LakeyBanget
Sikat Vietnam, Timnas Futsal Indonesia Cetak Final Keempat Beruntun di Piala AFF 2026
Timnas Futsal Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam dan melaju ke final Piala AFF Futsal 2026. Ini adalah penampilan final keempat beruntun mereka, dengan peluang besar untuk meraih gelar.
Monitorday.com — Timnas Futsal Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan melaju ke final Piala AFF Futsal 2026 usai menaklukkan Timnas Futsal Vietnam dengan skor 3-2 pada babak semifinal, Jumat (10/4).
Bertanding di Gimnasium Nonthaburi, Indonesia tampil agresif sejak awal laga. Dua gol cepat berhasil dicetak oleh Andarias Kareth pada menit ke-10 dan 13. Keunggulan kemudian diperlebar melalui gol Muhammad Sanjaya pada menit ke-23.
Vietnam sempat memberikan perlawanan sengit lewat gol Nguyen Da Hai pada menit ke-22 dan Trinh Cong Dai pada menit ke-30, namun Indonesia mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Kemenangan ini memastikan Indonesia melangkah ke final untuk keempat kalinya secara beruntun sejak edisi 2019. Sebelumnya, tim Merah Putih juga tampil di partai puncak pada edisi 2022 dan 2024.
Pada edisi 2024, Indonesia sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0 di partai final, sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar tahun ini.
Secara keseluruhan, Indonesia telah mengoleksi dua gelar juara Piala AFF Futsal, yakni pada 2010 dan 2024. Kini, peluang untuk menambah koleksi trofi kembali terbuka lebar.
Di partai final, Indonesia akan menghadapi pemenang laga antara Timnas Futsal Thailand dan Timnas Futsal Australia. Thailand sendiri dikenal sebagai tim tersukses dalam sejarah turnamen dengan koleksi 16 gelar juara.
Final Piala AFF Futsal 2026 dipastikan akan menjadi ujian berat sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk kembali menegaskan dominasinya di level Asia Tenggara.
LakeyBanget
Puji PSG, Arteta: Mereka Tim Terbaik di Dunia
Monitorday.com – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memberikan pujian tinggi kepada Paris Saint-Germain (PSG) setelah tim asal Prancis tersebut berhasil menjuarai Liga Champions 2025/2026. Menurut Arteta, PSG saat ini layak disebut sebagai tim terbaik di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Arteta seusai Arsenal harus mengubur impian meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub setelah kalah 3-4 melalui adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak tambahan waktu dalam laga final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5).
“Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya kepada Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini,” ujar Arteta.
Pelatih asal Spanyol itu menilai kualitas permainan PSG berada di level yang sangat tinggi, terutama dalam penguasaan bola dan kemampuan individu para pemainnya.
“Apa yang mereka lakukan saat menguasai bola dan kualitas individu yang mereka miliki sangat luar biasa. Bukan hanya soal taktik ketika tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa lawan bermain sesuai ritme yang mereka inginkan. Para pemain mereka pantas mendapatkan pujian besar,” katanya.
PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah kembali keluar sebagai juara musim ini. Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan dominasi Les Parisiens di kompetisi elite Eropa dalam dua musim terakhir.
Di sisi lain, Arteta mengaku kecewa gagal membawa Arsenal mengangkat trofi paling bergengsi di level klub Eropa. Meski demikian, ia mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah untuk bisa menyamai level permainan PSG.
Sepanjang pertandingan, Arsenal lebih banyak berada di bawah tekanan. The Gunners dipaksa bertahan menghadapi dominasi penguasaan bola PSG dan hanya sesekali mengandalkan serangan balik.
Arsenal sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Kai Havertz pada menit-menit awal pertandingan. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada babak kedua yang memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.
Arteta juga menyoroti keputusan wasit yang tidak memberikan penalti kepada Arsenal saat Noni Madueke terjatuh di kotak terlarang ketika skor masih imbang 1-1. Meski demikian, ia memilih menerima hasil akhir pertandingan.
“Kami harus terus berkembang. Level kompetisi terus meningkat setiap musim, dan kami harus mampu meningkatkan kualitas kami jika ingin kembali bersaing dan memenangkan Liga Champions,” ujar Arteta.
Final Liga Champions musim ini menjadi penampilan kedua Arsenal di partai puncak setelah terakhir kali mencapai final pada 2006, saat kalah dari Barcelona.
Meski gagal membawa pulang trofi Eropa, Arteta tetap mendapat apresiasi atas keberhasilannya mengembalikan Arsenal menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris. Dalam hampir tujuh tahun masa kepemimpinannya, Arsenal berhasil kembali bersaing di papan atas dan mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris yang berlangsung selama 22 tahun.
Namun bagi Arteta, perjalanan Arsenal menuju puncak sepak bola Eropa masih belum selesai.
LakeyBanget
SpaceX Raih Kontrak Rp74 Triliun Bangun Satelit Pelacak Ancaman Udara
Monitorday.com – Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force) resmi menunjuk SpaceX sebagai kontraktor utama dalam pengembangan sistem satelit pelacak dan penarget ancaman udara generasi baru. Perusahaan milik Elon Musk itu memperoleh kontrak senilai US$4,16 miliar atau sekitar Rp74,1 triliun.
Pengumuman tersebut disampaikan U.S. Space Force pada Jumat (29/5/2026) sebagai bagian dari program Space-Based Advanced Moving Target Indicator (SB-AMTI), sebuah proyek pertahanan strategis yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pelacakan ancaman udara secara real-time dari luar angkasa.
Program SB-AMTI mengintegrasikan jaringan satelit, sistem komunikasi aman, serta pusat pemrosesan data di darat dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi operasional pertahanan sekaligus menghilangkan celah pengawasan terhadap ancaman yang bergerak cepat.
Kontrak tersebut juga menjadi bagian penting dari pengembangan sistem pertahanan rudal Golden Dome, program unggulan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mengandalkan berbagai lapisan perlindungan, termasuk sensor dan satelit berbasis ruang angkasa.
Melalui jaringan satelit baru ini, militer AS menargetkan kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi, melacak, dan merespons ancaman udara, termasuk rudal balistik dan senjata hipersonik.
Dalam keterangannya, U.S. Space Force menyebut proyek awal ini ditargetkan mampu menghadirkan konstelasi satelit operasional pada 2028.
“Penghargaan awal ini diproyeksikan untuk mengerahkan konstelasi satelit pada 2028, memberikan kemampuan awal kepada Pasukan Gabungan untuk menghilangkan titik buta operasional,” demikian pernyataan resmi U.S. Space Force.
Meski SpaceX menjadi penerima kontrak utama, pemerintah AS menyatakan masih terdapat sejumlah perusahaan lain yang tergabung dalam kelompok vendor SB-AMTI. Kontrak tambahan diperkirakan akan diberikan dalam beberapa tahun mendatang untuk mempercepat pembangunan sistem tersebut.
Sebelumnya, pada awal pekan yang sama, SpaceX juga memperoleh kontrak terpisah senilai US$2,29 miliar untuk membangun jaringan komunikasi satelit berkecepatan tinggi dan aman yang akan menghubungkan sensor militer serta sistem persenjataan Amerika Serikat di berbagai wilayah dunia.
Sementara itu, biaya pengembangan program Golden Dome terus meningkat. Pada Maret lalu, nilai proyek tersebut dilaporkan mencapai sekitar US$185 miliar, naik US$10 miliar dibanding estimasi sebelumnya, seiring percepatan pembangunan berbagai komponen pertahanan berbasis ruang angkasa.
Kontrak terbaru ini semakin memperkuat posisi SpaceX sebagai mitra strategis pemerintah Amerika Serikat dalam pengembangan teknologi pertahanan dan infrastruktur ruang angkasa masa depan.
LakeyBanget
Fajar/Fikri Bidik Gelar Perdana Singapore Open, Ini 5 Fakta Menarik Jelang Final Kontra Ganda India
Monitorday.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, akan menghadapi tantangan besar pada partai final Singapore Open 2026. Duet Merah Putih dijadwalkan berhadapan dengan pasangan andalan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026).
Fajar/Fikri melangkah ke final setelah tampil impresif dengan menumbangkan wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dua gim langsung 23-21, 21-4 pada babak semifinal. Sementara itu, Rankireddy/Shetty memastikan tiket final usai mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dengan skor 21-19, 21-18.
Jelang laga penentuan gelar, terdapat sejumlah fakta menarik yang mengiringi perjalanan kedua pasangan menuju partai puncak.
1. Fajar/Fikri Unggul Rekor Pertemuan
Pertemuan di final Singapore Open 2026 akan menjadi duel keempat antara Fajar/Fikri dan Rankireddy/Shetty. Dari tiga pertemuan sebelumnya, pasangan Indonesia unggul dengan catatan dua kemenangan berbanding satu.
Fajar/Fikri berhasil menaklukkan pasangan India tersebut pada Australia Open 2025 dan Malaysia Open 2026. Sementara satu-satunya kemenangan Rankireddy/Shetty terjadi pada ajang BWF World Tour Finals 2025.
2. Satu-satunya Wakil Indonesia dan India di Final
Laga final sektor ganda putra akan menjadi satu-satunya partai yang mempertemukan wakil Indonesia dan India pada Singapore Open 2026. Tidak ada atlet lain dari kedua negara yang berhasil menembus babak final di sektor lainnya.
Situasi ini membuat duel Fajar/Fikri melawan Rankireddy/Shetty semakin penting karena turut membawa harapan masing-masing negara untuk meraih gelar juara.
3. Berpeluang Mencetak Sejarah Baru di Singapore Open
Baik Fajar maupun Fikri belum pernah meraih gelar juara Singapore Open sepanjang karier mereka.
Fajar sempat dua kali mencapai final saat masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto, yakni pada edisi 2022 dan 2024, namun harus puas sebagai runner-up. Sementara pencapaian terbaik Fikri di turnamen ini sebelumnya hanya sampai babak kedua pada edisi 2023 dan 2024.
Kemenangan di final kali ini akan menjadi gelar pertama mereka di ajang Singapore Open.
4. Final Keenam Fajar/Fikri di BWF World Tour
Partai puncak Singapore Open 2026 menjadi final keenam yang dijalani Fajar/Fikri di level BWF World Tour.
Sebelumnya, pasangan ini sukses meraih satu gelar juara di China Open 2025. Namun, mereka juga harus menerima empat kali status runner-up pada Korea Open 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, dan Australia Open 2025.
Catatan tersebut menunjukkan konsistensi Fajar/Fikri sebagai salah satu pasangan elite dunia dalam dua musim terakhir.
5. Indonesia Berpeluang Akhiri Penantian Gelar
Jika berhasil keluar sebagai juara, Fajar/Fikri akan mengakhiri puasa gelar Indonesia di Singapore Open yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Gelar terakhir Indonesia di turnamen ini diraih Anthony Sinisuka Ginting pada sektor tunggal putra tahun 2023. Sementara di nomor ganda putra, wakil Indonesia terakhir yang berhasil menjadi juara adalah pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada edisi 2022.
Keberhasilan Fajar/Fikri nantinya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia di salah satu turnamen bergengsi BWF World Tour tersebut.
Dengan modal performa impresif sepanjang turnamen dan rekor pertemuan yang lebih baik, Fajar/Fikri memiliki peluang besar untuk membawa pulang gelar juara. Namun, mereka tetap harus mewaspadai kekuatan Rankireddy/Shetty yang dikenal sebagai salah satu pasangan ganda putra paling berbahaya di dunia saat ini.
LakeyBanget
Pertahankan Takhta Eropa Usai Jegal Arsenal, PSG Juara Liga Champions 2025/2026
{domain_capital] — Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti pada partai final musim 2025/2026. Dalam laga yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) WIB, Les Parisiens menang 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kemenangan ini sekaligus memastikan PSG meraih trofi Liga Champions secara beruntun atau back-to-back, mempertegas dominasi klub asal Prancis tersebut di kompetisi tertinggi antarklub Eropa.
Arsenal mengawali pertandingan dengan impresif. Tim asuhan Mikel Arteta langsung unggul cepat saat laga baru berjalan enam menit melalui Kai Havertz.
Gol berawal dari bola yang sempat mengenai Leandro Trossard sebelum jatuh ke kaki Havertz. Penyerang asal Jerman itu kemudian berlari ke area pertahanan PSG dan melepaskan tembakan keras kaki kiri yang gagal diantisipasi kiper Matvey Safonov.
Tertinggal satu gol membuat PSG langsung mengambil inisiatif serangan. Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Bradley Barcola terus menekan pertahanan Arsenal dari berbagai sisi.
Namun, lini belakang The Gunners tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah peluang berbahaya yang diciptakan PSG. Arsenal bahkan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat, termasuk peluang Bukayo Saka pada menit ke-29 yang masih mampu digagalkan Safonov.
Meski mendominasi penguasaan bola hingga akhir babak pertama, PSG gagal mencetak gol penyeimbang dan harus menutup paruh pertama pertandingan dengan ketertinggalan 0-1.
Memasuki babak kedua, PSG kembali tampil dominan dan terus menekan pertahanan Arsenal. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65.
Wasit menunjuk titik putih setelah Cristian Mosquera dinilai melanggar Kvaratskhelia di dalam kotak penalti. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Arsenal mulai berani keluar menyerang untuk mencari gol kemenangan, sementara PSG tetap mengandalkan permainan agresif.
Peluang terbaik PSG datang pada menit ke-77 ketika sepakan Kvaratskhelia membentur tiang gawang. Sementara itu, David Raya juga tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang emas yang diperoleh Barcola dan Vitinha.
Hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang 1-1 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Pada extra time, kedua tim bermain lebih hati-hati. Arsenal sempat mengajukan protes setelah Noni Madueke terjatuh di area penalti, namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Minimnya peluang bersih yang tercipta membuat pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, PSG tampil lebih tenang dan efektif. Les Parisiens berhasil mencetak empat gol dari lima kesempatan, sedangkan Arsenal hanya mampu membukukan tiga gol.
Penentuan kemenangan terjadi saat Gabriel Magalhaes yang menjadi penendang terakhir Arsenal gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Kegagalan tersebut memastikan PSG keluar sebagai juara Liga Champions 2025/2026.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah bagi PSG yang sukses mempertahankan trofi Liga Champions untuk kedua musim berturut-turut sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa saat ini.
LakeyBanget
Comeback di Java Jazz 2026, The Overtunes Perkenalkan Lagu Baru
Monitorday.com – Grup musik The Overtunes menandai kembalinya mereka ke panggung musik nasional dengan penampilan spesial di hari kedua myBCA International Java Jazz Festival 2026, Sabtu (30/5). Dalam kesempatan tersebut, trio kakak beradik itu juga memperkenalkan lagu baru yang akan masuk dalam album terbaru mereka.
Tampil di Sosro Stage, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, The Overtunes membuka penampilan dengan membawakan lagu “Tak Bisa Kupercaya” yang langsung disambut antusias para penonton.
Grup yang beranggotakan Mada Emmanuelle, Reuben Nathaniel, dan Mikha Angelo itu kemudian melanjutkan penampilannya dengan sederet lagu populer seperti “Benar-Benar”, “Endlessly”, “I Still Love You”, dan “Seperti Dulu”.
Bagi The Overtunes, penampilan di Java Jazz 2026 memiliki makna istimewa. Selain menjadi ajang reuni dengan para penggemar, konser tersebut juga menjadi penanda berakhirnya masa vakum yang mereka jalani selama dua tahun terakhir.
“Sebelumnya selama dua tahun ke belakang The Overtunes sedang break. Sampai akhirnya tahun ini kami memutuskan untuk kembali bermusik lagi. Dan bisa tampil di panggung sebesar ini merupakan kehormatan yang sangat tinggi,” ujar Mikha Angelo di hadapan penonton.
Ia juga mengungkapkan bahwa Java Jazz Festival menjadi momen yang tepat untuk memperkenalkan karya baru yang tengah dipersiapkan bersama kedua saudaranya.
Salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam penampilan mereka adalah hadirnya simbol “Sunrise” yang terpampang di panggung. Mikha menjelaskan simbol tersebut bukan sekadar dekorasi visual, melainkan bagian dari konsep yang sedang mereka eksplorasi dalam karya terbaru.
“Sunrise adalah sebuah ide dan konsep yang sedang banyak kami pikirkan, renungkan, dan ingin kami bagikan melalui karya-karya berikutnya,” kata Mikha.
Momen yang paling ditunggu akhirnya tiba ketika The Overtunes membawakan lagu baru berjudul “Sampai Kapan”, yang akan menjadi bagian dari album terbaru mereka.
Menurut Reuben Nathaniel, lagu tersebut lahir dari refleksi pribadi mereka saat kembali berkumpul dan menulis lagu bersama setelah cukup lama tidak berkarya sebagai grup.
“Lagu ini berangkat dari pertanyaan sederhana kepada diri sendiri, sampai kapan menunda-nunda untuk kembali berkarya bersama. Itu pesan yang ingin kami sampaikan melalui lagu ini,” ujarnya.
Penampilan lagu baru tersebut mendapat sambutan hangat dari para penonton yang memadati area konser. Antusiasme penonton semakin terasa sepanjang pertunjukan hingga akhirnya The Overtunes menutup penampilan mereka dengan lagu “Sayap Pelindungmu”.
Penampilan di Java Jazz Festival 2026 menjadi awal baru bagi perjalanan The Overtunes setelah masa vakum, sekaligus memberi sinyal bahwa grup tersebut siap kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan karya-karya terbaru.
LakeyBanget
Raul Fernandez Juarai Sprint Race MotoGP Italia 2026, Marc Marquez Posisi Kelima
Monitorday.com – Raul Fernandez tampil gemilang dengan meraih kemenangan pada Sprint Race MotoGP Italia 2026 yang digelar di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5). Pembalap asal Spanyol itu sukses mempertahankan posisi terdepan sepanjang balapan dan menuntaskan lomba sebagai yang tercepat.
Balapan sprint berlangsung sengit sejak awal. Marc Marquez tampil agresif saat start dan langsung melesat ke posisi terdepan sesaat setelah lampu start padam.
Namun, keunggulan Marquez tidak bertahan lama. Memasuki tikungan kedua, Raul Fernandez dan Jorge Martin melakukan manuver berani untuk menyalip sang juara dunia dan mengambil alih posisi terdepan.
Persaingan ketat di kelompok depan membuat Marquez kehilangan momentum. Pembalap tersebut bahkan sempat terlempar hingga posisi kelima setelah terlibat duel ketat dengan sejumlah rivalnya.
Pada lap kedua, Marquez mencoba bangkit dengan menyalip Fabio Di Giannantonio untuk merebut posisi keempat. Namun upayanya terganggu setelah melakukan kesalahan saat memasuki tikungan yang membuatnya melebar dan kehilangan beberapa detik berharga.
Situasi semakin sulit bagi Marquez ketika Marco Bezzecchi berhasil menyalipnya pada lap ketiga. Sementara itu, di barisan depan, Raul Fernandez terus menjaga ritme balapan dan mampu mempertahankan jarak aman dari Jorge Martin yang terus memberikan tekanan.
Memasuki pertengahan lomba, Fernandez masih memimpin di depan Martin dan Di Giannantonio. Ketiga pembalap tersebut tampil konsisten sehingga tidak banyak perubahan posisi di zona podium.
Duel utama tetap terjadi antara Fernandez dan Martin. Namun, Fernandez mampu mengendalikan jalannya balapan dengan baik dan tidak memberikan celah bagi pesaingnya untuk merebut posisi pertama.
Sementara itu, Marquez masih kesulitan menemukan kecepatan terbaiknya. Pada lap kelima, ia sempat turun hingga posisi keenam sebelum akhirnya mampu memperbaiki performa menjelang akhir balapan.
Hingga bendera finis dikibarkan, Raul Fernandez berhasil mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan di Sprint Race MotoGP Italia 2026. Jorge Martin finis di posisi kedua, sedangkan Fabio Di Giannantonio melengkapi podium di urutan ketiga.
Marc Marquez akhirnya menuntaskan balapan di posisi kelima setelah berjuang keras sepanjang sprint race yang berlangsung ketat di Mugello.
Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi Raul Fernandez sekaligus modal berharga menjelang balapan utama MotoGP Italia 2026 yang akan digelar pada Minggu.
LakeyBanget
Jetour T1 i-DM Siap Mengaspal di Indonesia, Kenali Spesifikasinya
Monitorday.com – Jetour resmi memperkenalkan T1 i-DM sebagai model elektrifikasi terbaru sekaligus kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama yang disiapkan untuk pasar Indonesia. SUV bergaya petualang ini hadir dengan kombinasi performa tinggi dan efisiensi bahan bakar melalui teknologi hybrid terbaru yang dikembangkan perusahaan.
Secara desain, Jetour T1 i-DM mengusung tampilan khas SUV tangguh dengan siluet boxy yang mengingatkan pada model T2. Meski demikian, karakter desainnya dibuat lebih modern dan elegan dengan garis bodi tegas, lampu depan berbentuk kotak, over fender berukuran besar, serta postur kendaraan yang tinggi dan kokoh.
Untuk meningkatkan aspek keselamatan, bagian bumper depan dan belakang dirancang menggunakan material yang lebih ramah bagi pejalan kaki guna meminimalkan dampak benturan saat terjadi kecelakaan.
Di balik kap mesin, T1 i-DM mengandalkan teknologi plug-in hybrid Intelligent Dual Mode (i-DM), yakni sistem penggerak yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan performa optimal sekaligus efisiensi energi yang lebih baik.
SUV ini dibekali mesin bensin Acteco TGDI generasi kelima berkapasitas 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 134 hp dan torsi 220 Nm. Tenaga tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 201 hp dan torsi 310 Nm.
Sumber energinya berasal dari baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang mendukung pengisian daya cepat. Jetour mengklaim baterai dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 27 menit.
Selain itu, T1 i-DM disebut memiliki efisiensi termal mencapai 44,5 persen. Namun, hingga saat ini Jetour belum mengungkap angka resmi konsumsi bahan bakar maupun jarak tempuh gabungan dalam kondisi baterai dan tangki penuh.
Dari sisi dimensi, SUV ini memiliki panjang 4,7 meter, lebar 1,9 meter, dan tinggi 1,8 meter, dengan jarak sumbu roda mencapai 2,8 meter. Ground clearance setinggi 190 mm membuatnya siap menghadapi berbagai kondisi jalan. Sementara itu, velg dua warna berukuran 19 inci semakin memperkuat kesan modern dan tangguh.
Masuk ke dalam kabin, T1 i-DM menawarkan ruang interior yang lapang dengan sentuhan desain modern. Unit yang diperkenalkan menggunakan dominasi warna biru cerah, meski Jetour berencana menghadirkan interior serba hitam saat model ini resmi dipasarkan di Indonesia.
Fitur yang disematkan juga cukup lengkap, mulai dari layar sentuh berukuran 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, panoramic skyroof, rear defogger, hingga 45 ruang penyimpanan yang tersebar di berbagai bagian kabin.
Meski belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi, Jetour memastikan T1 i-DM akan segera hadir di pasar Indonesia dalam waktu dekat. Menariknya, model ini juga disebut berpotensi diproduksi secara lokal setelah resmi dipasarkan, sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis Jetour di Tanah Air.
Kehadiran T1 i-DM menambah pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia dan menjadi langkah penting Jetour dalam bersaing di segmen SUV ramah lingkungan yang terus berkembang.
LakeyBanget
Resmi Jadi Pelatih Persib, Igor Tolic Siap Lanjutkan Warisan Bojan Hodak
Monitorday.com – Persib Bandung resmi menunjuk Igor Tolic sebagai pelatih kepala untuk menghadapi musim kompetisi yang baru. Pelatih asal Kroasia tersebut dipercaya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan tim setelah sebelumnya menjadi bagian penting dari staf kepelatihan Bojan Hodak.
Tolic bukan sosok asing di lingkungan Persib. Dalam dua musim terakhir, pria kelahiran 25 September 1977 itu menjabat sebagai asisten pelatih dan berperan dalam kesuksesan Maung Bandung di kompetisi domestik.
Ia bergabung dengan Persib pada awal Liga 1 musim 2024/2025 untuk menggantikan Goran Paulic dalam jajaran staf pelatih.
Menanggapi kepercayaan yang diberikan manajemen, Tolic mengaku bangga sekaligus bersyukur mendapat kesempatan memimpin langsung tim kebanggaan Bobotoh tersebut.
“Terima kasih karena telah memberikan saya kesempatan ini untuk melanjutkan pekerjaan di Persib,” ujar Tolic melalui pesan singkat yang disampaikan pada Jumat (29/5/2026).
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, serta Bojan Hodak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama dirinya menjadi bagian dari tim pelatih.
Setelah dua musim berada di Bandung, Tolic mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub, kota, dan masyarakat Indonesia.
“Saya memiliki rasa cinta dan hormat yang besar untuk masyarakat dan negara ini,” katanya.
Usai merayakan keberhasilan tim pada musim sebelumnya, Tolic kini langsung fokus menyusun program kerja untuk menghadapi kompetisi mendatang. Ia mengungkapkan proses pengumpulan data dan evaluasi tim terus dilakukan guna menyiapkan program pramusim yang matang.
Langkah tersebut dinilai penting agar Persib tetap mampu menjaga daya saing dan melanjutkan tren positif yang telah dibangun dalam beberapa musim terakhir.
Dengan pengalaman yang dimilikinya selama mendampingi Bojan Hodak, Tolic diharapkan mampu membawa Persib mempertahankan prestasi sekaligus menghadapi tantangan baru di musim mendatang.
LakeyBanget
Paul McCartney Sebut Popularitas Taylor Swift Setara Era Kejayaan The Beatles
Monitorday.com – Legenda musik dunia Paul McCartney menilai popularitas Taylor Swift saat ini telah mencapai level yang setara dengan fenomena The Beatles pada masa puncak kejayaannya.
Dalam wawancara di program Tracks of My Years yang disiarkan BBC Radio 2, musisi berusia 83 tahun itu mengaku melihat banyak kesamaan antara ketenaran global yang dinikmati Swift dengan fenomena Beatlemania yang pernah ia rasakan bersama The Beatles pada dekade 1960-an.
“Anda memang melihat kesamaan antara tingkat ketenaran dan ketenaran dunia yang dimiliki Taylor Swift dan yang kami miliki sebagai The Beatles,” ujar McCartney.
Selain mengagumi pencapaian Swift, mantan personel The Beatles itu juga memuji kemampuan bermusik pelantun Cruel Summer tersebut. Menurutnya, Taylor Swift merupakan sosok yang cerdas dan memiliki bakat luar biasa dalam industri musik.
McCartney mengungkapkan dirinya beberapa kali berkesempatan bertemu dengan sejumlah bintang pop generasi saat ini, termasuk Taylor Swift, dalam berbagai acara yang digelar bersama keluarga.
Ia bahkan berterima kasih kepada sang istri, Nancy Shevell, dan putrinya, Stella McCartney, yang kerap menghadirkan para musisi muda berbakat dalam acara yang mereka selenggarakan.
“Saya akhirnya mengobrol dengan mereka semua karena ada Taylor, Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter. Mereka benar-benar orang-orang yang keren dan sangat baik,” katanya.
Popularitas Taylor Swift memang kerap dibandingkan dengan fenomena The Beatles, terutama sejak kesuksesan tur dunia The Eras Tour pada 2023 hingga 2024 yang mencetak berbagai rekor industri hiburan.
Fanatisme penggemar Swift yang dikenal sebagai Swifties juga sering disejajarkan dengan Beatlemania, sebutan bagi gelombang besar penggemar The Beatles pada era 1960-an.
Meski demikian, Swift sebelumnya pernah merespons perbandingan tersebut dengan rendah hati. Dalam sebuah wawancara bersama Stephen Colbert, ia menilai The Beatles merupakan fenomena yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah musik dunia.
“Saya tidak tahu. Saya pikir mereka memiliki fenomena tersendiri,” ujar Swift.
Hubungan Taylor Swift dan Paul McCartney sendiri telah terjalin cukup lama. Keduanya bahkan pernah tampil dalam wawancara bersama untuk edisi khusus Rolling Stone pada 2020.
Swift juga diketahui memiliki hubungan baik dengan Stella McCartney dan pernah berkolaborasi dengan desainer ternama tersebut dalam beberapa proyek kreatif.
Dalam perbincangan mereka pada 2020, Swift dan McCartney banyak membahas proses kreatif selama pandemi Covid-19, termasuk saat menggarap album folklore dan McCartney III yang sama-sama dirilis pada periode tersebut.
Pernyataan McCartney semakin memperkuat pandangan bahwa Taylor Swift telah berkembang menjadi salah satu ikon budaya pop terbesar abad ini, dengan pengaruh global yang dinilai sebanding dengan para legenda musik dunia.
LakeyBanget
China Miliki Stasiun Kereta Terbesar di Dunia Bikin Elon Musk Terpukau
Monitorday.com – China kembali menunjukkan ambisinya di sektor infrastruktur dengan menghadirkan stasiun kereta api terbesar di dunia, yakni Chongqing East Railway Station. Berlokasi di Chongqing, stasiun raksasa ini memiliki luas mencapai 1,22 juta meter persegi atau setara sekitar 170 lapangan sepak bola standar internasional.
Megaproyek yang menelan investasi sekitar US$7,8 miliar atau setara Rp138,8 triliun tersebut turut menjadi sorotan dunia setelah Elon Musk membagikan video mengenai stasiun tersebut di media sosial. Unggahan itu menarik perhatian luas dan telah ditonton puluhan juta kali.
Dirancang sebagai pusat transportasi modern, Chongqing East Railway Station mengusung konsep hub transportasi “empat dimensi” yang mengintegrasikan berbagai moda dalam satu kawasan. Penumpang dapat berpindah dari kereta cepat, metro, bus kota, bus antarkota, hingga layanan taksi dan kendaraan daring tanpa harus keluar dari kompleks stasiun.
Stasiun ini memiliki desain vertikal delapan lantai dan dibangun untuk melayani mobilitas dalam skala besar. Pada jam sibuk, fasilitas tersebut mampu menampung hingga 16 ribu penumpang per jam. Operasionalnya didukung oleh 29 peron dan 15 jalur rel aktif yang melayani berbagai rute strategis.
Sejak beroperasi penuh pada Juni tahun lalu, Chongqing East Railway Station menjadi bagian penting dari jaringan kereta cepat koridor Chongqing Timur–Qianjiang yang terhubung dengan jalur kereta cepat Chongqing–Xiamen. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung perjalanan kereta berkecepatan hingga 350 kilometer per jam.
Melalui jaringan tersebut, kota Chongqing kini semakin terhubung dengan sejumlah pusat ekonomi dan destinasi utama di China, seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi’an.
Tak hanya mengandalkan ukuran dan kapasitas, stasiun ini juga dibekali berbagai teknologi modern. Sistem pengelolaan berbasis kecerdasan buatan (AI), navigasi pintar untuk penumpang, serta atap kaca hemat energi yang memaksimalkan pencahayaan alami menjadi bagian dari fasilitas unggulan yang diterapkan.
Kehadiran stasiun terbesar di dunia ini diperkirakan semakin meningkatkan daya tarik Chongqing sebagai salah satu destinasi wisata dan bisnis utama di China. Kota yang dikenal dengan lanskap perkotaan bertingkat, jalan layang berlapis, serta sistem transportasi unik yang dijuluki sebagai kota “cyberpunk” tersebut kini memiliki akses yang semakin mudah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain terkenal dengan arsitektur modernnya, Chongqing juga dikenal sebagai kampung halaman hidangan khas Sichuan Hotpot yang memiliki cita rasa pedas khas mala. Dengan dukungan infrastruktur transportasi baru ini, arus kunjungan wisatawan ke kota tersebut diprediksi terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
