Connect with us

News

Mendikdasmen: Literasi Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kemampuan membaca dan menulis saja tak lagi cukup untuk menghadapi perubahan zaman. Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), teknologi digital, hingga krisis lingkungan, literasi dituntut menjadi kemampuan untuk memahami realitas, berpikir kritis, dan mengambil keputusan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Literasi adalah fondasi bagi Indonesia Emas 2045. Bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, peduli lingkungan, dan sejahtera,” kata Abdul Mu’ti saat membuka Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 bertema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, literasi tak boleh lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca teks. Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk “membaca dunia”—memahami persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan, lalu menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendorong perubahan.

Tuntutan itu semakin besar di tengah perubahan teknologi dan sosial yang berlangsung cepat. Masyarakat menghadapi banjir informasi, disrupsi digital, kecerdasan artifisial, serta ancaman krisis lingkungan.

Karena itu, literasi harus mencakup kemampuan menilai informasi secara kritis, merefleksikan konten yang dikonsumsi, memverifikasi informasi, dan terus belajar sepanjang hayat.

“Tidak sekadar menerima informasi, tetapi menelaah, mempertanyakan, dan memverifikasi,” ujarnya.

Tantangan literasi, kata Abdul Mu’ti, bukan hanya soal menghadapi teknologi baru. Di tingkat global, kesenjangan literasi dasar masih menjadi persoalan besar.

Mengutip data UNESCO, sekitar 739 juta pemuda dan orang dewasa di dunia belum memiliki keterampilan literasi dasar. Sementara itu, empat dari 10 siswa secara global belum mencapai tingkat kemahiran minimum membaca pada akhir pendidikan dasar.

Abdul Mu’ti mengingatkan angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya terdapat jutaan orang yang belum sepenuhnya memperoleh hak dasar untuk belajar, memahami lingkungan, dan mengembangkan potensi diri.

Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan gerakan literasi selama enam dekade. Tahun ini menandai 60 tahun sejak Hari Aksara Internasional pertama kali diperingati pada 1966.

Menurut Abdul Mu’ti, momentum tersebut perlu digunakan untuk melihat capaian literasi sekaligus merumuskan agenda baru yang relevan dengan era digital dan kecerdasan artifisial.

Tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera” menjadi kerangka yang ditawarkan untuk memperluas gerakan literasi di Indonesia. Abdul Mu’ti menyebutnya sebagai konsep 3S yang sederhana, mudah diingat, sekaligus kontekstual.

Sesama menekankan pentingnya memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari kesempatan belajar. Pendidikan inklusif, literasi kritis, dan dialog antargenerasi menjadi bagian dari upaya tersebut.

Semesta mengarahkan literasi untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan. Literasi iklim, konservasi, dan praktik hidup berkelanjutan perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Adapun Sejahtera berkaitan dengan kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup. Literasi finansial, kewirausahaan, kecakapan hidup, dan keterampilan digital menjadi bagian penting agar masyarakat mampu bekerja, berkarya, dan hidup lebih baik.

“Tema 3S ini menjadi rumah gerakan yang ringkas, mudah diingat, dan kontekstual bagi satuan pendidikan, komunitas, dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menegaskan pembangunan masyarakat yang literat tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Gerakan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Satuan pendidikan, keluarga, pemerintah daerah, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), sanggar kegiatan belajar (SKB), taman bacaan masyarakat, forum pendidikan nonformal dan informal (PNFI), komunitas literasi, organisasi masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, media, hingga pegiat pendidikan dinilai memiliki peran penting.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para pegiat literasi yang terus membuka ruang belajar di berbagai daerah, termasuk di wilayah dengan keterbatasan fasilitas.

“Kalian adalah garda terdepan yang menghidupkan literasi di tengah masyarakat, di pelosok desa, di ruang belajar sederhana, dan di tengah segala keterbatasan yang ada,” tuturnya.

Peringatan Hari Aksara Internasional 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Momentum tersebut didorong menjadi gerakan nyata melalui berbagai kegiatan literasi di daerah dan komunitas.

Abdul Mu’ti menilai kegiatan literasi tidak harus berskala besar. Yang lebih penting, kegiatan tersebut dekat dengan persoalan warga dan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.

Dengan melibatkan warga belajar, keluarga, dan komunitas, literasi diharapkan tidak berhenti sebagai program pemerintah, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sekaligus gerakan sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

PISA 2025: Skor Naik, Tantangan Pendidikan Indonesia Belum Usai

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com –  Indonesia mencatat kenaikan skor literasi membaca dan sains dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. Keduanya naik enam poin dibandingkan hasil 2022, di tengah semakin banyaknya anak usia 15 tahun yang bertahan dalam sistem pendidikan formal.

Kenaikan ini menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan lonjakan akses pendidikan. Coverage Index Indonesia meningkat dari 0,46 pada PISA 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025.

Dengan kata lain, cakupan anak usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal hampir berlipat ganda dalam lebih dari dua dekade. Perkembangan tersebut menunjukkan perluasan partisipasi pendidikan tidak otomatis diikuti penurunan capaian pembelajaran.

PISA 2025 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melibatkan 91 negara/ekonomi dan lebih dari 760 ribu murid. Ini merupakan jumlah partisipasi terbesar sejak PISA pertama kali digelar pada 2000.

“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin dalam Ngopi dan Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025, Selasa (8/9/2026).

Sains menjadi salah satu capaian yang menonjol dalam PISA 2025. Skor Indonesia meningkat dari 383 pada 2022 menjadi 389, atau naik enam poin.

Kenaikan yang sama terjadi pada literasi membaca, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika Indonesia berada di angka 364.

Kenaikan skor sains dinilai penting karena domain tersebut menjadi fokus utama PISA 2025. Hasil itu menunjukkan adanya perkembangan kemampuan murid Indonesia dalam memahami pengetahuan sekaligus menggunakan penalaran ilmiah.

Kemajuan Indonesia juga tidak semata-mata tercermin dari angka. OECD mencatat murid Indonesia memiliki tingkat keingintahuan yang relatif tinggi dan menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri.

Mereka juga mencatat capaian relatif lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan sejumlah kemampuan pada mata pelajaran konvensional. Murid Indonesia pun lebih sering terpapar pembelajaran yang mengajarkan cara menilai kredibilitas konten buatan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lain.

Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher mengapresiasi perkembangan tersebut. Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan yang juga dialami banyak negara: memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Akses Pendidikan Hampir Berlipat Ganda

Coverage Index menjadi salah satu indikator penting untuk membaca perubahan sistem pendidikan Indonesia.

Ketika pertama mengikuti PISA pada 2003, indeks tersebut berada di level 0,46. Dua puluh dua tahun kemudian, angkanya mencapai 0,90.

Artinya, semakin banyak anak Indonesia yang bertahan dalam sistem pendidikan hingga usia 15 tahun dan masuk dalam cakupan asesmen PISA.

Perjalanan tersebut juga dibarengi perubahan dalam pelaksanaan asesmen. Sejak 2018, Indonesia sepenuhnya beralih dari paper based test (PBT) ke computer based test (CBT).

Namun, perluasan akses bukanlah garis akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyaknya anak yang bersekolah diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

Hasil PISA 2025 pun menjadi salah satu pijakan Kemendikdasmen untuk menentukan arah kebijakan pendidikan berikutnya.

Empat Strategi Kemendikdasmen

Kemendikdasmen menyiapkan empat strategi sebagai tindak lanjut hasil PISA 2025.

Pertama, memperkuat kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta peningkatan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk coding dan kecerdasan artifisial.

Kedua, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter murid.

Ketiga, mengharmoniskan Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar yang menjadi salah satu aspek penting dalam kerangka PISA.

Keempat, memperkuat peran keluarga melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan kemitraan orang tua dalam mendukung pembelajaran mendalam.

Empat strategi tersebut menunjukkan bahwa capaian PISA tidak ditempatkan sekadar sebagai perlombaan mengejar angka. Kemampuan bernalar, kemandirian belajar, literasi digital, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi sasaran yang lebih luas.

Untuk menopang agenda tersebut, Kemendikdasmen menyediakan berbagai platform pembelajaran dan asesmen yang dapat dimanfaatkan guru dan murid secara mandiri, antara lain Perangkat Ajar Ruang GTK, Ruang Murid, serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik.

Dengan demikian, PISA 2025 bukan hanya menjadi rapor posisi Indonesia dalam asesmen pendidikan internasional. Hasil tersebut sekaligus menjadi ujian berikutnya: bisakah perluasan akses pendidikan terus berjalan tanpa mengorbankan kualitas, dan bisakah kenaikan skor diterjemahkan menjadi kemampuan nyata murid menghadapi dunia yang berubah cepat?

Continue Reading

News

Hukum Komoditas Berjangka dalam Perspektif Syariah

Transaksi komoditas berjangka memiliki perbedaan hukum menurut mekanisme akadnya, sehingga tidak semua bentuk perdagangan berjangka dapat langsung dinilai halal atau haram.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Perdagangan komoditas berjangka menjadi salah satu instrumen yang berkembang dalam sistem keuangan modern, tetapi mekanismenya menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Menurut Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), transaksi jual beli harus memenuhi ketentuan syariah, termasuk kejelasan objek, akad, harga, serta terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir. Karena itu, hukum komoditas berjangka perlu dilihat berdasarkan struktur dan mekanisme transaksi yang digunakan.

Dasar umum dalam muamalah terdapat dalam QS Al-Baqarah ayat 275, yang menegaskan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Al-Qur’an juga memberikan prinsip penting mengenai transaksi tidak tunai dalam QS Al-Baqarah ayat 282, yang memerintahkan agar transaksi utang piutang untuk jangka waktu tertentu dicatat dengan jelas. Kedua ayat tersebut menjadi landasan bahwa perdagangan pada dasarnya diperbolehkan, tetapi mekanisme dan akadnya harus memenuhi ketentuan syariah.

Dalil lain yang relevan adalah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan HR Muslim, “Barang siapa membeli makanan, janganlah ia menjualnya hingga ia menerimanya.” Hadis tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam pembahasan kepemilikan dan qabdh (penguasaan) barang sebelum barang dijual kembali. Dalam konteks komoditas berjangka, persoalan apakah komoditas benar-benar dimiliki dan dikuasai oleh pihak yang menjual menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Masalah muncul apabila kontrak berjangka hanya menjadi sarana spekulasi atas perubahan harga tanpa adanya transaksi komoditas yang memenuhi ketentuan syariah. Jika transaksi mengandung gharar (ketidakjelasan yang terlarang), maisir (spekulasi/perjudian), atau riba, maka terdapat persoalan syariah yang serius. Allah SWT melarang maisir dalam QS Al-Ma’idah ayat 90, sementara Rasulullah SAW melarang transaksi yang mengandung gharar sebagaimana diriwayatkan oleh HR Muslim.

Namun, konsep perdagangan berjangka tidak serta-merta identik dengan perjudian. Dalam fikih muamalah terdapat akad-akad yang memungkinkan transaksi dengan penyerahan barang pada waktu kemudian, dengan persyaratan tertentu. Salah satunya adalah akad salam, yaitu pembayaran dilakukan di muka sedangkan barang diserahkan kemudian dengan spesifikasi yang jelas. Rasulullah SAW membolehkan akad salam dengan ketentuan ukuran, timbangan, dan waktu penyerahan harus diketahui, sebagaimana hadis riwayat HR Bukhari dan Muslim.

Perbedaan tersebut menunjukkan pentingnya membedakan antara komoditas berjangka yang memiliki struktur akad syariah dan kontrak futures konvensional yang mekanismenya tidak memenuhi ketentuan syariah. Dalam praktik pasar modern, aspek seperti margin, leverage, penyelesaian secara tunai (cash settlement), kepemilikan aset, serta mekanisme short selling dapat memengaruhi penilaian hukumnya.

Di Indonesia, perdagangan komoditas berjangka berada dalam kerangka regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sementara dari perspektif syariah, penilaian tidak cukup hanya melihat nama instrumennya, tetapi harus memeriksa akad, objek transaksi, mekanisme pembayaran, penyerahan, serta risiko yang ditanggung para pihak. Dengan pendekatan tersebut, transaksi yang memenuhi prinsip jual beli syariah dapat dibedakan dari transaksi yang dominan mengandung spekulasi.

Karena itu, umat Islam yang ingin bertransaksi komoditas berjangka perlu memahami akad dan mekanisme produknya secara rinci, bukan hanya melihat label “komoditas” atau “syariah”. Menurut DSN-MUI, prinsip dasar muamalah adalah kebolehan transaksi selama tidak terdapat dalil yang melarangnya dan selama unsur-unsur yang dilarang syariah dapat dihindari. Dengan demikian, hukum komoditas berjangka bersifat kasuistis, bergantung pada bentuk akad dan praktik transaksinya.

Catatan: Pembahasan ini merupakan perspektif umum fikih muamalah, bukan fatwa untuk kontrak tertentu. Untuk menentukan status syariah suatu produk futures secara spesifik, kontrak dan mekanisme produknya perlu diperiksa berdasarkan fatwa DSN-MUI serta ketentuan regulator yang berlaku.

Continue Reading

News

Muslim Eropa Capai 46 Juta, Demografi Benua Terus Berubah

Data terbaru Pew Research Center menunjukkan sekitar 46 juta Muslim tinggal di Eropa pada 2020, sementara perubahan agama terbesar justru terjadi pada penurunan populasi Kristen dan meningkatnya kelompok tidak beragama.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Data terbaru Pew Research Center menunjukkan bahwa Muslim merupakan sekitar 6% penduduk Eropa pada 2020, dengan jumlah sekitar 46 juta jiwa. Angka tersebut meningkat 16% dibandingkan 2010. Namun, gambaran demografi keagamaan Eropa perlu ditempatkan secara lebih tepat: Muslim merupakan kelompok agama terbesar kedua setelah Kristen, tetapi kelompok religiously unaffiliated atau tidak beragama juga jauh lebih besar, sekitar 25% populasi Eropa.

Perubahan paling besar selama 2010–2020 justru terjadi pada kelompok Kristen dan masyarakat yang tidak berafiliasi dengan agama. Jumlah Kristen turun 9% menjadi sekitar 505 juta, sedangkan kelompok tidak beragama meningkat 37% menjadi sekitar 190 juta. Proporsi Kristen turun menjadi 67%, sementara kelompok tidak beragama meningkat menjadi 25%. Pew mencatat perubahan tersebut terutama berkaitan dengan proses religious switching, ketika orang yang dibesarkan sebagai Kristen kemudian mengidentifikasi diri sebagai tidak beragama.

Dari sisi demografi, Muslim merupakan kelompok agama dengan median usia paling muda di Eropa, yakni sekitar 34 tahun. Sebagai perbandingan, median usia Kristen sekitar 45 tahun dan Yahudi sekitar 53 tahun. Struktur usia yang lebih muda menjadi salah satu faktor yang membuat populasi Muslim memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dibandingkan sejumlah kelompok agama yang lebih tua.

Migrasi juga menjadi faktor penting. Pew memperkirakan bahwa dari peningkatan sekitar 6,2 juta jumlah Muslim di Eropa antara 2010 dan 2020, sekitar 3,5 juta merupakan Muslim yang lahir di luar Eropa. Hampir 1 juta di antaranya berasal dari Suriah. Pertumbuhan karena migrasi terutama terlihat di negara seperti Swedia, Austria dan Jerman yang menerima banyak pengungsi Suriah.

Angka 46 juta Muslim tersebut juga perlu dipahami sebagai estimasi untuk tahun 2020, bukan angka aktual 2026. Studi Pew yang diterbitkan pada 2025 menggunakan data sensus dan survei hingga 2020; Pew tidak menyajikan angka resmi 2026 yang dapat langsung menggantikan estimasi tersebut. Karena itu, klaim bahwa jumlah Muslim Eropa pada 2026 sudah mencapai 46–50 juta sebaiknya disebut sebagai perkiraan, bukan angka resmi terbaru Pew.

Sementara itu, proyeksi Pew yang sering dikutip mengenai 2050 masih menggunakan skenario yang dibuat berdasarkan kondisi 2016. Dalam skenario tanpa migrasi, proporsi Muslim diproyeksikan mencapai 7,4%; dalam skenario migrasi menengah menjadi 11,2%; dan dalam skenario migrasi tinggi mencapai 14%. Pew menekankan bahwa ketiga angka tersebut merupakan skenario, bukan prediksi pasti, karena kebijakan migrasi, kondisi ekonomi, dan arus pengungsi sangat sulit dipastikan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, transformasi demografi keagamaan Eropa bukan semata-mata cerita tentang pertumbuhan Islam. Fenomena yang lebih besar adalah kombinasi pertumbuhan Muslim, penurunan proporsi Kristen, dan meningkatnya kelompok tidak beragama. Perubahan tersebut akan memengaruhi kebijakan pendidikan, migrasi, integrasi sosial, kebebasan beragama, serta hubungan antar-komunitas di Eropa dalam beberapa dekade mendatang.

Continue Reading

News

Revitalisasi dan Digitalisasi, Mengubah Ruang Belajar dan Membuka Harapan Baru

Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan membuka akses pembelajaran baru, terutama di wilayah 3T.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran tidak hanya menghadirkan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga membawa perubahan yang dirasakan langsung oleh satuan pendidikan di berbagai daerah. Ruang belajar yang lebih nyaman, fasilitas yang semakin layak, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi bagian dari perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pada 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Pada tahun yang sama, pemerintah juga mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.

Alhamdulillah tahun 2025 revitalisasi 16.167 satuan pendidikan berjalan dengan lancar, demikian pula distribusi IFP ke sekolah-sekolah. Budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan kebijakan Kemendikdasmen dalam rangka menumbuhkan iklim belajar yang humanis, inklusif, dan partisipatif. Dan program revitalisasi juga merupakan bagian dari fasilitas yang tidak terpisahkan dengan gerakan yang dicanangkan Bapak Presiden yaitu membangun budaya ‘ASRI’ (Aman, Sehat, Resik, dan Indah),” ujar Mendikdasmen.

Dampak program juga dirasakan di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Deivy Regar, mengatakan revitalisasi menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, sementara digitalisasi membuka akses dan pengalaman pembelajaran baru bagi peserta didik di wilayah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Menurutnya, keberlanjutan digitalisasi perlu diiringi peningkatan kapasitas guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Program revitalisasi pendidikan ini sangat bermanfaat dan sangat terasa sekali untuk satuan pendidikan yang ada di kabupaten kami, program ini menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman untuk guru maupun peserta didik di sekolah kami, digitalisasi juga itu membawa dampak yang sangat baik, membawa suasana yang baru untuk anak-anak kami khususnya kami di daerah 3T. Dengan adanya bantuan digitalisasi ini membuat peserta didik kami lebih belajar dan membuka akses serta suasana baru dengan yang selama ini pembelajarannya bersifat konvensional, sekarang dengan adanya digitalisasi anak-anak kami bisa lebih mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi,” ujar Deivy.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program revitalisasi dan digitalisasi menjadi harapan baru untuk meningkatkan pemerataan kualitas pembelajaran. “Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan ini adalah harapan baru bagi kita, khususnya anak-anak pedalaman di Kalimantan Tengah. Di mana dengan adanya program revitalisasi dan digitalisasi itu bisa menyamaratakan kualitas pembelajaran antara yang di kota, pedesaan, maupun pedalaman,” ujar Reza.

Salah satu praktik yang dikembangkan adalah Kelas Digital Huma Betang untuk mengatasi keterbatasan guru melalui pembelajaran hibrida. Didukung konektivitas internet dan perangkat Starlink yang diberikan pemerintah provinsi, guru dapat mengajar peserta didik dari lokasi berbeda, termasuk untuk mata pelajaran yang sebelumnya kekurangan tenaga pengajar.

Di Provinsi Banten, perubahan program revitalisasi terlihat dari kondisi fisik sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan atau belum memiliki ruang kelas yang memadai. Setelah mendapatkan revitalisasi, peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang lebih nyaman dan kondusif. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan revitalisasi memberikan perubahan nyata bagi sejumlah sekolah di wilayahnya. Pemanfaatan IFP turut mendukung pembelajaran interaktif di sekolah-sekolah Banten, termasuk menghubungkan guru dengan peserta didik yang belajar dari rumah.

“Provinsi Banten Alhamdulillah di tahun kemarin mendapatkan 110 sekolah penerima manfaat revitalisasi. Saya cukup bangga melihat sekolah-sekolah yang tadinya di daerah selatan seperti Lebak, Pandeglang, termasuk di kota juga, sekolah yang rusak, tidak punya RKB (Ruang Kelas Baru), sekarang anak-anak kita sekolah dengan nyaman dan kondusif. Pak Gubernur sangat mendukung terkait dengan program revitalisasi ini, bahkan didukung juga dengan kegiatan dari APBD Provinsi Banten,” ujar Jamaluddin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, Papua, Ertinus, mengatakan revitalisasi menjadi harapan bagi sekolah-sekolah di wilayahnya, terutama setelah daerah tersebut menghadapi konflik berkepanjangan. Menurut Ertinus, pengembangan digitalisasi di Intan Jaya masih menghadapi tantangan jaringan internet dan ketersediaan listrik. Karena itu, dukungan terhadap digitalisasi perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan agar teknologi yang diberikan dapat benar-benar digunakan oleh satuan pendidikan.

Continue Reading

News

Kemenkeu Usulkan Pagu Anggaran 2027 Sebesar Rp49,80 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan usulan pagu anggaran Kemenkeu 2027 sebesar Rp49,80 triliun di DPR. Anggaran ini dirancang untuk mendukung tugas kementerian dan prioritas pembangunan nasional.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com –  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu anggaran Tahun Anggaran (TA) 2027 sebesar Rp49,80 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Usulan pagu tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan dengan agenda Pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menkeu Purbaya menjelaskan, pagu anggaran Kementerian Keuangan TA 2027 dirancang berdasarkan kebutuhan pelaksanaan tugas kementerian dalam menjalankan fungsi pengelolaan keuangan negara sekaligus mendukung pencapaian prioritas pembangunan nasional.  “Pagu Anggaran Kementerian Keuangan TA 2027 diusulkan sebesar Rp49,801 triliun,” ujar Menkeu Purbaya.

Berdasarkan fungsi, alokasi anggaran tersebut terdiri atas fungsi pelayanan umum sebesar Rp45,504 triliun, fungsi ekonomi sebesar Rp300,44 miliar, serta fungsi pendidikan sebesar Rp3,996 triliun.

Alokasi terbesar pada fungsi pelayanan umum mencerminkan peran Kementerian Keuangan dalam memastikan penyelenggaraan pengelolaan keuangan negara berjalan efektif, akuntabel, dan mampu memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, alokasi pada fungsi ekonomi diarahkan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan penguatan perekonomian nasional. Adapun fungsi pendidikan mendukung pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian Keuangan di bidang pendidikan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Menurut Menkeu, penyusunan pagu anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kapasitas Kementerian Keuangan dalam menjalankan fungsi strategisnya, terutama dalam menjaga kesehatan dan stabilitas fiskal di tengah dinamika perekonomian. “Alokasi ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal, memperkuat layanan publik, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Kementerian Keuangan selanjutnya akan terus memperkuat kualitas perencanaan dan penganggaran agar setiap alokasi belanja memberikan manfaat optimal bagi perekonomian dan masyarakat. Pengelolaan anggaran juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara.

Dalam rapat kerja tersebut, Kementerian Keuangan memohon persetujuan Komisi XI DPR RI terhadap usulan Pagu Anggaran Kementerian Keuangan TA 2027 sebesar Rp49.801.124.984.000, yang terdiri atas fungsi pelayanan umum sebesar Rp45.504.233.048.000, fungsi ekonomi sebesar Rp300.440.932.000, dan fungsi pendidikan sebesar Rp3.996.451.004.000.

Pembahasan dan persetujuan anggaran tersebut menjadi bagian penting dalam rangka memastikan pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan pada 2027 berjalan optimal dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

Kementerian Keuangan menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR RI atas perhatian, dukungan, dan kerja sama dalam proses pembahasan RKA Kementerian Keuangan TA 2027.

Continue Reading

News

Dampak Abu Anak Krakatau Ditangani Terpadu, Pemerintah Siapkan OMC-Pantau Tsunami

Pemerintah mengkoordinasikan penanganan dampak abu vulkanik Anak Krakatau. Upaya terpadu mencakup operasi modifikasi cuaca dan pemantauan tsunami.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah terus memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus mempercepat penanganan dampaknya terhadap masyarakat dan aktivitas penerbangan. Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, aktivitas erupsi menunjukkan kecenderungan menurun, sementara penanganan sebaran abu vulkanik terus dilakukan secara terpadu.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin (07/09/2026).

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan bahwa kondisi erupsi Anak Krakatau per hari ini telah menurun. Berdasarkan pengamatan BNPB, tingkat erupsi saat ini juga lebih rendah dibandingkan peristiwa erupsi pada 2018.

“Menurut kami BNPB per hari ini, untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018, di mana di 2018 itu terjadi sama, hampir sama, tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026,” ujarnya.

Meski demikian, sebaran abu vulkanik sempat berdampak terhadap empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan, serta mengganggu operasional penerbangan. BNPB mencatat delapan bandara terdampak penutupan akibat sebaran abu Anak Krakatau. Di sisi lain, hingga saat laporan disampaikan tidak terdapat korban jiwa, kerusakan, maupun daerah yang menetapkan status kedaruratan.

Untuk mengurangi dampak abu vulkanik, BNPB bersama BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna memicu hujan agar abu dapat lebih cepat luruh. Operasi disiapkan dari sejumlah titik, termasuk Pondok Cabe, Kertajati, serta Semarang sebagai alternatif apabila kondisi penerbangan di wilayah sekitar Selat Sunda belum memungkinkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan perkembangan positif dari pola angin. Pada berbagai lapisan ketinggian, arah angin telah bergeser ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga tidak lagi mengarah ke tenggara seperti sebelumnya. BMKG juga memprakirakan adanya potensi awan dan hujan ringan hingga sedang pada 9–12 September 2026 yang akan diperkuat melalui OMC bersama BNPB.

“Kami sudah memantau bahwa kira-kira di tanggal 9 hingga 12 September 2026 ini akan ada potensi awan dan juga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, khususnya di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Untuk itu nanti akan kami pertebal dengan OMC bersama dengan BNPB,” ujar Kepala BMKG.

BMKG juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, yang ditunjuk oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), sebagai bagian dari pemantauan dan penyesuaian informasi meteorologi penerbangan.

Pemantauan di lapangan juga menunjukkan perkembangan positif. Hasil paper test di empat bandara, yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, dan Budiarto Curug, telah menunjukkan hasil negatif terhadap debu vulkanik.

“Untuk Soekarno-Hatta ini empat kali berturut-turut paper test-nya telah menunjukkan hasil negatif, artinya tidak ada debu vulkanik yang terpantau dari paper test ini. Hal ini terus kami komunikasikan dengan VAAC yang ada di Darwin agar sigmetnya (significant meteorological information) dapat dipulihkan,” ungkapnya.

Selain dampak terhadap penerbangan, BMKG juga terus memantau potensi tsunami. Sebanyak 20 perangkat pemantauan tsunami telah dipasang di sekitar Selat Sunda dan hingga saat ini tidak ditemukan anomali kenaikan muka air laut yang berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Pemantauan turut diperkuat dengan sensor seismograf dan high frequency radar untuk mendeteksi kemungkinan perubahan kondisi laut secara cepat.

Di sektor pelayaran, koordinasi juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Notice to mariners telah diterbitkan dengan pembatasan aktivitas kapal dalam radius tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau selama status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Pemerintah memastikan seluruh perkembangan Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, bersamaan dengan upaya menjaga keamanan penerbangan dan pelayaran serta memastikan sistem peringatan dini tsunami tetap bekerja optimal.

Melalui OMC, pemantauan selama 24 jam, dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah terus berupaya menekan dampak erupsi sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

Continue Reading

News

Wamen Fajar Resmikan Susi Environmental School, Tumbuhkan Murid Cinta Alam dan Dirgantara

Wamen Fajar meresmikan Susi Environmental School di Pangandaran, mengapresiasi komitmen SES memajukan pendidikan dengan menanamkan kecintaan pada alam dan dirgantara.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sebagai bagian dari rangkaian acara Pangandaran Airshow 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), turut Fajar Riza Ul Haq meresmikan Susi Environmental School (SES). Pada kesempatan ini, Wamen Fajar mengapresiasi langkah besar SES memajukan mutu pendidikan di Pangandaran dengan mendorong murid untuk mencintai alam dan bidang dirgantara.

“Atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan investasi besar ibu Susi Pudjiastuti dalam bidang pembangunan sumber daya manusia. Dengan aktivitas murid yang sebagian besar di luar ruang, kami berharap akan tumbuh rasa kecintaan mereka terhadap lingkungan, alam, dan berimplikasi pada kemajuan Pangandaran di masa mendatang,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, saat meresmikan SES, di Pangandaran, Sabtu (5/9).

Dalam sambutannya, Wamen Fajar menilai kehadiran SES menjadi kontribusi dari masyarakat dunia swasta untuk membangun pusat keunggulan pendidikan di Pangandaran. Ia menyebut, saat ini sangat penting menumbuhkan rasa kecintaan alam dan lingkungan kepada murid di tengah perkembangan teknologi serta bahaya pengaruh negatif smartphone. “Selamat untuk ibu Susi dan tim, semoga sekolah ini menjadi warna baru dan pendorong mutu pendidikan di Jawa Barat, khususnya Pangandaran,” terang Wamen Fajar.

Sementara itu, selaku Pendiri SES, Susi Pudjiastuti, mengucapkan terima kasih atas perhatian penuh Kemendikdasmen dalam proses pendirian dan peresmian SES. Baginya, Indonesia memiliki banyak keindahan dan potensi sumber daya yang dapat dimaksimalkan dengan menyambungkan antar pulau melalui bidang kedirgantaraan.

“Dengan peresmian ini, pekerjaan kami tentunya masih panjang dan banyak. Keinginan saya ke depan agar para murid kamu tidak hanya belajar tentang alam, lingkungan, dan kedirgantaraan, namun juga bidang lainnya seperti aviation engginering dan pelayaran,” papar Susi.

Peresmian ini turut dimeriahkan dengan penampilan murid SES yang menyanyikan lagu Nenek Moyangku. Selain itu, acara ini juga menampilkan murid SES yang mempresentasikan hasil pembelajaran terkait pemahaman alam melalui jenis-jenis hewan.

Continue Reading

News

Perampingan BUMN Dipercepat, Prabowo Targetkan Efisiensi Rp100 Triliun

Pemerintah Prabowo Subianto mempercepat perampingan BUMN, menargetkan efisiensi Rp100 triliun dengan membubarkan 700 entitas hingga 2026. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi untuk meningkatkan tata kelola dan produktivitas.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (4/9), bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Agenda utama diskusi meliputi percepatan hilirisasi dan penataan serta perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara signifikan.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana ambisius pemerintah untuk membubarkan 700 BUMN tambahan hingga akhir Desember 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi yang telah berjalan, di mana 290 BUMN sebelumnya telah ditutup, diklaim menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.

Pertemuan tersebut mengidentifikasi percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis vital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat iklim investasi, dan pada akhirnya menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia secara keseluruhan.

Lebih lanjut, dibahas pula kemajuan pelaksanaan instruksi Presiden terkait penataan dan perampingan BUMN. Sekretariat Kabinet melalui informasi yang diunggah di akun Instagram mereka menyatakan bahwa hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup sebagai bagian dari upaya konsolidasi.

Pembahasan juga berfokus pada target pemerintah untuk menutup 700 BUMN lainnya. Penutupan ini diharapkan selesai pada akhir Desember 2026, sebagai bagian integral dari proses perampingan dan konsolidasi BUMN yang lebih luas demi efisiensi operasional.

Melalui restrukturisasi BUMN yang berkesinambungan ini, Presiden Prabowo Subianto berharap negara dapat mencapai efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun. Target ini menyoroti komitmen pemerintah untuk meningkatkan tata kelola dan produktivitas entitas milik negara.

Continue Reading

News

Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Garuda Batalkan Rute Jakarta-Bandung-Lampung

Garuda Indonesia batalkan rute Jakarta, Bandung, dan Lampung akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penumpang diimbau memantau status penerbangan dan memanfaatkan opsi perubahan jadwal atau refund.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Garuda Indonesia membatalkan sementara seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga Senin (7/9/2026) pukul 12.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional sejumlah bandara.

Garuda Indonesia menyatakan seluruh penerbangan yang terdampak pembatalan meliputi rute dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta; Bandara Husein Sastranegara, Bandung; serta Bandara Radin Inten II, Lampung.

“Seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung yang terjadwal hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB dibatalkan,” demikian keterangan Garuda Indonesia melalui akun Instagram resminya, Minggu (6/9).

Penerbangan yang dijadwalkan setelah pukul 12.00 WIB pada Senin (7/9) akan kembali dilayani secara bertahap. Namun, pelaksanaannya bergantung pada kondisi masing-masing bandara, arahan otoritas, serta terpenuhinya seluruh persyaratan keselamatan penerbangan.

Garuda meminta penumpang dengan penerbangan terdampak untuk memantau status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara. Maskapai juga menyediakan pilihan perubahan jadwal perjalanan atau pengembalian dana penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sebelumnya membuat delapan bandara di sekitar wilayah terdampak menghentikan sementara operasional dengan durasi berbeda.

Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo menyampaikan status penutupan delapan bandara hingga Minggu (6/9) pukul 18.35 WIB.

  • Bandara Soekarno-Hatta (CGK): ditutup pukul 02.08-23.59 WIB.
  • Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): ditutup pukul 07.20-23.59 WIB.
  • Bandara Radin Inten II (TKG): ditutup pukul 04.18-23.59 WIB.
  • Bandara Husein Sastranegara (BDO): ditutup pukul 12.07 hingga Senin (7/9) pukul 06.00 WIB.
  • Bandara Budiarto Curug (RTO): ditutup pukul 06.48 hingga Senin (7/9) pukul 06.59 WIB.
  • Bandara Pondok Cabe (PCB): ditutup pukul 10.05-23.59 WIB.
  • Bandara Taufik Kiemas (TFY): ditutup pukul 11.30-23.59 WIB.
  • Bandara Atung Bungsu (PXA): ditutup pukul 13.34-17.00 WIB.

Untuk mengantisipasi dampak penutupan bandara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan tiga bandara alternatif bagi maskapai yang membutuhkan lokasi pendaratan.

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah; dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

Penutupan sejumlah bandara ini dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu penerbangan. Operasional akan kembali disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan keputusan otoritas terkait.

Continue Reading

News

Sekolah Terdampak Berat Abu Vulkanik Diminta PJJ, Bagaimana dengan Sekolah Terdampak Ringan?

Kemendikdasmen merilis panduan baru bagi sekolah terdampak abu vulkanik. Prioritas utama adalah keselamatan siswa dan pendidik, dengan opsi PJJ untuk daerah berat dan tatap muka ketat untuk daerah ringan.

Umar Satiri

Published

on

Jakarta; Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan arahan terkait keberlangsungan pembelajaran setelah erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Sekolah yang berada di wilayah dengan dampak abu vulkanik berat dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring.

Sementara itu, sekolah di wilayah yang terdampak ringan tetap dapat menyelenggarakan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan secara ketat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan keselamatan dan kesehatan murid serta pendidik menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan di tengah situasi darurat.

“Keselamatan bagi murid dan kesehatan bagi murid dan para pendidik serta pendidikan itu menjadi prioritas utama. Jadi karena prioritas, maka kalau memang dinyatakan oleh otoritas yang berwenang bahwa daerah itu memang sangat berbahaya, ya jangan dilakukan pembelajaran di sekolah,” kata Mu’ti dalam konferensi pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, yang disiarkan melalui kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu (6/9/2026).

Wilayah terdampak berat

Kemendikdasmen menyebut sejumlah wilayah mengalami dampak signifikan akibat abu vulkanik. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Serang, Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan.

Sekolah di wilayah dengan dampak berat tersebut dianjurkan mengalihkan kegiatan belajar ke rumah melalui sistem daring atau PJJ. Pembelajaran juga dapat dilakukan di lokasi tertentu yang dinilai aman dengan memanfaatkan sarana pembelajaran daring.

“Di daerah yang terdampak berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring atau PJJ,” ujar Mu’ti.

Arahan tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana serta Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pembelajaran dalam Situasi Darurat.

Wilayah terdampak ringan tetap belajar di sekolah

Berbeda dengan wilayah yang terdampak berat, satuan pendidikan di daerah yang tidak terdampak secara langsung masih dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Namun, sekolah diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya dengan mewajibkan penggunaan masker, menutup pintu dan jendela, serta meniadakan aktivitas pembelajaran maupun kegiatan lain di luar ruangan.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi angin yang dinamis dan berpotensi membawa material vulkanik ke wilayah lain. Karena itu, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menentukan pelaksanaan kebijakan sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

Jam belajar dapat disesuaikan

Dalam situasi darurat tersebut, sekolah tidak diwajibkan memenuhi durasi jam belajar seperti kondisi normal.

Alokasi dan durasi pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, sehingga satuan pendidikan memiliki fleksibilitas dalam mengatur kegiatan belajar.

Siswa mendapat materi mitigasi bencana

Selain materi dalam kurikulum reguler, peserta didik juga akan mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana.

Materi tersebut diberikan untuk membantu siswa memahami langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus menjaga ketenangan, keselamatan, dan kesehatan diri.

Adapun pelaksanaan PJJ diserahkan kepada pemerintah daerah. Menurut Mu’ti, pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi aktual serta perkembangan sebaran abu vulkanik di wilayahnya.

“Jadi mulainya besok ya, mulainya besok (Senin, 7 September 2026). Dan memang yang paling tahu keadaan di daerah adalah otoritas pemerintah yang ada di daerah,” kata Mu’ti.

Continue Reading
News2 menit ago

PISA 2025: Skor Naik, Tantangan Pendidikan Indonesia Belum Usai

News30 menit ago

Mendikdasmen: Literasi Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Review12 jam ago

Agentic AI Masuk ke Enterprise Workflow

News14 jam ago

Hukum Komoditas Berjangka dalam Perspektif Syariah

News14 jam ago

Muslim Eropa Capai 46 Juta, Demografi Benua Terus Berubah

LakeyBanget21 jam ago

Kiper Muda Liverpool Langsung Bersinar di Genk

LakeyBanget23 jam ago

WhatsApp Setop HP Android Lawas Mulai Besok

News23 jam ago

Revitalisasi dan Digitalisasi, Mengubah Ruang Belajar dan Membuka Harapan Baru

News23 jam ago

Kemenkeu Usulkan Pagu Anggaran 2027 Sebesar Rp49,80 Triliun

News23 jam ago

Dampak Abu Anak Krakatau Ditangani Terpadu, Pemerintah Siapkan OMC-Pantau Tsunami

News24 jam ago

Wamen Fajar Resmikan Susi Environmental School, Tumbuhkan Murid Cinta Alam dan Dirgantara

Review1 hari ago

Google Cloud Perketat Kendali Biaya AI Agentik di Perusahaan

Review1 hari ago

MCP Menjadi Fondasi Konektivitas Agentic AI

LakeyBanget1 hari ago

Abu Anak Krakatau Ancam Paru-paru, Ini Imbauan Dokter

LakeyBanget1 hari ago

OpenAI Rilis GPT-6 Astra, Klaim AI Paling Cerdas

LakeyBanget1 hari ago

Begini Cara Bersihkan Abu Vulkanik di Bodi Mobil

Review2 hari ago

AI Agent Beralih dari Copilot ke Autonomous Workflow

News2 hari ago

Perampingan BUMN Dipercepat, Prabowo Targetkan Efisiensi Rp100 Triliun

News2 hari ago

Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Garuda Batalkan Rute Jakarta-Bandung-Lampung

News2 hari ago

Sekolah Terdampak Berat Abu Vulkanik Diminta PJJ, Bagaimana dengan Sekolah Terdampak Ringan?