Monitorday.com – Kesombongan seorang pemimpin bukan sekadar cacat karakter, melainkan bibit kehancuran yang perlahan tumbuh menjadi tragedi. Sejarah berulang kali mencatat, ketika kekuasaan membuat seseorang lupa diri, menutup telinga dari kritik, dan memandang rakyat hanya sebagai alat, maka saat itulah awal dari akhir mulai ditulis. Pemimpin yang dikuasai ego cenderung bertindak sewenang-wenang, menindas, dan mengabaikan keadilan. Namun, roda waktu tak pernah berhenti berputar—dan ia selalu membawa konsekuensi.
Tak sedikit penguasa yang dulu dielu-elukan, akhirnya jatuh dalam kehinaan, bahkan tewas secara tragis. Kekejaman mungkin memberi kemenangan sesaat, tetapi tidak pernah melahirkan kemenangan sejati. Sebab pada akhirnya, kebenaran menemukan jalannya, dan rakyat menemukan suaranya.
Sosok pemimpin kejam dan bengis saat ini di alamatkan pada dua manusia terlaknat yakni Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dan Benjamin Nyetanyahu, Perdana Menteri Israel.
Desas-desus kematian Benjamin Nyetanyahu terkuak dengan beredarnya video Al-jajera yang kemudian ditepis oleh media pemerintah israel bahwa Pemimpin genosida itu baik-baik saja.
Soal genosida, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan sampai menyebut metode genosida Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan membuat Adolf Hitler iri.
“Netanyahu telah mencapai tingkat yang membuat Hitler iri dengan metode genosidanya. Kita berbicara tentang Israel yang menyasar ambulans, menyerang titik distribusi makanan, dan menembaki konvoi bantuan,” kata Erdogan .
Erdogan mempertanyakan bagaimana mungkin bisa menyaksikan apa yang telah dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza selama berbulan-bulan dan menganggap tindakan Israel untuk membom rumah sakit dapat dibenarkan.
Masih membandingkan dengan Hitler, Erdogan menyebut Israel juga membunuh anak-anak, menindas warga sipil, dan membuat orang-orang yang tidak bersalah kelaparan, kehausan, dan kekurangan obat-obatan dalam berbagai bentuk alasan.
“Apa yang dilakukan Hitler di masa lalu? Dia menindas dan membunuh orang-orang di kamp konsentrasi,” ucapnya.
Lebih lanjut Erdogan menuturkan bahwa Gaza berubah menjadi penjara terbuka tidak hanya setelah 7 Oktober, tapi juga bertahun-tahun sebelumnya.
“Bukankah orang-orang di sana dikurung dalam sumber daya yang terbatas selama bertahun-tahun, hampir seperti kamp konsentrasi? Siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal paling brutal dan sistematis di Gaza setelah 7 Oktober?” tuturnya.
Kemudian, Iblis Trump , sang pencetus Board of Peace yang paradoks itu pun sangat diharapkan hancur oleh warga dunia karena terkenal dengan kebohongannya.
Bahkan, Maryanne Trump Barry, yang merupakan kakak perempuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terungkap pernah menyebut adiknya kejam dan pembohong yang tidak punya prinsip, atau yang berarti dia tidak bisa dipercaya. Hal ini terungkap dalam rekaman rahasia yang diungkap ke publik baru-baru ini.
Seperti dilansir AFP, Senin (24/8/2020), rekaman rahasia itu diungkap ke publik pada Sabtu (22/8) waktu setempat. Barry yang seorang mantan hakim federal AS, mengecam kebijakan imigrasi Trump yang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka di perbatasan dan dikirimkan ke pusat-pusat tahanan.
“Semua yang ingin dia lakukan hanyalah mengesankan basis pendukungnya,” sebut Barry dalam rekaman suara yang didapatkan media terkemuka AS, The Washington Post.
Testimony lainnya datang dari Musisi senior dan aktor legendaris Amerika Serikat, Ice-T, yang membandingkan Trump dengan sosok iblis atau Satan adalah sebuah kesalahan besar. Baginya, karakter dan kebijakan yang dijalankan oleh Trump tersebut jauh lebih merusak dan “jahat” daripada citra kegelapan yang selama ini di takuti orang. Artinya karakter Trump lebih iblis dari iblis itu sendiri.
Kedua iblis ini yang memulai menyerang Iran, kemudian saat Iran menyerang balik. Lantas Trump dan Nyetanyahu mengajak sekutu Eropa menyerang Iran, bahkan mengklaim iran sebagai teroris. Dan betapa bodohnya 12 negara Arab masih saja meminta perlindungan dari Amerika, negara-negara penghasil minyak ini dengan tidak ada malunya yang dikenal sebagai budak Amerika juga ikut melabeli Iran teroris. Ya Allah hancurkan Nyetanyahu, Trump dan Pemimpin negara-negara Arab. Segerakan persatuan umat untuk melawan ketidakadilan dan kehinaan ini.