LakeyBanget
52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Bakal Gelar Konser Megah di Balai Sarbini
Monitorday.com – Pencipta lagu legendaris Erros Djarot akan merayakan 52 tahun perjalanan kariernya melalui konser bertajuk “Badai Pasti Berlalu” Live in Concert, yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Balai Sarbini.
Konser yang digagas oleh Kolam Ikan Creative Communication ini tidak sekadar menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali karya-karya klasik yang dinilai tetap relevan lintas generasi.
Project Director Kolam Ikan Creative Communication, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa konser ini dirancang sebagai pengalaman emosional yang lebih dari sekadar pertunjukan musik.
“Ini bukan sekadar konser nostalgia, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali karya yang memiliki kedalaman emosi dan relevansi lintas generasi,” ujarnya.
Sejumlah karya ikonik seperti “Badai Pasti Berlalu”, “Semusim”, “Merepih Alam”, hingga “Pelangi” akan dibawakan dalam format live dengan aransemen baru yang lebih segar. Sentuhan musikal tersebut digarap oleh Demas Narawangsa dan Yankjay tanpa menghilangkan karakter asli dari lagu-lagu tersebut.
Konser ini juga akan dimeriahkan oleh deretan musisi papan atas Tanah Air, seperti Once Mekel, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rio Febrian, Ardhito Pramono, dan Dirly Dave. Panitia juga menjanjikan tambahan line-up yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Antusiasme publik terhadap konser ini terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari cepatnya penjualan tiket, di mana kategori VIP, Platinum, dan Bronze telah habis terjual dalam waktu singkat sejak dibuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa karya-karya Erros Djarot tetap memiliki daya tarik kuat di tengah penikmat musik Indonesia.
Dikenal sebagai seniman lintas disiplin, Erros Djarot tidak hanya berkiprah sebagai pencipta lagu, tetapi juga penulis, sutradara, dan produser. Salah satu karya monumentalnya, album “Badai Pasti Berlalu”, dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia karena kekuatan lirik yang puitis serta eksplorasi musikal yang melampaui zamannya.
Konsistensi dan integritasnya dalam berkarya menjadikan Erros Djarot sebagai salah satu maestro yang berpengaruh besar dalam perkembangan musik dan budaya populer Indonesia.
Konser ini akan dimulai pukul 19.00 WIB dengan harga tiket yang bervariasi, mulai dari Rp350.000 hingga Rp2.000.000. Khusus pembeli tiket VIP, panitia juga menyediakan buku autobiografi Erros Djarot sebagai bagian dari paket eksklusif.
Dengan tingginya minat dan dukungan publik, “Badai Pasti Berlalu” Live in Concert diproyeksikan menjadi salah satu pertunjukan musik paling dinantikan di tahun 2026, sekaligus membuktikan bahwa karya besar mampu terus hidup dan menjangkau generasi baru.
LakeyBanget
Enam Negara Resmi Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya
Monitorday.com – FIFA memastikan enam negara telah mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia 2030. Keenam negara tersebut lolos otomatis karena berstatus sebagai tuan rumah turnamen yang akan digelar di tiga benua sekaligus dalam rangka peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Spanyol, Portugal, dan Maroko ditunjuk sebagai tuan rumah utama yang akan menggelar sebagian besar pertandingan sepanjang turnamen. Sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah masing-masing satu laga pembuka sebagai bagian dari perayaan seabad Piala Dunia FIFA.
Dengan status tersebut, keenam negara dipastikan tampil di putaran final tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.
Piala Dunia 2030 menjadi edisi pertama yang diselenggarakan di enam negara yang tersebar di tiga benua, yakni Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Turnamen ini juga akan diikuti 48 negara peserta.
Berikut daftar enam negara yang telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2030:
– Spanyol, sebagai salah satu tuan rumah utama yang akan menggelar sejumlah pertandingan, termasuk fase gugur.
- – Portugal, yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA.
- Maroko, yang mencatat sejarah sebagai salah satu negara Afrika penyelenggara Piala Dunia bersama Spanyol dan Portugal.
- Uruguay, yang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah salah satu laga pembuka sebagai penghormatan terhadap sejarah penyelenggaraan Piala Dunia pertama pada 1930.
- Argentina, yang juga akan menggelar satu pertandingan pembuka dalam rangka peringatan 100 tahun Piala Dunia.
- Paraguay, yang melengkapi daftar tuan rumah dengan menggelar satu laga pembuka sebelum turnamen berlanjut di Eropa dan Afrika.
Sesuai regulasi FIFA, seluruh negara penyelenggara berhak memperoleh tiket otomatis ke putaran final. Karena itu, Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi enam tim pertama yang dipastikan tampil di Piala Dunia 2030.
Sementara itu, 42 tiket tersisa akan diperebutkan melalui babak kualifikasi di masing-masing konfederasi hingga seluruh kuota 48 peserta terpenuhi.
LakeyBanget
Tatap Piala AFF 2026, John Herdman Bidik Akhiri Kutukan Runner-up
Monitorday.com – Timnas Indonesia memulai perjuangan di Piala AFF 2026 dengan target meraih gelar juara untuk pertama kalinya. Turnamen yang berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 itu menjadi awal era baru di bawah asuhan pelatih asal Inggris, John Herdman.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste. Skuad Garuda akan mengawali kiprah dengan menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 27 Juli 2026.
Kehadiran Herdman menjadi sorotan utama. Pelatih berusia 51 tahun tersebut memiliki rekam jejak yang kuat setelah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 usai penantian panjang. Ia juga mengantar Kanada menjadi runner-up CONCACAF Nations League, yang mengukuhkan reputasinya di level internasional.
Di Indonesia, Herdman menghadapi tantangan besar untuk mengakhiri penantian gelar juara Piala AFF. Sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen tersebut, Indonesia telah tampil 15 kali dan enam kali finis sebagai runner-up, sehingga kerap dijuluki “Mr Runner-up” Piala AFF.
Target juara juga ditegaskan para pemain. Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menegaskan bahwa tim datang ke Piala AFF 2026 bukan sekadar menjadi peserta, melainkan untuk mengangkat trofi.
“Kami di sini untuk bertanding merebut gelar juara. Kami tidak takut membicarakan tujuan itu karena banyak pemain memiliki pengalaman berlaga di pertandingan-pertandingan besar, termasuk babak final. Kami memahami sejarah tim ini dan kami semua bertekad untuk mengubahnya,” ujar Thom Haye seperti dikutip media Vietnam, The Thao 247.
Dengan kombinasi pelatih berpengalaman, skuad yang semakin matang, dan ambisi besar dari para pemain, Timnas Indonesia berharap mampu mengakhiri penantian panjang sekaligus menghapus label sebagai spesialis runner-up di Piala AFF.
Jadwal Perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Pertandingan: Indonesia vs Kamboja
Tanggal: 27 Juli 2026
Stadion: Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
LakeyBanget
Mengintip Persiapan Persib Bandung Jelang Piala Presiden
Pelatih Igor Tolic mengungkapkan strategi Persib Bandung dalam menghadapi Piala Presiden 2026, termasuk fokus pada kondisi fisik dan rotasi pemain. Turnamen ini juga menjadi ajang penting bagi pemain muda.
Monitorday.com – Persib Bandung terus memaksimalkan persiapan menjelang laga perdana Piala Presiden 2026 menghadapi Arema FC di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang. Memasuki pekan terakhir sebelum turnamen pramusim dimulai, tim pelatih Persib terus mematangkan berbagai aspek, mulai dari komposisi pemain hingga kondisi fisik skuad.
Pelatih kepala Igor Tolic mengatakan seluruh jajaran pelatih bekerja intensif untuk memastikan tim berada dalam kondisi terbaik saat kompetisi dimulai.
“Kami mencoba yang terbaik untuk membentuk tim terbaik yang memungkinkan. Setiap hari kami mengecek kondisi para pemain. Kami ingin membuat tim yang bagus,” kata Tolic.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, pemantauan kondisi fisik pemain menjadi prioritas utama mengingat waktu persiapan menuju Piala Presiden relatif singkat. Karena itu, setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan kebugaran sekaligus menentukan komposisi tim yang paling siap bertanding.
Selain mengejar performa terbaik, Piala Presiden juga akan dimanfaatkan sebagai ajang memberi pengalaman bertanding kepada para pemain muda. Tolic menilai kehadiran talenta muda sangat penting untuk membangun kedalaman skuad yang kompetitif sepanjang musim.
“Kami juga tentu ingin memberikan kesempatan kepada beberapa pemain muda. Jadi tim nanti akan seimbang,” ujarnya.
Dengan padatnya jadwal pertandingan di turnamen ini, Tolic memastikan rotasi pemain akan menjadi bagian penting dari strategi PERSIB. Ia menilai kondisi fisik pemain saat ini belum memungkinkan untuk mempertahankan susunan pemain yang sama dalam pertandingan yang berlangsung setiap tiga hari.
“Kami tidak bisa menurunkan tim yang sama untuk bermain setiap tiga hari sekali. Kami bisa saja melakukan itu, mungkin nanti pada bulan September. Tapi untuk saat ini, kami belum bisa. Jadi, mungkin ada yang bermain 45 menit, 60 menit, atau beberapa pemain bermain penuh. Kami akan banyak melakukan rotasi,” jelasnya
LakeyBanget
Spanyol Angkat Trofi, Sang Jawara Bawa Hadiah Uang Segini
Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, mengamankan hadiah uang sebesar US$51 juta. Ketahui rincian lengkap hadiah fantastis yang diterima Spanyol dan tim peserta lainnya dari FIFA.
Monitorday.com – Spanyol menutup perjalanan sempurna di Piala Dunia 2026 dengan gelar juara setelah menaklukkan Argentina pada partai final, Minggu (19/7/2026). Kemenangan La Furia Roja tak hanya mengakhiri penantian akan mahkota sepak bola dunia, tetapi juga menghadirkan “jackpot” finansial bernilai fantastis.
Sebagai kampiun, Federasi Sepak Bola Spanyol berhak menerima hadiah utama sebesar US$51 juta atau sekitar Rp918 miliar. Sementara Argentina yang finis sebagai runner-up memperoleh US$34 juta atau sekitar Rp612 miliar.
Nilai tersebut menjadi bagian dari kebijakan baru FIFA yang menggelontorkan total hadiah Piala Dunia 2026 hingga US$871 juta atau sekitar Rp15,67 triliun, menjadikannya distribusi hadiah terbesar sepanjang sejarah turnamen. Dana itu dibagikan kepada seluruh 48 negara peserta, seiring format baru Piala Dunia yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim.
Lonjakan total hadiah tidak terjadi begitu saja. FIFA menambah lebih dari US$100 juta pada April 2026 setelah sejumlah federasi, terutama dari Eropa, melobi agar struktur pembayaran disesuaikan dengan membengkaknya biaya penyelenggaraan turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Federasi menilai biaya perjalanan lintas negara, akomodasi, hingga kewajiban pajak di Amerika Serikat berpotensi membuat mereka merugi apabila hadiah tidak dinaikkan.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, bahkan sempat mempertanyakan besaran bonus Piala Dunia yang dinilai belum sebanding dengan hadiah yang diterima juara Piala Dunia Antarklub.
FIFA juga memastikan seluruh peserta memperoleh kompensasi finansial. Setiap federasi menerima minimal US$12,5 juta, terdiri atas bonus partisipasi dan dana persiapan sebelum turnamen.
Skema tersebut diterapkan untuk mengurangi potensi konflik mengenai pembagian bonus antara pemain dan federasi yang kerap muncul dalam edisi-edisi sebelumnya.
Berikut rincian hadiah berdasarkan pencapaian di Piala Dunia 2026:
Juara (Spanyol): US$51 juta (Rp918 miliar)
Runner-up (Argentina): US$34 juta (Rp612 miliar)
Peringkat ketiga (Inggris): US$30 juta (Rp540 miliar)
Peringkat keempat (Prancis): US$28 juta (Rp504 miliar)
Perempat final: US$20 juta per tim
Babak 16 besar: US$16 juta per tim
Babak 32 besar: US$12 juta per tim
Fase grup: US$10 juta per tim
Di luar hadiah uang, FIFA juga menanggung berbagai kebutuhan operasional setiap peserta. Seluruh federasi memperoleh fasilitas penerbangan pulang-pergi kelas bisnis menuju lokasi turnamen, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi domestik bagi delegasi yang berjumlah maksimal 50 orang.
Namun, federasi tetap diwajibkan menanggung biaya asuransi pemain dan ofisial, serta kebutuhan tambahan di luar kuota yang telah ditetapkan FIFA.
Meski menjadi juara dunia, Spanyol tidak membawa pulang trofi asli Piala Dunia. Sesuai regulasi FIFA, trofi emas tetap menjadi milik organisasi tersebut. Negara juara hanya menerima replika berlapis emas sebagai simbol kemenangan yang dapat disimpan secara permanen.
Sementara itu, seluruh hadiah uang tidak disalurkan langsung kepada para pemain, melainkan ditransfer ke rekening federasi sepak bola masing-masing negara. Mekanisme pembagian bonus kepada pemain sepenuhnya menjadi kewenangan internal federasi.
Bagi Spanyol, gelar Piala Dunia 2026 bukan hanya menambah sejarah dan prestise, tetapi juga menghadirkan keuntungan finansial yang menegaskan bahwa menjadi juara dunia kini berarti memenangkan dua hal sekaligus: kejayaan di lapangan dan cuan dalam jumlah luar biasa.
LakeyBanget
Spanyol Dominasi Penghargaan Individu Piala Dunia 2026
Spanyol mencatatkan sejarah di Piala Dunia 2026 dengan memenangkan trofi dan sekaligus memborong berbagai penghargaan individu prestisius FIFA.
Monitorday.com – Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya berakhir dengan trofi juara. Dominasi La Furia Roja berlanjut dalam daftar penghargaan individu FIFA, dengan para pemainnya memborong gelar paling prestisius usai turnamen.
Sorotan utama jatuh kepada Rodri. Gelandang sekaligus kapten timnas Spanyol itu dinobatkan sebagai Golden Ball, penghargaan bagi pemain terbaik sepanjang turnamen. Penampilannya menjadi fondasi permainan Spanyol, tampil penuh dalam delapan pertandingan dengan kontribusi luar biasa baik saat mengatur tempo maupun menjaga keseimbangan lini pertahanan.
Di lini depan, Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya. Kapten timnas Prancis itu merebut Golden Boot setelah mengoleksi 10 gol dalam delapan laga. Catatan tersebut mengungguli Lionel Messi yang mencetak delapan gol, sekaligus mengantar Mbappe mempertahankan status sebagai top skor Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut.
Dominasi Spanyol berlanjut di bawah mistar. Unai Simon dinobatkan sebagai penerima Golden Glove berkat performa impresif sepanjang turnamen. Kiper utama La Furia Roja itu hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, rekor terbaik di antara seluruh penjaga gawang peserta Piala Dunia 2026.
Sementara itu, penghargaan Pemain Muda Terbaik jatuh kepada bek berusia 19 tahun, Pau Cubarsi. Penampilan matang sang bek muda menjadi salah satu faktor penting kokohnya lini belakang Spanyol. Sepanjang turnamen, Cubarsi mampu meredam ancaman para penyerang kelas dunia, termasuk Kylian Mbappe dan Lionel Messi.
Di kategori tim, Belanda meraih penghargaan Fair Play Team sebagai tim dengan catatan disiplin terbaik. Penghargaan tersebut menjadi pelipur lara setelah langkah mereka terhenti lebih awal di babak 32 besar akibat kalah adu penalti 2-3 dari Maroko, usai bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026
- Juara: Spanyol
- Golden Ball (Pemain Terbaik): Rodri (Spanyol)
- Golden Boot (Top Skor): Kylian Mbappe (Prancis) – 10 gol
- Golden Glove (Kiper Terbaik): Unai Simon (Spanyol)
- Young Player (Pemain Muda Terbaik): Pau Cubarsi (Spanyol)
- Fair Play Team: Belanda
Piala Dunia 2026 menjadi panggung dominasi Spanyol. Tidak hanya mengangkat trofi juara, mereka juga menegaskan status sebagai tim terbaik dunia dengan memborong penghargaan individu paling bergengsi yang diberikan FIFA.
LakeyBanget
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sejarah Baru Tercipta
Simak detail kemenangan dramatis Spanyol di final Piala Dunia 2026. La Roja sukses mengukir sejarah ganda sebagai juara putra dan putri dunia!
Monitorday.com – Spanyol mengukir babak baru dalam sejarah sepak bola dunia. Kemenangan dramatis 1-0 atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB, bukan sekadar menghadirkan trofi, tetapi juga menempatkan La Roja sebagai negara pertama yang secara bersamaan menggenggam gelar juara Piala Dunia putra dan putri.
Prestasi monumental itu menegaskan dominasi Spanyol di panggung sepak bola internasional. Setelah tim putri lebih dahulu menguasai dunia, kini giliran tim putra menyempurnakan supremasi dengan menggulingkan juara bertahan Argentina dalam laga yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.
Kemenangan Spanyol lahir melalui perjuangan panjang. Selama lebih dari 100 menit, pasukan Luis de la Fuente dibuat frustrasi oleh disiplin pertahanan Argentina dan penampilan gemilang Emiliano Martinez di bawah mistar. Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106 ketika La Roja mencetak gol penentu yang memastikan trofi Piala Dunia kembali ke Negeri Matador.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan regenerasi sepak bola Spanyol. Luis de la Fuente sukses memadukan energi pemain muda dengan pengalaman para senior sepanjang turnamen. Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, Pau Cubarsí, Rodri, dan Dani Olmo tampil sebagai fondasi utama yang membawa La Roja mencapai puncak dunia.
Pada laga final, Spanyol tampil lebih dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka menguasai jalannya pertandingan lewat permainan menyerang berbasis penguasaan bola yang menjadi identitas tim. Meski berulang kali digagalkan Emiliano Martinez, tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada babak tambahan waktu.
Kemenangan ini bukan hanya mengakhiri perjuangan Argentina mempertahankan mahkota juara dunia, tetapi juga mempertegas posisi Spanyol sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol konsisten melahirkan generasi pemain berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi tanpa kehilangan filosofi permainan yang telah menjadi ciri khas mereka.
Rekor sebagai negara pertama yang menjuarai Piala Dunia putra dan putri secara bersamaan menjadi warisan bersejarah yang sulit ditandingi. Lebih dari sekadar gelar, pencapaian ini menandai keberhasilan sistem pembinaan Spanyol dalam melahirkan generasi emas baru yang mampu menguasai panggung sepak bola dunia.
LakeyBanget
Mantap! Mariano Peralta Resmi Gabung Persib Bandung
Mariano Peralta resmi merapat ke Persib Bandung, membawa ekspektasi tinggi setelah tampil gemilang musim lalu. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kualitas lini serang dan kedalaman skuad Maung Bandung.
Monitorday.com – Persib Bandung mengirim pesan tegas kepada para rival jelang musim baru. Juara bertahan Super League itu resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, yang musim lalu tampil gemilang bersama Borneo FC Samarinda.
Kepastian bergabungnya Peralta diumumkan Persib pada Minggu (19/7), sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menjadi salah satu isu terpanas di bursa transfer paruh musim.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut kedatangan pemain berusia 28 tahun tersebut dengan optimisme tinggi.
“Wilujeng sumping, Mariano Peralta. Selamat datang di keluarga besar Persib dan di Kota Bandung. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Adhitia.
Kehadiran Peralta diyakini akan menjadi suntikan kualitas bagi lini serang Persib. Selain menghadirkan kreativitas dan ketajaman di area depan, pemain asal Argentina itu juga diproyeksikan memperkuat kedalaman skuad Maung Bandung yang akan menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Asia.
Menurut Adhitia, membangun tim yang memiliki kualitas merata menjadi kebutuhan utama jika Persib ingin tetap bersaing di berbagai ajang musim depan.
“Persib membangun skuad yang tidak hanya kompetitif dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki kedalaman yang memadai untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Kami optimistis Mariano dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tim selama dua musim ke depan,” katanya.
Peralta bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sejak bergabung ke Super League pada 2024, ia langsung menjelma sebagai salah satu pemain paling berpengaruh. Puncaknya terjadi musim lalu ketika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Super League berkat torehan impresif 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC Samarinda.
Dengan rekam jejak tersebut, eks bintang Pesut Etam itu kini memikul ekspektasi besar untuk membawa Persib mempertahankan dominasi di kompetisi nasional sekaligus berbicara lebih jauh di pentas Asia.
LakeyBanget
Pelatih Spanyol Ogah Man-Marking Messi di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Luis de la Fuente menjelaskan alasan di balik keputusan Spanyol untuk tidak menerapkan man-marking terhadap Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026. Ia memilih kekuatan kolektif.
Monitorday.com – Ancaman Lionel Messi kembali menghantui Spanyol jelang final Piala Dunia 2026. Namun, pelatih La Furia Roja, Luis de la Fuente, memastikan timnya tidak akan menerapkan strategi man-marking terhadap kapten Argentina tersebut, meski memiliki pengalaman pahit saat menghadapi sang megabintang.
Spanyol akan menantang Argentina pada partai puncak Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Di tengah sorotan yang kembali mengarah kepada Messi, De la Fuente memilih mengandalkan kekuatan kolektif ketimbang memberikan tugas khusus kepada satu pemain untuk mengawal peraih delapan Ballon d’Or itu.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. De la Fuente pernah merasakan langsung bagaimana strategi pengawalan individu terhadap Messi justru berakhir menjadi mimpi buruk.
“Saya akan menceritakan kisah lucu tentang Messi. Saya bertemu Lionel Messi sewaktu saya melatih Sevilla di División de Honor dan kami bertanding melawan Barcelona di ajang Copa del Rey,” ujar De la Fuente, dikutip dari The Guardian, Minggu (19/7).
Kala itu, Sevilla sengaja menugaskan satu pemain untuk mengikuti pergerakan Messi sepanjang pertandingan. Strategi tersebut sempat berjalan sesuai rencana.
“Kami bertandang ke Barcelona. Mereka berbicara yang bagus-bagus soal bocah bernama Messi. Jadi kami menempatkan seorang pemain untuk melakukan man-marking padanya. Pada menit ke-70 skornya masih 0-0,” kenangnya.
Namun, semuanya berubah ketika pemain yang bertugas mengawal Messi menerima kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar. Tanpa penjagaan ketat, Messi langsung menunjukkan kelasnya.
“Saat mereka memberi kartu kuning pada pemain yang mengawalnya, saya pun menarik pemain itu keluar. Dan dalam 15 menit, Messi mencetak empat gol,” ungkap De la Fuente sambil mengundang tawa awak media yang menghadiri konferensi pers.
Meski pengalaman tersebut masih membekas, pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan Spanyol tidak akan mengulang strategi serupa di laga final.
“Apakah itu artinya kami akan melakukan man-marking pada Messi? Tidak. Apa itu artinya kami akan mengawasinya? Ya, tetapi dengan cara yang sama seperti mereka mengawasi para pemain kami,” tegasnya.
De la Fuente menilai menghadapi pemain sekelas Messi tidak cukup hanya dengan membebankan tanggung jawab kepada satu pemain. Menurutnya, organisasi permainan yang solid, disiplin, dan kerja sama antarlini menjadi kunci utama untuk meredam pengaruh sang kapten Argentina.
Pendekatan itu akan menjadi ujian besar bagi Spanyol. Pasalnya, Messi datang ke final dengan performa luar biasa setelah mencetak delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen, sekaligus menjadi otak permainan yang mengantar Argentina kembali menembus partai puncak.
Kini, tantangan terbesar La Furia Roja bukan sekadar menghentikan seorang Lionel Messi, melainkan memutus pengaruh pemain yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit. Final Piala Dunia 2026 pun dipastikan menjadi panggung duel antara disiplin kolektif Spanyol dan magis sang legenda hidup Argentina.
LakeyBanget
Sederet Artis Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?
Piala Dunia 2026 akan hadirkan halftime show perdana dengan deretan artis papan atas dunia. Simak siapa saja yang akan memeriahkan panggung spektakuler tersebut.
Monitorday.com – Final Piala Dunia 2026 tak hanya akan menentukan siapa raja baru sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen terbesar FIFA itu, partai puncak akan diselingi halftime show megah yang menghadirkan sederet musisi kelas dunia dalam sebuah panggung hiburan berskala global.
Pertunjukan yang akan digelar saat jeda babak pertama itu menjadi terobosan baru FIFA dalam menghadirkan pengalaman berbeda bagi miliaran penonton di seluruh dunia. Konsep ini pertama kali diumumkan pada 2024 dan akhirnya resmi diwujudkan pada final Piala Dunia 2026.
FIFA menggandeng organisasi Global Citizen sebagai mitra penyelenggara, sementara vokalis Coldplay, Chris Martin, dipercaya sebagai kurator artistik yang bertugas menyusun konsep pertunjukan sekaligus menentukan para penampil.
Deretan nama besar industri musik dipastikan meramaikan panggung bersejarah tersebut. Line-up resmi yang diumumkan FIFA meliputi Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, Burna Boy, Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus yang akan tampil bersama Coldplay.
Menjelang laga final, atmosfer pertunjukan mulai terasa setelah Shakira dan Burna Boy membagikan cuplikan latihan melalui media sosial. Video tersebut memperlihatkan persiapan panggung megah dan koreografi yang tengah dimatangkan untuk penampilan mereka.
FIFA menyebut halftime show ini dirancang sebagai perpaduan antara sepak bola, musik, dan aksi sosial dalam satu panggung, sekaligus membuka babak baru bagi penyelenggaraan final Piala Dunia yang selama ini berlangsung tanpa hiburan khusus saat jeda pertandingan.
Meski daftar lagu belum diumumkan secara lengkap, sejumlah bocoran mulai bermunculan. BTS dijadwalkan membawakan lagu Permission to Dance, sementara Shakira dan Burna Boy diperkirakan akan menyanyikan lagu kolaborasi Dai Dai, mengacu pada cuplikan latihan yang telah mereka unggah.
Sementara itu, para penampil lainnya masih menyimpan rapat materi yang akan dibawakan pada malam puncak. Kerahasiaan tersebut semakin meningkatkan antusiasme publik terhadap halftime show perdana yang diprediksi menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Dengan memadukan pertandingan final dan konser para superstar dunia dalam satu panggung, FIFA berharap final Piala Dunia 2026 tak hanya dikenang karena perebutan trofi, tetapi juga sebagai momentum lahirnya tradisi baru yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan pesan kemanusiaan di hadapan miliaran pasang mata.
LakeyBanget
Juarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri Komentar Begini
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses meraih gelar Japan Open 2026, mengalahkan ganda putra nomor satu dunia. Ini adalah trofi pertama mereka di tahun 2026.
Monitorday.com – Penantian panjang akhirnya terbayar. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengakhiri puasa gelar dengan cara paling meyakinkan setelah menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada final Japan Open 2026, Minggu (19/7).
Dalam duel berintensitas tinggi yang menyajikan pertarungan kelas elite, Fajar/Fikri tampil lebih disiplin dan efektif untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung, 21-19 dan 21-17. Gelar di Tokyo menjadi trofi pertama mereka sepanjang 2026 sekaligus mengakhiri penantian hampir satu tahun sejak terakhir kali berjaya di China Open 2025.
“Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” ujar Fajar.
Lebih dari sekadar prestasi di lapangan, kemenangan ini juga memiliki makna emosional bagi pasangan pelatnas PBSI tersebut. Fajar mempersembahkan gelar perdananya setelah menikah untuk sang istri.
“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” kata Fajar.
Sementara itu, Fikri menyebut trofi di Jepang sebagai buah dari kesabaran yang selama ini ia jalani bersama orang-orang terdekat yang terus memberikan dukungan.
“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujar Fikri.
Keberhasilan menumbangkan Kim/Seo tak diraih dengan mudah. Fajar mengakui pasangan Korea Selatan memiliki pertahanan luar biasa dan kemampuan menghidupkan kembali bola-bola sulit, sehingga memaksa mereka tampil nyaris tanpa cela.
“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan, punya pertahanan yang sangat luar biasa. Tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa mewaspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi,” tutur Fajar.
Fikri menambahkan, kunci kemenangan terletak pada kekompakan, komunikasi, serta keberhasilan menjalankan strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan.
“Mereka bukan lawan yang mudah, mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid, lebih dominan menerapkan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner dan pelatih pun berjalan sangat baik, sehingga semua yang disiapkan bisa terlaksana dari awal sampai akhir,” kata Fikri.
Gelar Japan Open 2026 bukan hanya menambah koleksi prestasi Fajar/Fikri, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa pasangan andalan Indonesia itu telah kembali ke jalur juara. Kemenangan atas pasangan terbaik dunia menjadi modal penting untuk menatap turnamen-turnamen besar berikutnya dengan kepercayaan diri yang kembali menyala.
