Connect with us

News

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Bisnis, Lahir dari Kepedulian Prabowo

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal tidak dirancang sebagai program bisnis.

Menurut Nanik, program tersebut lahir dari kepedulian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat, khususnya kelompok miskin.

Ia menceritakan bahwa gagasan MBG bermula dari pengalaman Prabowo pada 2012 ketika mengunjungi kawasan Cilincing di Jakarta. Saat itu Prabowo menyaksikan langsung warga yang mengais sisa makanan dari para buruh pabrik untuk dibawa pulang dan dimakan kembali bersama keluarga.

“Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak,” ujar Nanik dalam workshop bertajuk Penguatan Strategi Komunikasi dan Implementasi Kehumasan di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Nanik menjelaskan, program MBG dirancang sebagai investasi sosial dan kemanusiaan. Pada tahap awal pelaksanaannya, pemerintah membuka peluang kemitraan bagi berbagai lembaga untuk mengelola dapur penyedia makanan bergizi.

Prioritas kemitraan diberikan kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar lembaga-lembaga sosial yang selama ini membantu masyarakat juga mendapatkan dukungan untuk meningkatkan fasilitas mereka.

“Pak Prabowo berpikir yayasan-yayasan ini sudah membantu negara, tetapi sering kekurangan dana. Dengan adanya program ini, mereka bisa memperbaiki pesantren, sekolah, atau fasilitas sosial lainnya karena kebutuhan makan sudah dipenuhi negara,” kata Nanik.

Namun dalam perkembangannya, Nanik mengakui muncul sejumlah pihak yang memanfaatkan peluang tersebut dengan mendirikan yayasan hanya untuk mengelola dapur MBG.

Ia menyebut sebagian pihak bahkan mengelola beberapa dapur sekaligus dengan orientasi bisnis. Fenomena itu mulai terlihat ketika target perluasan program semakin besar.

Menurut Nanik, kondisi tersebut berpotensi memunculkan kecemburuan sekaligus menyimpang dari semangat awal program yang berorientasi sosial.

“Yang muncul bukan lagi yayasan sosial atau pendidikan, tetapi pengusaha berkedok yayasan karena orientasinya bisnis,” ujarnya.

Dalam beberapa kasus, kata Nanik, pengelolaan dapur lebih berfokus pada keuntungan sehingga fasilitas dan standar operasional tidak diperhatikan secara optimal.

Untuk menjaga tujuan awal program, BGN menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh mitra penyelenggara MBG.

Nanik menjelaskan kontrak kerja sama mitra pada dasarnya hanya berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi.

“Kalau ada yang hanya berpikir soal keuntungan, nanti akan kita hentikan. MBG harus kembali ke khitahnya sebagai program kemanusiaan dan investasi sosial,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan program sesuai pedoman teknis dan standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jalankan program sesuai koridor, ikuti juknis dan SOP yang sudah ditentukan,” kata Nanik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Mendikdasmen Soroti Fenomena “Scroll Society”, Singgung Soal Pembelajaran Mendalam

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti fenomena scroll society yang semakin melekat pada generasi muda di era digital. Kebiasaan terus menggulir informasi di perangkat digital tanpa memahami isi dan maknanya dinilai menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Mu’ti dalam ceramah ilmiah bertajuk “Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas Era 5.0” di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara di Jepara, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, sistem pendidikan nasional perlu bertransformasi agar tidak hanya berfokus pada pembelajaran di tingkat permukaan, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih mendalam melalui strategi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

“Banyak orang saat ini mahir mengusap layar, tetapi tidak selalu mencerna makna dari informasi yang dibaca. Kondisi ini berdampak pada rendahnya Digital Civility Index,” kata Mu’ti.

Ia menjelaskan fenomena tersebut juga berkaitan dengan cultural lag, yakni ketimpangan budaya ketika perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, tetapi tidak diimbangi dengan kedewasaan dalam perilaku digital masyarakat.

Mu’ti mengingatkan bahwa ketergantungan pada konten instan dapat memunculkan berbagai dampak negatif bagi generasi muda. Salah satunya adalah menurunnya kemampuan berpikir mendalam karena terbiasa menerima informasi singkat tanpa proses analisis.

Selain itu, generasi yang terlalu bergantung pada informasi instan dinilai cenderung kurang memiliki inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam menyelesaikan persoalan di kehidupan sehari-hari.

“Jika tidak diantisipasi, generasi muda bisa menjadi generasi yang mudah menyerah dan lebih memilih meluapkan keluhan di media sosial daripada mencari solusi nyata,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam proses belajar di sekolah.

Pendekatan ini menekankan pemahaman konsep secara komprehensif melalui tiga prinsip utama, yakni mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).

“Kita tidak ingin siswa hanya mengejar banyaknya materi pelajaran. Yang lebih penting adalah memastikan mereka benar-benar memahami apa yang dipelajari,” jelas Mu’ti.

Selain perubahan pendekatan pembelajaran, pemerintah juga memperkuat peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program, salah satunya kebijakan Satu Hari Belajar Guru yang memberi ruang bagi para pendidik untuk meningkatkan kapasitas serta memperbarui metode pengajaran.

Mu’ti menambahkan bahwa peran guru juga diarahkan menjadi guru wali, yakni sosok pendamping yang tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing perkembangan karakter siswa.

Mu’ti menilai dunia kerja saat ini semakin menuntut kemampuan berpikir analitis yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu menyiapkan siswa dengan berbagai keterampilan abad ke-21.

Keterampilan tersebut meliputi kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman.

“Di dunia kerja sekarang, kemampuan berpikir analitis menjadi sangat penting. Selain itu ada kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta penguasaan teknologi seperti AI dan koding,” kata Mu’ti.

Melalui penguatan pembelajaran mendalam, pemerintah berharap sistem pendidikan Indonesia mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cepat mengakses informasi, tetapi juga mampu memahami secara kritis dan menghasilkan solusi bagi berbagai tantangan masa depan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pendidikan diharapkan menjadi ruang yang membentuk peserta didik dengan pemikiran matang, kemampuan analisis kuat, serta karakter yang tangguh menghadapi perubahan zaman.

Continue Reading

News

Wamen Fajar Sebut Sekolah Rakyat Wujud Sila ke-5 Pancasila, Dorong Anak Berani Bermimpi Besar

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq menyatakan program Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret pelembagaan nilai sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (6/3/2026).

Menurut Fajar, program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto itu menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang hebat yang membanggakan orang tua dan membantu sesama,” ujar Fajar.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar berdialog langsung dengan Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, serta menyapa para siswa di ruang kelas.

Ia juga menanyakan aktivitas belajar yang sedang berlangsung. Salah satu siswa menyampaikan bahwa mereka tengah mempelajari coding sebagai bagian dari penguatan keterampilan masa depan.

Fajar mengaku terkesan dengan semangat para siswa yang memiliki cita-cita besar. Sejumlah siswa mengungkapkan keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, menjadi dokter, hingga belajar ke Jepang dan Inggris untuk mendalami industri sepak bola.

“Cita-cita adik-adik ini luar biasa. Jangan pernah ragu bermimpi besar. Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, tetapi oleh karakter dan kebiasaan baik,” kata Fajar.

Program Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama yang dinilai efektif untuk membentuk karakter siswa secara konsisten. Fajar juga mendorong penerapan program prioritas Kemendikdasmen seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH).

Menurutnya, pembiasaan disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat beribadah dapat ditanamkan lebih optimal melalui sistem pendidikan berasrama.

“Ciri orang sukses adalah rajin belajar, disiplin, jujur, dan memiliki semangat membantu sesama,” tegasnya.

Kepala SRMP 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, menjelaskan saat ini sekolah tersebut menampung sekitar 100 siswa tingkat SMP yang berasal dari berbagai kecamatan di Sukabumi.

Ia menyebut para siswa yang sebelumnya berasal dari latar belakang sosial ekonomi rentan kini mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik dengan dukungan fasilitas dari negara,” ujarnya.

Keberadaan Sekolah Rakyat dinilai tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Program Sekolah Rakyat juga dipandang sebagai implementasi nyata nilai Pancasila dalam kebijakan pendidikan nasional. Melalui perluasan akses pendidikan bagi kelompok rentan, pemerintah berupaya mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia.

Menutup kunjungannya, Fajar kembali mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Adik-adik memiliki kesempatan yang sangat berharga. Belajarlah dengan tekun, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak jadilah pribadi yang memberi manfaat bagi bangsa,” ujarnya.

Dengan pendekatan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi model penguatan pendidikan berbasis nilai Pancasila sekaligus membuka peluang mobilitas sosial bagi generasi muda Indonesia.

Continue Reading

News

Iran Digempur AS-Israel Bikin Rusia Raup Untung Besar

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat yang memanas dalam sepekan terakhir disebut membawa keuntungan bagi sektor energi Rusia. Pemerintah Rusia menyatakan perang tersebut memicu peningkatan permintaan global terhadap minyak dan gas dari Moskow.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah mendorong sejumlah negara mencari alternatif pasokan energi, termasuk dari Rusia.

“Kami melihat ada peningkatan signifikan dalam permintaan terhadap sumber energi Rusia seiring dengan perang yang terjadi di Iran,” kata Peskov pada Jumat (6/3), seperti dilaporkan media internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Amerika Serikat memberikan keringanan selama 30 hari yang memungkinkan India tetap membeli minyak dari Rusia di tengah gangguan perdagangan global akibat konflik.

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, juga berdampak pada jalur pelayaran strategis dunia di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute utama distribusi energi global.

Penutupan hampir total jalur tersebut membuat sejumlah negara kehilangan akses terhadap sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta gas alam cair (LNG). Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar energi global sekaligus membuka peluang bagi pemasok alternatif.

Meski demikian, Peskov menegaskan Rusia tetap menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan melalui jaringan pipa maupun pengiriman gas alam cair.

Di tengah situasi tersebut, Rusia dilaporkan menawarkan minyak mentah jenis Urals kepada India dengan harga sekitar 4 hingga 5 dolar AS di bawah harga patokan minyak Brent crude oil per barel untuk pengiriman Maret hingga awal April.

Namun Kremlin tidak mengungkapkan secara rinci potensi volume ekspor minyak Rusia ke India setelah adanya keringanan kebijakan dari Amerika Serikat.

Sementara itu, analis energi dari Financial University di Moskow, Igor Yushkov, menilai situasi konflik di kawasan Teluk justru membuka peluang bagi Rusia untuk meningkatkan pendapatan dari ekspor energi.

“Konflik di Selat Hormuz menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi peningkatan pendapatan Rusia dari ekspor energi,” ujarnya.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah saat ini dinilai terus memengaruhi stabilitas pasar energi global, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak terbesar di dunia.

Continue Reading

News

Pemerintah Sediakan 841 Kapal untuk Angkutan Laut Lebaran 2026, Siap Layani 3,2 Juta Penumpang

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas sekitar 3,2 juta penumpang untuk mendukung kelancaran Angkutan Laut Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah memastikan kesiapan armada kapal serta layanan pelabuhan agar perjalanan masyarakat selama Lebaran dapat berlangsung aman dan lancar.

“Khusus untuk operasional angkutan laut Lebaran, pemerintah telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut mencapai sekitar 3,2 juta penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan kesiapan armada dan layanan pelabuhan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran,” ujar Dudy, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, moda transportasi laut memiliki peran strategis dalam melayani mobilitas masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, daerah terpencil, terluar, serta kawasan perbatasan. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan kecukupan layanan selama musim mudik.

Kementerian Perhubungan juga telah melakukan uji kelaiklautan terhadap berbagai jenis kapal yang akan beroperasi, mulai dari kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi teknis kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta kompetensi awak kapal.

Menhub menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026.

“Kita harus memastikan bahwa layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar. Tidak ada kompromi terhadap aspek keselamatan,” tegasnya.

Selain kesiapan armada, pemerintah juga mendorong peningkatan fasilitas pelabuhan. Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi yang mudah diakses masyarakat.

Kelancaran operasional kapal juga akan dijaga melalui pengaturan jadwal yang disiplin, penambahan kapasitas bila diperlukan, serta optimalisasi manajemen lalu lintas kapal. Pemerintah juga memperkuat koordinasi antara regulator, operator pelayaran, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menhub turut menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran. Tanpa integritas, kerja teknis yang baik sekalipun bisa kehilangan maknanya,” ujarnya.

Selain menyiapkan armada, pemerintah juga menghadirkan program tiket gratis bagi masyarakat dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Program tersebut dibuka mulai 6 Maret 2026 dengan periode keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal public service obligation (PSO) milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kelas ekonomi. Program ini mencakup lebih dari 445 ribu tiket bagi masyarakat.

“Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata,” kata Dudy.

Continue Reading

News

Anggaran Amil Jadi Sorotan, Ketua BAZNAS DKI Tegaskan Pengelolaan Profesional

Published

on

Monitorday.com – Sorotan publik mencuat terhadap laporan keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) periode 2023–2024, khususnya terkait alokasi dana amil yang ramai dibahas di media sosial. Laporan tersebut memperlihatkan perbedaan alokasi penyaluran dana zakat yang memicu perdebatan luas.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua BAZNAS Bazis Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H Abubakar, menegaskan bahwa pengelolaan dana amil di lembaganya dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menyatakan bahwa BAZNAS Bazis DKI memiliki sistem yang berbeda dan patuh pada regulasi.

“Tentunya BAZNAS yang mana yang melewati anggaran dari amil? Di BAZNAS Bazis itu profesional dan sesuai dengan ketentuan, karena BAZNAS Bazis di Jakarta beda dengan BAZNAS-BAZNAS, bedanya di situ,” ujar Akhmad di Balai Kota, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menegaskan, “Jadi, khusus terkait dengan masalah gaji, itu sangat profesional,” katanya.

Sebelumnya, laporan keuangan BAZNAS untuk periode 2023–2024 menjadi viral setelah akun X @gilangmahesa membagikan potongan laporan keuangan hingga 31 Desember 2024 dan 2023. Unggahan tersebut menyoroti besarnya alokasi dana pada pos amil atau pengurus zakat dibandingkan beberapa kelompok penerima zakat lain, seperti fakir dan ghorimin, serta mempertanyakan kategori Fisabilillah.

Situasi ini memicu diskusi publik mengenai transparansi dan efisiensi pengelolaan dana zakat oleh lembaga amil, sementara BAZNAS Bazis DKI Jakarta bersikukuh pada profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Continue Reading

News

Makna Nuzulul Quran

Momen ini secara luas dikenal membawa pencerahan bagi alam semesta, menandai dimulainya penyampaian petunjuk ilahi.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Nuzulul Quran menandai peristiwa turunnya wahyu Al-Quran yang pertama kali ke dunia. Peristiwa istimewa ini terjadi pada bulan suci Ramadan, menjadikannya bulan yang sangat mulia dalam kalender Hijriah.

Secara bahasa, “nuzulul” berarti “turun” atau “datang”, sedangkan “Quran” merujuk pada kitab suci umat Islam. Momen ini secara luas dikenal membawa pencerahan bagi alam semesta, menandai dimulainya penyampaian petunjuk ilahi.

Sebelum wahyu pertama ini, Nabi Muhammad SAW merasa sangat prihatin terhadap kemerosotan moral yang melanda masyarakat Arab. Dalam pencarian ketenangan, beliau sering menyepi ke Gua Hira untuk ‘tahannuth’, sebuah bentuk meditasi dan perenungan mendalam, guna mencari jalan membimbing kaum Arab keluar dari kegelapan.

Pada suatu malam di Gua Hira, Malaikat Jibril menampakkan diri di hadapan Nabi Muhammad SAW dan memerintahkannya, “Iqra” (Bacalah!). Namun, Nabi Muhammad menjawab, “Saya tidak bisa membaca.” Perintah tersebut diulang beberapa kali, menyebabkan Nabi Muhammad gemetar ketakutan.

Peristiwa ini menandai wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-Alaq (ayat 1–5): اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Wahyu pertama ini secara historis menjadi tonggak dimulainya risalah kenabian dan penyebaran ajaran Islam yang membawa perubahan mendasar bagi peradaban.

Continue Reading

News

AI Ubah Cara Belajar Mahasiswa dan Pelajar

Sebagian besar mahasiswa menggunakan AI untuk apa yang disebut “executive help”—mencari solusi cepat dengan sedikit usaha—bukan untuk “instrumental help” yang melibatkan klarifikasi konsep, pembangunan keterampilan, dan dukungan pembelajaran mandiri.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Laporan terbaru dari University of Southern California (USC) mengungkapkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT untuk mendapatkan jawaban cepat ketimbang untuk mendalami pemahaman konsep. Penemuan ini menyoroti bagaimana teknologi AI saat ini dimanfaatkan sebagai jalan pintas dalam tugas perkuliahan, kecuali jika dosen secara aktif mengarahkan penggunaannya untuk pembelajaran yang lebih mendalam.

Riset yang diterbitkan oleh USC Center for Generative AI and Society ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan AI untuk apa yang disebut “executive help”—mencari solusi cepat dengan sedikit usaha—bukan untuk “instrumental help” yang melibatkan klarifikasi konsep, pembangunan keterampilan, dan dukungan pembelajaran mandiri. Penelitian ini memberikan gambaran terkini tentang bagaimana AI generatif membentuk ruang kelas pendidikan tinggi.

Menanggapi temuan ini, Stephen J. Aguilar, associate professor di USC Rossier School of Education, menyatakan pentingnya arah penggunaan AI. “Generative AI is here and already having an impact,” kata Aguilar. “What matters now is whether we use it to deepen learning or to avoid it. Our research helps us understand how students and teachers alike are integrating AI into their work and studies.”

Tim peneliti, dipimpin oleh Aguilar bersama William Swartout, chief science officer di USC Viterbi School of Engineering’s Institute for Creative Technologies dan co-director Center for Generative AI and Society, melakukan dua survei baru dan satu studi eksperimental. Riset ini meliputi survei nasional terhadap 1.000 mahasiswa AS, studi eksperimental alat penulisan AI baru, dan survei global terhadap pengajar di lima negara, memberikan perspektif komprehensif.

Hasil survei terhadap mahasiswa AS secara khusus mengindikasikan bahwa penggunaan AI didominasi untuk tujuan pencarian jawaban instan. Meskipun demikian, laporan tersebut menyarankan bahwa dengan desain yang disengaja, panduan yang jelas, dan akses yang merata, AI generatif memiliki potensi untuk memperdalam pembelajaran daripada sekadar menggantikannya. Ini memerlukan perubahan pendekatan dari pengajar dan institusi.

Laporan ini mengidentifikasi praktik-praktik bagi mahasiswa dan pengajar untuk secara efektif memanfaatkan teknologi AI, menunjukkan bagaimana AI generatif membentuk kembali pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mendorong integrasi AI yang bertanggung jawab dan produktif dalam lingkungan akademik, memastikan bahwa teknologi baru ini dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan pendidikan.

Continue Reading

News

Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman, Kemendikdasmen Fokus Cegah Masalah Kesehatan Mental Siswa

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menargetkan pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai langkah strategis untuk mengatasi isu kesehatan jiwa anak di Indonesia. Upaya ini juga diiringi dengan penguatan peran guru sebagai pendamping siswa dalam lingkungan pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kementeriannya telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Regulasi tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan serta mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik.

“Melalui kebijakan ini kita membangun relasi sosial yang lebih baik, baik antara guru dan murid, murid dengan murid, maupun antara sekolah dengan orang tua serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” kata Abdul Mu’ti dalam konferensi pers usai penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan dalam kebijakan tersebut bersifat preventif dan promotif. Peran guru bimbingan konseling (BK) diperkuat, namun tidak terbatas pada guru BK saja. Seluruh guru didorong untuk menjalankan fungsi pendampingan terhadap siswa.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mendorong pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental anak.

Dalam konsep sekolah aman dan nyaman, terdapat empat aspek utama yang menjadi fokus, yakni pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosial-budaya, serta penguatan keadaban dan keamanan digital.

“Selama ini paradigma bimbingan konseling lebih bersifat kuratif, yaitu menunggu masalah muncul. Sekarang kita ubah menjadi pendekatan yang lebih preventif sekaligus mendukung pengembangan bakat, minat, dan kepribadian siswa,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan program penguatan peran guru dalam pendampingan siswa dapat menjangkau lebih dari 2,8 juta guru di seluruh Indonesia pada tahun 2029.

Fokus pada kesehatan jiwa anak dinilai semakin penting seiring meningkatnya angka pemikiran dan percobaan bunuh diri pada remaja. Data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) menunjukkan persentase siswa yang pernah berpikir untuk mengakhiri hidup meningkat dari 5,4 persen pada 2015 menjadi 8,5 persen pada 2023 atau naik sekitar 1,6 kali lipat.

Sementara itu, persentase siswa yang pernah mencoba mengakhiri hidup juga meningkat signifikan dari 3,9 persen pada 2015 menjadi 10,7 persen pada 2023 atau naik sekitar 2,7 kali lipat. Survei yang sama menunjukkan siswa perempuan memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam hal pemikiran maupun percobaan bunuh diri.

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga mencatat kelompok usia 11 hingga 17 tahun menjadi kelompok dengan kasus bunuh diri tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 45 kasus, disusul 42 kasus pada 2024, dan 20 kasus pada 2025.

Berdasarkan data KPAI serta laporan layanan kesehatan mental daring Kementerian Kesehatan melalui Healing119.id, sejumlah faktor utama yang memicu keinginan bunuh diri pada anak antara lain konflik keluarga dan pola pengasuhan (24–46 persen), perundungan atau bullying (14–18 persen), masalah psikologis (8–26 persen), serta tekanan akademik (7–16 persen).

Untuk memperkuat penanganan masalah tersebut, pemerintah menandatangani Surat Keputusan Bersama tentang Kesehatan Jiwa Anak yang melibatkan sejumlah kementerian. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji.

Kolaborasi lintas kementerian tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan masalah kesehatan mental anak secara lebih komprehensif di Indonesia.

Continue Reading

News

Praktik Baik Pemanfaatan Al-Qur’an Berbahasa Isyarat dalam Pembelajaran Pendidikan Inklusif

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Program Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an Isyarat gelombang pertama yang digelar sejak September 2025 mulai menunjukkan dampak positif dalam pengembangan pendidikan agama bagi peserta didik penyandang disabilitas tunarungu. Program ini melahirkan sejumlah pengajar yang kini mampu mengajarkan pembacaan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat secara lebih sistematis dan mudah dipahami.

Melalui pelatihan tersebut, para guru memperoleh berbagai pengetahuan baru, mulai dari pemahaman Al-Qur’an berbahasa isyarat, pemanfaatannya dalam proses pembelajaran, hingga pengembangan metode pengajaran yang melibatkan orang tua atau wali murid.

Salah satu praktik baik datang dari Bukhori, guru di SLB Negeri 7 Jakarta. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga setelah mengikuti pelatihan tersebut, terutama terkait metode pembelajaran Al-Qur’an yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas tunarungu.

“Puji syukur melalui kegiatan ini saya mendapatkan pengalaman berharga. Ternyata ada Al-Qur’an yang memang dikhususkan untuk penyandang disabilitas tunarungu. Murid-murid kami juga sangat antusias karena selama ini mereka belum memahami metode membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Bukhori.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, SLB Negeri 7 Jakarta juga mengajak para orang tua siswa untuk ikut mempelajari Al-Qur’an berbahasa isyarat. Menurut Bukhori, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam memperkuat literasi agama bagi peserta didik disabilitas.

Ia menilai, pembelajaran yang hanya berlangsung di ruang kelas tidak akan optimal tanpa keterlibatan lingkungan rumah. Dengan pemahaman yang sama, orang tua diharapkan dapat mendampingi anak-anak mereka dalam mempelajari Al-Qur’an secara berkelanjutan.

“Dengan begitu, pembelajaran agama di rumah juga akan berjalan dengan baik. Kami ingin pemahaman ini menyentuh sisi emosional dan spiritual, baik bagi murid maupun orang tuanya,” tambahnya.

Praktik baik serupa juga dirasakan oleh Wita Panca Dewi Annisa, guru SLB Negeri 3 Jakarta. Ia menilai penerapan metode Al-Qur’an isyarat membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran agama di sekolahnya.

Sebagai pendidik yang telah mengajar selama lima tahun, Wita menjelaskan bahwa sebelumnya para guru hanya menggunakan bahasa isyarat sehari-hari yang diterjemahkan secara mandiri ke dalam bacaan Al-Qur’an. Setelah mengikuti pelatihan ToT, para guru kini memiliki metode yang lebih sistematis.

“Sebelumnya kami hanya menggunakan bahasa isyarat sehari-hari yang diterjemahkan secara mandiri ke bahasa Al-Qur’an. Setelah mengikuti kegiatan ToT Al-Qur’an Isyarat, kini kami memiliki keterampilan baru untuk mengajarkan mereka dengan bahasa yang lebih sistematis dan mudah dipahami,” jelas Wita.

Di sekolahnya, metode Al-Qur’an isyarat kini telah diintegrasikan dalam kegiatan Pembiasaan Pagi. Para siswa diajak membaca ayat-ayat pendek serta doa harian menggunakan bahasa isyarat.

Penerapan pembelajaran tersebut dilakukan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat sekolah dasar, siswa diperkenalkan dengan huruf-huruf hijaiyah, sementara siswa tingkat SMP dan SMA mulai diarahkan untuk menghafal surat-surat pendek.

Dampak program ini juga dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satunya Nadia Aulia Safira, siswi kelas IX SLB Negeri 3 Jakarta. Setelah mengikuti pembelajaran Al-Qur’an isyarat, Nadia menunjukkan antusiasme tinggi, terutama selama bulan Ramadan.

Ia bahkan secara mandiri mempraktikkan bacaan Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat setiap selesai salat Subuh tanpa harus diingatkan oleh orang tua maupun guru.

Selain itu, Nadia juga aktif membantu teman-temannya di kelas agar dapat memahami huruf hijaiyah dan membaca doa bersama menggunakan bahasa isyarat.

“Nadia adalah anak yang mandiri dan peduli. Di kelas, dia sering membantu teman-temannya saat belajar hijaiyah atau membaca doa bersama,” kata Wita.

Menanggapi berbagai kisah inspiratif tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa program ToT Al-Qur’an Isyarat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memenuhi hak pendidikan bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, program ini juga sejalan dengan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan setara bagi semua warga negara.

“Melalui ToT Al-Qur’an Isyarat ini, saya berharap para lulusan pelatihan akan menjadi mujahid literasi yang membawa semangat pencerahan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas di Indonesia,” ujar Fajar di Jakarta, Selasa (3/3).

Continue Reading

News

Indonesia Cetak Sejarah, 2.280 Ton Beras Dikirim ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia resmi melepas ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium bermerek “BeFood Nusantara” ke Arab Saudi pada Rabu (4/3/2026). Beras tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah.

Pengiriman dilakukan dari Kawasan Pergudangan Sunter Timur milik Perum Bulog di Jakarta. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji nasional, sekaligus menghadirkan cita rasa nasi khas Indonesia bagi jemaah di Tanah Suci.

Program ekspor ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Perum Bulog. Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan jemaah haji Indonesia dapat mengonsumsi beras dengan tekstur dan rasa yang lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat di tanah air.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PPE) Haji dan Umrah, Jaenal Efendi, menyebut pengiriman ini sebagai pencapaian penting yang telah lama dinantikan.

“Alhamdulillah ini adalah pecah telur yang selama ini bertahun-tahun kita menunggu bagaimana bisa ekspor beras ke Saudi, khususnya untuk jemaah haji ini. Sejauh ini jemaah kita di sana makan beras non-Indonesia yang mungkin berbeda dengan selera lidah masyarakat kita,” kata Jaenal.

Menurutnya, banyak jemaah Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di pelosok tanah air belum terbiasa mengonsumsi nasi dari beras basmati yang selama ini banyak digunakan di Arab Saudi.

Perum Bulog memastikan beras yang dikirim termasuk kategori “super premium”. Beras tersebut diproses dari hasil panen terbaru petani di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan standar kualitas tinggi, yakni tingkat pecahan (broken) di bawah 5 persen serta kadar air di bawah 14 persen.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan proses produksi melibatkan empat fasilitas pengolahan besar. Di antaranya pabrik PT Padi Indonesia Maju (PIM) Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta fasilitas Bulog di Karawang dan Subang.

“Beras yang kita olah ini adalah beras yang baru dipanen dari sawah, bukan beras yang sudah lama di gudang. Setelah panen langsung dibawa ke silo, dikeringkan dengan dryer, lalu diolah menjadi beras premium dengan tingkat pecahan bahkan hanya sekitar 4 persen,” ujarnya.

Sementara itu, pengiriman ekspor dilakukan menggunakan sejumlah armada kapal, yakni Hyundai Unity, Wan Hai, serta kapal lokal Kota Sejati.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan ekspor ini menjadi bukti kuatnya ketahanan stok pangan nasional. Hingga Maret 2026, cadangan beras Indonesia tercatat mencapai 3,7 juta ton, yang disebut sebagai stok terbesar sepanjang sejarah untuk periode tersebut.

“Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita kirim lebih dari dua ribu ton. Ekspor pertanian di bawah komando Presiden meningkat signifikan, bahkan terakhir mencapai kenaikan sekitar 30 hingga 44 persen,” kata Amran.

Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Haris, yang menilai ekspor ini membuka peluang pasar potensial (captive market) bagi produk pertanian Indonesia di luar negeri.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, berharap langkah ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kualitas beras Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Arab Saudi.

Dengan ekspor perdana ini, pemerintah optimistis produk pangan nasional tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji Indonesia.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News3 minutes ago

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Bisnis, Lahir dari Kepedulian Prabowo

News29 minutes ago

Mendikdasmen Soroti Fenomena “Scroll Society”, Singgung Soal Pembelajaran Mendalam

News55 minutes ago

Wamen Fajar Sebut Sekolah Rakyat Wujud Sila ke-5 Pancasila, Dorong Anak Berani Bermimpi Besar

LakeyBanget14 hours ago

Netflix Akuisisi Startup AI Milik Ben Affleck, Fokus Kembangkan Produksi Film

LakeyBanget15 hours ago

Raymond/Joaquin Tantang Unggulan Pertama Kim/Seo di Semifinal All England, Catat Jadwalnya

LakeyBanget15 hours ago

Debut Nyanyi, Anne Hathaway Rilis Lagu Burial

LakeyBanget15 hours ago

Pemerintah Resmi Tutup Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Mulai Kapan?

News16 hours ago

Iran Digempur AS-Israel Bikin Rusia Raup Untung Besar

LakeyBanget1 day ago

Timnas U-17 Indonesia Bidik Tiga Pemain Diaspora

LakeyBanget1 day ago

Jelang Kontra Persik Kediri, Persib Siap Lanjutkan Tren Positif di GBLA

News1 day ago

Pemerintah Sediakan 841 Kapal untuk Angkutan Laut Lebaran 2026, Siap Layani 3,2 Juta Penumpang

News2 days ago

Anggaran Amil Jadi Sorotan, Ketua BAZNAS DKI Tegaskan Pengelolaan Profesional

News2 days ago

Makna Nuzulul Quran

News2 days ago

AI Ubah Cara Belajar Mahasiswa dan Pelajar

News2 days ago

Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman, Kemendikdasmen Fokus Cegah Masalah Kesehatan Mental Siswa

News2 days ago

Praktik Baik Pemanfaatan Al-Qur’an Berbahasa Isyarat dalam Pembelajaran Pendidikan Inklusif

News2 days ago

Indonesia Cetak Sejarah, 2.280 Ton Beras Dikirim ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji

News2 days ago

Prodi Linguistik Terapan UNJ Gelar Kuliah Umum Evaluasi Berbasis Luaran dan Berdampak

LakeyBanget2 days ago

Gol Saka di Laga ke-300 Antar Arsenal Raih Kemenangan

News2 days ago

Prabowo Bahas Geopolitik Dunia saat Buka Puasa Bareng Tokoh Ormas Islam

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.