Connect with us

News

Tirakat Gihei Honda Melahirkan Sang Maestro Otomotif

Telusuri kisah inspiratif Gihei Honda dalam memupuk bakat Soichiro Honda. Pelajari bagaimana pendekatan pengasuhan yang tidak konvensional dapat melahirkan seorang maestro otomotif.

Umar Satiri

Published

on

Di awal abad ke-20, Kōmyō—sebuah desa kecil yang senyap di prefektur Shizuoka—hanya dikenal lewat gemerisik daun pinus dan deru angin dari pegunungan. Namun, di salah satu sudut bedeng kayu yang bising, atmosfernya sangat berbeda. Udara di sana pekat oleh jelaga, aroma besi membara, dan bau tajam minyak pelumas. Di tempat inilah, seorang bocah laki-laki bertubuh kurus menghabiskan masa kecilnya bukan dengan memegang buku sekolah, melainkan dengan memandangi percikan api yang melompat dari paron landasan besi.

Bocah itu bernama Soichiro Honda. Di kemudian hari, dunia mengenalnya sebagai maestro otomotif global. Namun, jauh sebelum mesin-mesin buatannya menguasai jalanan dunia, jiwanya terlebih dahulu ditempa di bengkel sederhana milik ayahnya, Gihei Honda. Bagi para orang tua yang mendambakan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berdampak besar, kisah masa kecil Soichiro bukan sekadar biografi usang, melainkan sebuah cetak biru tentang bagaimana sebuah bakat alami dirawat, diuji, dan dilepaskan ke dunia.

Penjara pikiran

Bagi Soichiro kecil, bangku sekolah formal adalah sebuah penjara pikiran. Aksara Kanji dan deretan angka di papan tulis terasa mati dan membosankan. Alih-alih mendengarkan guru, matanya sering kali menatap keluar jendela, mengagumi putaran roda kereta kuda yang melintas. Nilai rapornya merah, sebuah momok yang biasanya memicu kemarahan besar dalam budaya patriarki Jepang yang kaku.

Namun, di sinilah letak kebijaksanaan Gihei Honda. Sebagai seorang pandai besi yang kemudian beralih menjadi pereparasi sepeda, Gihei memiliki intuisi pengasuhan yang melampaui zamannya. Ia tidak memaksakan standar akademis yang seragam kepada putranya. Gihei menyadari bahwa kecerdasan Soichiro tidak terletak pada kemampuan menghafal teks, melainkan pada jemari tangannya yang lincah dan rasa ingin tahunya yang tak terbatas terhadap benda mekanis.

Alih-alih menghukum Soichiro karena nilai sekolah yang buruk, Gihei justru membuka pintu bengkelnya lebar-lebar. Ia mengizinkan putranya masuk ke dalam dunia orang dewasa yang penuh risiko. Di bengkel itu, Soichiro kecil diberikan ruang eksplorasi yang merdeka. Ia belajar mengenali ritme ketukan palu, memahami kekuatan struktur logam, dan merasakan bagaimana komponen-komponen kecil bekerja sama untuk menciptakan gerak.

Dari pola asuh ini, kita belajar satu hal penting: anak-anak sukses sering kali lahir dari orang tua yang tidak menuntut kesempurnaan pada hal yang tidak mereka kuasai, melainkan mereka yang jeli melihat kilatan minat unik anak dan menyediakan ekosistem yang tepat untuk memupuknya.

Ketika Obsesi Bertemu dengan Pembiaran yang Tepat

Suatu sore di tahun 1914, sebuah suara menderu yang asing memecah keheningan desa Kōmyō. Itu adalah Ford Model T, mobil pertama yang pernah menginjakkan roda di tanah berlumpur desa tersebut. Ketika anak-anak lain ketakutan atau hanya menonton dari jauh, Soichiro mengejar kendaraan itu seperti kerasukan.

Saat mobil itu berhenti, ia berlutut di tanah. Ia tidak hanya mengagumi kilau bodinya, tetapi juga menempelkan hidungnya ke tanah untuk menghirup dalam-dalam aroma oli yang menetes dari mesin. Baginya, itu adalah wewangian paling harum di dunia. Ia bahkan mengusap cairan hitam itu ke bajunya sendiri agar baunya melekat lebih lama.

Di tangan orang tua yang protektif dan kaku, tindakan Soichiro mungkin akan diganjar omelan karena telah mengotori baju hingga bernoda permanen. Namun, ibu Soichiro, Mika, seorang penenun yang penyabar, serta ayahnya, justru membiarkan kegilaan itu. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian saat Soichiro, dengan mata berbinar-binar, mendeklarasikan impiannya: “Suatu hari nanti, aku akan membuat mobil seperti itu!”

Membiarkan anak memiliki “obsesi positif”—bahkan jika itu terasa aneh atau tidak lazim bagi lingkungan sekitar—adalah bahan bakar utama yang membentuk daya juang (grit). Orang tua Soichiro paham bahwa tugas mereka bukanlah memadamkan api antusiasme anak, melainkan menjaga agar apinya tetap menyala tanpa membakar diri mereka sendiri.

Tempaan Karakter

Meskipun Gihei memberi kelonggaran yang luas dalam hal minat dan nilai sekolah, ia adalah sosok yang sangat tidak kenal kompromi dalam hal integritas. Suatu hari, Soichiro yang takut dimarahi karena nilai rapornya yang buruk melakukan tindakan nekat. Ia mengukir stempel keluarga menggunakan karet pedal sepeda bekas untuk memalsukan tanda tangan persetujuan orang tua di rapornya.

Rencana cerdik itu berantakan karena Soichiro lupa bahwa stempel harus diukir secara terbalik agar hasilnya terbaca benar. Mengetahui hal itu, Gihei tidak memarahi Soichiro karena angka-angka buruk di rapornya. Kemarahan Gihei meledak murni karena tindakan manipulasi dan ketidakjujuran putranya. Soichiro dihukum berat hari itu.

Peristiwa ini membekas seumur hidup di kepala Soichiro Honda. Lewat ketegasan ayahnya, ia belajar membedakan dengan jelas antara “gagal dalam sebuah proses” dan “gagal dalam menjaga integritas”. Di masa depan, mentalitas inilah yang membuatnya dihormati. Ia tidak pernah takut produknya gagal di pasar atau mesin balapnya hancur di lintasan, tetapi ia akan sangat murka jika ada ketiadaan kejujuran dalam proses rekayasa engineering di perusahaannya.

Keberanian untuk Melepaskan

Ujian tertinggi bagi setiap orang tua adalah kemampuan untuk merelakan anaknya mandiri. Pada usia yang baru menginjak 15 tahun, Soichiro melihat sebuah iklan lowongan magang di bengkel Art Shokai di Tokyo—sebuah kota metropolitan yang jauh dari desanya. Tanpa ragu, remaja tanggung yang belum lulus sekolah formal ini meminta izin untuk pergi merantau sendirian.

Bagi Gihei dan Mika, melepas anak sulung mereka ke kota besar pasca-Perang Dunia I tentu memicu kecemasan yang luar biasa. Namun, mereka tahu bahwa burung rajawali tidak akan pernah belajar terbang tinggi jika terus didekap di dalam sarang. Berbekal restu, kepercayaan, dan bekal mental yang sudah ditempa selama belasan tahun di bengkel desa, Soichiro dilepas pergi.

Di Tokyo, Soichiro memulai kariernya bukan langsung memegang mesin, melainkan menjadi pengasuh bayi pemilik bengkel dan pembersih lantai selama berbulan-bulan. Namun, karena pondasi mental tangguh dan etos kerja yang telah ia saksikan setiap hari dari ayahnya yang seorang pandai besi, Soichiro tidak pernah menyerah. Ia bertahan, belajar, berkembang, hingga akhirnya sejarah mencatat namanya dengan tinta emas.

Kisah masa kecil Soichiro Honda mengingatkan para orang tua modern sebuah esensi penting: mendidik anak sukses bukan tentang menjejalkan segala teori ke dalam kepala mereka, melainkan tentang menyalakan rasa ingin tahu, memberikan teladan nyata tentang kerja keras, menegakkan tiang kejujuran, dan memiliki keberanian untuk membiarkan mereka membangun takdirnya sendiri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Ahmad Redi Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Hukum Administrasi Negara Universitas Borobudur

Aruna Zahra

Published

on

monitorday.com — Prof. Dr. Ahmad Redi, S.H., M.H., M.Si., M.En., resmi dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Hukum Administrasi Negara di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Pengukuhan ini bukan sekadar pengakuan atas prestasi dan kompetensi akademik, tetapi juga menandai tanggung jawab yang semakin besar dalam menghasilkan pemikiran, penelitian, serta karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum dan kebutuhan masyarakat.

Sebagai salah satu cabang ilmu hukum yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, Hukum Administrasi Negara berkaitan erat dengan penggunaan kewenangan pemerintah, perlindungan hak masyarakat, kepastian hukum, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan publik.

Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang terbuka menjadikan penguatan kajian Hukum Administrasi Negara semakin relevan. Karena itu, kontribusi akademisi di bidang ini diharapkan tidak hanya memperkaya teori hukum, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap tantangan tata kelola pemerintahan modern.

Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Redi menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah titik akhir dari perjalanan intelektual seorang akademisi. Sebaliknya, pencapaian tersebut merupakan amanah untuk terus mengembangkan pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Pengukuhan sebagai profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Prof. Ahmad Redi di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ia memandang bahwa ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti pada ruang akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pengembangan ilmu hukum perlu terus diarahkan pada persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat maupun penyelenggara pemerintahan.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Redi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, para guru, mentor, kolega, serta institusi yang telah mendukung perjalanan pendidikan dan karier akademiknya.

Menurutnya, keberhasilan meraih jabatan akademik tertinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan, kepercayaan, serta kesempatan yang diberikan berbagai pihak untuk terus belajar dan berkarya. Pengukuhan ini sekaligus menjadi motivasi untuk mempertahankan integritas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan bagi kepentingan publik.

Ke depan, Prof. Ahmad Redi diharapkan semakin aktif mendorong pengembangan Hukum Administrasi Negara melalui penelitian, publikasi ilmiah, kegiatan pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi hukum, pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemikiran hukum yang tidak hanya memiliki landasan teoretis yang kuat, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, pendidikan hukum memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi akademisi dan praktisi hukum yang berintegritas, memiliki kepekaan terhadap nilai keadilan, serta mampu menganalisis persoalan hukum secara kritis dan bertanggung jawab.

Pengukuhan Ahmad Redi sebagai profesor di Universitas Borobudur, perguruan tinggi yang telah meraih akreditasi Unggul, diharapkan turut memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pembangunan sistem hukum nasional yang menjunjung tinggi prinsip legalitas, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencapaian gelar akademik tertinggi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menghasilkan karya, membagikan pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto; Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti; Anggota Wantimpres Bambang Soesatyo; Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani; Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan; serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.

Hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan Borobudur 1971 Muhamad Halilintar, Rektor Universitas Borobudur Bambang Bernanthos, jajaran Senat Universitas Borobudur, serta sejumlah guru besar dari berbagai perguruan tinggi.

Dengan pengukuhan ini, perjalanan akademik Prof. Ahmad Redi memasuki babak baru yang diharapkan semakin memperkuat peran ilmu hukum dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Continue Reading

News

MA Kabulkan Kasasi: Surat Keterangan Penyetaraan SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Ma'ruf Mutaqin

Published

on

Jakarta [MONITORDAY] – Mahkamah Agung (MA) resmi mengabulkan permohonan kasasi terkait gugatan surat keterangan (suket) penyetaraan sekolah menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lewat amar putusan tersebut, MA menyatakan suket penyetaraan SMA yang menjadi salah satu syarat pencalonan Gibran di Pilpres 2024 sebagai tidak sah.

Keputusan tersebut dibacakan pada Jumat (30/10) dan dikonfirmasi langsung oleh HM Subhan selaku penggugat dalam perkara ini melalui nomor putusan kasasi 742 K/TUN/2026.

“Saya dapat pemberitahuan melalui e-court saya dari MA. Tanggal 30 Oktober 2026. Terhadap proses nomor 742/K/TUN/2026, amar putusannya kabul kasasi,” ujar Subhan.

Kendati demikian, pihak MA terpantau belum mengunggah salinan lengkap putusan itu melalui situs resminya. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara MA, Yanto, mengaku belum menerima informasi lebih lanjut mengenai putusan tersebut. “Belum tahu, dicek dulu ya,” ucap Yanto.

Dalam perkara tata usaha negara ini, Subhan mengajukan tiga petitum utama. Pertama, ia meminta agar gugatannya dikabulkan untuk seluruhnya. Kedua, meminta agar suket penyetaraan pendidikan Gibran dinyatakan tidak sah. Ketiga,meminta agar dokumen tersebut ditarik dari pihak pemegang, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Umum dan Khusus Kemendikdasmen.

Kabar mengenai putusan MA ini turut disebarluaskan oleh rekan sesama kolega penggugat, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, melalui akun resmi Instagram pribadinya pada Jumat.

“Gugatan Pak Subhan untuk Kasasi pembatalan Suket Penyetaraan Pendidikan Gibran diputuskan KABUL,” tulis Denny dalam unggahannya.

Denny menilai, putusan kasasi MA ini sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikeluarkan beberapa waktu lalu terkait polemik syarat pendidikan pencalonan Gibran. “Artinya Mahkamah Agung sejalan dengan Putusan MK, bahwa Gibran betul-betul tidak memenuhi syarat pendidikan,” imbuh Denny.

Sebelumnya, dalam pertimbangan hukum putusan MK, Mahkamah menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti dokumen atau ijazah setara SMA milik Gibran yang sah digunakan sebagai syarat pencalonan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2024.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026 Berkat Transformasi Pendidikan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Anugerah Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan dalam ajang Nusantara Awards 2026, Jakarta, Rabu (28/10). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Kemendikdasmen dalam mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menerima penghargaan tersebut mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Penganugerahan berlangsung dalam program Suara Nusantara Spesial Mengawal Dua Tahun Asta Cita yang diselenggarakan oleh Nusantara TV.

Upaya transformasi pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan akses pendidikan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung tersedianya layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.

Pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesempatan setiap anak untuk memperoleh pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendorong layanan pendidikan yang inklusif, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.

Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sains dan teknologi. Kemendikdasmen menerjemahkan arah kebijakan tersebut melalui berbagai program yang menyasar kebutuhan satuan pendidikan, guru, dan murid di berbagai wilayah.

Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Wamen Fajar menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen. Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Menurut Wamen Fajar, pemerataan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar setiap anak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pembangunan sarana sekolah dan pemanfaatan teknologi juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta kompetensi guru.

Penghargaan ini menjadi momentum bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar kesempatan memperoleh pendidikan bermutu dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia. 

Continue Reading

News

Prabowo Dorong UU Satu Data Indonesia, Perkuat Kedaulatan Digital Nasional

Tubagus F Madroi

Published

on

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kedaulatan data nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan dan keamanan negara di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Pertemuan itu membahas langkah strategis penyusunan regulasi untuk mewujudkan tata kelola data nasional yang terintegrasi, aman, dan akuntabel. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data lintas sektor pemerintahan.

Melalui akun Instagram resminya, Sekretariat Kabinet menjelaskan bahwa penyusunan UU Satu Data Indonesia melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPR RI, akademisi, hingga kementerian dan lembaga terkait.

Presiden Prabowo memandang kedaulatan data sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah percepatan digitalisasi.

Penguatan integrasi data nasional juga diharapkan mampu meningkatkan akurasi pelayanan publik, memperkuat keamanan pertukaran informasi, serta membangun ketahanan siber Indonesia.

Selain meningkatkan efektivitas pelayanan publik, regulasi tersebut diarahkan untuk memastikan pengelolaan data nasional berlangsung secara terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Penyusunan regulasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data nasional yang terpadu, aman, dan akuntabel,” tulis Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI Bayu Dwi Anggono.

Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia IPB University Sofyan Sjaf dan Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti.

Melalui penyusunan UU Satu Data Indonesia, pemerintah berupaya membangun fondasi tata kelola data yang lebih kuat, sekaligus memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kedaulatan negara.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: Pendidikan Harus Beri Ruang bagi Setiap Murid untuk Bertumbuh 

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap kemampuan dan kebutuhan setiap murid. Proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu membantu anak mengenali potensi, memperbaiki kekurangan, dan membangun karakter. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam siaran langsung pada platform TikTok Kumparan, Selasa (27/10).

Dalam perbincangan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan perlu memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya, termasuk melalui pendampingan bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran. 

“Pendidikan itu harus memberikan ruang namanya diferensiasi, artinya murid itu tidak sama dan tidak boleh disamakan. Karena dalam kebijakan pendidikan itu ada namanya akselerasi, yang pintar boleh dipercepat. Karena kalau murid pintar diminta menunggu yang di bawahnya akhirnya membuat mereka demotivasi,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, prinsip tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana kebijakan tidak otomatis naik kelas yang direncanakan mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperhatikan penguasaan kompetensi murid serta proses pembelajaran yang berlangsung secara bertahap.

Ia menjelaskan bahwa materi yang dipelajari pada satu jenjang menjadi dasar bagi pembelajaran pada jenjang berikutnya. Apabila kemampuan dasar belum dikuasai, murid berisiko mengalami kesulitan ketika harus mempelajari materi yang lebih kompleks. “Kalau anak secara akademik rendah atau belum mampu, lalu tetap naik kelas, itu malah membebani psikologis anak itu sendiri,” ujarnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses evaluasi perlu menjadi bagian dari upaya membantu murid berkembang, bukan semata-mata menentukan capaian akademik. Guru perlu memahami kondisi anak, mengenali kesulitan yang dihadapi, serta memberikan pendampingan yang sesuai. Ia mencontohkan murid yang kerap mengantuk di kelas. Kondisi tersebut tidak seharusnya langsung dinilai sebagai kemalasan, sebab bisa saja anak memiliki tanggung jawab atau menghadapi keadaan keluarga yang memengaruhi proses belajarnya.

“Karena mohon maaf Bapak dan Ibu guru, jangan selalu langsung dihakimi. Sering mendengar cerita, ada anak setiap berangkat sekolah selalu tidur di dalam kelas. Mohon maaf dengan segala hormat, malam harus bekerja atau mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dihindari karena keadaannya. Karena terhadap masalah yang seperti ini mungkin nilainya tidak selalu sama ,” pesannya.

Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa penilaian yang menyeluruh perlu memperhatikan kemampuan akademik sekaligus perkembangan karakter. Murid yang memperoleh nilai tinggi tetap perlu membangun sikap jujur, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Sementara itu, murid yang belum mencapai hasil belajar sesuai harapan perlu mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pendampingan yang tepat. 

Continue Reading

News

Jepang dan Hambatan Adopsi Kecerdasan Buatan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Jepang menghadapi paradoks besar dalam adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah krisis penurunan jumlah tenaga kerja yang kian menekan perekonomian nasional. Meski teknologi otomatisasi ini dinilai krusial untuk menopang produktivitas, implementasi AI di lingkungan korporasi terganjal oleh lambatnya adaptasi sistem kerja internal.

Sebuah laporan mencatat sebanyak 27,0 persen perusahaan di Jepang belum memiliki strategi korporasi untuk transformasi bisnis berbasis AI. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kesiapan negara maju lainnya, di mana perusahaan tanpa strategi AI di Amerika Serikat hanya tercatat 1,4 persen, Jerman 4,9 persen, dan Tiongkok 2,6 persen.

Secara kultural dan operasional, Jepang sebenarnya memiliki modal kuat untuk memimpin adopsi AI global melalui filosofi perbaikan berkelanjutan atau "Kaizen". Pemahaman publik terhadap AI juga cenderung positif sebagai pelengkap kemampuan manusia, bukan ancaman terhadap tenaga kerja, seiring pengaruh budaya populer modern.

Kendati demikian, budaya korporasi yang enggan merombak alur kerja tradisional dinilai menjadi batu sandungan utama dalam realisasi teknologi cerdas. Persoalan ini menimbulkan tantangan serius pada kecepatan pengambilan keputusan organisasi, keterbatasan infrastruktur teknologi, proses pengadaan, hingga ketersediaan talenta mumpuni.

Menanggapi situasi tersebut, sejumlah pelaku industri teknologi, pemodal ventura, dan konsultan bisnis menggelar diskusi kepemimpinan guna memetakan jalur percepatan transformasi digital. Forum ini melibatkan para pemimpin dari Shinogi AI, GHOVC, Incubate Fund, serta Rakuten Group untuk merumuskan langkah peralihan dari tahap pengenalan ke penerapan nyata.

Para pakar kini menyoroti sektor perbankan, manufaktur, dan pemerintah sebagai kandidat potensial yang harus memelopori integrasi AI skala besar. Terobosan menyeluruh dari institusi utama tersebut dinilai menjadi faktor penentu bagi Jepang untuk merebut kembali posisi terdepan dalam inovasi teknologi dunia.

Continue Reading

News

Reformasi Pendidikan Kunci Pacu Pemanfaatan AI

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Negara-negara di Eropa dan Asia Tengah terancam kehilangan potensi besar dari perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kegagalan menangkap peluang teknologi baru ini dinilai berakar langsung pada defisit keterampilan tenaga kerja dan penurunan kualitas sistem pendidikan di kawasan tersebut.

Kondisi tersebut diperparah oleh tren perlambatan produktivitas serta dinamika bisnis yang telah berlangsung selama dua dekade terakhir. Laporan terbaru Pembaruan Ekonomi Bank Dunia memperingatkan bahwa penyusutan populasi usia kerja yang diproyeksikan anjlok hingga 2060 akan semakin membebani ekonomi jika reformasi keahlian tidak segera diwujudkan.

Saat ini, potensi AI di Eropa dan Asia Tengah tercatat jauh melampaui kapasitas penerapannya di sektor industri. Kurang dari sepuluh persen perusahaan di kawasan ini mengadopsi AI dalam kegiatan operasional, atau hanya separuh dari rata-rata Uni Eropa, dengan faktor ketiadaan tenaga kerja terampil sebagai rintangan paling utama.

Sebagian besar pelaku usaha di kawasan tersebut masih mengoperasikan AI pada tingkat dasar yang belum mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan. Manfaat nyata baru dirasakan oleh segelintir perusahaan di sektor perbankan, ritel, dan energi yang berani menanamkan investasi pada peningkatan kapasitas manusia serta infrastruktur data.

Temuan laporan tersebut menegaskan bahwa perbaikan mendasar pada sistem pendidikan formal serta pusat pelatihan kejuruan menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar lagi demi mengejar ketertinggalan teknologi kawasan.

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan penurunan tajam mutu belajar siswa di kawasan tersebut, dengan skor rata-rata kemampuan matematika, membaca, dan sains merosot dari 421 pada 2018 menjadi 406 pada 2025. Kemerosotan ini memukul kompetensi krusial yang dibutuhkan dalam era AI, seperti pemahaman kritis, kreativitas, serta kemampuan analisis mandiri.

Continue Reading

News

Kendala Akses Digital Soroti Ketergantungan Sistem Web

Insiden ini langsung memicu perhatian luas terkait standarisasi aksesibilitas web dan ketahanan infrastruktur teknologi informasi nasional. Tim pengembang dan pengelola sistem segera dikerahkan untuk melakukan audit menyeluruh guna memulihkan fungsi layanan ke kondisi normal secepatnya.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Para pengguna internet di berbagai wilayah menghadapi kendala teknis akibat kegagalan pemuatan skrip interaktif pada sejumlah platform digital publik. Gangguan tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses informasi penting secara optimal akibat peramban memblokir eksekusi kode otomatis.

Insiden ini langsung memicu perhatian luas terkait standarisasi aksesibilitas web dan ketahanan infrastruktur teknologi informasi nasional. Tim pengembang dan pengelola sistem segera dikerahkan untuk melakukan audit menyeluruh guna memulihkan fungsi layanan ke kondisi normal secepatnya.

Pakar teknologi informasi menegaskan bahwa arsitektur sistem semestinya dirancang agar tetap adaptif terhadap berbagai konfigurasi peramban pengguna. "Sistem informasi publik harus tetap menyajikan konten dasar yang inklusif meskipun perangkat pengguna membatasi eksekusi skrip dinamis," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa pembaruan sistem secara berkala merupakan keharusan untuk menjaga keandalan platform di tengah pesatnya perkembangan ekosistem digital. "Pengelola platform wajib menerapkan standar arsitektur web yang mengutamakan kemudahan akses masyarakat luas tanpa kendala teknis berkepanjangan," tegasnya.

Pemerintah melalui instansi terkait kini mengimbau seluruh penyedia layanan digital untuk meningkatkan kompatibilitas sistem serta menyiapkan protokol cadangan. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu meminimalkan potensi disrupsi teknis sekaligus menjamin keterbukaan informasi bagi publik.

Continue Reading

News

Strategi Indonesia Capai Target Emisi Nol Bersih 2060

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia memaparkan strategi percepatan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat dalam forum internasional Pre-COP Leader's Event di Fiji. Komitmen tersebut dijalankan melalui implementasi Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) yang tetap mengedepankan keseimbangan antara penurunan emisi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa agenda dekarbonisasi nasional harus berjalan selaras dengan ketahanan energi, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan kelompok masyarakat rentan melalui prinsip transisi yang adil dan berpusat pada rakyat.

"Kami mempercepat aksi iklim di seluruh sektor ekonomi melalui FOLU Net Sink 2030, mengurangi emisi dari limbah dan metana, serta melakukan transformasi industri-baik melalui dekarbonisasi industri yang sudah ada maupun pengembangan industri rendah karbon sejak tahap perancangannya," kata Jumhur dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Jumhur menambahkan bahwa keberhasilan agenda perubahan iklim dunia tidak hanya ditentukan oleh besarnya pernyataan komitmen di forum internasional, melainkan oleh kapabilitas masing-masing negara dalam membuktikan implementasi yang nyata, terukur, dan memberi manfaat langsung bagi publik.

"Tantangan dunia saat ini bukan lagi sekadar meningkatkan ambisi, melainkan memastikan bahwa ambisi tersebut benar-benar diwujudkan melalui implementasi yang konkret," ujar Jumhur.

Menutup keterangannya, ia menegaskan bahwa Persetujuan Paris tetap menjadi rujukan utama penanganan krisis iklim, terlebih ruang mitigasi global untuk membatasi ambang kenaikan suhu bumi di batas 1,5 derajat Celsius kini semakin mendesak dan menyempit.

Continue Reading

News

Rupiah Anjlok ke Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot hingga menyentuh rekor terendah di level Rp18.183 per dolar AS pada perdagangan Rabu. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya risiko fiskal dan kekhawatiran investor yang memperberat tekanan global terhadap mata uang domestik.

Rupiah ditutup pada level Rp18.184 per dolar AS di pasar domestik, melemah 28 poin atau 0,15 persen dari penutupan hari sebelumnya di angka Rp18.156. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat rekor penutupan terendah pada posisi Rp18.183 per dolar AS.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus aktif menstabilkan nilai tukar di tengah lonjakan harga minyak dunia yang melampaui 115 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Tekanan terhadap mata uang negara berkembang semakin kuat seiring ekspektasi berlanjutnya kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat yang mendorong penguatan dolar secara luas.

"BI terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan rupiah tetap stabil sesuai dengan fundamentalnya," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea dalam pernyataan resminya, Rabu.

Erwin menjelaskan bahwa pelemahan rupiah yang tercatat sebesar 1,15 persen selama sebulan terakhir masih relatif sejalan dengan dinamika mata uang regional. Bank sentral terus melakukan intervensi melalui pasar spot, transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder dengan dukungan cadangan devisa sebesar 146,3 miliar dolar AS per akhir September.

Kendati demikian, sentimen pasar kian tertekan oleh ketidakpastian potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI, lonjakan imbal hasil obligasi, dan naiknya kebutuhan valuta asing akhir bulan. Analis Senior Laboratorium Indonesia 45 Reyhan Noor menilai pelemahan rupiah ini mencerminkan kekhawatiran pemodal terhadap respons kebijakan domestik yang dinilai belum seirama dengan laju tekanan ekonomi global.

Continue Reading
News22 menit ago

Ahmad Redi Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Hukum Administrasi Negara Universitas Borobudur

Ruang Sujud4 jam ago

Islam di Asia: Pusat Demografi Muslim Dunia

News16 jam ago

MA Kabulkan Kasasi: Surat Keterangan Penyetaraan SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

LakeyBanget17 jam ago

Apple Kenalkan MacBook Pro Layar Sentuh Pertama, Lihat Spek dan Harganya

News17 jam ago

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026 Berkat Transformasi Pendidikan

News20 jam ago

Prabowo Dorong UU Satu Data Indonesia, Perkuat Kedaulatan Digital Nasional

LakeyBanget1 hari ago

Inter dan AC Milan Perkenalkan Generali Stadium, Intip Desainnya

News1 hari ago

Mendikdasmen: Pendidikan Harus Beri Ruang bagi Setiap Murid untuk Bertumbuh 

News1 hari ago

Jepang dan Hambatan Adopsi Kecerdasan Buatan

News1 hari ago

Reformasi Pendidikan Kunci Pacu Pemanfaatan AI

News2 hari ago

Kendala Akses Digital Soroti Ketergantungan Sistem Web

News2 hari ago

Strategi Indonesia Capai Target Emisi Nol Bersih 2060

News2 hari ago

Rupiah Anjlok ke Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

News2 hari ago

Permenaker Terbit, Ini Syarat Penerima BSU 2026 dan Besaran Bantuannya

News2 hari ago

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendikdasmen Perkuat 4 Dasar Peningkatan Mutu Pendidikan

News2 hari ago

Wamen Fajar: Wasathiyah Muhammadiyah Kunci Persatuan Nasional

LakeyBanget2 hari ago

Nicky Astria Rayakan 42 Tahun Bermusik Lewat Konser Unplugged

LakeyBanget2 hari ago

Desy Ratnasari Ajak Anak Muda Teladani Integritas Buya Hamka

News2 hari ago

Pemerintah Bidik Ojol dan Kendaraan DInas untuk Percepatan Motor Listrik

LakeyBanget2 hari ago

Cegah Disinformasi, Pengamat Dorong Literasi Etika AI bagi Generasi Muda