaan H3 juga berpotensi bervariasi tergantung pada durasi, resolusi video, serta platform yang menyediakan akses.
Peluncuran H3 ini mengukuhkan posisi MiniMax dalam arena kompetisi dengan sejumlah model video AI terkemuka lainnya. Daftar pesaing meliputi Seedance 2.0 dari ByteDance, Kling 3.0 dari Kuaishou, Sora milik OpenAI, serta Veo yang dikembangkan oleh Google, menandakan dinamika pasar yang sangat kompetitif.
Berdasarkan dokumentasi resmi MiniMax, H3 telah tersedia melalui antarmuka pemrograman aplikasi (API). Proses pembuatan video berlangsung secara asinkron; pengguna mengirimkan tugas, menerima identitas tugas, lalu memantau statusnya hingga video selesai dibuat. MiniMax juga berencana untuk merilis bobot H3 dalam beberapa hari mendatang, memungkinkan pengembang untuk mengunduh dan menyesuaikan model sesuai kebutuhan spesifik mereka.
News
Waspada AI CEO Microsoft Ingatkan Risiko Bisnis
Risiko pembagian informasi berlebihan, mulai dari data internal hingga perintah (prompt) yang dimasukkan, kepada model AI pihak ketiga
Monitorday.com – CEO Microsoft Satya Nadella mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi bahaya adopsi kecerdasan buatan (AI) yang tidak terkontrol, yang dapat berujung pada kehancuran sebuah bisnis. Ia secara spesifik menyoroti risiko pembagian informasi berlebihan, mulai dari data internal hingga perintah (prompt) yang dimasukkan, kepada model AI pihak ketiga.
Nadella menekankan pentingnya bagi perusahaan untuk memastikan penyimpanan seluruh data terkait penggunaan alat AI oleh karyawan mereka. Data ini, menurutnya, vital untuk melatih atau menyempurnakan model AI internal perusahaan di masa depan, sebuah langkah yang dapat dicapai melalui pemanfaatan AI gateway sebagai perantara pelindung.
"Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kontrol ini, saya rasa tidak akan bisa bertahan, karena pada dasarnya Anda telah mengalihdayakan pikiran kepada pihak lain," ujar Nadella.
Meskipun mengalihdayakan pikiran ke mesin sebenarnya adalah tujuan utama penggunaan AI—dengan Microsoft sebagai salah satu penyedia utamanya—Nadella menilai ketergantungan berat pada perangkat lunak AI milik pihak lain juga bisa menjadi awal mula kehancuran sebuah perusahaan. Ia berpendapat, perusahaan sebaiknya meninggalkan 'AI harness' dan beralih menggunakan platform AI kustom yang memungkinkan mereka memanfaatkan beberapa model AI sekaligus.
"Anda bisa bebas menggunakan berbagai model sesuai dengan keunggulannya masing-masing. Sekalipun kelak ada salah satu model yang tidak lagi tersedia, Anda tetap bisa mengendalikan nasib bisnis Anda sendiri," katanya.
Belakangan ini, terdapat banyak kehebohan seputar model AI mandiri sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan model yang ditawarkan laboratorium AI terkemuka. Pernyataan Nadella ini mungkin memiliki motif tersendiri, mengingat Microsoft adalah penyedia infrastruktur cloud tempat berbagai perusahaan dapat menjalankan model mereka. Semakin banyak perusahaan yang beralih untuk menjadi host bagi model mereka sendiri, semakin menguntungkan bagi Microsoft.
News
Wamendikdasmen: SNT Pusat Mutu Pendidikan untuk Murid Berprestasi
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menindaklanjuti mandat Presiden melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan.
Sebagai langkah nyata memperluas akses layanan pendidikan bermutu bagi generasi bangsa, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung kesiapan lahan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di kawasan Bumi Perkemahan Kendalisada, Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Peninjauan ini memastikan bahwa ketersediaan luas lahan yang dipersiapkan telah memadai dan sesuai dengan regulasi yang berlaku agar proses pembangunan fisik dapat segera dimulai pada Oktober mendatang, sehingga tahun depan fasilitas tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh para murid.
Program SNT dirancang khusus untuk mewadahi potensi putra-putri bangsa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, melalui konsep sekolah satu atap jenjang SMP dan SMA. Melalui pola pembelajaran yang terintegrasi ini, pemerintah ingin memastikan terbangunnya ekosistem pendidikan yang berkelanjutan agar para lulusan memiliki daya saing tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkualitas.
Usai meninjau lokasi lahan, Wamen Fajar melanjutkan ke SMKN 1 Kalibagor untuk menyapa langsung para calon murid yang tengah mengikuti tes seleksi skolastik susulan. Dalam kesempatan tersebut, Fajar mengapresiasi tinggi kompetensi serta kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh anak-anak di Banyumas. Berdasarkan hasil seleksi sementara, tingkat SMP di Banyumas berhasil menempati peringkat kedua secara nasional, sementara tingkat SMA berada di peringkat pertama nasional.
“Ini menunjukkan bahwa putra-putri kita di Banyumas memiliki kompetensi yang sangat baik. Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan pembelajaran dari SMP hingga SMA dalam satu atap,” ujar Fajar.
Ia juga menegaskan bahwa SNT tidak diposisikan sebagai institusi yang eksklusif secara sosial, melainkan dirancang sebagai laboratorium pendidikan yang fasilitasnya dapat dimanfaatkan bersama oleh sekolah-sekolah reguler di sekitarnya sebagai pusat peningkatan mutu. “Sekolah reguler lainnya diberikan kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas di SNT agar menjadi pusat mutu yang berimbas pada sekolah-sekolah lain,” tambahnya.
Kehadiran program strategis ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para orang tua murid yang mendampingi anak-anak mereka mengikuti seleksi. Sri Lestari, atau yang akrab disapa Ibu Cici, sengaja mengantarkan putranya, Hamam, seorang anak berprestasi di bidang hafalan, seni bela diri, dan renang, untuk mengikuti seleksi SNT demi membuka peluang masa depan yang lebih cerah. Meskipun putranya sempat merasa nyaman di sekolah sebelumnya, Ibu Cici meyakini penawaran program ini adalah kesempatan emas. “Saya melihat ada peluang bagus, penawarannya luar biasa. Ada harapan anak-anak bisa mendapatkan fasilitas yang lebih baik, seperti laptop dan seragam gratis,” ungkapnya.
Semangat serupa juga terpancar dari Marella Aisyah Trisiwi Putri, yang akrab disapa Rere, murid kelas 7 yang mendaftar di SMPN 5 Purwokerto melalui jalur prestasi Pramuka Garuda dan badminton. Rere mengikuti seleksi masuk SNT ini atas dorongan orang tuanya untuk menimba pengalaman baru di lingkungan belajar yang menantang. Meski menemui beberapa soal matematika yang memerlukan ketelitian ekstra pada tes skolastik tersebut, ia tetap merasa optimis dapat melaluinya dengan baik. “Tadi ada soal akar dan negatif-positif yang lumayan susah, tapi tetap yakin bisa lolos karena tesnya terasa tidak terlalu sulit,” tutur Rere.
Pada tahun ajaran ini, pemerintah secara serentak mengoperasikan 17 SNT dari total 37 sekolah baru yang diproyeksikan dibangun di seluruh Indonesia. Melalui sinergi erat bersama pemerintah daerah, Kemendikdasmen optimistis kehadiran SNT akan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
News
Layanan Publik Makin Digital
Pemerintah mempercepat transformasi digital layanan publik melalui integrasi sistem, interoperabilitas data, dan digitalisasi layanan prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Monitorday.com– Pemerintah Indonesia terus mempercepat transformasi digital sektor publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan mendorong setiap kementerian dan lembaga mengidentifikasi layanan prioritas yang dapat didigitalisasi sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan efisien.
Transformasi digital tidak hanya berfokus pada penyediaan aplikasi layanan, tetapi juga pada integrasi sistem informasi antarinstansi melalui interoperabilitas data. Dengan sistem yang saling terhubung, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data yang sama ketika mengakses layanan pemerintah yang berbeda.
Pemerintah juga terus memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mengurangi duplikasi aplikasi, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem layanan publik yang lebih terpadu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, digitalisasi juga menjadi instrumen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan proses administrasi lebih mudah dipantau, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan publik.
Di sisi lain, percepatan transformasi digital memerlukan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, serta penguatan keamanan siber. Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara agar mampu mengelola layanan digital secara profesional sekaligus melindungi data masyarakat.
Pelaksanaan transformasi digital juga dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat inovasi layanan publik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital yang inklusif.
Transformasi digital layanan publik menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan layanan yang semakin terintegrasi, cepat, dan berbasis data, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi digital.
News
AI Barat Dipakai China
Temuan tersebut terungkap melalui hasil investigasi yang dipublikasikan Reuters dan kembali memicu perdebatan mengenai keamanan teknologi AI di tengah meningkatnya persaingan global
Monitorday.com– Sejumlah peneliti yang berafiliasi dengan militer China dilaporkan memanfaatkan keluaran (output) dari model kecerdasan artifisial (AI) buatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk mendukung pengembangan model AI domestik. Temuan tersebut terungkap melalui hasil investigasi yang dipublikasikan Reuters dan kembali memicu perdebatan mengenai keamanan teknologi AI di tengah meningkatnya persaingan global.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa para peneliti menggunakan keluaran dari model AI komersial sebagai referensi dalam proses pelatihan model bahasa besar (Large Language Model/LLM). Teknik ini dinilai mampu mempercepat pengembangan AI dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki model-model canggih tanpa harus membangun seluruh proses pelatihan dari awal.
Temuan ini muncul di tengah semakin ketatnya pembatasan ekspor teknologi maju dari Amerika Serikat kepada China, termasuk pembatasan akses terhadap chip AI berperforma tinggi dan beberapa layanan komputasi. Pemerintah AS berupaya mencegah teknologi tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan militer maupun pengembangan sistem persenjataan berbasis AI.
Sejumlah pakar keamanan siber menilai kasus ini menunjukkan bahwa pembatasan terhadap perangkat keras saja belum cukup. Model AI yang dapat diakses secara daring atau keluaran yang dihasilkan AI berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan untuk melatih sistem AI baru melalui teknik yang dikenal sebagai knowledge distillation atau transfer pengetahuan.
Di sisi lain, para peneliti AI berpendapat bahwa penggunaan keluaran model AI bukan selalu berarti terjadi pelanggaran hukum. Namun, apabila teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan sistem pertahanan atau aplikasi militer, maka implikasi keamanan nasional menjadi perhatian utama bagi banyak negara.
Persaingan pengembangan AI antara Amerika Serikat dan China kini semakin intensif. Kedua negara berlomba membangun model AI yang lebih canggih untuk mendukung sektor industri, ekonomi digital, riset ilmiah, hingga pertahanan. Kondisi ini mendorong berbagai pemerintah memperkuat regulasi terkait ekspor teknologi, keamanan data, dan tata kelola AI.
Kasus ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu inovasi teknologi, tetapi juga telah menjadi bagian dari dinamika geopolitik global. Ke depan, kerja sama internasional, regulasi yang adaptif, serta penguatan keamanan teknologi diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan kepentingan strategis masing-masing negara.
News
Uni Eropa Wajibkan Label AI
Penyedia layanan AI diwajibkan memberikan penanda yang jelas agar masyarakat dapat membedakan konten hasil AI dengan konten autentik
Monitorday.com– Uni Eropa mulai memberlakukan kewajiban pelabelan terhadap konten yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial (AI) sebagai bagian dari implementasi bertahap EU AI Act. Aturan yang berlaku mulai 2 Agustus 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan penyebaran konten manipulatif seperti deepfake.
Kewajiban tersebut berlaku untuk berbagai jenis konten digital yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI, termasuk gambar, video, audio, dan teks yang tampak realistis. Penyedia layanan AI diwajibkan memberikan penanda yang jelas agar masyarakat dapat membedakan konten hasil AI dengan konten autentik.
Regulasi ini merupakan bagian dari pendekatan berbasis risiko yang diterapkan Uni Eropa dalam mengatur perkembangan teknologi AI. Selain kewajiban pelabelan, penyedia model AI juga harus menerapkan dokumentasi teknis, mekanisme mitigasi risiko, serta perlindungan terhadap hak cipta dan hak-hak dasar pengguna.
Komisi Eropa menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap teknologi AI yang semakin banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, media, kesehatan, hingga layanan publik. Transparansi diharapkan menjadi fondasi agar inovasi AI berkembang secara bertanggung jawab.
Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif yang signifikan, dengan besaran denda mencapai €15 juta atau 3% dari omzet tahunan global perusahaan, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Besaran sanksi tersebut menunjukkan keseriusan Uni Eropa dalam menegakkan tata kelola AI.
Sejumlah perusahaan teknologi global telah mulai menyesuaikan produknya dengan ketentuan baru tersebut, termasuk melalui penerapan watermark digital dan metadata pada konten hasil AI. Langkah ini diperkirakan akan menjadi acuan bagi negara-negara lain dalam menyusun regulasi serupa.
Pemberlakuan EU AI Act menandai babak baru tata kelola kecerdasan artifisial di tingkat global. Regulasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi dan melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan AI, sekaligus memperkuat standar internasional mengenai penggunaan AI yang aman, transparan, dan bertanggung jawab.
