{domain_capital] – Dunia tenis kembali dikejutkan oleh performa luar biasa Jannik Sinner. Petenis asal Italia itu sukses mencatatkan sejarah baru setelah menjuarai Monte-Carlo Masters 2026, sekaligus mengoleksi empat gelar ATP Masters 1000 secara beruntun.
Kemenangan ini diraih Sinner usai menaklukkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, di partai final yang berlangsung Minggu (12/4/2026). Gelar tersebut semakin mempertegas dominasinya di awal musim.
Sebelumnya, Sinner telah lebih dulu mencuri perhatian dengan menjuarai dua turnamen bergengsi, Indian Wells dan Miami Open, sekaligus mencatatkan “Sunshine Double”. Ia menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada 2017 yang mampu meraih prestasi tersebut.
“Saya terkejut dengan cara yang sangat baik, dan kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Saya masih butuh sedikit waktu untuk menyadari apa yang terjadi,” ujar Sinner, seperti dikutip dari ATP, Senin (13/4/2026).
Berkat kemenangan di Monte-Carlo, Sinner kini sejajar dengan Novak Djokovic sebagai satu-satunya petenis putra yang mampu menjuarai tiga turnamen Masters 1000 pertama dalam satu musim.
Gelar ini juga menjadi trofi Masters 1000 pertamanya di lapangan tanah liat dan yang kedelapan sepanjang karier. Hasil tersebut mengantarkannya kembali ke peringkat satu dunia, menggeser Alcaraz.
Sepanjang musim 2026, Sinner mencatatkan rekor impresif 24 kemenangan dan hanya 2 kekalahan, memperlihatkan konsistensi yang sulit ditandingi.
Final Monte-Carlo menghadirkan pertarungan sengit antara dua bintang generasi baru tenis dunia. Alcaraz datang dengan catatan 17 kemenangan beruntun di lapangan tanah liat, namun harus mengakui keunggulan Sinner.
Kemenangan ini juga memperbaiki rekor pertemuan mereka menjadi 7-10.
“Ini pertandingan yang bagus darinya, dan juga dari saya. Ada hal-hal kecil yang akan dia perbaiki untuk pertemuan berikutnya, dan saya harus siap,” kata Sinner.
Dalam seremoni penyerahan trofi, Sinner juga memberikan pujian kepada Alcaraz yang baru saja menuntaskan Career Grand Slam di Australian Open.
“Carlos, kamu dan timmu melakukan hal-hal luar biasa setiap tahun. Kamu terus menunjukkan kualitasmu sebagai pemain,” ujarnya.
Sinner menegaskan bahwa kesuksesannya bukan faktor keberuntungan, melainkan hasil kerja keras dan penyesuaian strategi yang konsisten bersama timnya.
“Setiap hari saya mencoba untuk berkembang. Di Monte-Carlo, kami fokus memahami gaya permainan terbaik melawan setiap lawan dan melakukan perubahan kecil,” jelasnya.
Dengan performa gemilang di awal musim, Sinner kini menjadi sorotan utama menjelang rangkaian turnamen tanah liat berikutnya. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin dunia tenis akan memasuki era baru dengan dominasi sang petenis Italia.