News
Klasifikasi MSCI, Kenapa Penting?
Klasifikasi MSCI menentukan cara investor global memandang pasar saham suatu negara, termasuk risiko aliran dana asing ke Indonesia.
Monitorday.com– Klasifikasi MSCI adalah pengelompokan pasar saham negara-negara dunia ke dalam kategori Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, dan Standalone Market. Klasifikasi ini penting karena menjadi acuan besar bagi manajer investasi global dalam menyusun portofolio dan menentukan bobot investasi di tiap negara. MSCI menyebut klasifikasi pasar sebagai input penting dalam konstruksi indeks karena menentukan komposisi peluang investasi yang direpresentasikan.
Secara sederhana, Developed Market adalah pasar maju dengan ekonomi, likuiditas, akses investor, dan infrastruktur pasar yang sangat matang. Emerging Market adalah pasar berkembang yang sudah cukup besar dan likuid, tetapi masih memiliki ruang perbaikan dalam aksesibilitas, transparansi, atau tata kelola. Frontier Market berada satu tingkat di bawah emerging market, biasanya lebih kecil, kurang likuid, dan lebih berisiko bagi investor global. Sementara Standalone Market adalah pasar yang dipantau MSCI, tetapi belum masuk indeks komposit utama karena likuiditas rendah atau akses investor masih terbatas.
MSCI menilai klasifikasi pasar melalui tiga kriteria besar, yaitu economic development, size and liquidity requirements, serta market accessibility. Untuk aspek aksesibilitas pasar, MSCI memperhatikan antara lain keterbukaan terhadap kepemilikan asing, kemudahan arus modal masuk-keluar, efisiensi operasional pasar, ketersediaan instrumen investasi, serta stabilitas kerangka kelembagaan.
Dalam konteks Indonesia, isu MSCI menjadi perhatian besar karena Indonesia saat ini masih berada dalam kategori emerging market, tetapi status itu sedang berada dalam pengawasan. Reuters melaporkan MSCI memperpanjang review terhadap status Indonesia hingga November 2026 dan membuka kemungkinan penurunan klasifikasi ke frontier market jika perbaikan dinilai belum memadai.
Masalah utama yang disorot MSCI berkaitan dengan transparansi struktur kepemilikan saham, visibilitas free float, keandalan data perdagangan, serta kekhawatiran investor internasional terhadap dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. Isu-isu tersebut masuk ke area information flow dan market infrastructure, yang merupakan bagian dari kerangka aksesibilitas pasar MSCI.
Dampaknya tidak kecil. Jika Indonesia benar-benar turun dari emerging market ke frontier market, pasar saham berisiko kehilangan sebagian dana asing karena banyak investor global mengikuti indeks MSCI sebagai patokan. Reuters mengutip estimasi Goldman Sachs bahwa downgrade dapat memicu potensi arus keluar hingga sekitar US$13 miliar dari saham Indonesia.
Bagi rupiah, klasifikasi MSCI ikut penting karena pasar saham dan nilai tukar sama-sama sensitif terhadap arus dana asing. Jika investor menilai risiko pasar Indonesia meningkat, tekanan bisa merembet ke IHSG, obligasi, dan rupiah. Sebaliknya, jika otoritas mampu memperbaiki transparansi, free float, dan kepercayaan investor sebelum review November, status emerging market bisa tetap menjadi bantalan psikologis bagi pasar keuangan Indonesia.
News
Perkuat Kualitas Pendidikan, DPR Usul Gaji Guru Jadi Segini
Komisi X DPR RI mengusulkan gaji minimal guru Rp5 juta per bulan, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan nasional. Ini diharapkan menjadi investasi vital bagi masa depan SDM Indonesia.
Monitorday.com – Wacana peningkatan kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian di tingkat nasional. Komisi X DPR RI mendorong pemerintah menetapkan gaji minimal guru sebesar Rp5 juta per bulan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang menilai kesejahteraan guru masih menjadi persoalan mendasar yang perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru,” ujar Lalu Hadrian di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi unggul dan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, upaya meningkatkan mutu pendidikan harus diiringi dengan kebijakan yang mampu menjamin kesejahteraan tenaga pendidik.
Pernyataan tersebut juga menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung potensi kebocoran anggaran negara akibat praktik laporan ekspor palsu yang disebut menyebabkan kerugian negara hingga ribuan triliun rupiah.
Lalu menilai penjelasan Presiden memberikan gambaran mengenai tantangan fiskal yang masih dihadapi pemerintah, termasuk dalam merealisasikan peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan tenaga pendidik.
“Kami memandang ini sebagai hal yang positif. Presiden ingin menjelaskan kepada masyarakat mengapa hingga saat ini kenaikan gaji guru belum bisa dilakukan secara optimal,” katanya.
Meski mengakui pendapatan guru dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, Lalu menilai jumlah tersebut masih belum sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, serta peran strategis guru dalam pembangunan bangsa.
Karena itu, DPR mendorong pemerintah menyusun formulasi kebijakan yang lebih berpihak kepada guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
Lalu mengungkapkan bahwa dalam pembahasan awal postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, pemerintah telah menyiapkan skema peningkatan gaji dan tunjangan guru. Namun, rincian kebijakan tersebut masih menunggu penyampaian resmi dalam Nota Keuangan Presiden yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
“Kami meyakini Presiden sudah memikirkan hal itu. Beliau berkali-kali menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan salah satu prioritas pemerintah,” ujarnya.
Dorongan peningkatan kesejahteraan guru juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan pakar pendidikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan.
Penghasilan yang memadai dinilai memungkinkan guru lebih fokus menjalankan tugas mengajar, meningkatkan kompetensi profesional, serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.
Di berbagai negara dengan sistem pendidikan yang maju, kesejahteraan guru menjadi salah satu indikator utama keberhasilan reformasi pendidikan. Oleh karena itu, usulan gaji minimal Rp5 juta per bulan dipandang bukan sekadar kebijakan peningkatan pendapatan, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan jumlah guru yang mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia, kebijakan peningkatan kesejahteraan guru diperkirakan akan menjadi salah satu isu strategis dalam pembahasan APBN 2027 sekaligus menentukan arah pembangunan pendidikan nasional pada masa mendatang.
News
Abdul Mu’ti Dorong Muhammadiyah Berinovasi, Soroti Sekolah yang Kekurangan Murid
Abdul Mu’ti mengajak Muhammadiyah berinovasi di sektor pendidikan untuk mengatasi tantangan seperti kekurangan murid dan meningkatkan kualitas lembaga.
Monitorday.com – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan dalam dunia pendidikan guna memperkuat kualitas serta daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat bersilaturahmi dengan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat dan ratusan kader Muhammadiyah di Pontianak, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri dikenal sebagai gerakan tajdid atau pembaruan. Karena itu, semangat inovasi harus terus dijaga dan diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Muhammadiyah itu gerakan tajdid atau pembaruan. Karena itu harus mampu melahirkan berbagai terobosan dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan pendidikan. Menurut saya, itu menjadi sebuah keharusan karena Muhammadiyah merupakan gerakan pembaruan Islam untuk kemajuan,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menilai Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan di berbagai daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi agar seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah dapat berkembang secara merata.
Menurutnya, kondisi sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah saat ini belum sepenuhnya seragam. Sejumlah institusi pendidikan berkembang pesat dan menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi masih ada sekolah yang menghadapi persoalan minimnya jumlah peserta didik.
“Ada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang sangat maju, bahkan jumlah peminatnya melebihi kapasitas yang tersedia. Tetapi kita juga harus jujur bahwa masih ada sekolah yang kurang berkembang dan kekurangan murid. Ini adalah fakta yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menemukan strategi terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan kualitas yang terus meningkat, sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah diyakini akan semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tuntutan zaman.
Selain sektor pendidikan, Abdul Mu’ti juga mengajak seluruh pengurus Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan berbagai amal usaha organisasi, termasuk bidang kesehatan dan sosial yang selama ini menjadi bagian penting dari kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia memastikan pemerintah tetap berkomitmen mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, akan terus membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pada prinsipnya pemerintah terus mendukung partisipasi publik dalam memajukan pendidikan. Kami akan membantu dan memfasilitasi agar berbagai upaya kemajuan itu dapat terwujud,” tegasnya.
Pernyataan Abdul Mu’ti menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya membutuhkan tata kelola yang baik, tetapi juga keberanian untuk berinovasi. Bagi Muhammadiyah yang memiliki jaringan pendidikan luas di seluruh Indonesia, semangat pembaruan dinilai menjadi kunci untuk terus relevan, unggul, dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan zaman.
News
Prabowo Raih Lencana Emas KTNA, Diapresiasi atas Dukungan untuk Petani dan Nelayan
Prabowo Subianto dianugerahi Lencana Emas Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama oleh KTNA, menggarisbawahi apresiasi atas dedikasinya untuk sektor pertanian dan perikanan. Penghargaan ini menegaskan komitmen presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan Lencana Emas Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional pada puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Limboto, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian, dukungan, dan keberpihakan Presiden Prabowo terhadap kemajuan sektor pertanian dan perikanan nasional. Lencana emas diserahkan langsung oleh Ketua Panitia PENAS XVII sekaligus Ketua Umum KTNA Nasional, Muhammad Yadi Sofyan Noor.
Dalam sambutannya, Yadi menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Presiden atas komitmen pemerintah dalam mendukung petani dan nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pangan nasional.
Menurutnya, PENAS merupakan wadah strategis yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan sektor swasta untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Atas nama keluarga besar Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas perhatian, kepedulian, dukungan, serta keberpihakan beliau kepada petani dan nelayan,” ujar Yadi.
Ia juga menilai kehadiran Presiden Prabowo di tengah ribuan petani dan nelayan menjadi bentuk dukungan moral yang mampu meningkatkan semangat para pelaku sektor pangan untuk terus berkarya dan berinovasi.
“Kehadiran Bapak Presiden menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian,” katanya.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan nelayan Indonesia yang dinilainya memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kepala Negara menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi para petani dan nelayan di berbagai daerah.
“Terima kasih seluruh masyarakat tani dan nelayan Indonesia. Terima kasih atas kerja keras saudara-saudara. Perjalanan masih jauh, tetapi saudara-saudara telah membuktikan semangat yang luar biasa. Sebagai produsen pangan, saudara-saudara sesungguhnya adalah tulang punggung Republik Indonesia,” ujar Presiden.
Penghargaan yang diterima Presiden Prabowo menjadi simbol pengakuan dari kalangan petani dan nelayan atas dukungan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi ketahanan pangan nasional menuju swasembada yang berkelanjutan.
Infografis
Waspadai Narasi Serakahnomic
Narasi “Indonesia gelap”, “Indonesia bangkrut”, “Sale Indonesia”, hingga “1998 Redux” bukan sekadar slogan politik biasa. Di baliknya, ada dugaan upaya membangun kepanikan publik demi mengulang pola lama: krisis direkayasa, negara dilemahkan, lalu kekayaan Indonesia dijarah.
News
AI Dunia Makin Panas
Persaingan AI global kini bergeser dari sekadar chatbot menuju perang model frontier, agen kerja otomatis, cip mahal, pusat data raksasa, dan perebutan talenta kelas dunia.
Monitorday.com– Perkembangan kecerdasan buatan dunia memasuki fase baru pada 2026. Persaingan tidak lagi hanya soal siapa yang punya chatbot paling pintar, tetapi siapa yang mampu membangun agen AI yang bisa bekerja lintas aplikasi, menulis kode, menganalisis data, memahami gambar-video-audio, hingga menjalankan tugas kompleks secara semi-otomatis. OpenAI, misalnya, merilis GPT-5.5 pada April 2026 dan menekankan peningkatan pada kemampuan kerja komputer, coding, tool use, serta konteks panjang untuk pengguna ChatGPT, Codex, dan API.
Di kubu pesaing utama, Anthropic terus menekan pasar enterprise dan developer melalui Claude Opus 4.8 yang dirilis pada 28 Mei 2026. Anthropic menyebut model ini tersedia luas dengan harga reguler US$5 per satu juta token input dan US$25 per satu juta token output, sambil menonjolkan peningkatan pada transparansi, kejujuran, dan kemampuan kerja teknis. Google juga memperkuat lini Gemini 3.1 Pro sebagai model reasoning multimodal dengan kemampuan memahami teks, gambar, video, audio, PDF, hingga repositori kode besar dengan konteks 1 juta token.
Pertarungan AI juga berubah menjadi perang coding agent dan workplace agent. OpenAI mendorong Codex sebagai agen rekayasa perangkat lunak, sementara Claude, Gemini, dan xAI ikut masuk ke pasar developer. xAI pada Juni 2026 memperluas distribusi Grok ke ekosistem enterprise seperti Amazon Bedrock, Databricks, dan Microsoft Word, menandakan bahwa pertarungan tidak hanya terjadi di aplikasi konsumen, tetapi juga di infrastruktur kerja perusahaan.
Namun kejutan terbesar datang dari China. DeepSeek, Alibaba Qwen, ByteDance Doubao, Kimi, Tencent, dan Z.ai memperkuat posisi China sebagai kekuatan AI berbiaya rendah dan agresif. Reuters melaporkan DeepSeek-V4 memang tidak mengguncang pasar sebesar pendahulunya, tetapi tetap menunjukkan peningkatan dan kini harus bersaing ketat dengan Kimi dan Qwen di dalam negeri. Alibaba juga merilis Qwen 3.5 untuk era agentic AI, dengan klaim peningkatan kemampuan menjalankan tugas kompleks secara mandiri dan biaya lebih efisien.
ByteDance menjadi contoh lain bagaimana AI China tidak hanya bermain di model, tetapi juga distribusi pengguna. Doubao 2.0 dirilis pada Februari 2026, sementara Reuters mencatat Doubao memimpin aplikasi chatbot AI di China dengan 155 juta pengguna aktif mingguan, mengungguli DeepSeek yang berada di posisi kedua dengan 81,6 juta pengguna aktif mingguan. Artinya, China bukan hanya mengejar kualitas model, tetapi juga membangun skala pemakaian massal yang sangat besar.
Di sisi lain, infrastruktur menjadi medan perang paling mahal. Nvidia masih menjadi pemain kunci karena hampir seluruh raksasa AI membutuhkan GPU, jaringan, dan sistem komputasi skala besar untuk melatih serta menjalankan model. Nvidia memperkenalkan platform Rubin pada Januari 2026 dan mengklaim efisiensi besar untuk biaya token inferensi serta pelatihan model Mixture-of-Experts dibanding platform Blackwell. Reuters juga melaporkan Nvidia memperkirakan permintaan kuat untuk Blackwell dan Rubin, dengan proyeksi besar dari penjualan cip AI hingga 2027.
Besarnya kebutuhan komputasi membuat pusat data AI menjadi bisnis strategis baru. Blackstone dilaporkan berencana menginvestasikan US$30 miliar untuk pusat data AI di Jepang dalam tiga hingga lima tahun ke depan, dengan kapasitas gabungan lebih dari 1 gigawatt. Pada saat yang sama, belanja AI raksasa teknologi mulai menimbulkan pertanyaan pasar: apakah investasi pusat data, GPU, listrik, dan jaringan akan menghasilkan imbal balik yang cukup besar, atau justru memicu overinvestment.
Persaingan AI juga makin politis. Pemerintah Amerika Serikat mendorong perusahaan AI besar agar memberikan akses awal kepada pemerintah untuk meninjau model frontier sebelum dirilis luas. Reuters melaporkan OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, Microsoft, dan xAI sudah menyetujui akses awal tersebut, sementara Meta masih ditekan untuk ikut dalam skema review terkait risiko keamanan nasional. Di Eropa, AI Act mulai berlaku penuh pada 2 Agustus 2026, menjadikan regulasi sebagai faktor penting dalam peta kompetisi AI global.
Kesimpulannya, peta AI mutakhir dunia kini terbagi dalam empat arena besar. Pertama, model frontier tertutup yang dipimpin OpenAI, Anthropic, Google, dan xAI. Kedua, model terbuka dan murah yang makin kuat dari China serta Meta Llama. Ketiga, infrastruktur komputasi yang masih sangat bergantung pada Nvidia, pusat data, energi, dan jaringan. Keempat, regulasi dan keamanan nasional yang membuat AI bukan lagi sekadar produk teknologi, tetapi bagian dari persaingan geopolitik dunia.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, perkembangan ini membawa peluang sekaligus risiko. Peluangnya ada pada adopsi AI untuk pendidikan, layanan publik, industri kreatif, UMKM, media, dan produktivitas kerja. Risikonya, ketergantungan pada model asing, biaya komputasi mahal, kebocoran data, serta ketimpangan talenta digital bisa membuat Indonesia hanya menjadi pasar, bukan pemain. Karena itu, strategi AI nasional perlu bergerak dari sekadar memakai chatbot menuju penguasaan data, talenta, infrastruktur, regulasi, dan ekosistem aplikasi lokal.
News
Rupiah Vs Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Rupiah pekan ini masih rawan bergerak volatil karena tekanan dolar AS, arah suku bunga The Fed, dan sentimen MSCI meski status Indonesia tetap bertahan di emerging market.
Monitorday.com– Rupiah pekan ini diperkirakan bergerak volatil dengan bias melemah terbatas. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS, sementara sentimen domestik sedikit tertolong oleh keputusan MSCI yang masih mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market. Data JISDOR Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di Rp17.868 per dolar AS pada 23 Juni 2026, melemah dibanding Rp17.819 pada 22 Juni dan Rp17.753 pada 17 Juni 2026.
Di pasar spot, tekanan terlihat lebih kuat. Data Investing.com menunjukkan USD/IDR sempat berada di sekitar Rp18.020,1, dengan rentang harian Rp17.856,4 hingga Rp18.037,1. Artinya, level psikologis Rp18.000 per dolar AS kembali menjadi area penting yang perlu diawasi pelaku pasar.
Faktor global menjadi penekan paling dominan. Reuters melaporkan indeks dolar AS menguat ke level tertinggi lebih dari setahun karena pasar mulai memperkirakan sikap The Fed yang lebih hawkish. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli naik menjadi 36,3%, sementara peluang kenaikan pada September melonjak menjadi 69,1%.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia sudah merespons tekanan rupiah dengan menaikkan BI-Rate 25 basis poin menjadi 5,75% pada RDG 17-18 Juni 2026. BI menyebut langkah itu ditujukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, termasuk lewat intervensi valas, spot, DNDF, serta penguatan daya tarik SRBI.
Sentimen MSCI menjadi katalis penting pekan ini. Indonesia memang masih dipertahankan dalam kategori emerging market, tetapi MSCI tetap menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi. Risiko penurunan status ke frontier market masih terbuka jika tidak ada perbaikan memadai hingga review November 2026.
Dengan kombinasi faktor tersebut, skenario dasar rupiah pekan ini berada di kisaran Rp17.800-Rp18.050 per dolar AS. Jika dolar global terus menguat dan pasar kembali risk-off, rupiah berpotensi menguji area Rp18.100-Rp18.150. Sebaliknya, jika sentimen MSCI memberi kelegaan dan aliran dana asing membaik, rupiah berpeluang kembali ke bawah Rp17.900.
Kesimpulannya, rupiah belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Kenaikan BI-Rate memberi bantalan, tetapi arah dolar AS dan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia masih menjadi penentu utama. Pekan ini, pelaku pasar perlu mencermati data inflasi PCE AS, komentar pejabat The Fed, pergerakan indeks dolar, serta respons investor asing terhadap hasil MSCI.
News
Iran dan Oman Bentuk Komite Bersama Terkait Selat Hormuz Pasca Kesepakatan dengan AS
Iran dan Oman membentuk komite bersama untuk Selat Hormuz. Langkah ini menjaga stabilitas jalur vital energi global pasca kesepakatan dengan AS.
Monitorday.com – Iran dan Oman sepakat membentuk komite bersama guna membahas berbagai isu strategis terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, setelah kunjungan delegasi Iran ke Muscat, Oman.
“Setelah kunjungan delegasi ke Muscat, Iran dan Oman telah membentuk komite bersama untuk dialog mengenai Selat Hormuz. Rincian kerja sama ini akan dipublikasikan dalam pernyataan bersama,” kata Ghalibaf melalui akun Telegram resminya, Selasa.
Pembentukan komite tersebut menjadi langkah lanjutan dari upaya kedua negara dalam menjaga stabilitas dan kelancaran aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran telah menyatakan tengah mengembangkan mekanisme pelayaran bersama Oman untuk memastikan keamanan jalur maritim yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Perkembangan ini juga terjadi di tengah membaiknya hubungan Iran dan Amerika Serikat. Pekan lalu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman secara daring yang mengatur penghentian konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.
Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, termasuk jadwal pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta komitmen Teheran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Sebagai tindak lanjut, perundingan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan dan Qatar telah digelar di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni. Pertemuan tersebut difokuskan pada implementasi kesepakatan dan langkah-langkah teknis guna memastikan stabilitas kawasan serta kelancaran aktivitas perdagangan internasional.
Selat Hormuz memiliki posisi strategis dalam perdagangan global karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke berbagai wilayah dunia. Setiap perkembangan yang berkaitan dengan keamanan dan operasional jalur tersebut kerap menjadi perhatian pasar energi internasional.
Pembentukan komite bersama Iran dan Oman diharapkan dapat memperkuat koordinasi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendukung kelancaran pelayaran internasional di salah satu jalur maritim terpenting di dunia.
News
Kemendikdasmen Tebar Bantuan Laboratorium IPA, Dorong Literasi Sains dan Budaya Berpikir Ilmiah
Kemendikdasmen menyalurkan bantuan laboratorium IPA untuk 100 SMA. Ini bertujuan meningkatkan literasi sains dan keterampilan eksperimen siswa.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas pembelajaran sains di jenjang sekolah menengah atas (SMA) melalui penyaluran Bantuan Pemerintah Sarana Laboratorium IPA kepada 100 SMA terpilih di berbagai daerah.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan literasi sains, keterampilan eksperimen, serta membangun budaya berpikir ilmiah di kalangan peserta didik. Selain memperkuat sarana pendidikan, bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berbasis praktik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa laboratorium memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas. Menurutnya, laboratorium bukan sekadar ruang praktik, tetapi menjadi tempat siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.
“Sekolah tanpa laboratorium tidak punya makna pembelajaran. Dia hanya sekolah, hanya schooling, bukan learning. Bantuan ini sebenarnya upaya untuk memperkuat ekosistem pembelajaran anak-anak kita,” ujar Fajar saat membuka Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Sarana Laboratorium IPA Jenjang SMA di Tangerang Selatan, Banten, Senin (22/6/2026).
Fajar menjelaskan bahwa penguatan literasi sains menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi yang dihadapi generasi muda. Ia menilai siswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Literasi sains tidak hanya soal memahami informasi, tetapi bagaimana siswa mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk menjelaskan fenomena yang berkembang di sekitarnya,” katanya.
Menurut Fajar, aktivitas praktikum di laboratorium sangat sejalan dengan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan Kemendikdasmen.
Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menerima teori di ruang kelas, tetapi juga menguji dan membuktikannya melalui eksperimen. Proses ini diyakini dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan memecahkan masalah berdasarkan fakta ilmiah.
“Praktikum di laboratorium mencerminkan praktik pembelajaran mendalam. Ketika di kelas siswa diberi teori, di laboratorium mereka diminta menguji teori tersebut,” jelasnya.
Karena itu, Fajar mengajak seluruh sekolah penerima bantuan untuk menjadikan laboratorium sebagai ruang tumbuhnya rasa ingin tahu, kreativitas, dan budaya berpikir ilmiah.
Ia menekankan bahwa peserta didik harus didorong untuk mengalami langsung proses memperoleh pengetahuan, bukan sekadar menjadi konsumen informasi.
Sementara itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengungkapkan bahwa program bantuan laboratorium IPA tahun 2026 mendapat respons luar biasa dari sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Dalam kurun waktu sekitar satu pekan sejak pendaftaran dibuka melalui Sistem Informasi Manajemen Sarana dan Prasarana (Simaspras), sebanyak 1.834 SMA mengajukan permohonan bantuan.
Namun, dengan kuota yang tersedia hanya 100 paket bantuan, proses seleksi dilakukan secara ketat berdasarkan sejumlah kriteria prioritas. Di antaranya sekolah hasil revitalisasi, sekolah terdampak bencana, sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta sekolah yang menjadi model implementasi Pembelajaran Mendalam, pembelajaran koding, dan kecerdasan artifisial (AI).
“Kami ingin meningkatkan kapasitas sekolah dalam merancang kegiatan pembelajaran praktikum yang bermakna, relevan dengan kurikulum, dan mampu mendorong keterampilan eksperimen siswa,” ujar Yuli.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga laboratorium benar-benar menjadi pusat pembelajaran sains yang aktif. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di masa depan.
News
Haris Rusly Moti Sebut Narasi “1998 Redux” Diorkestrasi Oligarki Serakahnomic
Haris Rusly Moti menyebut narasi 1998 Redux sebagai orkestrasi oligarki untuk ‘mega-perampokan’. Ia mengaitkan narasi ini dengan skandal korupsi besar seperti BLBI pada krisis moneter 1998.
Monitorday.com – Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti menilai narasi dan tagar “1998 redux” tidak lahir secara organik dari gerakan sosial maupun gerakan mahasiswa. Menurutnya, narasi tersebut diorkestrasi secara top-down oleh kelompok yang ia sebut sebagai oligarki serakahnomic melalui akun-akun proxy di media sosial.
“Mereka terobsesi untuk mengulangi mega-perampokan yang pernah dilakukan dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa tahun 1998,” kata Haris dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (23/6).
Haris mengaitkan pandangannya dengan peristiwa krisis moneter 1997–1998 yang menurutnya dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk melakukan penyalahgunaan sumber daya keuangan negara. Ia menyinggung kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) yang disebutnya sebagai salah satu skandal korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia.
Menurut Haris, kerugian negara akibat penyalahgunaan dana talangan tersebut mencapai ratusan triliun rupiah. Ia juga menilai sebagian dana hasil kejahatan keuangan pada masa itu mengalir ke luar negeri.
Lebih lanjut, Haris mengatakan narasi seperti “Indonesia Gelap”, “Sale Indonesia”, “Kabur dari Indonesia”, “Buang Rupiah”, dan “1998 Redux” tidak mencerminkan aspirasi mayoritas masyarakat maupun gerakan mahasiswa.
“Saya tidak yakin gerakan sosial dan gerakan mahasiswa yang murni mengangkat narasi tersebut. Gerakan mahasiswa pada dasarnya lahir dari motivasi untuk menyelamatkan Indonesia,” ujarnya.
Haris, yang merupakan eksponen gerakan mahasiswa 1998 di Universitas Gadjah Mada dan pemrakarsa 98 Resolution Network, menilai narasi-narasi tersebut justru mencerminkan situasi yang dihadapi kelompok oligarki yang merasa terancam oleh berbagai kebijakan pemerintah.
Ia menyebut langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat penguasaan negara atas sumber daya alam, menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, memberantas korupsi, serta menyita aset hasil tindak pidana korupsi telah membatasi ruang gerak kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari pengelolaan sumber daya negara.
Menurut Haris, pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan aksi seperti menjual aset di Indonesia, melepas kepemilikan rupiah, atau memindahkan kekayaan ke luar negeri adalah kelompok yang memiliki akumulasi modal besar.
“Saya tidak yakin 99 persen rakyat Indonesia yang tidak memegang dolar akan melakukan sale Indonesia, buang rupiah, dan kabur dari Indonesia,” katanya.
Haris juga mengimbau gerakan mahasiswa untuk tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah sekaligus waspada terhadap berbagai narasi yang beredar di media sosial.
Ia menilai kebijakan pemerintah yang bertujuan mengembalikan penguasaan sumber daya alam kepada negara dan mengoptimalkannya bagi kesejahteraan rakyat sejalan dengan perjuangan berbagai gerakan sosial yang selama ini mengadvokasi isu pertambangan dan agraria.
Karena itu, Haris mengajak gerakan mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil untuk berpartisipasi secara kritis dalam upaya mengembalikan kekayaan negara dan sumber daya alam yang dinilai selama ini dikuasai oleh segelintir kelompok oligarki.
News
Alasan Purbaya Optimistis Harga Pertamax Bakal Turun
Monitorday.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpotensi mengalami penurunan dalam waktu mendatang. Keyakinan tersebut didasari prospek meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan akan menekan harga minyak dunia.
Dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6), Purbaya mengatakan penurunan harga minyak global akan memberikan dampak positif terhadap harga BBM di dalam negeri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,” ujar Purbaya.
Menurutnya, lonjakan harga minyak dunia yang terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian global sebelumnya menjadi tantangan berat bagi perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi sebagai langkah mitigasi terhadap tekanan eksternal.
Purbaya menjelaskan bahwa tingginya harga minyak dunia sempat menjadi ujian bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, seiring membaiknya situasi global dan munculnya sinyal perdamaian antara AS dan Iran, tekanan tersebut diperkirakan mulai mereda.
“Ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat,” katanya.
Ia menilai perkembangan terkini menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih positif. Dengan prospek penurunan harga energi dan berkurangnya risiko geopolitik, kinerja ekonomi pada kuartal II 2026 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Purbaya menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi yang telah dibangun agar pertumbuhan nasional dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki pondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal,” ujarnya.
Jika tren penurunan harga minyak dunia berlanjut, masyarakat berpeluang menikmati harga BBM nonsubsidi yang lebih rendah, sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi penguatan daya beli dan pertumbuhan ekonomi nasional.

