Connect with us

LakeyBanget

Barcelona Resmi Boyong Winger Borussia Dortmund

Barcelona mengamankan Karim Adeyemi dari Dortmund dengan kontrak hingga 2031. Kecepatan Adeyemi diharapkan membawa dimensi baru bagi lini serang Blaugrana di bawah Hansi Flick.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Barcelona mengirim sinyal kuat bahwa regenerasi lini depan telah dimulai. Raksasa Catalan itu resmi mengamankan tanda tangan winger tim nasional Jerman, Karim Adeyemi, dari Borussia Dortmund pada bursa transfer musim panas 2026.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis Kamis, Barcelona memastikan telah mencapai kesepakatan dengan Borussia Dortmund. Adeyemi diikat kontrak jangka panjang hingga 2031 sebagai bagian dari proyek baru di bawah arahan pelatih Hansi Flick.

“FC Barcelona dan Borussia Dortmund telah mencapai kesepakatan untuk transfer penyerang Karim Adeyemi, yang telah menandatangani kontrak bersama klub hingga 2031,” tulis Barcelona dalam pernyataan resminya.

Meski kedua klub memilih merahasiakan nilai transfer, sejumlah media Eropa melaporkan Barcelona menggelontorkan dana sekitar 22 juta euro atau setara Rp414 miliar, ditambah bonus berbasis performa serta klausul pembagian keuntungan apabila pemain tersebut dijual kembali di masa mendatang.

Adeyemi meninggalkan Dortmund setelah empat musim yang penuh dinamika. Sejak direkrut dari Red Bull Salzburg pada 2022, pemain berusia 24 tahun itu tampil dalam 146 pertandingan di seluruh kompetisi dan menyumbangkan 36 gol, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu penyerang sayap tercepat di Eropa.

Transfer ini juga menjadi reuni antara Adeyemi dan Hansi Flick. Sang pelatih merupakan sosok yang memberikan debut senior kepada Adeyemi bersama tim nasional Jerman, hubungan yang kini kembali terjalin di Camp Nou dengan harapan mampu mengeluarkan potensi terbaik sang pemain.

Kecepatan menjadi senjata utama Adeyemi. Ia pernah mencatatkan rekor kecepatan Bundesliga dengan sprint mencapai 36,65 kilometer per jam saat membawa Dortmund menang telak 5-1 atas Freiburg pada musim 2022/23, sebuah statistik yang mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain tercepat di kompetisi tersebut.

Adeyemi menjadi rekrutan ofensif kedua Barcelona pada musim panas ini setelah lebih dulu mendatangkan Anthony Gordon dari Newcastle United. Kehadiran dua pemain berkarakter cepat menunjukkan arah baru permainan Blaugrana yang mengandalkan intensitas, transisi cepat, dan agresivitas di sektor sayap.

Perombakan itu tidak lepas dari perubahan besar di lini depan Barcelona. Robert Lewandowski telah mengakhiri kiprahnya di Camp Nou setelah menerima pinangan klub Major League Soccer, Chicago Fire. Sementara Marcus Rashford kembali ke Manchester United usai masa peminjamannya berakhir.

Dengan kombinasi usia muda, kecepatan eksplosif, dan pengalaman di level tertinggi Eropa, Karim Adeyemi kini memikul harapan besar untuk menjadi wajah baru kebangkitan Barcelona dalam membangun era berikutnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LakeyBanget

My FanCam, Senjata AI Baru Samsung Bikin Video Serasa Direkam Kamerawan Pribadi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan fitur kecerdasan artifisial (AI) terbaru, My FanCam, yang hadir eksklusif di Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah satu rekaman video menjadi konten yang fokus pada satu subjek secara otomatis tanpa perlu merekam ulang.

My FanCam bekerja langsung melalui aplikasi Galeri Samsung. Pengguna cukup merekam seluruh adegan, kemudian memilih subjek yang ingin ditonjolkan. Galaxy AI selanjutnya akan melacak setiap pergerakan subjek, menyesuaikan komposisi gambar, serta memangkas video ke rasio yang diinginkan sehingga hasilnya siap dibagikan ke media sosial dengan proses editing yang jauh lebih sederhana.

Head of MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, mengatakan pengguna kini tidak perlu lagi sibuk mengarahkan kamera saat momen berlangsung.

“Rekam saja semuanya. Selama semua masuk frame, Galaxy AI lewat My FanCam akan mengeditnya setelah perekaman selesai,” ujar Ilham di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, AI akan mengikuti pergerakan subjek layaknya seorang kamerawan profesional. Saat objek bergerak ke kanan, kiri, atau berpindah tempat, sistem secara otomatis menjaga fokus tetap berada pada orang yang dipilih.

Samsung menyebut fitur ini dirancang untuk berbagai situasi dinamis, seperti konser, pertandingan olahraga, hingga pertunjukan. Pengguna cukup merekam seluruh panggung, lalu menentukan siapa yang ingin dijadikan fokus saat proses penyuntingan. Fitur yang sama juga dinilai ideal untuk merekam aktivitas sehari-hari, seperti anak yang sedang tampil atau berlari.

Dalam praktiknya, My FanCam memanfaatkan teknik crop cerdas dari video asli untuk mempertahankan fokus pada subjek. Karena itu, Samsung menyarankan pengguna merekam dengan resolusi dan frame rate (FPS) tertinggi agar kualitas video tetap terjaga, terutama ketika objek berada jauh dari kamera.

Cara menggunakannya pun sederhana. Setelah merekam video, pengguna membuka aplikasi Galeri, memilih video, mengetuk ikon Galaxy AI, lalu memilih menu My FanCam. Sistem akan mendeteksi orang-orang di dalam frame, dan pengguna tinggal memilih subjek serta rasio video sebelum menyimpan hasil akhirnya.

Berbeda dengan banyak fitur AI generatif yang memanipulasi atau menambahkan objek ke dalam gambar, My FanCam hanya mengoptimalkan rekaman yang sudah ada. AI berperan sebagai “kamerawan virtual” yang menjaga fokus pada satu subjek tanpa mengubah isi video.

Konsep video bergaya fancam memang bukan hal baru. Namun, Samsung menjadi salah satu vendor pertama yang menghadirkannya secara terintegrasi di aplikasi penyuntingan bawaan smartphone. Hingga saat ini, fitur serupa belum tersedia secara native di perangkat Google maupun Apple, menjadikan My FanCam sebagai salah satu inovasi AI paling menarik di lini Galaxy Z terbaru.

Continue Reading

LakeyBanget

Putri KW Siapkan Resep Jitu Kontra Tomoka di Semifinal China Open

Hendi Firdaus

Published

on

[domain_càpital] – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengalihkan fokus penuh ke perempat final China Open 2026 dengan mewaspadai permainan ulet wakil Jepang, Tomoka Miyazaki.

Laga delapan besar akan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Jumat (24/7/2026). Putri menilai duel melawan Tomoka bakal menjadi ujian berat sehingga membutuhkan konsistensi permainan dan mental yang kokoh.

“Besok bertemu Tomoka, harus lebih teguh dan perkuat pola pikir. Waspada dengan bola atas dan keuletan dia,” ujar Putri, dikutip dari keterangan resmi PBSI, Kamis (23/7/2026).

Putri melaju ke perempat final setelah menaklukkan wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan, dua gim langsung 21-17 dan 21-14. Meski menang meyakinkan, ia mengaku sempat kehilangan fokus sehingga lawan mampu memangkas ketertinggalan.

“Itu karena fokus pikiran saya sudah sedikit menurun. Harus diakui, agak lepas poin permainannya walau akhirnya bisa balik lagi,” katanya.

Menghadapi Tomoka, Putri menilai kunci kemenangan terletak pada kemampuan menjaga konsentrasi dan menghindari bola-bola yang mudah diserang lawan. Menurutnya, pebulu tangkis Jepang itu memiliki pukulan yang kuat dan justru nyaman saat diajak bermain menyerang.

“Dia kekuatan tangannya bagus. Jadi memang, tidak boleh asal buang bola. Ketika saya banyak menyerang, dia malah lebih suka begitu. Kuncinya, harus menjauh-jauhkan bola dari jangkauan dia,” ujarnya.

Rekor pertemuan kedua pemain juga menunjukkan persaingan yang ketat. Dari lima duel terakhir, Putri unggul tipis dengan tiga kemenangan, sementara Tomoka mengoleksi dua kemenangan.

Modal tersebut memberi kepercayaan diri bagi Putri untuk memburu tiket semifinal. Namun, Tomoka tetap menjadi ancaman serius jika mampu menampilkan permainan terbaiknya. Kemenangan akan membawa Putri selangkah lebih dekat ke perebutan gelar China Open 2026.

Continue Reading

LakeyBanget

Bukan Ancaman, AI Buka Profesi Baru

Wamenekraf Irene Umar menekankan bahwa AI bukan ancaman, tetapi pencipta profesi baru seperti prompt engineer. Ini adalah peluang bagi industri kreatif untuk ekspansi global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan kecerdasan artifisial (AI) bukan ancaman bagi lapangan kerja, melainkan peluang yang melahirkan profesi-profesi baru di era digital.

Pernyataan itu disampaikan Irene saat peluncuran Google AI Economic Impact Report di Jakarta, Kamis. Menurutnya, perkembangan AI justru menciptakan jenis pekerjaan yang sebelumnya tidak pernah ada.

Salah satu contohnya adalah prompt engineer, profesi yang bertugas menyusun instruksi atau prompt agar AI mampu menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan pengguna. Irene menyebut pekerjaan ini bahkan tidak selalu mensyaratkan gelar sarjana.

“AI tidak akan menggantikan pekerjaan, tetapi AI akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya,” ujar Irene.

Ia menekankan kualitas hasil AI sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam memberikan instruksi yang jelas. Tanpa arahan yang tepat, AI tidak akan mampu menghasilkan output sesuai harapan.

Karena itu, Irene mendorong pelaku industri kreatif, pengembang aplikasi, dan kreator konten memanfaatkan AI serta analisis data untuk memperluas pasar hingga tingkat global. Menurutnya, adopsi AI harus diukur secara berkelanjutan agar dampaknya terhadap pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah ekonomi dapat dipetakan secara akurat.

Irene juga mengingatkan pelaku ekonomi kreatif agar tidak hanya membidik pasar domestik. Indonesia, katanya, harus tampil sebagai kreator yang mampu bersaing dan mengekspor produk maupun inovasi ke pasar internasional.

“Jangan hanya melihat Indonesia sebagai pasar, tetapi sebagai kreator dan kekuatan pendorong yang mampu mengekspor apa yang kita miliki ke pasar global,” tegasnya.

Continue Reading

LakeyBanget

Elon Musk Bakal Garap Film AI “The Odyssey”

Elon Musk mengumumkan Grok Imagine akan memproduksi film The Odyssey sepenuhnya dengan AI. Proyek ini berpotensi mengubah lanskap produksi film di Hollywood.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Elon Musk kembali mengguncang dunia teknologi dan industri hiburan. Pendiri perusahaan kecerdasan buatan xAI itu mengumumkan bahwa Grok Imagine tengah dipersiapkan untuk memproduksi film layar lebar The Odyssey, sebuah proyek yang diklaim akan dikerjakan hampir sepenuhnya menggunakan kecerdasan artifisial (AI).

Melalui unggahannya di platform X pada Kamis (23/7/2026), Musk menyatakan film tersebut ditargetkan selesai sebelum akhir 2026. Ia menegaskan adaptasi berbasis AI itu akan tetap setia pada kisah epik karya penyair Yunani kuno, Homer.

“Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai karya seni Homer,” tulis Musk.

Pengumuman itu disertai video pendek berdurasi sekitar tiga menit bertema The Odyssey yang dibuat menggunakan teknologi AI oleh salah seorang pengguna X. Video tersebut menjadi demonstrasi awal kemampuan Grok Imagine dalam menghasilkan visual sinematik, sekaligus memunculkan ekspektasi terhadap ambisi besar xAI di industri perfilman.

Apabila berhasil direalisasikan, proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu film layar lebar berbasis AI paling ambisius yang pernah diumumkan, sekaligus membuka babak baru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan untuk proses produksi film secara menyeluruh.

Pengumuman Musk juga kembali menghidupkan perbincangan mengenai film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan.

Sebelum film itu dirilis, Musk sempat menuai kontroversi setelah mengkritik keputusan Nolan memilih Lupita Nyong’o sebagai pemeran Helen dari Troya. Ia menuding pemilihan tersebut lebih didorong kepentingan penghargaan dibanding pertimbangan artistik.

Namun kritik itu tidak menghalangi laju film di bioskop. Produksi Universal Pictures tersebut justru mencatat pembukaan yang impresif dengan pendapatan sekitar 264 juta dolar AS pada akhir pekan pertama penayangannya. Film itu diproyeksikan terus meraup pendapatan besar dan berpeluang menjadi salah satu karya paling sukses sepanjang karier Christopher Nolan.

Rencana Musk menghadirkan The Odyssey versi AI menegaskan semakin agresifnya penetrasi kecerdasan buatan ke industri hiburan. Jika sebelumnya AI lebih banyak dimanfaatkan untuk efek visual, penyuntingan, atau optimalisasi produksi, kini teknologi tersebut mulai diarahkan sebagai motor utama penciptaan karya sinematik dari tahap awal hingga akhir.

Di balik peluang besar yang ditawarkan, langkah tersebut juga memicu perdebatan. Pendukung AI menilai teknologi ini mampu memangkas biaya produksi, mempercepat proses kreatif, dan melahirkan bentuk-bentuk ekspresi baru. Sebaliknya, kalangan pelaku industri menyoroti potensi persoalan hak cipta, orisinalitas karya, hingga ancaman terhadap profesi kreatif yang selama ini menjadi fondasi dunia perfilman.

Terlepas dari pro dan kontra, langkah Elon Musk menunjukkan bahwa persaingan AI tidak lagi hanya terjadi di sektor teknologi, tetapi kini mulai merambah panggung Hollywood dengan ambisi mengubah cara film diproduksi di masa depan.

Continue Reading

LakeyBanget

Kemenpora-New York University Teken MoU Bangun Ekosistem Olahraga Indonesia Berkelas Dunia

Kemenpora dan New York University menandatangani MoU strategis untuk mengembangkan olahraga nasional. Kerja sama ini fokus pada manajemen, riset, dan peluang pendidikan demi kemajuan olahraga Indonesia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencetak langkah strategis bersejarah dalam memperkuat kerja sama internasional untuk mengembangkan olahraga Indonesia, dengan menjalin kolaborasi dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University (NYU).

NYU merupakan sebuah institusi pendidikan dan riset terkemuka yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, manajemen, bisnis, kebijakan serta inovasi di bidang olahraga global, pada Selasa (21/7) waktu setempat.

Penandatanganan kesepahaman ini dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dan Angie Kamath selaku Dekan NYU School of Professional Studies. Lahirnya kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi kedua institusi dalam membangun kolaborasi di bidang diplomasi olahraga, pendidikan manajemen olahraga, pengembangan kepemudaan, serta riset inovatif di bidang olahraga.

MOU ini juga membuka peluang kerja sama dengan Kemenpora untuk mengirimkan atlet berprestasi mengikuti pendidikan di Preston Robert Tisch Institute for Global Sport, New York University.

Menurut Menpora Erick, sejak mendapat amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utamanya adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan ekosistem olahraga Indonesia berkembang secara berkelanjutan., agar terwujud kedigdayaan bangsa melalui peningkatan prestasi olahraga, sekaligus menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketika Presiden Prabowo menunjuk saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, salah satu prioritas utama saya adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan ekosistem olahraga Indonesia berkembang,” ujarnya.

Menpora menegaskan bahwa paradigma pembangunan olahraga harus diperluas, tidak lagi dipandang hanya sebagai sarana mencetak prestasi, tetapi juga sebagai sektor industri yang memiliki dampak ekonomi yang besar.

“Olahraga bukan sekadar tentang mengembangkan potensi atlet dan memenangkan kompetisi. Olahraga juga telah menjadi industri yang kuat yang menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempromosikan masyarakat yang lebih sehat,” terang Menpora Erick.

Karena itu, Kemenpora terus mendorong terciptanya ekosistem olahraga yang semakin terbuka terhadap investasi dan mampu mengembangkan industri olahraga nasional, termasuk sport tourism.

“Tujuan kami jelas, yakni menciptakan ekosistem olahraga yang lebih terbuka dan ramah investasi, mendorong pertumbuhan industri olahraga dan pariwisata olahraga, serta mengubah cara pandang masyarakat Indonesia terhadap olahraga. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai sumber pengeluaran, tetapi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sebagaimana telah terbukti di Amerika Serikat,” jelasnya.

Selain kerja sama di bidang riset dan pengembangan olahraga, Menpora juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan New York University melalui pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Menpora berharap NYU dapat menjajaki peluang pendirian program studi profesional di Indonesia, khususnya pada bidang bisnis olahraga, manajemen olahraga, dan disiplin ilmu terkait yang saat ini semakin dibutuhkan seiring pesatnya perkembangan industri olahraga nasional.

“Indonesia memiliki kebutuhan yang terus meningkat terhadap tenaga profesional di bidang bisnis dan manajemen olahraga. Saya percaya New York University dapat memainkan peran penting dalam menyiapkan generasi baru pemimpin olahraga Indonesia.”

Menpora menegaskan, Kemenpora siap memfasilitasi berbagai langkah yang diperlukan apabila NYU berminat mengembangkan program akademik tersebut di Indonesia.

“Jika New York University tertarik menjajaki peluang ini, pintu kami selalu terbuka. Kami akan dengan senang hati membantu memfasilitasi proses tersebut dan menghubungkan dengan berbagai mitra strategis di Indonesia,” ujar Menpora.

Melalui kerja sama ini, Kemenpora berharap transfer pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi riset dan inovasi dapat semakin memperkuat transformasi ekosistem olahraga Indonesia menuju industri olahraga yang modern, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Continue Reading

LakeyBanget

Parlemen Prancis Setujui Larangan Medsos untuk Anak, Pertama di Uni Eropa

Prancis resmi melarang anak di bawah 15 tahun mengakses media sosial. Aturan ini bertujuan melindungi anak dari risiko digital dan akan segera diberlakukan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Parlemen Prancis resmi menyetujui rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah usia 15 tahun memiliki akses ke media sosial. Kebijakan ini menjadi langkah tegas pemerintah untuk melindungi anak dari dampak negatif platform digital terhadap kesehatan mental, keselamatan, dan tumbuh kembang mereka.

Dilansir Engadget, Selasa (21/7) waktu setempat, regulasi tersebut kini tinggal menunggu persetujuan Dewan Konstitusi Prancis sebelum resmi diberlakukan. Jika lolos, Prancis akan menjadi negara pertama di Uni Eropa yang menerapkan larangan media sosial bagi anak di bawah 15 tahun, menyusul langkah serupa yang lebih dulu diambil Australia pada 2024.

Aturan baru ini tidak hanya membatasi akses anak terhadap media sosial, tetapi juga memperketat penggunaan perangkat digital di lingkungan pendidikan. Regulasi tersebut mencakup larangan penggunaan telepon seluler di sekolah serta pengaturan yang lebih ketat terhadap praktik periklanan di platform digital.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan, pemerintah Prancis akan mewajibkan platform digital menerapkan sistem verifikasi usia guna memastikan pengguna telah memenuhi batas usia sebelum membuat akun media sosial. Meski demikian, mekanisme verifikasi yang akan digunakan masih dalam tahap pembahasan.

Penentuan standar verifikasi usia diperkirakan akan menjadi kewenangan Otoritas Regulasi Komunikasi Audiovisual dan Digital Prancis (ARCOM), yang juga akan mengawasi pelaksanaan aturan tersebut.

Presiden Emmanuel Macron menyambut baik persetujuan parlemen atas regulasi tersebut. Melalui unggahan di platform X, Macron berharap aturan itu dapat mulai diterapkan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru pada September mendatang.

Sebelumnya, Macron juga mendorong agar pembahasan dan pengesahan regulasi tersebut dipercepat sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi meningkatnya risiko penggunaan media sosial di kalangan anak-anak.

Prancis bukan satu-satunya negara yang bergerak memperketat akses media sosial bagi anak. Inggris telah membahas kebijakan serupa dan menerapkan sejumlah pembatasan melalui ketentuan verifikasi usia dalam Online Safety Act. Di sisi lain, Denmark tengah menyiapkan regulasi serupa, sementara Kanada pada Juni lalu memperkenalkan rancangan undang-undang yang melarang penggunaan media sosial bagi anak berusia 16 tahun ke bawah.

Langkah Prancis diperkirakan akan menjadi acuan baru bagi negara-negara Eropa dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak media sosial terhadap generasi muda.

Continue Reading

LakeyBanget

Stephen Curry Bikin Sejarah Baru, Hall of Fame Beri Penghormatan Langka untuk Sang Legenda Hidup

Stephen Curry menjadi pemain NBA aktif pertama yang diabadikan di Naismith Basketball Hall of Fame. Pameran permanennya akan menampilkan perjalanan karier dan dampaknya pada bola basket.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Stephen Curry kembali menorehkan sejarah. Megabintang Golden State Warriors itu resmi menjadi pemain NBA aktif pertama yang mendapatkan ruang pamer permanen di Naismith Basketball Hall of Fame, sebuah penghormatan langka yang menegaskan besarnya pengaruh sang legenda hidup terhadap perkembangan bola basket modern.

Pameran bertajuk Stephen Curry: Beyond the Arc akan dibuka untuk publik mulai 24 Juli 2026 di Naismith Basketball Hall of Fame, Springfield, Massachusetts, Amerika Serikat.

Dikutip dari laman resmi NBA, Rabu (22/7/2026), pencapaian ini menjadi tonggak bersejarah. Untuk pertama kalinya dalam hampir 75 tahun sejarah NBA, seorang pemain yang masih aktif bertanding memperoleh ruang pamer permanen di museum basket paling prestisius di dunia.

Pameran tersebut merupakan pengembangan dari galeri The Vault, salah satu area ikonik di Hall of Fame. Proyek ini digarap melalui kolaborasi antara Hall of Fame dan perusahaan milik Curry, Thirty Ink.

Tak hanya mengisahkan perjalanan gemilangnya di lapangan, Stephen Curry: Beyond the Arc juga menampilkan sisi lain sang bintang sebagai pengusaha, filantropis, hingga ayah dalam kehidupan keluarganya.

Pengunjung akan disuguhi beragam koleksi eksklusif yang mendokumentasikan perjalanan karier Curry, mulai dari memorabilia bersejarah, koleksi dari ajang Olimpiade, arsip dokumentasi, hingga berbagai momen penting yang membentuk salah satu karier paling gemilang dalam sejarah NBA.

Penghormatan tersebut semakin mengukuhkan Curry sebagai salah satu sosok paling berpengaruh di era modern bola basket. Revolusi permainan yang ia ciptakan melalui kemampuan tembakan tiga angka telah mengubah wajah NBA, memaksa banyak tim mengadaptasi strategi baru selama lebih dari satu dekade terakhir.

Rekam jejak Curry bersama Golden State Warriors menjadi fondasi penghargaan istimewa tersebut. Ia telah mengoleksi empat gelar juara NBA, dua penghargaan Most Valuable Player (MVP), 12 kali terpilih sebagai NBA All-Star, serta mempersembahkan medali emas Olimpiade bagi Amerika Serikat.

Di luar deretan trofi, Curry juga diakui sebagai penembak tripoin terbaik sepanjang sejarah NBA. Rekor demi rekor yang terus dipecahnya menjadikan namanya identik dengan perubahan besar dalam cara permainan basket modern dimainkan.

Kehadiran Stephen Curry: Beyond the Arc diharapkan menjadi destinasi utama bagi para pencinta basket yang ingin menyaksikan lebih dekat perjalanan, warisan, dan pengaruh salah satu ikon terbesar NBA yang hingga kini masih aktif bersinar di level tertinggi.

Continue Reading

LakeyBanget

Toiran Keluhkan Hal Ini Meski Indonesia Revans Atas Kamboja di SEA V Cup 2026

Pelatih Reidel Toiran menyatakan Toiran keluhkan voli Indonesia meski sukses membungkam Kamboja di SEA V Cup 2026. Evaluasi konsentrasi pemain menjadi sorotan utama.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Timnas voli putra Indonesia membuka leg kedua SEA V Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan usai membungkam Kamboja tiga set langsung 26-24, 25-15, dan 25-18 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Rabu (22/7/2026).

Hasil ini bukan hanya mengamankan tiga poin perdana, tetapi juga menjadi ajang balas dendam setelah Indonesia takluk dari Kamboja pada leg pertama SEA V Cup 2026.

Pelatih timnas Indonesia, Reidel Toiran, mengapresiasi penampilan anak asuhnya, namun menegaskan masih ada sejumlah evaluasi yang harus dilakukan. Menurutnya, konsentrasi pemain sempat menurun, terutama pada set pertama.

“Kunci kemenangan kita ada pada konsistensi variasi serangan dan komunikasi yang makin membaik dari set ke set. Ini modal bagus untuk menatap laga-laga berikutnya di putaran kedua ini,” ujar Reidel dalam keterangan resmi PBVSI.

Indonesia langsung menurunkan komposisi terbaik dengan Farhan Halim, Alvin Daniel, Hendra Kurniawan, Fauzan Nibras, Putra Bagus, Luvi Febrian, dan libero Rakha Abhinaya.

Pada set pembuka, Indonesia sempat mengendalikan permainan sebelum Kamboja bangkit dan menyamakan skor menjadi 18-18 lewat permainan impresif P Sarun, K Mom, dan Veasna. Namun, ketenangan skuad Merah Putih di poin-poin kritis memastikan kemenangan tipis 26-24.

Memasuki set kedua, Indonesia tampil jauh lebih dominan. Variasi serangan yang dibangun Farhan Halim dan kolega membuat Kamboja kesulitan keluar dari tekanan. Tuan rumah pun menutup set ini dengan kemenangan telak 25-15.

Perlawanan Kamboja kembali meningkat pada set ketiga. Sejumlah reli panjang tersaji dan sempat memanaskan atmosfer pertandingan. Meski demikian, Indonesia tetap tampil efektif, menjauh hingga unggul 17-12 sebelum mengunci kemenangan 25-18 sekaligus memastikan laga berakhir 3-0.

Outside hitter Indonesia, Luvi Febrian, menyebut kemenangan pada laga pembuka leg kedua menjadi suntikan motivasi bagi seluruh pemain.

“Hari ini kami dan teman-teman bisa mengambil kemenangan di pertandingan pertama,” kata Luvi, yang pernah berkarier selama tiga musim di Liga Voli Kamboja.

Tambahan tiga poin mengantarkan Indonesia ke puncak klasemen sementara Pool A leg kedua SEA V Cup 2026 sekaligus menjaga peluang besar melaju ke babak semifinal.

Di Pool B, Thailand juga memulai turnamen dengan hasil sempurna setelah mengalahkan Myanmar tiga set langsung 25-20, 25-9, dan 25-18 untuk memimpin klasemen sementara.

Jadwal pertandingan Kamis (23/7/2026):

Thailand vs Vietnam, pukul 15.30 WIB
Filipina vs Kamboja, pukul 19.00 WIB.

Continue Reading

LakeyBanget

Juara Dunia di Usia 19 Tahun, Lamine Yamal Kejar Mimpi Taklukkan Eropa

Lamine Yamal, 19 tahun, menargetkan trofi Liga Champions bersama Barcelona setelah mengantar Spanyol juara Piala Dunia. Simak ambisi besar bintang muda ini mengejar gelar paling bergengsi di Eropa.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Lamine Yamal belum berhenti mencetak sejarah. Setelah mengantarkan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, bintang muda Barcelona itu kini membidik satu trofi bergengsi yang masih belum pernah diraihnya, yakni Liga Champions.

Di usia 19 tahun, Yamal telah mengoleksi dua gelar terbesar bersama Timnas Spanyol, yakni Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pesepak bola dengan pencapaian paling impresif sebelum genap berusia 20 tahun.

Meski sukses di level internasional, Yamal mengaku masih memiliki ambisi besar bersama Barcelona.

“Saya mau juara Liga Champions bersama Barcelona,” ujar Yamal, dikutip dari Diario AS, Rabu (22/7/2026).

Sejauh ini, pemain jebolan akademi La Masia itu telah mengoleksi enam trofi bersama Barcelona, termasuk tiga gelar La Liga. Namun, trofi Liga Champions masih menjadi kepingan yang belum melengkapi koleksi prestasinya.

Target Yamal sejalan dengan ambisi Barcelona untuk kembali berjaya di Eropa. Klub asal Katalunya itu terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 2014/2015 dan hingga kini belum mampu mengakhiri penantian panjang tersebut.

Tak hanya di level klub, Yamal juga menegaskan belum puas dengan pencapaiannya bersama Timnas Spanyol. Meski sudah meraih gelar juara Eropa dan dunia, ia ingin terus menambah koleksi trofi internasional.

“Saya juga mau menangi gelar Piala Dunia dan Piala Eropa lagi. Saya belum selesai,” tegasnya.

Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menanjak, Yamal diproyeksikan menjadi tumpuan Barcelona dan Timnas Spanyol dalam beberapa tahun ke depan. Kini, Liga Champions menjadi target besar berikutnya yang ingin ia taklukkan.

Continue Reading

LakeyBanget

Enam Negara Resmi Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya

Enam negara telah mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia 2030. Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi tuan rumah turnamen tiga benua ini.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – FIFA memastikan enam negara telah mengamankan tempat di putaran final Piala Dunia 2030. Keenam negara tersebut lolos otomatis karena berstatus sebagai tuan rumah turnamen yang akan digelar di tiga benua sekaligus dalam rangka peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

Spanyol, Portugal, dan Maroko ditunjuk sebagai tuan rumah utama yang akan menggelar sebagian besar pertandingan sepanjang turnamen. Sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah masing-masing satu laga pembuka sebagai bagian dari perayaan seabad Piala Dunia FIFA.

Dengan status tersebut, keenam negara dipastikan tampil di putaran final tanpa harus mengikuti babak kualifikasi.

Piala Dunia 2030 menjadi edisi pertama yang diselenggarakan di enam negara yang tersebar di tiga benua, yakni Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Turnamen ini juga akan diikuti 48 negara peserta.

Berikut daftar enam negara yang telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2030:

– Spanyol, sebagai salah satu tuan rumah utama yang akan menggelar sejumlah pertandingan, termasuk fase gugur.

  • – Portugal, yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA.
  • Maroko, yang mencatat sejarah sebagai salah satu negara Afrika penyelenggara Piala Dunia bersama Spanyol dan Portugal.
  • Uruguay, yang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah salah satu laga pembuka sebagai penghormatan terhadap sejarah penyelenggaraan Piala Dunia pertama pada 1930.
  • Argentina, yang juga akan menggelar satu pertandingan pembuka dalam rangka peringatan 100 tahun Piala Dunia.
  • Paraguay, yang melengkapi daftar tuan rumah dengan menggelar satu laga pembuka sebelum turnamen berlanjut di Eropa dan Afrika.

Sesuai regulasi FIFA, seluruh negara penyelenggara berhak memperoleh tiket otomatis ke putaran final. Karena itu, Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay menjadi enam tim pertama yang dipastikan tampil di Piala Dunia 2030.

Sementara itu, 42 tiket tersisa akan diperebutkan melalui babak kualifikasi di masing-masing konfederasi hingga seluruh kuota 48 peserta terpenuhi.

Continue Reading