IHSG menghadapi perdagangan Senin (21/9/2026) dengan sentimen campuran setelah pekan lalu terkoreksi 1,53 persen, sementara investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 22–23 September.
IHSG berbalik menguat 0,56 persen setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo, meski investor asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp377,63 miliar.
IHSG melonjak 1,51 persen pada perdagangan sesi pertama, ditopang saham properti, energi, dan teknologi serta masuknya kembali dana investor asing.
Klasifikasi MSCI menentukan cara investor global memandang pasar saham suatu negara, termasuk risiko aliran dana asing ke Indonesia.
IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah karena pasar masih menunggu kejelasan sentimen MSCI, rupiah, dan arah suku bunga global.
Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market menjadi sinyal positif yang memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal nasional.
IHSG berpeluang memasuki fase konsolidasi setelah reli lebih dari 10 persen dalam dua hari perdagangan terakhir.
Tekanan terhadap IHSG dan nilai tukar Rupiah mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Otoritas keuangan kini berupaya menjaga stabilitas sekaligus mengembalikan kepercayaan investor.
Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa indeks tersebut tetap akurat dalam mencerminkan kondisi, ukuran, dan likuiditas pasar saham di suatu negara atau wilayah
Ada perpindahan modal yang signifikan oleh investor global