News
INATKF Surabaya Tebar Kebaikan di Ramadhan
Di tengah keheningan bulan Ramadhan, para karateka muda dari Dojo Ksatria Surabaya berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Kegiatan sosial ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.
Monitorday.com – Semangat berbagi di bulan Ramadhan menyatu dalam langkah para karateka muda INATKF Dojo Ksatria Surabaya. Dalam kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat, mereka membagikan takjil kepada masyarakat sekitar, sebagai bentuk kepedulian sosial yang menguatkan nilai-nilai kebersamaan dan keberagaman. Dipimpin oleh Sensei Erwin dan Sensei Uki, aksi ini tampak penuh antusiasme, tidak hanya dari para atlet muda, tetapi juga dari pengurus pusat INATKF yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
Ketua Umum INATKF, Sensei Dr. Muchlas Rowi, menyampaikan penghargaan atas inisiatif Dojo Ksatria Surabaya yang mengadakan kegiatan sosial ini, terutama di bulan yang penuh berkah, Ramadhan.

“Apa yang dilakukan oleh INATKF Surabaya sangat mencerminkan semangat Bushido—nilai-nilai kehormatan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi landasan kita sebagai karateka,” kata Sensei Muchlas.
Dengan berbagi takjil, para karateka muda tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap sesama, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka adalah pejuang sejati, bukan hanya di dojo, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ramadhan, bagi mereka, bukan sekadar waktu untuk berpuasa, tetapi juga untuk menguatkan nilai-nilai kepedulian terhadap orang lain. Apa yang dilakukan INATKF Surabaya mencerminkan sebuah filosofi yang lebih dalam—bahwa latihan karate tidak hanya untuk mengasah kekuatan fisik, tetapi juga untuk membentuk karakter yang peduli terhadap sesama.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari Sekretaris Jenderal INATKF, Sensei Bachtiar, yang menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi.
“Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat rasa kepedulian terhadap sesama, dan melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengajarkan seni bela diri, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang sesungguhnya,” tutur Sensei Bachtiar.
Bagi para karateka muda yang terlibat, berbagi takjil bukan hanya sebuah kegiatan amal semata, melainkan juga sebuah pembelajaran penting dalam kehidupan mereka. Dalam setiap gerakan mereka, yang biasanya penuh disiplin dan fokus dalam latihan karate, kini mereka diajarkan untuk membagikan kebahagiaan dan kebaikan kepada orang lain. Mereka mulai menyadari bahwa menjadi seorang pejuang sejati bukan hanya soal kehebatan dalam bertarung, tetapi juga tentang memberi dampak positif kepada masyarakat sekitar.

Takjil yang dibagikan kepada masyarakat sekitar tampak memberikan kebahagiaan yang mendalam bagi mereka yang menerima. Di tengah kesibukan hari-hari Ramadhan, sebuah senyum dari mereka yang terima takjil menjadi simbol kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Bagi para karateka muda, momen ini adalah pengingat bahwa perjuangan mereka di dojo tidak hanya untuk mengasah keterampilan fisik, tetapi juga untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan bermanfaat bagi orang lain.
Bukan hanya latihan fisik yang diberikan, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam karate—seperti rasa hormat, keberanian, dan tanggung jawab—dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagi takjil, para karateka muda belajar untuk meresapi makna mendalam dari filosofi Bushido, yang mengajarkan mereka untuk tidak hanya mengutamakan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kebaikan bersama.
Kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa meskipun dalam kesibukan dunia modern, masih ada ruang bagi nilai-nilai kemanusiaan yang luhur untuk hidup dan berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, INATKF Surabaya mengukir sebuah pesan penting: berbagi adalah bagian dari kemenangan sejati.
News
Akses Rekam Medis Pasien Terhubung ke Asisten AI Claude
Monitorday.com – Perusahaan penyedia rekam medis elektronik, athenahealth, resmi membuka akses data kesehatan pasien ke asisten kecerdasan buatan eksternal. Integrasi perdana ini menggandeng Claude milik Anthropic melalui solusi server baru bernama athenaPatient MCP guna memberikan analisis personal berbasis riwayat klinis pasien.
Melalui protokol penghubung tersebut, pasien dapat mengotentikasi akun menggunakan kredensial portal athenahealth serta memegang kendali penuh atas informasi yang boleh diakses. Pengembang memastikan seluruh kredensial pengguna tidak dibagikan langsung kepada Claude dan informasi tetap terenkripsi demi menjamin keamanan data pribadi.
"Setelah koneksi terbentuk dan pasien menyetujui jenis data apa yang ingin mereka bagikan, selebihnya adalah urusan antara Claude dan pasien," ujar Chief Product and Operations Officer athenahealth, Paul Brient. "Pada intinya, ini bertujuan membantu pasien memperoleh manfaat nyata dari data layanan kesehatan mereka sendiri."
Langkah ini diambil seiring tren masyarakat yang kian masif memanfaatkan teknologi generatif guna menafsirkan hasil laboratorium hingga instruksi obat. Menanggapi tantangan tata kelola informasi medis, athenahealth membatasi akses athenaPatient MCP hanya bagi asisten cerdas yang tidak memanfaatkan data pasien untuk melatih model kecerdasan buatan mereka.
"Kami juga mendorong pasien untuk meninjau kebijakan privasi dan penggunaan data dari layanan apa pun yang mereka pilih untuk digunakan. Data layanan kesehatan layak mendapatkan standar tata kelola yang lebih tinggi daripada kebanyakan informasi, dan kami telah mendekati pekerjaan ini dengan prinsip tersebut," tutur Brient.
"Claude adalah koneksi pertama yang kami aktifkan untuk athenaPatient MCP, tetapi ini tidak dimaksudkan untuk menjadi satu-satunya," kata Brient. "Anthropic telah menjadi mitra kolaborasi peluncuran yang kuat karena pendekatannya terhadap pengembangan AI yang bertanggung jawab. Namun strategi kami tidak dibangun di sekitar satu model AI tertentu. Lanskap AI bergerak sangat cepat, dengan model dan alat baru yang masuk ke pasar hampir setiap pekan. Kami merancang athenaPatient MCP dengan mempertimbangkan realitas tersebut dan membangunnya di atas Model Context Protocol yang telah menjadi norma industri untuk interoperabilitas AI."
News
Pemerintah Pangkas Transit Ekspor Sumber Daya Alam Mulai 2027
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia mematangkan langkah strategis penataan perdagangan komoditas dengan mewajibkan seluruh ekspor sumber daya alam strategis berjalan melalui mekanisme satu pintu di bawah naungan PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai 1 Januari 2027.
Kebijakan terpusat ini dirancang guna memangkas perantara dan jalur logistik internasional, sehingga pengiriman komoditas unggulan nasional dapat langsung ditujukan ke negara pembeli demi menjaga transparansi nilai tambah ekonomi.
"Bagus, kami dengan DSI koordinasi bagus. Kami akan lewat satu pintu, lewat DSI," ujar Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Penerapan skema satu pintu tersebut ditujukan untuk meniadakan rute transit luar negeri yang selama ini dinilai berpotensi menguras nilai ekonomi komoditas tambang dan mineral Indonesia.
"Tidak perlu lagi lewat transit-transit di mana, bisa langsung ke negara tujuan," tegas Bahlil.
Kebijakan strategis ini berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis, dengan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga 31 Desember 2026 sebelum diberlakukan penuh.
News
BEI Depak 82 Saham dari IHSG demi Transparansi Pasar
Monitorday.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan 82 saham dari dasar perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini diambil guna menjawab kekhawatiran penyedia indeks global MSCI terhadap transparansi dan tata kelola pasar modal domestik.
Saham-saham yang dikeluarkan tersebut diklasifikasikan memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Langkah pembersihan konstituen indeks ini mulai diberlakukan efektif untuk mendorong integritas pergerakan IHSG.
Melalui keputusan tersebut, jumlah konstituen IHSG mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Total emiten yang aktif dihitung dalam pergerakan indeks acuan nasional tersebut kini terpangkas dari 963 emiten menjadi 881 emiten.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut terdepak dari jajaran konstituen akibat regulasi baru ini. Beberapa nama emiten besar yang tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan mencakup DCI Indonesia, Bayan Resources, hingga Barito Renewables Energy.
Penyesuaian konstituen ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bursa untuk menyajikan data pergerakan pasar yang lebih akurat, likuid, dan dapat diandalkan oleh para pelaku pasar.
Dengan terbitnya aturan baru tersebut, pasar modal Indonesia diharapkan dapat memenuhi standar internasional serta memberikan perlindungan dan iklim investasi yang lebih sehat bagi para investor global maupun lokal.
News
Soal Transfer Bank Kena Pajak Digital, DJP Buka Suara
Monitorday.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan meluruskan kabar rencana penerapan pajak digital pada 9 November 2026 yang disebut-sebut menyasar transaksi transfer perbankan. DJP menegaskan, kebijakan tersebut bukan pajak baru dan tidak serta-merta membebani transfer uang pribadi maupun remitansi masyarakat.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti menjelaskan, kebijakan yang dimaksud merupakan Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN). Sistem ini dirancang untuk menata pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi digital dari luar negeri agar lebih tertib, adil, dan berbasis teknologi.
Inge menegaskan, SPP-TDLN tidak mengubah tarif PPN maupun menjadikan seluruh transaksi luar negeri sebagai objek pajak. Pemungutan hanya berlaku terhadap transaksi digital luar negeri yang memenuhi kriteria sebagai objek PPN sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Sistem ini dirancang untuk memberikan kepastian, mencegah pemungutan ganda, menjaga perlakuan yang setara antara pelaku usaha dalam negeri dan luar negeri, serta memastikan penggunaan data dilakukan secara aman, terbatas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Inge dalam keterangan tertulis, Senin (2/11).
DJP juga menepis kekhawatiran masyarakat terkait pajak transfer bank. Menurut Inge, transfer dana perbankan, pengiriman uang pribadi, maupun remitansi tidak otomatis dikenai PPN melalui sistem tersebut.
SPP-TDLN justru difokuskan untuk memastikan PPN atas pemanfaatan barang dan jasa digital dari luar negeri oleh konsumen Indonesia dapat dipungut sesuai ketentuan. Bank dan lembaga pembayaran yang ditunjuk akan membantu mengidentifikasi transaksi yang memenuhi kriteria objek PPN.
Selain itu, sistem ini dirancang untuk menghindari pemungutan pajak berganda. Jika PPN atas transaksi digital luar negeri sudah dipungut oleh pelaku usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang ditunjuk pemerintah, transaksi tersebut tidak akan dipungut kembali melalui SPP-TDLN.
“SPP-TDLN dirancang untuk mencegah pemungutan ganda. Apabila PPN atas suatu transaksi digital luar negeri sudah dipungut oleh pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk, transaksi tersebut tidak dipungut kembali melalui SPP-TDLN,” jelas Inge.
Dari sisi konsumen, mekanisme ini diharapkan menyederhanakan administrasi perpajakan. Masyarakat tidak perlu mengurus sendiri penyetoran dan pelaporan PPN atas layanan digital luar negeri yang memang wajib dipungut pajak.
DJP menyebut penerapan sistem tersebut telah melalui pengujian dalam lingkungan sandboxing dan periode stabilisasi. Pengujian mencakup kesiapan teknologi, proses bisnis, pertukaran data, hingga integrasi dengan lembaga yang terlibat dalam pemungutan pajak.
Pada tahap awal, 25 September 2026, Direktur Jenderal Pajak telah menunjuk enam lembaga sebagai pemungut PPN atau issuer dalam penyelenggaraan SPP-TDLN. Sementara itu, calon issuer lainnya masih menjalani periode stabilisasi sebelum ditetapkan secara resmi.
DJP akan mengumumkan penunjukan lembaga tambahan melalui kanal resmi setelah seluruh tahapan persiapan rampung.
Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan pemerintah berencana menerapkan pajak digital pada 9 November 2026. Kebijakan tersebut disebut akan melibatkan bank pemerintah, bank swasta, hingga perusahaan teknologi finansial (fintech) untuk mengoptimalkan penerimaan negara.
Hashim bahkan menyebut platform digital seperti Shopee, Lazada, dan GoTo akan dilibatkan dalam pemungutan serta penyetoran pajak yang selama ini belum tertagih.
“Semua bank pemerintah, bank swasta dan semua fintech termasuk Shopee, Lazada, GoTo dan sebagainya harus ikut pungut dan harus setor pajak yang selama ini tidak dipungut,” kata Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10).
Menurut Hashim, pemerintah akan memanfaatkan teknologi elektronik, teknologi informasi, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan pemungutan pajak dari berbagai transaksi sesuai peraturan perundang-undangan.
Langkah tersebut, lanjutnya, diperlukan untuk meningkatkan penerimaan negara. Hashim menilai rasio penerimaan negara Indonesia yang mencakup pajak, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masih relatif rendah, yakni sekitar 12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
News
Program MBG Serap 1,03 Juta Tenaga Kerja
Monitorday.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menjangkau puluhan juta penerima manfaat, tetapi juga menjadi penyerap tenaga kerja dalam skala besar. Hingga akhir Oktober 2026, program andalan pemerintah ini telah melibatkan sekitar 1,03 juta pekerja dan lebih dari 80.000 pemasok lokal dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, MBG kini telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat. Dari total 27.485 dapur yang beroperasi, sebanyak 26.723 dapur telah berhasil diverifikasi.
“Program ini sendiri secara keseluruhan telah menjangkau lebih dari 58 juta penerima manfaat serta melibatkan sekitar 1,03 juta tenaga kerja dan lebih dari 80.000 pemasok lokal dari kalangan UMKM,” kata Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Di tengah ekspansi program yang masif, BGN menegaskan keselamatan pangan tetap menjadi prioritas utama. Sudaryono mengingatkan bahwa setiap insiden keamanan pangan, sekecil apa pun, tidak boleh dianggap remeh, terlebih karena mayoritas penerima manfaat merupakan anak-anak.
“Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak-pun (yang mengalami insiden akibat keamanan pangan) masih terlalu banyak,” ujarnya.
BGN mencatat, sejak MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025, pengelolaan program mengalami perubahan signifikan. Pada tahap awal, hanya sekitar 700 tenaga kerja yang harus mengendalikan operasional kurang lebih 27.000 dapur dengan dukungan infrastruktur yang masih terbatas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan BGN memperketat pengawasan operasional. Langkah pembenahan dilakukan melalui penutupan ribuan dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan serta penerapan sanksi terhadap pengelola yang melanggar ketentuan.
Salah satu bentuk pengetatan pengawasan adalah penghentian pencairan dana bagi dapur yang tidak melaporkan penggunaan anggaran harian secara transparan.
Ke depan, BGN mendorong transformasi melalui skema MBG 2.0. Dalam tahap ini, perluasan jangkauan program harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tata kelola, mulai dari standar kebersihan dapur, pengawasan operasional, hingga mutu makanan yang diterima masyarakat.
BGN menegaskan, keberhasilan MBG tidak semata-mata diukur dari besarnya jumlah penerima manfaat maupun tenaga kerja yang terserap. Keamanan, kualitas makanan, dan akuntabilitas pengelolaan menjadi faktor penting untuk memastikan program tersebut mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
News
Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (02/11/2026). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai rapat menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan perkembangan positif.
“Indeks Purchasing Manager, Indeks Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54. Itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4 dan ini menandakan penguatan ekspansi sektor manufaktur dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024. Jadi ini level ekspansi yang tinggi,” ujar Airlangga.
Dari sisi perdagangan, Airlangga menyebut Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan pada September 2026 sebesar 3,36 miliar dolar AS. Capaian tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar 5,67 miliar dolar AS, meskipun terdapat defisit perdagangan migas sebesar 2,31 miliar dolar AS. Secara kumulatif, Airlangga mengatakan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencatatkan surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS.
“Dari segi bulan Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita 10,61 miliar. Dipicu oleh surplus non-migas sebesar 34,21 miliar dan walaupun defisit migas mencapai 23,6 miliar,” imbuh Airlangga.
Sementara, Airlangga mengatakan kinerja ekspor nasional juga menunjukkan pertumbuhan positif.
“Nah sedangkan dari ekspor kita lihat secara total naik 5,58 persen year on year. Jadi tahun ini Januari-September 221,23 miliar (dolar AS). Kemudian dari segi non-migas ekspornya 212,27 (dolar AS),” ungkap Airlangga.
Di sisi stabilitas harga, Airlangga mengatakan inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan dan 0,22 persen secara bulanan. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 2,4 persen.
“Jadi kalau year to date 2,4 persen, juga ini masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen. Terutama kalau kita lihat inflasi ini sebabkan oleh volatile food, makanan minuman, cabai rawit, ikan segar. Kemudian juga didukung oleh inflasi di bidang transportasi. Termasuk angkutan udara namun kita punya program untuk diskon menjelang nataru (natal dan tahun baru). Jadi kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan diskon,” ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya tahan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini, dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga,” pungkas Airlangga.
News
Tok! Kapolri Resmi Larang Polisi Pakai Vape
Monitorday.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi melarang seluruh personelnya menggunakan rokok elektrik atau vape. Larangan tersebut berlaku bagi anggota Polri maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kepolisian, baik saat bertugas maupun di luar jam kedinasan.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang Larangan Penggunaan Rokok Elektrik (Vape) di Lingkungan Polri. Surat edaran yang ditandatangani pada 30 Oktober 2026 tersebut langsung berlaku sejak tanggal diterbitkan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir membenarkan penerbitan aturan tersebut. Ia menegaskan, larangan berlaku menyeluruh bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), mulai dari Mabes Polri hingga satuan kewilayahan.
“Lingkupnya menyeluruh, mulai dari Mabes Polri, Kepolisian Daerah (Polda), Kepolisian Resor (Polres), hingga Kepolisian Sektor (Polsek),” ujar Isir dalam keterangannya, Minggu (2/11/2026).
Tidak hanya di lingkungan kantor, personel Polri juga dilarang menggunakan vape di luar kedinasan dan di luar jam kerja. Anggota yang melanggar ketentuan tersebut terancam sanksi sesuai peraturan internal dan mekanisme disiplin yang berlaku di institusi kepolisian.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan, kebijakan ini bukan semata-mata untuk memperketat disiplin personel. Larangan tersebut juga menjadi langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika melalui perangkat rokok elektrik.
Polri menilai vape berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyelundupan dan peredaran narkotika, terutama melalui cairan yang dicampurkan ke dalam cartridge. Kandungan zat berbahaya tersebut tidak selalu dapat dikenali secara kasatmata karena bentuknya menyerupai cairan vape biasa.
Salah satu temuan yang menjadi perhatian kepolisian adalah penyalahgunaan etomidate dalam bentuk cair. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025, zat tersebut telah diklasifikasikan sebagai narkotika golongan II.
“Saat ini perangkat vape berpotensi dimanfaatkan sebagai media penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Polri tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengambil langkah pencegahan dari dalam institusi,” kata Isir.
Sejumlah kepolisian daerah mulai menjalankan aturan tersebut melalui sosialisasi dan pengawasan internal. Polda Kepulauan Riau dan Polda Sumatera Selatan, misalnya, telah memperketat pengawasan penggunaan vape di lingkungan kerja.
Bahkan, tamu yang membawa perangkat rokok elektrik diwajibkan mematikan dan menyimpan perangkat tersebut selama berada di lingkungan markas kepolisian daerah.
Melalui kebijakan ini, Polri ingin memastikan upaya pemberantasan narkotika dimulai dari lingkungan internal institusi. Kepolisian berharap larangan tersebut tidak hanya memperkuat kedisiplinan personel, tetapi juga menjadi contoh bagi lembaga lain dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
News
Kemdiktisaintek Kaji Terkait Wacana Kuliah Gratis di PTN
Monitorday.com – Rencana pemerintah menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) belum memasuki tahap pelaksanaan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) masih mengkaji kebutuhan anggaran, sumber pembiayaan, hingga skema penerapan kebijakan tersebut.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, mengatakan pemerintah tengah menyusun berbagai skenario agar program kuliah gratis dapat diterapkan secara realistis dan berkelanjutan.
“Sedang disiapkan kajiannya, ya kan harus di-exercise ya. Kemudian mempertimbangkan berbagai kemungkinan-kemungkinan,” ujar Khairul saat ditemui di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Menurut Khairul, pemerintah belum memutuskan apakah pembebasan biaya kuliah akan diberlakukan secara serentak atau bertahap. Seluruh opsi masih diperhitungkan, terutama terkait kemampuan anggaran negara dan keberlanjutan pembiayaan perguruan tinggi.
“Ya, termasuk skenario implementasinya, apakah kemudian dilakukan secara bertahap atau bagaimana? Ini semuanya masih dalam pembahasan,” katanya.
Kemdiktisaintek juga tengah menyerap masukan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan perguruan tinggi negeri. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kampus.
“Ya tentu saja. Kita pasti mendengarkan juga dari masukan ataupun pandangan dari berbagai pihak, sebelum nanti ada perumusan akhir yang pasti akan disampaikan kalau memang sudah,” ucap Khairul.
Rencana kuliah gratis di PTN merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 23 September 2026, Prabowo meminta jajarannya mempercepat persiapan program pendidikan tinggi negeri tanpa biaya kuliah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebelumnya menyebut pemerintah perlu menghitung seluruh sumber pendapatan perguruan tinggi. Komponen yang menjadi perhatian antara lain uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI) dari jalur mandiri, serta sumber pemasukan kampus lainnya.
Presiden juga telah menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mengkaji rencana tersebut. Tim yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno itu melibatkan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, dan Kemdiktisaintek.
Kajian tersebut ditargetkan menghasilkan perhitungan kebutuhan anggaran dan tahapan implementasi yang terukur. Pemerintah harus memastikan program kuliah gratis tidak membebani kemampuan fiskal negara maupun mengganggu keberlangsungan operasional perguruan tinggi.
Dengan belum adanya keputusan final, mahasiswa dan calon mahasiswa masih harus menunggu kepastian mengenai skema pembebasan biaya kuliah, kelompok penerima manfaat, serta jadwal penerapannya. Hingga kini, kuliah gratis di PTN masih sebatas rencana yang dalam tahap pengkajian pemerintah.
News
Empat Modal Penting Hadapi PHK di Era AI
Penguasaan AI, bahasa Inggris, networking, dan kepercayaan menjadi empat modal penting menghadapi perubahan dunia kerja dan ancaman PHK massal.
[domain-capital]- Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal semakin menjadi perhatian di tengah perubahan ekonomi global dan percepatan transformasi digital. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), otomatisasi, serta perubahan model bisnis perusahaan telah mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dikerjakan oleh mesin dan sistem AI, sementara profesi baru bermunculan dengan tuntutan kompetensi yang berbeda. Kondisi ini mengharuskan pekerja tidak hanya mengandalkan pendidikan formal dan pengalaman, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Dalam sebuah pembahasan mengenai krisis PHK massal, terdapat pesan penting bahwa seseorang tidak boleh sepenuhnya menggantungkan masa depan pada stabilitas perusahaan tempatnya bekerja. Setiap individu perlu membangun kemampuan yang membuat dirinya tetap relevan, produktif, dan memiliki nilai di pasar kerja. Setidaknya ada empat modal utama yang perlu dipersiapkan, yakni keterampilan nyata, jaringan profesional, kepercayaan, dan keberanian mencari peluang baru.
Pertama, penguasaan bahasa Inggris dan kecerdasan artifisial menjadi keterampilan strategis untuk menghadapi masa depan pekerjaan. Bahasa Inggris memberikan akses lebih luas terhadap informasi, pengetahuan, kolaborasi internasional, dan kesempatan kerja global. Sementara itu, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat analisis, mengotomatisasi pekerjaan administratif, serta menghasilkan berbagai solusi. Kemampuan menggunakan AI juga perlu disertai keterampilan berpikir kritis, menyusun instruksi yang tepat, memeriksa akurasi informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis.
Pentingnya peningkatan keterampilan tersebut diperkuat oleh laporan World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025. Laporan ini memperkirakan hingga 2030 akan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan atau mengalami disrupsi. Dengan demikian, perubahan teknologi bukan hanya menghilangkan pekerjaan tertentu, tetapi juga menciptakan kebutuhan kompetensi baru. WEF memperkirakan sekitar 59 dari setiap 100 pekerja membutuhkan pelatihan ulang atau peningkatan keterampilan sebelum 2030.
Kedua, membangun dan menjaga networking atau jaringan profesional merupakan investasi penting dalam menghadapi ketidakpastian pekerjaan. Hubungan baik dengan mantan kolega, pimpinan, mitra kerja, komunitas profesi, dan pelaku industri dapat membuka akses terhadap informasi serta kesempatan kerja baru. Networking bukan sekadar memperbanyak kontak, melainkan membangun hubungan yang dilandasi komunikasi, kolaborasi, dan saling memberikan manfaat. Dalam situasi PHK, jaringan profesional bahkan dapat menjadi jembatan untuk menemukan pekerjaan, proyek konsultasi, maupun peluang usaha.
Ketiga, kepercayaan atau trust merupakan aset yang tidak mudah digantikan oleh teknologi. Kemampuan teknis dapat dipelajari, perangkat teknologi dapat berubah, dan jabatan dapat berganti. Namun, reputasi sebagai individu yang jujur, bertanggung jawab, konsisten, dan dapat diandalkan membutuhkan waktu untuk dibangun. Dalam dunia kerja yang semakin terdigitalisasi, perusahaan dan klien tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan mampu mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Keempat, setiap orang perlu lebih proaktif mencari peluang ekonomi di luar pekerjaan konvensional. Menjadi content creator, freelancer, konsultan independen, pengembang produk digital, atau pelaku usaha berbasis teknologi merupakan beberapa alternatif yang dapat dikembangkan. Perkembangan platform digital memungkinkan seseorang menawarkan keahlian kepada pasar yang lebih luas tanpa harus selalu bergantung pada satu perusahaan. Peluang bekerja di luar negeri juga dapat menjadi pilihan, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi profesional, kemampuan bahasa asing, dan sertifikasi yang diakui secara internasional.
Di Indonesia, tantangan ketenagakerjaan juga memperlihatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan tersebut. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 88.519 pekerja mengalami PHK sepanjang 2025. Sementara itu, data Januari hingga September 2026 mencatat 63.789 pekerja ter-PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Angka ini menunjukkan bahwa persoalan PHK tetap membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi perlindungan pekerja maupun penguatan kompetensi tenaga kerja.
Fenomena tersebut sejalan dengan kajian International Labour Organization (ILO) melalui laporan Generative AI and Jobs: A 2025 Update. ILO memperkirakan sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat paparan tertentu terhadap AI generatif. Namun, sebagian besar pekerjaan diperkirakan akan mengalami transformasi, bukan sepenuhnya dihilangkan. Artinya, tantangan terbesar bukan sekadar menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan akibat AI, melainkan mempersiapkan manusia agar mampu bekerja bersama teknologi tersebut.
Perubahan ini juga membawa implikasi besar bagi dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dan pelatihan perlu memperkuat keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk literasi digital, bahasa Inggris, pemanfaatan AI, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Program reskilling dan upskilling harus menjadi bagian dari strategi pembangunan tenaga kerja, sehingga pekerja memiliki kesempatan untuk berpindah profesi maupun memasuki sektor ekonomi baru.
Pada akhirnya, menghadapi ancaman PHK massal membutuhkan perubahan cara pandang terhadap pekerjaan dan karier. Stabilitas tidak lagi semata-mata ditentukan oleh jabatan atau lamanya seseorang bekerja di sebuah perusahaan. Kemampuan belajar sepanjang hayat, menguasai teknologi, membangun jaringan, menjaga kepercayaan, dan menciptakan sumber penghasilan alternatif menjadi modal penting untuk bertahan. Di era AI, mereka yang mampu beradaptasi dan terus menciptakan nilai tambah akan memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Referensi
- World Economic Forum, Future of Jobs Report 2025.
- International Labour Organization, Generative AI and Jobs: A 2025 Update.
- Kementerian Ketenagakerjaan RI, Data PHK dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
- Dewan Ekonomi Nasional, kajian perkembangan pasar tenaga kerja Indonesia.
News
Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun, Optimis Ekonomi Terus Menguat
Monitorday.com – Optimisme pengusaha Indonesia terhadap prospek perekonomian nasional terus menguat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, dengan kontribusi investasi domestik yang lebih dari separuh total investasi nasional.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam laporannya pada acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Anindya menyampaikan bahwa dunia usaha juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri masa depan, tidak hanya memperkuat industri yang telah berjalan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.
“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuh Anindya.
Anindya juga menyoroti besarnya peran sektor swasta dalam perekonomian nasional. Anindya menyebut dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Anindya menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.
Optimisme tersebut memperlihatkan kesiapan dunia usaha untuk menjadi salah satu penggerak utama pembangunan nasional. Melalui penguatan investasi domestik, pengembangan industri masa depan, dan pemberdayaan pengusaha daerah, Kadin menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat serta membawa Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.
